cover
Contact Name
Eko Apriliyanto
Contact Email
jurnalpolibara@gmail.com
Phone
+6281327997397
Journal Mail Official
jurnalpolibara@gmail.com
Editorial Address
Redaksi Jurnal Ilmiah Media Agrosains Jl. Raya Kenteng - Madukara KM. 02, Madukara, Kab. Banjarnegara Jawa Tengah 53482
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Media Agrosains
ISSN : :2407169     EISSN : 29626315     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Media Agrosains merupakan publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan bidang pertanian secara luas.
Articles 63 Documents
ANALISIS SEDIMEN LONG STORAGE (Waduk Lapangan) DI KAMPUNG WASUR Yosehi Mekiuw
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 3 No 1 (2017): Edisi Oktober
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualiatas air irigasi dipengaruhi oleh kandungan sedimen, oleh sebab itu berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang analisis sedimen pada long storage yang terletak di Kampung Wasur sehingga dapat diketahui kandungan terlarut pada air tersebut. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menganalisa sedimen terkandung yang terdapat pada long storage sehingga dapat diketahui secara pasti kualitas air dari kandungan sedimen terlarut agar supaya dapat direkomendasikan sebagai sumber air irigasi sesuai dengan kriteria baku mutu air irigasi dan jenis tanaman yang tepat. Hasil analisis sedimen dari sampel air masih sesuai atau memenuhi standart kelayakan air pertanian. Nilai rata-rata untuk parameter fisika terdiri dari suhu (280C, standartnya deviasi 3), kekeruhan (117,13 ) standar maksimum 300 NTU, TDS (156 mg/l, standart maksimum 1000 mg/l) dan konduktivity (312,38 ϤS). Nilai rata-rata untuk parameter kimia terdiri dari Besi (Fe: 0,28 mg/l) standart maksimum (1,0 mg/l), kesadahan (291,25 mg/l; standart maksimum 500 mg/l, sulfat (SO4: 49,63 mg/l) standart maksimum (400 mg/l).
UJI KEEFEKTIFAN EKSTRAK DAUN SIRSAK DAN GULMA SIAM UNTUK PENGENDALIAN HAMA KEPIK COKLAT KEDELAI Eko Apriliyanto; Arum Asriyanti Suhastyo
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 4 No 1 (2018): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian hama kepik coklat kedelai (Riptortus linearis) ramah lingkungan perlu ditingkatkan untuk mendukung swasembada kedelai (Glycine max (L.) Merr.) nasional. Upaya tersebut dapat dilaksanakan dengan penggunaan bahan nabati sebagai sumber insektisida. Daun sirsak (Annona muricata) dan gulma siam (Chromolaena odorata) merupakan jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi dan lahan percobaan Program Studi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 32 unit percobaan. Adapun perlakuan yang dicobakan yaitu N1=kontrol (akuades), N2=insektisida kimia sentesis (deltametrin), N3=ekstrak daun sirsak 8%, N4= ekstrak daun sirsak 16%, N5= ekstrak daun gulma siam 8%, N6=ekstrak daun sirsak 16%, N7=ekstrak daun sirsak + gulma siam 8% dan N8=ekstrak daun sirsak + gulma siam 16%. Analisis data menggunakan Uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Ekstrak daun sirsak dan gulma siam memiliki potensi sebagai insektisida nabati pengendali hama kepik coklat kedelai. N7 memiliki potensi sebagai insektisida nabati dengan mortalitas 8,33% pada 6 hsp dan 25% pada 14 hsp dengan intensitas serangan 6,99%. Ekstrak daun sirsak dan gulma siam belum mampu meningkatkan jumlah polong isi, bobot segar tanaman, jumlah biji utuh, bobot biji utuh dan bobot 100 biji. Ekstrak daun sirsak dan gulma siam juga belum mampu menurunkan jumlah polong hampa, jumlah biji rusak dan bobot biji rusak.
PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KALIWLINGI KABUPATEN BREBES Kiki Luqmanul Hakim; Bakti Setiawan; Gunung Radjiman
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 4 No 1 (2018): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manfaat ekosistem hutan mangrove (ekonomis dan ekologis) sangat penting bagi kelangsungan kehidupan masyarakat (khsusunya masyarakat pesisir), sedangkan di pihak lain ekosistem hutan mangrove bersifat rentan (fragile) terhadap gangguan dan cukup sulit untuk merehabilitasi kerusakannya (Mahmud (2002) dalam Harahab (2010)). Namun, upaya rehabilitasi kerusakan ekosistem hutan mangrove di Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes berakhir dengan keberhasilan. Keberhasilan pengelolaan hutan mangrove di Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes ditunjukan dengan indikator meningkatnya luas dan kerapatan hutan mangrove serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan perkembangan hutan mangrove, mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove dan mengkaji keberlanjutan pengelolaan hutan mangrove di Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden yang secara langsung berperan sebagai pelaku dalam memanfaatkan kawasan mangrove sebagai mata pencahariannya, responden dilakukan secara purposive sampling. Sedangkan teknik analisis yang digunakan yaitu, analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi hutan mangrove di Desa Kaliwlingi mengalami peningkatan luas sebanyak tiga kali lipat dari sebelum adanya upaya rehabilitasi dari masyarakat dengan kerapatan tinggi. Tingkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di Desa Kaliwlingi pada kategori tinggi (citizen power), yaitu kontrol penuh oleh masyarakat di setiap tahapan pengelolaan hutan mangrove (perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, pemantauan/evaluasi). Jenis partisipasi yang disumbangkan masyarakat dalam bentuk pikiran, tenaga, keahlian, barang dan uang. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyrakat dalam pengelolaan hutan mangrove di Desa Kaliwlingi terbagi menjadi tiga faktor, yaitu faktor internal individu, faktor internal kelompok dan faktor eksternal. Faktor internal individu terdiri dari pekerjaan, pengetahuan/pengalaman dan manfaat yang diperoleh; faktor internal kelompok terdiri dari solidaritas antar anggota kelompok dan kepemimpinan ketua kelompok; serta faktor eksternal terdiri dari program pemerintah dan komunikasi yang baik antar stakeholder.
TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN MANISAN CARICA PADA KELOMPOK MASYARAKAT DIENG KULON BANJARNEGARA Sarno; Agung Wahyudi
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 4 No 1 (2018): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah carica merupakan buah khas daerah yang tumbuh Dieng Kulon Banjarnegara. Keberadaan buah carica sampai saat ini terus diupayakan dan dikembangkan melalui teknologi diversifikasi produk menjadi aneka olahan pangan yang bernilai tinggi serta berdaya saing. Salah satu kelompok masyarakat ekonomi produktif yang melakukan teknologi pengolahan manisan carica adalah kelompok yang tergabung dalam usaha mikro kecil dan menengah carica izayo Dieng Kulon Banjarnegara. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membantu kelompok masyarakat ekonomi produktif dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian usaha pengolahan manisan carica agar memiliki nilai tambah dan daya saing sebagai komoditas unggulan daerah umumnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Melalui kegiatan transfer teknologi pengolahan manisan carica secara tepat akan dapat membantu kelompok masyarakat dalam meningkatkan kualitas produk khas unggulan daerah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendidikan masyarakat, difusi ipteks, dan advokasi. Hasil kegiatan secara khusus menunjukkan bahwa kelompok masyarakat 80 % meningkat pengetahuan dan keterampilannya dalam pengolahan manisan carica yang meliputi tahapan mulai dari sortasi, pengupasan, pencucian, pembelahan, pemisahan biji, pengirisan, perendaman air kapur, pencucian, perebusan, penirisan, pewadahan serta penambahan sirup, penutupan (sealer), pasteurisasi, pendinginan, pengemasan dan pelabelan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SAYUR ORGANIK Arum Asriyanti Suhastyo
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 4 No 1 (2018): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa transfer teknologi mengenai pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Belum optimalnya masyarakat Kelurahan Sokanandi dalam memanfaatkan lahan pekarangan menjadi permasalahan yang harus dipecahkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat secara langsung terkait pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan pendidikan masyarakat perlu dilakukan melalui kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayur organik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat ini memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan lahan pekarangan dengan melakukan budidaya sayur organik. Serta dibutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar pemberdayaan masyarakat ini dapat berjalan dengan baik.
ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA Fanny Tri Raditya; Bondan Hary Setiawan
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 4 No 1 (2018): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsor lahan merupakan bencana alam geologi yang diakibatkan oleh gejala alami geologi maupun tindakan manusia dalam mengelola lahan atau ruang hidupnya. Analisis kerawanan bencana dapat dilakukan dengan berbagai metode salah satunya adalah metode pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis spasial. Data yang telah diperoleh berupa Peta Sebaran Curah Hujan, Peta Kemiringan, Peta Tata Guna Lahan dan Peta Jenis Tanah diberi skor sesuai dengan parameter dan kriterianya kemudian dilakukan tumpang susun (overlay). Penentuan daerah rawan longsor menggunakan SIG dengan metode Indeks Storie yaitu perkalian setiap parameter-parameter. Hasil analisis itu nantinya akan menghasilkan nilai kisaran indeks storie. Selanjutnya nilai kisaran ini dikonversi pada beberapa tingkatan rawan longsor. Wilayah Kecamatan Pegentan dipengaruhi oleh 4 Stasiun Hujan terdekat, yaitu Stasiun Hujan Karangkobar, Stasiun Hujan Limbangan, Stasiun Hujan Pejawaran dan Stasiun Hujan Pagentan. Dari ke 4 Stasiun Curah Hujan tersebut diketahui bahwa wilayah yang mempunyai nilai curah hujan paling besar adalah wilayah yang dipengaruhi oleh Stasiun Hujan Pagentan yaitu sebesar 3.703 mm/tahun. Sedangkan curah hujan terkecil adalah wilayah stasiun Curah Hujan Karangkobar sebesar 1.583 mm/tahun. Kemiringan di Kecamatan Pagentan didominasi oleh kemiringan berbukit, curam, sangat curam dan terjal. Sehingga wilayah Kecamatan Pagentan berdasarkan kemiringannya sebagian besar merupakan wilayah yang rawan terhadap terjadinya longsor. Berdasarkan hasil analisa maka didapatkan Peta Kawasan Longsor Kecamatan Pagentan. Kecamatan Pagentan terdapat wilayah yang mempunyai kerawanan sangat rawan, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus berkaitan dengan mitigasi bencana.
POTENSI TRICHODERMA SP. DALAM PENGOMPOSAN GULMA SIAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL TANAMAN PAKCOI DAN SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL Wahyu Febriyono; Loekas Soesanto; Tamad
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 4 No 1 (2018): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perluasan area penanaman pada tanah Ultisol menjadi usaha peningkatan produksi pakcoi. Pemberian pupuk gulma siam dipertimbangkan dapat menjadi usaha perbaikan sifat tanah Ultisol. Tujuan penelitian adalah (1) memperoleh isolat jamur Trichoderma sp. terbaik untuk pengomposan gulma siam, (2) mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik terhadap sifat kimia tanah Ultisol, (3) mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik terhadap tanaman pakcoi pada tanah Ultisol. Penelitian ini terdiri atas dua percobaan. Percobaan pertama adalah pengomposan gulma siam oleh jamur Trichoderma sp.. Perlakuan percobaan pertama yaitu isolat jahe, nenas, pisang, bawang merah, dan control. Percobaan kedua terdiri atas 3 faktor yaitu dosis pupuk urea, jenis dan dosis pupuk organik. Hasil dari penelitian ini adalah (1) jamur Trichoderma sp. isolat jahe merupakan isolat terbaik untuk pengomposan gulma siam. (2) Dosis pupuk urea 0,5 dosis anjuran dengan pemberian pupuk gulma siam telah mampu memperbaiki sifat kimia tanah Ultisol yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar C-organik, kadar N, dan KTK sebesar 477,97, 145,45, dan 174,80%. (3) Pupuk urea 0,5 dosis anjuran dengan pemberian pupuk gulma siam telah mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoi yang baik dengan nilai bobot tanaman segar (408,33 g), bobot akar kering (11,59 g), dan indeks panen (0,76).
KESESUAIAN TIGA BAKTERI ANTAGONIS DENGAN EMPAT JENIS MINYAK ATSIRI Resti Fajarfika; Heru Adi Djatmiko; Darini Sri Utami
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 5 No 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kesesuaian tiga bakteri antagonis dengan empatjenis minyak atsiri. Pengendalian hayati menggunakan bakteri Bacillus sp. B298,Streptomyces spp. S4, dan Pseudomonas fluorescens dengan memadukan pengendaliannabati (minyak atsiri cengkeh, serai wangi, temulawak dan nilam) pada konsentrasi 0,04; 0,2;1; dan 5%, bakterisida (streptomycin sulfat 20%), air dan pelarut (isopropil alkohol, minyaktanah, dan tween 20) menggunakan metode cakram kertas. Hasil penelitian menunjukkanbahwa tiga bakteri antagonis tidak ada kesesuaian dengan konsentrasi empat jenis minyakatsiri dan bakterisida, tetapi ada kesesuaian terhadap air dan pelarut.
EFISIENSI BIAYA PRODUKSI DAN PENDAPATAN KELOMPOK WANITA TANI SINGKONG (KASUS PADA DESA MAJALENGKA KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARA) Sarno Sarno; Eko Apriliyanto
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 5 No 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis efisiensi biaya produksi dan pendapatankelompok wanita tani singkong Desa Majalengka Kecamatan Bawang KabupatenBanjarnegara. Manfaat dari hasil penelitian untuk membantu kelompok wanita tani singkongdalam menemukan, menggambarkan dan menjelaskan tentang pengambilan keputusanberusaha tani dalam rangka meningkatkan pendapatan usahataninya. Penelitian inidilaksanakan dengan menggunakan metode survey dengan pendekatan studi kasus. Sasaranutama adalah para anggota kelompok wanita tani yang melakukan usaha tani singkong.Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Metodepengambilan datanya dilakukan dengan cara wawancara, pencatatan dan observasi serta datayang dikumpulkan terdiri atas data primer dan sekunder. Adapun metode analisis data yangdigunakan adalah analisis efisiensi biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa (a) Jumlah penerimaan usahatani singkong yang dihasilkankelompok wanita tani rata-rata mencapai sebesar Rp914.853,00 dari jumlah produksi rata-ratayang dihasilkan sebesar 1.401 kg/ha dan harga jual singkong rata-rata Rp653,00/kg, (b)Jumlah biaya produksi usaha tani singkong rata-rata mencapai sebesar Rp765.800,00 (c)Jumlah pendapatan rata-rata yang diperoleh para anggota kelompok wanita tani mencapai sebesar Rp 149.053,00 (d) Jumlah biaya produksi usaha tani singkong yang dikeluarkankelompok wanita tani termasuk efisien karena memiliki nilai efisiensi biaya produksi (Eb) >1.
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ENTOMOPATOGEN PADA SENTRA TANAMAN UBI KAYU BANJARNEGARA Eko Apriliyanto; Arum Asriyanti Suhastyo
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 5 No 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu sentra wilayah produksi ubi kayu diJawa Tengah. Hama utama di sentra tanaman ubi kayu Kecamatan Purwanegara,Banjarnegara yaitu uret. Upaya pengendalian hama uret yang telah dilakukan masyarakatberupa penggunaan insektisida, penggunaan bahan nabati, dan gropyokan belum optimalhasilnya. Upaya pengendalian yang belum pernah dilakukan berupa pemanfaatan musuh alamihama uret sebagai agen hayati. Agen hayati hama uret dapat berupa jamur entomopatogen.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan jamur entomopatogen danmengidentifikasi hasil isolasi dari tiap sampel tanah yang diambil pada sentra tanaman ubikayu di Banjarnegara. Penentuan pengambilan contoh lahan pengamatan sebaran hama uretmenggunakan teknik samping purposive. Eksplorasi jamur entomopatogen menggunakanmetode umpan serangga. Umpan serangga yang digunakan yaitu larva Tenebrio molitar(ulat hongkong). Tidak ditemukan hama uret pada lahan pengamatan di kecamatanPurwanegara. Jamur entomopatogen yang diperoleh dari lahan tanaman ubi kayu kecamatanPurwanegara yaitu Beauveria bassiana asal Danaraja. Isolat asal Danaraja tersebut berpotensidikembangkan sebagai agen hayati pengendali hama uret.