cover
Contact Name
Galu
Contact Email
Jurnabastra@uho.ac.id
Phone
+6285241410992
Journal Mail Official
jurnalbastra@uho.ac.id
Editorial Address
https://www.google.com/search?q=fkip+universitas+halu+oleo&oq=fkip+universitas+halu+oleo&aqs=chrome..69i57.6474j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25033875     DOI : 10.36709
Core Subject : Education,
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles 716 Documents
ANALISIS FAKTA CERITA DALAM NOVEL SAYANG TANAH IBU CINTA KITA KARYA ISMAIL MAIMUN HASRIYATI
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sastra pada dasarnya merupakan refleksi kehidupan manusia. Dalam karya sastra segala problematika manusia terungkap. Dengan hadirnya karya sastra yang membicarakan persoalan manusia, antara karya sastra dengan manusia memiliki hubungan yang tidak terpisahkan.Permasalahan dalam penelitian ini adalah Faktafakta cerita apa sajakah yang terdapat dalam novelSayang, Tanah ini Cinta kita karya Ismail Maimun. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui fakta-fakta cerita yang terkandung dalam novelSayang, Tanah ini Cinta kita karya Ismail Maimun.Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks novel yang mengandung fakta-fakta cerita dalam novel Sayang, Tanah ini Cinta kita karya Ismail Maimun yang diterbitkan pada tahun 2012 oleh penerbit Sabil dengan tebal 432 halaman. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah baca dan catat dengan menggunakan pendekatan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktafakta cerita dalam novel Sayang, Tanah ini Cinta kita karya Ismail Maimun antara lain: (1) tokoh utama adalah Nova yang memiliki sifat disiplin, pendengar, dan kasih sayang. Sedangkan tokoh lain adalah pelengkap cerita, (2) alur yang digunakan adalah alur campuran, (3) latar umum novel ini yaitu berada di kampung Zanjabil, Pesantren Darul Ilm, Surabaya, Mushala, Kamar. Latar waktu yang berfariasi antara lain: hari, tanggal, tahun, pagi, siang, sore, dan malam. Latar sosial yang ingin ditunjukkan pengarang adalah adanya perilaku kehidupan sosial Nova di pesantren yang selalu disiplin.
PRONOMINA PENUNJUK LOKATIF BAHASA TOLAKI Hasrul
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna Pronomina Penunjuk Lokatif Bahasa Tolaki.Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Data dalam penelitian ini adalah data lisan yang diperoleh dari informan kemudian dikumpulkan dengan menggunakan metode libat cakapserta teknik sadap, catat, dan introspeksi.Metode dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode distribusional dengan menggunakan teknik dasar pilah unsur langsung (PUL) dan teknik kajian top down.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pronomina Penunjuk Lokatif Bahasa Tolaki terdiri dari dua bentuk dan Sembilan kata penunjuk lokatif dasar. Dari dua bentuk gabungan preposisi dan Sembilan kata penunjuk lokatif dasar itu kemudian menghasilkan lima belas variasi bentuk diantaranya: I kiro, I mbone, I mina‟u, I mune, I maatu, I kita, I keni, I ta‟o, Ari kita, Ari kiro, Ari mina‟u, Ari mbone, Ari mune, Ari keni.
BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI PAPPASENG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BUGIS DI KABUPATEN BOMBANA Iskandar
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman kebudayaan melahirkan bentu-bentuk kesusastraan yang beraneka ragam. Salah satunya adalah kesusastraan Bugis. Karena itu, kesusastraan Bugis perlu digali dan dikenal sebagai unsur kebudayaan daerah yang harus diikut sertakan dalam usaha pembinaan kebudayaan nasional yang berbhineka tunggal ika. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah “bentuk, makna, dan fungsi pappaseng dalam kehidupan masyarakat Bugis di Kelurahan Boepinang, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana. Tujuan yang akan dicapai dari masalah tersebut adalah untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi pappaseng dalam kehidupan masyarakat Bugis di Kelurahan Boepinang, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Dari hasil analisis data yang dilakukan maka didapatkan beberapa bentuk pappaseng yaitu (1) Pappaseng dalam Bentuk Elong, (2) pappaseng dalam bentuk warekkada, dan (3) Pappaseng dalam bentuk percakapan. pappaseng adalah pesan orang tua-tua dahulu yang berisi petunjuk, nasihat, dan amanat yang harus dilaksanakan agar dapat menjalani hidup dengan baik. Pappaseng adalah karya sastra tradisional dan merupakan salah satu karya seni yang menggunakan bahasa sebagai media pemaparan, digunakan oleh masyarakat tertentu secara 1isan, turun-temurun, sifatnya sebagai amanat bahkan merupakan wasiat yang perlu dipatuhi dan diindahkan. Sedangkan fungsi pappaseng adalah (1) sebagai sarana atau media kontrol sosial, (2) sebagai sarana pelindung norma-norma kemasyarakatan, (3) sebagai sarana pendidikan, dan (4) sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
NILAI-NILAI UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT CIACIA DI KABUPATEN BUTON Saktiar Kasmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukakan atas dasar pertimbangan bahwa ungkapan tradisional pada masyarakat Ciacia sangat kental menampilkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Nilai-Nilai Ungkapan Tradisional masyarakat Ciacia?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Ungkapan Tradisional masyarakat Ciacia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini tergolong penelitian lapangan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat . Data penelitian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukan wujud nilai-nilai yang meliputi: (a) nilai kehidupan yang berkaitan dengan segala aspek berupa perbuatan, tindakan, dan hubungan antara masyarakat. (b) nilai sosial yang berkaitan dengan silahturahmi, menjalin kebersamaan dan saling merasakan. (c) nilai moral yang membentuk karakter masyarakat menjadi lebih baik dan mencegah perbuatan buruk. (d) nilai budaya yang berkaitan dengan pemutusan suatu perkara, bekerja secara bersama-sama, dan penentuan kepemimpinan dalam masyarakat. (e) nilai estetika berupa keindahan yang menyangkut harmonisasi dalam hidup berumah tangga untuk meciptakan rumah tangga yang sakinah, Mawahda, warahman.
CITRAAN DALAM LIMA SAJAK KARYA AJIP ROSIDI DARI KUMPULAN PUISI TERKENANG TOPENG BETAWI Narwia
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “Citraan atau imaji apasajakah yang terdapat dalam lima sajak pada kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi karya Ajip Rosidi?” Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan citraan (imaji) dalam sajak pada kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi karya Ajip Rosidi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa beberapa karya Ajip Rosidi dalam kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi. Puisi yang dimaksud adalah: (1)”Terkenang Topeng Cirebon, (2)puisi ibunda, (3)kisah lama, (4)Kusaksikan manusia dan (5)Tentang Maut”. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi karya Ajip Rosidi. Yang diterbitkan oleh pustaka Jaya cetakan pertama tahun 1993 tebal buku 272 halaman. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan catat. Penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan struktural. Berdasar kananalisis data, maka dapat disimpulkan: (1)”puisi Terkenang Topeng Cirebon” menggunakan citra penglihatan, pendengaran, gambaran gerak dan perasaan yang mengharukan, (2)Puisi ”Ibunda” menggunakan citra penglihatan, perabaan dan pendengaran, (3)“Kisahlama” menggunakan citra pendengaran, pencecapan dan perasaan. (4)”Kusaksikan Manusia” menggunakan citra penglihatan dan citra pendengaran, dan (5)Puisi Tentang Maut” menggunakan citra penglihatan dan pendengaran.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SISWA DALAM MERESPON METODE PEMBELAJARAN GURU DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XII MADRASAH ALIYAH SWASTA WADIABERO BUTON TENGAH La Ode Muhammad Rahmat
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini melihat tentang hubungan antara aktivitas siswa dalam merespon metode pembelajaran guru dengan hasil belajar pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas XII Madrasah Aliyah Swasta (MAS) wadiabero buton tengah, dikarenakan sebuah temuan fakta di lapangan, berdasarkan perolehan hasil ujian nasional tahun pelajaran 2015/2016 menunjukan bahwa rata-rata perolehan nilai mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 62,23, dan nilai tersebut menunjukkan kategori rendah karena di bawah standar kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah dengan nilai 70,00. Penelitian ini termaksuk jenis penelitian Ex-postfacto dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik analisis deskriptif korelasional dan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus Product Moment, yaitu dengan membandingkan nilai lembar observasi keaktivan siswa dalam merespon metode pembelajaran guru sebagai variabel X dan hasil belajar siswa sebagai variabel Y yaitu berdasarkan hasil tes tertulis Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment diperoleh koefisien korelasi hubungan antara aktivitas siswa dalam merespon metode pembelajaran guru dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 0,758 berada pada interval 0,60 – 0,79 tergolong kuat. Nilai koefisien korelasi tersebut selanjutnya dilakukan uji signifikansi diketahui nilai (rxy) atau rhitung = 0,758 lebih besar dari rtabel = 0,361 pada df = 30 dan α = 5% yang berarti hipotesis Ho ditolak. Dengan demikian, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara aktivitas siswa dalam merespon metode pembelajaran guru dengan hasil belajar siswa. Kontribusi aktivitas siswa dalam merespon metode pembelajaran guru terhadap hasil belajar siswa diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,575. Hal ini menunjukan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran memberikan kontribusi terhadap hasil belajar siswa sebesar sekitar 57,5%, dan sisanya sebesar 43,5% ditentukan oleh faktor-faktor yang lain.
Medan Makna Rasa Bahasa Moronene Ronal Dakuku
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa daerah sebagai bagian dari kebudayaan sangat penting bagi masyarakat pemakainya terutama sebagai alat komunikasi. Sehinnga memungkinkan saling pengertian dan saling membutuhkan dalam kehidupan dan keseharin. Selain itu. Melalui bahasa daerah akan terjalin rasa persatuan dan kesatuan antara masyarakat di daerah itu. Oleh karena itu, bahasa derah perlu dibina dan dikembangakan melalui usaha penelitian dari bebagai aspek kebahasaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah metode yang mendeskripsikan data yang menekankan kualitas (ciri-ciri data yang alami) sesuai dengan pemahaman deskriptif dan kealamian data yang diperoleh di lapangan. Bahwa dalam penggunaan metode deskriptif akan diperoleh gambaran data secara alamiah. Hasil Penelitian menunjukan, bahwa berdasarkan konsepnya, leksem-leksem yang mengandung medan makna rasa bahasa Moronene tidak selalu diungkapkan dengan sebuah leksem, atau dalam hal ini leksem Ø (zero atau kosong) dan leksem-leksem Ø ini, mengisis posisi atau lokasi yang menjadi superordinat dan subordinat.
MAKNA UNGKAPAN ADAT MELAMAR PADA MASYARAKAT MUNA La Ode Rusli
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adat pelamaran merupakan salah satu tahapan yang dilangsungkan pada sebuah acara perkawinan.Bagi masyarakat Muna ungkapan adat pelamaran juga termasuk sebuah tradisi yang turun temurun dan mengandung makna yang berbeda dengan bahasa-bahasa yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari ungkapan – ungkapan adat pelamaran masyarakat Muna. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan . Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.Data yang digunakan adalah data liasan dan data tulis. Sumber data adalah masyarakat asli Kecamatan Lawa ,kabupaten Muna Barat yang mengetahui dengan jelas proses pelamaran dalam sebuah adat perkawinan masyarakat Muna. Makna Ungkapan dalam Proses Musyawarah diantaranya kunjungan pihak laki-laki datang ke rumah pihak perempuan, sudah tidak ada yang di tunggu dari pihak perempuan yang bisa membatalkan kunjungan pihak laki-laki saat itu. Makna ungkapan dalam proses membawa janji (deowa too)yang terdiri dari Makna ungkapan pembuka sebelum pihak perempuan mengetahui maksud pihak laki-laki, adanya rasa ingin tau dari keluarga perempuan terhadap niat kedatangan pihak laki-laki, melarang atau menyarankan pihak keluarga perempuan agar menanti atau menunggu kedatangan keluarga dari pihak laki-laki pada hari dan jam yang telah ditentukan, biaya untuk disajikan dalam pernikahan kelak, serta permintaan maaf dari pihak laki-laki terhadap keluarga perempuan sebab mereka ingin pulang. Makna ungkapan pada proses melamar ( fofeena ) terdiri dari pemberitahuan terhadap pihak perempuan bahwa delegasi atau tokoh adat dari pihak laki-laki akan segera tiba, pihak laki-laki ingin mengetahui pada siapa nantinya mereka akan mengutarakan maksud, keinginan atau hasrat dari seorang laki-laki yang ingin memiliki atau menikahi sang gadis dengan segala keiklsan dan ketulusan hati, pihak perempuan ingin mengetahui siapa yang akan menjadi calon suami dari anak gadis mereka dan mencari kepastian tentang gadis yang ingin mereka jaga, perkenalan antara pihak yang ingin memiliki di mana yang di maksud adalah dari pihak laki-laki menyebutkan nama dari laki-laki yang melamar tersebut sekaligus menyampaikan kepada pihak perempuan bahwa anak yang pertamalah yang dipilih oleh laki-laki serta pihak perempuan menerima lamaran dari delegasi laki-laki. pihak laki-laki ingin menyampaikan pada pihak perempuan tentang apa yang menjadi tanggung jawap dari mereka dan maknanya adalah untuk menyelesaikan tentang kemampuan dari beban mereka terhadap prosesi adat pernikahan yang akan dilakukan.
STRUKTUR BATIN LIMA PUISI CHAIRIL ANWAR DALAM KUMPULAN PUISI AKU INI BINATANG JALANG Darlis
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan struktur batin lima puisi dalam kumpulan puisi Aku Ini Binatang Jalang karya Chairil Anwar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data tertulis berupa lima puisi karya Chairil Anwar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kelima puisi tersebut merupakan puisi perjuangan. kelima puisi tersebut memiliki tema yang hampir serupa dalam konteks yang sama tentang semangat, perjuangan mengisi kemerdekaan. Kesimpulan tersebut didasarkan pada setiap uraian tema pada masing-masing puisi. Selanjutnya tentang nada puisi yaitu tentang kekaguman dan kebanggaan terhadap para pejuang puisi tersebut. Perasaan yang tersirat adalah tentang perasaan bangga dan haru. Bagian akhir dari analisis struktur puisi adalah amanat. Lima puisi yang telah dianalisis, yang menjadi amanat adalah pentingnya memberikan penghargaan terhadap pejuang kemerdekaan. baik secara langsung maupun tersirat, pengarang melalui lima puisi perjuangan tersebut ingin mengungkap tentang kemerdekaan saat ini yang diperoleh dari hasil jeri payah pada pendahulu. Hal ini kiranya perlu untuk dikenang dan mendapat penghargaan tersendiri dalam setiap warga Indonesia.
MAKNA UNGKAPAN DALAM ADAT PROSESI PENGISLAMAN (PATOBA) PADA MASYARAKAT BAJO DI DESA BONTU BONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA WA ODE NARTI
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai makna ungkapan yang terdapat dalam adat prosesi pengislaman pada masyarakat Bajo. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna ungkapan yang terdapat dalam adat prosesi pengislaman pada masyarakat Bajo Di Desa Bontu-bontu Kecamatan Towea. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna ungkapan yang terdapat dalam adat prosesi pengislaman pada masyarakat Bajo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data lisan. Sumber data yaitu informan dari tokoh adat yang mengetahui ungkapan adat pengislaman (dipatoba) pada masyarakat Bajo Di Desa Bontu-bontu Kecamatan Towea. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara (interview), dan teknik simak catat. Teknik analisis data adalah teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotik. Hasil penelitian dalam pembahasan makna ungkapan pengislaman (dipatoba) pada masyarakat Bajo misalnya (1) Kata daruana dinda yang memiliki arti orang tua perempuan (ibu) ibaratkan pengganti Nabi Muhammad Saw dan Kata daruana pappu yang memiliki arti orang tua laki-laki (Ayah) ibarat pengganti Allah Swt. kata tersebut merupakan ungkapan yang memiliki makna dalam pengislaman (patoba) untuk tunduk, patuh, dan takut terhadap orang tua perempuan dan orang tua laki-laki (ayah) karena mereka telah merawat kita dari sejak kecil sampai dewasa. (2) Kata daruana malaika yang memiliki arti pengganti malaikat dan Kata daruana mukmin yang memiliki arti pengganti mukmin kata tersebut merupakan ungkapan yang memiliki makna dalam pengislaman (patoba) seorang adik harus senantiasa menghargai, menghormati, serta menuruti perintah kakaknya sebab hal itu merupakan pencerminan jika ia menghormati dan mengakui malaikat ciptaan Allah SWT. begitupun juga dengan kakak harus menyayangi dan menghormati adik atau yang seusia dengan adik. Dan selalu bertingkah laku yang baik dimata keluarga maupun dimata masyarakat sehingga dalam pergaulannya tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri keluarga bahkan dilingkunngan masyarakat. serta akan mematuhi segala aturan-aturan yang diperintahkan oleh Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya dan tidak ada yang lain disembah selain kepada Allah Swt.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026 Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025 Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025 Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024 Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024 Vol. 8 No. 4 (2023): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2023 Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023 Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022 Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL BASTRA EDISI APRIL-JUNI 2022 Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022 Vol. 6 No. 4 (2021): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 3 (2021): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2021 Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2021 Vol. 5 No. 4 (2020): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 3 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2020 Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2020 Vol. 4 No. 4 (2019): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019 Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2017 Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017 Vol. 1 No. 3 (2016): Jurnal Bastra Edisi Juli 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016 Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Bastra Edisi Maret 2016 More Issue