cover
Contact Name
Dewi Modjo
Contact Email
jurnalzaitun@umgo.ac.id
Phone
+62811439174
Journal Mail Official
jurnalzaitun@umgo.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo Jl. Prof Mansoer Pateda Ds Pentadio Timur Kec. Telaga Biru Kab. Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Zaitun :Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29649005     DOI : -
Core Subject : Health,
Focus and Scope The focus of this journal is the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle-income countries. It covers particular issues on education, practice, and research. The journal also considers the presentation of sound knowledge related to strengthening healthcare system that includes health workforce, and health policy. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a double blind peer-review process according to standardized criteria. The abbreviation journal title is ZJIK, means Zaitun Journal Healthy sience (in English). ZJIK is published by Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Articles 207 Documents
Hubungan Sikap Perawat Dengan Penerapan Standar Keselamatan Pasien di IGD Rumah Sakit Prof.Dr.H. Aloei Saboe Umar, Arifin; Monoarfa, Susanti; Lasangole, Sri Lismawati
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i2.2905

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yang memandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan sikap perawat dengan penerapan standar keselamatan pasien di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Populasi 30 masyarakat di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe, sampel penelitian ini yaitu perawat IGD yang berjumlah 30 orang, dengan jenis sample purposive sampling, Dan instrumen penelitian ini adalah kuisioner. di dapatkan hasil Sikap perawat pada kategori sikap baik, dengan jumlah sebanyak 17 orang (57%). Dan yang paling sedikit dengan kategori kurang terdapat 13 orang (43%), Penerapan standar keselematan pasien, perawat yang menerapkan standar keselamatan pasien terbanyak pada kategori yang baik, dengan jumlah sebanyak 22 orang (73%). Dan yang paling sedikit dengan kategori kurang terdapat 8 orang (27%). .Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nilai p value sebesar 0,004, yang ternyata lebih rendah daripada tingkat signifikansi yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 0,005. Hal ini menunjukan adanya hubungan sikap perawat dengan penerapan standar keselamatan pasien. kesimpulan terdapat hubungan sikap dengan penerapan standar keselamatan pasien di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe.
Interprofessional Collaboration Practice (IPCP) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Indrianingsih, Sofiyah Tri
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i1.2937

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini pembelajaran Interprofessional Collaboration Practice (IPCP) mampu menjadi media pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kualitas kesehatan di komunitas. Melalui Interprofessional Collaboration Practice (IPCP) dalam Pemberdayaan Masyarakat, harapannya peserta didik mampu untuk saling bersinergi dan mendukung terciptanya lingkungan masyarakat sehat di komunitas. Peserta didik akan saling bahu – membahu melaksanakan program kesehatan yang memaksimalkan kemampuan masyarakat. Pengembangan pembelajaran IPCP dalam pemberdayaan masyarakat ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan untuk kedepannya.Metode: Dalam proses penyusunan makalah ilmiah ini, metode yang digunakan adalah literature review serta penyusunan pengalaman pribadi dari penulis sendiri selama bekerja di institusi pendidikan kesehatan. Pencarian literature dilakukan oleh penulis melalui beberapa databased elektronik seperti Science Direct, Pub Med, Clinical Key dan Google ScholarPembahasan: Program Kuliah Kerja Manajemen Masyarakat Sehat adalah salah satu bentuk Interprofessional Collaboration Practice dalam pemberdayaan masyarakat. Program ini akan dijalankan di komunitas dengan masalah kesehatan. Pelaksanaan program, tidak lepas dari hambatan yang akan muncul dan mengganggu proses IPCP. Hambatan pelaksanaan program ini timbul dari individu peserta didik, dan juga faktor eksternal. Evaluasi keberhasilan program yang dinilai adalah capaian kompetensi peserta didik, kemampuan komunikasi individu di dalam tim dan kemampuan bekerja timKesimpulan :. Pelaksaan program IPCP di komunitas membutuhkan kerjasama dari semua pihak. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yaitu kolaborasi dan saling menghargai yang harus ada di setiap tenaga kesehatan yang dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan di masyarakat.
Gambaran Efek Samping Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Retni, Ani; Muhammad, Zuriati; Dotu, Ayu Luciana
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3099

Abstract

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) memiliki tingkat kegagalan yang rendah serta memiliki efek samping yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek samping pemakaian kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain deskpriptif kuantitatif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan suatu variabel dan objek penelitian secara langsung yakni efek samping pemasangan kontrasepsi jangka Panjang pada pasangan usia subur. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Jumlah populasi 99 ibu di Puskemas Telaga dengan sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian didapatkan gambaran efek samping pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur dengan hasil yaitu yang mengalami nyeri sebanyak 21 responden (70%), yang mengalami perdarahan sebanyak 9 responden (30%), yang mengalami keputihan sebanyak 15 responden (50%), yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 10 responden (33,3%), yang mengalami tanda infeksi sebanyak 1 responden, serta yang mengalami peradangan ditempat pemasangan tidak ada dan yang tidak mengalami sebanyak 30 responden (100%). Kesimpulannya gambaran efek samping pemakaian kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur tidak memiliki efek samping yang berarti. Untuk itu disarankan pada pasangan usia subur yang ingin menunda kehamilan.
Identifikasi Program Inovasi Kesehatan Pencegahan Dan Penanganan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Puluhulawa, Nikmawati; Pauweni, Sindy Claudia
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.2907

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana seorang anak mengalami hambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan pada masa tuanya. Saat ini, stunting mempengaruhi sekitar 162 juta anak di bawah usia lima tahun. Jika hal ini terus berlanjut, diperkirakan terdapat 127 juta anak di bawah usia lima tahun yang menderita stunting pada tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program inovasi kesehatan penanganan stunting berbasis kearifan lokal. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Jumlah partisipan 5 orang. Hasil penelitian didapatkan program inovasi yang sudah berjalan di kelurahan terdapat program orang tua asuh atau bapak asuh dan program yang berbasis kearifan lokal adalah pemberian makanan tambahan seperti bubur kacang hijau, susu dan telur, tidak hanya pemberian makanan tambahan adapun program lain seperti pelaksanaan posyandu dan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat program inovasi penanganan stunting berbasis kearifan lokal di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo.
Pengembangan Kurikulum Interprofesional Education (IPE) untuk Pendidikan Sarjana dan Profesi Keperawatan Indrianingsih, Sofiyah Tri
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i2.2938

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini pembelajaran Interprofessional education menjadi sangat penting dan bisa dikatakan sebagai syarat untuk terlaksananya praktik kolaborasi antar disiplin ilmu yang optimal. Guna memperoleh outcome yang maksimal dari proses pembelajaran IPE ini, maka setiap institusi penyelenggara pendidikan bertanggungjawab membentuk strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik sarjana maupun profesi keperawatan.Metode: Dalam proses penyusunan makalah ilmiah ini, metode yang digunakan adalah literature review serta penyusunan pengalaman pribadi dari penulis sendiri selama bekerja di institusi pendidikan keperawatan. Pencarian literature dilakukan oleh penulis melalui beberapa databased elektronik seperti MEDLINE, Pubmed, google scholar serta textbookPembahasan: Kuliah klasikal, kuliah tutorial dan praktik klinis-lapangan menjadi metode yang digunakan di dalam pembelajaran di institusi yang mengembangkan Interprofessional Education (IPE) ini.Kesimpulan : Program pembelajaran IPE membutuhkan kerjasama dari semua pihak. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yaitu kolaborasi dan saling menghargai yang harus ada di setiap tenaga kesehatan yang dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan
Penerapan Asuhan Keperawatan pada Pasien Post Amputasi Diabetes Melitus dengan Gangguan Citra Tubuh di Ruangan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Nasaru, Silvana m.; Syahrir, Akifa
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3326

Abstract

Kaki diabetik merupakan komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus (DM) yang beresiko terjadinya amputasi. Tindakan amputasi dapat mempengaruhi bentuk fisik dan psikologis penderita. Intervensi yang dapat diberikan pada pasien dengan gangguan citra tubuh salah satunya adalah promosi citra tubuh. Tujuan : Menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien post amputasi  diabetes melitus dengan gangguan citra tubuh. Metode: Rancangan studi kasus ini dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pemberian asuhan keperawatan dengan 2 sampel informan post amputasi diabets melitus. Hasil: Setelah dilakukan intervensi promosi citra tubuh selama 1 minggu terdapat peningkatan citra tubuh  pada Ny. A dan Tn. K dengan hasil membaik. Kesimpulan: Penerapan promosi citra tubuh dapat meningkatkan persepsi positif dalam mendukung perawatan pasien post amputasi diabtes dengan gangguan citra tubuh.
Peran Kader Kesehatan Jiwa Dalam Program Kesehatan Jiwa Pasien Skizofrenia Pasca Pandemi Covid-19 Ardika, Noviana Ayu; Margatot, Didik Iman
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.2918

Abstract

Skizofrenia tergolong dalam gangguan jiwa berat yang berpotensi merusak yang memengaruhi pemikiran, bahasa, emosi, sosial seseorang perilaku, dan kemampuan untuk memahami realitas secara akurat.[1] Selain dari dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga juga merupakan faktor penting dalam proses pemulihan. Kondisi pandemi COVID-19 juga meningkatkan beban pada keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dan mempengaruhi kualitas perawatannya.[2] Penanganan masalah kesehatan jiwa saat ini telah bergeser dari hospital based menjadi community based psychiatric services sehingga pelayanan tidak hanya berfokus terhadap upaya kuratif tetapi lebih menekankan upaya proaktif yang berorientasi pada upaya pencegahan preventif dan promotif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peran kader kesehatan jiwa pada pasien skizofrenia pasca pandemi covid-19. Metode yang digunakan dengan kualitatif dengan variabel yang digunakan yaitu pengetahuan kader kesehatan jiwa terhadap program kesehatan jiwa pada pasien skizofrenia. Data analisis secara tematik sesuai dengan hasil wawancara. Hasil studi menunjukan tingkat pengetahuan kader kesehatan jiwa tentang program kesehatan jiwa pasien skizofrenia dengan kolaborasi dengan pegawai puskesmas kusus menangani klien dengan skizofrenia di Masyarakat, sehingga dalam menangani klien skizofrenia di rumah sudah sangat terintegrasi apabila obat habis ataupun dalam mengingatkan untuk control ke Rumah Sakit Jiwa.
Identifikasi Pengetahuan Orang Tua dalam Membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo Sudirman, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Ismail, Titin
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3085

Abstract

Pemantauan pertumbuhan balita sangat penting dilakukan untuk mengetahui adanya hambatan pertumbuhan secara dini. Pengetahuan orangtua dalam membaca KMS sangat penting karena yang ada dalam KMS tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang berkaitan dengan kesehatan serta kebutuhan gizi pada anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengetahuan orangtua dalam membaca Kartu Menuju Sehat (KMS). Desain penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi sebanyak 300 ibu yang mempunyai anak balita, jumlah sampel 30 orangtua berdasarkan dengan. teori Neolaka (2016) bahwa apabila subjeknya lebih dari 100 orang dapat diambil 10-20 atau 25-35%. Hasil penelitian pengetahuan orangtua dalam membaca KMS yang diteliti di wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah tertinggi yaitu pengetahuan cukup sebanyak 18 orang dan yang terendah yaitu pengetahuan baik dan kurang masing-masing sebanyak 6 orang. Kesimpulan pengetahuan orangtua dalam membaca KMS sebagian besar berada pada kategori cukup. Saran bagi orangtua agar tetap berusaha untuk mencari tahu informasi terkait dengan KMS melalui tenaga kesehatan ataupun kader karena melalui KMS orangtua dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga orangtua dapat memberikan kecukupan gizi pada anak.
Pengaruh Empowerment Terhadap Self Concept Pasien Dengan HIV/AIDS Drajad Pamukhti, Bagas Biyanzah; Khusna, Lailya; Margatot, Didik Iman
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.2919

Abstract

Pendahuluan: Human immuno-defisiensi virus (HIV) adalah virus yang melemahkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan segala penyakit yang menyerang tubuh yang menyebabkan beberapa penyakit menyerang tubuh (AIDS). Perubahan-perubahan bentuk tubuh akibat HIV/AIDS dan pengobatannya dapat menyebabkan gangguan konsep dirinya yaitu fisik, sosial dan psikologi. Gangguan konsep diri seperti penurunan berat badan berlebihan, perubahan penampilan, penurunan berat badan, gangguan kulit, dan mudah lesu, stigmasisasi, diskriminasi, isolasi sosial,  stres, keyakinan diri rendah, mengalami kecemasan dan depresi. Empowerment memiliki aspek penting karena berhubungan dengan hal yang paling dibutuhkan klien untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi khususnya masalah kesehatan, dan respons terhadap informasi (responding to information) merupakan tanggapan pasien terhadap berbagai informasi yang diperoleh dari sumber daya yang ada. Metode: Penulisan ini menggunakan metode literature review. Sumber kepustakaan berasal dari buku, jurnal dan artikel dengan kata kunci “empowerment”, “self concept“ dan “HIV/AIDS”. Hasil: Proses empowerment dapat meningkatkan self concept pasien terhadap HIV/AIDS  dengan melalui pengetahuan, dan sikap respon terhadap informasi, karena pasien memilik hak untuk menerima layanan yang sesuai, menerima informasi yang sesuai dan memadai, pasien juga dapat memilih secara bebas dan memutuskan layanan kesehatan, serta memiliki hak untuk mengakses sistem pengaduan yang efektif. Kesimpulan: Empowerment dapat mempengaruhi self concept melalui pengetahuan, dan sikap respon terhadap informasi
Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo Piola, Wiwi Susanti; Sudirman, Andi Akifa; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Maga, Cindy S.
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3086

Abstract

Pengetahuan tenaga kesehatan mengenai gizi pada anak stunting sangatlah penting karena tingkat pelayanan gizi akan sejalan dengan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengetahuan tenaga kesehatan tentang penanganan stunting pada balita. Desain penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi tenaga kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah yaitu sebanyak 37 orang, jumlah sampel sebanyak 37 orang atau total sampling yaitu 37 orang. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan tenaga kesehatan tentang penanganan stunting di Puskesmas Kota Tengah yang tertinggi yaitu pengetahuan baik sebanyak 36 orang (97,3%) dan yang terendah yaitu pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (2,7%). Kesimpulan sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan baik tentang penanganan stunting. Saran bagi petugas kesehatan agar tetap menjaga dan meningkatkan pengetahuan terkait stunting sehingga dalam penanganan stunting di wilayah kerja dapat di tangani secara optimal.