cover
Contact Name
Muhammad Arief muttaqien
Contact Email
Jurnal.Sentri@gmail.com
Phone
+6287864420394
Journal Mail Official
Jurnal.Sentri@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Pendidikan Nusanatara Global Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 e-mail: jurnal.sentri@gmail.com or sentri@nusantaraglobal.ac.id
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah
ISSN : 29631130     EISSN : 29631130     DOI : https://doi.org/10.55681/sentri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches: Humanities and Social sciences, that include: Engineering Agriculture Economics Health IT Education Language Statistic Religion Tourism Humanities Social Science Law
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,108 Documents
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) Dan Fishbone Diagram Pada Toserba Yogya Ciumbuleuit Batsinah Mayalma
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 7 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i7.7151

Abstract

Intensifying competition in Indonesia’s modern retail sector, particularly in Bandung, requires retailers to maintain service quality to retain customers. Toserba YOGYA Ciumbuleuit has not fully met customer expectations, as indicated by complaints concerning limited parking, difficulty locating staff, long cashier queues, and inaccurate promotional information. This study aims to evaluate service quality using the Service Quality (SERVQUAL) method and identify the root causes of service gaps through a Fishbone Diagram. A descriptive quantitative approach with a cross-sectional design was applied. Primary data were collected from 125 customers through questionnaires using convenience sampling, supported by management interviews and direct observations. SERVQUAL measured gaps between customer perceptions and expectations across five dimensions: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. The results showed negative gaps across all dimensions. Empathy recorded the largest gap (-0.716), followed by Responsiveness (-0.696) and Reliability (-0.452). Fishbone analysis identified several root causes, including weak parking supervision, uneven staff distribution, inconsistent procedures for opening additional cashier counters, incomplete product price tags, limited employee understanding of promotional information, and suboptimal Point of Purchase (POP) management. Based on these findings, eight improvement recommendations were developed and prioritized with store management, supported by a POP inspection checklist and an SOP for verifying value-tag completeness. These findings provide practical guidance for improving service quality and customer satisfaction.
Netnografi Humor Percakapan dalam Komunikasi Kesehatan Mental di YouTube Muhammad Fikri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 4 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i4.7159

Abstract

Digital mental health communication increasingly takes the form of informal conversations between health professionals and podcast hosts. In such interactions, humor may emerge spontaneously rather than as a planned communication strategy, raising questions about how audiences interpret its appropriateness and communicative value. This study explores how audiences interpret conversational humor in mental health communication on YouTube and how such humor is negotiated within interactions between a health professional and a podcast host. Using a qualitative netnographic approach, the study analyzed comments on the YouTube video Buat yang Lagi Stres, featuring podcast host Raditya Dika and psychiatrist Elvine Gunawan. From an initial corpus of 1,043 main comments, 123 comments were selected through contextual screening and analyzed using Schreier’s qualitative content analysis. Symbolic interactionism theory was used to examine how audiences construct and negotiate meanings surrounding humor through their interpretations of the interaction between both speakers. The findings show that conversational humor is understood not merely through jokes but through the interactional context in which humor emerges, including spontaneity, differences in humor style, interpersonal dynamics, and expectations regarding professionalism and topic sensitivity. Humor may make mental health communication feel more approachable, yet audiences continue to evaluate its relevance, accuracy, and appropriateness. From a symbolic interactionist perspective, audiences act as negotiators of the meanings and boundaries of acceptable humor. Conversational humor in digital mental health communication should thus be understood as a contextual, interactional, and audience-dependent communicative practice rather than a universally effective message strategy.
Implementasi Edukasi Perlindungan Anak Melalui Program KKN: Sosialisasi Anti-Bullying, Proteksi Tubuh, dan Penggunaan Gadget yang Bijak bagi Siswa di 5 Sekolah Dasar Gumelem Kulon, Susukan, Banjarnegara Nadya Rahmatika Ulya; Nabila Hastiwi; Hanunk Fairuz Azkia; Rahma Andriyani; Anas Azhimi Qalban
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 5 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i5.7161

Abstract

Perlindungan anak di sekolah dasar merupakan isu penting, mengingat maraknya perundungan, risiko terhadap keselamatan fisik, dan penggunaan gawai yang seringkali kurang memahami keselamatan digital. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Pengabdian Masyarakat Siswa (KKN)—yang menampilkan sesi penyadaran tentang anti-perundungan, keselamatan pribadi, dan penggunaan gawai yang bijak—dan untuk menilai respons dan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan di lima sekolah dasar di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara: SD 1, SD 2, SD 4, SD 8, dan SD IT Gumelem Kulon. Dilaksanakan pada tanggal 4–8 Agustus 2026, program ini menargetkan siswa kelas 4 hingga 6, dengan total 254 peserta. Data dikumpulkan melalui observasi selama sesi dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa program tersebut berfungsi sebagai stimulus pendidikan untuk memperkenalkan perlindungan anak dalam tiga dimensi: keselamatan sosial (melalui pendidikan anti-perundungan), keselamatan pribadi (melalui perlindungan tubuh), dan keselamatan digital (melalui penggunaan gawai yang bijak). Respons siswa dievaluasi berdasarkan partisipasi mereka, kemampuan menjawab pertanyaan dan memberikan contoh situasional, serta kapasitas untuk mengidentifikasi tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi berisiko. Meskipun program ini mendapat manfaat dari dukungan sekolah dan keterlibatan siswa, kendala waktu dan karakteristik siswa yang beragam menimbulkan tantangan untuk cakupan materi yang mendalam. Program ini menunjukkan potensi inisiatif KKN sebagai platform intervensi sosial-pendidikan untuk memperkuat kesadaran perlindungan anak, meskipun keberlanjutan perubahan dalam pemahaman dan perilaku membutuhkan penguatan melalui peran berkelanjutan sekolah dan keluarga.
The Impact of the ‘Ayo Ngaji’ Program on Spiritual Intelligence and Academic Discipline Among Students at MTs Plus Miftahul Jannah: Pengaruh Implementasi Program 'Ayo Ngaji' terhadap Kecerdasan Spiritual dan Kedisiplinan Belajar Siswa MTs Plus Miftahul Jannah Ibnu Da’i Munis; Mahin Anas Romadhona; Ameliatus Sikhah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 5 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i5.7162

Abstract

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi program “Ayo Ngaji” terhadap kecerdasan spiritual dan kedisiplinan belajar siswa di MTs Plus Miftahul Jannah Sampang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya kesadaran religius dan kedisiplinan belajar siswa di era digital sehingga diperlukan pembiasaan religius yang mampu membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan. Program “Ayo Ngaji” merupakan kegiatan pembiasaan membaca Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin sebelum pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kecerdasan spiritual dan membentuk perilaku disiplin siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Plus Miftahul Jannah Sampang tahun pelajaran 2025/2026 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang terdiri atas variabel implementasi program “Ayo Ngaji”, kecerdasan spiritual, dan kedisiplinan belajar. Data dianalisis menggunakan aplikasi Jamovi melalui uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program “Ayo Ngaji” berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecerdasan spiritual siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dan kontribusi pengaruh sebesar 25,6%. Selain itu, implementasi program “Ayo Ngaji” juga berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05 dan kontribusi pengaruh sebesar 23,8%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin mampu meningkatkan kesadaran spiritual, pengendalian diri, dan perilaku disiplin siswa dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, program “Ayo Ngaji” dapat menjadi salah satu strategi pendidikan berbasis religius yang efektif dalam membentuk karakter siswa di lingkungan madrasah.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Azis Nurul Iman; Nur Azizah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i7.7165

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan kemajemukan agama, suku, dan budaya menghadapi tantangan serius berupa meningkatnya intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial yang mengatasnamakan agama di kalangan generasi muda pada tahun 2023. Pendidikan Islam sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti pendekatan pembelajaran yang masih bersifat teoretis, resistensi pendidik, serta pengaruh media digital yang tidak terfilter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi moderasi beragama dalam pendidikan Islam serta merumuskan strategi penguatan yang efektif dan berkelanjutan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan Kementerian Agama yang relevan dengan moderasi beragama dalam pendidikan Islam yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi moderasi beragama dalam pendidikan Islam dilaksanakan melalui tiga strategi utama: (1) pengintegrasian nilai-nilai wasathiyah seperti tawasuth (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), i'tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), dan syura (musyawarah) ke dalam kurikulum dan materi ajar PAI secara sistematis; (2) penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual, reflektif, dan berbasis karakter melalui metode dialogis, keteladanan, pembiasaan, diskusi, serta pendekatan sosiokultural yang mengintegrasikan agama dan budaya; serta (3) penguatan budaya sekolah inklusif dan kegiatan ekstrakurikuler berbasis moderasi beragama. Hambatan utama implementasi meliputi tantangan internal seperti pembelajaran yang masih bersifat teoretis dan resistensi pendidik, serta tantangan eksternal berupa pengaruh media digital yang tidak terfilter dan lingkungan sosial yang eksklusif. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model MODERASI-ISLAM sebagai kerangka komprehensif implementasi moderasi beragama dalam pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi kurikuler, pedagogis, dan kultural secara simultan. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi guru PAI, kepala sekolah, dan pengelola satuan pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan pendidikan moderasi beragama yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi nilai-nilai moderasi dalam kurikulum PAI secara sistematis, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pedagogi moderasi beragama dan literasi digital, pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem moderasi beragama yang berkelanjutan.
INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER Marzuqi; Barlian Fajri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i8.7166

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia menghadapi tantangan fundamental di era disrupsi digital dan globalisasi pada tahun 2023, di mana pendekatan pembelajaran yang normatif-tekstualis dinilai tidak lagi relevan dengan karakteristik generasi digital yang akrab dengan teknologi namun rentan terhadap dekadensi moral dan radikalisme digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan model inovasi kurikulum PAI kontemporer serta mengidentifikasi prinsip-prinsip pengembangannya yang responsif terhadap tuntutan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di tiga satuan pendidikan yang telah mengimplementasikan inovasi kurikulum PAI pada tahun 2023, yaitu SMA Negeri 2 Cilacap, SMK PGRI 2 Kediri, dan SMK Al-Huda Kediri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan pengawas, observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum dan kebijakan pada periode Januari-Juni 2023. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa inovasi kurikulum PAI kontemporer diimplementasikan melalui tiga model utama: (1) model integratif-transformatif yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kecakapan teknologi dan kompetensi abad ke-21 (4C); (2) model Kurikulum Berbasis Cinta (Love-Based Curriculum) yang menekankan pendekatan humanistik-inklusif melalui dekonstruksi teologis dan pedagogi ARKA hibrida; serta (3) model kontekstual-partisipatif berbasis proyek dan masalah yang mengaitkan materi PAI dengan isu-isu sosial kontemporer. Penerapan model-model ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi belajar siswa, pemahaman keagamaan yang kontekstual, serta pembentukan karakter religius dan etika digital. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model TRIADE (Transformative-Responsive Integrative Adaptive Digital Education) sebagai kerangka komprehensif inovasi kurikulum PAI yang mengintegrasikan tiga pilar: transformasi pedagogis, responsivitas digital, dan adaptasi kontekstual.
INTERNALISASI NILAI KEISLAMAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Badrus Shalih; Nuril Anwar
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i7.7168

Abstract

Internalisasi nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah merupakan keniscayaan mendesak di tengah menguatnya degradasi moral dan karakter generasi muda pada tahun 2023 yang ditandai dengan menurunnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab strategis tidak hanya mentransfer pengetahuan keagamaan secara kognitif, tetapi juga menanamkan dan membumikan nilai-nilai Islam dalam kepribadian peserta didik secara holistik. Namun demikian, implementasi internalisasi nilai keislaman masih menghadapi berbagai kendala seperti pendekatan yang normatif-tekstualis, kurangnya integrasi lintas aktivitas sekolah, serta lemahnya sinergi antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif strategi, proses, dan faktor-faktor yang mempengaruhi internalisasi nilai keislaman di lingkungan sekolah pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan internalisasi nilai keislaman di sekolah yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa internalisasi nilai keislaman di lingkungan sekolah diimplementasikan melalui tiga strategi utama: (1) strategi keteladanan (uswah hasanah) yang menempatkan guru dan staf sekolah sebagai role model perilaku Islami; (2) strategi pembiasaan (ta'wid) melalui kegiatan keagamaan rutin seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, doa bersama, dan kultum; serta (3) strategi pengintegrasian nilai keislaman ke dalam seluruh aktivitas sekolah, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Proses internalisasi berlangsung melalui tiga tahapan: transformasi nilai (pengenalan), transaksi nilai (interaksi dan refleksi), dan transinternalisasi nilai (nilai menjadi kepribadian). Faktor pendukung utama meliputi komitmen seluruh warga sekolah, dukungan kebijakan, dan lingkungan fisik yang religius, sementara faktor penghambat utama terdiri dari pengaruh media sosial, keterbatasan peran orang tua, dan tekanan teman sebaya. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model INTEK (Internalisasi Nilai Terintegrasi-Kontekstual) sebagai kerangka komprehensif internalisasi nilai keislaman yang mengintegrasikan dimensi kultural, kurikuler, dan kontekstual secara simultan.
MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Abdul Majid; Badrus Shalih
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i8.7169

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tahun 2023 menghadapi persoalan relevansi ketika materi keagamaan disampaikan secara normatif dan terlepas dari realitas sosial-budaya peserta didik. Sejumlah penelitian telah membahas integrasi kearifan lokal dalam bahan ajar, strategi guru, dan kurikulum PAI, tetapi masih terbatas kajian yang secara sistematis merumuskan model pembelajaran yang menjelaskan hubungan antara identifikasi nilai lokal, proses seleksi berdasarkan prinsip Islam, internalisasi nilai, dan evaluasi perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal sebagai kerangka pembelajaran kontekstual yang dapat diterapkan secara adaptif pada tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan mengenai PAI, kearifan lokal, pendidikan karakter, dan pembelajaran kontekstual yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal terdiri atas lima tahap: eksplorasi nilai lokal, validasi nilai berdasarkan prinsip Islam, kontekstualisasi materi, internalisasi melalui pengalaman belajar, dan refleksi-evaluasi. Model ini menempatkan budaya lokal bukan sekadar ilustrasi pembelajaran, melainkan sebagai sumber epistemik dan konteks pedagogis. Kontribusi teoretis penelitian terletak pada perumusan kerangka integratif yang menghubungkan dimensi normatif Islam dengan realitas budaya secara selektif, dialogis, dan transformatif.
MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Badrus Shalih; M. Sukron Suwarno Sundoro
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i9.7170

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural dengan beragam etnis, suku, budaya, dan agama menghadapi tantangan serius berupa menguatnya eksklusivitas, intoleransi, dan radikalisme yang mengatasnamakan agama di kalangan generasi muda pada tahun 2023. Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bagian integral dari kurikulum nasional memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya pemahaman guru, resistensi sebagian siswa, serta keterbatasan media pembelajaran yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengintegrasian moderasi beragama dalam pembelajaran PAI serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya di tingkat sekolah menengah pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 2 Cilacap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, observasi partisipatif terhadap kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah, serta analisis dokumen kurikulum dan kebijakan kelembagaan pada periode Januari-Juni 2023. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI dilaksanakan melalui tiga strategi utama: (1) integrasi nilai-nilai moderasi seperti tawasuth (jalan tengah), i'tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), dan musyawarah (syura) ke dalam materi ajar dan metode pembelajaran; (2) penerapan pendekatan pembelajaran sosiokultural yang mengintegrasikan agama dan budaya sebagai sarana pembelajaran berbasis prinsip inklusivitas, kontekstualitas, dan kolaborasi; serta (3) pembiasaan harian yang menyatukan ritual keagamaan dan nasionalisme serta penciptaan budaya sekolah inklusif berbasis kearifan lokal. Penerapan strategi ini menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan toleransi, kemampuan berpikir kritis, dan sikap moderat siswa. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model MODERASI (Moderated-Oriented Dialogical Education for Religious Affirmation and Social Integration) sebagai kerangka komprehensif penguatan moderasi beragama melalui pembelajaran PAI yang mengintegrasikan pendekatan dialogis, kontekstual, dan transformatif.
PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL Badrus Shalih; M. Naqouib Ashrofun Nashr
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 10 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i10.7171

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia pada tahun 2023 masih didominasi oleh pendekatan normatif-doktrinal dan berorientasi hafalan, sehingga belum optimal dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik yang merupakan fondasi pembentukan karakter dan kepribadian seimbang antara intelektual, emosional, dan spiritual. Di tengah gempuran disrupsi digital dan arus informasi yang tak terbendung, kecerdasan spiritual menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda mampu memaknai hidup, menemukan jati diri, dan membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif strategi, metode, dan model pembelajaran PAI yang efektif dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta disertasi dan tesis yang relevan dengan pembelajaran PAI dan kecerdasan spiritual yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran PAI untuk meningkatkan kecerdasan spiritual diimplementasikan melalui tiga strategi utama: (1) strategi berbasis psikologi humanistik yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator, suasana kelas yang hangat dan dialogis, serta pembiasaan spiritual; (2) strategi berbasis neuroeducation yang mengintegrasikan stimulasi multisensori, keterlibatan emosional, dan pengalaman langsung melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman, storytelling, dan refleksi diri; serta (3) strategi berbasis sufistik melalui experiential learning yang menginternalisasikan nilai-nilai tasawuf dalam proses pembelajaran. Metode yang efektif mencakup keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan ibadah harian, pembelajaran reflektif, dan pendekatan berbasis cinta. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model SPIRITUAL-PAI sebagai kerangka komprehensif pembelajaran PAI berbasis kecerdasan spiritual yang mengintegrasikan dimensi pedagogis, psikologis, dan spiritual secara simultan. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual peserta didik secara seimbang. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru PAI dalam strategi pembelajaran berbasis kecerdasan spiritual dan pendekatan neuroeducation, pengembangan kurikulum PAI yang mengintegrasikan aktivitas reflektif dan pengalaman spiritual, serta pengembangan instrumen penilaian kecerdasan spiritual yang holistik dan komprehensif.

Filter by Year

2023 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026 Vol. 5 No. 7 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2026 Vol. 5 No. 6 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2026 Vol. 5 No. 5 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2026 Vol. 5 No. 4 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026 Vol. 5 No. 3 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026 Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026 Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026 Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025 Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025 Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025 Vol. 4 No. 9 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2025 Vol. 4 No. 8 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2025 Vol. 3 No. 12 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2023 Vol. 2 No. 11 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2023 Vol. 2 No. 6 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2023 More Issue