cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
PERTUMBUHAN POPULASI Rhyzopertha dominica (F.), Tribolium castaneum (Herbst.), DAN Oryzaephilus surinamensis (L.) DALAM ASOSIASI PADA BERAS DALAM SIMPANAN: POPULATION GROWTH OF Rhyzopertha dominica (F.), Tribolium castaneum (Herbst.), AND Oryzaephilus surinamensis (L.) IN ASSOCIATION ON STORED RICE Wulandari, Ratna; Astuti, Ludji Pantja
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan laju pertumbuhan populasi Rhyzopertha dominica, Tribolium castaneum, dan Oryzaephilus surinamensis, serta penurunan berat pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga September 2022 di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari tujuh perlakuan meliputi infestasi (1) serangga R. dominica, (2) serangga T. castaneum, (3) serangga O. surinamensis, (4) serangga R. dominica + T. castaneum, (5) serangga R. dominica + O. surinamensis, (6) serangga T. castaneum + O. surinamensis, dan (7) serangga R. dominica + T. castaneum, + O. surinamensis yang diulang sebanyak tiga kali. Penelitian diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan mengamati populasi imago baru R. dominica, T. castaneum, dan O. surinamensis pada infestasi tunggal maupun asosiasi, serta mengamati penurunan berat pakan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak R-statistics versi 4.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi R. dominica lebih tinggi pada infestasi tunggal, pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi T. castaneum dan O. surinamensis lebih tinggi pada asosiasi dengan R. dominica. Selain itu, penurunan berat pakan lebih tinggi pada infestasi tunggal R. dominica.
STRUKTUR KOMUNITAS LALAT BUAH (DIPTERA: TEPHRITIDAE) DAN TINGKAT SERANGAN PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum): COMMUNITY STRUCTURE OF FRUIT FLIES (DIPTERA: TEPHRITIDAE) AND ATTACK RATE ON TOMATO (Solanum lycopersicum) FIELDS Rahim, Srinurningsi K.; Lamangantjo, Chairunnisah J.; Hamidun, Marini Susanti; Utina, Ramli; Katili, Abubakar Sidik; Hikmawati, Hikmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.4.5

Abstract

Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) menyebabkan kerugian dan penurunan produksi tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas lalat buah (Diptera: Tephritidae) dan tingkat serangan pada tanaman tomat (S. lycopersicum). Penelitian dilakukan di Desa Ayula Sejahtera, Kab. Bonebolango dan identifikasi morfologi lalat buah di Laboratorium Entomologi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo pada bulan Desember 2022 sampai dengan Januari 2023. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey menggunakan perangkap steiner trap. Analisis data struktur komunitas lalat buah meliputi Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemelimpahan (KR), Indeks Kemerataan (E), Indeks Dominansi (D) dan tingkat serangan pada tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman tomat ditemukan 278 individu yang terdiri dari 2 spesies yaitu Bactrocera umbrosa dan Bactrocera dorsalis. Berdasarkan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wienner, ada H’= 0,600 yang dikategorikan sebagai keragaman rendah. B. dorsalis memiliki indeks kelimpahan tertinggi dengan nilai 0,712%. Indeks kemerataan (E) lalat buah memiliki nilai E= 0,866 kategori kemerataan tinggi. Indeks dominansi berada pada D= 0,59 dikategorikan dominansi sedang. Tingkat serangan lalat buah terjadi peningkatan dan penurunan serangan dengan kategori tergolong ringan yaitu (11,04%), (9,31), (4,97%), (7,69%), (6,94).
POTENSI BAKTERI Bacillus subtilis DAN Pseudomonas fluorescens DALAM MENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN TOMAT TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM: THE POTENTIAL OF Bacillus subtilis AND Pseudomonas fluorescens BACTERIA IN INDUCTING THE RESISTANCE OF TOMATO PLANTS AGAINST FUSARIUM WILT DISEASE Taruna, Ardiyan; Aini, Luqman Qurata; Syib’li, Muhammad Akhid
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.2.5

Abstract

Tanaman tomat merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Buah tomat banyak digunakan sebagai bahan bumbu masakan. Akan tetapi, terdapat faktor pembatas dalam produksi buah tomat, yakni adanya penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum. Pengendalian hayati menggunakan bakteri Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) seperti Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens dapat menjadi solusi pengendalian yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan tanaman melalui mekanisme induksi ketahanan. Berdasarkan hasil penelitian aplikasi bakteri B. subtilis dan P. fluorescens memiliki kemampuan dalam melarutkan fosfat, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih baik dibandingkan kontrol. Aplikasi bakteri baik secara tunggal maupun konsorsium juga dapat menghambat kejadian penyakit layu fusarium dengan nilai insidensi kejadian terendah pada aplikasi bakteri konsorsium yaitu 27.50%. Akan tetapi aplikasi kedua bakteri tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan indikator dari ketahanan induksi, yakni kandungan total fenolik dan aktivitas enzim Phenylalanine Ammonia Lyase (PAL).
UJI POTENSI JAMUR PENGHASIL IAA SEBAGAI PENGENDALI HAYATI PATOGEN LAYU Fusarium oxysporum PADA TANAMAN CABAI: INVESTIGATING THE POTENTIAL OF IAA-PRODUCING FUNGUS AS A BIOLOGICAL CONTROL OF FUSARIUM WILT ON CHILI Khoirunisa, Fenti Rahma; Sektiono, Antok Wahyu; Djauhari, Syamsuddin; Aini, Luqman Qurata
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.3

Abstract

Pemanfaatan mikroba antagonis sebagai agens pengendali hayati penyakit tumbuhan telah banyak dilakukan. Diketahui beberapa jamur antagonis mampu menghasilkan hormon Indole Acetic Acid (IAA) sehingga memiliki peranan yang lengkap dalam menunjang pertumbuhan tanaman karena dapat bertindak sebagai bioprotectant dan biofertilizer. Saat ini berbagai upaya untuk meningkatkan efektifitas pengendalian dengan agens hayati terus dilakukan guna mendapatkan cara pengendalian hayati yang efektif dan efisien sehingga memiliki daya tarik bagi pelaku budidaya pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur penghasil IAA dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman serta menghambat patogen Fusarium oxysporum pada tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Hasil penelitian ini didapatkan kedelapan isolat jamur memiliki daya hambat lebih dari 60% dan persentase daya hambat tertinggi pada hari ketujuh terdapat pada isolat jamur G sebesar 80,89%. Sedangkan hasil uji IAA secara kualitatif menggunakan reagen Salkowski dari kedelapan isolat jamur didapatkan dua isolat jamur yang mengalami perubahan warna menjadi merah muda yaitu isolat jamur AMR dan AR dengan konsentrasi masing-masing sebesar 22,29 ppm dan 11,65 ppm. Penelitian yang dilakukan di Rumah Kaca didapatkan hasil bahwa perlakuan P1 pada 7 MST efektif untuk meningkatkan tinggi tanaman dan perlakuan P2 pada 7 MST efektif menambah jumlah daun tanaman cabai rawit. Selain itu, semua perlakuan jamur antagonis berpotensi sebagai agens hayati dengan perlakuan P3 memiliki intensitas penyakit terendah pada 7 MST sebesar 10%.
UJI MORTALITAS TIGA ISOLAT Metarhizium anisopliae DAN EKSTRAK TEMBAKAU TERHADAP HAMA ULAT PERUSAK DAUN (Plutella xylostella) (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) PADA TANAMAN KUBIS: MORTALITY TEST OF THREE Metarhizium anisopliae ISOLATES AND TOBACCO EXTRACT AGAINST LEAF-DESTROYING CATERPILLAR PEST (Plutella xylostella) (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) ON CABBAGE Rosandy, Devia Fitri; Syamsulhadi, Mochammad; Widjayanti, Tita
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.2.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tiga isolat jamur M. anisopliae dan ekstrak tembakau dengan kerapatan dan konsentrasi berbeda dalam mengendalikan populasi hama P. xylostella. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2022 di Laboratorium Agens Hayati Brenjonk dan Laboratorium BPTPH Pasuruan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 16 perlakuan dan 4 kali ulangan. Setiap perlakuan menggunakan 15 ekor P. xylostella yang diuji untuk mengetahui mortalitas, daya hambat makan, LC50, dan LT50 dengan sidik ragam ANOVA dan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas dan daya hambat tertinggi diperoleh dari isolat jamur koleksi Bojonegoro dan Jatisari dengan kerapatan 108 serta ekstrak tembakau konsentrasi 50 ml/L. Sedangkan nilai LC50 terbaik terdapat pada isolat jamur koleksi Jatisari yaitu 4,99% dan LT50 terbaik terdapat pada isolat jamur koleksi Bojonegoro yaitu 133,09 jam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga isolat jamur M. anisopliae dan ekstrak tembakau memiliki kemampuan terbaik dalam menekan populasi hama P. xylostella.
PENGARUH BEBERAPA JENIS DAN DOSIS FUNGISIDA TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN (Helminthosporium sp.) DAN KEANEKARAGAMAN JAMUR ENDOFIT PADA DAUN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.): THE EFFECT OF SEVERAL TYPES AND DOSES OF FUNGICIDES ON LEAF BLIGHT (Helminthosporium sp.) AND ENDOPHYTIC FUNGI DIVERSITY ON THE LEAVES OF CORN (Zea mays L.) Safitri, Helvira Agita; Martosudiro, Mintarto; Choliq, Fery Abdul
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.4.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi/perlakuan beberapa jenis fungisida pada dosis yang berbeda terhadap keanekaragaman jamur endofit dan intensitas penyakit hawar daun (Helminthosporium sp.) pada jagung. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022-Desember 2022 di kebun percobaan PT. BASF, Agrotechnopark Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa perbedaan dosis yang diaplikasikan sangat berpengaruh terhadap keanekaragaman jamur endofit pada daun tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keanekaragaman jamur endofit yang tertinggi yaitu pada perlakuan epoxiconazole+ pyraclostrobin dengan dosis 750 ml/ha dan difenoconazole dengan dosis 2000 ml/ha. Aplikasi dosis fungisida yang berbeda berpengaruh terhadap keanekaragaman jamur endofit. Bahan aktif epoxiconazole+pyraclostrobin dan difenoconazole mampu menekan perkembangan jamur patogen tanaman tanpa mempengaruhi perkembangan jamur endofit yang terdapat pada daun tanaman jagung. Dosis fungisida terbaik dalam menekan serangan penyakit hawar daun yaitu pada perlakuan difenokonazole (3000 ml/ha).
PENGARUH SISTEM PENGAIRAN DAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT BERCAK COKLAT SEMPIT Cercospora oryzae DAN HAWAR PELEPAH DAUN Rhizoctonia sp. PADA TANAMAN PADI: EFFECT OF IRRIGATION SYSTEM AND ORGANIC MATTER ON DEVELOPMENT OF NARROW BROWN LEAF SPOT Cercospora oryzae AND SHEATH BLIGHT Rhizoctonia sp. IN RICE Sofyaningrum, Alaida Nur Laili; Martosudiro, Mintarto; Choliq, Fery Abdul; Pramono, Ali
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.1

Abstract

Penyakit tanaman yang sering menyerang tanaman padi di antaranya yaitu penyakit bercak coklat sempit Cercospora oryzae Miyake dan penyakit hawar pelepah daun yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp.. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh kegiatan budidaya karena berkaitan dengan lingkungan yang disediakan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, meliputi sistem pengairan dan bahan organik. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh sistem pengairan dan bahan organik terhadap perkembangan penyakit bercak coklat sempit C. oryzae dan hawar pelepah daun Rhizoctonia sp. pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di lahan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) pada bulan Oktober 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu sistem pengairan terdiri atas 3 taraf dan bahan organik jerami yang terdiri dari 2 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem pengairan tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas penyakit bercak coklat sempit dan hawar pelepah daun. Pemberian bahan organik jerami berpengaruh dalam menekan intensitas penyakit. Pengairan tergenang dengan bahan organik menghasilkan tinggi tanaman yang tertinggi. Seluruh perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan. Penambahan bahan organik berpengaruh nyata terhadap hasil produksi tanaman padi. Intensitas infeksi penyakit bercak coklat sempit berkorelasi nyata dan negatif terhadap hasil produksi tanaman padi.
KEANEKARAGAMAN HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA BUDIDAYA CABAI RAWIT MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DENGAN MEMANFAATKAN TANAMAN PERANGKAP BABY BLUE DAN YELLOW STICKY TRAP: DIVERSITY OF PESTS AND NATURAL ENEMIES IN MONOCULTURE AND POLYCULTURE CAYENNE PEPPER CULTIVATION BY UTILIZING BABY BLUE AND YELLOW STICKY TRAP Januarisya, Muthia Adira; Rahardjo, Bambang Tri; Syamsulhadi, Mochammad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.4.4

Abstract

Pemanfaatan pola tanam dan perangkap memengaruhi kehadiran serangga. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan populasi dan keanekaragaman hama dan musuh alami pada budidaya cabai rawit dengan monokultur dan polikultur, serta mengetahui pengaruh monokultur dan polikultur pada budidaya cabai rawit serta adanya perangkap terhadap hasil produksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 sampai Juli 2022. Lokasi penelitian terdapat di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan pola tanam monokultur cabai rawit dan polikultur tanaman cabai rawit dengan kacang tanah. Metode penelitian dengan penentuan lokasi, pengamatan dan pengambilan arthropoda serta identifikasi dan analisa data. Variabel pengamatan adalah jenis dan jumlah arthropoda yang ditemukan, indeks keanekaragaman, pengaruh perangkap pada budidaya cabai rawit monokultur dan polikultur dan hasil produksi tanaman cabai rawit. Individu hama pola tanam monokultur berjumlah 1.439 individu dan polikultur 1.167 individu. Musuh alami polikultur 410 individu dan monokultur 249 individu. Individu hama pada tanaman perangkap baby blue 1.709 individu dan YST 897 individu. Individu musuh alami tertinggi tanaman baby blue 449 individu dan YST 210 individu. Indeks keanekaragaman hama dan musuh alami monokultur maupun polikultur memiliki indeks yang sama. Namun polikultur memiliki nilai yang lebih tinggi. Pola tanam polikultur dan pemanfaatan tanaman perangkap baby blue dan YST memiliki hasil produksi cabai rawit yang lebih tinggi berdasarkan pengamatan serta informasi petani.
EFIKASI LAPANGAN FUNGISIDA TRIVIA 73 WP (Bahan aktif: fluopikolid: 6%, propineb: 67%) TERHADAP PENYAKIT LANAS (Phytophthora nicotianae) PADA TANAMAN TEMBAKAU: FIELD EFFICACY OF TRIVIA 73 WP FUNGICIDE (Active ingredients: fluopycolide: 6%, propineb: 67%) AGAINST BLACK SHANK DISEASE (Phytophthora nicotianae) ON TOBACCO Syibli, Muhammad Akhid; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Khoirunnisa’, Amalia
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.6

Abstract

Phytophthora nicotianae merupakan patogen yang mampu memusnahkan tanaman tembakau pada tahap awal sehingga menyebabkan penyakit lanas dan menyebabkan kematian tanaman hampir 100%. Serangan dimulai dari dalam jaringan akar dan berlanjut hingga menghancurkan pembuluh pengangkut sehingga menyebabkan bibit tembakau layu. Kebijakan pengendalian penyakit harus menerapkan konsep pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) secara bijaksana dan selaras dengan strategi PHT. Efektivitas bahan aktif fungisida dalam mengendalikan P. nicotianae harus diuji melalui uji khasiat yang meliputi pengujian dosis. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji efikasi fungisida Trivia 73 WP (fluopikolid 6% dan propineb 67%). Pengujian dilakukan di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang dengan menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Lengkap) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungisida Trivia 73 WP yang mengandung bahan aktif fluopikolid (6%) dan propineb (67%) dengan dosis 3 gram per liter efektif menurunkan angka kematian tanaman tembakau akibat patogen P. nicotianae.
DAMPAK APLIKASI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA BIBIT KARET (Hevea brasiliensis): EFFECT OF MYCORRHIZA APPLICATION ON GROWTH AND DEVELOPMENT OF WHITE ROOT ROT DISEASE (Rigidoporus microporus) ON RUBBER SEEDLINGS (Hevea brasiliensis) Istiqomah, Fatimah Nur; Novanto, Praditya Rizqi; Janati, Rahayu Ning
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.4

Abstract

Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) pada tanaman karet menimbulkan kerugian yang cukup besar. Upaya pencegahan dini diperlukan dengan menggunakan agens hayati mikoriza pada bibit karet. Penelitian dilakukan di greenhouse menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari 10 kombinasi perlakuan mikoriza (granul dan kapsul) dan JAP. Pengamatan dilakukan sampai umur 24 MST dan data penelitian diolah menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza granul 10 g dan 20 g maupun mikoriza kapsul dosis 1 dan 2 pcs dapat meningkatkan pertambahan tinggi dan diameter bibit karet dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan JAP. Infeksi akar mikoriza paling tinggi terdapat pada perlakuan mikoriza granul 20 g dan mikoriza kapsul 2 pcs + JAP dengan nilai infeksi akar tergolong sedang yaitu 50%. Intensitas penyakit JAP paling tinggi ditemukan pada perlakuan JAP tanpa mikoriza yaitu 8,33%, sedangkan perlakuan mikoriza yang ditambah JAP memiliki intensitas penyakit JAP lebih rendah yaitu rata-rata 2%. Aplikasi mikoriza di awal tanam mampu mencegah serangan penyakit JAP pada bibit karet.