cover
Contact Name
Eko Apriliyanto
Contact Email
jurnalpolibara@gmail.com
Phone
+6281327997397
Journal Mail Official
jurnalpolibara@gmail.com
Editorial Address
Redaksi Jurnal Ilmiah Media Agrosains Jl. Raya Kenteng - Madukara KM. 02, Madukara, Kab. Banjarnegara Jawa Tengah 53482
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Media Agrosains
ISSN : :2407169     EISSN : 29626315     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Media Agrosains merupakan publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan bidang pertanian secara luas.
Articles 63 Documents
ORGANOLEPTIK COOKIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOKAF DAN TEPUNG BIJI DURIAN Dwi Ari Cahyani
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 5 No 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung biji durian merupakan tepung yang dihasilkan dengan memanfaatkan biji durianyang tidak dikonsumsi dan tersedia banyak saat musim durian di kabupaten Banjarnegara.Tepung mokaf merupakan tepung singkong fermentasi yang diharapkan bisa menggantikanketergantungan tepung terigu. Cookies tepung biji durian dan tepung mokaf merupakan salahsatu alternatf diversifikasi pangan berbahan lokal Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui tingkat kesukaan cookies yang dihasilkan dengan substitusi tepung mokaf dantepung biji durian. Bahan utama dalam penelitian ini adalah tepung mokaf yang diperoleh dikabupaten Banjarnegara dan tepung biji durian. Penelitian dilaksanakan di laboratoriumAgroteknologi Politeknik Banjarnegara. Penelitian ini menerapkan metode penelitian eksperimendengan perbandingan mokaf 25%, 50%, 75% dan 100%. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. Selanjutnya digunakan uji lanjutan untukmengetahui ada tidaknya perbedaan yang nyata antar berbagai perlakuan dengan menggunakuji DMRT. Hasil akhir yang diperoleh dilakukan uji kesukaan atau uji hedonic dengan 20 panesemi terlatih yang terdiri dari mahasiswa, laboran dan dosen. Hasil penelitian menunjukan bahwapanelis paling suka cookies dengan komposisi 50% tepung mokaf dan 50% tepung biji duriadengan nilai rata-rata 3.0967 dengan katagori suka. Panelis paling tinggi menyukai aromacookies yang dihasilkan sebesar 2.8867 dan paling rendah 2.4167 dengan katagori agak sukaPanelis paling menyukai tekstur cookies dengan komposisi 50 % tepung mokaf dan 50 % tepunbiji durian. Penambahan tepung biji durian tidak memberikan beda nyata pada perlakuapengolahan cookies. Panelis paling menyukai rasa cookies dengan pengolahan 100 % tepunmokaf. Dari segi warna cookies yang dihasilkan panelis paling suka dengan warna cookiesdengan komposisi 100% tepung mokaf.
APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Rizanatu Fikrina; Purwanto Purwanto; Mujiono Mujiono
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 5 No 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan rizobakteria yang berperan sebagai Plant Growth PromotingRhizobacteria (PGPR) menjadi cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman. PGPRmerupakan bakteri pada akar yang memberikan efek keuntungan untuk pertumbuhan danperkembangan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian PGPRdan mendapat isolat PGPR paling efektif terhadapbpertumbuhanbdanbhasilbtanamanselada. Penelitianbdilaksanakanbdaribulan Februari sampai April 2019 di screenhouse DesaWindujaya dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura UNSOED. Rancangan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 10 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu kontrol tanpa inokulasi isolate PGPR (P0), isolat J04 (P1), isolat P02 (P2), isolat P07 (P3), isolat P10 (P4), isolat R01 (P5), isolat R08(P6), isolat R11 (P7), isolat R12 (P8) isolat U03 (P9). Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian PGPR menghasilkan tinggibtanaman selada padabumur 14 hstbsebesar 10,50cm, kehijauan daun padabumurb35 hst sebesar 19,33 SPAD unit, panjang akar totalpadabumurb35 hstbsebesar 36,92bcm dan menghasilkan bobot segar tajuk sebesar 51,55gram, bobot kering tajuk sebesar 9,97 gram, dan biomassa kering tanaman sebesar 10,49gram pada umur 35 hst. Isolat PGPR J04 (P1) efektif meningkatkan tinggi tanaman seladadan isolat P07 (P3) efektif mampu meningkatkan kehijauan daun,bpanjangbakar total,bobotbsegarbtajuk, bobot kering tajuk, dan biomassa keringbtanaman.
AKTIVITAS ANTIFUNGI COMPOST TEA DALAM MENGENDALIKAN Fusarium oxysporum f.sp. capsici Siti Mudmainah; Medina Uli Alba Somala
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 5 No 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit layu Fusarium pada tanaman cabai merupakan penyakit penting, karenadampaknya sangat besar terhadap usahatani cabai. Kehilangan hasil akibat serangan penyakitini bisa mencapai diatas 50%. Layu Fusarium disebabkan oleh pathogen jamur Fusariumoxysporum f.sp. capsici yang merupakan pathogen tular tanah. Sebaran dan dominasi jamurFusarium oxysporum f.sp. capsici dalam tanah yang cukup tinggi menyebabkan pengendalianpenyakit ini cukup sulit, dan selalu persisten di dalam tanah. Ekstrak kompos atau seringdisebut sebagai compost tea merupakan larutan yang dibuat dengan cara melarutkan komposdengan perbandingan tertentu dengan air sehingga akan diperoleh cairan dalam bentukekstrak. Compost tea bukan leachates dari kompos tetapi mengandung nutrisi danmempunyai kapasitas sebagai fungisida. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji aktivitas antifungi compost tea untuk mengendalikan jamur Fusarium oxysporum f.sp. capsici. Uji dayaantifungi compost tea terhadap pertumbuhan miselium jamur Fusarium oxysporum secara in vitro dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai perlakuanadalah compost tea dari kompos kandang ayam, kompos kandang sapi, dan kompos baglogjamur tiram. Perlakuan diulang sebanyak 8 kali, dan variabel pengamatan adalah diameterpertumbuhan jamur diamati setelah 7 hari. Hasil isolasi terhadap jamur Fusarium daritanaman cabai menunjukkan gejala layu diperoleh satu isolat. Compost tea limbah jamurmerang mempunyai aktivitas antifungi tertinggi. Daya hambat compost tea terhadappertumbuhan jamur Fusarium sp. menunjukkan bahwa kemampuan sebagai anti fungitertinggi diperoleh dari compost limbah baglog jamur merah, diikuti oleh compost teakandang sapi. Compost limbah jamur merang merupakan compost tea yang mampumenghambat jamur dengan kemampuan sampai 79,48 % lebih besar dibandingkan Composttea kandang ayam, dan lebih tinggi 42,44% dari compost tea kompos kandang sapi.
ANALISIS UNSUR HARA HASIL FERMENTASI LIMBAH PADAT TEH SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANlK Retno Muningsih
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 5 No 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah teh diperoleh dari hasil pengolahan teh maupun pemangkasan tanaman teh.Limbah yang berasal dari hasil pengolahan berupa limbah padat dan cair. Limbah padatdiperoleh pada saat pelayuan berupa teh teroksidasi/terbakar, yaitu berupa pucuk teh yangmengalami perubahan warna daun menjadi merah karena keterlambatan proses pembalikanpada pelayuan pucuk. Pemanfaatan limbah pabrik pengolahan teh berupa teh teroksidasidapat dilakukan dengan pengomposan. Hasil dari proses pengomposan tersebut akanmenghasilkan pupuk organik padat yang dapat diaplikasikan pada media tanam untukpertumbuhan bibit tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan unsur haralimbah padat hasil dari pengolahan teh yang digunakan sebagai bahan pupuk organik.Penelitian dilaksanakan di green house Politeknik LPP. Pengambilan sampel limbah padatteh teroksidasi di UP Tanjungsari PT Tambi Wonosobo dan analisa unsur hara limbah padatdilaksanakan di Laboratorium BPTP Yogyakarta. Kandungan hara limbah padat teh yangdianalisa meliputi N, P, K, C-organik, dan C/N rasio. Hasil analisa limbah padat tehmenunjukkan unsur hara C-organik sangat tinggi, N dan C/N rasio lebih tinggi daripadakandungan hara P dan K. Fermentasi limbah padat pucuk teh teroksidasi dapatdirekomendasikan sebagai pupuk organik.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IRUT DAN TEPUNG MOKAF DALAM PENGOLAHAN MIE KERING Dwi Ari Cahyani
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 4 No 1 (2018): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie kering merupakan suatu jenis makanan olahan tepung yang sudah dikenal oleh sebagianmasyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadapmie kering yang dihasilkan dengan komposisi yang berbeda antara tepung irut dan tepung mokaf.Penelitian ini menggunakan tepung irut dan tepung mokaf yang diperoleh di Kabupaten Banjarnegaradengan perbandingan komposisi tepung irut yang berbeda 0%, 30%, 50%, 70% dan 100%. Hasilpenelitian mie kering yang diolah menggunakan bahan tepung irut dan tepung mokaf dengan berbagaikomposisi penambahan tepung tidak menunjukan adanya beda nyata terhadap warna, rasa, aroma dantekstur yang dihasilkan pada mie kering tersebut. Dari segi warna kode panelis lebih banyak memilihmie B yaitu mie yang dibuat dengan perlakuan tepung irut sebesar 70% dan 30% tepung mokaf. Darisegi rasa Mie kering tertinggi dengan kode mie D lebih disukai panelis dengan skor 2,80. Dari segi aromadari ke lima perlakuan yang digunakan panelis lebih banyak menyukai aroma mie dengan kode mie Byang terbuat dari 70% tepung irut dan 30% tepung mokaf. Panelis rata-rata menyukai tekstur mie dengankomposisi 30% tepung irut dan 70% tepung mokaf dari segi tekstur mi irut mokaf yang dihasilkan.
KONSENTRASI LARUTAN GULA DAN EFEKTIF MIKROORGANISME TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK CAIR SAMPAH PASAR Bayu Handoko; Bagus Nur Rochman; Ari Kurniawati
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Market waste in urban areas is a problem that needs to be solved so that it does not become a big issue in the community. One of them is by making it as liquid organic fertilizer. The purpose of this study was to determine the concentration of the sugar solution, the effective concentration of microorganism, and the proper interaction in breaking down market waste into high quality liquid organic fertilizer. The design of the study used a completely randomized design (CRD) with three replications. The factors tested were effective concentrations of microorganisms 1.0% (M1), 1.5% (M2), 2.0% (M3) and concentrations of sugar solutions 10% (G1), 15 (G2), 20% (G3). The combination of treatments obtained as many as 9 treatment combinations, so that the total experimental units amounted to 27 experimental units. The right sugar solution in breaking down market waste into liquid organic fertilizer is a solution of sugar 10% (G1) to pH and solution of sugar 30% (G3) to EC and Temperature. Sugar solutions and effective microorganism solutions are appropriate in decomposing market waste into liquid organic fertilizers are 30% sugar solution (G3) and 2.0% effective microorganism solution (M3). Interaction between sugar solution concentration and effective microorganisms does not occur significantly because the amount of sugar solution given has not been able to significantly increase the microorganism population. Kata kunci: efektif mikrorganisme, larutan gula, pupuk organik cair Abstrak Sampah pasar di perkotaan merupakan permasalahan yang perlu dipecahkan agar tidak menjadi isu besar di masyarakat. Salah satunya dengan cara menjadikannya sebagai pupuk organik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi larutan gula, konsentrasi larutan efektif mikroorganisme, dan interaksinya yang tepat dalam menguraikan sampah pasar menjadi pupuk organik cair yang berkualitas. Rancangan peneitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah konsentrasi efektif mikroorganisme 1,0 % (M1), 1,5 % (M2), 2,0 % (M3) dan konsentrasi larutan gula 10 % (G1), 15 % (G2), 20 % (G3). Kombinasi perlakuan yang diperoleh sebanyak 9 kombinasi perlakuan, sehingga unit percobaan keseluruhan berjumlah 27 unit percobaan. Larutan gula dan larutan efektif mikroorganisme yang tepat dalam menguraikan sampah pasar menjadi pupuk organik cair adalah larutan gula 30% (G3) dan larutan efektif mikroorganisme 2,0 % (M3). Interaksi antara konsentrasi larutan gula dan efektif mikroorganisme tidak menunjukkan interaksi yang nyata karena banyaknya jumlah larutan gula yang diberikan pada semua perlakuan belum dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme dengan signifikan.
EKSPLORASI POTENSI GULMA SIAM (Chromolaena odorata) SEBAGAI KOMPOS DAN JAMUR MIKORIZA ARBUSKULAR (JMA) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO Hartini Hartini
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) and compost application is expected to enhance plant growth. AMF association expand nutrients absorption area. Compost application provides nutrients and increases soil porosity, which significantly supports plant growth and AMF development. The study was conducted to determine the effectiveness of the AMF and compost to cocoa seedling growth. Randomized block design was applied with factorial pattern. There are 2 factors of treatment i.e AMF inoculation (M0=without AMF, M1=10 g AMF.,M2= 15 g and M3=20 g AMF and Compost dosage (K0=without compost, K1=100 g compost, K2=200 g compost, and K3=300 g compost). The results showed AMF and compost application no significant difference in growth of plant height, number of leaves, and stem diameter. Application 20 g mycorhizal inoculan per polybags, and compost 200 g per polybags gave the higher results for canopy wet weight, canopy dry weight, and percentage colonization of mycorhizal than others. Kata kunci: jamur mikoriza arbuskula, kompos, gulma siam, kakao Abstrak Upaya peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas tanah melalui pemberian jamur mikoriza arbuskula (JMA) dan aplikasi kompos. Aplikasi kompos, selain bertujuan menyediakan unsur hara, juga meningkatkan porositas tanah sehingga mendukung pertumbuhan tanaman, dan perkembangan JMA. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas JMA dan kompos pada pertumbuhan bibit kakao. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Terdapat 2 faktor perlakuan yaitu takaran JMA dan kompos gulma siam. Taraf perlakuan takaran JMA terdiri dari tanpa mikoriza (M0), mikoriza 10 g (M1), mikoriza 15 g (M2), dan mikoriza 20 g (M3). Takaran kompos gulma siam, terdiri dari tanpa kompos (K0), kompos 100 g (K1), Kompos 200 g (K2), dan Kompos 300 g (K3). Hasil penelitian pemberian takaran JMA dan kompos gulma siam menunjukkan tidak berbeda nyata pada variabel pertumbuhan pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pemberian mikoriza 20 g tiap lubang tanam (M3), dan pemberian kompos 200 g tiap polibag (K2) memberikan hasil lebih baik terhadap bobot basah tajuk, bobot kering tajuk dan persentase pengkolonian mikoriza dibandingkan dengan perlakukan yang lain.
KEBERADAAN JAMUR MIKORIZA ARBUSKULAR (JMA) PADA BEBERAPA JENIS AKAR TANAMAN Hermawati Cahyaningrum; Himawan Bayu Aji; Winda Zainiyah
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mycorrhiza is a form of mutualism collaboration between fungi and plant roots, most commonly found in nature is the association of plant roots with arbuscular mycorrhizal fungi (AMF). This study intentions to determine the presence of arbuscular mycorrhizal fungi in roots. Observations were made on the roots of chili, melon, corn, papaya, soursop, snake fruit, bamboo, cruciferae, eggplant, and tomatoes. The results showed that there were mycorrhizal associations in plant roots observed which were indicated by the presence of arbuscular forms and external hyphae of fungi that were present in plant roots. Kata kunci: akar, isolasi, jamur mikoriza arbuskular, pewarnaan Abstrak Mikoriza merupakan bentuk kerjasama mutualisme antara jamur dengan akar tanaman, paling banyak ditemukan di alam adalah asosiasi perakaran tanaman dengan jamur mikoriza arbuskula (JMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jamur mikoriza arbuskular pada akar tanaman. Pengamatan dilakukan pada akar tanaman cabai, melon, jagung, pepaya, sirsak, salak, bambu, cruciferae, terung, dan tomat secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat asosiasi mikoriza pada akar tanaman yang diamati yang ditunjukkan dengan adanya bentuk arbuskula dan hifa eksternal jamur yang ada di dalam akar tanaman.
IMPLEMENTASI MODEL SPASIAL EROSI LAHAN DI KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA Fanny Tri Raditya; Arum Asriyanti Suhastyo
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erosion is the transfer of soil material from one place to another by certain media, such as water, wind and so forth. The transfer of soil from one place to another will cause some undesirable effects because in the place of origin of the land, its removal / erosion will make the soil more open and the nutrients needed by plants are lost because most of the substances / nutrients have been eroded. The rationale behind this research, due to concerns about the many events of land erosion that occur due to land damage. Accordingly the concept needs to be made in the form of spatial modeling of the amount of land erosion, which is based on Geographic Information Systems using ArcView GIS software. It is expected that the built model can be applied to a city / regency area as a data base of the government or related agencies, so that information on the magnitude of erosion maps can be disseminated early, in order to anticipate these concerns in the context of mitigating natural disasters. Kata kunci: erosi, lahan, Sistem Informasi Geografis Abstrak Erosi merupakan perpindahan material tanah dari satu tempat ke tempat yang lain oleh media tertentu, seperti air, angin dan lain sebagainya. Perpindahan tanah dari tempat satu ke tempat lain tersebut akan menimbulkan beberapa dampak yang tidak diinginkan karena di tempat asal tanah tersebut, perpindahannya/pengikisannya akan membuat tanah lebih terbuka dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman hilang karena sebagian besar zat/nutrisi telah terkikis. Dasar pemikiran yang melatar belakangi penelitian ini, karena timbulnya keprihatinan terhadap banyaknya kejadian erosi lahan yang terjadi akibat dari adanya kerusakan lahan. Dengan demikian perlu dibuat konsep berupa pemodelan secara spasial tentang besarnya erosi lahan, yang didasarkan pada Sistem Informasi Geografis dengan memanfaatkan perangkat lunak ArcView GIS. Diharapkan model yang telah terbangun dapat diterapkan pada suatu wilayah kota/kabupaten sebagai data base pemerintah atau instansi terkait, sehingga informasi mengenai peta besarnya erosi dapat disebar luaskan secara dini, guna mengantisipasi keprihatinan tersebut dalam rangka mitigasi bencana alam erosi lahan.
ANALISIS EKONOMI USAHA MANDIRI NUGGET KULIT PISANG Mahsun Ridlowi; Dwi Ari Cahyani
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nugget is one form of ready-to-food frozen food products, which is a product that has undergone heating until half-cooked (precooked), then frozen. Banana bark is the waste of banana fruit that can’t be made with optimal results. The nutrients contained in the peel of banana depends on the maturity of fruit and type and the banana fruit or plaintain banana has fewer fibers than ordinary bananas. The intention of this research is to know whether the business is worthy of banana peel nuggets to continue. This research uses Ambon banana peel in making nugget with extra sago flour, wheat flour, eggs and other spices. The research was conducted in the Polytechnic of Banjarnegara in November to December 2019. The method used by collecting data in the field and being tabulate-then transferred into the table form according to the needs of the analysis. For hypothesized testing tested with cost and profit analysis. The manufacture of banana leather nuggets includes selection of commodities, smoothing, material mixing, grinding, cutting, frying, topping, packing and marketing. Bananas selected are banana Ambon in a mature state that has a sweet flavor and the peel is soft. If the banana peel nugget sold Rp5.000,00 per package in order to get breakeven need to produce 115 packaging. From the results of the analysis obtained the ROI of the amount 9,86% which means the manufacture of the banana peel nugget will benefit Rp 9,86% for every Rp100,00 invested. From the results of the analysis of R/C ratio can be concluded that each expenditure of 1 rupiah resulted in revenues 1.09 rupiah, thereby then this business can be said to be feasible and can be developed. Kata kunci : analisis ekonomi, kulit pisang, nugget Abstrak Nugget merupakan salah satu bentuk produk makanan beku siap saji, yaitu produk yang telah mengalami pemanasan sampai setengah matang (precooked), kemudian dibekukan. Kulit pisang adalah limbah dari buah pisang yang belum bisa dimaanfatkan dengan hasil optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha nugget kulit pisang untuk dilanjutkan. Penelitian ini menggunakan kulit pisang ambon dalam pembuatan nugget dengan tambahan tepung sagu, tepung terigu, telur dan bumbu lainnya. Penelitian dilaksanakan di Politeknik Banjarnegara pada bulan November hingga Desember 2019. Metode yang digunakan dengan mengumpulkan data di lapangan dan ditabulasikan, kemudian dipindahkan ke dalam bentuk tabelaris sesuai dengan kebutuhan analisis. Untuk pengujian hipotesisis diuji dengan analisis biaya dan keuntungan. Pembuatan nugget kulit pisang meliputi pemilihan komoditas, penghalusan, pencampuran bahan, pengukusan, pemotongan, penggorengan, pemberian topping, pengemasan dan pemasaran. Pisang yang dipilih merupakan pisang ambon dalam keadaan matang yang memiliki rasa manis dan kulitnya sudah lunak. Apabila nugget kulit pisang dijual Rp5.000,00 per kemasan agar mendapatkan titik impas perlu memproduksi 115 kemasan. Dari hasil perhitungan analisis diperoleh ROI sebesar 9,86% yang artinya pembuatan nugget kulit pisang ini akan mendapat keuntungan sebesar Rp 9,86% untuk setiap Rp100,00 yang diinvestasikan. Dari hasil analisis R/C ratio dapat disimpulkan bahwa setiap pengeluaran 1 rupiah menghasilkan pendapatan 1,09 rupiah, dengan demikian maka usaha ini dapat dikatakan layak dan dapat dikembangkan.