cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Implementasi Teknik Personal Selling Windi Sudartiani; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Communication Management 777 - 784
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25198

Abstract

Indonesia's automotive industry, which continues to grow each year, creates high demand for vehicle spare parts availability. Amid intensifying business competition and rapid digital media expansion, ASP Motor continues to rely on personal selling as its primary approach for marketing Mitsubishi spare parts without utilizing social media. This study aims to analyze how personal selling techniques are implemented by ASP Motor, the obstacles encountered during marketing process, and the reasons personal selling is maintained without social media support. A qualitative method with a case study approach was employed in this research. Data were collected through in-depth interviews, observation, literature review, and documentation involving the business owner, loyal customers, and an expert informant for triangulation purposes. Data were analyzed through reduction, data display, and conclusion drawing, while validity was ensured through source and method triangulation. Findings reveal that ASP Motor implements personal selling through product portfolio presentations, sample introductions to prospective customers, price transparency, and encouraging consumer purchasing decisions. Obstacles encountered include differences in perception, unclear information, and consumer assessments of the communication approach. ASP Motor maintains personal selling due to its products' technical nature requiring direct explanation, longterm customer loyalty, and trust built through personal relationships with the business owner.   Industri otomotif Indonesia yang terus berkembang setiap tahunnya menciptakan kebutuhan yang tinggi terhadap ketersediaan suku cadang atau sparepart kendaraan. Di tengah meningkatnya persaingan usaha dan pesatnya perkembangan media digital, ASP Motor justru tetap mempertahankan teknik personal selling sebagai pendekatan utama dalam memasarkan sparepart Mitsubishi tanpa memanfaatkan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana implementasi teknik personal selling yang dilakukan ASP Motor, hambatan yang dihadapi dalam proses pemasaran, serta alasan teknik personal selling tetap dipertahankan tanpa bantuan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, pelanggan tetap ASP Motor serta informan ahli sebagai proses triangulasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi personal selling ASP Motor dilakukan melalui penyampaian portofolio produk, pengenalan sampel ke calon pelanggan, transparansi harga, dan mendorong keputusan pembelian konsumen. Hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan persepsi, ketidakjelasan informasi, dan penilaian konsumen terhadap pendekatan komunikasi. ASP Motor mempertahankan personal selling karena karakteristik produk teknis yang membutuhkan penjelasan langsung, loyalitas pelanggan jangka panjang, serta kepercayaan yang terbentuk melalui hubungan personal dengan pemilik usaha.
Konstruksi Makna Fashion Alternative melalui Konten Tiktok @BELLACLRS_ : ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE Fatimah Maulana; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Communication Management 785 - 792
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25199

Abstract

The growth of TikTok as a visual platform has opened a new space for individuals to express and construct identity, including through alternative fashion styles. This article examines how the meaning of alternative fashion is constructed through visual signs in the TikTok content of @bellaclrs_, and how these signs relate through Peircean semiosis. A qualitative approach is used with Charles Sanders Peirce’s semiotic analysis of icons, indexes, and symbols. Data were collected through non-participant observation of five purposively selected videos uploaded between August 2025 and May 2026. The findings show that icons appear through recurring items such as layering technique, leather and fur outerwear, and statement accessories; indexes appear through consistent styling competence and contextual adaptation; while symbols unfold into four interrelated meanings: dark feminine and gothic modern, vintage and thrift, gender fluid, and playful personal. The chain of semiosis linking these signs forms a visual narrative built on four meaning themes, namely visual identity consistency, contextual adaptability, cultural reinterpretation as creativity, and authenticity, positioning alternative fashion as a flexible, adaptive, and consistent visual identity that functions as a medium of nonverbal communication and self-expression.   Perkembangan TikTok sebagai platform visual mendorong munculnya ruang ekspresi yang memungkinkan individu menampilkan dan membangun identitas, termasuk melalui gaya fashion alternative. Artikel ini mengkaji bagaimana makna fashion alternative dikonstruksi melalui tanda-tanda visual dalam konten TikTok akun @bellaclrs_, serta bagaimana tanda-tanda tersebut saling berelasi melalui proses semiosis Peirce. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce terhadap ikon, indeks, dan simbol. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan terhadap lima konten yang dipilih secara purposif dan diunggah pada periode Agustus 2025 hingga Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon ditampilkan melalui item fashion yang berulang, seperti teknik layering, jaket kulit dan bulu, serta aksesori mencolok; indeks ditampilkan melalui konsistensi kompetensi styling dan adaptasi kontekstual; sedangkan simbol berkembang menjadi empat pemaknaan yang saling berkaitan, yaitu dark feminine dan gothic modern, vintage dan thrift, gender fluid, serta playful personal. Rantai semiosis yang menghubungkan ketiga tanda tersebut membentuk narasi visual yang bertumpu pada empat tema makna, yaitu konsistensi identitas visual, adaptabilitas kontekstual, kreativitas sebagai reinterpretasi budaya, dan autentisitas, sehingga fashion alternative dikonstruksikan sebagai identitas visual yang fleksibel, adaptif, dan konsisten, sekaligus media komunikasi nonverbal dan ekspresi diri.
Refleksi Kritis sebagai Faktor Literasi Digital Dominan pada Parenting Gadget Anak Anisa Julpa Sakinah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management 803 - 810
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25207

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed parenting practices, particularly in relation to children's gadget usage. Parents are required to possess adequate digital literacy in order to guide, supervise, and educate children in using digital devices responsibly. This study aims to determine the influence of parents’ digital literacy knowledge on parenting styles in children's gadget usage and identify the most dominant digital literacy dimension affecting parenting practices. This study employed a quantitative explanatory method using a multiple regression analysis approach. The respondents consisted of 121 parents of students at MI Daarul Hikmah Al-Qorni selected through proportional cluster sampling. The independent variables included technological awareness, technical skills, socio-cultural understanding, and critical reflection, while the dependent variable was parenting style in children's gadget usage. The findings indicate that parents’ digital literacy knowledge significantly influences parenting style. Simultaneously, all dimensions of digital literacy contribute significantly to parenting practices. Among the dimensions examined, critical reflection emerged as the most dominant factor influencing parenting style. Parents with higher critical reflection abilities tend to implement more adaptive, communicative, and participatory parenting approaches in supervising children's gadget use.   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pola pengasuhan orang tua, khususnya dalam penggunaan gadget pada anak. Orang tua dituntut memiliki pengetahuan literasi digital yang memadai agar mampu membimbing, mengawasi, dan mengarahkan anak menggunakan teknologi secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan literasi digital orang tua terhadap gaya parenting dalam penggunaan gadget pada anak serta mengidentifikasi dimensi literasi digital yang paling dominan memengaruhi gaya parenting. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori dan analisis regresi linear berganda. Responden penelitian berjumlah 121 orang tua siswa MI Daarul Hikmah Al-Qorni yang dipilih menggunakan teknik proportional cluster sampling. Variabel independen terdiri atas kesadaran teknologi, keterampilan teknis, pemahaman sosial budaya, dan refleksi kritis, sedangkan variabel dependen adalah gaya parenting dalam penggunaan gadget pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan literasi digital orang tua berpengaruh signifikan terhadap gaya parenting. Secara simultan seluruh dimensi literasi digital memberikan pengaruh yang signifikan terhadap gaya parenting. Di antara seluruh dimensi yang diteliti, refleksi kritis merupakan dimensi yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap gaya parenting. Orang tua yang memiliki kemampuan refleksi kritis yang tinggi cenderung menerapkan pola pengasuhan yang lebih komunikatif, adaptif, dan partisipatif dalam mendampingi penggunaan gadget pada anak.
Strategi Komunikasi Mahasiswa dalam Membangun Jaringan Profesional Melalui Linkedln Siti Lespianti; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management 811 - 818
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25231

Abstract

LinkedIn is a professional social networking platform specifically designed to facilitate individuals and corporate entities in building business partnerships, accelerating career development, and distributing information related to the work environment. This study aims to examine the communication strategies used by students who are LinkedIn users, understand the reasons behind students choice of LinkedIn as a career-support platform, and explore how they manage their communication activities on it.The research employs a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques include interviews with active student users on LinkedIn, as well as observation and documentation. The subjects of this study are students who have actively used LinkedIn within the last six months and have prior work or internship experience. The results of this study indicate that the process of developing a LinkedIn profile among students is carried out gradually, in a neat and structured manner, with clear information presented. Additionally, it is influenced by students’ awareness of the importance of building a professional image and attracting opportunities and attention from recruiters.   LinkedIn merupakan sebuah platform jejaring sosial yang bersifat profesional, yang dirancang secara spesifik untuk memfasilitasi individu serta entitas korporasi dalam membangun kemitraan bisnis, mempercepat pengembangan karier, dan mendistribusikan informasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi komunikasi yang digunakan mahasiswa pengguna akun linkedln, memahami alasan mahasiswa dalam pemilihan linkedln sebagai pendukung karier serta bagaimana mahasiswa pengguna akun linkedln mengelola aktivitas komunikasi di dalamnya. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan mahasiswa pengguna aktif di linkedln, obervasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pengguna aktif dalam enam bulan terakhir di linkedln serta sudah berpengalaman bekerja atau magang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses penyusunan profile di linkeldn oleh mahasiswa tidak hanya dilakukan secara bertahap, tersusun rapih, terstruktur serta informasi yang di berikan jelas. Tetapi juga dipengaruhi oleh kesadaran mahasiswa akan pentingnya membangun citra profesional dan untuk menarik kesempatan serta perhatian di mata perekrut.
Komunikasi Nonverbal Mahasiswa Indonesia dalam Interaksi Antarbudaya di Bangkok Salma Mardhiyyah Rizain; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management 819 - 826
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25301

Abstract

This study is motivated by the language barriers experienced by Indonesian students participating in the Summer Course program in Bangkok when interacting with local Thai communities, which encouraged the use of nonverbal communication as a means of conveying intentions and building understanding in an intercultural context. This study aims to analyze the use of nonverbal communication by Indonesian students through facial expressions, body gestures, eye contact, posture, and body movements in daily interactions with local communities in Bangkok. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The findings indicate that nonverbal communication became the primary strategy used by students to overcome verbal communication barriers. Facial expressions were used to express confusion, comfort, and build mutual understanding. Body gestures were utilized as substitutes for verbal communication, particularly in daily activities. Eye contact was used to show attention, interpret responses, and maintain communication flow. Meanwhile, posture and body movements reflected adjustments to Thai cultural norms as part of an intercultural adaptation process. Therefore, nonverbal communication plays an important role in supporting students’ interactions with local communities during the Summer Course program.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan bahasa yang dialami mahasiswa Indonesia peserta Summer Course di Bangkok saat berinteraksi dengan masyarakat lokal Thailand, sehingga mendorong penggunaan komunikasi nonverbal sebagai sarana penyampaian maksud dan membangun pemahaman dalam konteks antarbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan komunikasi nonverbal mahasiswa Indonesia melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, serta postur dan gerak tubuh dalam interaksi sehari-hari dengan masyarakat lokal di Bangkok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal menjadi strategi utama mahasiswa dalam mengatasi hambatan komunikasi verbal. Ekspresi wajah digunakan untuk menunjukkan kebingungan, kenyamanan, dan membangun pemahaman bersama. Gestur tubuh dimanfaatkan sebagai pengganti komunikasi verbal, terutama dalam aktivitas sehari-hari. Kontak mata digunakan untuk menunjukkan perhatian, membaca respon, dan menjaga alur komunikasi. Sementara itu, postur dan gerak tubuh menunjukkan adanya penyesuaian terhadap norma budaya Thailand sebagai bagian dari proses adaptasi antarbudaya. Dengan demikian, komunikasi nonverbal berperan penting dalam mendukung interaksi mahasiswa dengan masyarakat lokal selama program Summer Course.
Respon Bobotoh terhadap Brand Activation Perkenalan Pemain Baru Persib Bandung Musim 2025/2026 Fathan Fauzi Akbar; Oji kurniadi
Bandung Conference Series: Communication Management 827- 834
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25310

Abstract

This study describes Bobotoh responses to Persib Bandung's brand activation in introducing new players for the 2025/2026 season. The activity used a combination of digital, conventional, and public-space media, including Instagram, newspapers, videotrons, radio, cinema screens, mobile videotrons, and flower boards. The study is positioned within marketing communication and the Stimulus-Organism-Response framework, with brand activation understood as a communication stimulus that creates audience experience. This research uses a qualitative method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through retrospective observation of communication materials, in-depth interviews with four Bobotoh and one key informant, and documentation of player-introduction content and audience responses. The data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings show positive responses in three dimensions. Cognitively, the activation attracted attention, increased awareness, and strengthened Bobotoh's understanding of new players and Persib Bandung as a creative and innovative club. Affectively, the activity generated enthusiasm, pride, admiration, nostalgia, curiosity, and emotional closeness. Conatively, it encouraged information seeking, discussion, content sharing, and direct actions such as purchasing newspapers used as activation media. The study concludes that Persib Bandung's player-introduction activation functioned not only as information delivery, but also as an experiential marketing communication strategy.   Penelitian ini mendeskripsikan respon Bobotoh terhadap aktivitas Brand Activation Persib Bandung dalam perkenalan pemain baru musim 2025/2026. Aktivitas tersebut menggunakan kombinasi media digital, media konvensional, dan ruang publik, seperti Instagram, koran, videotron, radio, bioskop, mobitron, serta karangan bunga. Penelitian ini ditempatkan dalam kajian komunikasi pemasaran dengan kerangka Stimulus-Organism-Response, sehingga Brand Activation dipahami sebagai stimulus komunikasi yang membentuk pengalaman audiens. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi retrospektif terhadap materi komunikasi, wawancara mendalam dengan empat Bobotoh dan satu informan kunci, serta dokumentasi konten perkenalan pemain dan respon audiens. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan respon positif pada tiga aspek. Secara kognitif, aktivitas tersebut menarik perhatian, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat pemahaman Bobotoh terhadap pemain baru serta citra Persib sebagai klub kreatif dan inovatif. Secara afektif, aktivitas tersebut membangkitkan antusiasme, kebanggaan, kekaguman, nostalgia, rasa penasaran, dan kedekatan emosional. Secara konatif, aktivitas tersebut mendorong pencarian informasi, diskusi, pembagian konten, serta tindakan nyata seperti membeli koran yang digunakan sebagai media aktivasi. Penelitian menyimpulkan bahwa Brand Activation Persib tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai strategi komunikasi pemasaran berbasis pengalaman.
Strategi Komunikasi Agensi Wisata Menghadapi Regulasi Syamsul Bachri; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Communication Management 835 - 842
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25312

Abstract

Tourism regulatory changes in West Java, particularly Circular Letter Number 43/PK.03.04/Kesra concerning study tours in educational institutions, affect the operations and communication of travel agencies. This study aims to examine and analyze HD Holiday Tour & Travel's communication strategy in responding to regulatory change through the stages of research, planning, implementation, evaluation, and reporting and follow-up. The study is grounded in a positivist paradigm and applies a quantitative method with a quasi-qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with three purposively selected informants, observation of the company's Instagram account, and document analysis. Data were analyzed through reduction, display, conclusion drawing, verification, and source triangulation. The findings show that research relied on industry networks, media, associations, and official circulars; planning focused on regulatory compliance, client problem solving, and market diversification; implementation used meetings, telephone calls, WhatsApp, and vendor coordination; evaluation was based on solution acceptance, relationship continuity, and reputation; and monthly reporting was conducted, although operational case documentation remained unsystematic. The study recommends written message guidelines, evaluation indicators, structured case documentation, and a stronger educational function for Instagram.   Perubahan regulasi pariwisata di Jawa Barat, khususnya Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra mengenai kegiatan study tour pada satuan pendidikan, berdampak pada operasional dan komunikasi agen perjalanan wisata. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisis strategi komunikasi HD Holiday Tour & Travel dalam menghadapi perubahan regulasi melalui tahap riset, perencanaan, implementasi, evaluasi, serta pelaporan dan tindak lanjut. Penelitian berlandaskan paradigma positivistik, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi-kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive, observasi Instagram perusahaan, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, penarikan simpulan, verifikasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap riset memanfaatkan jaringan industri, media, asosiasi, dan surat edaran perencanaan berfokus pada kepatuhan regulasi, penyelesaian masalah klien, dan diversifikasi pasar; implementasi dilakukan melalui pertemuan, telepon, WhatsApp, serta koordinasi vendor evaluasi didasarkan pada penerimaan solusi, keberlanjutan hubungan, dan reputasi sedangkan pelaporan telah dilakukan secara bulanan, tetapi dokumentasi kasus operasional belum sistematis. Penelitian merekomendasikan pedoman pesan tertulis, indikator evaluasi, dokumentasi kasus, dan penguatan fungsi edukasi Instagram.
Hubungan Konten Multibahasa dengan Motivasi Belajar Bahasa Asing Rijal Akbar Nashrullah; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Communication Management 843 - 852
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25341

Abstract

Globalization has had a significant impact on various aspects of life, including social, political, economic, and human communication patterns. Language is a key element in the communication process because it serves as the primary tool for interacting and conveying meaning. The development of social media, especially the YouTube platform, has given rise to the phenomenon of increased consumption of multilingual content that is not only entertaining but also educational. One notable account is Juni The Polyglot, which showcases communication skills in various foreign languages and has the potential to influence the motivation to learn foreign languages among its viewers. This study uses a quantitative approach with a correlational study. The research population consists of followers who interact through comments on Juni The Polyglot videos, with a sample of 59 respondents obtained using the Slovin formula. Data collection techniques in this study were conducted through questionnaires, literature studies, and additional interviews to strengthen the findings. The findings indicate that there is a positive and significant relationship between multilingual content and foreign language learning motivation among Juni The Polyglot's followers. The overall relationship falls into the strong category. Furthermore, each sub-variable Shareable, Useful, Interesting, and Different—also demonstrates a positive and significant relationship with foreign language learning motivation, with correlation strengths categorized as moderate. Among these four dimensions, Useful shows the strongest relationship with learning motivation. In conclusion, the higher the quality of multilingual content presented by Juni The Polyglot in terms of shareability, usefulness, attractiveness, and uniqueness, the higher the followers' motivation to learn foreign languages. This study is expected to contribute to the development of digital communication research, particularly regarding the effectiveness of educational content on social media in enhancing learning motivation, and to provide insights for educational content creators in developing more effective learning content.   Globalisasi telah membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial, politik, ekonomi, serta pola komunikasi manusia. Bahasa menjadi elemen kunci dalam proses komunikasi tersebut karena berfungsi sebagai alat utama untuk berinteraksi dan menyampaikan makna. Perkembangan media sosial, khususnya platform YouTube, memunculkan fenomena meningkatnya konsumsi konten multibahasa yang tidak hanya bersifat hiburan tetapi juga edukatif. Salah satu akun yang menonjol adalah Juni The Polyglot, yang menampilkan kemampuan komunikasi dalam berbagai bahasa asing dan berpotensi memengaruhi motivasi belajar bahasa asing di kalangan penontonnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi korelasional. Populasi penelitian adalah pengikut yang berinteraksi melalui komentar pada video Juni The Polyglot, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh melalui rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner, studi literatur serta wawancara tambahan untuk memperkuat hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konten multibahasa dengan motivasi belajar bahasa asing pada followers Juni The Polyglot. Hubungan tersebut berada pada kategori kuat. Hasil pengujian pada masing-masing sub-variabel juga menunjukkan bahwa Shareable, Useful, Interesting, dan Different memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan motivasi belajar bahasa asing, dengan tingkat hubungan berada pada kategori sedang. Di antara keempat sub-variabel tersebut, dimensi Useful merupakan dimensi yang memiliki hubungan paling tinggi terhadap motivasi belajar bahasa asing. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas konten multibahasa yang disajikan Juni The Polyglot, baik dari aspek kemudahan untuk dibagikan, kebermanfaatan, daya tarik, maupun keunikannya, maka semakin tinggi pula motivasi followers dalam mempelajari bahasa asing.
Pengaruh Rebranding GVFI di Media Sosial Instagram terhadap Loyalitas Pelanggan Muhammad Rafli Saputra; M. E. Fuady
Bandung Conference Series: Communication Management 853 - 860
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25372

Abstract

Rebranding is a corporate strategy undertaken to renew a brand's identity in order to adapt to market changes, strengthen its market position, and enhance its competitiveness. GVFI implemented a rebranding strategy through brand repositioning, brand redesign, and brand relaunch, which were communicated via Instagram. However, following the rebranding process, the company's customer repeat order rate declined, raising the question of whether rebranding truly contributes to customer loyalty. This study aims to analyze the effect of GVFI's product rebranding on Instagram on customer loyalty by employing the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) Theory as its theoretical framework, which explains that rebranding serves as a stimulus processed by consumers (organism), resulting in a response in the form of customer loyalty. This research adopted a descriptive-verificative quantitative approach using simple linear regressionanalysis. The sample consisted of 80 repeat-purchase customers of GVFI in Bandung City, selected using proportional random sampling based on the Slovin formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using validity, reliability, classical assumption, regression, t-test, F-test, and coefficient of determination analyses with SPSS. The findings indicate that rebranding has a positive and significant effect on customer loyalty (t = 2.778; Sig. = 0.007 < 0.05). Brand redesign and brand relaunch have significant effects on customer loyalty, whereas brand repositioning does not. The coefficient of determination of 4.9% indicates that rebranding contributes only a relatively small proportion to customer loyalty, while the remaining 95.1% is explained by other factors outside the research model.   Rebranding merupakan strategi perusahaan untuk memperbarui identitas merek agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, memperkuat posisi merek, dan meningkatkan daya saing. Brand GVFI melakukan rebranding melalui brand repositioning, brand redesign, dan brand relaunch yang dikomunikasikan melalui Instagram. Namun, setelah rebranding dilakukan, tingkat repeat order pelanggan justru menurun, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah rebranding benar-benar berkontribusi terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rebranding produk GVFI di Instagram terhadap loyalitas pelanggan, menggunakan Teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R) sebagai landasan teoretis, yang menjelaskan rebranding sebagai stimulus yang diproses konsumen (organism) sehingga menghasilkan respons berupa loyalitas pelanggan (response). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-verifikatif melalui regresi linear sederhana, dengan sampel 80 responden pelanggan pembelian ulang GVFI di Kota Bandung yang ditentukan menggunakan proportional random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan SPSS. Hasil menunjukkan rebranding berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan (t = 2,778; Sig. = 0,007 < 0,05). Brand redesign dan brand relaunch berpengaruh signifikan, sedangkan brand repositioning tidak. Koefisien determinasi sebesar 4,9% menunjukkan kontribusi rebranding terhadap loyalitas pelanggan masih relatif rendah, dengan 95,1% dipengaruhi faktor lain di luar model.
Strategi Promosi Welding School Melalui Instagram PT Khawatama Kota Bandung Raden Raffi Rizki Fadillah; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Communication Management 861 - 870
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25389

Abstract

This research is motivated by PT Khawatama's efforts to utilize Instagram as a promotional tool to raise awareness and increase participation in the welding training programs they offer. The main focus of this study is to assess the effectiveness of the promotional strategies implemented through the Instagram account @kursuslasbandung, as well as how the use of Instagram features such as Stories, Reels, and photos can enhance audience interaction and build trust in the training services. Using a qualitative approach through a case study, this research collects data through interviews, observations, and content analysis of posts made on the Instagram account. The collected data will be analyzed to identify patterns of interaction between PT Khawatama and its audience, as well as how the information shared can influence the audience's decision to register for training. The results of this research are expected to provide a deeper understanding of Instagram's role in promoting training programs, as well as effective marketing strategies to increase the number of training participants, while contributing to the development of digital communication theories and marketing of skill education via social media.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya PT Khawatama dalam memanfaatkan Instagram sebagai alat promosi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program pelatihan welding yang mereka tawarkan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas strategi promosi yang diterapkan melalui akun Instagram @kursuslasbandung, serta bagaimana penggunaan fitur Instagram, seperti Stories, Reels, dan foto, dapat meningkatkan interaksi audiens dan membangun kepercayaan terhadap layanan pelatihan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis konten yang diposting di akun Instagram tersebut. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk mengidentifikasi pola interaksi antara PT Khawatama dan audiens, serta bagaimana informasi yang disampaikan dapat mempengaruhi keputusan audiens untuk mendaftar pelatihan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran Instagram dalam promosi program pelatihan, serta strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan jumlah peserta pelatihan, sekaligus berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi digital dan pemasaran pendidikan keterampilan melalui media sosial.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue