cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Mate Preferense : A Scoping Review Asyifa Atira Ariamukti; Sari, Yunita
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10068

Abstract

Abstract. This scoping review navigates the landscape of mate preferences in young adulthood, a developmental phase from late adolescence to mid-twenties. Based on studies from 2013 to 2023, key predictors of mate choice include religion, where shared beliefs, deep understanding and family background influence choice. There were gender-specific variations in assessing physical attractiveness, with men prioritizing it more than women. Character traits such as altruism and responsibility are important to both genders. Economic stability and educational status are important considerations, with women often prioritizing financial support and men emphasizing physical attractiveness. External influences include cultural norms, media exposure and the impact of COVID-19. While the current study highlights preferences from these different sides, future research could explore the dynamic process of preference formation and study different types of relationships. Abstrak. Tinjauan cakupan ini menavigasi tinjauan lanskap preferensi pasangan pada masa dewasa muda, sebuah fase perkembangan dari akhir masa remaja hingga pertengahan usia dua puluhan. Berdasarkan studi dari tahun 2013 hingga 2023, prediktor utama dalam pemilihan pasangan meliputi agama, di mana keyakinan yang sama, pemahaman yang mendalam, dan latar belakang keluarga memengaruhi pilihan. Terdapat variasi spesifik gender dalam menilai daya tarik fisik, dengan pria lebih memprioritaskan hal tersebut dibandingkan wanita. Sifat-sifat karakter seperti altruisme dan tanggung jawab sangat penting bagi kedua jenis kelamin. Stabilitas ekonomi dan status pendidikan adalah pertimbangan penting, dengan wanita sering memprioritaskan dukungan finansial dan pria menekankan daya tarik fisik. Pengaruh eksternal mencakup norma budaya, paparan media, dan dampak COVID-19. Meskipun penelitian saat ini menyoroti preferensi dari berbagai sisi ini, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi proses dinamis pembentukan preferensi dan mempelajari berbagai jenis hubungan.
Gambaran Kecemasan pada Perempuan Korban Dating Violence di Kota Bandung Firyaal Wirawan; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10069

Abstract

Abstract. Dating violence is not uncommon but many women do not realize that the mistreatment they receive when they are in a relationship is a form of dating violence. For those who experience dating violence at a productive age, it tends to cause anxiety, depression, avoidance behavior, and other stresses in the future. This avoidant behavior can have an impact on their social life because in this productive age they still have to socialize in an educational or work environment. The purpose of the study was to determine the level of anxiety in female victims of dating violence in Bandung City which could have an impact on skills or decision making. This research method uses a descriptive method with a quantitative approach. This study uses anxiety measurement tools from Max Hamilton's measurement scale. The population and sample in this study were women in the emerging adulthood age category who had experienced dating violence in Bandung City with the final sample obtained as many as 60 people. Abstrak. Dating violence merupakan peristiwa yang tidak jarang terjadi namun masih banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa perlakuan buruk yang mereka dapatkan ketika memiliki hubungan adalah salah satu dari bentuk dating violence. Bagi mereka yang mengalami dating violence di usia produktif cenderung dapat menimbulkan kecemasan, depresi, perilaku menghindar, dan tekanan lainnya di masa depan. Perilaku menghindar tersebut dapat berdampak pada kehidupan sosialisasinya karena dalam usia produktif ini mereka masih harus bersosialisasi dalam lingkungan pendidikan atau pekerjaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada perempuan korban dating violence di Kota Bandung yang bisa berdampak pada keterampilan atau pengambilan keputusan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat ukur kecemasan dari skala pengukuran Max Hamilton. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah perempuan pada kategori usia emerging adulthood yang pernah mengalami dating violence di Kota Bandung dengan sampel akhir yang didapatkan sebanyak 60 orang.
The Influence of Religious Coping on Academic Stress in Students of The Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Maulana Abdul Malik Ibrahim; Khasanah, Andhita Nurul
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10070

Abstract

Abstract. Academic stress is a stimulus caused by academic stressors and how they react physically, emotionally, behaviorally and cognitively to these stressors (Gadzella & Masten, 2005). Religious coping is coping with stress with religious patterns and methods such as prayer and worship with the aim of eliminating stress (Pargament 1999). The aim of this research is to determine the effect of religious coping on academic stress in students at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. The subjects in this study were medical students N = 245 people. The analysis technique used is simple linear regression. The tool for measuring religious coping uses the Iranian Coping Religious Scale by Alfakseir & Coleman (2011) which has been adapted by Shabrina (2017). Meanwhile, the academic stress measuring tool uses the Student Life Stress Inventory by Gadzella & Masten (2005) which has been adapted by Praghlopati et al. (2021). The research results showed that there was a negative influence of 48.7% on academic stress in students at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. Abstrak. Stres akademik merupakan suatau stimulus yang disebabkan oleh stressor akademik dan bagaimana reaksi mereka terhadap fisik, emosi, perilaku dan kognitif terhadap stressor tersebut (Gadzella & Masten, 2005). Coping religius merupakan coping stress dengan pola dan meted religius seperti berdoa, beribadah dengan tujuan menghilangkan stress (Pargament1999). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh coping religius terhadap stress akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran N = 245 orang. Teknik analisis yang digunakan regresi linear sederhana. Alat ukur coping religius menggunakan Iranian Coping Relgius Scale oleh Alfakseir & Coleman (2011) yang sudah di adaptasi oleh Shabrina (2017). Sedangkan alat ukur stress akademik menggunakan Student Life Stress Inventory oleh Gadzella & Masten (2005) yang sudah di adaptasi oleh Praghlopati et al. (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif sebesar 48.7% terhadap stress akademik pada mahasiwa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung.
Pengaruh Kesabaran terhadap Self Determination pada Pengguna NAPZA di Pondok Inabah Andri Maulana; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10073

Abstract

Abstract. The widespread use of drugs that are not appropriate for their intended use among society has encouraged the government to solve this problem, one of which is by requiring drug users to undergo rehabilitation. Inabah is a place for inpatient rehabilitation using an Islamic approach. However, in practice there have been several cases of foster children who were undergoing rehabilitation running away, this shows poor motivation to participate in the rehabilitation process. The aim of this research is to test the effect of patience on self-determination in drug users at Pondok Inabah. This research design uses non-experimental causality with a quantitative approach with a total of 41 respondents. This research uses a population study, namely drug users who take part in rehabilitation at the Inabah cottage. Using a patience measuring tool compiled by Yusuf and a self-determination scale from Sheldon and Deci which has been adapted by Muttaqin. The data analysis technique used is multiple linear regression technique. The research results show that the R-square is .096, which means that patience only has an influence on self-determination of 9.6%. Abstrak. Maraknya penggunaan NAPZA yang tidak sesuai peruntukan dikalangan masyarakat mendorong pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini, salah satunya dengan mewajibkan pengguna NAPZA untuk mengikuti rehabilitasi. Inabah menjadi tempat rehabilitasi rawat inap dengan menggunakan pendekatan islam. Namun pada pelaksanannya terdapat beberapa kasus anak bina yang sedang rehabilitasi melarikan diri, hal ini menunjukan motivasi yang buruk untuk mengikuti proses rehabilitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kesabaran terhadap self determination pada pengguna NAPZA di pondok Inabah. Rancangan penelitian ini menggunakan kausalitas non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 41 orang. Penelitian ini menggunakan studi populasi yaitu pengguna NAPZA yang mengikuti rehabilitasi di pondok Inabah. Menggunakan alat ukur kesabaran yang disusun oleh Yusuf dan self determination scale dari Sheldon dan Deci yang telah diadaptasi oleh Muttaqin. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa perolehan R-square .096 yang artinya kesabaran hanya memiliki pengaruh terhadap self determination sebesar 9,6%.
Pengaruh Self Control dan Konformitas terhadap Perilaku Judi Online Salsabila Syifa Ruswandi; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10074

Abstract

Abstract. The practice of online gambling in Indonesia is increasingly prevalent, with the Ministry of Communication blocking access to 499.645 gambling-related contents across various digital platforms. This includes a diverse range of people, including students, who are influenced by peer pressure and find it difficult to control themselves, leading to their involvement in online gambling. A study aimed to assess the influence of self-control and conformity on online gambling behavior among Muslim students. The research involved 124 Muslim students at the Islamic University of Bandung, selected through purposive sampling. The study utilized the Self Control Scale by Tangney, Baumeister, and Boone (2004), the conformity measurement by Putri (2018), and the Problem Gambling Severity Index (PGSI) developed by Ferris & Wyne (2001). The research employed a quantitative approach using multiple regression analysis to determine the partial and simultaneous effects of self-control and conformity on online gambling. The study found a significant partial influence of self-control on online gambling behavior with an R2 value of 0.138 and a sig value of 0.00, indicating 13.8% contribution of self-control to online gambling behavior. Additionally, there was a significant partial influence of conformity on online gambling behavior with an R2 value of 0.260 and a sig value of 0.00, signifying 26% contribution of conformity to online gambling behavior. The research revealed a simultaneous influence of self-control and conformity on online gambling behavior with an R2 value of 0.398 and a sig value of 0.00, demonstrating a combined contribution of 39.8% from both variables to online gambling behavior. These findings emphasize the importance of self-control and conformity in understanding and addressing online gambling behavior among Muslim students. Abstrak. Praktik judi online di Indonesia semakin marak beredar. Kementerian Komunikasi telah memutus akses 499.645 konten perjudian di berbagai platform digital. Terdapat berbagai kalangan masyarakat yang mengakses platform judi online, termasuk mahasiswa. Motif mahasiswa bermain judi online yaitu karena pengaruh teman sebaya di lingkungan sosialnya. Sulitnya mereka dalam mengontrol diri membuat mereka terlibat pada permainan judi online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self control dan konformitas terhadap perilaku judi online pada mahasiswa muslim. Sampel penelitian sebanyak 124 mahasiswa muslim di Universitas Islam Bandung, yang didapat melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Self Control Scale yang dikonstruksi oleh Tangney, Baumeister dan Boone (2004), alat ukur konformitas yang dikonstruksikan oleh Putri (2018), dan alat ukur Problem Gambling Severity Index (PGSI) yang dikembangkan oleh Ferris & Wyne (2001). Metode kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh self control dan konformitas secara parsial dan simultan terhadap judi online. Hasil yang diperoleh secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan self control terhadap perilaku judi online dengan nilai R2 = 0.138 nilai sig = 0.00 yang berarti self control berkontribusi derhadap perilaku judi online sebesar 13,8%. Terdapat pengaruh yang signifikan konformitas terhadap perilaku judi online dengan nilai R2 = 0.260. dan nilai sig = 0.00 artinya konformitas berkontribusi sebesar 26% terhadap perilaku judi online. Secara simultan, terdapat pengaruh self control dan konformitas terhadap perilaku judi online dengan nilai R2 = 0.398 dengan nilai sig = 0.00 artinya kedua variabel berkontribusi pada judi online sebesar 39,8%.
Pengaruh Transformational Leadership terhadap Work Engagement pada Pegawai KPP Pratama Surabaya Karangpilang Achmad Bahruddin Avant Garde
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10076

Abstract

Abstract.The aim of this research is to see the effect of transformational leadership on work engagement among 95 employees at KPP Pratama Surabaya Karangpilang. The theoretical concepts used are Bass theory (1985) to explain the concept of transformational leadership and the theory of Schaufeli et al. (2002) to explain the concept of work engagement. The research method used was a non-experimental quantitative cross-sectional using multiple linear regression analysis techniques. The measuring instrument used in this research is a transformational leadership measuring instrument constructed by researchers based on Bass theory (1985) and the Utrecht Work Engagement Scale which has been modified by Aryanti et al. (2021). The data analysis technique used is multiple linear regression analysis technique. The research results show that there is a significant positive influence of transformational leadership on work engagement of 56.2% (R Square = .562). This shows that the higher the transformational leadership at KPP Pratama Surabaya Karangpilang, the higher the work engagement of the employees. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh transformational leadership terhadap work engagement pada 95 pegawai di KPP Pratama Surabaya Karangpilang. Konsep teori yang digunakan yakni teori Bass (1985) untuk menjelaskan konsep transformational leadership dan teori Schaufeli et al. (2002) untuk menjelaskan konsep work engagement. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional kuantitatif non-eksperimental dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur transformational leadership yang dikonstruksi oleh peneliti berdasarkan teori Bass (1985) dan Utrecht Work Engagement Scale yang telah dimodifikasi oleh Aryanti et al. (2021). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh positif yang signifikan dari transformational leadership terhadap work engagement sebesar 56,2 % (R Square = .562). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi transformational leadership pada KPP Pratama Surabaya Karangpilang, maka semakin tinggi work engagement pegawainya.
Pengaruh Basic Need Satisfaction terhadap Work Engagement pada Dosen Perguruan Tinggi di Bandung Anjani, Rera; Djamhoer, Temi Damayanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10078

Abstract

Abstract. Lecturers play an important role in the context of higher education, which includes delivering learning materials, academic guidance, and developing student skills. The role of lecturers is not just a provider of information, but also includes character building and the development of thinking skills in students. In addition to these tasks, lecturers are also involved in research and academic development activities to continuously improve the quality of education. Therefore, lecturer performance assessment does not only focus on the teaching aspect, but also involves their contribution in research and community service. This study aims to determine the effect of basic need satisfaction on work engagement conducted on college lecturers in Bandung. This research method uses a non-experimental quantitative approach, using multiple regression analysis tests. The number of samples in this study amounted to 99 lecturers at Bandung Universities. The measuring instrument used is the basic need satisfaction measuring instrument from Van den Broeck et.al, (2010) and the work engagement measuring instrument from Schaufeli & Bakker. The results of multiple regression tests state that there is a significant influence of basic need satisfaction on work engagement with a large influence of 0.255. And the need for competence aspect is the aspect that has the most dominant influence in shaping work engagement. Abstrak. Dosen memberikan peranan penting dalam konteks pendidikan tinggi, yang mencakup penyampaian materi pembelajaran, bimbingan akademik, dan pengembangan keterampilan mahasiswa. Peran dosen tidak hanya sekedar sebagai pemberi informasi, tetapi juga mencakup pembinaan karakter dan pengembangan kemampuan berpikir pada mahasiswa. Selain tugas-tugas tersebut, dosen juga terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan akademis guna terus meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, penilaian kinerja dosen tidak hanya berfokus pada aspek pengajaran, tetapi juga melibatkan kontribusinya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh basic need satisfaction terhadap work engagement yang dilakukan pada dosen perguruan tinggi di Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental, dengan menggunakan uji analisis regresi berganda. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 99 dosen di Perguruan Tinggi Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur basic need satisfaction dari Van den Broeck et.al, (2010) serta alat ukur work engagement dari Schaufeli & Bakker. Hasil Uji regresi berganda menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan basic need satisfaction terhadap work engagement dengan besar pengaruh 0.255. Serta aspek need for competence menjadi aspek yang memiliki pengaruh paling dominan dalam membentuk work engagement.
“I Love Sex:” Dinamika Regulasi Diri Pelaku Seks Pranikah Mutiara Alifa Gunawan; Yunita sari
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10084

Abstract

Abstract. The late adolescent period is marked by the emergence of sexual behavior integrated into romantic relationships during adolescence. Romantic relationships are depicted in the form of sexual behaviors such as attraction, dating, cuddling, and engaging in sexual activities outside of marriage. The sexual behavior of adolescents is significantly influenced by self-regulation. Self-regulation originates from the understanding of time, both short-term and long-term. This research aims to understand the dynamics of self-regulation in late adolescent girls involved in premarital sex. A qualitative method with a phenomenological design was employed for this study. Data were obtained through in-depth interviews with three late adolescent girls engaged in premarital sex. The analysis technique used was descriptive phenomenological analysis. The results indicate that the dynamics of self-regulation in late adolescent girls involved in premarital sex have a similar pattern, starting with the upbringing process in the past, then monitoring premarital sexual behavior with an evaluation based on family values. This is followed by the execution of premarital sexual behavior, adaptation processes within their social environment, reassessment of premarital sexual behavior, and ultimately, late adolescent girls engaged in premarital sex fail to inhibit this behavior due to addiction. The self-regulation of late adolescent girls involved in premarital sex is influenced by neglectful parenting styles (religion, sex education, and parenting control), the absence of paternal guidance (fatherlessness), and economic difficulties. Abstrak. Masa remaja akhir ditandai dengan munculnya perilaku seksual yang diintegrasikan ke dalam hubungan romantis selama masa remaja. Hubungan romantis tersebut digambarkan dalam bentuk perilaku seksual seperti perasaan tertarik sampai kepada tingkah laku yang lebih intim seperti berkencan, bercumbu, dan berhubungan suami istri diluar ikatan pernikahan. Perilaku seks pranikah pada remaja sangat dipengaruhi oleh regulasi diri remaja. Regulasi diri berasal dari pemahaman waktu yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika regulasi diri pada remaja akhir putri pelaku seks pranikah. Metode kualitatif dengan desain fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) kepada tiga orang remaja akhir putri pelaku seks pranikah. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika regulasi diri pada remaja akhir putri pelaku seks pranikah memiliki pola yang sama, diawali dari proses pengasuhan dimasa lalu, kemudian melakukan monitoring terhadap perilaku seks pranikah dengan evaluasi dari nilai-nilai dalam keluarga, kemudian mengeksekusi perilaku seks pranikah, dilanjut dengan proses adaptasi dengan lingkungan sosialnya, serta melakukan penilaian kembali terhadap perilaku seks pranikah, dan akhirnya remaja akhir putri pelaku seks pranikah gagal dalam melakukan penghambatan perilaku seks pranikah karena sudah adiksi dengan perilaku seks pranikah. Regulasi diri remaja akhir putri pelaku seks pranikah dipengaruhi oleh pola asuh neglect (agama, seks edukasi, dan kontrol pengasuhan), ketiadaan pengasuhan ayah (fatherless), dan kesulitan ekonomi.
Dinamika Kesepian pada Wanita Dewasa Madya Lajang Berkarir Syifa Nadila Hadid; Yunita Sari
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10087

Abstract

Abstract. Increased career opportunities for women have ultimately decreased the motivation to marry for financial security. Middle-aged women who choose to remain single and focus on their careers in Indonesia are still highly stigmatized. The pressure from this social stigma can lead to feelings of loneliness because society generally connects success or happiness with the presence of a life partner. This study aims to determine the dynamics of loneliness in career-focused single middle-aged women. The method used is a qualitative method with photovoice. The participants amounted to two people, obtained through purposive sampling technique with the criteria of women aged 40-60 or 65 years who are single, have a professional career, and experience loneliness. The results of this study are presented using data in the form of photographs and interviews, analyzed thematically. The results of this study indicate that the dynamics of loneliness in the lives of single women, the level of family closeness and the background of the experience of relationships and perceptions that arise in individuals are the main key causes of loneliness. The emergence of feelings of loneliness in several different forms based on the experiences of each participant will produce a different picture of loneliness. Despite having different views on loneliness, both participants showed similarities in adopting strategies to overcome their feelings of loneliness. Abstrak. Meningkatnya peluang karir bagi wanita pada akhirnya menurunkan motivasi menikah untuk keamanan finansial. Wanita dewasa madya yang memilih untuk tetap lajang dan fokus pada karir di Indonesia masih mengalami stigma buruk yang sangat tinggi. Tekanan dari stigma sosial ini dapat memunculkan perasaan kesepian karena masyarakat umumnya menghubungkan keberhasilan atau kebahagiaan dengan keberadaan pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kesepian pada wanita dewasa madya lajang berkarir. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan photovoice. Partisipan berjumlah dua orang, diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria wanita berusia 40-60 atau 65 tahun yang lajang, memiliki karir profesional, dan mengalami kesepian. Hasil penelitian ini disajikan dengan menggunakan data berupa foto dan wawancara, dianalisis secara tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika kesepian dalam kehidupan wanita lajang, tingkat kedekatan keluarga dan latar belakang pengalaman berelasi dan persepsi yang muncul pada diri individu menjadi kunci utama penyebab kesepian. Munculnya perasaan kesepian dalam beberapa bentuk yang berbeda berdasarkan dengan pengalaman tiap partisipan akan menghasilkan gambaran kesepian yang berbeda-beda pula. Meskipun memiliki perbedaan pandangan terhadap kesepian, kedua partisipan menunjukkan kesamaan dalam mengadopsi strategi untuk mengatasi perasaan kesepiannya.
Pengaruh Resilience at Work terhadap Job Satisfaction pada Karyawan PT. X Muhammad Reza Indrasukma; Oki Mardiawan
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10089

Abstract

Abstract. The aim of this study is to find out how the influence of resilience at work on job satisfaction among PT. X employees. The theoretical concept used is Winwood's (2013) resilience at work which was redeveloped by Malik & Garg (2018) to explain the concept of Resilience at work, and Spector's (1997) job satisfaction theory to explain the concept of job satisfaction. The method used is non-experimental quantitative research using a cross-sectional study with a total of 122 respondents. The measuring tools used are Job Satisfaction Survey Spector (1997) and the Resilience at Work Malik & Garg (2018) measuring tool which was adapted into Indonesian by Muiz in 2018. The data analysis technique used was multiple regression analysis. Based on the results of the hypothesis test, it was found that there was no significant influence of work resilience on job satisfaction, namely 9.60%. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh resilience at work terhadap job satisfaction pada karyawan PT.X. Konsep teori yang digunakan yaitu resilience at work Winwood (2013) yang dikembangkan kembali oleh Malik & Garg (2018) untuk menjelaskan konsep resilience at work, dan teori job satisfaction Spector (1997) untuk menjelaskan konsep job satisfaction. Metode yang digunakan adalah penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan menggunakan studi cross sectional dengan jumlah responden 122 orang. Alat Ukur yang digunakan Job Satisfaction Survey Spector (1997) dan alat ukur Resilience at Work Malik & Garg (2018) yang sudah di adaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Muiz pada tahun 2018. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan resilience at work terhadap job satisfaction yaitu sebesar 9,60%.