cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK SERASAH DAN LIMBAH BATANG TEBU TERHADAP KEANEKARAGAMAN JENIS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) PADA EKOSISTEM TANAMAN TEBU: THE ADDITIONAL EFFECT OF ORGANIC MATERIALS LITTER AND SUGARCANE STEM WASTE ON THE DIVERSITY OF ANTS (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) IN THE SUGARCANE PLANT ECOSYSTEM Affandi, Rohmat Sayful; Rahardjo, Bambang Tri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.2.2

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis bahan organik dari serasah tebu dan limbah batang tebu terhadap kelimpahan dan keanekaragaman semut pada ekosistem tanaman tebu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode pitfall trap dan bait trap (ikan tuna) dengan interval seminggu sekali selama delapan minggu. Hasil penelitian ditemukan empat subfamili, delapan genus dengan jumlah total 22.254 individu. Semut berpotensi berperan predator di antaranya Crematogaster sp., Dolichoderus sp., Odontomachus sp., Pheidole sp., dan Solenopsis sp. sisanya berperan sebagai foragers yaitu Camponotus sp., Calomyrmex sp., dan Tapinoma sp. Hasil analisis ragam diperoleh bahwa P2 berpengaruh nyata terhadap kelimpahan individu semut dibandingkan P0 dan P1 (F3 12 = 4,463 P > 0,0301). Hasil perhitungan indeks keanekaragaman P0 dan P1 termasuk sedang, P2 rendah, indeks Kemerataan P0, P1, dan P2 sedang, indeks Dominansi P0, P1 rendah dan P2 sedang.
APLIKASI Trichoderma asperellum DAN KAPUR UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KOTORAN SAPI SEGAR SERTA MENGENDALIKAN AKAR GADA TANAMAN KUBIS: APPLICATION OF Trichoderma asperellum AND LIME TO DECOMPOSE FRESH COW MANURE WASTE AND CONTROL CLUBROOT OF CABBAGE PLANTS Jasuli, Jasuli; Abadi, Abdul Latief; Djauhari, Syamsuddin
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.5

Abstract

Penyakit akar gada pada tanaman kubis, yang disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae, merupakan ancaman serius bagi pertanian kubis. Penyakit ini menyebar dengan cepat pada suhu hangat dan kondisi pH yang asam. Limbah kotoran sapi yang dibuang oleh peternak sapi di Desa Pujon dialirkan ke dalam saluran air dan digunakan untuk irigasi pertanian, yang berpotensi mencemari lahan pertanian dan meningkatkan suhu dan keasaman tanah. Penggunaan kotoran sapi mentah sebagai bahan organik pada lahan pertanian turut mempercepat pertumbuhan jamur P. brassicae. Pengendalian biologis dengan menggunakan Trichoderma asperellum dan kapur menunjukkan potensi dalam mengurangi penyakit akar gada dan membantu dalam dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas T. asperellum dan kapur dalam mendekomposisi kotoran sapi dan mengendalikan penyakit akar gada. Penelitian dilakukan di Desa Pujon Kidul, Malang, dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan di Universitas Brawijaya selama periode lima bulan mulai dari Februari hingga Juni 2021. Penelitian terdiri dari dua tahap: pertama, dekomposisi kotoran sapi menggunakan T. asperellum dan kapur, dan kedua, aplikasi produk dekomposisi pada tanaman kubis yang terinfeksi penyakit akar gada. T. asperellum dan kapur efektif mengurangi insiden penyakit akar gada menjadi 0% dalam perlakuan T5P1 (20 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kontrol), T4P2 (15 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kapur), dan T5P2 (20 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kapur), sementara pengamatan mikroskopis gejala penyakit menunjukkan penurunan hingga 10% dalam perlakuan T5P2 (20 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kapur), menunjukkan tingkat efikasi yang tinggi pada perlakuan tersebut.
BIOAKTIVITAS EKSTRAK LIMBAH TEMBAKAU SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA Plutella xylostella PADA TANAMAN KUBIS: BIOACTIVITY OF TOBACCO WASTE EXTRACT AS A VEGETABLE PESTICIDE AGAINST Plutella xylostella PESTS ON CABBAGE PLANTS Abdurrahman, Shafa Ghaziyah; Ikawati, Silvi; Choliq, Fery Abdul; Mustofa, Oki
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.2.3

Abstract

Plutella xylostella L. (Lepidoptera: Ypnomeutidae) merupakan salah satu hama pada tanaman kubis. Serangga ini dapat menyebabkan kerusakan yang parah. Perlu adanya tindakan pengendalian, seperti penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas ekstrak limbah tembakau rokok terhadap P xylostella, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Toksikologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang pada Bulan Desember 2022 sampai dengan Bulan Februari 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 tingkat konsentrasi yaitu 0, 10, 30, 50, 70, dan 90 % dengan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan menggunakan 10 larva P. xylostella. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan, serta analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak limbah tembakau mampu menyebabkan mortalitas larva P. xylostella hingga 85 %, menyebabkan penurunan aktivitas makan larva mencapai 81,68 %, menghambat pembentukan pupa dan imago. Median Lethal Concentration (LC50) terdapat pada konsentrasi ekstrak limbah tembakau 63,4 %, dengan Median Lethal Time (LT50) tercepat yaitu pada 14 jam setelah aplikasi.
PENURUNAN KEJADIAN DAN INTENSITAS PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG AKIBAT JAMUR GANODERMA PADA BIBIT KELAPA SAWIT DENGAN APLIKASI MIKORIZA: DECREASING THE INCIDENT AND INTENSITY OF BASAL STEM ROT DISEASE CAUSED BY GANODERMA FUNGI ON OIL PALM SEEDLINGS BY APPLICATION OF MYCORRHIZAE Istiqomah, Fatimah Nur; Novanto, Praditya Rizqi; Sitanggang, Marlon
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.2.4

Abstract

Ganoderma boninense merupakan jamur patogen penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit. Salah satu upaya pencegahan Ganoderma yaitu menggunakan agens hayati sejak dari pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan agens hayati mikoriza dalam menurunkan kejadian penyakit busuk pangkal batang akibat jamur Ganoderma pada bibit kelapa sawit dan mengetahui jumlah jenis spora, serta infeksi akar mikoriza. Penelitian ini dilakukan di green house menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 8 kali ulangan. Perlakuan yang diuji adalah 1) Kontrol, 2) Mikoriza, 3) Mikoriza + Ganoderma, 4) Ganoderma. Aplikasi mikoriza 20 g pada pre nursery dan 30 g di main nursery mampu menurunkan kejadian penyakit busuk pangkal batang akibat jamur Ganoderma sebesar 50,50% dan menurunkan intensitas serangan sebesar 49,96%. Jumlah spora pada bibit kelapa sawit yang diberi perlakuan mikoriza adalah 50,67 spora/10 g dan pada perlakuan mikoriza + Ganoderma adalah 25 spora/10 g. Terdapat 3 jenis spora yang ditemukan, yaitu Glomus sp1, Glomus sp2, dan Acaulospora sp. Infeksi akar bibit kelapa sawit umur 12 bulan yang diberi perlakuan mikoriza adalah 66,67%, sedangkan pada perlakuan mikoriza + Ganoderma adalah 33,33%.
EFEKTIVITAS INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF KLORFENAPIR + KLORANTRANILIPROL TERHADAP HAMA Plutella xylostella L. PADA TANAMAN KUBIS: EFFECTIVENESS OF INSECTICIDES WITH ACTIVE INGREDIENTS CHLORFENAPIR + CHLORANTRANILIPROLE AGAINST Plutella xylostella L. ON CABBAGE Damayanti, Afifah Indira; Rachmawati, Rina
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.3.1

Abstract

Kubis (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Dalam proses budidaya dan pemeliharaan kubis, para petani sering mengalami kendala akan banyaknya serangan OPT seperti Plutella xylostella L.  Bahan aktif insektisida yang sering digunakan oleh petani terhadap P. xylostella adalah klorfenapir dan klorantraniliprol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas insektisida berbahan aktif klorfenapir + klorantraniliprol pada beberapa konsentrasi terhadap hama P. xylostella dan musuh alaminya yaitu Diadegma semiclausum pada tanaman kubis. Kegiatan penelitian dilaksanakan di di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dan Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur sejak bulan Maret – Mei 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu klorfenapir + klorantraniliprol 1,00 ml/l; 0,75 ml/l; 0,50 ml/l; 0,25 ml/l; dan kontrol. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan insektisida klorfenapir + klorantraniliprol dengan perbedaan konsentrasi memberikan pengaruh terhadap tingkat rerata populasi P. xylostella, intensitas serangan, dan hasil panen pada tanaman kubis. Perlakuan konsentrasi 1,00 ml/l baik di Kec. Pujon maupun Kec. Junrejo merupakan perlakuan terbaik karena efektif mengendalikan P. xylostella dengan nilai EI lebih dari 70%. Pengaruh penggunaan insektisida berbahan aktif klorfenapir + klorantraniliprol terhadap D. semiclausum masih belum diketahui.
PERBEDAAN SPESIFIK MORFOLOGI Dysmicoccus neobrevipes DENGAN KUTU PUTIH LAINNYA PADA KOMODITAS PISANG: SPECIFIC MORPHOLOGICAL DIFFERENCES OF Dysmicoccus neobrevipes WITH THE OTHER MEALYBUGS ON BANANA COMMODITY Widyantoro, Arief; Athoriyah, Badiatul
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.3.2

Abstract

Dysmicoccus neobrevipes dari famili Pseudococcidae merupakan hama penting dengan distribusi luas di Indonesia. Serangan hama kutu putih secara ekonomi dapat merusak komoditas pisang asal Maluku Utara. Keberadaan kutu putih di pertanaman sangat beragam dan melimpah. Kutu putih dapat menimbulkan gejala kerusakan pada seluruh bagian tanaman terutama pada buah. Tujuan penelitian adalah mempelajari karakteristik morfologi D. neobrevipes dengan kutu putih jenis lain pada komoditas pisang. Sampel spesimen diambil secara purposive sampling di lima pasar sentra pisang meliputi pasar Bastiong (Pulau Ternate), pasar Jailolo (Halmahera Barat), pasar Tobelo (Halmahera Utara), pasar Labuha (Pulau Bacan), dan Pasar Sanana (Kepulauan Sula). Preparasi spesimen dan identifikasi menggunakan metode Heinz yang dimodifikasi. Variabel pengamatan morfologi berupa bentuk tubuh dan keberadaan organ spesifik kutu putih. Hasil menunjukkan D. neobrevipes berbentuk oval, mempunyai 17 cerarri, sepasang antena, 2–3 discoidal pore, anterior ostiole dan posterior ostiole berkembang baik, 2–4 conical seta, 3–7 auxilary seta, sekelompok trilocular pore, circulus berkembang sempurna, terdapat translucent pore pada tibia dan femur tungkai belakang, oral coral tubular duct bertipe besar dan kecil, dorsal seta lebih pendek dari anal ring seta, multicolar pore terdapat di tengah, anal ring terdiri 6 seta dan anal cerarri terdiri 2 conical seta.
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG TERINFEKSI Cercospora capsici DI LOMBOK TIMUR: MORFOLOGICAL AND ANATOMICAL CHARACTERIZATION OF CHILI PEPPER LEAVES (Capsicum frutescens L.) INFECTED BY Cercospora capsici IN EAST LOMBOK Mursyidin, Abdul Halim; Mulyaningsih, Tri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.3.5

Abstract

Cabai rawit adalah salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia karena secara ekonomi dan konsumsi memiliki permintaan yang tinggi. Produksi tanaman cabai belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Serangan patogen merupakan salah satu faktor penghambat produksi cabai rawit di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengarakterisasi kerusakan struktur morfologi dan anatomi daun cabai rawit yang terinfeksi jamur Cercospora capsici. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif observatif. Sampel daun cabai rawit yang menunjukkan gejala bercak kuning dikumpulkan dari lapangan, lalu diamati karakter morfologi dan anatominya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan karakter morfologi yaitu berupa bercak kecil bulat berwarna coklat dan klorosis dengan gejala lanjutan berupa nekrosis hingga terjadi kerontokan daun. Kerusakan karakter anatomi cabai rawit menunjukkan adanya infeksi hifa jamur yang masuk ke dalam jaringan mesofil dan korteks daun melalui stomata dan ruang antarsel sehingga menyebabkan terganggunya fotosintesis.
KEANEKARAGAMAN JAMUR RIZOSFER PADA KENTANG (Solanum tuberosum L.) DAN POTENSI ANTAGONISMENYA TERHADAP Fusarium sp. AKIBAT PERLAKUAN MANKOZEB 64% DAN SIMOKSANIL 8%: DIVERSITY OF RIZOSPHERE FUNGI IN POTATO (Solanum tuberosum L.) AND ITS ANTAGONISM POTENTIAL TO Fusarium sp. DUE TO MANCOZEB 64% AND CYMOXANIL 8% TREATMENTS Alifa, Desy Hawania Asha; Martosudiro, Mintarto
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.3.3

Abstract

Pada 10 tahun terakhir, dilaporkan telah terjadi penurunan keanekaragaman mikroorganisme tanah yang sebagian besar disebabkan oleh penggunaan bahan kimia seperti fungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi fungisida majemuk mankozeb 64% dan simoksanil 8% terhadap keanekaragaman, patogenisitas, serta kemampuan antagonisme jamur rizosfer kentang terhadap jamur patogen  Fusarium sp. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan April-Agustus 2023 yang meliputi pengambilan sampel tanah rizosfer tanaman kentang di Desa Sumberbrantas, Kota Batu dan dilanjutkan dengan eksplorasi di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil eksplorasi, ditemukan 15 isolat jamur dan diantaranya terdapat 13 isolat yang berhasil diidentifikasi ke dalam genus Penicillium  sp., Aspergilus sp., Scopulariopsis sp., dan Cladosporium sp. Jumlah koloni dan indeks keanekaragaman (H’) tertinggi didapatkan pada perlakuan dengan konsentrasi fungisida 0,7 gr/l dan kontrol. Uji antagonisme menunjukkan bahwa seluruh isolat jamur rizosfer kentang yang berhasil diisolasi tidak ditemukan memiliki potensi sebagai patogen, namun terdapat isolat jamur yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium sp. yaitu jamur Penicillium sp. 7, jamur Penicillium sp. 5, dan jamur Penicillium sp. 3.
PENYAKIT BERCAK DAUN PADA TANAMAN SIOMAK (Lactuca sativa L. var. augustuna) SERTA PENGENDALIANNYA DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK MOJOKERTO: LEAF SPOT DISEASE ON SIOMAK (Lactuca sativa L. var. augustuna) AND ITS CONTROL IN BRENJONK MOJOKERTO ORGANIC FARMING COMMUNITY Pratama, Alifian Novaldi Satria; Abadi, Abdul Latief
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.3.4

Abstract

Tanaman siomak (selada wangi, Lactuca sativa L. var. augustuna) merupakan salah satu jenis selada yang ada di Komunitas Pertanian Organik Brenjonk dan ditemukan terserang oleh penyakit bercak daun. Petani siomak Brenjonk melakukan pengendalian meskipun para petani memiliki informasi yang kurang mengenai penyebab penyakit yang menyerang. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui pengendalian penyakit bercak daun oleh petani dan identifikasi patogen penyebab penyakit bercak daun tanaman siomak sehingga dapat menambah informasi penyakit pada tanaman siomak. Penelitian dilakukan di greenhouse, pekarangan, dan lahan terbuka areal pertanaman Komunitas Pertanian Organik Brenjonk, Desa Penanggungan, dan di Lab Wilker Proteksi TPH Pasuruan. Kegiatan penelitian yang dilakukan berupa wawancara kepada petani siomak, pengamatan lapang, karakterisasi dan identifikasi patogen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap tiga petani siomak Brenjonk, seluruh lokasi terserang penyakit bercak daun. Petani menerapkan pengendalian kultur teknis, hayati, mekanis, dan fisik karena berkonsep pertanian organik. Pengendalian yang dilakukan petani kurang efektif tetapi dapat menekan penyebaran dan perkembangan penyakit di lapang. Hasil identifikasi patogen penyebab penyakit bercak daun tanaman siomak disebabkan oleh Cercospora sp. yang menyebabkan kerusakan mencapai 54,19% sehingga mengurangi hasil produksi dan pendapatan petani.
KEANEKARAGAMAN LABA-LABA PADA PERTANAMAN PADI DI KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR : PENGARUH KOMPOSISI LANSKAP: SPIDER DIVERSITY IN RICE PLANTING IN MALANG REGENCY, EAST JAVA : EFFECT OF LANDSCAPE COMPOSITION Rahmawati, Gita Eka; Rizali, Akhmad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.4.5

Abstract

Laba-laba merupakan salah satu predator pengendali bagi hama yang menyerang tanaman padi. Keberadaan laba-laba pada pertanaman padi dianggap penting sehingga perlu untuk dilakukan penelitian terkait keanekaragaman dan kelimpahannya. Pada ekosistem sawah, struktur komunitas laba-laba dapat berbeda dibanding dengan komunitas laba-laba pada penggunaan lahan lainnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan populasi laba-laba (Arachnida: Araneae) dengan pengaruh komposisi lanskap. Penelitian dilakukan di berbagai lokasi pertanaman padi yang telah ditentukan. Lokasi penelitian berada pada 12 titik pengamatan di Kabupaten Malang yaitu Kecamatan Karangploso, Lawang, Kepanjen, dan Tumpang, pada masing-masing kecamatan tersebut ditentukan 3 titik lokasi. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan November sampai bulan Maret 2023. Penentuan lokasi penelitian berdasarkan hasil survei lapang yang telah dilakukan dengan kriteria lahan berupa luasan lahan minimal 500 m dan setiap titik minimal berjarak 1 km. Lalu dilakukan Pemetaan kondisi lanskap diawali dengan melakukan ground survey berupa identifikasi penggunaan lahan atau tutupan lahan. Data titik lokasi penelitian tersebut kemudian digunakan dalam pembuatan delineasi dan digitasi peta. Metode pengambilan sampel serangga menggunakan metode yellow pan trap dan pitfall trap. Perangkap yellow pan trap dan pitfall trap dipasang berjumlah 2 perangkap pada setiap sub plot. Sampel yang diperoleh kemudian disaring dan disimpan dalam fial berisi alcohol. Kemudian mengamati morfologi spesimen untuk menentukan morfospesies menggunakan mikroskop. Seluruh data yang telah didapatkan kemudian diinput di dalam database pada Microsoft Excel dan Spreadsheet, lalu dianalisis menggunakan Rstudio. Karakteristik lanskap pada 12 lokasi penelitian sangat bervariasi, setiap lokasi memiliki perbedaan tipe penggunaan lahan yang beragam. Keragaman spesies laba-laba pada 12 lokasi penelitian ditemukan sebanyak 9 famili, 29 morfospesies, dan 814 individu. Adapun famili yang mempunyai keanekaragaman dan kelimpahan tertinggi adalah famili Lycosidae dan Salticidae. Faktor cara budidaya tidak memiliki pengaruh terhadap keanekaragaman spesies dan kelimpahan individu laba-laba. Pada faktor komposisi lanskap, hanya Class Area sawah yang memengaruhi keanekaragaman laba-laba.