cover
Contact Name
Muhammad Arief muttaqien
Contact Email
Jurnal.Sentri@gmail.com
Phone
+6287864420394
Journal Mail Official
Jurnal.Sentri@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Pendidikan Nusanatara Global Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 e-mail: jurnal.sentri@gmail.com or sentri@nusantaraglobal.ac.id
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah
ISSN : 29631130     EISSN : 29631130     DOI : https://doi.org/10.55681/sentri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches: Humanities and Social sciences, that include: Engineering Agriculture Economics Health IT Education Language Statistic Religion Tourism Humanities Social Science Law
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,108 Documents
PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI FONDASI KETAHANAN KELUARGA Badrus Shalih; Muhammad Iqbal Dewantara
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i11.7172

Abstract

Keluarga sebagai institusi pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak menghadapi tantangan multidimensional di era disrupsi digital pada tahun 2023, di mana degradasi moral, lemahnya komunikasi keluarga, serta pengaruh negatif media sosial dan globalisasi mengancam kohesi dan ketahanan keluarga. Pendidikan akhlak yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan formal, sementara peran keluarga sebagai lingkungan primer pembentukan karakter serta kaitannya dengan ketahanan keluarga masih relatif jarang dikaji secara integratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran pendidikan akhlak sebagai fondasi ketahanan keluarga serta merumuskan model integratif yang menghubungkan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan akhlak dan ketahanan keluarga yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan akhlak berfungsi sebagai fondasi ketahanan keluarga melalui tiga mekanisme utama: (1) internalisasi nilai-nilai akhlak seperti sabar, tanggung jawab, tawakal, dan pengendalian diri yang berfungsi sebagai sumber daya moral dalam menghadapi tekanan sosial dan tantangan kehidupan; (2) pembentukan pola komunikasi yang lebih dialogis, hubungan emosional yang lebih hangat, dan strategi penyelesaian konflik yang lebih adaptif; serta (3) penguatan kohesi dan resiliensi keluarga secara keseluruhan. Strategi implementasi pendidikan akhlak dalam keluarga mencakup keteladanan orang tua, pembiasaan religius di rumah, pemberian nasihat dan perhatian, serta komunikasi berkelanjutan antara keluarga dan lembaga pendidikan. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model AKHLAK-KELUARGA sebagai kerangka komprehensif yang mengintegrasikan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga, mempertemukan pemikiran Al-Ghazali tentang pembiasaan dan keteladanan dengan perspektif kontemporer tentang family resilience. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat ketahanan keluarga berbasis pendidikan akhlak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program parenting berbasis nilai akhlak, pengembangan forum komunikasi berkala antara sekolah dan keluarga, serta penguatan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan akhlak yang berkelanjutan.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK GENERASI BERKARAKTER Badrus Shalih; Nur Azizah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 12 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i12.7173

Abstract

Krisis karakter multidimensi yang melanda generasi muda Indonesia pada tahun 2023 meliputi dekadensi moral, intoleransi, radikalisme digital, individualisme, dan lunturnya etika sosial menjadi tantangan serius bagi sistem pendidikan nasional di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi yang tak terbendung. Pendidikan Islam sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berkarakter, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti pendekatan pembelajaran yang normatif-tekstualis, kurangnya integrasi nilai-nilai karakter secara sistematis dalam kurikulum, serta lemahnya sinergi antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran dan strategi pendidikan Islam dalam membentuk generasi berkarakter serta merumuskan model penguatan karakter yang efektif dan berkelanjutan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan Islam dan pembentukan karakter yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan Islam membentuk generasi berkarakter melalui tiga pilar utama: akhlak sebagai fondasi, adab sebagai implementasi, dan keteladanan sebagai metode. Strategi penguatan karakter diimplementasikan melalui penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum, serta implementasi kegiatan keagamaan secara rutin dan terstruktur. Metode yang efektif mencakup keteladanan guru, pembiasaan ibadah harian, pendekatan personal dan kontekstual, serta pemanfaatan media digital secara kreatif. Faktor pendukung utama meliputi komitmen seluruh warga sekolah, dukungan keluarga dan masyarakat, serta kebijakan pendidikan yang kondusif, sementara faktor penghambat utama terdiri dari pengaruh negatif media sosial, kesenjangan literasi digital, dan kurangnya peran serta orang tua. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model KARAKTER-ISLAM sebagai kerangka komprehensif pendidikan Islam berbasis karakter yang mengintegrasikan dimensi akhlak, adab, dan keteladanan secara simultan.
PENGUATAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Aziz Nurul Iman
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i8.7174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin mengkhawatirkannya dekadensi moral di kalangan generasi muda Indonesia, yang ditandai dengan maraknya perundungan digital, penyalahgunaan media sosial, individualisme, dan rendahnya etika bermedia. Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai mata pelajaran yang secara langsung mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual memiliki posisi strategis dalam penguatan karakter peserta didik, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti metode pembelajaran yang konvensional dan kurangnya integrasi nilai-nilai karakter secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan karakter melalui Pendidikan Agama Islam serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMPN 1 Majalaya, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, observasi partisipatif terhadap kegiatan keagamaan, serta analisis dokumen kurikulum dan kebijakan kelembagaan pada periode Januari-Juni 2023. Temuan penelitian mengungkapkan lima strategi inti penguatan karakter melalui PAI: (1) implementasi kurikulum PAI spiral integratif yang menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan konteks sosial-digital kontemporer; (2) kerangka keteladanan (uswah hasanah) multilevel yang melibatkan guru, mentor sebaya, dan staf sekolah; (3) program pembiasaan ibadah terstruktur; (4) sistem penghargaan dan konsekuensi adaptif; serta (5) kolaborasi tripartit sekolah-keluarga-masyarakat. Penerapan strategi ini menghasilkan peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan sebesar 42% dan penurunan pelanggaran disiplin sebesar 58% dalam satu tahun akademik (2022/2023). Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Kerangka SPIRIT (Spiritual-Pedagogical Integrative Religious Intervention Tactics) sebagai model komprehensif penguatan karakter berbasis PAI yang mengintegrasikan pedagogi Islam tradisional dengan inovasi digital. Secara kontekstual, penelitian ini menegaskan bahwa penguatan karakter religius di sekolah umum memerlukan mitigasi disonansi nilai melalui perantara budaya serta kolaborasi aktif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK PESERTA DIDIK Muhammad Salimin Dhany
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i8.7175

Abstract

Fenomena dekadensi moral di kalangan generasi muda Indonesia pada tahun 2023, yang ditandai dengan menurunnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta maraknya perilaku menyimpang seperti perundungan dan penyalahgunaan media sosial, menjadi keprihatinan serius bagi dunia pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi sentral dalam pembentukan akhlak peserta didik, namun implementasi peran guru PAI masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan metode, kurangnya keteladanan, serta lemahnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran guru dalam pembentukan akhlak peserta didik serta mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, dan faktor penghambat dalam implementasinya pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di tiga satuan pendidikan, yaitu SMPN 2 Telukjambe Timur, SMA Negeri 1 Piyungan, dan SMK Mulya Husada Purwokerto. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran dan kegiatan keagamaan, serta studi dokumentasi pada periode Januari-Juni 2023. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru PAI mengemban empat peran utama dalam pembentukan akhlak: sebagai mu'allim (pendidik/pengajar), murabbi (pembina), mursyid (pembimbing spiritual), dan uswah hasanah (teladan). Strategi yang digunakan meliputi keteladanan, pembiasaan perilaku positif, pemberian motivasi dan nasihat, bimbingan konseling, serta pengintegrasian kegiatan keagamaan secara berkelanjutan. Faktor pendukung utama adalah kompetensi pedagogik guru, dukungan kebijakan sekolah, dan kolaborasi dengan orang tua, sementara faktor penghambat meliputi pengaruh negatif lingkungan pergaulan, kurangnya perhatian keluarga, serta dampak perkembangan teknologi dan media sosial. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model TELADAN (Teacher Exemplary-Led Adaptive Development for Akhlaq Nurturing) sebagai kerangka komprehensif pembentukan akhlak yang mengintegrasikan keteladanan multidimensi, pembiasaan terstruktur, dan pendekatan kontekstual adaptif.
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ANAK Sahrahman
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i8.7176

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama yang memiliki posisi fundamental dalam pembentukan keimanan, akhlak, dan kepribadian anak. Namun, perkembangan kehidupan modern dan disrupsi digital telah menghadirkan berbagai persoalan baru dalam pelaksanaan pendidikan agama di lingkungan keluarga, termasuk tantangan kesibukan orang tua dan pandemi yang mengubah pola pendampingan. Sebagian orang tua masih cenderung menyerahkan tanggung jawab pendidikan agama kepada sekolah atau lembaga pendidikan formal, sementara intensitas pendampingan keagamaan di rumah mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif peran keluarga dalam pendidikan agama anak, mengidentifikasi metode pendidikan yang dapat diterapkan dalam keluarga, serta merumuskan model penguatan pendidikan agama berbasis keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan berbagai literatur yang relevan dengan pendidikan agama anak dan pendidikan keluarga. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki empat peran utama, yaitu sebagai pendidik pertama dan utama, teladan dalam pengamalan nilai agama, fasilitator lingkungan religius, serta pengawas dan pembimbing perkembangan spiritual anak. Metode pendidikan yang dapat digunakan meliputi keteladanan, pembiasaan, nasihat, dialog, kisah, praktik langsung, pengawasan, dan pemberian konsekuensi yang bersifat edukatif. Penelitian ini menawarkan Model KELUARGA-TAQWA yang menekankan integrasi keteladanan, pembiasaan, komunikasi, dan kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan agama yang berkelanjutan. Model tersebut diperkuat oleh gagasan desain kurikulum taqwa dan konsep keluarga bertakwa yang telah dirumuskan para ahli, serta diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan pendidikan anak pada era digital.
PESANTREN DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM MODERN Zainal Abidin
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i9.7177

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tekanan ganda antara pelestarian tradisi keilmuan klasik dan tuntutan modernisasi di era Society 5.0 pada tahun 2023. Transformasi pendidikan Islam melalui pesantren menjadi keniscayaan mendesak di tengah derasnya arus globalisasi, disrupsi digital, dan perubahan karakteristik generasi muda, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta kekhawatiran tergerusnya otoritas kitab kuning dan nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi pesantren dalam pendidikan Islam modern serta merumuskan model integrasi yang harmonis antara tradisi dan modernitas pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan transformasi pesantren dan pendidikan Islam modern yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa transformasi pesantren diimplementasikan melalui empat strategi utama: (1) integrasi kurikulum yang memadukan kurikulum pesantren tradisional (salafiyah) berbasis tahfidz dan diniyah dengan Kurikulum Merdeka Nasional yang menekankan kompetensi sains, kreativitas, dan berpikir kritis; (2) transformasi pedagogis dari metode sorogan dan bandongan menuju model hybrid dan digital-based learning yang mengintegrasikan teknologi digital tanpa meninggalkan metode tradisional; (3) digitalisasi pesantren melalui penerapan Learning Management System (LMS), pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan model digipreneur yang mengintegrasikan pendidikan agama, literasi digital, dan kewirausahaan; serta (4) penguatan moderasi beragama dan pendidikan karakter melalui internalisasi nilai-nilai wasathiyah dan pembentukan santri sebagai agent of change. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model TRANSFORMASI-PESANTREN sebagai kerangka komprehensif transformasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi kurikuler, pedagogis, digital, dan kultural secara simultan dengan tetap menjaga akar tradisi keilmuan pesantren. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi pengasuh pesantren, pengelola, dan pembuat kebijakan dalam merancang transformasi pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan zaman, peningkatan kapasitas ustaz dan ustazah dalam literasi digital dan pedagogi inovatif, pengembangan infrastruktur teknologi yang memadai, serta penguatan kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, dan dunia industri.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Vialinda Siswati
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i9.7178

Abstract

Era digital telah membawa perubahan fundamental dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini identik dengan metode konvensional dan tatap muka, kini menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi PAI di era digital, mencakup bentuk-bentuk transformasi yang terjadi, tantangan yang dihadapi, serta strategi inovatif untuk mengoptimalkan integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis tematik terhadap berbagai artikel jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi PAI di era digital mencakup pemanfaatan platform digital, e-learning, kecerdasan buatan (AI), serta model pembelajaran inovatif seperti blended learning, flipped classroom, dan project-based learning berbasis nilai Islam. Namun, transformasi ini menghadapi tantangan signifikan berupa keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan kompetensi digital guru, serta risiko degradasi nilai akibat penggunaan teknologi yang tidak terarah. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah penguatan kerangka maqashid syariah sebagai landasan etis dalam integrasi teknologi pada pembelajaran PAI, serta penegasan bahwa teknologi hanyalah alat sementara arah dan maknanya harus tetap dikendalikan oleh etika dan nilai-nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pendidik, pengembangan kurikulum adaptif berbasis digital moderatif, serta sinergi antara transformasi digital dan internalisasi nilai-nilai Islam wasathiyah.
Melampaui Adopsi Teknologi: Kerangka Multilevel Kepercayaan, Patronase, dan Tata Kelola Cold Storage Tenaga Surya Berbasis Layanan Nova Aryanto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 6 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i6.7180

Abstract

Penelitian ini mengembangkan kerangka multilevel untuk menjelaskan tata kelola cold storage tenaga surya sebagai layanan pada perikanan pulau kecil. Berangkat dari dokumentasi pendahuluan kasus Gili Tapan, Indonesia, artikel tidak melaporkan temuan tingkat responden, melainkan menyusun kerangka konseptual dan protokol validasi empiris. Kerangka membedakan minat teknologi, niat menggunakan, kesediaan membayar, kesiapan tata kelola, dan kesiapan layanan agar hasil individual, organisasi, dan sistem tidak dicampurkan dalam satu ukuran. Patronase diposisikan sebagai relasi multidimensi yang mencakup sumber kredit, kewajiban penjualan, timbal balik, perlindungan sosial, biaya berpindah, dan alternatif pasar. Kepercayaan dipahami sebagai evaluasi terhadap pengaturan layanan yang dapat diamati, terutama kejelasan kepemilikan, keadilan akses, kompetensi operator, transparansi tarif, dana pemeliharaan, tanggung jawab kehilangan produk, serta jalur garansi dan perbaikan. Validasi diusulkan menggunakan desain mixed methods explanatory sequential (QUAN → qual), survei berstrata jaringan, elisitasi willingness to pay berbasis paket layanan, tindak lanjut kualitatif, gerbang kelayakan teknis, dan penilaian tata kelola berbobot pemangku kepentingan. Kerangka menghasilkan aturan keputusan non-kompensatori: sikap positif tidak dapat menutup kegagalan teknis, sedangkan perangkat yang andal tidak dapat menutup tata kelola yang eksklusif atau tidak dapat dipelihara. Kontribusi utama artikel adalah model yang dapat diuji mengenai bagaimana pendinginan terbarukan dapat memperluas pilihan pemasaran atau justru mempertahankan kontrol rantai nilai, bergantung pada pengaturan akses, waktu, pembiayaan, dan perbaikan.
LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: TANTANGAN, DIMENSI KOMPETENSI, DAN MODEL A-E-E-R Junaidi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i9.7181

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara peserta didik memperoleh, memahami, memproduksi, dan menyebarkan pengetahuan keagamaan. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), persoalan literasi digital tidak lagi terbatas pada kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memverifikasi informasi, menilai kredibilitas sumber keagamaan, berperilaku etis di ruang digital, dan menghubungkan aktivitas digital dengan nilai-nilai spiritual. Penelitian terdahulu telah banyak membahas pemanfaatan teknologi dan pengembangan kompetensi digital guru, tetapi literasi digital PAI masih cenderung dikaji secara parsial dan instrumental. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi, tantangan, dan dimensi literasi digital dalam pembelajaran PAI serta merumuskan model kompetensi yang integratif dan berorientasi nilai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data sekunder diperoleh dari artikel jurnal, buku akademik, prosiding, dan dokumen ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, analisis komparatif, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital PAI memiliki empat dimensi utama, yaitu teknis-produktif, kritis-evaluatif, etis, dan spiritual-reflektif. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian menawarkan Model A-E-E-R (Access and Create, Evaluate Critically, Ethical Engagement, dan Religious-Spiritual Reflection) sebagai kerangka literasi digital integratif dalam pembelajaran PAI. Model ini menempatkan teknologi bukan sebagai tujuan pembelajaran, melainkan sebagai instrumen yang harus diarahkan pada pengembangan pengetahuan, tanggung jawab moral, karakter religius, dan kedalaman spiritual peserta didik. Model A-E-E-R diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kurikulum, kompetensi guru, desain pembelajaran, dan evaluasi literasi digital dalam pendidikan Islam.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN TANTANGAN GENERASI DIGITAL Akhmad Sahrandi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i9.7182

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang masif pada tahun 2023 telah mengubah secara fundamental cara generasi muda mengakses, memahami, dan menginternalisasi ajaran agama, namun Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia masih menghadapi kesenjangan signifikan antara metode pembelajaran konvensional dengan karakteristik dan kebutuhan generasi digital native. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tantangan-tantangan yang dihadapi PAI dalam menghadapi generasi digital serta merumuskan strategi transformatif yang responsif terhadap tuntutan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam di era digital yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan tiga tantangan utama PAI di era digital: (1) disrupsi otoritas keagamaan di mana algoritma media sosial lebih berpengaruh terhadap persepsi keagamaan siswa daripada pendidik formal; (2) kesenjangan kompetensi digital guru PAI yang menghambat integrasi teknologi dalam pembelajaran; serta (3) krisis etika digital dan degradasi moral akibat paparan konten negatif di ruang siber. Sebagai respons, penelitian ini merumuskan strategi transformatif yang mencakup reposisi peran guru sebagai fasilitator dan kurator digital, pengembangan kurikulum PAI berbasis literasi digital kritis, serta penguatan moderasi beragama sebagai benteng radikalisme digital. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model RESILIENT (Religious Education Strategy through Integrative Literacy, Innovation, and Ethical Nurturing for Digital Transformation) sebagai kerangka komprehensif transformasi PAI dalam menghadapi tantangan generasi digital.

Filter by Year

2023 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026 Vol. 5 No. 7 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2026 Vol. 5 No. 6 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2026 Vol. 5 No. 5 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2026 Vol. 5 No. 4 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026 Vol. 5 No. 3 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026 Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026 Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026 Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025 Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025 Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025 Vol. 4 No. 9 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2025 Vol. 4 No. 8 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2025 Vol. 3 No. 12 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2023 Vol. 2 No. 11 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2023 Vol. 2 No. 6 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2023 More Issue