cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Hubungan Coaching Literasi Digital Mentor dengan Literasi Digital Mahasiswa Magang di Jabar Saber Hoaks Muhammad Aliyudin; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Communication Management 603 - 612
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24707

Abstract

The rapid advancement of digital technology has increased the importance of digital literacy among university students, particularly in responding to the widespread dissemination of hoaxes and misinformation. This study examines the relationship between digital literacy coaching and the digital literacy of internship students at Jabar Saber Hoaks across the technical, cognitive, and social-emotional dimensions. Albert Bandura's Social Cognitive Theory serves as the theoretical foundation, explaining how learning through observation, interaction, and experience shapes students' digital literacy. This research employed a quantitative correlational approach. The population consisted of 60 internship students during the August-October 2025 period, with 30 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through questionnaires, supported by interviews and documentation, and analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The findings revealed that digital literacy coaching has a positive, significant, and very strong relationship with students' digital literacy. The correlation coefficients were 0.908 for the technical dimension, 0.936 for the cognitive dimension, and 0.813 for the social-emotional dimension (p < 0.05). The cognitive dimension showed the strongest relationship, indicating that coaching enhances students' critical thinking, information evaluation, and fact-verification skills. These findings demonstrate that digital literacy coaching contributes significantly to improving students' digital literacy.   Perkembangan teknologi digital mendorong pentingnya peningkatan literasi digital mahasiswa, khususnya dalam menghadapi penyebaran hoaks dan misinformasi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah melalui coaching literasi digital oleh mentor selama program magang di Jabar Saber Hoaks. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara coaching literasi digital dengan literasi digital mahasiswa magang pada dimensi technical, cognitive, dan social-emotional dengan menggunakan Teori Kognitif Sosial Albert Bandura sebagai landasan teoritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 60 mahasiswa magang periode Agustus hingga Oktober 2025, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang didukung wawancara dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coaching literasi digital memiliki hubungan positif, signifikan, dan sangat kuat dengan literasi digital mahasiswa. Nilai koefisien korelasi pada dimensi technical sebesar 0,908, dimensi cognitive sebesar 0,936, dan dimensi social-emotional sebesar 0,813 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Dimensi cognitive menunjukkan hubungan paling kuat, yang mengindikasikan bahwa coaching berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi informasi, serta melakukan verifikasi fakta sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi. Dengan demikian, coaching literasi digital berperan dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa magang di Jabar Saber Hoaks.
Filter Wajah dan Kepercayaan Diri Generasi Z Hana Nurul Fitri; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management 613 - 622
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24719

Abstract

The development of digital technology, especially TikTok social media, has triggered an increase in the use of face filters among Generation Z. Features that initially function as a means of entertainment and improved visual appearance are now developing into a form of dependence, where some users feel more comfortable and confident when displaying filtered faces compared to their real faces. This study aims to analyze the relationship between the dependence on the use of face filters and the level of self-confidence in Generation Z, especially individuals who actively use TikTok and are members of the Wardah Youth Ambassador community. The research uses a positivism paradigm with a correlational quantitative approach. Data collection was carried out through a questionnaire based on the Likert scale which was distributed to 64 respondents who were members of Wardah Youth Ambassador in West Java. Variable X (dependence on face filters) was measured through three sub-variables, namely self-understanding, social benefits, and entertainment, while variable Y (self-confidence) was measured through six indicators based on Maslow's theory of needs. The results showed that the entire hypothesis was accepted with a Spearman correlation coefficient of 0.842 (very strong) for the main relationship. These findings confirm that the higher the reliance on face filters, the higher the correlation with user confidence on social media, but also risks forming unrealistic digital beauty standards.   Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial TikTok, telah memicu meningkatnya penggunaan filter wajah di kalangan Generasi Z. Fitur yang awalnya berfungsi sebagai sarana hiburan dan peningkatan tampilan visual kini berkembang menjadi bentuk ketergantungan, di mana sebagian pengguna merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika menampilkan wajah berfilter dibandingkan wajah asli mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketergantungan penggunaan filter wajah dengan tingkat kepercayaan diri (self confidence) pada Generasi Z, khususnya individu yang aktif menggunakan TikTok dan tergabung dalam komunitas Wardah Youth Ambassador. Penelitian menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 64 responden anggota Wardah Youth Ambassador di Jawa Barat. Variabel X (ketergantungan filter wajah) diukur melalui tiga sub variabel yaitu pemahaman diri, manfaat sosial, dan hiburan, sementara variabel Y (kepercayaan diri) diukur melalui enam indikator berdasarkan teori kebutuhan Maslow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima dengan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,842 (sangat kuat) untuk hubungan utama. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi ketergantungan terhadap filter wajah, semakin tinggi pula kaitannya dengan kepercayaan diri pengguna di media sosial, tetapi juga berisiko membentuk standar kecantikan digital yang tidak realistis.
Konstruktivis Pengalaman Hidup Orang Tua dalam Membangun Komunikasi dengan Anak Remaja Bella Puspita Sari Dewi; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management 623 - 630
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24741

Abstract

Adolescent mental health is an important issue that requires attention within the family environment. This study aims to explore parents’ experiences in establishing communication with early adolescents as an effort to support their mental well-being. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach. The participants consisted of five parents as the main informants and adolescents as supporting informants. Data were collected through in-depth interviews and validated using source triangulation. The findings indicate that parents perceive family communication as a form of care, guidance, protection, and responsibility in supporting their children's development. Communication is reflected through openness, emotional support, close relationships, and adjustments in communication styles based on adolescents’ needs. The study also found that parents draw upon their life experiences as a source of reflection to develop more effective communication practices that support the mental health of early adolescents.   Kesehatan mental remaja merupakan slah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman orang tua dalam membangun komunikasi dengan remaja awal sebagai upaya mendukung kesehatan mental mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif. Informan penelitian terdiri dari lima orang  tua dan sebagai informan utama dan remaja sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan triangulasi sumber. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dipahami orang tua sebagai bentuk kepedulian, pendampingan, perlindungan, serta tanggung jawab dalam proses perkembangan anak. Komunikasi diwujudkan melalui keterbukaan, dukungan emosional, kedekatan hubungan, dan penyesuaian cara berkomunikasi sesuai kebutuhan remaja. Penelitian ini juga menemukan bahwa orang tua memanfaatkan pengalaman hidup sebagai refleksi untuk membangun komunikasi yang lebih baik dalam mendukung kesehatan mental remaja awal.
Pengelolaan Pesan Kesadaran Lingkungan Sampah dari Instagram Stories, Reels & Feed pada Akun @Cibunutfinest Dea Fadillah Aprilliani; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Communication Management 631 - 640
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24747

Abstract

This research analyzes the management of environmental awareness messages regarding waste through the Instagram account @cibunutfinest, managed by the Kampung Cibunut community in Bandung. The background of this research stems from the high volume of waste in Bandung City, reaching 1,496 tons per day, Kampung Cibunut has successfully transformed from a slum area into an environmental education tourism village through the zero waste concept and Kang Pisman Movement. This study employs a qualitative approach with thematic analysis within an interpretive paradigm. Data was collected through Instagram content observation, in depth interviews with four informants consisting of the community founder, account manager, RW chairman, and a local resident, as well as documentation. The research findings indicate that @cibunutfinest manages messages by combining pragmatic functions and constitutive functions through educational and persuasive visual content strategies. The message production process is organic, community based, and collaborative, utilizing the ATM (Observe, Imitate, Modify) approach. Message distribution employs a multi-channel strategy that combines Instagram features (Stories, Reels, Feed) with WhatsApp groups, YouTube, and door-to-door education to reach all community segments. This research enriches the literature on social media-based environmental communication and provides a practical model for other communities in building environmental awareness through digital platforms.   Penelitian ini menganalisis pengelolaan pesan kesadaran lingkungan sampah melalui akun Instagram @cibunutfinest yang dikelola oleh komunitas Kampung Cibunut di Bandung. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan tingginya volume sampah di Kota Bandung yang mencapai 1.496 ton per hari, Kampung Cibunut berhasil bertransformasi dari permukiman kumuh menjadi kampung wisata edukasi lingkungan melalui penerapan konsep zero waste dan Gerakan Kang Pisman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik dalam paradigma interpretif. Data dikumpulkan melalui observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan empat informan yang terdiri dari penggagas komunitas, pengelola akun, ketua RW, dan warga setempat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @cibunutfinest mengelola pesan dengan memadukan fungsi pragmatis dan fungsi konstitutif melalui strategi konten visual yang edukatif dan persuasif. Proses produksi pesan bersifat organik, berbasis komunitas, dan kolaboratif dengan pendekatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Distribusi pesan menerapkan strategi multi saluran yang memadukan fitur Instagram (Stories, Reels, Feed) dengan WhatsApp grup, YouTube, dan edukasi door to door untuk menjangkau seluruh lapisan warga.  
Strategi Komunikasi Internal dalam Penguatan Program Area Traffic Control System (ATCS) Zidan Izzy; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Communication Management 641 - 650
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24769

Abstract

This study analyzes the management of internal communication in strengthening the Area Traffic Control System (ATCS) program at the Bandung City Transportation Department, highlighting how a new system creates a need for more intensive coordination among personnel with differing technical perspectives. The research focus encompasses planning, implementation, obstacles, solutions, and evaluation of internal communication within a technology-based public organization operational context. The research uses a case study approach with qualitative methods. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation analysis. Informants consist of the head of division, ATCS staff, and field technicians at the Bandung City Transportation Department. Data analysis was conducted thematically using the Miles and Huberman interactive model to identify communication patterns and their impact on traffic management and safety effectiveness. The research results show that internal communication planning in the ATCS program is conducted systematically with clear objective setting, appropriate stakeholder identification, context-appropriate message design, and diverse communication channel selection. Implementation occurs through vertical and horizontal communication using diverse media including SIAP ATCS and WhatsApp. Obstacles encompass technical, structural, cultural, and personal aspects, addressed through digital application development, regular training, and implementation of open communication systems.   Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi internal dalam penguatan program Area Traffic Control System (ATCS) di Dinas Perhubungan Kota Bandung, menyoroti bagaimana hadirnya sistem baru menciptakan kebutuhan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif antarunit dengan perspektif teknis berbeda. Fokus penelitian mencakup perencanaan, pelaksanaan, hambatan, solusi, dan evaluasi komunikasi internal dalam konteks operasional. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Informan terdiri atas kepala bidang, staff ATCS dan teknisi lapangan di Dinas Perhubungan Kota Bandung. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif Miles dan Huberman untuk mengidentifikasi pola komunikasi dan dampaknya terhadap efektivitas manajemen lalu lintas dan keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan komunikasi internal dalam program ATCS dilakukan secara sistematis dengan penetapan tujuan jelas, identifikasi stakeholder yang tepat, perancangan pesan sesuai konteks operasional, dan penentuan saluran komunikasi beragam. Pelaksanaan berjalan melalui komunikasi vertikal dan horizontal dengan media beragam termasuk SIAP ATCS dan WhatsApp. Hambatan mencakup aspek teknis, struktural, kultural, dan personal, yang diatasi melalui pengembangan aplikasi digital, pelatihan berkala, dan penerapan sistem komunikasi terbuka.
Rekonstruksi Pesan Teknis Konten Media Sosial dalam Mengedukasi Calon Klien Business-to-Business (B2B): Studi Kasus pada Akun Instagram @mnabridge.id Rifki; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Communication Management 651 - 658
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24777

Abstract

The landscape of Business-to-Business (B2B) marketing communication demands the transformation of complex technical messages into humanistic digital narratives to prevent information overload. PT. Media Nusantara Agamindo (MNA Bridge) faces the challenge of information asymmetry in communicating IT and Accounting services to non-technical prospective clients via Instagram. This research aims to analyze the implementation of technical message reconstruction through the synchronization of chunking methods, copywriting strategies, and visual hierarchy arrangements, as well as to explain the strategic reasons for selecting these elements in reducing the audience's extraneous cognitive load. This research utilizes a descriptive qualitative method with a case study approach and a constructivism paradigm. Data were collected through active online participant observation, in-depth interviews with internal informants (Head of Creative and Head of IT Divisions) and proxies for prospective B2B clients (CEOs), and documentation. Data analysis was conducted following the six procedural steps of Creswell & Creswell. The results show that MNA Bridge successfully reduced the audience's cognitive load through three integrative pillars: (1) "language metamorphosis," which transforms technical jargon into everyday analogies through strict internal curation; (2) the application of visual rhetoric via color palette differentiation and minimalist design as cognitive navigation; and (3) the use of the carousel format to break down information (chunking) and provide message reception pauses (pacing). The synergy of these three strategies has been empirically proven to successfully convert technical complexity into perceptions of professionalism, bonafide credibility, and trust from business decision-makers.   Lanskap komunikasi pemasaran Business-to-Business (B2B) menuntut transformasi pesan teknis yang kompleks menjadi narasi digital yang humanis guna menghindari information overload. PT. Media Nusantara Agamindo (MNA Bridge) menghadapi tantangan asimetri informasi dalam mengomunikasikan jasa IT dan Akuntansi kepada calon klien non-teknis melalui Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses implementasi rekonstruksi pesan teknis melalui sinkronisasi metode chunking, strategi copywriting, dan pengaturan hierarki visual, serta menjelaskan alasan strategis pemilihan elemen tersebut dalam mereduksi extraneous cognitive load audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif aktif secara daring, wawancara mendalam terhadap informan internal (Kepala Divisi Kreatif dan Kepala Divisi IT) serta proksi calon klien B2B (CEO), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengikuti enam tahapan prosedural Creswell & Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MNA Bridge berhasil mereduksi beban kognitif audiens melalui tiga pilar integratif: (1) "metamorfosa bahasa" yang mengubah jargon teknis menjadi analogi berbasis keseharian melalui kurasi internal yang ketat; (2) penerapan retorika visual melalui diferensiasi palet warna dan desain minimalis sebagai navigasi kognitif; serta (3) penggunaan format carousel untuk memecah informasi (chunking) dan memberikan jeda penerimaan pesan (pacing). Sinergi dari ketiga strategi ini secara empiris terbukti sukses mengonversi kerumitan teknis menjadi persepsi profesionalitas, bonafiditas, dan rasa percaya (trust) dari para pengambil keputusan bisnis.
Pengaruh Promosi Digital Instagram @Biancakartika terhadap Minat Berkunjung ke Korea Selatan Feby Nur Permata; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management 325 - 334
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24787

Abstract

The development of digital communication technology has revolutionized tourism promotion strategies. Social media, particularly Instagram, has become a key channel for disseminating interactive and visual tourism information. This study examines the influence of digital promotion through the Instagram account @biancakartika on followers' interest in visiting South Korea. A quantitative explanatory approach was used with a survey method. The sample consisted of 100 respondents selected purposively from followers who had viewed South Korea tourism content during 2023–2025. Data analysis included descriptive statistics, classical assumption tests, simple linear regression, t-tests, and coefficient of determination. The results show that digital promotion has a positive and significant effect on visit interest (sig. 0.000, R² = 60.7%). The attractiveness dimension contributed the largest effective contribution (20.77%), followed by responsiveness (15.26%), reliability (12.41%), and authenticity (12.26%). These findings confirm that visual appeal, interactive communication, information reliability, and content authenticity jointly shape followers' interest in visiting South Korea. Keywords: Digital Promotion, Instagram, Influencer, Uses and Gratification Theory, South Korea.   Perkembangan teknologi komunikasi digital telah merevolusi strategi promosi pariwisata. Media sosial, khususnya Instagram, menjadi kanal utama penyebaran informasi wisata yang interaktif dan visual. Penelitian ini mengkaji pengaruh promosi digital melalui akun Instagram @biancakartika terhadap minat berkunjung followers ke Korea Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih secara purposive dari followers yang pernah melihat konten wisata Korea Selatan periode 2023–2025. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan promosi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung (sig. 0,000; R² = 60,7%). Dimensi attractiveness memberikan sumbangan efektif terbesar (20,77%), diikuti responsiveness (15,26%), reliability (12,41%), dan authenticity (12,26%). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa daya tarik visual, komunikasi interaktif, keandalan informasi, dan keaslian konten secara bersama-sama membentuk minat followers untuk berkunjung ke Korea Selatan.  
Strategi Komunikasi Lembaga Kemahasiswaan dalam Membangun Reputasi Arvyana Nazwa Arinzal; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management 659 - 670
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24818

Abstract

Student organizations play a strategic role in representing the identity and image of a faculty through organizational communication, yet studies that specifically connect the communication strategy of student bodies to reputation building remain limited. This study analyzes how the Student Executive Board (BEM) of the Faculty of Communication Science, Universitas Islam Bandung (FIKOM UNISBA), under the Arutala Cabinet of the 2025/2026 period, formulates and implements its communication strategy in building organizational reputation. Using a constructivism paradigm, a qualitative method, and a case study approach, data were collected through in-depth interviews with six core officials, participatory observation, and documentation, and were validated through source triangulation involving eight students from four cohorts as well as expert triangulation with a scholar of organizational communication. Data were analyzed using an interactive model consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing or verification. The findings show that the communication strategy is formulated in a planned manner through a tiered separation of roles between core officials as policy makers and technical departments as creative executors; that information and communication services are delivered through four stages of the public relations process and a convergence of multichannel media; and that its implementation combines orderl y internal message flows with a balance of formal and informal external approaches. The strategy is shown to build a credible, reliable, trustworthy, and responsible reputation, which is integrated into a new framework termed the Student Organization Communication Model, in which student legislative oversight functions as a feedback loop that sustains the reputation over time.   Lembaga kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam merepresentasikan identitas dan citra fakultas melalui komunikasi organisasi, namun kajian yang secara khusus mengaitkan strategi komunikasi lembaga kemahasiswaan dengan pembentukan reputasi masih terbatas. Penelitian ini menganalisis bagaimana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (FIKOM UNISBA) Kabinet Arutala Periode 2025/2026 merumuskan dan mengimplementasikan strategi komunikasinya dalam membangun reputasi organisasi. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam pengurus inti, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dengan delapan mahasiswa dari empat angkatan dan triangulasi pakar bersama seorang akademisi komunikasi organisasi. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dirumuskan secara terencana melalui pemisahan peran berjenjang antara pengurus inti selaku perumus kebijakan dan departemen teknis selaku eksekutor kreatif; pelayanan informasi dan komunikasi dijalankan melalui empat tahapan proses hubungan masyarakat dan konvergensi saluran multichannel; sedangkan implementasinya memadukan keteraturan arus komunikasi internal dengan keseimbangan pendekatan formal dan informal secara eksternal. Strategi tersebut terbukti membentuk reputasi yang kredibel, andal, tepercaya, dan bertanggung jawab, yang terintegrasi ke dalam kerangka baru bernama Model Komunikasi Lembaga Kemahasiswaan, dengan pengawasan legislatif mahasiswa berfungsi sebagai umpan balik yang menjaga keberlanjutan reputasi tersebut.
Terpaan Parenting TikTok dan Sikap Orang Tua tentang Emosi Anak Nayla Maimana; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Communication Management 671 - 680
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24841

Abstract

This study examines the effect of exposure to parenting messages on TikTok on parents' attitudes regarding children's emotional development, focusing on parents of students at RA Attaqwa 09 Babelan, Bekasi Regency. The rise of social media as a primary source of parenting information amid parents' busy working lives underlies the urgency of this research. A quantitative approach with a survey method was applied, grounded in Behaviorism, Stimulus-Response, and Message Effects theories. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 54 respondents determined by purposive sampling and the Slovin formula from a population of 62 parents, then analyzed using simple linear regression covering the main hypothesis and three sub-hypotheses representing the cognitive, affective, and conative dimensions of attitude. Results show that exposure to parenting messages on TikTok (X) has no significant effect on parents' attitudes toward children's emotional development (Y), with a significance value of 0.747 (>0.05) and an R Square of only 0.2%. The same pattern holds for all three dimensions, with significance values of 0.671 (cognition), 0.771 (affection), and 0.595 (conation). These findings indicate that parental attitudes are shaped more by direct parenting experience, structured professional guidance, and internalized cultural-religious values than short-form social media content.   Penelitian ini mengkaji pengaruh terpaan pesan parenting di media sosial TikTok terhadap sikap orang tua terkait perkembangan emosi anak, dengan objek orang tua murid RA Attaqwa 09 Babelan, Kabupaten Bekasi. Tingginya penggunaan media sosial sebagai sumber utama informasi pengasuhan di tengah kesibukan orang tua menjadi urgensi penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, berlandaskan Teori Behaviorisme, Teori Stimulus-Response, dan Teori Efek Terpaan Pesan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 54 responden yang ditentukan dengan purposive sampling dan rumus Slovin dari populasi 62 orang tua, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana mencakup hipotesis utama dan tiga sub-hipotesis yang mewakili dimensi kognisi, afeksi, dan konasi dari sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan pesan parenting di TikTok (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap orang tua terkait perkembangan emosi anak (Y), dengan nilai signifikansi 0,747 (>0,05) dan R Square hanya 0,2%. Pola serupa juga terjadi pada ketiga dimensi, dengan nilai signifikansi 0,671 (kognisi), 0,771 (afeksi), dan 0,595 (konasi). Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap orang tua lebih banyak dibentuk oleh pengalaman pengasuhan langsung, bimbingan profesional yang terstruktur, serta nilai budaya-agama yang terinternalisasi, dibandingkan konten media sosial berdurasi singkat.
Adaptasi Komunikasi dan Homesickness pada Mahasiswa Perantau Dimas Saputra Zami; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Communication Management 681 - 688
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24847

Abstract

Out-of-region migrant students at Universitas Islam Bandung (Unisba) face the dual challenge of intercultural communication adaptation and the risk of homesickness, yet the relationship between the two has rarely been examined in an Islamic higher education setting. This study examines the relationship between communication adaptation and the level of homesickness among migrant students from outside West Java at Unisba, including its three dimensions: verbal–nonverbal communication adjustment, anxiety and uncertainty management, and the ability to build social relationships. A quantitative correlational method was used, with data collected through a five-point Likert-scale questionnaire from 103 respondents selected by proportionate stratified random sampling from a population of 830 students. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression, and confirmed with Spearman correlation. The results show a very strong, significant, and negative relationship between communication adaptation and homesickness (r = −0.884; p < 0.001), with communication adaptation explaining 78.1% of the variance in homesickness. All three dimensions are also negatively and significantly related, the strongest being anxiety and uncertainty management. Communication adaptation thus functions as a protective factor against homesickness.   Mahasiswa perantau luar Jawa Barat di Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadapi tantangan adaptasi komunikasi antarbudaya sekaligus risiko mengalami homesickness, namun hubungan keduanya masih jarang dikaji dalam konteks perguruan tinggi Islam. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara adaptasi komunikasi dengan tingkat homesickness pada mahasiswa perantau luar Jawa Barat di Unisba, termasuk ketiga dimensinya: penyesuaian komunikasi verbal–nonverbal, pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian, serta kemampuan membangun relasi sosial. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dari 103 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari populasi 830 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana, serta dikonfirmasi dengan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara adaptasi komunikasi dengan homesickness (r = −0,884; p < 0,001), dengan adaptasi komunikasi menjelaskan 78,1% variasi homesickness. Ketiga dimensi adaptasi komunikasi juga berhubungan negatif dan signifikan, dengan dimensi pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian sebagai yang terkuat. Adaptasi komunikasi berfungsi sebagai faktor protektif terhadap homesickness.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue