cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Hubungan Sosial Media Marketing dengan Brand Image Dago Dreampark Mohchamad Bilal Padilah; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management 361 - 368
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25962

Abstract

The development of social media has made social media marketing an important strategy in building the brand image of tourist destinations. This study aims to determine the relationship between social media marketing and the brand image of Dago Dreampark. The research method uses a quantitative approach with a survey method of visitors who follow the Dago Dreampark Instagram account. Social media marketing is measured through the dimensions of entertainment, interactivity, and word of mouth, while brand image is measured through strength, favorability, and uniqueness. Data analysis uses Pearson Product Moment correlation. The results show that social media marketing has a significant relationship with the brand image of Dago Dreampark. This finding emphasizes the importance of managing interesting and interactive social media content in building the brand image of tourist destinations.   Perkembangan media sosial menjadikan social media marketing sebagai strategi penting dalam membangun brand image destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan social media marketing dengan brand image Dago Dreampark. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengunjung yang mengikuti akun Instagram Dago Dreampark. Social media marketing diukur melalui dimensi entertainment, interactivity, dan word of mouth, sedangkan brand image diukur melalui strength, favorability, dan uniqueness. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing memiliki hubungan yang signifikan dengan brand image Dago Dreampark. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan konten media sosial yang menarik dan interaktif dalam membangun citra merek destinasi wisata.
Kepemimpinan Komunikatif Ketua dan Loyalitas Majelis Taklim Nuurun Nisa Kota Cimahi Nadhiira Zahrani; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management 1073 - 1080
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25963

Abstract

This study examines the practice of communicative leadership and its relation to the loyalty of administrators in Majelis Taklim Nuurun Nisaa, Cimahi City. The research is motivated by the phenomenon of declining activity and sustainability in many community-based religious organizations, which is often influenced by ineffective leadership communication. Therefore, this study aims to describe how communicative leadership is implemented and how administrator loyalty is formed within the organization.This research uses a quantitative descriptive approach. The research object consists of 17 active administrators selected using a saturated sampling technique. Data were collected through primary sources using a questionnaire instrument with a Likert scale, supported by observation. The data were processed using descriptive statistical analysis, including frequency distribution and percentage calculations.The results show that communicative leadership is implemented very well, particularly in aspects of empathy, openness, and communication clarity. Administrator loyalty is also categorized as high, especially in affective, continuance, and normative commitment. However, loyalty in behavioral aspects, such as role modeling, is relatively less optimal. The findings indicate that effective communication by leaders plays a significant role in strengthening administrator loyalty and organizational sustainability.It is recommended that future research explore this topic using different approaches and broader research objects to obtain more comprehensive findings.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik communicative leadership serta loyalitas pengurus pada Majelis Taklim Nuurun Nisaa Kota Cimahi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya keberlanjutan organisasi keagamaan berbasis komunitas yang seringkali disebabkan oleh lemahnya komunikasi kepemimpinan. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami bagaimana komunikasi pemimpin dapat membentuk loyalitas anggota dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Objek penelitian adalah 17 pengurus aktif yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui sumber data primer menggunakan kuesioner dengan skala Likert, serta didukung oleh observasi. Data kemudian diolah menggunakan analisis statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa communicative leadership diterapkan dengan sangat baik, terutama dalam aspek keterbukaan, empati, dan kejelasan komunikasi. Loyalitas pengurus juga tergolong tinggi, khususnya pada komitmen afektif, kontinuitas, dan normatif. Namun, pada aspek perilaku seperti keteladanan, masih belum optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif dari pemimpin berperan penting dalam memperkuat loyalitas dan keberlanjutan organisasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan yang berbeda serta objek yang lebih luas agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Rekonstruksi Pola Komunikasi Kakak dan Adik Pasca Kehilangan Ibu dalam Konteks Keluarga: Studi Fenomenologi Lu’lu’il Fajriah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management 1081 - 1088
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25973

Abstract

The death of a mother constitutes a critical life event that affects not only individual psychological well-being but also the communication dynamics within the family. Previous studies have predominantly examined parental loss from the perspectives of grief and psychological adjustment, whereas limited attention has been given to how sibling communication is reconstructed following maternal loss. This study aims to explore the subjective experiences of siblings in interpreting the loss of their mother, examine the process of reconstructing communication patterns, and explain the formation of new relational meanings within sibling relationships after maternal death. This research employed a constructivist paradigm using a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Four participants, consisting of two sibling pairs, were selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings indicate that maternal loss initiates a process of communication reconstruction through three interrelated dimensions: role shifting communication, safe communication space, and relational identity reconstruction. Older siblings gradually reconstructed communicative roles previously associated with the mother by providing emotional support, guidance, and maintaining family connectedness. Simultaneously, sibling interactions evolved into more open, empathetic, and supportive relationships, leading to the emergence of new relational meanings that positioned siblings as emotional companions and guardians of family continuity. These findings demonstrate that maternal loss not only generates grief but also reconstructs communication practices and relational identities within the family.   Kematian ibu merupakan peristiwa kehilangan yang berdampak tidak hanya pada kondisi psikologis individu, tetapi juga pada dinamika komunikasi dalam keluarga. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada pengalaman berduka dan penyesuaian psikologis individu, sementara kajian mengenai bagaimana pola komunikasi saudara kandung direkonstruksi pasca kehilangan ibu masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman subjektif kakak dan adik dalam memaknai kehilangan ibu, mengkaji proses rekonstruksi pola komunikasi yang terjadi, serta menjelaskan pembentukan makna relasional baru dalam hubungan saudara kandung setelah kematian ibu. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode kualitatif dan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Informan penelitian terdiri atas empat orang yang berasal dari dua pasangan kakak dan adik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan ibu menjadi titik awal rekonstruksi komunikasi melalui tiga dimensi utama, yaitu role shifting communication, safe communication space, dan relational identity reconstruction. Kakak secara bertahap merekonstruksi fungsi komunikasi yang sebelumnya dijalankan oleh ibu sebagai pemberi arahan, pelindung, dan penghubung keluarga. Hubungan komunikasi yang sebelumnya lebih bersifat fungsional berkembang menjadi lebih terbuka, suportif, dan berorientasi pada dukungan emosional sehingga melahirkan makna baru mengenai hubungan saudara kandung sebagai sumber kekuatan emosional, mitra dalam menghadapi kehilangan, serta penjaga keberlangsungan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa kehilangan ibu tidak hanya memunculkan pengalaman berduka, tetapi juga mendorong rekonstruksi praktik komunikasi dan identitas relasional dalam keluarga.
Resepsi Gen Z dalam Podcast Raditya Dika Salma Su'daa Saajidah; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Communication Management 1089 - 1096
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25979

Abstract

Raditya Dika’s podcast has become a popular digital medium among teenagers and adults alike, as it offers lighthearted, engaging, and educational discussions on mental health, parenting, and his experiences as a doctor. The episode featuring Dr. Tirta and Dr. Gia successfully delivered entertaining and enjoyable yet informative content; the distinct personalities and communication styles of the two guests served as a unique draw for the audience, leading to diverse interpretations of the conversation’s content. This study aims to analyze audience reception of the information presented regarding mental health and child-rearing in Raditya Dika’s podcast featuring Dr. Tirta and Dr. Gia. This study employs a qualitative method with a reception analysis approach. Data collection methods included in-depth interviews, observation of podcast episodes on YouTube, and a literature review. This study also utilized Stuart Hall’s Audience Reception Theory, which explains that audiences play an active role in interpreting media messages. Field research findings revealed that Gen Z informants recognized a stark contrast in the personalities of the two guests, dubbed “Tantrum vs. Tentram” by the audience: Dr. Tirta exhibits a sarcastic personality, while Dr. Gia has a gentle and soft-spoken demeanor. These differences actually complement each other and make health education and parenting advice more entertaining and less rigid. Overall, this podcast is considered a highly effective and communicative digital educational tool for the younger generation.   Podcast Raditya Dika menjadi salah satu media digital yang banyak diminati oleh kalangan remaja hingga dewasa karena menyajikan pembahasan yang ringan, komunikatif dan edukatif mengenai kesehatan mental, pola asuh anak, serta pengalaman sebagai seorang dokter. Episode Dr. Tirta dan Dr Gia berhasil menghadirkan konten yang menghibur dan menyenangkan namun tetap informatif, perbedaan karaker dan gaya komunikasi kedua narasumber tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi audiens sehingga memunculkan beragam interpretasi terhadap isi percakapan yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi audiens terhadap penyampaian informasi mengenai kesehatan mental dan pola asuh anak dalam podcast Raditya Dika bersama Dr. Tirta dan Dr. Gia, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam, observasi tayangan podcast pada platform Youtube, serta studi literatur. Penelitian ini juga menggunakan Audience Reception Theory yang dikemukakan oleh Stuart Hall, yang menjelaskan bahwa audiens berperan aktif dalam memaknai pesan media. Hasil penelitian yang ditemukan di lapangan bahwa informan Gen Z menyadari adanya perbedaan karakter yang konras antara kedua narasumber yang dijuluki “Tantrum Vs Tentram” oleh audiens, Dr. Tirta memiliki karakter yang sarkas sedangkan Dr. Gia memiliki karakter yang lemah lembut. Adanya perbedaan ini justru saling melengkapi serta membuat edukasi kesehatan dan pola asuh anak menjadi lebih menghibur dan tidak kaku. Secara keseluruhan podcast ini dinilai sebagai sarana edukasi digital yang sangat efektif dan komunikatif bagi generasi muda.
Representasi Identitas Budaya Sunda dalam Konten Tiktok THE PANTURAS: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Fahrul Burhanuddin Tsani; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Communication Management 915 - 922
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.26060

Abstract

The development of social media has created new spaces for cultural representation in digital media. TikTok has become one of the platforms that enables users to disseminate cultural values through audiovisual content. This study aims to analyze the representation of Sundanese cultural identity in The Panturas' TikTok content using Roland Barthes' semiotic analysis. The research employed a qualitative descriptive approach with Roland Barthes' semiotic method focusing on denotation, connotation, and myth. The object of the study consisted of selected TikTok content uploaded by The Panturas that contained elements of Sundanese culture. Data were collected through documentation and observation of visual, audio, and textual elements contained in the content. The findings indicate that Sundanese cultural identity is represented through the use of Sundanese language, traditional Sundanese songs, local humor, and traditional musical instruments. At the denotative level, these elements appear as cultural symbols displayed in the content. At the connotative level, they reflect values of politeness, cultural pride, and local identity. At the myth level, the content constructs the understanding that Sundanese culture is not merely a traditional heritage but remains relevant and adaptable in the digital era. The study concludes that The Panturas utilizes TikTok as a medium for representing and preserving Sundanese cultural identity among younger generations.   Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi representasi budaya dalam media digital. TikTok menjadi salah satu platform yang memungkinkan penyebaran nilai-nilai budaya melalui konten audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas budaya Sunda dalam konten TikTok The Panturas menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode semiotika Roland Barthes yang berfokus pada makna denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian berupa konten TikTok The Panturas yang memuat unsur-unsur budaya Sunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi terhadap unsur visual, audio, dan teks dalam konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya Sunda direpresentasikan melalui penggunaan bahasa Sunda, lagu daerah Sunda, humor berbasis budaya lokal, serta alat musik tradisional Sunda. Pada tingkat denotasi, unsur-unsur tersebut tampil sebagai simbol budaya yang terlihat secara langsung. Pada tingkat konotasi, unsur tersebut memaknai nilai kesopanan, kebanggaan budaya, dan identitas lokal. Sementara pada tingkat mitos, konten membangun pemahaman bahwa budaya Sunda bukan sekadar warisan tradisional, melainkan identitas yang tetap relevan dan mampu beradaptasi di era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa The Panturas memanfaatkan TikTok sebagai media representasi sekaligus pelestarian identitas budaya Sunda kepada generasi muda.
Efektivitas Komunikasi Interpersonal Fasilitator dalam Tinjauan mengenai Edukasi Literasi Keuangan Nafisa Fadiya Putri; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Communication Management 983 - 990
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.26214

Abstract

This study discusses the effectiveness of facilitators' interpersonal communication in financial literacy education within the Industrial Visit Program (NGANTRI) organized by the Financial Services Authority (OJK) of West Java Province. The purpose of this study is to examine the effectiveness of facilitators' interpersonal communication based on the five elements of interpersonal communication proposed by Joseph A. DeVito, namely openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. This study employs a quantitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were conducted through questionnaires, interviews, observations, and documentation. The population of this study consisted of participants in the NGANTRI Program at OJK West Java, while the sampling technique used Total sampling. The results show that facilitators' interpersonal communication in the NGANTRI Program was carried out effectively. Openness was reflected through clear information delivery and two-way communication. Empathy was shown through the facilitators' ability to understand participants' needs. Supportiveness, positiveness, and equality were reflected in a comfortable, interactive, and participatory communication atmosphere during the activities. The implementation of these five elements helped participants better understand financial literacy education materials.   Penelitian ini membahas efektivitas komunikasi interpersonal fasilitator dalam edukasi literasi keuangan pada Program Kunjungan Industri (NGANTRI) Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi interpersonal fasilitator yang ditinjau melalui lima unsur komunikasi interpersonal menurut Joseph A. DeVito, yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian merupakan peserta Program NGANTRI OJK Jawa Barat dengan penentuan sampel menggunakan teknik Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal fasilitator dalam Program NGANTRI OJK Jawa Barat berlangsung secara efektif. Keterbukaan terlihat melalui penyampaian informasi yang jelas dan adanya komunikasi dua arah. Empati terlihat dari kemampuan fasilitator memahami kebutuhan peserta. Sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan tercermin melalui suasana komunikasi yang nyaman, interaktif, dan partisipatif selama kegiatan berlangsung. Penerapan kelima unsur komunikasi interpersonal tersebut membantu peserta memahami materi edukasi literasi keuangan dengan lebih baik.
Penggunaan Game Roblox sebagai Media Pembelajaran Virtual oleh Mahasiswa President University Sausan Mumtaz Sabila; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management 1113 - 1120
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.26215

Abstract

The development of digital technology has encouraged universities to explore learning media that can expand the communication space between lecturers and students. One form of this innovation is the use of Roblox, an online game platform built on a virtual world, as a supporting learning medium at President University. This article describes how Roblox is used in learning activities and analyzes the communication patterns that emerge from the perspective of Computer-Mediated Communication (CMC). The study applied a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained through in-depth interviews with two students who took the Roblox course, an interview with a communication expert for source triangulation, and documentation of assignments and learning activities. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The results show that the Roblox course combines face-to-face meetings, Google Meet, and activities inside the virtual map, and integrates avatar development, video production and editing, portfolio preparation, and projects tailored to each student's field. Communication occurs through synchronous and asynchronous channels, avatar-based self-representation, two-way interaction, and a relatively informal atmosphere that is nevertheless shaped by lecturers' communication styles and technical constraints. Roblox is therefore best positioned as a supporting medium that complements formal learning rather than replacing face-to-face classes or video-conferencing platforms. Perkembangan teknologi digital mendorong perguruan tinggi untuk mengeksplorasi media pembelajaran yang dapat memperluas ruang komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah pemanfaatan Roblox, platform permainan daring berbasis dunia virtual, sebagai media pendukung pembelajaran di President University. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan Roblox dalam kegiatan pembelajaran serta menganalisis gambaran komunikasi yang terbentuk berdasarkan perspektif Computer-Mediated Communication (CMC). Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data bersumber dari wawancara mendalam dengan dua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Roblox, wawancara ahli komunikasi sebagai triangulasi sumber, serta dokumentasi tugas dan aktivitas pembelajaran. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa mata kuliah Roblox tidak hanya berisi aktivitas di dalam permainan, tetapi mengintegrasikan presentasi, pengembangan avatar, produksi dan penyuntingan video, penyusunan portofolio, serta proyek yang disesuaikan dengan bidang mahasiswa. Komunikasi berlangsung melalui kombinasi tatap muka, lingkungan virtual, presentasi, dan kerja kolaboratif. Roblox memfasilitasi komunikasi sinkron, representasi diri melalui avatar, interaksi dua arah, dan suasana komunikasi yang relatif cair. Karena itu, Roblox lebih tepat ditempatkan sebagai media pendukung yang melengkapi pembelajaran formal daripada menggantikan seluruh fungsi kelas tatap muka atau platform konferensi video.
Representasi Transportasi Hijau dalam Exhibition Fotografi PT KAI Bintang Ramadhan; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.26228

Abstract

Photography is a form of visual communication used by companies to convey information, construct meaning, and represent certain values to the public. PT Kereta Api Indonesia (Persero) utilizes photography through a photo exhibition displayed at Bandung Station as a visual medium to present railway transportation activities and the surrounding environment along railway routes. This study aims to identify the representation of the green transportation concept in the PT Kereta Api Indonesia Photo Exhibition at Bandung Station, analyze the meanings of icons, indexes, and symbols contained in the photographs, and examine the reasons for using photography as the company's visual medium. This study employed a qualitative research method with Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. Data were collected through observation of three photographs selected as research objects, documentation, and literature review. Data analysis was conducted by identifying icons, indexes, and symbols within each photograph and interpreting their meanings based on Peirce’s semiotic theory. In conclusion, photography in the PT Kereta Api Indonesia Photo Exhibition at Bandung Station functions not only as documentation but also as a visual communication medium that constructs the representation of green transportation through icons, indexes, and symbols. Through these photographs, PT Kereta Api Indonesia represents trains as a modern, efficient mode of transportation closely associated with environmental sustainability values.   Fotografi merupakan salah satu bentuk komunikasi visual yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan informasi, membangun makna, serta merepresentasikan nilai-nilai tertentu kepada masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memanfaatkan fotografi melalui Exhibition Foto yang dipasang di area Stasiun Bandung sebagai media visual untuk menampilkan aktivitas perkeretaapian dan lingkungan yang dilalui perjalanan kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi konsep transportasi hijau dalam Exhibition Foto PT Kereta Api Indonesia di Stasiun Bandung, menganalisis makna ikon, indeks, dan simbol yang terdapat pada fotografi tersebut, serta mengetahui alasan penggunaan fotografi sebagai media visual perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap tiga karya fotografi yang menjadi objek penelitian, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi unsur ikon, indeks, dan simbol yang terdapat dalam setiap fotografi, kemudian menginterpretasikan makna yang dihasilkan berdasarkan teori semiotika Peirce. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa fotografi dalam Exhibition Foto PT Kereta Api Indonesia di Stasiun Bandung tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai media komunikasi visual yang membangun representasi transportasi hijau melalui sistem tanda ikon, indeks, dan simbol. Melalui fotografi tersebut, PT Kereta Api Indonesia merepresentasikan kereta api sebagai moda transportasi yang modern, efisien, serta memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan.
Pengalaman Komunikasi Generasi Z dan Milenial dalam Penyampaian Ide Kerja: Studi Fenomenologi di Telkom Bandung Sabrina Rahmasari; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management 1007 - 1016
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.26305

Abstract

Differences in communication characteristics between Generation Z and Millennials in the workplace have the potential to influence the effectiveness of idea sharing and collaboration within organizations. This issue is particularly relevant at Telkom Bandung, a technology-based company where cross-generational interactions are an integral part of daily work activities. This study aims to explore the experiences, meanings, and communication adaptations of Generation Z and Millennial employees in conveying work-related ideas at Telkom Bandung. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using qualitative data analysis with source triangulation to ensure the credibility of the findings. The results indicate that cross-generational communication experiences are influenced more by organizational culture, interpersonal relationships, work experience, and communication structures than by generational differences themselves. These factors encourage learning and collaboration rather than conflict. Communication is perceived as a means of building professional legitimacy, fostering interpersonal relationships, facilitating work coordination, and creating psychological safety. Communication adaptation is achieved through adjustments in communication media, language use, the level of information detail, and an open communication culture. The study concludes that cross-generational communication at Telkom Bandung is adaptive and collaborative, enabling the differing characteristics of Generation Z and Millennials to become valuable sources of learning, knowledge sharing, and strengthened collaboration in the communication of work-related ideas.   Perbedaan karakteristik komunikasi antara Generasi Z dan Generasi Milenial di lingkungan kerja berpotensi memengaruhi efektivitas penyampaian ide dan kolaborasi dalam organisasi. Kondisi tersebut menjadi penting untuk dikaji di Telkom Bandung sebagai perusahaan berbasis teknologi yang melibatkan interaksi lintas generasi dalam aktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman, makna, dan penyesuaian komunikasi Generasi Z dan Generasi Milenial dalam menyampaikan ide kerja di Telkom Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi lintas generasi lebih dipengaruhi oleh budaya organisasi, hubungan interpersonal, pengalaman kerja, dan struktur komunikasi dibandingkan faktor generasi, sehingga mendorong pembelajaran dan kolaborasi daripada konflik. Komunikasi dimaknai sebagai sarana membangun legitimasi profesional, hubungan interpersonal, koordinasi pekerjaan, dan psychological safety. Penyesuaian komunikasi dilakukan melalui penyesuaian media, bahasa, tingkat detail informasi, serta budaya komunikasi yang terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi lintas generasi di Telkom Bandung berlangsung secara adaptif dan kolaboratif sehingga perbedaan karakteristik Generasi Z dan Generasi Milenial menjadi sumber pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kolaborasi dalam penyampaian ide kerja.
Peran Marketing Communication dalam Promosi Hotel Courtyard by Marriott Bandung Dago Puput Saskia; Nita Rustanti
Bandung Conference Series: Communication Management 793 - 802
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.26319

Abstract

This study aims to determine the role of Marketing Communication in supporting promotional activities, identify the most dominant promotional media used, and identify the obstacles faced by Marketing Communication along with the efforts to overcome them at Courtyard by Marriott Bandung Dago Hotel. This study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative design. Data were collected through interviews, observations, and documentation with three informants, namely the Assistant Marketing Communication Manager, Graphic Designer, and Assistant Sales Catering and Event Manager. The results show that Marketing Communication plays a strategic role including brand communication management, promotional campaign planning, and cross-divisional coordination. The most dominant promotional media used are social media, particularly Instagram, and Online Travel Agent (OTA). The obstacles faced include limited human resources, content revision processes, rapid changes in promotional information, limited digital marketing budget, and high hotel competition in Bandung City. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Marketing Communication dalam mendukung kegiatan promosi, mengidentifikasi media promosi yang paling dominan digunakan, serta mengetahui kendala yang dihadapi Marketing Communication beserta upaya mengatasinya di Hotel Courtyard by Marriott Bandung Dago. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan tiga informan yaitu Assistant Marketing Communication Manager, Graphic Designer, dan Assistant Sales Catering and Event Manager. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Marketing Communication menjalankan peran strategis meliputi pengelolaan komunikasi brand, perencanaan campaign promosi, dan koordinasi lintas divisi. Media promosi yang paling dominan digunakan adalah media sosial khususnya Instagram dan Online Travel Agent (OTA). Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, proses revisi konten, cepatnya perubahan informasi promosi, keterbatasan anggaran digital marketing, dan tingginya persaingan hotel di Kota Bandung.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue