cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Uji Fenolik Total dan Kapasitas Antioksidan DPPH Ekstrak Daun Singkong (Manihot esculenta) Lin, Leonard; Yulianti, Eny; Ferdinal, F.
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.175

Abstract

Singkong merupakan bahan makanan pokok yang sering dikonsumsi di Indonesia. Daunnya sendiri bisa menjadi berbagai masakan seperti ditumis, direbus ataupun sebagai lalapan. Daun singkong dikatakan dapat membantu beberapa penyakit seperti hipertensi. Daun singkong banyak mengandung mineral seperti Fe, Zn, Mn, Cu, Mg, Ca, K, mengandung protein kasar, β-karoten serta memiliki senyawa aktif flavonoid, fenolik, dan mengandung klorofil yang merupakan antioksidan alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang bersifat in vitro dan bioassay. Uji in vitro yang dilakukan terdiri dari uji fitokimia, uji kapasitas total antioksidan, uji fenolik total serta uji toksisitas BSLT. Hasil Penelitian menunjukan bahwa didalam kandungan bahwa ekstrak Manihot esculenta positif alkaloid, anthocyanin dan betacyanin, kardioglikosida, coumarin, flavonoid, glikosida, fenol, saponin, steroid, dan tannin. Sedangkan hasil uji fitokimia kuinon, dan terpenoid didapatkan hasil negatif. Kadar fenolik dalam ekstrak daun Manihot esculenta didapatkan 48,87 mgGAE/gr. Hasil uji kapasitas antioksidan DPPH diperoleh IC50 sebesar 285,371 μg/mL. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa daun singkong berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan untuk melawan penyakit akibat oxidative stress, meskipun dengan efektivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan standar antioksidan Trolox.
Hubungan Riwayat Abortus pada Ibu Hamil terhadap Faktor Usia, Pekerjaan, dan Indeks Massa Tubuh di Rumah Sakit Umum Kudus Tahun 2023 Fitri, Natasya Putri Nur; Herdiman, Julia
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.176

Abstract

Abortus atau keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, pekerjaan, dan indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, pekerjaan, dan IMT ibu hamil dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Umum Kudus selama tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang terdaftar di Rumah Sakit Umum Kudus pada tahun 2023. Sampel penelitian terdiri dari 123 ibu hamil yang mengalami abortus maupun tidak mengalami abortus, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan signifikan antara usia, pekerjaan, dan IMT dengan kejadian abortus. Ibu hamil yang berusia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun, memiliki IMT underweight (<18,5), serta yang bekerja memiliki risiko lebih tinggi mengalami abortus. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi ibu hamil guna mengurangi risiko abortus.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae dan Perilaku Sadari Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021 Wulandari, Ajeng Anggi; Shalmont, Grace; Drew, Clement
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.177

Abstract

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor jinak yang umum pada wanita usia 20-29 tahun. Pengetahuan tentang FAM di Indonesia masih rendah, sementara metode deteksi dini seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) belum banyak diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang FAM, SADARI, dan perilaku SADARI pada mahasiswi FK Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbasis survei dengan metode pengambilan sampel non-random quota base sampling terhadap 115 mahasiswi FK Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi kuesioner pengetahuan FAM, kuesioner pengetahuan SADARI, dan kuesioner sikap terhadap perilaku SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang FAM, 60,9% memiliki pengetahuan cukup, dan 8,7% memiliki pengetahuan kurang. Sementara itu, 73,91% responden memiliki pengetahuan baik tentang SADARI, 18,3% memiliki pengetahuan cukup, dan 7,8% memiliki pengetahuan kurang. Meskipun mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang FAM dan SADARI, hanya 55,7% yang rutin melakukan SADARI. Dari mereka yang melakukan SADARI, 45,2% memiliki sikap baik terhadap pemeriksaan ini, 7% memiliki sikap cukup, dan 3,5% memiliki sikap kurang. Namun, terdapat 44,3% responden yang tidak melakukan SADARI sama sekali. Kesimpulan, menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan mengenai FAM dan SADARI cukup tinggi, hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan praktik SADARI. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi yang lebih mendalam serta dorongan praktis bagi mahasiswi untuk meningkatkan kebiasaan melakukan SADARI secara rutin. Saran yang diberikan adalah implementasi program edukasi berbasis kampus yang tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga menekankan pentingnya penerapan SADARI dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan deteksi dini FAM dan kanker payudara.
Pentingnya Pernyataan Misi Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Limansyahputra, Shandy; Tahang, Andi Setiawan; Hagiyah, Alaa ‘Ulil; Sugiri, Syafiq Indra; Purwadhi, Purwadhi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.209

Abstract

Masalah penelitian yang menjadi fokus dalam studi ini adalah pentingnya pernyataan misi rumah sakit dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi dan keterlibatan pemangku kepentingan. Pernyataan misi sering kali dianggap abstrak dan kurang efektif jika tidak diintegrasikan dengan budaya organisasi dan praktik manajemen.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran pernyataan misi rumah sakit dalam meningkatkan kinerja dan menjajarkan strategi organisasi melalui pendekatan tinjauan literatur.Metode penelitian yang digunakan adalah studi tinjauan literatur dengan kriteria penelitian mencakup artikel akademik peer-review yang relevan. Hasil penelitian tinjauan literatur didapatkan pernyataan misi rumah sakit memainkan peranan sentral dalam mendefinisikan dan mengkomunikasikan nilai utama dan arah strategis institusi kesehatan. Efektivitas pernyataan misi bergantung pada keseriusan manajemen dalam mengembangan pernyataan misi, proses yang inklusif dan kesejajaran terhadap tujuan organisasi. Walaupun pernyataan misi rumah sakit bervariasi, namun tidak dapat dipungkiri perananan pernyataan misi terhadap peningkatan kinerja rumah sakit dan keterlibatan para pemangku kepentingan.
Analisis Pemeriksaan CT Scan Thorax dengan Kontras pada Klinis Tumor Paru di Rs Bhayangkara Makassar Dewi, Rusma; Ni Putu Rita Jeniyanthi; Putu Mira Kristin
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemeriksaan CT Scan Thorax dengan kontras pada pasien dengan klinis tumor paru di RS Bhayangkara Makassar. CT Scan merupakan metode radiodiagnostik yang efektif untuk mendeteksi berbagai kondisi patologis, termasuk tumor paru. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kontras meningkatkan akurasi diagnosis tumor paru, dengan prosedur pemeriksaan yang meliputi persiapan pasien, penggunaan alat CT Scan Toshiba 80 Slice, dan teknik pemantauan yang tepat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan informasi berharga untuk praktik radiologi dan perencanaan terapi pasien.
kahowi Pasien laki-laki dengan STEMI Anteroseptal pada Rumah Sakit dengan Fasilitas Terbatas , Sebuah Laporan Kasus Kahowi, Asrina Rery
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.219

Abstract

Sindroma koroner akut (SKA) adalah manifestasi klinis akibat aliran darah ke otot jantung yang terganggu, sering ditandai dengan nyeri dada iskemik dan perubahan elektrokardiografis. Penanganan optimal menjadi tantangan, terutama di rumah sakit dengan fasilitas terbatas. Laporan kasus ini bertujuan memberikan gambaran diagnosis dan tatalaksana STEMI anteroseptal pada rumah sakit dengan keterbatasan fasilitas.Penelitian ini menggunakan pendekatan laporan kasus retrospektif pada pasien laki-laki 68 tahun dengan STEMI anteroseptal. Data mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik, penunjang, serta intervensi terapi seperti fibrinolisis, fondaparinux sodium, dan MONACO di ruang gawat darurat.Terapi fibrinolisis dilakukan segera karena fasilitas IKP primer tidak tersedia. Perbaikan klinis dan elektrokardiografis pasien terlihat sejak hari kedua perawatan di High Care Unit (HCU), dengan kondisi stabil pada hari keenam.Fibrinolisis menjadi pilihan terapi utama untuk pasien STEMI anteroseptal di fasilitas dengan keterbatasan sumber daya, menunjukkan hasil yang efektif dan dapat menjadi pedoman di situasi serupa.
Hubungan Perilaku Menyikat Gigi Dan Konsumsi Makanan Kariogenik Pada Anak Usia 10-12 Tahun Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut Di Sdn Pamoyanan 2 Bogor Putri, Rima Andiny Sugiarto; Djuned Prasonto
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.222

Abstract

Karies gigi pada anak-anak merupakan salah satu permasalahan utama dalam kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kebiasaan menyikat gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia 10–12 tahun di SDN Pamoyanan 2 Bogor. Dengan menggunakan pendekatan penelitian observasional, data dikumpulkan dari 100 siswa yang dipilih melalui simple random sampling sebanyak 100 siswa berusia 10–12 tahun yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu siswa yang terdaftar di SDN Pamoyanan 2 Bogor, bersedia berpartisipasi dengan persetujuan orang tua, dan tidak memiliki gangguan kesehatan yang memengaruhi gigi serta mulut. Kriteria eksklusi meliputi siswa yang tidak hadir saat penelitian atau memberikan jawaban kuesioner yang tidak lengkap. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66% responden memiliki perilaku menyikat gigi yang buruk, sementara 87% responden memiliki konsumsi makanan kariogenik yang tinggi. Terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi dengan kesehatan gigi dan mulut (p = 0,007), serta antara konsumsi makanan kariogenik dengan kesehatan gigi dan mulut (p = 0,010). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan menyikat gigi yang kurang baik serta tingginya konsumsi makanan kariogenik berkaitan dengan kondisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk pada anak usia 10–12 tahun.
Analisis Pemeriksaan CT Scan Kepala Kontras pada Kasus Tumor Otak Di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo Salsabila, Nabilah; Prasetya, I Made Lana; Mahendrayana, I Made Adhi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.223

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Analisis Pemeriksaan CT Scan kepala kontras pada pemeriksaan Tumor Otak di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo, Tumor adalah formasi sel atipikal. Sel adalah komponen dasar yang menyusun jaringan dan organ di seluruh tubuh. Tumor otak ditandai dengan proliferasi sel-sel abnormal yang berkumpul, sehingga menghambat fungsi normal otak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengamati 3 pasien Tumor Otak. Pengumpulan data dilakukan melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tujuan utama mengevaluasi penggunaan klinis CT Scan kepala kontras dalam mendeteksi dan mendiagnosa Tumor Otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ketebalan irisan 5mm dalam CT Scan di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo efektif untuk memvisualisasikan patologi Tumor Otak. Penelitian ini menyimpulkan Kelebihan dan kekurangan dari Slice Thickness 5 mm pada pemeriksaan CT Scan Kepala Kontras Pada Kasus Tumor Otak yaitu memiliki kelebihan dapat mendiagnosa kelainan tumor pada kepala, pemeriksaannya lebih cepat dan sederhana, peralatan yang digunakan lebih sedikit dan efesiensi waktu. Kekurangannya yaitu detail anatomi kecil atau lesi yang kecil mungkin tidak terdeteksi ataupun akan tampak kabur.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Genital Hygiene terhadap Perilaku Genital Hygiene pada Remaja Putri Permadi, Indriyanti Nur; Yapri, Julius Chandra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.226

Abstract

Masa remaja merupakan suatu transisi dari masa kanak-kanak dan bertumbuh sepanjang bertambahnya usia menjadi masa pendewasaan yang ditandai dengan perubahan secara psikologis maupun biologis. Dalam masa reproduksi, seorang remaja terutama pada remaja putri memerlukan banyak edukasi untuk menciptakan kebiasaan praktik dalam menjaga kesehatan reproduksi dengan baik agar terhindar dari penyakit infeksi saluran reproduksi,  Oleh karena itu penting bagi remaja putri untuk menerapkan perilaku genital hygiene. Genital Hygiene yakni praktik dan perilaku yang berkontribusi untuk menjaga kebersihan organ reproduksi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan genital hygiene terhadap perilaku penerapan genital hygiene. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswi aktif kelas 2 di SMKN 1 Karawang. Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan genital hygiene terhadap perilaku penerapan genital hygiene. Pada responden dengan tingkat pengetahuan baik dan cukup, didapatkan adanya perilaku yang cenderung baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa remaja putri yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik pada umumnya juga memiliki perilaku penerapan genital hygiene yang baik juga.
Pengaruh Frekuensi Penggunaan Gawai terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021-2022 Langkun, Leontyn Julia Putri Adila; Lumbantobing, Lamhot Asnir
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.227

Abstract

Kualitas tidur mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah frekuensi penggunaan gawai yang semakin meningkat di era digitalisasi. Penggunaan gawai yang tinggi dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak negatif pada pola tidur pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi penggunaan gawai dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021-2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021-2022. Sampel sebanyak 178 mahasiswa dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang mencakup karakteristik responden, frekuensi penggunaan gawai, dan kualitas tidur yang diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara frekuensi penggunaan gawai dan kualitas tidur (p = 0,024). Responden dengan frekuensi penggunaan gawai tinggi memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 28 orang (17,6%) dibandingkan dengan kualitas tidur baik sebanyak 2 orang (10%). Responden dengan frekuensi penggunaan gawai sedang memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 96 orang (60,4%) dibandingkan kualitas tidur baik sebanyak 8 orang (40%). Sedangkan responden dengan frekuensi penggunaan gawai rendah memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 35 orang (22%) dibandingkan kualitas tidur baik sebanyak 10 orang (50%). Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi penggunaan gawai dengan kualitas tidur mahasiswa. Frekuensi penggunaan gawai yang lebih tinggi cenderung berkorelasi dengan kualitas tidur yang lebih buruk.