cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 27 Documents clear
Wacana sebagai Kuasa: Dimensi Filosofis Kekuasaan dan Ideologi dalam Idiom Jurnalisme Mata Najwa Ningrum, Dwi Setya; Sadiq, Syamsul; Ahmadi, Anas; Indrawati, Dianita
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2983

Abstract

Program bincang-bincang Mata Najwa telah menjadi institusi penting dalam jurnalisme televisi Indonesia, dengan kekuatan yang terletak pada penggunaan idiom jurnalistik yang khas. Penelitian ini bertujuan membongkar bagaimana idiom-idiom tersebut beroperasi secara ideologis untuk mengonstruksi realitas politik dan menegosiasikan relasi kuasa antara negara dan masyarakat sipil. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis model tiga dimensi Norman Fairclough untuk mengkaji lima idiom kunci: "aturan main", "pengalaman pahit", "pinggir jurang", "no viral no justice", dan "keranjang sampah" dalam episode diskusi RUU KUHAP. Analisis dimensi teks mengungkapkan penggunaan metafora konfrontatif yang membingkai legislasi sebagai situasi genting dan menolak narasi keamanan negara. Dimensi praktik wacana menunjukkan fenomena intertekstualitas dan demokratisasi bahasa hukum, di mana logika media sosial berhasil mengintervensi kekakuan birokrasi legislasi formal. Dimensi praktik sosial mengungkapkan formasi high distrust society di Indonesia, di mana hukum dipandang sebagai ancaman otoritarianisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa idiom dalam Mata Najwa berfungsi sebagai mekanisme perlawanan simbolik (counter-hegemony) untuk mengungkap krisis legitimasi moral penguasa dan menuntut checks and balances di tengah degradasi sistem hukum formal.
Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Discovery Learning dan Podcast: Relevansi Filsafat Pendidikan dalam Meningkatkan Kompetensi Menceritakan Kembali Ma'rifi, Hisyam; Suhartono; Ahmadi, Anas; Indrawati, Dianita
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3010

Abstract

The development of information and communication technology in the digital era has significantly influenced language use patterns among students. One linguistic phenomenon emerging from this transformation is bahasa plesetan (wordplay), a modified form of language used to create humor, satire, or creative expression. This study aims to analyze the forms and characteristics of bahasa plesetan used by students in the digital era, examine its influence on language literacy skills, and formulate effective learning strategies to balance linguistic creativity with mastery of standard language. This research employs a qualitative descriptive approach using a library research method. Data were obtained from various academic sources and analyzed through content analysis to interpret the linguistic patterns and sociocultural meanings embedded in the phenomenon of bahasa plesetan. The findings reveal that bahasa plesetan serves dual functions: as a medium of creative expression and as a representation of students’ social identity in digital spaces. While it enriches linguistic creativity, it also risks diminishing sensitivity to formal language norms if not accompanied by adequate digital literacy and proper guidance. Therefore, Indonesian language learning should integrate contemporary linguistic phenomena such as bahasa plesetan into reflective and contextual pedagogical strategies to strengthen students’ language literacy in the digital era.
Pengaruh STEAM QUEST terhadap Keterlibatan, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar IPAS serta Gender Ariyansyah Noor, Muhammad; Suciati; Suyadi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3013

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran konvensional yang cenderung pasif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pendekatan STEAM terhadap keterlibatan, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta mengkaji respons berdasarkan gender. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain kelompok kontrol nonekuivalen. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 034 Kampung Bugis, melibatkan 53 peserta didik kelas IV. Sampel dibagi menjadi kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran inovatif STEAM QUEST meliputi tahap Question (pertanyaan ajaib), Understand (berburu jawaban), Explore (membuat model), Solve (uji coba), dan Tell (bagikan cerita), kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir, sedangkan data keterlibatan dikumpulkan menggunakan angket pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan STEAM memberikan pengaruh signifikan dan lebih unggul pada ketiga variabel. Terdapat perbedaan signifikan dalam keterlibatan dengan nilai p = 0,002, peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan N-Gain 0,41 kategori sedang di kelas eksperimen berbanding 0,26 di kelas kontrol serta nilai p = 0,032, dan hasil belajar dengan nilai p = 0,002. Analisis gender menunjukkan pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dengan menyempitnya kesenjangan gender. Disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis STEAM secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan aspek-aspek tersebut dibandingkan pembelajaran konvensional, serta mendorong partisipasi yang lebih seimbang antar gender.
Mutasi Pegawai Aparatur Sipil Negara sebagai Instrumen Pengembangan Karier dan Peningkatan Kinerja Kusworo, Mukhtar; Rochman, Catur; Wajiyo, Wajiyo; Nyoman Murniati, Ngurah Ayu
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3016

Abstract

Mutasi pegawai merupakan instrumen strategis dalam manajemen sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara, namun efektivitasnya masih menghadapi berbagai tantangan implementasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mutasi pegawai sebagai instrumen pengembangan karier dan peningkatan kinerja aparatur serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasinya. Penelitian menggunakan desain systematic literature review dengan thematic synthesis terhadap sepuluh artikel ilmiah tentang mutasi pegawai ASN di berbagai instansi pemerintahan Indonesia. Analisis mengidentifikasi empat tema utama: (1) mutasi berpengaruh sangat kuat terhadap peningkatan kinerja (98,6%); (2) mutasi meningkatkan motivasi melalui penyegaran organisasi; (3) mutasi berfungsi sebagai wahana pengembangan kompetensi lintas fungsi; dan (4) efektivitas mutasi terhambat oleh ketidakcocokan kompetensi, praktik spoil system, dan kurangnya transparansi. Penelitian ini mengusulkan konsep merit-fairness nexus yang menegaskan bahwa efektivitas mutasi sangat ditentukan oleh kualitas implementasi berbasis merit dan persepsi keadilan prosedural. Implikasi praktis meliputi pengembangan competency-based rotation system, penguatan transparansi, dan penyediaan transition support programs.
Strategi Kepala Sekolah dalam Mentransformasi Supervisi Akademik: Penerapan Gibbs' Reflective Cycle untuk Pengembangan Profesional Guru Rochman, Catur; Hasanah, Usrotun; Sumirat, Idham; Soedjono, Soedjono
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3037

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam membangun budaya reflektif melalui supervisi akademik berbasis Gibbs' Reflective Cycle di MI Ma'arif Gondang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan selama satu bulan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi reflektif mentransformasi praktik supervisi dari administratif-evaluatif menjadi developmental-emansipatoris. Penerapan enam tahap Gibbs memfasilitasi guru melakukan analisis sistematis terhadap praktik pembelajaran, meningkatkan kompetensi pedagogik dari 37,5% menjadi 87,5% dalam perumusan tujuan pembelajaran, dan mengubah rasio komunikasi supervisi dari 70:30 menjadi 40:60 yang lebih dialogis. Budaya reflektif terbentuk melalui perubahan mindset terhadap kesalahan, munculnya peer learning spontan, dan peningkatan partisipasi siswa dari 45% menjadi 68%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi reflektif berbasis Gibbs' Reflective Cycle efektif membangun budaya reflektif dan meningkatkan profesionalisme guru melalui penciptaan psychological safety dan structured reflection sebagai mediating mechanism pengembangan profesional berkelanjutan.
Gamifikasi dalam Pembelajaran Bahasa Jawa: Studi Kasus di SMA Kabupaten Tegal Yunus, Muhammad; Sukoyo, Joko; Kurniati, Endang
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3067

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa yang cenderung konvensional dan berpusat pada guru membuat siswa merasa bosan. Penggunaan gamifikasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Jawa, persepsi guru dan siswa tentang penggunaan gamifikasi, serta dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini melibatkan dua kelas dari dua sekolah yang berbeda. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, panduan wawacara berisi pertanyaan, dan daftar jenis dokumen terkait. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dukumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Jawa yang diterapkan melalui platform digital seperti Gimkit, Wordwall, Kahoot, terutama Quizizz mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa secara signifikan. Guru menilai gamifikasi memudahkan penyampaian materi, sedangkan siswa merasakan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kompetitif, dan relevan dengan kebiasaan digital mereka. Dampak terhadap hasil belajar menunjukan peningkatan nilai rata-rata siswa, yakni 76,94 di SMA Negeri 1 Pangkah dan 88,05 di SMA Negeri 1 Dukuhwaru, melampaui KKM 70. Meskipun masih terdapat kendala teknis. Gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Oleh karena itu, penggunaan gamifikasi dapat menjadi strategi inovatif untuk merevitalisasi pembelajaran bahasa Jawa dan melestarikan budaya di era digital.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis melalui Discovery Learning Berbantuan Media Konkret Geometri di Sekolah Dasar Kakadi, Ipan; Kusuma, Dani
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3087

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, namun mayoritas siswa mengalami kesulitan signifikan dalam memahami konsep geometri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Discovery Learning berbantuan media konkret geometri dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas II sekolah dasar pada materi bangun datar. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Non-Equivalent Control Group Design yang melibatkan 35 siswa terbagi dalam kelompok eksperimen (21 siswa) dan kelompok kontrol (14 siswa). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berbentuk esai yang mengukur kemampuan pemecahan masalah berdasarkan indikator Polya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan peningkatan yang sangat signifikan antara kedua kelompok (t = -17,304, p < 0,001). Kelompok eksperimen mencapai rata-rata N-Gain 0,79 (kategori tinggi) dengan ketuntasan klasikal 100%, sedangkan kelompok kontrol mencapai N-Gain 0,76. Discovery Learning berbantuan media konkret geometri terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini menekankan pentingnya transformasi praktik pembelajaran menuju pendekatan berbasis eksplorasi dengan dukungan manipulatif konkret yang sesuai tahap perkembangan kognitif siswa sekolah dasar.
Pengaruh Penggunaan Smart Box Sebagai Media Pembelajaran Inovatif Terhadap Kreativitas Peserta Didik Pada Materi Warisan Budaya Indonesia Kelas V MIN 4 Palangka Raya Artika, Erinthya; Jasiah, Jasiah
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan media smart box sebagai sarana pembelajaran inovatif terhadap kreativitas peserta didik kelas V MIN 4 Palangka Raya dalam mempelajari materi warisan budaya Indonesia. Permasalahan utama yang di temukan adalah terbatasnya variasi media pembelajaran, sehingga proses belajar cenderung mengandalkan buku teks dan penjelasan lisan dari guru. Kondisi ini berakibat pada rendahnya antusiasme dan minimnya pengembangan kreativitas peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Depelopment/R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk smart box yang di hasilkan terdiri atas kartu bergambar, kantong klasifikasi, serta berbagai aktivitas permainan edukatif yang di rancang khusus untuk mendorong keterlibatan aktif peserta didik dan membangun pemahaman konkret mengenai warisan budaya benda dan tak benda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart box layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini terlihat dari peningkatan kreativitas peserta didik dalam tiga aspek utama: kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan orisinalitas (originality) berpikir. Selain itu, respons peserta didik terhadap media ini sangat positif: 90% menyatakan bahwa smart box menarik, 88% merasa materi menjadi lebih mudah di pahami, dan 92% mengaku lebih bersemangat selama proses belajar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa smart box tidak hanya mampu meningkatkan kreativitas, tetapi juga menjadikan pembelajaran menjadi lebih interaktif, menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.
Penerapan Peer Teaching Method dalam Pembelajaran Materi Bangun Ruang di SD Hartini, Dede Reni; Kuswara; Saepurokhman, Asep; Ernawati, Wawat; Kardia, Jajang
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3273

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi luas bangun ruang akibat penggunaan metode ceramah yang monoton, minimnya keterlibatan aktif peserta didik, serta kesulitan dalam memvisualisasikan konsep bangun ruang. Kondisi tersebut berdampak pada nilai rata-rata kelas yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan metode peer teaching sebagai alternatif pembelajaran kooperatif yang didukung penggunaan media realia dan instrumen tes tertulis. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep, aktivitas, motivasi, dan hasil belajar peserta didik pada materi bangun ruang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana pada tahap pra-siklus hanya 40% dari 26 peserta didik yang mampu menjelaskan jenis-jenis bangun ruang dan menghitung luas dengan benar. Persentase tersebut meningkat menjadi 60% pada siklus I dan mencapai 92% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode peer teaching yang didukung media realia secara efektif mampu meningkatkan keterampilan kognitif peserta didik, khususnya dalam memahami dan menghitung luas bangun ruang, serta menciptakan pembelajaran matematika yang lebih aktif dan berorientasi pada peserta didik di kelas VI SD Negeri Cijaha.
Think-Pair-Share untuk Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas V Ernawati, Wawat; Kuswara; Djuanda, Dadan; Sukmana, Ece; Hartini, Dede Reni
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3297

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas V dalam operasi pengurangan bilangan bulat yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) pada pembelajaran matematika materi pengurangan bilangan bulat. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas V SD Negeri Cijaha. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menghitung pengurangan bilangan bulat. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan peningkatan aktivitas belajar dan persentase ketuntasan belajar siswa dengan patokan KKM sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-siklus hanya 21,4% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah penerapan model TPS, persentase ketuntasan meningkat menjadi 46,4% pada siklus I dan mencapai 89% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model TPS efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V, serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna.

Page 2 of 3 | Total Record : 27