cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 100 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025)" : 100 Documents clear
Integrasi Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Pengembangan Motorik Anak Usia Dini Muniroh, Fitria A’yun; Jasminto, Jasminto
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1821

Abstract

Penelitian ini membahas tentang integrasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam model klasikal untuk pengembangan motorik anak usia dini di RA Menara Taufiq Bandung, Diwek, Jombang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada paradigma post-positivisme yang digunakan untuk meneliti kondisi objek alam, dimana peneliti merupakan instrumen kunci dalam penelitian ini. Adapun fokus penelitian dari penelitian ini yaitu mengintegrasikan nilai pendidikan agama islam untuk pengembangan motorik anak usia dini, menstimulasi perkembangan motorik yang terintegrasi dalam nilai-nilai pendidikan agama islam dalam model klasikal, faktor-faktor yang mempengaruhi stimulasi pengembangan fisik motorik. Pendidikan agama memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak sejak usia dini yang mengintegrasikan pembelajaran keimanan, ibadah, dan akhlak dengan stimulasi motorik kasar dan halus. Melalui kegiatan seperti bermain bola, gerakan sholat, menulis huruf hijaiyah, dan kegiatan sehari-hari lainnya, anak tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kesabaran, tanggung jawab, dan ketekunan. Guru-guru secara aktif mengamati dan mendukung minat dan bakat anak dalam suasana bermain yang edukatif. Perkembangan motorik halus anak juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti genetika dan gizi, serta faktor eksternal seperti pola asuh, kondisi sosial ekonomi, dan lingkungan. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sangat penting untuk menciptakan pengalaman belajar holistik yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, guna mendukung kesiapan akademis dan sosialnya di masa depan. RA ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keimanan, ibadah, dan akhlak dalam stimulasi motorik kasar dan halus anak melalui kegiatan seperti bermain bola, gerakan sholat, dan menulis huruf hijaiyah. Pendekatan ini tidak hanya mengembangkan kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran, tanggung jawab, dan ketekunan. Faktor internal (genetika, gizi) dan eksternal (pola asuh, lingkungan) turut memengaruhi perkembangan motorik. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sangat penting untuk menciptakan pembelajaran holistik guna mendukung kesiapan akademis dan sosial anak di masa depan.
Exploring Students’ Critical Thinking Skills Through an Analysis of Their Responses to Trigonometry Problems Ramadhan, Dadan; Jatisunda, Mohamad Gilar
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.2358

Abstract

This study aims to analyze students’ critical thinking skills in solving trigonometry problems using a qualitative case study approach. The participants were 29 twelfth-grade students from SMAN 1 Kadipaten. Data were collected through classroom observations, students’ written responses, and semi-structured interviews and were analyzed using NVivo 14 software. The findings revealed that only a small proportion of students demonstrated adequate critical thinking indicators, particularly in the areas of interpretation, analysis, inference, and evaluation. While 69% of students were able to construct appropriate mathematical models, only 31% correctly applied relevant formulas, and merely 3% succeeded in accurately stating the final answers. The interview results supported the analysis, indicating that many students faced conceptual misunderstandings, procedural difficulties, and lacked reflective thinking in validating their solutions. These findings underscore the need to enhance students’ critical thinking skills through visual learning tools, reflective discussions, and contextual problem-solving exercises. This study contributes to the development of diagnostic assessment instruments and the design of adaptive instructional strategies in mathematics education, particularly for complex topics such as trigonometry.
Penggunaan Media Kantong Bilangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas I di Sekolah Dasar Wolowio Reynewa, Waldetrudis Redempta; Ngura, Elisabeth Tantiana; Nafsia, Andi; Oka, Gde Putu Arya
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1652

Abstract

Siswa menunjukkan hasil belajar yang buruk, jadi pembelajaran matematika harus diubah guna peningkatan kualitas dan maknanya. Penelitian ini bertujuan guna peningkatan hasil belajar matematika( berhitung ) siswa kelas 1 di SDK Wolowio secara menggunakan pendekatan TaRL (Teaching at The Right Level) yang dikombinasikan secara penerapan media konkret yakni kantong bilangan. Metode yang dipakai untuk penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas.  Studi ini dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing empat langkah: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh meliputi hasil belajar siswa dari tes serta data observasi tentang bagaimana guru dan siswa berinteraksi selama pelaksanaan pembelajaran.  Hasil penelitian mengindikasikan bahwasanya dalam siklus I, tingkat keberhasilan belajar siswa yang tercapai merupakan 39,5 % secara kategori kurang. Tetapi dalam siklus II, indikator keberhasilan dicapai secara tingkat ketuntasan klasik 74,0%, yang merupakan kategori baik. Akibatnya, pembelajaran di siklus II dalam pemenuhan indikator keberhasilan secara ketuntasan belajar klasik yang minimal. Temuan tersebut mengindikasi bahwasanya penerapan pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) yang dipadukan melalui media kantong bilangan mampu membuat peningkatan hasil belajar matematika (berhitung ) siswa. Hasil tersebut menunjukan bahwa penggunaan media kantong bilangan sangat membantu dalam pembelajaran matematika terkait perhitungan. Temuan yang lain yakni siswa menjadi lebih percaya diri dalam melakukan proses pembelajaran, siswa lebih aktif saat pembelajaran dan siswa juga dapat memahami konsep abstrak matematika dengan lebih konkret.
Strategi Bimbingan Belajar untuk Siswa dengan Gangguan ADHD di Sekolah Inklusif: Studi Kasus pada SDN 20 Mataram Cahyani, Siska Febri; Darmiany, Darmiany; Saputra, Heri Hadi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1749

Abstract

Siswa dengan gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menghadapi tantangan signifikan dalam pembelajaran yang memerlukan bimbingan khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk bimbingan belajar yang diberikan kepada siswa ADHD di SDN 20 Mataram serta mengidentifikasi kendala dan cara mengatasinya. Penelitian kualitatif deskriptif dilakukan terhadap satu siswa ADHD kelas IV, guru wali kelas, dan kepala sekolah melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan kredibilitas data. Bimbingan belajar diimplementasikan melalui tiga pendekatan: bimbingan individual di luar jam pelajaran reguler, bimbingan kelompok dengan penempatan strategis siswa ADHD bersama teman yang suportif, dan kolaborasi intensif sekolah-orang tua. Kendala utama meliputi ketiadaan guru pembimbing khusus, keterbatasan pelatihan guru, kesulitan siswa menjaga konsentrasi, dan keterbatasan anggaran. Sekolah telah mengembangkan strategi adaptif dalam memberikan bimbingan belajar meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman praktik pendidikan inklusif untuk siswa ADHD dalam konteks sekolah dengan sumber daya terbatas.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Matematika: Materi Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel di SDN Tangerang 6 Ulfah, Ulfah; Marjo, Happy Karlina
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1485

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa efektif pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam membantu siswa memahami materi penyajian data dalam bentuk tabel di pelajaran Matematika. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi-experiment, yang melibatkan dua kelompok siswa. Sampel penelitian sejumlah 64 peserta didik kelas 3 sekolah dasar negeri Tangerang 6. Satu kelompok belajar menggunakan model PBL, sedangkan kelompok lainnya mendapatkan pembelajaran dengan cara biasa yang umum digunakan. Data dikumpulkan lewat tes setelah pembelajaran (posttest), lalu dianalisis menggunakan uji statistik. Dari hasil pengujian, diketahui bahwa data memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut karena sebarannya normal dan variansnya seragam. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa ada perbedaan yang cukup mencolok antara dua kelompok tersebut. Kelompok yang belajar dengan PBL mendapatkan nilai rata-rata 75,47, sementara kelompok yang diajar secara konvensional memperoleh nilai 66,09. Nilai signifikansinya juga sangat kuat, yaitu 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa model PBL bisa menjadi cara yang lebih efektif dalam membantu siswa memahami pelajaran, khususnya Matematika, secara lebih aktif dan sesuai dengan konteks kehidupan nyata. Maka dari itu, pendekatan ini bisa menjadi pilihan alternatif dalam metode pengajaran di kelas.
Implementasi Transformasi Pendidikan di Era Digital Sidiq, Muhammad Jafar; Kurniawan, Iwan; Purqon, Aang
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1508

Abstract

Era digital telah mengubah paradigma pendidikan secara fundamental, menuntut transformasi komprehensif dalam sistem pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi transformasi pendidikan Islam di era digital, mengidentifikasi strategi, tantangan, dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif dilakukan terhadap 15 lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 45 responden, observasi pembelajaran, dan analisis dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Penelitian mengidentifikasi tiga temuan utama: (1) transformasi pendidikan Islam dilaksanakan sebagai respons relevansi keilmuan dengan 93% lembaga menerapkan integrasi teknologi digital; (2) era digital membawa perubahan signifikan dalam metode pembelajaran dengan peningkatan partisipasi siswa hingga 75% melalui aplikasi interaktif; (3) transformasi digital terbukti penting menghadapi perubahan zaman namun menghadapi tantangan kesenjangan akses teknologi yang dialami 80% responden. Model blended learning mendominasi implementasi (45% lembaga) dengan efektivitas pembelajaran mencapai 85%. Transformasi digital pendidikan Islam memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai keislaman. Model blended learning terbukti optimal dalam memadukan keunggulan teknologi dengan preservasi nilai Islam. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teoritis transformasi digital pendidikan Islam dan memberikan panduan praktis bagi implementasi teknologi dalam lembaga pendidikan Islam.
Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pluralisme untuk Membangun Karakter Multikultural Siswa Ridwanuloh, Asep; Fitriani, Nia; Faridah, N Ai St Minhatul; Sukandar, Ahmad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1551

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme dalam pendidikan Islam di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini merespons kesenjangan pemahaman tentang bagaimana pendidikan Islam dapat berperan sebagai instrumen membangun sikap toleransi dan saling menghormati di antara berbagai kelompok masyarakat yang beragam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian dilaksanakan di SDN 090 Cibiru Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan sembilan siswa, dilengkapi observasi partisipan dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan 83% pembelajaran PAI mengintegrasikan nilai-nilai multikultural melalui integrasi kurikulum yang sistematis, peran guru sebagai fasilitator inklusif, dan pengembangan sikap toleransi melalui kegiatan sekolah yang beragam. Namun, pemahaman siswa terhadap konsep kompleks seperti keadilan masih terbatas pada 33% responden. Penelitian mengungkap tantangan meliputi keterbatasan sumber daya, kebutuhan pelatihan guru, dan resistensi orang tua. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model empiris implementasi pendidikan multikultural yang mengintegrasikan nilai-nilai universal Islam dengan prinsip keberagaman, mengoperasionalisasikan konsep Rahmatan Lil Aalamiin dalam praktik pendidikan inklusif.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Terhadap Kemampuan Bernalar Kritis Susanti, Rini Puji; Wartono, Wartono; Anindya, Regita; Puspita, Alisa Zulia
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1750

Abstract

Pendidikan dan pengajaran pada abad ke-21 saat ini di mana mengutamakan kreativitas dan juga kemampuan bernalar kritis peserta didik. Idealnya suatu proses pembelajaran harus mengutamakan kebutuhan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran yang didukung juga dengan kurikulum Merdeka Belajar sehingga kebutuhan belajar peserta didik dengan melihat keberagaman karakteristik peserta didik yang berbeda mampu tercapai tujuan pembelajaran yang menjadikan peserta didik aktif, memiliki kemampuan yang berpikir secara kritis, kreatif dan juga inovatif yaitu dengan pembelajaran berdiferensiasi. Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila menurut Permendikbud No. 58 Tahun 2014 dengan jelas menyebutkan bahwa tujuan Pendidikan Pancasila adalah melatih peserta didik dalam berpikir kritis, rasional, dan kreatif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru dan Siswa di SMP 1 Muhammadiyah Purwokerto. Keabsahan data yang dilakukan secara triangulasi (gabungan). Adapun Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankanmakna dari pada generalisasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi mendukung optimalisasi pembelajaran bagi peserta didik dengan karakteristik yang beragam. Memahami perbedaan cara belajar mereka meningkatkan keberhasilan pendidik dalam merangsang kemampuan berpikir kritis peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Kemampuan berpikir kritis dapat diperoleh melalui pemenuhan kebutuhan individual peserta didik, yang dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Pendidik perlu memahami bahwa setiap peserta didik memiliki perbedaan dalam kesiapan belajar, minat, bakat, dan gaya belajar. Oleh karena itu, pendekatan diferensiasi harus mempertimbangkan elemen-elemen seperti konten, proses, produk, dan lingkungan pembelajaran, sehingga mampu memberikan perlakuan yang sesuai dan efektif.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Supit, Deisye; Tumbel, Noldin Jerry; Lotulung, Mareike Seska Diana; Ole, Anita Amelia
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1795

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik siswa. Kajian literatur komprehensif ini mengkaji peran multidimensional guru dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa melalui analisis studi nasional dan internasional. Penelitian kualitatif dengan desain systematic literature review digunakan, menganalisis 45 publikasi peer-review periode 2014-2025. Data dianalisis menggunakan metodologi sintesis tematik meliputi ekstraksi data, coding tematik, dan sintesis interpretatif. Hasil mengidentifikasi enam peran utama guru: motivator (89% studi), fasilitator (82%), evaluator (76%), pembimbing (71%), inovator (60%), dan kolaborator (44%). Umpan balik konstruktif menunjukkan effect size terbesar terhadap motivasi belajar (d = 0.73) dan prestasi akademik (d = 0.68). Hubungan guru-siswa menunjukkan pengaruh substansial pada aspek afektif dibandingkan hasil pembelajaran kognitif. Penelitian berkontribusi mengembangkan kerangka teoretis yang mengintegrasikan Academic Optimism Theory dengan Self-Determination Theory. Temuan mengindikasikan perlunya program pelatihan guru komprehensif meliputi kompetensi pedagogis, teknologis, dan relasional. Penelitian masa depan perlu fokus pada studi longitudinal dan pendekatan mixed-methods untuk memahami dinamika perubahan peran guru dalam paradigma pendidikan yang berkembang.
Standar Karakter Yang Benar Menurut Alkitab dan Tulisan Roh Nubuat Kasingku, Juwinner Dedy; Lumingkewas, Edwin Melky; Warouw, Winda Novita
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1924

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai standar karakter yang benar serta pentingnya membentuk karakter orang muda sesuai pandangan alkitab dan tulisan Ellen G. White. Tujuan utama penelitian ini adalah menunjukkan bagaimana pembentukan karakter Kristiani melalui pembelajaran Alkitab, doa, disiplin diri, pelayanan, dan mengikuti teladan kehidupan Kristus merupakan hal yang penting. Metode yang digunakan dalam penelitian ii adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber-sumber literatur dari tulisan-tulisan Ellen G. White, artikel publikasi, website, dan sumber lain yang mendukung. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa standar karakter menurut alkitab dan tulisan Ellen G. White adalah cerminan dari tabiat Kristus yang menunjukkan kesempurnaan dalam penurutan akan firman Allah yang ditunjukkan dalam sikap dan tabiat-Nya selama ia hidup. Disisi lain karakter haruslah dibentuk dari sejak kecil dan proses pembentukan karakter adalah proses seumur hidup. Oleh karena itu, melalui mempelajari alkitab, doa, disiplin diri, membangun kebiasaan yang bai dan mengikuti teladan hidup Yesus menjadi sarana penting yang harus dihidupkan agar bisa memiliki karakter yang baik di tengah kehidupan di zaman ini.

Page 10 of 10 | Total Record : 100