cover
Contact Name
Retno Djohar Juliani
Contact Email
jretnodjohar@gmail.com
Phone
+6281515386833
Journal Mail Official
jretnodjohar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Banjar Sari Barat No.1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Inspiratif
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 25023411     EISSN : 25023403     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Majalah ilmiah Inspiratif memiliki latar belakang disiplin ilmu sosial dan politik. Akan terbit secara berkala, berisi tulisan dari dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dari program studi lain yang ada di Universitas Pandanaran maupun dari para akademisi dari berbagai lembaga pendidikan tinggi, berupa artikel hasil penelitian, laporan hasil pengabdian kepada masyarakat maupun artikel yang berupa telaah pustaka. Redaksi majalah ilmiah Inspiratif akan selalu berusaha menjaga kualitas dan kelayakan sebuah media ilmiah. Artikel – artikel yang disajikan diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi kepada pembaca untuk terus menulis sehingga dapat menghasilkan artikel ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan.
Articles 131 Documents
PENTINGNYA INOVASI DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM KEBERAGAMAN DUNIA BISNIS Siti Annisa Parinda; Melina Melina; Silfi Ratna Sari; Khomsatun Hasanah; Atina Amalia Sulha
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses peralihan bisnis dari konvensional menjadi digital menyebabkan perusahaan perlu memikirkan langkah strategis untuk membuat bagaimana proses bisnis yang ada di dalamya menjadi berkelanjutan. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pada bidang pemasaran yang mengubah cara pengerjaan suatu pekerjaan dari cara konvensional mengarah kepada teknologi digital dengan memanfaatkan e-commerce. Pertumbuhan penggunaan internet yang semakin pesat sejak tahun 2017 menjadi faktor utama pergeseran perilaku belanja masyarakat menjadi lebih dinamis, dimana konsumen menginginkan distribusi produk yang lebih cepat dengan hasil yang lebih baik. Pemanfatan teknologi e-commerce sebagai solusi alternatif dalam melakukan inovasi pada strategi pemasaran dengan tujuan untuk menjaring potensi pasar yang lebih besar. Kata kunci : inovasi, teknologi, bisnis
PUPUK ORGANIK CAIR PENYANGGA PEREKONOMIAN DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG Priyono Kusumo; Mega Kasmiyatun; Retno Ambarwati; Agustien Zulaidah; Ardine Athalia Christian
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat desa Susukan di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang hampir sebagian besar penduduknya mendapat dampak negatif dari pandemik Covid-19 yang cukup besar, tidak sedikit masyarakat mendapat PHK sehingga tingkat perekonomian didaerah tersebut mengalami penurunan yang menyebabkan penurunan kesejahteraan masyarakat setempat. Salah satu solusi yang ditawarkan dengan meilhat peluang dan mudah dilakukan yaitu kewirausahaan pembuatan pupuk organik cair oleh masyarakat baik secara individual maupun secara kelompok dengan sasaran pasar baik dalam wilayah maupun luar wilayah desa Susukan. Keefektifitas dalam kewirausahaan pupuk organik cair ini diharapakan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, kreatif dalam memajukan desa dengan dimilikinya ikon baru yang dikenal oleh wilayah lain. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat desa Susukan tentang bahan baku dan langkah cara pembuatan pupuk organik cair. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melakukan penyuluhan dan menunjukan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Masyarakat menjadi paham dan mengerti dari kegunaan bahan baku serta cara pembuatan pupuk organik air yang ekonomis untuk kewirausahaan di dan setelah masa pandemik covid-19, bertumbuhnya kreatifitas kemampuan masyarakat dalam menangani permasalahan perekonomian. Kesimpulannya masyarakat desa Susukan Sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Rekomendasi yang diberikan yaitu perlu diadakan kegiatan yang berkelanjutan mengenai “Praktik Langsung Oleh Warga dan Penjelasan Perhitungan Ekonomi”di Desa Susukan supaya masyarakat lebih memiliki persiapan yang matang menuju dunia pasar. Kata kunci: pupuk organik cair, kebersihan, peluang, pandemic, Susukan
UPAYA PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SETELAH PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN GEMAH KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Heru Sri Wulan; Leonardo Budi Hasiholan
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik secara fisik, mental, spiritual, maupun social. Perilaku hidup bersih dan sehat bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, kelompok, keluarga, dengan membuka jalur komunikasi, informasi, dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku sehingga masyarakat sadar, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui PHBS diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Notoadmodjo S, 20)Manfaat PHBS secara umum adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau dan mampu menjalankan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar masyarakat sadar dan dapat mencegah serta mengantisipasi atau menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang mungkin muncul. Selain itu, dengan menerapkan dan mempraktikan PHBS diharapkan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Dalam implementasinya, kebermanfaatan PHBS ini dapat diterapkan di berbagai area, seperti sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan masyarakat. Pada tahun 2019 samapi dengan 2021 bangsa Indonesia dilanda dengan Virus Corona (COVID-19) bahkan saat itu sudah mewabah ke berbagai negara, tidak terkecuali  Indonesia, kekawatiran   meningkat  sejalan  dengan  meluasnya penularan  COVID-19  di  beberapa  bagian  dunia  dan  kemampuan  untuk  menurunkan tingkat penurunan di sejumlah negara lainnya. Pemerintah, masyarakat, pengusaha dan pekerja menghadapi tantangan besar dalam upaya memerangi pandemi COVID-19 dan melindungi keselamatan dan kesehatan di lingkungannya. Di luar krisis yang sedang berlangsung, ada kekhawatiran dalam mengembalikan kegiatan yang mampu mempertahankan kemajuan yang sudah dicapai dalam menekan penyebarluasan.Dalam situasi pandemi Covid-19 roda perekonomian harus tetap berjalan dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan  Pencegahan  dan  Pengendalian  Covid-19  di  Tempat  Kerja  Perkantoran  dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktifitas bekerja. Dengan memiliki rencana kesiap siagaan darurat yang komprehensif di tempat kerja yang dirancang untuk mengatasi krisis kesehatan dan epidemi, tempat kerja mungkin akan lebih siap mengembangkan tanggapan yang cepat, terkoordinasi dan efektif, seraya menyesuaikan  langkah-langkah  tersebut  dengan  situasi  darurat  yang  secara  khusus dihadapi instansi. Di tahun 2021 Corona COVID_19 yang melanda Kota Semarang terutama di lingkungan Kelurahan Gemah mulai menurun dan berangsur angsur mulai normal maka dengan adanya keadaan mulai pulih kembali dihimbau masyarakat terutama di Kelurahan Gemah tetap harus menjaga kesehatan dengan pola PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) Kata Kunci : Pola Hidup Bersih dan Sehat.
AKSI KEPEDULIAN KEPADA SESAMA MELALUI BAKTI SOSIAL DI PANTI ASUHAN ANAK AL AMANAH Retno Djohar Juliani; Dewi Fatmasari; Sinta Petri Lestari; Sri Praptono; Rara Anggraeni Cahyaningtyas
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 memberi dampak yang sangat nyata khususnya di bidang ekonomi. Tidak hanya berdampak pada industri dan jasa yang banyak berguguran akan tetapi dampaknya justru sangat dirasakan oleh masyarakat. Bahkan setelah pasca Pandemi Covid-19 dampaknya masih sangat terasa. Panti Asuhan sebagai panti sosialpun ikut terdampak, bantuan kepada Panti Asuhan oleh para donatur tidak mengalir seperti sebelum Pandemi Covid-19. Bakti Sosial kepada Panti Asuhan diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka sebagai wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama. Sebagai sesama manusia, maka wajib saling berbagi terutama kepada anak- anak panti Asuhan yang nasibnya kurang beruntung. Bakti Sosial merupakan aksi kepedulian Kampus Universitas Pandanaran kepada masyarakat yang  melibatkan dosen dan mahasiswa juga dimaksudkan untuk memupuk jiwa sosial kepada mahasiswa sekaligus melaksanakan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Bakti Sosial dilaksanakan di Panti Asuhan Anak Al Amanah yang beralamat di Jl. Durenan Indah RT 07 R 02 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Kata Kunci : aksi kepedulian, bakti sosial, Panti Asuhan The Covid-19 pandemic has had a very real impact, especially in the economic field. Not only does it have an impact on industries and services that have fallen a lot, but the impact is actually being felt by the community. Even after the post-Covid-19 pandemic, the impact is still being felt. The Orphanage as a social institution was also affected, assistance to the Orphanage by donors did not flow like before the Covid-19 Pandemic. Social Service to Orphanages is expected to lighten their burden a little as a form of humanity among others. As fellow human beings, it is obligatory to share, especially to orphanage children who are less fortunate. Social Service is an act of caring for the Pandanaran University Campus for the community which involves lecturers and students. It is also intended to foster a social spirit for students while at the same time carrying out one of the Tri Darma of Higher Education, namely community service. The Social Service is carried out at the Al Amanah Children's Orphanage which is located at Jl. Durenan Indah RT 07 R 02 Mangunharjo Village, Tembalang District, Semarang City. Keywords: caring action, social service, Orphanage
PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK, PACKAGING DAN STRATEGI PEMASARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMIS PRODUK (STUDI KASUS DI DESA MRANAK, KECAMATAN WONOSALAM, KABUPATEN DEMAK) Patricia Dhiana Paramita; Cicik Harini; Dhwa Dipta Dhyaksa
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas jambu delima merupakan primadona dan produk unggulan dari Desa Mranak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Adapun permasalahan yang muncul di Desa Mranak yaitu adanya pola pikir warga yang sudah cukup puas dengan mengandalkan hasil penjualan budi daya jambu delima apa adanya di pasaran, belum ada diversifikasi produk jambu delima, minimnya pengetahuan warga tentang pengemasan produk makanan serta rendahnya pengetahuan tentang strategi pemasaran untuk memasarkan produk olahan jambu delima. Tujuan dari program diversifikasi produk, packaging dan strategi pemasaran adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga Desa Mranak untuk mengolah jambu delima menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis lebih tinggi, memiliki kemampuan untuk mengemas produk dengan baik dan pengetahuan dalam membuat strategi untuk memasarkan produk olahan dari jambu delima. Perlu adanya program pendampingan dan pemberdayaan secara berkesinambungan di Desa Mranak guna mengembangkan sumberdaya manusia dan  lingkungan  yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dan pemanfaatan potensi lokal dan kerjasama dengan pihak perbankan dalam hal pemberian bantuan modal untuk peralatan dengan bunga yang ringan serta kerjasama dengan pihak swasta lainnya untuk menjalin link dalam rangka memasarkan komoditi utama jambu delima serta produk olahan lainnya dari jambu delima. Kata Kunci : diversifikasi produk, packaging, strategi pemasaran, nilai ekonomis The pomegranate guava commodity is a prima donna and superior product from Mranak Village, Wonosalam district, Demak Regency. The problem that arise in Mranak Village are the mindset of residents who are quite satisfied by relying on the sales of pomegranate cultivation as it is on the market, there is no diversification of pomegranate product, the lack of knowledge of residents about food product packaging and low knowledge of marketing strategies for market processed guava products. The aim of the product diversifikation program, packaging and marketing strategy is to increase the knowledge and skills of the residents of Mranak Village to process pomegranate guava into processed products that have higher economic value, have the ability to package products properly and knowledge in making strategies for marketing processed products from pomegranate guava. Need ongoing mentoring and empowerment program in Mranak Village to develop human and environmental resources based on cultural values and the utilization of local potential and cooperation with banks in terms of providing capital assistance for equipment with low interest and cooperation witj other private parties to establishing links in order to market the main commodity of pomegranate guava and other processed products from pomegranate guavaKeywords :product diversification, packaging, marketing strategy, economic value
CORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY Nilam Sari; Putri Juliana
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan usaha perusahaan, sebagai pelaku bisnis perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang harmonis terhadap masyarakat yang berada disekitar lingkungan operasi perusahaan itu. Perusahaan dikatakan memiliki etika dalam bisnis apabila dalam menjalankan usahanya memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang ada di lingkungan perusahaan khususnya dan  masyarakat luas pada umumnya. Bahkan perusahaan memiliki tanggung jawab untuk ikut mengatasi permasalahan yang timbul di masyarakat yang terdampak karena aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan yang melaksanakan CSR/Corporate Soscial Responsibility akan lebih terpandang di mata masyarakat dibandingkan dengan perusahaan yang sama sekali tidak memiliki kepedulian padahal perusahaan tersebut memperoleh laba dari pembelian produk atau jasa yang dilakukan oleh masyarakat.Kata kunci : corporate, social, responsibility
BISNIS ONLINE, JENIS, KEUNGGULAN DAN KELEMAHANNYA Firdausi Aulia Rahmaniah; Noerannisa Mauizah; Nurkholis Majid; Muhhamad Arraziq; Rima Melati
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman sekarang ini, dengan adanya media internet setiap orang dapat menjalankan bisnis  menjadi semakin mengglobal. Bila biasanya memasarkan produk atau jasa secara offline yang biasa dilakukan di tempat usaha seperti toko maupun melalui jaringan pemasaran bisnis, sekarng bisa menjual produk atau jasa di internet menggunakan website, pasar menjadi lebih luas  pasar bisa menjangkau seluruh Indonesia maupun yang lebih besar lagi menjangkau ke pasar  dunia. Tinggal putuskan, ingin fokus untuk menjangkau pasar yang mana. Kata kunci : Bisnis Online, jenis, keunggulan dan kelemahan
HUBUNGAN TAYANGAN KARTUN UPIN DAN IPIN TERHADAP PERILAKU IMITASI ANAK Sinta Petri Lestari; Fitriyani Fitriyani
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkan telah mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Penelitian ini membahas hubungan tayangan kartun Upin Ipin terhadap perilaku imitasi anak. Tipe penelitian yang dilakukan penulis adalah deskriptif kuantitatif diamana metode ini menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah di pahami dan di simpulkan. Teori yang digunakan adalah Teori Kultivasi, yaitu teori yang memperkirakan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa PAUD Tunas Harapan dengan jumlah 35 siswa.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel independent (X) dan variabel dependent (Y). Variabel independent (X) merupakan tayangan kartun Upin Ipin dan variabel dependent (Y) merupakan perilaku imitasi. Data yang di peroleh adalah hasil kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dimana penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang di olah dengan metode statistika. Hasil analisis data menunjukan bahwa menonton tayangan kartun Upin Ipin termasuk dalam kategori sangat tinggi sebesar 40 %, pengaruh terhadap perilaku imitasi anak termasuk dalam kategori tinggi sebesar 40%.Kata kunci : Tayangan Kartun, Perilaku Meniru Anak, Teori Kultivasi, Media Elektronik
PENYEDIAAN BANK DESAIN RUMAH SEDERHANA UNTUK MEMBANTU MBR MEMENUHI SYARAT TEKNIS PBG DI PROVINSI JAWA TENGAH Djudjun Rusmiatmoko; Susmita Eka Mukti; Aprian saifudin bahkri
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 17 (2023): Majalah Ilmiah Inspiratif Juli 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah adalah bangunan Gedung yang difungsikan sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat. Rumah merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa terpisahkan dari kebutuhan terhadap sandang dan pangan. Rumah juga mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian generasi muda dan bangsa dalam membangun manusia seutuhnya, mandiri, dan berjati diri. Dalam perkembangan saat ini kebutuhan rumah semakin meningkat tetapi tidak sedikit  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga diperlukan rumah swadaya yang berarti rumah yang dibangun atas prakarsa dan Upaya masyarakat. Dari Pemerintah juga sudah mengatur dalam melaksanakan pembinaan dan pendampingan bagi masyarakat yang melakukan pembangunan rumah swadaya.  oleh karena itu dalam kerangka pelaksanaan program penyediaan rumah bagi MBR di berbagai wilayah di Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Rumah Swadaya, perlu untuk menyusun layanan yang dapat mendorong masyarakat melakukan pembangunan rumah secara mandiri. Layanan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi layanan atau klinik perumahan kedepan dalam bentuk bank desain. Dalam hal ini diperlukan pengabdian dari akademis untuk memberikan kontribusi ide dan masukannya yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait rumah swadaya untuk memenuhi syarat teknis Perijinan Bangunan Gedung (PBG). Metode yang digunakan memberikan materi langsung kepada msyarakat tentang standar rumah tinggal yang layak. Hasil dari kegiatan pengabdian tersebut agar masyarakat paham tentang rumah tinggal yang layak untuk ditempati dan paham proses dari perencanaan, pengawasan, pembangunan  serta paham proses tentang Perijinan Bangunan Gedung (PBG). Kesimpulannya masyarakat secara mandiri dapat melakukan proses perencanaan dan pembangunan rumah tinggal. Kata Kunci : rumah swadaya, masyarakat berpenghasilan rendah, bank desain A house is a building that functions as a livable place to live in, a means of fostering a family, a reflection of dignity. Home is a basic need that cannot be separated from the need for clothing and food. The house also has a very strategic role in forming the character and personality of the younger generation and the nation in building a complete, independent and self-identified human being. In current developments the need for houses is increasing but there are not a few low-income people (MBR), so self-help houses are needed, which means houses built on community initiatives and efforts. The government has also regulated the implementation of guidance and assistance for people who are building self-help houses. therefore within the framework of implementing the housing supply program for low-income people in various regions in Indonesia, the Ministry of Public Works and Public Housing through the Directorate of Self-Help Housing needs to develop services that can encourage people to build houses independently. This service is expected to be developed into a residential service or clinic in the future in the form of a design bank. In this case, academic dedication is needed to contribute ideas and input which aims to provide information to the public regarding self-help houses to fulfill the technical requirements for Building Permits (PBG). The method used provides direct material to the community about proper housing standards. The results of these service activities are so that the community understands about proper housing to live in and understands the process of planning, supervision, development and understands the process regarding Building Permits (PBG). In conclusion, the community can independently carry out the process of planning and building houses.  Keywords: self-help houses, low-income communities, design banks
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KUB BATIK DI DESA PULOREJO KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Dewi Fatmasari; Retno Djohar Juliani; Sri Partono
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 17 (2023): Majalah Ilmiah Inspiratif Juli 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia merupakan asset yang paling berharga dan keberadaannya perlu mendapatkan perhatian yang besar dari perusahaan. Perusahaan perlu memotivasi sumber daya manusianya agar produktivitas kerja mereka selalu meningkat. Menurunnya produktivitas kerja karyawan akan berakibat buruk bagi perusahaan, sehingga dapat menurunkan profit/ keuntungan. Dengan selalu memotivasi karyawan diharapkan produktivitas kerja karyawan dapat meningkat. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kerja pada  (Kelompok Usaha Batik (KUB) yang ada di Desa Pulorejo sebanyak 52 tenaga kerja. Menggunakan sampel jenuh atau total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan study pustaka dan pengolahan data melalui tahap-tahap editing, koding, skoring dan tabulasi. Analisa data yang digunakan adalah Analisa tabulasi silang.Simpulan penelitian yakni 44,2 % responden mempunyai motivasi kerja sangat tinggi dan 55,8 % responden mempunyai motivasi kerja yang tinggi. Sebanyak 36,5 % responden memiliki produktivitas yang sangat tinggi dan 63,5 % responden memiliki produktivitas kerja tinggi. 19,6 % responen mempunyai motivasi kerja sangat tinggi sehingga menghasilkan produktivitas kerja yang sangat tinggi pula. Sebanyak 34,2 % responden motivasi kerjanya sangat tinggi, produktivitas kerjanya tinggi. Sebanyak 16,9 % responden motivasi kerjanya tinggi sehingga produktivitasnya sangat tinggi. Dan sebanyak 29,3 % responden memiliki motivasi kerja tinggi dan produktivitas kerja yang tinggi pula. Saran yang dapat disampaikan yakni pemberian kompensasi (bonus, tunjangan dsb) agar dapat diberikan secara kontinyu, sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan serta perlunya pemberian sanksi apabila karyawan melakukan keterlambatan dalam penyelesaian tugasnya Kata Kunci : Motivasi kerja, Produktivitas kerja, karyawan 

Page 11 of 14 | Total Record : 131