cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Hubungan Work-Life Balance dengan Work Engagement pada Guru TK X di Bandung Salsabila Putri; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10092

Abstract

Abstract. A kindergarten teacher who has job demands that have a relationship with early childhood so that it requires more patience in teaching, therefore the ability to balance personal life with work life is needed which can affect the work engagement of kindergarten teachers. This study aims to determine the relationship between work-life balance and work engagement in X kindergarten teachers. In this study, the method used was a non-experimental quantitative method involving 23 X kindergarten teachers. The measuring instrument in this study on the work-life balance variable uses Fisher's (2009) measuring instrument which has been adapted by Gunawan (2019). Meanwhile, the measuring instrument for the work engagement variable was adapted by Kristiana (2018), which refers to the UWES-9 measuring instrument of Schaufeli and Baker (2004). The data analysis used is correlational. The results of this study found that there is a relationship between work-life balance and work engagement in X kindergarten teachers of 0.657. This means that the lower the work-life balance, the lower the work engagement. Abstrak. Seorang guru TK yang memiliki tuntutan pekerjaan yang memiliki hubungan dengan anak usia dini sehingga membutuhkan kesabaran yang lebih dalam mengajar maka dari itu dibutuhkannya kemampuan menyeimbangi kehidupan pribadi dengan kehidupaan pekerjaan yang dapat mempengaruhi keterikatan kerja guru TK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan work-life balance dengan work engagement pada guru TK X. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif non-eksperimental yang melibatkan 23 guru TK X. Alat ukur dalam penelitian ini pada variabel work-life balance menggunakan alat ukur Fisher (2009) yang telah diadaptasi oleh Gunawan (2019). Sedangkan untuk alat ukur variabel work engagement diadaptasi oleh Kristiana (2018), yang merujuk pada alat ukur UWES-9 Schaufeli dan Baker (2004). Analisis data yang digunakan adalah korelasional. Hasil penelitian ini menemukan terdapat hubungan antara work-life balance dengan work engagement pada guru TK X sebesar 0,657. Artinya apabila semakin rendah work-life balance maka semakin rendah work engagementnya.
Mekanisme Pelarian: Alasan Orang Dewasa Menonton Streaming Video Game Syahara Haniq Aini; Suci Nugraha
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10095

Abstract

Abstract. Individuals can divert themselves from the burden and tension of monotonous routines in various ways, for example by watching others play games through live streaming, which is currently a digital media as entertainment. This research presents an exploration of how audience interaction behavior in video game live streaming arises as a need for individual escapism. Two models of escapism proposed by Stenseng (2009), namely escapism as self-suppression and self-expansion are associated with interactions in live streaming video games to determine the relationship between the two. This study uses a correlational quantitative research design and uses a questionnaire in data collection. The sampling technique used was convenience sampling and involved participants who actively consumed live streaming video games (n = 402). The research instrument used was a questionnaire developed based on the model of Stenseng et al. (2012) which has been adapted into Indonesian and the context of live streaming video games. The results showed that there was a significant positive correlation between the two dimensions of escapism and interaction behavior in video game live streaming. The findings provide an understanding of how individuals use digital media as an individual escape and uncover the psychological aspects behind the interactions that occur in live video game broadcasts and insights for the gaming industry especially the streamer community in broadcasting content as well as how to develop the community and create a more positive experience for the audience. Abstrak. Individu dapat mengalihkan diri dari beban dan ketegangan rutinitas yang monoton dengan berbagai cara misalnya dengan menonton orang lain bermain game melalui live streaming yang saat ini menjadi media digital sebagai hiburan. Penelitian ini memaparkan eksplorasi mengenai bagaimana perilaku interaksi penonton dalam siaran langsung video game yang muncul sebagai kebutuhan dari pelarian individu. Dua model pelarian yang diajukan oleh Stenseng (2009), yaitu pelarian sebagai self-suppression dan self-expansion dikaitkan dengan interaksi dalam siaran langsung video game untuk mengetahui adanya hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data. Teknik sampling yang digunakan yaitu convenience sampling dan melibatkan partisipan yang aktif mengonsumsi video game live streaming (n = 402). Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan berdasarkan model Stenseng et al. (2012) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa indonesia dan konteks video game live streaming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara kedua dimensi pelarian dengan perilaku interaksi dalam siaran langsung video game. Temuan ini memberikan pemahaman tentang bagaimana individu menggunakan media digital sebagai pelarian individu dan mengungkap aspek psikologis dibalik interaksi yang terjadi dalam siaran langsung video game dan wawasan bagi industri game terutama komunitas streamer dalam menyiarkan konten juga bagaimana mengembangkan komunitas serta menciptakan pengalaman yang lebih positif bagi penonton.
Studi Literatur Stigma pada Anak Autis Risna Esa Salsabila; Stephani Raihana Hamdhan
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10097

Abstract

Abstract. Individuals with autism often face difficulties in social interactions and socio-emotional development, which can be influenced by societal stigma surrounding this condition. Stigma may arise from misconceptions and myths about autism. This research aims to investigate public perceptions, triggering factors of stigma, and their impact on the lives of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in Indonesia. The primary data sources are scientific journals, articles, and academic materials discussing stigma towards autistic children in Indonesia. Thematic analysis was employed to identify common patterns related to public perceptions, triggering factors of stigma, and the impact of stigma on autistic children. The research findings indicate that stigma towards autism is not only public but also internal (self-stigma) and involves close associates (affiliation stigma). Stigma's impacts include difficulties in seeking assistance, hindrances in recovery, discrimination, limited opportunities, inhumane treatment, social isolation, and mental health issues. Factors such as gender, age, culture, prior experiences, and knowledge about autism influence the occurrence of stigma. Accurate understanding of autism is crucial in addressing stigma in this study. Efforts are needed to raise public awareness, dispel prevalent myths, and provide better support for individuals with autism and their families. With these measures, it is hoped that the negative impact of stigma on the lives of children with ASD in Indonesia can be reduced. Abstrak. Individu dengan autisme sering mengalami kesulitan dalam interaksi sosial dan perkembangan sosio-emosional, yang dapat dipengaruhi oleh stigma masyarakat terhadap kondisi ini. Stigma dapat berasal dari persepsi yang keliru dan mitos seputar autisme. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi masyarakat, faktor-faktor pemicu stigma, dan dampaknya terhadap kehidupan anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Indonesia. Sumber data utama berasal dari jurnal ilmiah, artikel, dan sumber-sumber akademis yang membahas stigma terhadap anak-anak autis di Indonesia. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola umum terkait persepsi masyarakat, faktor-faktor pemicu stigma, dan dampak stigma pada anak-anak autis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap autisme tidak hanya bersifat publik, tetapi juga internal (self-stigma) dan melibatkan orang-orang terdekat (stigma afiliasi). Dampak stigma mencakup kesulitan mencari bantuan, hambatan dalam pemulihan, diskriminasi, kurangnya peluang, perlakuan kurang manusiawi, isolasi sosial, dan masalah kesehatan mental. Faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, budaya, pengalaman sebelumnya, dan pengetahuan tentang autisme memengaruhi terjadinya stigma. Dalam penelitian ini pemahaman yang akurat mengenai autisme untuk mengatasi stigma. Upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengoreksi mitos yang berkembang, dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada individu dengan autisme dan keluarganya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif stigma terhadap kehidupan anak-anak dengan ASD di Indonesia.
Pengaruh Curiosity terhadap Self-Esteem Mahasiswa Pengguna Dating Apps Tinder di Kota Bandung Putri Anai Rosli; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10101

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of curiosity motives on self-esteem in students who use dating apps Tinder in Bandung City, who are in the emerging adulthood phase. This phase is characterized by exploration of identity and possibilities that allow individuals to explore various options before them. These characteristics are often related to the desire of individuals who have high self-esteem to continue to develop and improve themselves. In the context of Tinder use, the curiosity motive refers to an individual's desire to know and try the app without the specific goal of finding a romantic partner or relationship. The study involved 122 college student respondents with an age range of 18-25 years, who used Tinder. Simple linear regression analysis method was used to test the relationship between curiosity motive and self-esteem. The results showed that the curiosity motive had a significant influence on self-esteem, amounting to 10.8%. This finding indicates that the desire to explore and try new things, such as using dating apps Tinder out of curiosity, can contribute to the improvement of self-esteem in individuals in the emerging adulthood phase. The implications of this study can help in understanding individuals' motivations in using dating apps and its impact on their self-esteem development, especially at a crucial life stage such as emerging adulthood. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisi pengaruh motif curiosity terhadap self-esteem pada mahasiswa pengguna dating apps Tinder di Kota Bandung, yang berada dalam fase emerging adulthood. Fase ini ditandai dengan eksplorasi identitas dan kemungkinan yang memungkinkan individu mengeksplorasi berbagai pilihan dihadapannya. Karakteristik tersebut seringkali berhubungan dengan keinginan individu yang memiliki self-esteem tinggi untuk terus berkembang dan memperbaiki diri mereka. Dalam konteks penggunaan Tinder, motif curiosity merujuk pada keinginan individu untuk mengetahui dan mencoba aplikasi tersebut tanpa tujuan khusus dalam mencari pasangan atau hubungan romantis. Penelitian melibatkan 122 responden mahasiswa dengan rentang usia 18-25 tahun, yang menggunakan Tinder. Metode analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menguji hubungan antara motif curiosity dan self-esteem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif curiosity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self-esteem, sebesar 10,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa keinginan untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru, seperti menggunakan dating apps Tinder karena rasa penasaran, dapat berkontribusi terhadap peningkatan self-esteem pada individu dalam fase emerging adulthood. Implikasi dari penelitian ini dapat membantu dalam memahami motivasi individu dalam menggunakan dating apps dan dampaknya terhadap perkembangan self-esteem mereka, terutama pada tahap kehidupan yang krusial seperti emerging adulthood.
Hubungan Self-Control (Kontrol Diri) dan Konformitas Teman Sebaya pada Mahasiswa Wanita yang Mengkonsumsi Rokok Elektrik (Vape) di Kota Bandung Salma, Illya; Qodariah, Siti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10102

Abstract

Abstract. Peer conformity among students who want to consume electronic cigarettes (vapes) in Bandung City is still relatively high, one of the reasons is the low level of self-control. Self-control is a cognitive ability that helps the dynamics of forming a behavior in an individual, low self-control can have an impact on an individual's inability to determine a behavior from various alternative choices such as peer conformity in female students who consume electronic cigarettes (vape) in the city Bandung. This research uses a quantitative approach with correlational methods and uses convenience sampling. The subjects of this research were 103 female students who consumed electronic cigarettes (vapes) in Bandung City. Data collection in this study used the Self Control Scale (SCS) measuring instrument created by Averill (1973) which has been adapted by Nabila (2020) and The Conformity Scale (TCS) created by Sears et al. (2009) which has been adapted by Jessica (2017). The data analysis technique uses the Spearman rank correlation statistical test. The results of data analysis state that there is a significant negative relationship between self-control and peer conformity with values r = -0.544 and p = 0.000. This means that the higher self-control, the lower peer conformity, and conversely, if self-control is lower, peer conformity will be higher. The contribution of self-control to peer conformity among female students who consume electronic cigarettes (vapes) in Bandung City is 34.8%. Abstrak. Work Engagement. Konformitas teman sebaya pada mahasiswa wanta yang mengkonsumsi rokok elektrik (vape) di Kota Bandung masih terbilang tinggi, salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat self-control. Self-control adalah kemampuan kognitif yang membantu dinamika pembentukan suatu perilaku pada individu, rendahnya self-control dapat berdampak pada ketidakmampuan individu untuk menentukan suatu perilaku dari berbagai pilihan alternatif yang ada seperti konformitas teman sebaya pada mahasiswa wanita yang mengkonsumsi rokok elektrik (vape) di Kota Bandung.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan menggunakan covenience sampling. Subjek penelitian ini adalah 103 mahasiswa wanita yang mengkonsumsi rokok elektrik (vape) di Kota Bandung. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan alat ukur Self Control Scale (SCS) yang tellah yang dibuat olelh Averill (1973) yang telah diadaptasi olelh Nabila (2020) dan The Conformity Scale (TCS) yang dibuat olelh Sears et al.(2009) yang tellah diadaptasi olelh Jessica (2017). Hasil analisi data menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antatara self-control dan konformitas teman sebaya dengan nilai r = -0,544 dan p = 0,000. Artinya semakin tinggi self-control maka sakan semakin rendah konformitas teman sebaya, dan sebaliknya apabila self-control semakin rendah maka akan semakin tinggi konformitas teman sebaya. Adapaun kontribusi self-control dengan konformitas teman sebaya pada mahasiswa wanita yang mengkonsumsi rokok elektrik (vape) di Kota Bandung sebesar 34,8
Figur Ayah dan Orientasi Masa Depan Remaja Sma Negeri Kota Bandung Anggita Marshanda Farahdina; Khasanah, Andhita Nurul
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10103

Abstract

Abstract. Future orientation is crucial, especially during high school when adolescents begin to think about and prepare for the future. The existence of a father figure as a role model and mentor will help adolescents about their future orientation. This study aims to determine the level of future orientation of adolescents seen from father figures who play a role in parenting. This research design uses descriptive quantitative method using cluster random sampling technique. The characteristics of the participants of this study are public senior high school students in the city of Bandung with an age range of 15 to 18 years. The participants obtained amounted to 528 respondents. The measuring instrument used is the theoretical model of Future Orientation built by Seginer, Nurmi, and Poole (1991) developed by Winurini (2021) for Indonesian adolescents. The data analysis method in this study uses descriptive statistical methods using percentages and tables. The results showed that the level of adolescents' future orientation was in the moderate category. And adolescents see biological fathers as father figures who are involved in parenting. Abstrak. Orientasi Masa Depan merupakan hal yang krusial, terutama pada masa SMA ketika remaja mulai memikirkan dan mempersiapkan masa depan. Keberadaan figur ayah sebagai role model dan mentor akan membantu remaja mengenai gambaran masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat orientasi masa depan remaja dilihat dari figur ayah yang berperan dalam pengasuhan. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Karakteristik partisipan penelitian ini merupakan siswa SMA Negeri di kota Bandung dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun. Partisipan yang didapatkan berjumlah 528 responden. Alat ukur yang digunakan adalah model teoretikal Orientasi Masa Depan yang dibangun oleh Seginer, Nurmi, dan Poole (1991) yang dikembangkan oleh Winurini (2021) untuk remaja Indonesia. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan menggunakan persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan tigkat orientasi masa depan remaja berada pada kategori cukup. Serta remaja melihat ayah kandung sebagai figur ayah yang terlibat dalam pengasuhan.
Pengaruh Self-Esteem terhadap College Adjustment terhadap Mahasiswa Baru Pasca Pandemi Covid-19 Stefani Salma Salsabila Putri; Sulisworo Kusdiyati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10109

Abstract

Abstract. On March 11, 2020, the World Health Organization declared the coronavirus disease (COVID-19) outbreak a pandemic. Since then, learning has been carried out online and offline learning will begin in 2021 at the Ministry of Education and Culture, therefore new students need to adapt not only from the transition from high school students to students, but also need to adapt from the online learning system to offline. According to previous research results, college adjustment has several factors that can influence new students' college adjustment to college, one of these factors is self-esteem. College adjustment was measured using the Student Adaptation College Questionnaire (SACQ) by Baker and Syrik (1) and adapted by Zharfa Fitria (2). Meanwhile, Self Esteem is measured using the Rosenberg Self Esteem Scale which has been adapted by Maroqi (3). The method used is quantitative research with a causality research design. The analysis technique used is simple linear regression with a sampling of 314 new students. The sampling technique in this research used convenience sampling. The research results show that self-esteem has a significant influence on college adjustment and the self-esteem variable contributes to the influence on the college adjustment variable by 60.3% based on the R square value obtained. Abstrak. Pada 11 Maret 2020, World Organization Health menyatakan wabah penyakit coronavirus (COVID-19) sebagai pandemi. Semenjak itu, pembelajaran dilakukan online dan pembelajaran offline mulai dilakukan tahun 2021 Kemendikbud, oleh karena itu mahasiswa baru perlu beradaptasi bukan hanya dari transisi dari siswa SMA menjadi mahasiswa, namun perlu beradapatasi dari sistem pembelajaran online menjadi offline. Menurut hasil-hasil penelitian sebelumnya, college adjustment memiliki beberapa faktor yang dapat mempengaruhi college adjustment mahasiswa baru diperguruan tinggi, salah satu faktor tersebut adalah self-esteem. College adjustment diukur menggunakan Alat Ukur Student Adaptation College Quessioner (SACQ) oleh Baker dan Syrik (1) dan diadaptasi oleh Zharfa Fitria (2019). Sedangkan Self esteem diukur menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale yang telah diadaptasi oleh Maroqi (3). Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhanan dengan sampling 314 Mahasiswa baru. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan convience sampling. Hasil penelitian menunjukan self-esteem secara signifikan memiliki pengaruh terhadap college adjustment dan variable self-esteem memberikan sumbangan pengaruh terhadap variable college adjustment sebesar 60.3% berdasarkan nilai R square yang diperoleh.
Pengaruh Self-Control terhadap Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup Digital Azzalea Cilla Fakhriya
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10111

Abstract

Abstract. Misuse of technological facilities and access to the internet provided by companies with the aim of making employees' work easier also tends to be misused by employees only for their personal needs, this behavior is usually called cyberloafing behavior (Henle & Blanchard, 2008). Employees who behave in cyberloafing are usually employees who have low self-control (Restubog, et al., 2011). Employees who have low self-control tend to carry out behavior that is not in accordance with workplace norms, for example cyberloafing behavior (Gottfredson and Hirschi, 1990). This research aims to find out how much influence self-control has on cyberloafing behavior in generation Z employees at Digital Startup Companies in Bandung City. The measuring instruments used are the self-control scale which has been adapted by Zulkarnain (2002), which refers to Gottfredson's theory, and the cyberloafing behavior scale which has been adapted by Ardilasari (2016), which refers to Blanchard and Henle (2008). The sampling technique used is non-probability sampling with purposive sampling type. The method used is quantitative causality with multiple linear regression analysis techniques. The results of this study show that there is a negative influence between self-control on cyberloafing behavior, namely 8.9% with the self-control aspect that influences it the most is self-centeredness, and the most dominant aspect of cyberloafing behavior is minor cyberloafing. Abstrak. Penyalahgunaan fasilitas teknologi dan akses ke internet yang disediakan oleh perusahaan dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan karyawan pun cenderung disalahgunakan oleh karyawan hanya untuk keperluan pribadinya, perilaku ini biasa disebut dengan perilaku cyberloafing (Henle & Blanchard, 2008). Karyawan yang berperilaku cyberloafing ini biasanya adalah karyawan yang memiliki kontrol diri yang rendah (Restubog, et al., 2011). Karyawan yang memiliki self-control rendah cenderung akan melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan norma di tempat kerjanya, contohnya adalah melakukan perilaku cyberloafing (Gottfredson dan Hirschi, 1990). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara self-control terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Z di Perusahaan Startup Digital Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan yaitu skala self-control yang sudah diadaptasi oleh Zulkarnain (2002), yang mengacu pada teori dari Gottfredson, dan skala perilaku cyberloafing yang telah diadaptasi oleh Ardilasari (2016), yang mengacu dari Blanchard dan Henle (2008). Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif kausalitas dengan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang negatif antara self-control terhadap perilaku cyberloafing, yaitu sebesar 8.9% dengan aspek self-control yang paling mempengaruhi nya adalah self-centeredness, dan aspek perilaku cyberloafing yang paling dominannya adalah minor cyberloafing.
Pengaruh Self-Control terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung dalam Menyelesaikan Skripsi Muhammad Ilham Cholid; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10112

Abstract

Abstract. One phenomenon that occurs quite often among students is not graduating on time, one of the factors is procrastination. Procrastination is defined as the activity of delaying or avoiding working on a thesis. One of the factors causing procrastination is low self-control. This research aims to see how much influence self-control has on academic procrastination in Bandung Islamic University students in completing their thesis. The total sample for this research was 93 students at Bandung Islamic University. This research design uses non-experimental causality with a quantitative approach, the analysis in this research uses simple linear regression. The measuring tool used is Averil's self-control scale (1973) which was adapted by Ester Emelia (2023), while procrastination uses Ferrari's (1995) PAS-S (Procrastination Assessment Scale for Students) which was adapted by Vania Maovangi (2023). The results showed that 91.4% of students had high self-control and 33.3% of students had high procrastination. The research results show that the R Square is 0.553 with a sig value. 0.00 < 0.05, which means self-control influences procrastination and contributes 55.3%. Abstrak. Salah satu fenomena yang cukup umum dikalangan mahasiswa adalah lulus tidak tepat waktu, salah satu faktor tersebut merupakan prokrastinasi. Prokrastinasi didefinisikan sebagai kegiatan menunda atau menghindari mengerjakan skripsi. Salah satu faktor penyebab prokrastinasi yaitu terdapat self-control yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh self-control terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Islam Bandung dalam menyelesaikan skripsi. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 93 mahasiswa Universitas Islam Bandung. Desain penelitian ini menggunakan kausalitas non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, analilis pada penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana. Alat Ukur yang digunakan adalah self-control scale milik Averil (1973) yang telah diadaptasi oleh Ester Emelia (2023), sedangkan prokrastinasi menggunakan PAS-S (Procrastination Assesment Scale for Student) milik Ferrari (1995) yang telah diadaptasi oleh Vania Maovangi (2023). Hasil penelitian menunjukan bahwa 91,4% mahasiswa memiliki self-control tinggi dan 33,3% mahasiswa memiliki prokrastinasi tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perolehan R Square 0.553 dengan nilai sig. 0.00 < 0.05 yang artinya self-control berpengaruh terhadap prokrastinasi, dan berkontribusi sebesar 55,3%.
Pengaruh Kesabaran terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Bandung Zahra Qolbina; Yusuf, Umar
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10119

Abstract

Abstract. Academic demands on final-semester students can lead to a psychological condition known as academic stress, especially when writing a thesis. To address this, mental strength, specifically patience, is required. This research aimed to determine the extent of the influence of patience on academic stress among students in Bandung City. This study used a quantitative approach using accidental sampling as the research method, with 168 respondents tested using multiple regression analysis. The measurement tool used for the patience variable was based on Umar Yusuf's (2020) instrument, referencing Umar Yusuf's (2020) patience theory, with a validity score above 0.3 and a reliability score of 0.93. The assessment tool used for the academic stress variable was based on Wulandari's (2014) instrument, referencing Sarafino's (2011) stress theory, with item validity scores above 0.3 and a reliability score of 0.92. The results of the multiple regression analysis indicate a significant influence of patience on academic stress, with a substantial contribution of patience at 0.67 to academic stress. The aspect of resilience is identified as the dominant factor influencing academic stress. Abstrak. Tuntutan akademik pada mahasiswa semester akhir dapat menyebabkan suatu kondisi psikologis yang dinamakan stres akademik, tertutama selama proses penyusunan skripsi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dibutuhkan kekuatan mental yaitu kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kesabaran terhadap stres akademik pada Mahasiswa di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian menggunakan accidental sampling dan mendapatkan 168 responden yang di uji menggunakan uji analisis regresi berganda. Alat ukur yang digunakan pada variabel kesabaran ialah alat ukur milik Umar Yusuf (2020) yang mengacu pada teori kesabaran Umar Yusuf (2020) dengan nilai validitas diatas 0.3 dan nilai reliabilitas 0.93 dan pada variabel stres akademik menggunakan alat ukur Wulandari (2014) yang mengacu pada teori Sarafino (2011) dengan nilai validitas item diatas 0.3 dan nilai reliabilitas 0.92. Hasil uji regresi berganda menyatakan terdapat pengaruh signifikan kesabaran terhadap stres akademik dengan besar pengaruh sumbangan kesabaran sebesar 0.67 terhadap stres akademik. Dan aspek teguh yang menjadi aspek dominan yang mempengaruhi stres akademik.