Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
805 Documents
Nilai-Nilai Budaya dalam Seloko Adat Pernikahan Masyarakat Desa Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi: Kajian Antropologi Sastra: Cultural Values in the Traditional Marriage Seloko of the Sungai Gelam Village Community, Muaro Jambi Regency: An Anthropological Literature Study
Chika Yolanda;
Liza Septa Wilyanti;
Deri Rachmad Pratama
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2786
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra. Data penelitian berupa 11 seloko adat yang diperoleh melalui metode observasi, wawancara mendalam bersama pemangku adat, dan perekaman langsung saat prosesi berlangsung. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data melalui transkripsi dan pengelompokkan tema, penyajian data dalam bentuk uraian teks seloko, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seloko pernikahan mendokumentasikan lima dimensi nilai budaya secara utuh, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan (ketakwaan dan berserah diri), alam (kesadaran ekologis), masyarakat (saling menghormati, musyawarah, kerukunan), orang lain (kebijaksanaan, memaafkan, kesopanan), dan diri sendiri (berani dan rendah hati). Temuan kebaruan penelitian ini mengungkap bahwa teks seloko bersifat polisemik dan multi-nilai; satu bait tuturan yang sama mampu memancarkan nilai vertikal-spiritual dan horizontal-sosial.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Sawo: The Implementation of the Problem-Based Learning Model to Improve Anecdotal Text Writing Skills of Tenth-Grade Students at SMK Negeri 1 Sawo
Yunulisman Telaumbanua;
Arozatulo Bawamenewi;
Lestari Waruwu;
Riana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2789
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X-Manajemen Perkantoran SMK Negeri 1 Sawo. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Data diperoleh melalui tes menulis teks anekdot, observasi aktivitas guru dan siswa, catatan lapangan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata, ketuntasan klasikal, dan persentase aktivitas, serta secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 62,8 pada Siklus I menjadi 82,5 pada Siklus II; ketuntasan klasikal meningkat dari 23,5% menjadi 82,4%; aktivitas siswa meningkat dari 23,55% menjadi 82,35%; dan aktivitas guru meningkat dari 82,15% menjadi 96,45%. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL membantu siswa mengaitkan masalah sosial dengan gagasan humor-kritik dalam teks anekdot, meningkatkan partisipasi belajar, dan memperbaiki kualitas tulisan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan praktik pembelajaran menulis berbasis masalah di SMK, khususnya dalam pembelajaran teks anekdot yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.
Dominasi Ego Tokoh Lonceng dalam Drama Neng Nong Karya M. Udaya Syamsuddin: Kajian Psikoanalisis Freud: The Dominance of Ego in the Character Lonceng in the Drama Neng Nong by M. Udaya Syamsuddin: A Freudian Psychoanalytic Study
Reinelda E Hutapea;
Vina Merina Br Sianipar;
Novita Silaban;
Mernasary Manik;
Priska Tambun
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2797
Penelitian ini bertujuan menjelaskan struktur kepribadian tokoh Lonceng dalam drama Neng Nong karya M. Udaya Syamsuddin melalui teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dialog, tindakan, dan satuan naratif dari naskah asli drama yang menunjukkan aspek id, ego, dan superego tokoh Lonceng. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh data utama: dua data id, lima data ego, dan tiga data superego. Id muncul melalui dorongan tokoh untuk keluar dari penderitaan dan menolak hidup yang sia-sia; ego tampak melalui kemampuan tokoh berpikir realistis, mengambil keputusan, mengendalikan suasana, dan mengarahkan penghuni gudang menuju ruang sosial yang lebih bermakna; sedangkan superego terlihat melalui tanggung jawab moral, kepedulian sosial, dan keinginan tokoh untuk tetap berguna bagi orang lain. Aspek ego menjadi struktur paling dominan karena Lonceng mampu menengahi dorongan pribadi dan tuntutan moral melalui tindakan rasional. Temuan ini menunjukkan bahwa tokoh Lonceng tidak hanya merepresentasikan dinamika psikologis individu, tetapi juga simbol agensi, solidaritas, dan pencarian kebermaknaan sosial dalam drama.
Agensi Hewan dan Kritik Antroposentris dalam Novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang Karya Luis Sepúlveda: Animal Agency and Anthropocentric Criticism in Luis Sepúlveda’s The Story of a Seagull and the Cat Who Taught Her to Fly
Muhammad Rifqi Satria Pratama
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2798
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk agensi hewan dan makna ekologis dalam novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepúlveda. Penelitian menggunakan pendekatan ekokritik yang diperkaya perspektif animal studies dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama ialah novel edisi Marjin Kiri tahun 2023, sedangkan data penelitian berupa 40 satuan naratif yang menunjukkan tindakan, keputusan, relasi sosial, ekspresi emosi, dan respons tokoh hewan terhadap kerusakan lingkungan. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif, pencatatan, pengodean, dan klasifikasi, kemudian dianalisis secara interpretatif melalui kategori agensi moral, sosial, emosional, dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi ekologis merupakan kategori paling menonjol dengan 15 data, disusul agensi sosial 11 data, agensi moral 7 data, dan agensi emosional 7 data. Temuan ini memperlihatkan bahwa tokoh hewan dalam novel tidak hanya menjadi simbol atau pelengkap cerita, tetapi menjadi penggerak narasi yang mampu memegang janji, membangun solidaritas lintas spesies, menunjukkan empati, dan mengkritik pencemaran laut serta eksploitasi hewan oleh manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Sepúlveda membangun etika ekologis yang menolak superioritas manusia dan menempatkan hewan sebagai subjek etis dalam jejaring kehidupan. Kontribusi penelitian terletak pada penguatan kajian ekokritik Indonesia melalui pembacaan animal agency dan kritik antroposentris dalam sastra anak ekologis.
Penggunaan Gaya Bahasa Kiasan pada Novel Re: Dan Perempuan Karya Maman Suherman: Kajian Stilistika: The Use of Figurative Language in the Novel Re: dan Perempuan by Maman Suherman: A Stylistic Study
Enzal Aulia sihombing;
Dardanila;
Nurhayati Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2799
Bahasa kiasan dalam novel memiliki kedudukan penting karena tidak hanya memperindah teks, tetapi juga membangun suasana, menguatkan karakter, dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhasan novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman yang menampilkan persoalan perempuan, prostitusi, stigma sosial, dan perdagangan manusia melalui bahasa yang puitis serta penuh kiasan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa kiasan dalam novel tersebut dan menjelaskan fungsi estetiknya melalui kajian stilistika. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data novel Re: dan Perempuan. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung gaya bahasa kiasan dikumpulkan melalui studi pustaka, teknik baca, teknik catat, dan klasifikasi data, kemudian dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa Gorys Keraf. Hasil penelitian menunjukkan 68 data gaya bahasa kiasan yang meliputi metafora sebanyak 33 data, personifikasi 14 data, simile 8 data, ironi 8 data, idiom 2 data, sinekdoke 2 data, dan alegori 1 data. Temuan tersebut menunjukkan bahwa gaya bahasa berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penguatan atmosfer, karakterisasi, kritik moral, dan penyampaian nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stilistika efektif untuk mengungkap makna estetis dan sosial dalam novel Indonesia modern serta berkontribusi pada pengembangan kajian gaya bahasa dan pembelajaran apresiasi sastra.