cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
blendsains@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Blend Sains Jurnal Teknik
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 29647347     DOI : https://doi.org/10.56211/blendsains
Blend Sains Jurnal Teknik merupakan jurnal yang membahas rumpun ilmu teknik, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan ilmu teknik. Blend Sains Jurnal Teknik terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Blend Sains Jurnal Teknik menerima naskah dengan topik Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Arsitektur, dan Teknik Industri.
Articles 160 Documents
Monitoring Suhu dan Kelembaban pada Penetas Telur Otomatis Menggunakan Metode Fuzzy Sugeno Berbasis IoT Hari Yoal; Wahyu Dirgantara; Subairi Subairi
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i2.356

Abstract

Salah satu usaha andalan peternak yang bergerak di bidang peternakan adalah beternak ayam dan itik. Setiap tahun data statistik mencatat bahwa kebutuhan masyarakat akan daging ayam terus meningkat. Secara tidak langsung hal ini akan berdampak positif bagi peternak khususnya peternak ayam. Peternak ayam akan berusaha meningkatkan usaha pembibitan ayamnya, yang bertujuan untuk mencegah penurunan harga ayam pedaging dan ayam petelur. Pada penelitian ini telah dibuat alat penetas telur otomatis dengan menerapkan metode pemerataan pemanasan buatan. Mesin penetas telur dibuat dengan memperhatikan kondisi suhu yang ideal untuk mengerami telur ayam yaitu 35,3 0C – 40,5 0C, dengan kelembaban di dalam mesin berkisar antara 70%-80%. Mesin ini memiliki kapasitas untuk 60 butir telur. Mesin penetas telur ini merupakan modifikasi dari alat yang dibuat sebelumnya yang dilengkapi dengan kipas sebagai sirkulasi udara. Dan tidak perlu roller untuk memutar atau membolak-balik telur karena telur sudah dipanaskan secara otomatis.
Penerapan Metode Extreme Programming pada Perancangan UML Sistem Informasi Penggajian Karyawan Mahardika, Fajar; Merani, Sania Galuh; Suseno, Akrim Teguh
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Extreme Programming (XP) pada perancangan UML (Unified Modeling Language) sistem informasi penggajian karyawan. Sistem informasi penggajian karyawan adalah suatu sistem yang penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan, memastikan bahwa gaji karyawan dibayar dengan akurat dan tepat waktu. Metode perancangan ini melibatkan beberapa tahap, termasuk analisis kebutuhan penggajian karyawan, perancangan struktur sistem, dan perancangan alur proses penggajian. UML digunakan sebagai alat perancangan utama, dengan menggunakan diagram Use Case untuk mengidentifikasi fungsi dan interaksi antara pengguna sistem, diagram Class untuk mendefinisikan entitas dan atribut yang terlibat, dan diagram Activity untuk menggambarkan alur langkah-langkah dalam proses penggajian. Penerapan metode XP pada perancangan UML sistem informasi penggajian karyawan memberikan beberapa manfaat. Pertama, melalui praktik perencanaan yang adaptif, tim dapat secara fleksibel menyesuaikan perubahan kebutuhan atau prioritas yang muncul selama proses pengembangan. Dengan menerapkan metode Extreme Programming (XP) pada perancangan UML (Unified Modeling Language) sistem informasi penggajian karyawan diharapkan dapat menghasilkan sistem yang efisien, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami. Rancangan sistem ini dapat menjadi panduan bagi pengembang dalam mengimplementasikan sistem penggajian karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan menggunakan UML, kesalahan dan kekurangan dalam perancangan dapat diidentifikasi sebelum implementasi, sehingga mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan efisiensi dalam penggajian karyawan.
Pengaruh Penambahan Silica Fume Terhadap Karakteristik Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) Lubis, Adina Sari; Muis, Zulkarnain Abdul; Anas, Ridwan; Rambe, Andy Putra; Sarah, Citra Aditya
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.393

Abstract

Bahan aditif sebagai bahan yang ditambahkan pada campuran aspal bertujuan untuk meningkatkan mutu campuran aspal serta meningkatkan kekerasan dan kekuatan perkerasan jalan terutama yang sering dilalui kendaraan berat. Beberapa jenis bahan tambahan yang dapat dicampurkan ke dalam aspal antara lain kapur, plastik, dan karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan silica fume terhadap karakteristik campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Silica fume yang ditambahkan pada campuran aspal mempunyai variasi kadar 2%, 4%, 5%, 6%, dan 8% dari kadar aspal. Benda uji penelitian sebanyak 92 buah yang terdiri dari 36 benda uji Marshall Test sebelum Kadar Aspal Optimum (OAC), 54 benda uji Marshall Test setelah OAC dan 2 benda uji Wheel Tracking Machine (WTM) Test. Pada penelitian ini juga dilaksanakan pengujian ekstraksi Metode Refluks untuk membuktikan adanya kesesuaian antara gradasi agregat yang dipakai sebelum dan sesudah Marshall Test. Dari hasil Uji Marshall diketahui bahwa penambahan silica fume dengan kadar 5% pada campuran aspal menghasilkan karakteristik yang paling baik diantara tingkat variasi lainnya yang memenuhi Spesifikasi Bina Marga Revisi III tahun 2010. Dari hasil pengujian WTM dengan penambahan kadar silica fume sebesar 5% pada campuran aspal menunjukkan kecepatan deformasi total yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa campuran aspal mempunyai ketahanan deformasi yang lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan silica fume.
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Palm Oil Fuel Ash (POFA) dan 20% Kapur Dolomit (CaMg(CO3)2) Ditinjau dari CBR dan Kuat Tekan Bebas Nasution, Derry Wiliyanda; Hastuty, Ika Puji; Roesyanto, Roesyanto; Anisa, Selfi
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.397

Abstract

Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang kurang baik bila dijadikan tanah dasar karena memiliki daya dukung dan kuat geser yang rendah, namun memiliki tingkat kompresibilitas yang tinggi. Usaha untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut dengan stabilisasi. Pada penelitian ini dilakukan stabilisasi tanah secara kimiawi dengan mencampurkan bahan tambahan POFA (Palm Oil Fuel Ash) dan Kapur Dolomit (KD). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai index properties, nilai CBR Laboratorium, dan nilai kuat tekan bebas (UCT) dari tanah asli setelah penambahan bahan stabilisasi. Persentase bahan stabilisasi yang digunakan adalah POFA sebanyak 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, 16%, 18%, 20% dan KD sebanyak 20% di setiap variasinya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai CBR paling tinggi terjadi pada variasi campuran 12% POFA + 20% KD yaitu sebesar 8,26%. Berdasarkan pengujian Kuat Tekan Bebas, diperoleh nilai kuat tekan tanah (qu) maksimum dari semua variasi campuran terdapat pada campuran 12% POFA + 20% KD yaitu sebesar 2,945 kg/cm2. Oleh karena itu, penggunaan POFA dan KD dinilai mampu meningkatkan stabilisasi tanah lempung.
Six Sigma sebagai Usulan Perbaikan Kualitas Lauric Acid untuk Mengurangi Cacat Produk di PT Soci Mas KIM I Medan Legimah, Cahya; Sibuea, Siti Rahmah; Hasibuan, Abdurrozzaq
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.398

Abstract

Dalam beberapa bulan terakhir, hasil produksi Lauric Acid 99% mengalami penurunan. Dalam proses pengolahannya terdapat banyak produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi produk sehingga produk harus dikombinasikan dengan produk lain menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih rendah yaitu menjadi Lauric Acid 75%. Faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan konsentrasi Lauric Acid  antara lain bahan baku yang memiliki kadar air tinggi sehingga dapat mengganggu sistem vakum, metode kerja yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), kebocoran di kolom fraksinasi ketiga (2C503) dan kurangnya monitor dari operator di unit fraksinasi. Tentunya hal ini dapat menyebabkan turunnya keuntungan dari perusahaan apabila dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab cacat produk dan memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Serta menentukan faktor penyebab kerusakan produk menggunakan Diagram Sebab-Akibat (Fishbone Diagram). Berdasarkan hasil perhitungan analisa cacat produk Lauric Acid periode Januari sampai Desember 2022 ditemukan jenis cacat kontaminasi 16.310,28ton dan cacat tingginya kadar air 1749,28ton sehingga di dapat nilai Defect Per Million Oppurtinities (DPMO) 275.015,6 dengan nilai Sigma 3,50. Setelah melakukan tahapan analisa menggunakan Fishbone Diagram ditemukan faktor penyebab kerusakan produk antara lain mesin, metode, bahan baku dan manusia. Dari segi usulan perbaikan untuk meminimalisir cacat produk maka perusahaan harus melakukan overhaul setiap tahunnya, mengadakan training untuk operator yang bekerja, melakukan drain air untuk tangki feed dan mengontrol plant sesuai kapasitasnya.
Penerapan Metode Fuzzy Logic Terhadap Suhu dan Kelembaban Tanah Pada Monitoring Bunga Krisan Fono, Yosefa Stefania; Setiawan, Aries Boedi; Permatasari, Delila Cahya
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.400

Abstract

Bunga krisan atau nama latinnya Chrysanthemum adalah jenis bunga yang banyak memiliki ragam jenisnya. Namun pada kenyataannya bunga ini masih dirawat oleh petani bunga menggunakan pengecekan manual untuk perawatan dan penyiramannya. Sehingga untuk kualitas bunganya sendiripun masih belum bagus contohnya daunya yang mengecil, tingginya bunganya yang berlebihan dan warna bunganya pun yang cenderung kusam akibat dari kurangnya pencahayaan. Diera yang sangat modern saat ini untuk memonitoring bunga krisan dilakukan dengan memanfaatkan sistem pintar yaitu IoT (Internet of Things). Pada sistem ini lebih bermanfaat bagi para petani bunga untuk tidak mengontrol tanaman setiap saat karena teknologi ini dapat memantau tanaman secara real time dan kemudian datanya akan dikirimkan melalui aplikasi blynk yang ada pada android. Penelitian ini menggunakan Metode Fuzzy Sugeno sebagai pengambil keputusan yang lebih presisi dan sederhana.
Penerapan Metode Fuzzy Sugeno pada Otomatisasi Oven Pengering Ikan Asin Berbasis IoT Makin, Sebastianus Pehan; Nachrowie, Nachrowie; Subairi, Subairi
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.414

Abstract

Ikan asin merupakan makanan khas orang indonesia. dimana ikan yang di asinkan dan kemudian melalui proses pengeringan. Proses produksi dan pembuatan ikan asin akan menjadi lebih lambat jika ikan asin tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup. Proses pengeringan yang membutuhkan waktu yang lama dan dengan cuaca yang terkadang tidak menentu. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti bertujan untuk membuat Oven Pengering Ikan Asin Otomatis dengan Metode Fuzzy Logic berbasis Internet of Things (IoT), Alat ini terhubung dengan aplikasi Android dan dapat menampilkan informasi proses pengeringan ikan asin, dimana informasi terkait pengeringan ikan asin ditampilkan pada aplikasi Android dengan memanfaatkan internet of things. Disini tampilan monitoring sistem kerja alat melalui aplikasi Blink yang berperan penting karena menjadi sarana pemantauan pengeringan ikan asin dan pengendalian komponen didalam alat pengering ikan asin tersebut. Suhu yang terdapat pada oven pengering ikan mencapai 650C. Pada sistem pengeringan ikan asin menggunakan metode Fuzzy Sugeno yang dihasilkan output berupa PWM heater dan dibandingkan dengan perhitungan menggunakan sotfware MATLAB terdapat nilai error sebesar 0,06%. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan pada oven pengering proses pengeringan pada oven ini membutuhkan waktu 8 jam, dalam melakukan proses pengeringan dapat mengurangi massa ikan sebesar 600 gram. Pada sistem pengeringan ikan asin manual memerlukan waktu yang cukup lama bahkan berhari-hari
Rancang Bangun Alat Bantu Tekan Berbasis Hidrolik pada Proses Pengelasan Gesek Muhammad, Faisal; Bastomi, Mochamad; S, Hasbi Assiddiq
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.417

Abstract

Pengelasan gesek sangat baik dalam metode penyambungan khususnya pada logam poros. Namun pengelasan gesek ini masih jarang dikenal pada bengkel-bengkel pabrikasi. Bengkel pabrikasi tentunya memiliki mesin bubut yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengelasan gesek dengan mengaplikasikan alat bantu pada mesin bubut tersebut. Penelitian ini bertujuan melakukan rancang bangun alat bantu tekan berbasis hidrolik pada proses pengelasan gesek, sehingga didapatkan cara kerja dari alat dan hasil pengujian alat. Alat bantu tekan gesek berbasis hidrolik ini diaplikasikan pada mesin bubut dalam proses pengelasan gesek. Pengujian alat pada proses pengelasan gesek dilakukan pada material poros 1 inchi dengan kecepatan putar ditetapkan 1600 rpm dan memvariasikan tekanan gesek yaitu 5 kg/cm2, 10 kg/cm2, dan 15 kg/cm2. Berdasarkan hasil pengujian alat yang telah dirancang dalam proses pengelasan gesek pada material poros 1 inchi diperoleh tekanan gesek 5 kg/cm2 tersambung dengan waktu 317 detik, tekanan gesek 10 kg/cm2 tersambung dengan waktu 47 detik, dan tekanan gesek 15 kg/cm2 tersambung dengan waktu 39 detik. Besarnya tekanan gesek mempengaruhi kecepatan penyambungan material pada proses pengelasan gesek. Studi lebih lanjut tentang parameter-parameter yang optimal untuk melakukan pengujian mekanik dalam pengaplikasian alat bantu tekan berbasis hidrolik pada proses pengelasan gesek, seperti hasil rekomendasi dari variasi tekanan gesek dan waktu pengelasan gesek. Dengan adanya alat bantu tekan gesek berbasis hidrolik pada proses pengelasan gesek menjadi suatu alternatif di dunia usaha / dunia industri khususnya pada bengkel pabrikasi yang memiliki mesin bubut.
Pengendalian Kualitas Produk Teh Botol Sosro di Kota Bekasi dengan Menggunakan Metode 5W+1H Prasetyo, Ridwan; Sutiawan, Hedi; Saputra, Raka Rossian; Paduloh, Paduloh
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.439

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengendalian kualitas produk teh botol sosro di Kota Bekasi Jawa Barat supaya terciptanya keamanan dan kelancaran dalam proses produksi Teh Botol Sosro dan tidak terjadi kecacatan. Teh merupakan minuman yang sangat terkenal dan banyak dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Teh mengandung beberapa vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh. PT Sinar Sosro Kota Bekasi sangat memperhatikan kualitas produk yang dibuat karena jika produk tersebut berkualitas tinggi, konsumen akan tertarik untuk membeli. Kualitas produk yang baik ditentukan dari perolehan bahan baku yang berkualitas dan bermutu, pilihan bahan baku membantu mempertahankan kualitas teh. Metode yang digunakan menggunakan 5W+1H Konsep ini populer karena berfungsi menyelesaikan masalah dengan menanyakan who (siapa), what (apa), where(dimana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana) (Jang, Ko, & Woo, 2015) dan memberikan solusi sebagai upaya penanggulangan masalah. Menganalisis permasalahan seperti manusia/ pekerja apabila kurang fokus dapat mengakibatkan kendala botol pecah, botol retak dan lain sebagainnya. Mesin produksi, Material bahan baku teh dan juga lingkungan bisa berpengaruh terhadap citra rasa dan kecacatan produk apabila pecancangan dan pengendalian mutu kualitas Teh Botol Sosro tidak diperhatikan.
Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Potential Gain in Customer (PGCV) UPT Puskesmas Tanjung Morawa Unit Rawat Jalan Nasution, Amsyarul Ramadhan; Suliawati, Suliawati; Harahap, Bonar
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.440

Abstract

Penelitian di puskesmas tanjung morawa melakukan analisis tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas layanan, yang selama ini dalam aktivitas pelayanan yang dilakukan masih terdapat keluhan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis tentang kepentingan atau kepuasan pasien yang dapat menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan metode Potential Gain in Customer Value’s (PGCV). Berdasarkan hasil penelitian tingkat kepuasan pasien yang telah dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) secara menyeluruh didapatkan nilai sebesar 79% Artinya sebagian besar pasien merasa puas dengan hasil pelayanan yang telah dberikan, namun puskesmas perlu melakukan perbaikan kinerja pelayanan dengan mengetahui atribut yang menjadi prioritas. Adapun hasil peringkat prioritas perbaikan menggunakan metode Potential Gain in Customer Value’s (PGCV) antara lain adalah, Perawat memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan kebutuhan pasien. Tenaga medis bersedia menanggapi keluhan pasien, puskesmas memiliki peralatan yang lengkap, dokter melayani dengan sikap meyakinkan sehingga pasien merasa aman

Page 7 of 16 | Total Record : 160