cover
Contact Name
Anton Subarno
Contact Email
antonsubarno@fkip.uns.ac.id
Phone
+6281329027365
Journal Mail Official
jikap@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS Gedung B Lantai 1 FKIP UNS, Jl. Ir, Sutami, No.36A Kentingan Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi (JIKAP)
ISSN : -     EISSN : 26140349     DOI : https://dx.doi.org/10.20961/jikap
Core Subject : Education, Social,
JIKAP (Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) berisi artikel tentang hasil pemikiran dan hasil penelitian di bidang bidang komunikasi, administrasi perkantoran dan pendidikan.
Articles 330 Documents
Students' perceptions of teaching methods and learning interest effects on general administration outcomes Silmi Najma Mumtaza; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.105261

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan pada hasil belajar siswa kelas XI MPLB SMK Negeri 6 Surakarta pada mata pelajaran administrasi umum yang dipengaruhi oleh persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan minat belajar siswa. Diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar siswa kelas XI MPLB pada mata pelajaran administrasi umum hanya sebesar 32,08%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap hasil belajar siswa, (2) minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa, dan (3) persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan siginifikan pada persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,004 ˂ 0,05 (2) terdapat pengaruh negatif pada minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,034 ˂ 0,05 dan nilai koefisien pada kolom B sebesai -0,315 (3) terdapat pengaruh secara simultan pada persepsi siswa tentang metode mengajar guru dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran administrasi umum kelas XI MPLB SMK Negeri 6 Surakarta yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,008 ˂ 0,05. Kata kunci: evaluasi pembelajaran; ketuntasan belajar; kuantitatif; surveiAbstract: This study investigated the relationship between students' perceptions of teachers' teaching methods and learning interest with learning outcomes among grade XI MPLB students at SMK Negeri 6 Surakarta in general administration. The learning completion rate was only 32.08%. This quantitative survey research examined: (1) the effect of students' perceptions of teaching methods on learning outcomes, (2) the effect of learning interest on learning outcomes, and (3) the simultaneous effect of both variables on learning outcomes. Results indicated that (1) students' perceptions of teaching methods had a significant positive effect on learning outcomes (p = 0.004), (2) learning interest had a significant negative effect on learning outcomes (p = 0.034, B = -0.315), and (3) both variables simultaneously and significantly affected learning outcomes (p = 0.008). Keywords: learning completeness; learning evaluation; quantitative; survey
The effects of entrepreneurship training and entrepreneurial practice on entrepreneurial interest Dimas Nurdin Adiwijaya; Subroto Rapih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i1.108579

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelatihan kewirausahaan dan praktik berwirausaha terhadap minat berwirausaha siswa jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) di SMKN 1 Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif kausal-komparatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dari 104 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis regresi linear berganda menunjukkan: (1) pelatihan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha (t = 2,79, p < 0,05); (2) praktik berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha (t = 6,80, p < 0,05); dan (3) pelatihan kewirausahaan dan praktik berwirausaha secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha (F = 112,65, p < 0,05). Koefisien determinasi (adjusted R² = 0,69) menunjukkan bahwa kedua variabel secara kolektif menjelaskan 69% varians minat berwirausaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi pelatihan kewirausahaan terstruktur dengan praktik langsung merupakan strategi efektif untuk menumbuhkan minat berwirausaha di lingkungan pendidikan kejuruan. Kata kunci: aktivitas berwirausaha; intensi berwirausaha; lokakarya kewirausahaan; pendidikan kejuruanAbstract: This study examined the effects of entrepreneurship training and entrepreneurial practice on entrepreneurial interest among Office Management and Business Services (MPLB) students at SMKN 1 Boyolali. A quantitative causal-comparative design was employed, with data collected through questionnaires from 104 students selected using proportionate stratified random sampling. Multiple linear regression analysis revealed that: (1) entrepreneurship training had a positive and significant effect on entrepreneurial interest (t = 2.79, p < .05), (2) entrepreneurial practice had a positive and significant effect on entrepreneurial interest (t = 6.80, p < .05), and (3) both variables jointly had a positive and significant effect on entrepreneurial interest (F = 112.65, p < .05). The coefficient of determination (adjusted R² = .69) indicated that both variables collectively explained 69% of the variance in entrepreneurial interest. These findings suggest that integrating structured entrepreneurship training with hands-on practice constitutes an effective strategy for fostering entrepreneurial interest in vocational education settings. Keywords: entrepreneurial activity; entrepreneurial intention; quantitative; entrepreneurship workshop; vocational education
CIPP model evaluation of school internship program in teacher education Afiyah Nuri Abidah; Hery Sawiji
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i5.104294

Abstract

Abstrak: Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dirancang untuk mempersiapkan calon guru yang kompeten, namun dalam pelaksanaannya masih dijumpai berbagai kendala seperti kesenjangan antara teori dan praktik, pembekalan yang belum optimal, serta keterbatasan fasilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan PLP dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) guna mengidentifikasi kelemahan sekaligus meningkatkan kualitas program. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan kualitatif (wawancara dengan UP2KT, guru pamong, dosen pembimbing, mahasiswa, dan analisis dokumen) serta pendekatan kuantitatif. Analisis data kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Validitas instrumen diuji dengan korelasi Pearson, dan reliabilitas diukur menggunakan Cronbach's Alpha. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS Surakarta pada November 2024 - Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Konteks PLP berhasil mencapai sasaran  dan tujuan, mencangkup: (a) Tujuan, (b) Relevansi, (c) Sasaran; (2) Masukan PLP menyatakan setuju, mencangkup: (a) Panduan PLP, (b) Sarana-Prasarana, dan (c) Bekal kompetensi mahasiswa; (3) Proses PLP menyatakan sangat setuju, mencangkup: (a) Peran mahasiswa, (b) Peran Dosen Pembimbing dan Guru Pamong, (c) Kedisiplinan Mahasiswa, (d) Tanggung jawab mahasiswa; (4) Hasil PLP menyatakan setuju, mencangkup: (a) Peningkatan kompetensi Mahasiswa, (b) Kesiapan Menjadi Pendidik, (c) Pengalaman praktik mengajar, (d) Tingkat kepuasan mahasiswa. Kata kunci: calon guru; CIPP; evaluasi program; kesiapan mengajarAbstract: The School Internship Program (PLP) is designed to prepare competent prospective teachers; however, implementation challenges persist, including theory-practice gaps, suboptimal preparation, and limited facilities. This study evaluates PLP implementation using the CIPP model (Context, Input, Process, Product) to identify weaknesses and enhance program quality. Data collection employed mixed methods, incorporating qualitative approaches (interviews with UP2KT, mentor teachers, supervising lecturers, students, and document analysis) and quantitative methods. Qualitative data analysis utilized data reduction, presentation, and conclusion drawing, while quantitative analysis employed descriptive statistics. Instrument validity was tested using Pearson correlation, and reliability was measured with Cronbach's Alpha. The research was conducted at the Office Administration Education Study Program, FKIP UNS Surakarta, from November 2024 to July 2025. Findings revealed: (1) Context evaluation demonstrated successful achievement of PLP objectives and targets, encompassing goal attainment, relevance, and target identification; (2) Input evaluation showed agreement across PLP guidelines, facilities and infrastructure, and student competency preparation; (3) Process evaluation indicated strong agreement regarding student roles, supervising lecturer and mentor teacher roles, student discipline, and student responsibility; (4) Product evaluation demonstrated agreement in student competency improvement, educator readiness, teaching practice experience, and student satisfaction levels. The study provides comprehensive insights for program enhancement and quality assurance in teacher education. Keywords: prospective teachers; CIPP; program evaluation; teaching readiness
The role of internship mentors in office administration practicum: a qualitative analysis Agata Yohan Hamda; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.105726

Abstract

Abstrak: Magang dalam konteks pendidikan profesional tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan keterampilan lunak seperti komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mentor magang dalam pelaksanaan magang administrasi perkantoran mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) FKIP Universitas Sebelas Maret angkatan 2021. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada informan yang relevan dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran mentor mencakup bimbingan, monitoring, dukungan penyusunan laporan, penilaian kinerja, tanggung jawab program, serta pembentukan hubungan profesional yang menciptakan suasana kerja positif. Meskipun terdapat perbedaan pola pendampingan pada setiap mentor, secara umum peran tersebut berkontribusi pada efektivitas pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam mengintegrasikan teori dengan praktik serta mengembangkan keterampilan teknis maupun soft skills. Namun demikian, diperlukan peningkatan konsistensi monitoring, koordinasi, dan proporsionalitas beban kerja agar manfaat program magang dapat dirasakan secara optimal dan merata oleh seluruh mahasiswa. Kata kunci: bimbingan; kualitatif; mentoring Abstract: Professional education internships serve not only to enhance technical skills but also to develop soft skills such as communication, collaboration, and adaptability. This study examined the role of internship mentors in supporting office administration internships among students in the Office Administration Education program at Sebelas Maret University (Class of 2021). A qualitative phenomenological approach with purposive sampling was employed. Data were collected through in-depth interviews with relevant informants and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. Results indicated that mentors' roles included guidance, monitoring, report preparation support, performance evaluation, program accountability, and the establishment of professional relationships that fostered positive work environments. Although mentorship patterns varied among mentors, these roles generally contributed to students' learning effectiveness, particularly in integrating theory with practice and developing both technical and soft skills. However, improvements in monitoring consistency, coordination, and workload proportionality are needed to ensure that internship benefits are optimally and equitably experienced by all students. Keywords: internship; mentorship; qualitative research
ANALISIS KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING DENGAN E-LEARNING SEBAGAI DAMPAK DARI PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 Reni Nugraheni; Hery Sawiji; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v5i4.53704

Abstract

This study aimed to find out: the activeness of students during the online learning process with E-Learning, the obstacles that arose in the implementation of online learning with E-Learning, and the efforts made to face the existing obstacles. This study used a qualitative research method with a case study approach. The data of this study obtained from informants, documents and archives. The sampling techniques used were purposive sampling and snowball sampling. The data collection techniques used were interviews, observation, documents, and archive analysis. The data validation was done through source triangulation and method triangulation. The data analysis technique used  interactive model data analysis. The results showed that: (1) The activeness of students in implementing online learning with E-Learning during the 2020 COVID-19 pandemic was lack. (2) The obstacles in the implementation of online learning were: (a) low concentration of learning, (b) interactions that tend to be one-way, (c) less varied learning methods, (d) the internet network was less stable, (e) the difficulty of lecturers in controlling the class. The efforts to overcome obstacles were as follows: (a) provided ice-breaking, (b) used more varied learning methods, (c) provided stimulus by lecturers, (d) used different applications, (e) performed periodic control on students.
The impact of service quality and employee discipline on customer satisfaction at the Karanganyar Regency Public Service Mall Lupita Arini; Hery Sawiji
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 3 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i3.102690

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar, (2) mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan pelanggan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar, (3) mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan disiplin kerja secara simultan terhadap kepuasan pelanggan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Adapun untuk penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu accidental samplimg dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang pelanggan yang diperoleh berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai thitung (8,398) > ttabel (1,991) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kepuasan pelanggan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai thitung (3,456) > ttabel (1,991) dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan dan disiplin kerja secara simultan terhadap kepuasan pelanggan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung (121,839)  > Ftabel (3,114) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kata kunci : kuantitatif; kesesuaian harapan; ketepatan waktu; mutu pelayanan Abstract: The aim of study is to (1) determine the effect of service quality on customer satisfaction at Public Service Malls in Karanganyar Regency, (2) determine the effect of work discipline on customer satisfaction at Public Service Malls in Karanganyar Regency, (3) determine the effect of service quality and work discipline simultaneously on customer satisfaction at Public Service Malls in Karanganyar Regency. This study is a quantitative study. Meanwhile, the sample determination was carried out using a sampling technique, namely accidental sampling with a sample size of 80 customers obtained based on calculations using the Slovin formula. The results of the study proved that: (1) there is a positive and significant influence of service quality on customer satisfaction at the Karanganyar Regency Public Service Mall. This is evidenced by the results of the calculation of the tvalue (8.398) > ttable (1.991) and a significance value of 0.000 < 0.05; (2) there is a positive and significant influence of work discipline on customer satisfaction at the Karanganyar Regency Public Service Mall. This is evidenced by the results of the calculation of the tvalue (3.456) > ttable (1.991) and a significance value of 0.001 < 0.05; (3) there is a positive and significant influence of service quality and work discipline simultaneously on customer satisfaction at the Karanganyar Regency Public Service Mall. This is proven by the Fvalue value (121.839) > Ftable (3.114) with a significance value of 0.000 < 0.05. The results of this study indicate a joint effective contribution value of 0.760 or 76%, while the remaining 24% is influenced by other factors not examined in this study. Keywords : conformity to expectations; punctuality; quality of service; quantitative
PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PADA BAGIAN BARANG MILIK NEGARA (BMN) UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Fina Prasetyani; Patni Ninghardjanti; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 6, No 2 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v6i2.54854

Abstract

The purpose of this study was to determine (1) the management of dynamic archives at the BMN UNS office; (2) Problems that arise; and (3) Efforts are made to overcome the problems that arise. This research is a case study qualitative research, with primary data sources from observations and interviews with BMN office employees, for secondary data from field documentation. The sample uses the snowball sampling technique that the researcher assigns one of the BMN employees as a key informant then asks for advice from other informants related to research. Data analysis used in this research interactive data analysis techniques in three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show (1) the management of dynamic archives at the BMN office includes the creation of archives, the use of archives, maintenance and security of archives, shrinkage and destruction of archives; (2) Obstacles in the form of the absence of experts in the field of archives, lack of understanding of archives, lack of socialization of the archive management system, and the classification of types of letters that are still lacking in detail; (3) Efforts to overcome these obstacles include appointing a special employee who handles archives, attends training, socializes the results of the training, and if no appropriate letter classification is found, the closest classification is entered.
Effects of organizational experience and emotional intelligence on public speaking skills Ilyas Faiz Andrian; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i4.102320

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pengalaman organisasi terhadap kemampuan public speaking. (2) pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking, (3) pengaruh pengalaman organisasi dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sumber data yang digunakan yaitu data primer. Populasi dalam penelitian ini yakni 109 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling yaitu sampling strata. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi logistik multinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan pengalaman organisasi terhadap kemampuan public speaking (sign 0,000), (2) terdapat pengaruh secara simultan kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking (sign 0,003), dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman organisasi dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking (sign 0,000). Koefisien determinasi R Square sebesar 0,407 yang berarti bahwa 40,7% kemampuan public speaking (Y) dipengaruhi oleh variabel pengalaman organisasi (X1), dan sisanya sebanyak 59,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata kunci: keaktifan berorganisasi; kemampuan berbicara; mengelola emosiAbstract: This study examined: (1) the influence of organizational experience on public speaking skills, (2) the influence of emotional intelligence on public speaking skills, and (3) the combined influence of organizational experience and emotional intelligence on public speaking skills. We employed a quantitative approach with causal associative design using primary data. The population consisted of 109 individuals, with stratified random sampling used for sample selection. Data were collected through questionnaire surveys and analyzed using multinomial logistic regression. Results indicated that: (1) organizational experience had a significant influence on public speaking skills (p < .001), (2) emotional intelligence had a significant influence on public speaking skills (p = .003), and (3) organizational experience and emotional intelligence together had a significant influence on public speaking skills (p < .001). The coefficient of determination (R²) was 0.407, indicating that 40.7% of public speaking skills variance was explained by organizational experience and emotional intelligence variables, while the remaining 59.3% was influenced by other variables not examined in this study. Keywords: managing emotions; organizational involvement; speaking skills
Peer environment and self-motivation influence on students' learning behavior Muhammad Efendy Dela Costa; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.105447

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan pergaulan dan motivasi diri terhadap perilaku belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel berjumlah 170 mahasiswa aktif dari angkatan 2021 hingga 2023 yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket tertutup menggunakan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan dan motivasi diri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku belajar mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan dan motivasi diri bepengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku belajar mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Secara parsial, lingkungan pergaulan (X1) memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku belajar dengan nilai t hitung sebesar 2,959 dan signifikansi 0,004 (< 0,05), sedangkan motivasi diri (X2) juga berpengaruh signifikan dengan t hitung sebesar 2,130 dan signifikansi 0,035 (< 0,05). Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku belajar mahasiswa dengan nilai F hitung sebesar 8,715, signifikansi 0,000 (< 0,05), dan nilai R Square sebesar 0,095, yang berarti 9,5% perubahan perilaku belajar mahasiswa dapat dijelaskan oleh lingkungan pergaulan dan motivasi diri. Dari kontribusi relatif, lingkungan pergaulan memberikan pengaruh lebih besar yaitu sebesar 62,82%, sementara motivasi diri sebesar 37,18%. Kata kunci: interaksi sosial; kinerja akademik; mahasiswa sarjana; pendidikan tinggi; regresi linier bergandaAbstract: This study examines the influence of peer environment and self-motivation on the learning behavior of students in the Office Administration Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret. A quantitative approach was employed using survey methodology and multiple linear regression analysis. The sample comprised 170 active students from the 2021 to 2023 cohorts, selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a validated and reliable closed-ended questionnaire based on a five-point Likert scale. The results demonstrate that both peer environment and self-motivation exert positive and significant influences on students' learning behavior, both individually and collectively. Partial analysis revealed that peer environment (X1) significantly influences learning behavior (t = 2.959, p = .004), while self-motivation (X2) also demonstrates significant influence (t = 2.130, p = .035). Simultaneous analysis indicated that both independent variables significantly affect learning behavior (F = 8.715, p < .001). The coefficient of determination (R² = .095) indicates that 9.5% of the variance in learning behavior can be explained by peer environment and self-motivation. Regarding relative contribution, peer environment accounts for a larger proportion of influence (62.82%), while self-motivation contributes 37.18%. Keywords: academic performance; higher education; multiple linear regression; social interaction; undergraduate students
Factors influencing miscommunication among employees: a case study at PT X Alya Luthfia; Christian Wiradendi Wolor; Eka Dewi Utari
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 3 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i3.102488

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya miskomunikasi antar rekan kerja di PT X.  Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan karyawan di PT X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab miskomunikasi, dampak miskomunikasi, serta pola komunikasi yang berkaitan dengan terjadinya miskomunikasi antar rekan kerja di perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penyebab utama miskomunikasi adalah perbedaan gaya komunikasi, kurangnya kejelasan dalam penyampaian pesan, serta terbatasnya media komunikasi yang digunakan. Dampak dari miskomunikasi ini yaitu penurunan produktivitas kerja, kesalahpahaman, hingga munculnya konflik antarpribadi. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan komunikasi seperti ambiguitas bahasa dan pola komunikasi yang pasif. Rekomendasi yang disarankan meliputi peningkatan sistem komunikasi internal, pelatihan komunikasi bagi karyawan, dan mendorong adanya umpan balik terbuka antarpegawai. Kata kunci: indonesia; instansi x; karyawan; komunikasi kerjaAbstract: This research aims to analyze the main factors that cause miscommunication between coworkers at PT X. The researcher used a descriptive qualitative approach and case study, namely through observation, documentation, and in-depth interviews with employees at PT X. The purpose of this research is to find out the causes of miscommunication, the impact of miscommunication, and communication patterns related to the occurrence of miscommunication between coworkers in the company. Based on the results of the research, it was found that the main causes of miscommunication are differences in communication styles, lack of clarity in delivering messages, and limited communication media used. The impact of this miscommunication is a decrease in work productivity, misunderstanding, and the emergence of interpersonal conflict. This study also identified several communication barriers such as language ambiguity and passive communication patterns. Recommendations include improving the internal communication system, communication training for employees, and encouraging open feedback between employees. Keywords :  agency x; employee; indonesia; work communication