cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram pada Akun Instagram @itsjourscake Aliyah Yasmin; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Communication Management 689 - 696
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24867

Abstract

The development of digital technology has encouraged business owners to utilize social media, particularly Instagram, as a marketing communication tool to introduce products, build relationships with consumers, and encourage purchasing decisions. One business that utilizes Instagram as a marketing communication medium is the @itsjourscake account, a culinary MSME based on custom cakes in Bandung City. In practice, an obstacle was found in the form of inconsistent content posting patterns influenced by resource limitations. This study aims to describe the brand-building strategy, the implementation of content management and message packaging, the implementation of digital marketing communication strategy through Instagram, and the obstacles faced by the @itsjourscake account in maintaining consistency in content posting. This study uses a case study method with a qualitative approach. Data collection techniques consist of observation, interviews, and documentation. The results show that the @itsjourscake account is built through product quality, distinctive product features, and visual display. Content management is carried out through flexible planning, message packaging tailored to each feature, and the use of feed, reels, and stories. The digital marketing communication strategy follows the flow of the RACE model in building relationships with the audience until customer loyalty is formed. The obstacles faced stem from limited staff and the challenge of maintaining content consistency amid the demands of daily operational activities. This study concludes that the success of digital marketing communication in MSMEs is determined not only by the strategy applied, but also by the ability to manage obstacles.   Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana komunikasi pemasaran untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, serta mendorong keputusan pembelian. Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran adalah akun @itsjourscake, sebuah UMKM kuliner berbasis custom cake di Kota Bandung. Dalam praktiknya, ditemukan hambatan berupa inkonsistensi pola pengunggahan konten yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembentukan brand, penerapan pengelolaan konten dan pengemasan pesan, penerapan strategi komunikasi pemasaran digital melalui Instagram, serta hambatan yang dihadapi akun @itsjourscake dalam menjaga konsistensi pengunggahan konten. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @itsjourscake dibangun melalui kualitas produk, ciri khas produk, dan tampilan visual. Pengelolaan konten dilakukan melalui perencanaan yang fleksibel, pengemasan pesan yang disesuaikan dengan fitur, serta pemanfaatan feed, reels, dan stories. Strategi komunikasi pemasaran digital mengikuti alur model RACE dalam membangun hubungan dengan audiens hingga terbentuk loyalitas pelanggan. Adapun hambatan yang dihadapi berasal dari keterbatasan karyawan dan tantangan menjaga konsistensi konten di tengah tuntutan operasional usaha sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan komunikasi pemasaran digital pada UMKM tidak hanya ditentukan oleh strategi yang diterapkan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola hambatan.
Makna Cancel culture pada Film Budi Pekerti : Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Moralitas Publik Uqbatia Tsani; Askurifa'i Baksin
Bandung Conference Series: Communication Management 697 - 708
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24883

Abstract

The rapid development of social media has transformed how people access information, express opinions, and evaluate individuals or social events. This transformation has contributed to the emergence of cancel culture, a phenomenon in which public judgment develops collectively based on fragmented information shared through digital media. The film Budi Pekerti portrays this phenomenon through the experiences of Bu Prani, a teacher whose life changes after a video of her argument in a traditional market goes viral. This study aims to identify the denotative, connotative, and mythical meanings of cancel culture in the film and explain their relationship to public morality. The research employed a qualitative method using Roland Barthes' semiotic analysis. Data were collected through textual observation and documentation of scenes, dialogues, character expressions, and visual elements relevant to the research focus. The findings show that, at the denotative level, cancel culture appears through the spread of viral content and public reactions. At the connotative level, the film illustrates that public judgment often develops more quickly than efforts to understand the complete context of an event. At the mythical level, the film reveals the belief that viral information is frequently treated as truth, allowing collective opinion to shape public morality and determine social judgment.   Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan pendapat, dan memberikan penilaian terhadap individu maupun suatu peristiwa. Perubahan tersebut melahirkan fenomena cancel culture, yaitu penghakiman publik yang berkembang secara kolektif berdasarkan potongan informasi yang tersebar di ruang digital. Film Budi Pekerti menampilkan fenomena tersebut melalui kisah Bu Prani, seorang guru yang menghadapi tekanan sosial setelah video perselisihannya di pasar menjadi viral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos mengenai cancel culture dalam film Budi Pekerti serta menjelaskan keterkaitannya dengan moralitas publik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi tekstual dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, serta unsur visual yang berkaitan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, cancel culture ditampilkan melalui penyebaran video dan munculnya reaksi publik. Pada tingkat konotasi, film memperlihatkan bahwa penghakiman berkembang lebih cepat dibandingkan upaya memahami konteks suatu peristiwa. Pada tingkat mitos, film menunjukkan adanya keyakinan bahwa informasi yang viral sering dipandang sebagai kebenaran sehingga opini kolektif berperan dalam membentuk moralitas publik dan menentukan penilaian sosial terhadap individu.
Persepsi Generasi Z tentang Gaya Komunikasi Tretan Muslim sebagai Podcaster Ilhandi Riski; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management 709 - 718
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24950

Abstract

The rapid growth of podcasts in Indonesia has positioned satirical content creators as influential figures among Generation Z audiences. Tretan Muslim, a host of the popular podcast Musuh Masyarakat, is known for a distinctive communication style in delivering social criticism through humor. This study describes Generation Z's perception in Bandung City of Tretan Muslim's communication style as a podcaster, based on six dimensions proposed by Tubbs and Moss (2008): Controlling, Equalitarian, Structuring, Dynamic, Relinquishing, and Withdrawal. Using a positivist paradigm and descriptive quantitative method, data were collected from 112 respondents aged 18-24 who listen to the podcast, selected through simple random sampling. A validated and reliable Likert-scale questionnaire was used, analyzed through descriptive statistics including frequency distribution, mean, median, mode, and standard deviation. Results show Generation Z perceives all six dimensions positively, with the Dynamic style scoring highest (91.15%) and Withdrawal lowest (85.18%), while the overall perception score (mean = 106.36) falls in the high category. These findings indicate that humor and energetic delivery are the most recognized traits of Tretan Muslim's communication style, while his Controlling tendency is balanced by an equally strong Equalitarian impression among Generation Z listeners.   Pertumbuhan pesat podcast di Indonesia menjadikan kreator konten satir sebagai figur berpengaruh di kalangan audiens Generasi Z. Tretan Muslim, salah satu host podcast populer Musuh Masyarakat, dikenal memiliki gaya komunikasi khas dalam menyampaikan kritik sosial melalui humor. Penelitian ini mendeskripsikan persepsi Generasi Z di Kota Bandung terhadap gaya komunikasi Tretan Muslim sebagai podcaster, berdasarkan enam dimensi yang dikemukakan oleh Tubbs dan Moss (2008): Controlling, Equalitarian, Structuring, Dynamic, Relinquishing, dan Withdrawal. Dengan menggunakan paradigma positivisme dan metode kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 112 responden berusia 18-24 tahun yang merupakan pendengar podcast tersebut, dipilih melalui simple random sampling. Kuesioner skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya digunakan, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif meliputi distribusi frekuensi, mean, median, modus, dan standar deviasi. Hasil menunjukkan Generasi Z mempersepsikan keenam dimensi secara positif, dengan gaya Dynamic memperoleh skor tertinggi (91,15%) dan Withdrawal terendah (85,18%), sementara skor persepsi keseluruhan (mean = 106,36) berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa humor dan penyampaian yang energik menjadi ciri paling dikenali dari gaya komunikasi Tretan Muslim, sementara kecenderungan Controlling-nya diimbangi oleh kesan Equalitarian yang sama kuatnya di mata pendengar Generasi Z.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital melalui Instagram Syamsul Megantara; Dadan Mulyana
Bandung Conference Series: Communication Management 719 - 726
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24967

Abstract

This study aims to analyze in depth the digital marketing communication strategies implemented by Dusun Bambu Family Leisure Park through the Instagram account @dusunbambu in increasing tourists’ intention to visit. This research employs a qualitative method with a case study approach, focusing on the process of designing, delivering, and interpreting digital messages through visual and narrative content on Instagram. Data collection is planned to be conducted through in-depth interviews with social media managers and the marketing team of Dusun Bambu, observation of Instagram content, and documentation related to promotional activities and audience interactions. This study will examine how digital marketing communication strategies are developed through the use of visual content, captions, and Instagram features in building destination image and attracting audience attention. In addition, this research will also analyze the application of the AISAS model (Attention, Interest, Search, Action, Share) in the context of digital marketing communication, as well as the role of social media in shaping perceptions and influencing tourists’ intention to visit.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi komunikasi pemasaran digital yang diterapkan oleh Dusun Bambu Family Leisure Park melalui media sosial Instagram @dusunbambu dalam upaya meningkatkan minat berkunjung wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang berfokus pada proses perancangan, penyampaian, dan pemaknaan pesan-pesan digital melalui konten visual dan naratif di Instagram. Pengumpulan data direncanakan dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola media sosial dan tim pemasaran Dusun Bambu, observasi terhadap konten Instagram, serta dokumentasi digital yang berkaitan dengan aktivitas promosi dan interaksi audiens. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana strategi komunikasi pemasaran digital disusun melalui pemanfaatan konten visual, caption, serta fitur-fitur Instagram dalam membangun citra destinasi dan menarik perhatian audiens. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisis penerapan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) dalam konteks komunikasi pemasaran digital, serta bagaimana media sosial berperan dalam membentuk persepsi dan minat berkunjung wisatawan.
Hubungan Terpaan Konten Unboxing Blind Box Labubu dengan Minat Beli Produk Pop Mart Agisni Nur Hidayah; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management 727 - 734
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24999

Abstract

TikTok social media is currently one of the platforms widely used as a means of entertainment as well as digital marketing media. This study aims to determine how strong the relationship is between exposure to @naylajsmn unboxing content and interest in purchasing Pop Mart products. This study uses the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory as the theoretical basis with the dimensions of content exposure studied including frequency, attention, and duration, while purchase intention is measured based on Ferdinand’s purchase intention indicators. This study uses a quantitative method with a correlational approach. The data collection technique was carried out through distributing questionnaires to viewers of unboxing content on the TikTok account @naylajsmn who left comments. The research sample consisted of 85 respondents determined using probability sampling techniques. The results showed that there was a positive and significant relationship between content exposure and purchase intention of 0.842 which was included in the Very Strong category and had a positive significance value. Then in the sub variables, the frequency dimension had a relationship of 0.641 which was included in the strong category, the attention aspect was 0.741 which was included in the strong category, and the duration dimension was 0.780 which was included in the strong category.   Media sosial TikTok saat ini menjadi salah satu platform yang banyak digunakan sebagai sarana hiburan sekaligus media pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan terpaan konten unboxing @naylajsmn dengan minat beli produk Pop Mart. Penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) sebagai landasan teori dengan dimensi terpaan konten yang diteliti meliputi frekuensi, atensi, dan durasi, sedangkan minat beli diukur berdasarkan indikator minat beli menurut Ferdinand. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korealasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada penonton konten unboxing akun TikTok @naylajsmn yang meninggalkan komentar. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara terpaan konten dan minat beli sebesar 0.842 yang termasuk dalam kategori Sangat Kuat dan nilai signifikansinya positif. Kemudian pada sub variabel, dimensi frekuensi memiliki hubungan sebesar 0.641 yang termasuk dalam kategori kuat, aspek atensi 0.741 yang termasuk dalam kategori kuat, dan dimensi durasi sebesar 0.780 yang termasuk dalam kategori kuat.
Instagram Sebagai Media Komunikasi dalam Membangun Personal Branding (Studi Kasus Pada Han Husna Utama sebagai CEO Kebuli Al-Khalid) Faraz Hafit Irwansyah; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management 735 - 742
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25015

Abstract

The increasing use of social media has transformed the way business leaders establish their personal branding and communicate with the public. For a Chief Executive Officer (CEO), personal branding represents not only an individual’s identity but also the values and reputation of the organization. This research analyzes how Han Husna Utama constructs and represents his personal branding as the CEO of Kebuli Al-Khalid through Instagram, how his leadership is communicated, and why Instagram is chosen as the medium for image building. A qualitative approach within a constructivist paradigm was employed using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation of the accounts @hanhusna and @kebulialkhalid, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing based on Peter Montoya’s Personal Branding Theory. The findings indicate that his personal branding is developed through consistent leadership practices, active engagement with employees, and the representation of family and religious values. Instagram functions as a strategic communication platform that integrates personal identity with organizational identity through visual and interactive content. The study concludes that authentic leadership communication and consistent digital representation build a credible CEO image while strengthening the corporate image of Kebuli Al-Khalid.   Meningkatnya penggunaan media sosial mengubah cara pemimpin bisnis membangun personal branding dan berkomunikasi dengan publik. Bagi seorang Chief Executive Officer (CEO), personal branding tidak hanya merepresentasikan identitas individu, tetapi juga mencerminkan nilai dan reputasi organisasi yang dipimpinnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Han Husna Utama mengonstruksi dan merepresentasikan personal branding dirinya sebagai CEO Kebuli Al-Khalid melalui Instagram, bagaimana kepemimpinannya dikomunikasikan, serta mengapa Instagram dipilih sebagai media pembentukan citra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan pada akun @hanhusna dan @kebulialkhalid, serta dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan Teori Personal Branding Peter Montoya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding dibangun melalui praktik kepemimpinan yang konsisten, keterlibatan aktif dengan karyawan, serta representasi nilai kekeluargaan dan religius. Instagram berfungsi sebagai media komunikasi strategis yang mengintegrasikan identitas personal dengan identitas organisasi melalui konten visual dan interaktif. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi kepemimpinan yang autentik dan representasi diri yang konsisten berkontribusi membangun citra CEO yang kredibel sekaligus memperkuat citra Kebuli Al-Khalid.
Strategi Komunikasi Mentor dalam Membangun Literasi Media Digital pada Mahasiswa Magang: Studi Kasus Divisi Fact Checking di DInas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Unit Jabar Saber Hoaks Haikal Algifari; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management 743 - 752
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25040

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed the way people access, produce, and disseminate information while increasing the spread of misinformation that threatens the quality of information in digital spaces. This condition highlights the importance of strengthening digital media literacy, particularly among young people. Jabar Saber Hoaks, a unit under the West Java Provincial Office of Communication and Informatics, contributes to hoax mitigation through fact-checking activities involving student interns in its Fact Checking Division. This study aims to analyze mentors’ communication strategies in fostering digital media literacy, explain how the values of honesty (sidq), responsibility (amanah), and verification (tabayyun) are integrated into the mentoring process, and identify the reasons for integrating these values. This research employed a qualitative case study within a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model with source triangulation. The findings reveal that mentors implemented communication strategies through the stages of research, planning, execution, evaluation, and reporting, supported by dialogic, adaptive, and learning-by-doing interpersonal communication. The integration of sidq, amanah, and tabayyun through guidance, discussion, mentoring, review, evaluation, and habituation strengthened critical thinking, integrity, responsibility, professionalism, and the digital media literacy of student interns.   Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu dalam mengakses, memproduksi, dan menyebarkan informasi, namun juga meningkatkan penyebaran hoaks yang mengancam kualitas informasi di ruang digital. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan literasi media digital, terutama bagi generasi muda. Unit Jabar Saber Hoaks sebagai bagian dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat berperan dalam mitigasi hoaks melalui kegiatan verifikasi informasi yang melibatkan mahasiswa magang Divisi Pengecekan Fakta (Fact Checking). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi mentor dalam membangun literasi media digital, menjelaskan cara mentor dalam mengintegrasikan nilai kejujuran (sidq), tanggung jawab (amanah), dan ketelitian dalam verifikasi informasi (tabayyun), serta mengidentifikasi alasan integrasi nilai-nilai tersebut dalam proses mentoring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berparadigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi mentor diterapkan melalui tahapan research, planning, execute, evaluation, dan report yang didukung komunikasi interpersonal yang dialogis, adaptif, dan berbasis learning by doing. Integrasi nilai sidq, amanah, dan tabayyun melalui pengarahan, diskusi, pendampingan, review, evaluasi, dan pembiasaan terbukti mampu membangun kemampuan berpikir kritis, integritas, tanggung jawab, profesionalisme, serta literasi media digital pada mahasiswa magang.  
Pengaruh Copywriting terhadap Brand Attachment Generasi Z di Kota Bandung : (Studi Regresi Pada Instagram @officialmykonos) Boby Prasetyo; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management 753 - 760
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25103

Abstract

The rapid development of digital content marketing on social media demands local brands to go beyond conventional advertising and build deep emotional connections with consumers. A distinct challenge is faced by the fragrance industry, which operates under constraints in online spaces due to the inability to communicate sensory aroma experiences directly. Against this backdrop, copywriting on Instagram serves as a strategic communication stimulus to spark imagination while drawing the brand closer to consumers' hearts. This study aims to examine the extent to which copywriting on the @officialmykonos Instagram account influences brand attachment among Generation Z in Bandung, both collectively and partially through the dimensions of Clear, Concise, Compelling, and Credible. Utilizing a quantitative approach within a positivistic paradigm, this research relies on the mechanistic framework of the Stimulus-Response (S-R) theory. Data were gathered by distributing digital questionnaires (Google Forms) to 100 active followers of @officialmykonos in Bandung, selected through a proportionate stratified random sampling technique based on age groups. The results of the simple linear regression analysis demonstrate that copywriting collectively exerts a positive and significant influence, accounting for 64.7% of the variance in brand attachment formation (t statistict = 13409, Sig. < 0.1). Partially, every message dimension proved to have a significant impact, with the Credible aspect (information credibility) emerging as the primary anchor and most dominant factor in winning the trust and emotional attachment of young consumers (t statistict = 8.383). Academically, these findings confirm that a well-crafted 4C message framework that is honest, poetic, and informative effectively functions as a stimulus that linearly generates long-term emotional attachment responses among Generation Z.   Perkembangan pemasaran konten digital di media sosial menuntut merek lokal untuk mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. Dalam konteks industri parfum yang memiliki keterbatasan pengalaman sensorik secara daring, rekayasa takarir (copywriting) pada Instagram menjadi elemen stimulus komunikasi strategis untuk membangun imajinasi dan keterikatan emosional konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh copywriting pada akun Instagram @officialmykonos terhadap brand attachment Generasi Z di Kota Bandung, baik secara keseluruhan maupun secara parsial melalui empat dimensi kualitas pesan yaitu Clear, Concise, Compelling, dan Credible. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan paradigma positivistik dan pendekatan analisis regresi linear sederhana berbasis Teori Stimulus-Response (S-R). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner digital (Google Form) kepada 100 responden pengikut aktif Instagram @officialmykonos yang berdomisili di Kota Bandung melalui teknik stratified random sampling berbasis strata usia. Hasil penelitian melalui uji regresi menunjukkan bahwa variabel copywriting secara keseluruhan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap brand attachment sebesar 64,7% ( = 13.409, Sig. < 0,1). Secara parsial, keempat dimensi copywriting terbukti berpengaruh signifikan terhadap brand attachment, dengan dimensi Credible sebagai faktor penentu yang paling dominan memengaruhi kelekatan emosional konsumen (= 8.383). Kesimpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa akumulasi paparan stimulus pesan terpadu 4C yang berkualitas pada media sosial berhasil memicu respons berupa keterikatan emosional jangka panjang pada khalayak Generasi Z di Kota Bandung.Perkembangan pemasaran konten digital di media sosial menuntut merek lokal untuk mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. Dalam konteks industri parfum yang memiliki keterbatasan pengalaman sensorik secara daring, rekayasa takarir (copywriting) pada Instagram menjadi elemen stimulus komunikasi strategis untuk membangun imajinasi dan keterikatan emosional konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh copywriting pada akun Instagram @officialmykonos terhadap brand attachment Generasi Z di Kota Bandung, baik secara keseluruhan maupun secara parsial melalui empat dimensi kualitas pesan yaitu Clear, Concise, Compelling, dan Credible. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan paradigma positivistik dan pendekatan analisis regresi linear sederhana berbasis Teori Stimulus-Response (S-R). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner digital (Google Form) kepada 100 responden pengikut aktif Instagram @officialmykonos yang berdomisili di Kota Bandung melalui teknik stratified random sampling berbasis strata usia. Hasil penelitian melalui uji regresi menunjukkan bahwa variabel copywriting secara keseluruhan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap brand attachment sebesar 64,7% ( = 13.409, Sig. < 0,1). Secara parsial, keempat dimensi copywriting terbukti berpengaruh signifikan terhadap brand attachment, dengan dimensi Credible sebagai faktor penentu yang paling dominan memengaruhi kelekatan emosional konsumen (= 8.383). Kesimpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa akumulasi paparan stimulus pesan terpadu 4C yang berkualitas pada media sosial berhasil memicu respons berupa keterikatan emosional jangka panjang pada khalayak Generasi Z di Kota Bandung.
Artificial Intelligence dan Daya Kritis Mahasiswa Ilmu Komunikasi Nisrina Nuraini; Rita Gani
Bandung Conference Series: Communication Management 761 - 768
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25135

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has significantly influenced various aspects of life, including higher education. University students increasingly utilize AI to support academic activities such as searching for information, generating ideas, understanding course materials, and completing assignments. However, the widespread use of AI has raised concerns regarding its potential impact on students' critical thinking skills. This study aimed to determine the effect of AI use in academic activities on the critical thinking skills of students at the Faculty of Communication Sciences, Universitas Islam Bandung. This research employed a quantitative correlational method involving 99 respondents selected through proportionate stratified random sampling from a population of 897 students. Data were collected using Likert scale questionnaires and analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression. The results indicated that both AI use and students' critical thinking skills were categorized as high. However, there was no significant effect of AI use on students' critical thinking skills (r = -0.031; Sig. = 0.764; R² = 0.001).   Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Mahasiswa semakin banyak memanfaatkan AI untuk mendukung kegiatan akademik seperti mencari informasi, memahami materi perkuliahan, dan menyelesaikan tugas. Namun, meningkatnya penggunaan AI menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap daya kritis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan AI dalam kegiatan akademik terhadap daya kritis mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 99 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling dari populasi 897 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dan daya kritis mahasiswa berada pada kategori tinggi. Namun, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan AI terhadap daya kritis mahasiswa (r = -0,031; Sig. = 0,764; R² = 0,001).
Makna Simbolik Komunikasi Ekspresif Tari Gandrung Liwung Ajeng Nur Rahmatika Miwangi Putri; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management 769 - 776
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25140

Abstract

Dance as a form of nonverbal communication conveys symbols, meanings, and expressions through movement, facial gestures, costumes, music, and performer–audience interaction. Gandrung Liwung, choreographed by Riyana Rosilawati, is a Sundanese creative dance inspired by peacock behavior and carries educational values for younger generations. This study emphasizes that dance performances present not only aesthetic beauty but also messages and meanings shaped by cultural context. The research aims to identify communication symbols in Gandrung Liwung and interpret their symbolic meanings during performances at Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Using a qualitative method with Herbert Blumer’s symbolic interaction perspective, data were collected through performance observation, in-depth interviews with the choreographer, dancers, and audiences, as well as photo and video documentation. Findings reveal symbols embedded in costumes, facial expressions, musical accompaniment, and movements, all of which reflect Sundanese cultural identity. Gandrung Liwung thus functions not only as an artistic expression but also as a medium of cultural education, fostering meaningful interactions throughout its performance.   Tarian sebagai bentuk komunikasi nonverbal memuat simbol, makna, dan ekspresi melalui gerak, ekspresi wajah, kostum, musik, serta interaksi dalam pertunjukan. Gandrung Liwung karya Riyana Rosilawati merupakan tari kreasi Sunda yang terinspirasi dari perilaku burung merak dan mengandung nilai edukatif bagi generasi muda. Penelitian ini menekankan bahwa pertunjukan tari tidak hanya menyajikan keindahan estetis, tetapi juga menyampaikan pesan dan makna melalui interaksi antara penari, penonton, dan konteks budaya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi simbol komunikasi dalam ekspresi Gandrung Liwung serta memahami makna simbolik yang muncul dalam pertunjukan di Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan perspektif interaksi simbolik Herbert Blumer. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara mendalam dengan koreografer, penari, dan penonton, serta dokumentasi foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan adanya simbol dalam kostum, ekspresi wajah, musik, dan gerak yang mencerminkan identitas budaya Sunda. Gandrung Liwung tidak hanya menjadi representasi seni, tetapi juga sarana pendidikan nilai budaya dan interaksi bermakna dalam setiap pertunjukannya.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue