cover
Contact Name
Galu
Contact Email
Jurnabastra@uho.ac.id
Phone
+6285241410992
Journal Mail Official
jurnalbastra@uho.ac.id
Editorial Address
https://www.google.com/search?q=fkip+universitas+halu+oleo&oq=fkip+universitas+halu+oleo&aqs=chrome..69i57.6474j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25033875     DOI : 10.36709
Core Subject : Education,
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles 805 Documents
Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Siswa Kelas VII-A UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara: Improving Descriptive Paragraph Writing Skills through the Cooperative Learning Model among Grade VII-A Students of UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara Christin Melinda Grasia Zebua; Lestari Waruwu; Noibe Halawa; Imansudi Zega
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2711

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas VII-A UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara melalui model pembelajaran kooperatif. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam mengembangkan gagasan, memilih kosakata deskriptif, menyusun paragraf secara runtut, serta menggunakan ejaan dan tanda baca secara tepat. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa, terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes menulis paragraf deskripsi, lembar observasi aktivitas guru/peneliti, lembar observasi keaktifan siswa, dan dokumentasi pembelajaran. Data kuantitatif dianalisis melalui nilai rata-rata, ketuntasan belajar, dan persentase aktivitas, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata menulis siswa meningkat dari 56,1 pada siklus I menjadi 83 pada siklus II. Ketuntasan belajar meningkat dari 4 siswa (13,33%) menjadi 27 siswa (90%). Keaktifan siswa meningkat dari 47,06% pada pertemuan pertama siklus I menjadi 93,50% pada pertemuan kedua siklus II. Aktivitas peneliti juga meningkat dari 53,33% menjadi 94,45%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif mampu memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan prosedur pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan guru Bahasa Indonesia untuk memperkuat keterampilan menulis deskriptif di tingkat SMP.
Pengaruh Bahasa Asing terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Generasi Muda di Era Digital: Studi Literatur: The Influence of Foreign Languages on Indonesian Language Use among Young People in the Digital Era: A Literature Review Chindytia; Maria Goreti Rini Kristiantari; Ni Komang Tri Arista Apriliani; Komang Devi Listiawati; Ni Luh Putu Ayu Trisnayanti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2713

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pengaruh bahasa asing terhadap penggunaan bahasa Indonesia, faktor penyebab kemunculannya, dampaknya bagi generasi muda, serta strategi pemertahanan bahasa Indonesia di era digital. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari 15 artikel ilmiah nasional yang terbit pada rentang 2019-2025 melalui penelusuran Google Scholar dan SINTA, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahap identifikasi, reduksi, kategorisasi, sintesis tema, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh bahasa asing tampak pada campur kode, alih kode, kosakata serapan, praktik bilingualisme, dan pergeseran preferensi bahasa dalam komunikasi digital. Faktor yang paling kuat adalah intensitas penggunaan media sosial, akses terhadap konten global, lingkungan pendidikan, tuntutan kompetensi internasional, serta prestise sosial bahasa asing. Dampaknya bersifat ambivalen: bahasa asing memperluas kompetensi komunikasi dan literasi global, tetapi penggunaan yang tidak terkendali dapat melemahkan ketepatan berbahasa Indonesia, menggeser pilihan kosakata, dan menurunkan kesadaran kaidah bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan bahasa asing perlu ditempatkan sebagai kompetensi tambahan, sedangkan bahasa Indonesia tetap diposisikan sebagai bahasa identitas, bahasa akademik, dan bahasa publik. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan sintesis literatur yang memetakan hubungan antara bahasa asing, media digital, generasi muda, dan pemertahanan bahasa Indonesia secara lebih sistematis.
Leksikon Budaya Batak Toba dalam Lirik Lagu Anakkon Hi Do Hamoraon di Au dan Uju Dingolukkon Ma Nian: Kajian Antropolinguistik: Batak Toba Cultural Lexicons in the Song Lyrics of Anakkon Hi Do Hamoraon di Au and Uju Dingolukkon Ma Nian: An Anthropolinguistic Study Ida Basaria; Nayla Lestari; Tasya Zega; Syahvira Rianty
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2720

Abstract

Penelitian ini mengkaji leksikon budaya Batak Toba yang terdapat dalam lirik lagu Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au karya Nahum Situmorang dan Uju Dingolukkon Ma Nian karya Deny Siahaan dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, menganalisis makna, dan membandingkan leksikon budaya yang terkandung dalam kedua lagu tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tiga tahap: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menemukan 11 satuan leksikal budaya utama yang merepresentasikan nilai Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon, dan Holong, tiga nilai pertama merupakan falsafah 3H yang menjadi orientasi sosial masyarakat Batak Toba, sedangkan Holong merupakan nilai relasional yang memperkuat hubungan orang tua dan anak, serta nilai pendidikan, etos kerja, merantau, dan penghormatan kepada orang tua. Kedua lagu sama-sama menempatkan satuan leksikal anakkon sebagai satuan leksikal paling dominan, namun dengan perspektif yang berbeda. Penelitian ini membuktikan bahwa lirik lagu Batak Toba merupakan media yang kaya akan satuan leksikal budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Analisis Klausa Bebas pada Cerpen Langit yang Patah Karya Gazali Ligawa: Analysis of Independent Clauses in the Short Story Langit yang Patah by Gazali Ligawa Indah Jubaedah; Indri Ika Andani; Tiara Vebriyanti; Iis Lisnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2750

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian sintaksis dalam membaca struktur bahasa karya sastra, khususnya cara klausa bebas membangun keutuhan makna, alur, dan ekspresi tokoh dalam cerpen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk klausa bebas dalam cerpen “Langit yang Patah” karya Gazali Ligawa serta menjelaskan fungsi sintaksis dan estetisnya dalam membangun makna naratif. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks cerpen “Langit yang Patah” yang dipublikasikan pada laman Pikiran Rakyat Boltim. Data penelitian berupa satuan klausa bebas yang dikumpulkan melalui teknik baca, simak, dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi struktur sintaksis, dan penafsiran fungsi berdasarkan kategori klausa bebas. Hasil penelitian menunjukkan adanya 30 klausa bebas yang terdiri atas klausa verbal dan klausa nonverbal. Klausa verbal meliputi klausa transitif aktif, transitif pasif, resiprokal, dan intransitif, sedangkan klausa nonverbal meliputi klausa statif dan klausa ekuasional. Klausa aktif dan klausa intransitif menjadi bentuk yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa klausa bebas tidak hanya berfungsi sebagai satuan gramatikal yang dapat berdiri sebagai kalimat, tetapi juga menjadi perangkat kebahasaan yang menggerakkan peristiwa, menampilkan kondisi psikologis tokoh, dan memperkuat efek estetis cerpen. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan kajian klausa bebas dari teks formal menuju teks sastra, sehingga memperkaya pemahaman tentang hubungan antara struktur sintaksis dan pembentukan makna dalam karya sastra.
Tindak Tutur Humor Warganet di Kolom Komentar TikTok @jandatawa: Kajian Pragmatik: Humorous Speech Acts of Netizens in the TikTok Comment Section @jandatawa: A Pragmatic Study Latifah Nur'Aini; Ririn Nurul Azizah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2763

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur humor warganet pada kolom komentar akun TikTok JandaTawa serta menjelaskan fungsi pragmatisnya dalam komunikasi digital. Kajian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 35 komentar warganet yang mengandung unsur humor dan diklasifikasikan berdasarkan teori tindak tutur Austin serta kategori ilokusi Searle. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat terhadap komentar pada unggahan akun TikTok JandaTawa. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teori, sedangkan analisis dilakukan dengan mengidentifikasi konteks, mengklasifikasikan bentuk tindak tutur, menafsirkan daya pragmatis, dan menyimpulkan kecenderungan penggunaan tuturan humor. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk tindak tutur, yaitu lokusi sebanyak 9 data, ilokusi sebanyak 18 data, dan perlokusi sebanyak 8 data. Dominasi ilokusi menunjukkan bahwa humor warganet tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga digunakan untuk menyindir, menyarankan, menilai, memerintah secara tidak langsung, dan membangun keterlibatan sosial. Dalam konteks TikTok, humor muncul melalui pemanfaatan bahasa sehari-hari, hiperbola, sindiran ringan, dan ketidaksesuaian antara konteks video dengan respons komentar. Temuan ini memperlihatkan bahwa kolom komentar media sosial merupakan ruang produktif bagi praktik humor pragmatis yang bersifat spontan, interaktif, dan berbasis budaya digital.
Perkembangan Istilah Baru dalam Bahasa Indonesia di Era Digital: Kajian Literatur: The Development of New Terms in the Indonesian Language in the Digital Era: A Literature Review Cefin Syahputra Natama Sitanggang; Mawar Ropita Sari Br Limbong; Marina Uly Arta Manik; Jona Yehezkiel Ginting; Muhammad Anggie Januarsyah Daulay
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2770

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mempercepat inovasi kosakata dalam bahasa Indonesia, terutama melalui media sosial yang menyirkulasikan istilah baru, bahasa gaul, singkatan, campur kode, dan neologisme. Artikel ini mendeskripsikan perkembangan istilah baru bahasa Indonesia di era digital, mengidentifikasi faktor sosial-teknologis yang memengaruhi kemunculan dan penyebarannya, serta menjelaskan pola penggunaan istilah tersebut oleh generasi muda sebagai sumber identitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur tersistem terhadap sumber akademik yang dapat ditelusuri, laporan resmi, dan teori sosiolinguistik. Analisis diarahkan oleh sosiolinguistik variasionis Labov, khususnya konsep perubahan bahasa, komunitas tutur, serta gengsi terbuka dan tersembunyi. Hasil kajian menunjukkan bahwa istilah digital berkembang melalui pinjaman asing, akronim kreatif, pergeseran makna, sirkulasi meme intertekstual, dan adaptasi lokal. TikTok, Instagram, X/Twitter, influencer, serta komunitas muda menjadi akselerator utama penyebaran istilah. Pembahasan menawarkan dua kontribusi konseptual, yaitu algorithmic prestige sebagai gengsi bahasa yang dimediasi sistem visibilitas platform dan plurilingual digital competence sebagai kemampuan berpindah antar-komunitas tutur digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa neologisme digital tidak semata-mata merupakan ancaman terhadap bahasa Indonesia baku, melainkan bukti vitalitas bahasa yang perlu direspons melalui kebijakan bahasa dan pendidikan yang kritis, kontekstual, dan produktif.
Gaya Bahasa dan Konstruksi Makna Ambang Kematian dalam Lirik Lagu “Menuju Temaram” Karya Superman Is Dead: Kajian Stilistika: Language Style and the Construction of the Meaning of the Threshold of Death in the Lyrics of Menuju Temaram by Superman Is Dead: A Stylistic Study Siti Magfiroh; Muh Akbar Kurniawan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2776

Abstract

Kajian stilistika terhadap lirik lagu populer penting dilakukan karena lirik tidak hanya bekerja sebagai teks hiburan, tetapi juga sebagai ruang artikulasi pengalaman batin, kritik sosial, dan refleksi eksistensial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk gaya bahasa dalam lirik lagu “Menuju Temaram” karya Superman Is Dead serta menjelaskan fungsi gaya bahasa tersebut dalam membangun makna lagu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data berupa satuan lingual dalam lirik lagu yang mengandung majas, sedangkan sumber data adalah teks lirik lagu “Menuju Temaram” yang dianalisis melalui teknik simak, baca, catat, pengodean, klasifikasi, dan analisis isi. Instrumen penelitian berupa kartu data yang memuat kode data, satuan lingual, kategori majas, indikator kebahasaan, dan fungsi semantis. Hasil penelitian menunjukkan dua belas satuan data yang terkategori ke dalam tiga jenis majas dominan, yaitu personifikasi, metafora, dan hiperbola. Personifikasi muncul melalui penghidupan unsur ruang, gerak, aroma, dan waktu; metafora tampak pada citra tubuh, bunga, batin, kerapuhan, dan mimpi; sedangkan hiperbola digunakan untuk memperkuat intensitas rasa sakit, kehilangan, dan idealisasi figur yang dicintai. Pembahasan menunjukkan bahwa ketiga majas tersebut membangun makna temaram sebagai ruang ambang antara hidup dan mati, penyesalan dan harapan pengampunan, serta keterbatasan manusia ketika berhadapan dengan akhir kehidupan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian stilistika lirik lagu populer Indonesia, khususnya dengan menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam lirik punk rock dapat dibaca sebagai mekanisme estetik sekaligus semantis yang mengorganisasi pengalaman religius, emosional, dan eksistensial.
Representasi Rasionalitas, Individualitas, dan Reformasi Hukum dalam Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi: Kajian Feminisme Liberal Mary Wollstonecraft: The Representation of Rationality, Individuality, and Legal Reform in the Novel Perempuan di Titik Nol by Nawal El-Saadawi: A Liberal Feminist Study of Mary Wollstonecraft Naufal Ahmad Al Irsyad; Rohanda Rohanda; Ridho Hidayat
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perjuangan perempuan melawan otoritas patriarki dalam novel Perempuan di Titik Nol melalui perspektif feminisme liberal klasik Mary Wollstonecraft. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Objek formal penelitian adalah konsep perjuangan perempuan dalam kajian feminisme liberal, sedangkan objek materialnya berupa wacana tekstual dalam novel. Lingkup penelitian difokuskan pada representasi rasionalitas, individualitas, dan tuntutan reformasi hukum sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem patriarki. Hasil penelitian menunjukkan terdapat wacana yang merepresentasikan perjuangan kebebasan perempuan melalui tiga kecenderungan utama. Pertama, rasionalitas tercermin dalam pemikiran kritis tokoh perempuan terhadap identitas gender dan ketidakadilan sosial. Kedua, individualitas tampak melalui upaya memperoleh otonomi diri, integritas jasmani, dan kemandirian ekonomi dengan menolak peran domestik yang subordinatif. Ketiga, tuntutan reformasi hukum mengungkap diskriminasi struktural dalam pendidikan, politik, dan hukum perkawinan yang menegaskan pentingnya perubahan sistemik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra berfungsi sebagai media kritik sosial terhadap dominasi patriarki serta memperlihatkan bahwa perjuangan perempuan memerlukan kemandirian intelektual dan ekonomi sebagai dasar perlawanan yang efektif.
Rasionalisasi sebagai Strategi Pertahanan Ego Remaja dalam Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (Analisis Psikoanalisis Freud): Rationalization as an Ego Defense Mechanism of Adolescents in the Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995: A Sigmund Freud Psychoanalytic Analysis Salsabila Endani; Dimas Anugrah Adiyadmo; Yusra D
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2784

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pertahanan diri berupa rasionalisasi yang dilakukan tokoh utama dalam film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian berupa film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 karya Benni Setiawan yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq. Data penelitian berupa fragmen dialog, monolog, dan indikator visual yang merepresentasikan interaksi antara struktur kepribadian id, ego, dan superego. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak, catat, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara interpretatif. Temuan penelitian ini menunjukkan keunikan spesifik pada karakter Ancika sebagai representasi perempuan muda yang mandiri; berbeda dengan tokoh perempuan dalam penelitian sejenis yang umumnya menggunakan rasionalisasi sebagai pelarian pasif akibat subordinasi, Ancika justru menggunakan rasionalisasi secara aktif sebagai instrumen untuk menegakkan otonomi personal dan batasan diri (boundaries) di tengah desakan realitas sosial. Struktur kepribadian yang paling dominan memicu mekanisme ini adalah ego yang beroperasi di bawah prinsip realitas. Rasionalisasi bermanifestasi secara khas melalui pola penutupan emosi (emotional masking) dan pemberian alasan logis-intelektual untuk menolak stereotip romantisasi remaja pada masanya. Dengan demikian, film ini tidak sekadar memperlihatkan dinamika pertahanan diri biasa, melainkan sebuah bentuk negosiasi psikologis yang kuat dalam mempertahankan citra diri dan kedaulatan emosional seorang perempuan.
Gaya Bahasa Kiasan Anies Baswedan dalam Sesi Tanya-Jawab Interaktif Mata Najwa: Analisis Stilistika Berbasis Teori Gorys Keraf: Figurative Language Style of Anies Baswedan in the Interactive Question-and-Answer Session of Mata Najwa: A Stylistic Analysis Based on the Theory of Gorys Keraf Nurafikah Alamsyah; Ade Kusmana; Helty
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2785

Abstract

Bahasa dalam ranah politik tidak sekadar berfungsi sebagai alat penyampai informasi, melainkan telah bertransformasi menjadi strategi retoris untuk membangun citra diri (image branding) dan memengaruhi persepsi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam jenis, fungsi, dan pemaknaan gaya bahasa kiasan yang diproduksi secara langsung (tanpa teks) oleh Anies Baswedan dalam sesi tanya-jawab interaktif pada program Mata Najwa bertajuk “Anies Baswedan Bicara Gagasan” di kanal YouTube Najwa Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data didasarkan pada landasan teori gaya bahasa kiasan Gorys Keraf dan diolah menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 jenis gaya bahasa kiasan dengan total akumulasi 80 data ujaran, yang terdiri atas 23 data metafora , 19 data personifikasi, 19 data ironi, 12 data metonimia, 6 data alegori, dan 1 data persamaan atau simile. Gaya bahasa yang paling dominan digunakan adalah metafora, yang menunjukkan kecenderungan penutur dalam mengolah perumpamaan implisit dan diksi teknis-intelektual untuk menyederhanakan gagasan yang kompleks. Penggunaan ragam majas kiasan ini diimplementasikan secara taktis dan tepat sebagai bagian dari strategi retorika langsung (tanpa teks) di bawah tekanan pertanyaan kritis. Melalui kombinasi perumpamaan yang kuat, narasi pengalaman pribadi, hingga sindiran halus (ironi), Anies Baswedan berhasil mengelola ketidakpastian regulasi, mengaburkan kelemahan, dan membangun citra diri yang positif serta komunikatif di hadapan audiens yang heterogen.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026 Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026 Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025 Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025 Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024 Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024 Vol. 8 No. 4 (2023): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2023 Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023 Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022 Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL BASTRA EDISI APRIL-JUNI 2022 Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022 Vol. 6 No. 4 (2021): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 3 (2021): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2021 Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2021 Vol. 5 No. 4 (2020): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 3 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2020 Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2020 Vol. 4 No. 4 (2019): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019 Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2017 Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017 Vol. 1 No. 3 (2016): Jurnal Bastra Edisi Juli 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016 Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Bastra Edisi Maret 2016 More Issue