cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Laporan Kasus Fraktur Tertutup Klavikula Sinistra Allman Grup I Tipe Oblik Dengan Pneumotoraks Sinistra, Fraktur Kosta III, IV, VI Sinistra Posterior Simpel dan Fraktur Kosta V Sinistra Posterior Segmental Faatih, Muhammad Al; Nugroho, Andi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.194

Abstract

Trauma toraks akibat kecelakaan sepeda motor sering kali menyebabkan kombinasi cedera serius, seperti fraktur klavikula, pneumotoraks, dan fraktur kosta multipel, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi fatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme cedera, pola trauma, dan efektivitas penatalaksanaan pada kasus kombinasi trauma toraks. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menganalisis laporan medis seorang pasien pria berusia 62 tahun yang mengalami trauma tumpul toraks akibat kecelakaan sepeda motor. Data diperoleh melalui pemeriksaan fisik, radiologi, dan evaluasi penatalaksanaan medis yang dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa pasien mengalami fraktur klavikula tertutup (Allman Group I tipe oblik), fraktur kosta multipel posterior (kosta 3, 4, 5, dan 6), serta pneumotoraks sinistra. Penatalaksanaan melibatkan pemasangan Water Sealed Drainage (WSD), reduksi terbuka, dan fiksasi internal dengan plate dan wire, diikuti rehabilitasi medis. Pendekatan ini berhasil mengurangi komplikasi dan mempercepat pemulihan pasien. Kesimpulannya, penatalaksanaan yang cepat dan tepat pada trauma toraks berat dapat meningkatkan prognosis pasien dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Analysis of Inpatient Registration Information System on The Timeliness of Inpatient Services at Hamba Regional Hospital 'Aini, Qurrota; Yunengsih, Yuyun; Pasaribu, Johni S.
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.195

Abstract

This research aims to evaluate the inpatient registration information system at RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe. This research is a descriptive qualitative research with the research respondents being inpatient registration admission officers at RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe. This research is a qualitative research using the scrum method. Findings from interviews with admissions officers showed several factors affecting the timeliness of registration, including human resource shortages, delays in procurement of materials, suboptimal procedures, slow computer systems, and limited funding. The analysis resulted in recommendations for improvement, additional staff, improved technological equipment, material and fund management, and consistent implementation of SOPs. In addition, regular training and evaluation for staff is required to ensure that procedures are followed correctly and efficiently.
Pengetahuan dan Rekomendasi terhadap Pengidap Human Papillomavirus (Kanker Serviks) di Kalangan Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Astika, Dwi; Ramatillah, Diana Laila
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.210

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko kanker serviks merupakan salah satu penyebab tingginya prevalensi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta tentang penyakit hpv (kanker serviks) dan rekomendasi apa yang diberikan mahasiswa terhadap penyakit hpv (kanker serviks). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain prospektif cross-sectional, melibatkan populasi mahasiswa aktif Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dengan sampel sebanyak 470 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring melalui Google Form, dengan kriteria inklusi mahasiswa aktif dan eksklusi mahasiswa yang tidak aktif. Analisis data melibatkan distribusi frekuensi dan pengujian hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan laki-laki, dan responden pada kelompok usia 18-25 tahun lebih aktif memberikan rekomendasi yang efektif dibandingkan kelompok usia lainnya. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap pengidap HPV (kanker serviks), dan rekomendasi yang diberikan mahasiswa terbukti efektif dalam upaya pencegahan kanker serviks. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pencegahan kanker serviks.
Pendekatan Alami: Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak, Serai, dan Daun Pepaya terhadap Larva Nyamuk Efriza, Efriza; Asyifa, Frisca Ayu; Yasril, Abdi Iswahyudi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.215

Abstract

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis dan subtropis. Berbagai upaya pencegahan, termasuk pengendalian vektor dilakukan untuk mengurangi infeksi demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak kombinasi daun sirsak + serai, kombinasi daun sirsak + daun pepaya, kombinasi serai daun + pepaya pada konsentrasi 50%., dalam upaya mengendalikan vektor demam berdarah dengan menggunakan larvasida. Dalam penelitian ini, ekstrak dari tanaman yang disebutkan di atas disiapkan dan diuji efektivitasnya terhadap larva Aedes aegypti. Larva diberi paparan berbagai kombinasi ekstrak, dan tingkat kematiannya dicatat selama periode tertentu. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk menentukan signifikansi temuan. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan rata-rata larva yang mati menggunakan ekstrak kombinasi daun sirsak + serai dan ekstrak kombinasi daun sirsak + daun pepaya (p<0,05). Temuan penelitian ini menggarisbawahi bahwa potensi penggunaan ekstrak tanaman alami dalam pengelolaan populasi nyamuk, khususnya Aedes aegypti. Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kasus demam berdarah dapat menggunakan ekstrak kombinasi daun sirsak + serai serta ekstrak kombinasi serai + daun pepaya sebagai larvasida alami. Perlunya keterlibatan masyarakat, organisasi kesehatan masyarakat dan pembuat kebijakan dalam mengadopsi metode pengendalian hama alami untuk mempertimbangkan pengintegrasian solusi alami ke dalam strategi kesehatan masyarakat.
Analisis Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pasien di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Nasikun, Ah
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.216

Abstract

Penurunan kepuasan pasien yang signifikan dalam layanan rawat inap di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja menjadi perhatian utama. Beberapa aspek yang diduga menjadi penyebabnya antara lain, seperti ketersediaan layanan, lama antrean, proses administrasi, kondisi fisik rumah sakit, interaksi dengan dokter, dan informasi yang diberikan kepada pasien. Faktor-faktor tersebut menunjukkan adanya celah dalam pelayanan yang berinteraksi langsung dengan pasien. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mencari tahu faktor-faktor dalam kualitas pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien yang dirawat di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah survei potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja selama periode penelitian, yaitu sebanyak 4.156 pasien. Sampel terdiri dari 365 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang telah dirancang secara khusus, sedangkan data sekunder diambil dari arsip rumah sakit. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari deskripsi data, analisis hubungan variabel, hingga analisis pengaruh variabel secara bersamaan. Temuan analisis menunjukkan bahwa aksesibilitas, lingkungan fisik, dan konsultasi dokter berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sementara waktu tunggu, proses penerimaan, dan informasi kepada pasien tidak memiliki pengaruh signifikan. Di antara berbagai faktor yang dikaji, aksesibilitas terbukti menjadi faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi kepuasan pasien. Kesimpulannya, peningkatan aksesibilitas, kondisi lingkungan fisik, dan kualitas konsultasi dokter dapat meningkatkan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja. Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan strategi peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri pada Anak dengan Sindrom Nefrotik di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Nabila, Bangkit Isna; Triana, Noor Yunida
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.230

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah guna melihat pengaruh relaksasi pegangan jari atas pengurangan nyeri pada pasien dengan diagnosis medis sindrom nefrotik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. Subjek dari studi kasus ini ialah seorang pasien dengan masalah nyeri dan didiagnosis dengan sindrom nefrotik, dilakukan selama tiga hari. Pengumpulan data lewat observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlhatkan bahwa studi kasus yang sudah dilaksanakan pada pasien menunjukkan penurunan tingkat nyeri pada pasien pediatrik yang menderita sindrom nefrotik sebelum serta setelah diberikan terapi relaksasi pegangan jari. Dari hasil studi kasus mengenai pengaruh relaksasi pegangan jari, bisa ditarik kesimpulan yakni terapi ini efektif meminimalisir nyeri pada pasien dengan sindrom nefrotik. Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi pegangan jari dapat menjadi alternatif terapi yang bermanfaat dalam mengelola nyeri pada pasien dengan kondisi ini.
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Juwita, Baiq Pelangi; Adni, Azizatul; Diatmika, I Putu; Parwata, Wayan Sulaksmana Sandhi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.231

Abstract

Dispepsia fungsional merupakan kumpulan gejala seperti sensasi nyeri di gastroduodenum, rasa terbakar, rasa penuh dan kembung, mual muntah tanpa adanya kerusakan struktural pada pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi, dan endoskopi. Dispepsia dapat disebabkan oleh pola makan, stres, dan pola hidup yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol, merokok, dan kurang olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian sindrom dispepsia fungsional (p = 0,023). Responden dengan tingkat stres sedang memiliki frekuensi tertinggi mengalami sindrom dispepsia fungsional dibandingkan tingkat stres ringan atau berat. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat stres, semakin besar risiko terjadinya sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa. Oleh karena itu, disarankan agar mahasiswa meningkatkan manajemen stres, menjaga pola makan yang sehat, dan menerapkan pola hidup yang baik untuk mencegah terjadinya sindrom dispepsia fungsional. Fakultas juga diharapkan menyediakan program pendukung seperti konseling psikologis untuk membantu mahasiswa dalam mengelola stres.
Edukasi Kader Puskesmas dalam Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner Purwowiyoto, Sidhi Laksono; Stujanna, Endin Nokik; Nurusshofa, Zahra; Permatasari, Tiara; Hayati, Siti Lawuny
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.232

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu spektrum penyakit jantung yang paling umum di dunia, dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pada tahun 2020, PJK diperkirakan menjadi penyebab utama kematian global, menyumbang 36% dari seluruh kematian, angka ini dua kali lipat dibandingkan kematian akibat kanker. Di Indonesia, PJK (yang termasuk dalam kategori penyakit sistem sirkulasi) tercatat sebagai penyebab utama kematian, dengan angka 26,4%, atau empat kali lebih tinggi dibandingkan kematian akibat kanker yang hanya sebesar 6%. Dengan demikian, sekitar satu dari empat kematian di Indonesia disebabkan oleh PJKKader puskesmas berfungsi sebagai perpanjangan puskesmas dalam menjangkau dan melayani masyarakat di area kerjanya. Berdasarkan permasalahan ini, kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan memberikan edukasi kepada kader puskesmas tentang deteksi dini, pencegahan PJK, dan faktor risikonya. Dengan demikian, kader diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan mendorong mereka untuk melakukan deteksi dini serta pencegahan PJK guna mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. Setelah pelaksanaan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang PJK, yang terlihat dari kenaikan nilai pretest ke post-test sebesar 19,3%.
Peran Xpert MTB/RIF Ultra dalam Diagnosis Pleuritis Tuberkulosis pada Pasien HIV: Laporan Kasus Andrian, Egidius Ian; Prasetyo, Agung; Putra, Pradana Maulana; Viazelda, Aqsha Tiara
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.233

Abstract

Introduction: Pleuritis Tuberculosis (TB) sebagai salah satu manifestasi TB ekstraparu seringkali didiagnosis bukan secara bakteriologis. Penggunaan Xpert MTB/RIF Ultra dalam mendeteksi kuman Mycobacterium Tuberculosis (MTB) pada cairan pleura menjadi salah satu alternatif penegakan diagnosis. Case: Seorang pria berusia 39 tahun tanpa riwayat TB dengan antibodi HIV reaktif mengeluhkan sesak nafas, batuk non-produktif, dan nyeri dada kanan, serta ditemukan efusi pleura kanan berdasarkan rontgen toraks. Pemeriksaan bakteriologis sputum menggunakan Xpert MTB/RIF Ultra tidak menemukan MTB, namun pada sampel cairan pleura mendeteksi gen MTB. Pasien tersebut kemudian diberikan obat antituberkulosis (OAT) dan antiretroviral (ARV) dua minggu setelahnya. Discusion: Penegakan diagnosis TB secara bakteriologis pada pasien imunodefisiensi masih menjadi tantangan, karena infeksi TB pada kondisi imunodefisiensi sering bersifat pauci-basiler dan sering kali bermnifestasi sebagi TB ekstraparu. Pemeriksaan Xpert MTB/RIF Ultra yang memiliki sensivitas tinggi ternyata dapat mendeteksi gen Mycobacterium Tuberculosis (MTB) pada cairan pleura. Conclusion: Penggunaan Xpert MTB/RIF Ultra pada cairan pleura menjadi salah satu alternatif penegakan diagnosis bakteriologis, sehingga diagnosis pleuritis tuberculosis (TB) pada pasien imunodefisiensi dapat dilakukan lebih cepat dengan sensitivitas yang mendekati kultur mikrobiologi.
Hubungan Aktivitas Fisik pada Lansia dengan Kadar Serum Asam Urat di Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan Astin Mandalika; Lydia Tantoso
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.241

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang sering terjadi pada lansia, ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit gout dan komplikasi lainnya. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar asam urat adalah aktivitas fisik. Namun, hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kadar asam urat pada lansia masih memerlukan penelitian lebih lanjut, khususnya di wilayah dengan karakteristik populasi spesifik seperti Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara aktivitas fisik dan kadar serum asam urat pada lansia di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Asam urat yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gout, terutama pada usia lanjut. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional melibatkan 259 lansia dengan pengukuran aktivitas fisik melalui kuesioner dan kadar asam urat menggunakan alat pengukur asam urat. Analisis statistik dilakukan untuk menentukan hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kadar asam urat dalam darah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (61,8%) memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi, dan 64,1% responden tidak mengalami hiperurisemia. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kadar serum asam urat (p-value = 0,000). PRR menunjukkan bahwa risiko hiperurisemia pada lansia dengan aktivitas fisik tinggi adalah 0,191 kali dibandingkan lansia dengan aktivitas fisik rendah (95% CI: 0,130-0,281). Aktivitas fisik yang lebih tinggi berhubungan dengan kadar serum asam urat yang lebih rendah pada lansia di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Temuan ini menyoroti pentingnya promosi aktivitas fisik sebagai strategi pengelolaan hiperurisemia pada lansia. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk mendukung hasil ini.