cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Pengaruh Playful Work Design terhadap Work Engagement pada Karyawan Departemen Kitchen Hotel di Kota Bandung Deyandra Thaftazani; Prakoso, Hendro
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10186

Abstract

Abstract. Playful Work Design is a concept that makes employees redesign their work to make it more fun and challenging, while work engagement is a motivational affective state characterized by vigor, dedication and absorption. This research aims to find out how much influence playful work design has on work engagement among hotel kitchen department employees in Bandung City. The total sample for this research was 108 employees of the hotel kitchen department in Bandung City. The research method used is the non-experimental causality method. This research uses a psychological scale with a playful work design scale (PWDS) measurement tool developed by Scharp & Bakker (2020) and a work engagement measuring tool (UWES-17) from Schaufeli & Bakker (2004) which was adapted by Prakoso, et al (2020). The research results show that 96.3% of hotel kitchen department employees have a high level of playful work design and 95.4% of hotel kitchen department employees have a high level of work engagement. Based on the results of multiple regression, it was found that playful work design had a positive effect on work engagement, namely 43.1% Abstrak. Playful Work Design merupakan konsep yang membuat karyawan mendesain ulang pekerjaan yang mereka lakukan menjadi lebih menyenangkan dan menantang, sedangkan work engagement adalah keadaan afektif motivasional yang ditandai dengan adanya vigor, dedication dan absorption. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh playful work design terhadap work engagement pada karyawan Departemen kitchen hotel di Kota Bandung. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 108 karyawan Departemen kitchen hotel di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kausalitas non eksperimental. Penelitian ini menggunakan skala psikologis dengan alat ukur playful work design scale (PWDS) yang dikembangkan oleh Scharp & Bakker (2020) dan alat ukur work engagement (UWES-17) dari Schaufeli & Bakker (2004) yang diadaptasi oleh Prakoso, et al (2020). Hasil penelitian menunjukan bahwa 96,3% karyawan Departemen kitchen hotel memiliki tingkat playful work design yang tinggi dan 95,4% karyawan Departemen kitchen hotel memiliki tingkat work engagement yang tinggi. Berdasarkan hasil regresi berganda ditemukan bahwa playful work design berpengaruh positif terhadap work engagement yaitu sebesar 43,1%
Pengaruh Islamic Work Ethic terhadap Counterproductive Work Behavior pada Guru Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Fikar Aulia Muhammad; Lisa Widawati; Ayu Tuty Utami
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10280

Abstract

Abstract. Organizational progress and development in the education sector is often hampered by the problem of counterproductive work behavior shown by teachers which is detrimental to the organization and to the personnel within it. Counterproductive work behavior can be prevented by understanding a work ethic in every employee, a work ethic that is relevant to the majority of Indonesian people who are Muslim is the existence of an Islamic work ethic. Islamic boarding schools as religious-based educational institutions certainly have an Islamic work ethic that can reduce counterproductive work behavior. The purpose of this research is to obtain empirical data regarding the influence of Islamic work ethic on Counterproductive Work Behavior in Teachers of Islamic Boarding Schools. This research was conducted using a non-experimental quantitative method with a causality design involving 164 Islamic boarding school teachers in Bandung Raya as respondents. The measuring instrument used to measure Islamic work ethic is the Islamic work ethic Scales compiled by Ali (1992) which was adapted into Indonesian by Firmansyah et al. (2020) which was again adapted by the author. The Counterproductive Work Behavior variable uses the Counterproductive Work Behavior Checklist (CWB-C) published by Spector et al. (2006) and adapted by Cucuani et al. (2020). The results of this study indicate that Islamic work ethic has a negative effect of 63.2% on Counterproductive Work Behavior. Abstrak. Kemajuan dan perkembangan organisasi pada sektor pendidikan seringkali dihalangi oleh permasalahan adanya perilaku kontraproduktif yang ditunjukkan oleh guru yang merugikan organisasi dan personal di dalamnya. Perilaku kontraproduktif dapat dicegah dengan menanamkan etos kerja pada setiap karyawan, etos kerja yang relevan dengan mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama islam adalah dengan adanya etos kerja Islami. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama tentu memiliki etos kerja islami yang dapat mengurangi adanya perilaku kontraproduktif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh Islamic work ethic terhadap counterproductive work behavior pada Guru Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan desain kausalitas yang melibatkan 164 guru pondok pesantren se bandung raya sebagai responden. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur islamic work ethic adalah islamic work ethic Scales yang disusun oleh Ali (1992) yang diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Firmansyah et al. (2020) yang kembali diadaptasi oleh penulis. Untuk variable counterproductive work behavior menggunakan alat ukur counterproductive work behavior Checklist (CWB-C) yang dipublikasikan oleh Spector et al. (2006) dan diadaptasi oleh Cucuani et al. (2020). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa islamic work ethic berpengaruh negatif sebesar 63,2% pada counterproductive work behavior.
Pengaruh Psychological Capital terhadap Work Engagement pada Barista di Kota Bekasi Raisha Nur Azizah; Rositawati, Sita
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10301

Abstract

Abstract. Effective and efficient results are displayed by employees who are able to encourage and submit all their abilities by being fully involved in their work (Bakker, 2011). Research by Bakker & Demerouti (2008) shows that work engagement can be predicted by psychological capital as a personal resource that will lead to higher performance, due to the ability to adapt to various challenges. The aim of this research is to empirically test the influence of psychological capital on work engagement in the business and service sectors. The subjects of this research consisted of 107 baristas who had certificates and worked in informal coffee shops in Bekasi City. The sample was selected using a convenience sampling technique. This research uses quantitative methods and a causality research design that applies multiple regression techniques. The measurement scale uses the Psychological Capital Questionnaire (PCQ) instrument developed by Luthans et al. (2007), as well as the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) from Schaufeli & Bakker (2003). Research data proves that there is a significant influence of psychological capital on work engagement of 41.40% (R Square = 0.414). The psychological capital dimension that has the strongest influence on work engagement is self-resilience at 14.33%, while the self-efficiency dimension does not have a significant influence (2.74%). Abstrak. Hasil efektif dan efisien ditampilkan oleh karyawan yang mampu mendorong dan menyerahkan segala kemampuannya dengan terlibat (engaged) secara penuh terhadap pekerjaannya (Bakker, 2011). Penelitian Bakker & Demerouti (2008) menunjukan bahwa work engagement dapat diprediksi oleh psychological capital sebagai personal resource akan mengarah pada kinerja yang lebih tinggi, dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji secara empiris pengaruh psychological capital pada work engagement dalam sektor bisnis dan layanan. Subyek penelitian ini terdiri dari 107 barista yang memiliki sertifikat dan bekerja di coffee shop informal di Kota Bekasi. Sampel dipilih dengan cara teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif serta dengan desain penelitian kausalitas yang menerapkan teknik regresi berganda. Skala pengukuran dengan cara instrumen Psychological Capital Questionnaire (PCQ) yang dikembangkan oleh Luthans et al. (2007), serta Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dari Schaufeli & Bakker (2003). Data hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh signifikan psychological capital terhadap work engagement sebesar 41,40% (R Square = 0,414). Dimensi psychological capital yang memiliki pengaruh paling kuat pada work engagement adalah ketahanan diri (resilience) sebesar 14,33%, sementara dimensi self-efficacy tidak memiliki pengaruh yang signifikan (2.74%).
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement pada Barista Starbucks di Kota Bandung Razka Razkiandra; Sita Rositawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10322

Abstract

Abstract. The organization requires employees with high levels of energy in their work, dedication to their tasks, and enthusiasm that immerses them in their job activities (Bakker & Leiter, 2010). This is reflected in employees who have work engagement. According to Schaufeli et al. (2002), work engagement refers to a positive affective-motivational state characterized by vigor, dedication, and absorption. Work engagement occurs when there are high job demands and job resources. Perceived organizational support is one of the job resources that encompasses three dimensions: fairness, supervisor support, and organizational rewards and job conditions. The objective of this study is to examine the extent of the influence of perceived organizational support and its dimensions on work engagement among 100 Starbucks baristas in Bandung. The measurement tools used in this study are the Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) developed by Schaufeli et al. (2002) and the Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) by Eisenberger et al. (1986), adapted by Avianti & Hatta (2022). The results indicate a significant influence of perceived organizational support on work engagement at 28.5% (R Square = .285). The dimensions of organizational rewards and job conditions have a significant impact of 20.8%. On the other hand, the fairness dimension has the lowest impact at 1.8%. Abstrak. Organisasi membutuhkan karyawan yang mempunyai tingkat energi yang tinggi dalam bekerja, berdedikasi dengan pekerjaannya, dan antusias hingga terlarut pada aktivitas pekerjaannya (Bakker & Leiter., 2010). Hal tersebut tercermin pada karyawan yang memiliki work engagement. Menurut Schaueli et. al. (2002), work engagement mengacu pada keadaan afektif motivasional yang positif dicirikan dengan adanya vigor, dedication, dan absorption. Work engagement akan terjadi ketika ada job demands dan job resources yang tinggi. Perceived organizational support merupakan salah satu job resources yang mencakup tiga dimensi yaitu fairness, supervisor support serta organizational rewards dan job condition. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh perceived organizational support dan dimensinya terhadap work engagement pada 100 Barista Starbucks di Kota Bandung. Alat ukur yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu UWES-17 (Utrecht Work Engagement Scale-17) yang dikembangkan oleh Schaufeli et al. (2002). Selain itu, Survey Perceived organizational support (SPOS) oleh Eisenberger et. al. (1986) yang diadaptasi oleh Avianti & Hatta (2022). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh secara signifikan perceived organizational support terhadap work engagement sebesar 28.5% (R Square = .285). Dimensi organizational rewards dan job conditions berpengaruh signifikan dengan angka 20.8%. Sedangkan pengaruh terendah adalah dimensi fairness dengan angka 1.8%.
Hubungan Antara Mental Toughness dan Competitive Anxiety pada Atlet Softball Tim Jawa Barat Dannysa Ramadhina; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10347

Abstract

Abstract. Sport is a factor that influences human health, where health plays an important role in supporting humans in carrying out activities. In Indonesia, the sport of softball is increasingly advanced and developing. Mentality contributes 78.6%, which is in the strong category, to achievement in sports. However, there are differences in results in previous studies, there are high, medium and low correlation results. The aim of this research is to determine the relationship between mental toughness and competitive anxiety in West Java softball team athletes participating in PRA PON XXI 2023. This research is a quantitative correlational research. The subjects of this research were 34 West Java softball team athletes who participated in PRA PON XXI 2023. The measuring tool used in the research was the Algani mental toughness scale referring to Gucciardi's theory with 1 item invalid and 19 items valid. Apart from that, Amir's competitive anxiety scale refers to Smith's Theory with 2 invalid items and 19 valid items. This research used the Spearman Rank correlation analysis technique and obtained a correlation result of -0.720, that there was a negative relationship between mental toughness and competitive anxiety in West Java softball team athletes. If the athlete's mental toughness attitude is high, the athlete's competitive anxiety behavior will be lower. Abstrak. Olahraga merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia, dimana kesehatan berperan penting untuk mendukung manusia dalam melakukan kegiatan. Di Indonesia, olahraga softball semakin maju dan semakin berkembang. Mental memberikan sumbangan sebesar 78,6% yang termasuk kategori kuat terhadap prestasi dalam berolahraga. Namun, terdapat perbedaan hasil pada penelitian sebelumnya, terdapat hasil korelasi tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara mental toughness dan competitive anxiety pada atlet softball tim Jawa Barat yang berpartisipasi pada PRA PON XXI 2023. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 34 atlet tim softball Jawa Barat yang berpartisipasi pada PRA PON XXI 2023. Alat ukur yang digunakan pada penelitian yaitu skala mental toughness Algani mengacu pada Teori Gucciardi dengan 1 aitem gugur dan 19 aitem valid. Selain itu, skala competitive anxiety Amir mengacu pada Teori Smith dengan 2 aitem gugur dan 19 aitem valid. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi Rank Spearman dan diperoleh hasil korelasi sebesar -0.720, bahwa terdapat hubungan negatif antara mental toughness dan competitive anxiety pada atlet softball tim Jawa Barat. Jika sikap mental toughness pada atlet tinggi, maka akan semakin rendah perilaku competitive anxiety pada atlet.
Pengaruh Intervensi Aku Anak Hebat Berbasis Body Safety Training terhadap Kemampuan Mengenal “Good Person” sebagai Pelaku Potensial Kekerasan Seksual pada Anak Marshadina Salma Putri; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10375

Abstract

Abstract. Recently, cases of child sexual abuse have been on the rise. In Indonesia, according to KemenPPPA, there is an increase, namely 9,588 cases per year 2022, where in 2021 there were 8,730 cases. Therefore, there is an intervention, Aku Anak Hebat, which has been adapted from Body Safety Training, which aims to teach children to recognize situations that have the potential for sexual violence, both inside and outside the home. This is in line with the fact that many perpetrators of sexual violence are people closest to the victim, such as parents, friends, neighbors. Thus, children need the ability to recognize that people they know well can become perpetrators of sexual violence. This study aims to determine the effect of the intervention Aku Anak Hebat based on Body Safety Training on the ability to recognize "good person" as a potential perpetrator of sexual violence in children. This research is a One Group Pre-test Post-test pre-experiment research. The Pre-test and Post-test in this study used Children's Abilities to Recognize a "Good" Person as a Potential Perpetrator of Childhood Sexual Abuse by Kenny and Wurtele (2010). Meanwhile, the intervention used Sumaryanti's (2022) Aku Anak Hebat flashcard module. Data analysis using independent sample t-test with statistical test results showed that the significance value in hypothesis testing was 0.007 and it can be concluded that the Aku Anak Hebat intervention based on Body Safety Training has a significant effect on the ability to recognize "good person" as a perpetrator of sexual violence in children. Abstrak. Belakangan ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak semakin meningkat. Di Indonesia, menurut KemenPPPA, terjadi peningkatan, yaitu 9.588 kasus per tahun 2022, di mana pada tahun 2021 terdapat 8.730 kasus. Oleh karena itu, terdapat intervensi Aku Anak Hebat yang diadaptasi dari Body Safety Training yang bertujuan untuk mengajarkan anak mengenali situasi yang berpotensi terjadinya kekerasan seksual, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa banyak pelaku kekerasan seksual adalah orang-orang terdekat korban, seperti orang tua, teman, tetangga. Dengan demikian, anak membutuhkan kemampuan untuk mengenali bahwa orang yang dikenalnya dengan baik dapat menjadi pelaku kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi Aku Anak Hebat berbasis Body Safety Training terhadap kemampuan mengenali “good person” sebagai calon pelaku kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen One Group Pre-test Post-test. Pre-test dan Post-test pada penelitian ini menggunakan alat ukur Children's Abilities to Recognize a "Good" Person as a Potential Perpetrator of Childhood Sexual Abuse oleh Kenny dan Wurtele (2010). Sementara itu, intervensi menggunakan modul flashcard Aku Anak Hebat milik Sumaryanti (2022). Analisis data menggunakan independent sample t-test dengan hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada uji hipotesis sebesar 0,007 dan dapat disimpulkan bahwa intervensi Aku Anak Hebat berbasis Body Safety Training berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengenali “good person” sebagai pelaku kekerasan seksual pada anak.
Hubungan Tipe Kepribadian dengan Academic Burnout pada Mahasiswa Keperawatan di Kota Bandung Nabilah Nurfaidah; Kusdiyati, Sulisworo
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10383

Abstract

Abstract. Academic burnout is a condition where an individual feels emotional confusion, then there is a feeling and behavior of distancing themselves from academic tasks and also a feeling of lack of confidence in their abilities as a student. There are factors that contribute to academic burnout, one of which is personality. Personality is a distinctive characteristic of an individual that can differentiate one individual from another. This research aims to see the relationship between personality type and academic burnout. This research uses a quantitative approach with a correlational research design. The measuring instrument used to measure academic burnout is the Maslach Inventory-Student Survey (MBI-SS) compiled by Schaufeli et al (2002) and adapted by Fitri Arlinkasari and Sari Zakiah (2017) and to measure personality types the Big Five Inventory measuring instrument is used. (BFI) 28-item version which has been adapted by Neila Ramadhani (2012). The data analysis technique used is the Spearman's Rank correlation test with the results of the personality types extraversion, conscientiousness, neuroticsm having a relationship with academic burnout as seen from the significant value greater than 0.05. Abstrak. Academic burnout adalah kondisi individu yang merasakan kelalaham emosional, lalu adanya perasaan juga perilaku menjauh dari tugas akademik dan juga adanya rasa tidak percaya diri akan kemampuan dirinya sebagai mahasiswa. Terdapat faktor yang berkontribusi pada academic burnout, salah satunya adalah kepribadian. Kepribadian merupakan karaktersitik khas dari seorang individu yang dapat membedakan individu satu dengan individu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara tipe kepribadian dengan academic burnout. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Alat ukur yang digunakkan untuk mengukur academic burnout adalah Maslach Inventory-Student Survey (MBI-SS) yang disusun oleh Schaufeli et al (2002) dan diadaptasi oleh Fitri Arlinkasari dan Sari Zakiah (2017) dan untuk mengukur tipe kepribadian digunakan alat ukur Big Five Inventory (BFI) versi 28-item yang sudah diadptasi oleh Neila Ramadhani (2012). Teknik analisis data yang digunakkan adalah uji korelasi Rank Spearman’s dengan hasil tipe kepribadian extraversion, conscientiousness, neuroticsm memiliki hubungan dengan academic burnout terlihat dari nilai signifikan lebih besar dari 0.05.
Pengaruh Self-esteem terhadap Celebrity Worship pada Mahasiswa Penggemar Boyband NCT Ayu Chodijahtul Kubro; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10389

Abstract

Abstract. The development of Korean culture in Indonesia was triggered by the contributions made by boy groups and girl groups that managed to steal the attention of the public. One example of a boy band that is currently popular is NCT. These idols influence their fans, inspiring a sense of love in fans, which in turn increases self-confidence and a positive view of oneself. This phenomenon contributes to a stronger bond between fans and their idols, even creating a parasocial relationship known as "celebrity worship". The purpose of this study is to identify whether self-esteem affects the phenomenon of celebrity worship among college students who are fans of boyband NCT between the ages of 19-24. The method used in this study is a quantitative approach, using the Celebrity Attitude Scale (CAS) measuring instrument which has been adapted into Indonesian by Ni Made Ayu Wulansari to measure the level of celebrity worship, as well as using Self-esteem Scales developed by Rosenberg which has been validity tested by Nelan Maroqi as a self-esteem measuring instrument. Data analysis was conducted through simple regression method. The results obtained are the effect of self-esteem value on celebrity worship variables is 44.6%. so it can be concluded that there is a significant influence between self-esteem on celebrity worship in NCT fan students. Abstrak. Perkembangan budaya Korea di Indonesia dipicu oleh kontribusi yang dilakukan oleh boygroup dan girlgroup yang berhasil mencuri perhatian masyarakat. Salah satu contoh boyband yang tengah populer saat ini adalah NCT. Para idola ini mempengaruhi para penggemar mereka, menginspirasi rasa cinta dalam diri penggemar, yang pada akhirnya meningkatkan rasa percaya diri dan pandangan positif terhadap diri sendiri. Fenomena ini berkontribusi pada semakin kuatnya ikatan antara penggemar dan idola mereka, bahkan menciptakan hubungan parasosial yang dikenal sebagai "celebrity worship". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah self-esteem mempengaruhi fenomena celebrity worship di kalangan Mahasiswa Penggemar boyband NCT yang berusia antara 19-24 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan alat ukur Celebrity Attitude Scale (CAS) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Ni Made Ayu Wulansari untuk mengukur tingkat celebrity worship, serta menggunakan Self-esteem Scales yang dikembangkan oleh Rosenberg yang telah di uji validitas oleh Nelan Maroqi sebagai alat ukur self-esteem. Analisis data dilakukan melalui metode regresi sederhana. Hasil yang didapatkan yaitu pengaruh nilai self-esteem terhadap variabel celebrity worship adalah sebesar 44,6%. sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara self-esteem terhadap celebrity worship pada mahasiswa penggemar NCT.
Hubungan Self Control dengan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMP X Bandung Farah Noor Fathimah Rahman; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10549

Abstract

Abstract. The high frequency in delaying and avoiding tasks, especially after the COVID-19 pandemic, was the impact of online distance learning during the Covid-19 pandemy. Steel mentions that one of the most inherent aspects of academic procrastination is the self-control aspect. The aim of this study is to find out how closely self control is linked to academic procrastination in high school students X Bandung. The research method used is quantitative research with correlational research design with 162 respondents. The scale used is a self-control scale that refers to the Averill theory (1983) resulting from a modified Muniroh scale (2013) to measure the level of self control in high school students X Bandung and the Procrastination Academic Scale for Student (PASS) developed by Solomon & Rothblum (1984) which has been translated into Indonesian language for measuring academic procrestination behavior. The statistical data analysis technique used is the spearman rank correlation test. The resulting correlation value is -0.837 and the p value is = 0,000 (p>0.05). The results show a significant link between self-control and academic procrastination. Abstrak. Permasalahan yang sering ditemui pada pelajar maupun mahasiswa adalah menunda-nunda atau menghindari tugas yang diberikan oleh guru. Tingginya frekuensi dalam menunda-nunda dan menghindari tugas yang terjadi khususnya pasca pandemi covid-19 merupakan dampak dari pembelajaran jarak jauh secara daring selama pandemi covid-19. Steel menyebutkan bahwa salah satu aspek yang paling melekat dengan prokrastinasi akademik adalah aspek self control. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa erat hubungan self control dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMP X Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dengan responden sebanyak 162 siswa. Alat ukur yang digunakan adalah skala self control yang mengacu pada teori Averill (1983) hasil modifikasi skala Muniroh (2013) untuk untuk mengukur tingkatan self control pada siswa SMP X Bandung dan Procrastination Academic Scale for Student (PASS) yang dikembangkan oleh Solomon & Rothblum (1984) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia untuk mengukur perilaku prokrastinasi akademik. Teknik analisis data statistik yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Nilai korelasi yang dihasilkan sebesar -0.837 dan nilai p = 0.000 (p>0.05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self control dengan prokrastinasi akademik.
Pengaruh Job Crafting terhadap Work Engagement pada Karyawan Desain Grafis di Kota Bandung Aura Puji Astuti; Suhana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10589

Abstract

Abstract. Job crafting is an effort made actively by individuals to balance job demands and job resources. Through job crafting efforts, work engagement can increase resulting in good work productivity. This study aims to determine how much influence job crafting has on work engagement in graphic design employees. The research method used is quantitative with 128 graphic design employees in Bandung City. This study used the job crafting scale (JCS) measuring instrument from Tims et al., (2012) which was adapted by researchers and the utrecht work engagement scale (UWES) measuring instrument from Schaufeli & Bakker which was adapted by Aryanti et al., (2020). The results found 99.2% of graphic design employees have high job crafting and 99.2% of graphic design employees have high work engagement. The effect of job crafting on work engagement in this study is 69.8%. The results of increasing social job resources have the highest significant effect on work engagement. Abstrak. Job crafting merupakan upaya yang dilakukan secara aktif oleh individu untuk menyeimbangkan job demand dan job resources. Melalui upaya job crafting, work engagement dapat meningkat sehingga menghasilkan produktivitas kerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh job crafting terhadap work engagement pada karyawan desain grafis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah subjek 128 karyawan desain grafis di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan alat ukur job crafting scale (JCS) dari Tims et al., (2012) yang diadaptasi oleh peneliti dan alat ukur utrecht work engagement scale (UWES) dari Schaufeli & Bakker yang diadaptasi oleh Aryanti et al.,(2020). Hasil penelitian ditemukan 99,2% karyawan desain grafis memiliki job crafting yang tinggi dan 99,2% karyawan desain grafis memiliki work engagement yang tinggi. Pengaruh job crafting terhadap work engagement pada penelitian ini sebesar 69,8%. Hasil increasing social job resources memiliki pengaruh signifikan paling tinggi terhadap work engagement.