cover
Contact Name
Marsi Bani
Contact Email
marsibani@staf.undana.ac.id
Phone
+6285253093226
Journal Mail Official
gatra.nusantara@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas NUsa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Gatranusantara
ISSN : 18582893     EISSN : 27725151     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Articles 122 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION DENGAN METODE IMPROVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Antonius Suban Hali
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2297.448 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group, yang dilaksanakan di SMA Negeri 12 Kupang pada bulan September-Oktober tahun ajaran 2018/2019. Adapun tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar fisika siswa antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve. (2) Untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 12 Kupang sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XA sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 30 siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve dan kelas XB sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 30 siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve. Pengambilan sampel ini dilakukan secara acak (random sampling). Instrumen penelitian berupa soal tes hasil belajar dalam bentuk soal uraian. Hasil analisis menggunakan uji t dengan taraf signifikan α = 0,05 disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve dimana ttabel= 2,00172<thitung=10,7797. (2) Hasil belajar fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve dimana ttabel= 1,67155<thitung=10,7797. Kata Kunci : AIR, Visualization Auditory Kinestetic, Improve, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE “5E” BERBANTUAN LKS TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI Paulus Taek
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.512 KB)

Abstract

Model pembelajaran learning cycle merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme yang berpusat pada pebelajar (student centered). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui prestasi siswa pada pelajaran biologi setelah dilaksanakan pembelajaran learning cycle “5E” berbantuan LKS terstruktur. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas X MIPA SMA Negeri 1 Soe. Data peningkaan prestasi belajar siswa dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda dan data tentang dari pengamatan secara langsung melalui lembar observasi. Data-data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi atau penerapan model pembelajaran Learning Cycle “5E” berbantuan LKS terstruktur, dapat meningkatkan prestasi belajar biologi, yaitu dari rata-rata 76,7 (baik) pada siklus I menjadi 81 (sangat baik) pada siklus II. Siswa memberikan respons yang sangat positif yaitu peningkatan prestasi belajar biologi terhadap implementasi model pembelajaran Learning Cycle “5E” berbantuan LKS terstruktur dengan nilai rata-rata sebesar 78,85. Kata Kunci: Learning Cycle “5E”, LKS Terstruktur dan Prestasi Belaja
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELAUI SUPERVISI INDIVIDUAL KUNJUNGAN KELAS PADA SD INPRES NASIPANAF TAHUN AJARAN 2019/2020 Monika Siam
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): Edisi Khusus Guru
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.104 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran guru melalui penerapan teknik supervisi individual kunjungan kelas di SD Inpres Nasipanaf Kota Kupang. Subyek penelitian ini adalah 7 orang guru. Teknik pengumpulan data melalui dokumen kegiatan pembelajaran dan observasi (pengamatan) pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen supervise klinis, lembar penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar penilaian pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan, semuga guru mampu menyiapkan rancangan dan pelaksanaan dengan baik serta memiliki dokumen pembelajaran yang tersaji apik. Kata Kunci : Supervisi Individual, Kunjungan Kelas, Kualitas Pembelajaran.
PENERAPAN METODE SIMULASI OLEH GURU PPKN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG Dorcas Langgar
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.149 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini disesuaikan dengan masalah penelitian yaitu (1) bagaimana penerapan metode simulasi dalam pembelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 10 Kota Kupang? (2) bagaimana hasil belajar siswa setelah penerapan metode simulasi dalam pembelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 10 Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan metode simulasi oleh guru dalam pembelajaran PPKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 10 Kota Kupang karena metode pembelajaran simulasi merupakan metode pembelajaran berupa tiruan atau berpura-pura sehingga semua siswa berperan aktif dalam penyajian materinya melalui bermain peran. Dengan demikian hasil belajar siswapun dapat meningkat berdasarkan hasil belajar dengan presentasi yang didapat dari nilai rata-rata siswa. Sebelum menerapakn metode simulasi dengan presentasi hasil tes awal siswa yang mendapatkan nilai rata-rata 75-78 sebanyak 9 orang dengan hasil presentasi 21% dari 33 siswa, sedangkan yang memperoleh nilai dari 60-70 dengan hasil presentasi 49% adalah 24 siswa dari 33 siswa, setelah menerapkan metode simulasi hasil belajar siswa meningkat dengan nilai rata-rata 78-100 sebanyak 30 orang dengan hasil presentasi 75% dari 33 siswa, sedangkan nilai rata-rata 70 dari hasil presentasi 7% sebanyak 3 orang dari 33 siswa. Dengan demikian presentasi ketuntasan hasil belajar siswa dengan rumus siswa yang tuntas belajar dikali 100% dibagi jumlah siswa. Dari rumus tersebut sebelum menerapkan metode simulasi hasil presentasi ketuntasan 21% menjadi 75% setelah menerapkan metode simulasi. Berdasarkan pencapaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran PPKn dengan menerapkan metode simulasi siswa lebih aktif dan lebih cepat memahami materi yang diberikan saat pembelajaran berlangsung, maka disarankan kepada guru untuk menggunakan metode simulasi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.
NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM TRADISI UPACARA POUASI FE (PEMBERI SESAJI ) DI DESA ALOR KECIL KECAMATAN ALOR BARAT LAUT Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.869 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa upacara pouasi fe (pemberian sesaji) masih dilakukan oleh Masyarakat di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut? Bagaimana proses pelaksanaan tradisi upacara adat pouasi fe (pemberian sesaji) di Desa Alor Kecil kecamatan Alor Barat Laut? Nilai apa yang terkandung dalam tradisi Pouasi fe (pemberian sesaji) yang ada di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari informan melalui wawancara dan data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan dokumentasi dengan maksud untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa lain proses persiapan dimana tua adat memberitahukan pada seluruh tokoh masyarakat untuk duduk bersama-sama untuk dan membahas tentang rencana upacara pouasi fe dilakukan, setelah ada kesepakatan bersama sesuai dengan hari yang sudah disepakati bersama, tua adat dan tokoh masyarakat pergi ke rumah adat Manglolong dengan tujuan untuk tutu kire (bicara adat). (2) pada proses ini tua adat tutu kire(bicara adat) memberitahukan maksud dari kedatangan tua adat dan tokoh masyarakat dalam tutu kire (bicara adat) tersebut dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan bersama.(3) pada proses selanjutnya yaitu tokoh adat beleta (menyiapkan) perlengkapan-perlengkapan untuk upacara pouasi fe berupa 1 ekor kambing,1 ekor ayam, beras, sirih, pinang, tembako, daun koli, kopi, the dan kue (4) lalu pada proses selanjutnya pada keesokan harinya setelah semua perlengkapan alat dan bahan sudah disiapkan tua adat akan memeriksa kembali perlengkapan tersebut jika belum memenuhi syarat maka akan di lakukan perundingan lagi untuk memenuhi semua perlengkapan sampai semuanya lengkap. Setelah semuanya sudah lengkap dan smua tokoh masyarakat sudah berkumpul tua adat akan memimpin doa meminta perlindungan sebelum mereka berjalan menuju tempat di mana di lakukan upacara adat tersebut (5) tua adat dan tokoh masyarakat menyeberangi lautan untuk sampai ke tempat proses pelaksanaan upacara pouasi fe mengunakan motor laut, setelah sesampainya disana tua adat akan amur (berdoa adat) memberitahu maksud mereka datang, setelah itu tokoh masyarakat memasak sama-sama di tempat itu tetapi menggunakan cara tradisional berupa menyalakan api menggunakan gesekan amboo, memasak nasi dengan menggunakan periuk tanah, memberikan rokok dengan cara mengunakan lipatan daun koli yang berisi tembako. (6) setelah smuanya sudah masak tua adat dan tokoh masyarakat akan menyiapkan makanan untuk persembahan setelah sudah tersedia tua adat dan tokoh masyarakat berjalan menuju pesisir pantai dan melepaskan makanan yang sudah dimasak sambil tua adat amur-amur (berdoa adat) setelah itu tua adat akan berdoa untuk keselamatan untuk tua adat dan tokoh masyrakat kembali ke rumah masing-masing
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA NETUTNANA KECAMATAN AMANATUN SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Hendrikus Pous
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.311 KB)

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yakni suatu analisis yang menggambarkan secara rinci hasil temuan lapangan yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Netutnana, Aparat desa serta Masyarakat desa Netutnana. Teknik analisa yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan Partisipasi Masyarakat Dalam Penggunaan Dana Desa Untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Netutnana (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Penggunaan Dana Desa Untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Netutnana. Hasil penelitian ini bahwa masyarakat masyarakat sangat antusias dalam berpartisipasi untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat di desa Netutnana itu dilihat dari keterlibatan mereka yaitu: 1. Partisipasi masyarakat dalam tahapan perencanaan dimana masyarkat ikut serta merumuskan program serta memberikan ide, pendapat pada musyawarah yang sedang berlangsung, 2. Partisipasi masyarakat dalam tahap pelaksanaan dimana masyarakat menyumbangkan tenaganya pada setiap program yang dilaksanakan, 3. Partisipasi masyarakat dalam tahap evaluasi yaitu masyarakat terlibat dalam tim pelaksana kegiatan yang dilakukan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyrakat dalam penggunaan dana desa untuk meningkatkan prmberdayaan masyarakat yaitu; 1. Kurangnya kesadaran dari masyarakat akan partisipasi, 2. Usia dimana masyarakat yang sudah lanjut usia rentan tidak turut ikut berpartisipasi, 3. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya partisipasi.
PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) DALAM PEMBANGUNAN DI KELURAHAN MBAY 1 KECAMATAN AESESA KABUPATEN NAGEKEO Soleman Bully
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.979 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat pada pembangunan di Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dan hambatan apa yang dihadapi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pelaksanaan pembangunan fsik di Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten NagekeoPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat pada pembangunan di kelurahan Mbay 1, kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo serta untuk mendeskripsikan hambatan yang dihadapi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pelaksanaan pembangunan fisik di kelurahan Mbay 1, kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan memahami kejadian yang digambarkan dalam bentuk kalimat serta uraian-uraian. Dengan bentuk penelitian ini, memungkinkan peneliti dapat mendeskripsikan suatu keadaan berdasarkan fakta-fakta yang ada atau yang sebenarnya.Data yang dikumpulkan yaitu data primer maupun data sekunder yang peneliti peroleh dari lapangan diolah menjadi suatu kalimat yang jelas sehingga dapat dipahami.Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Informan dalam penelitian ini adalah kepala lurah, ketua LPMK, dan masyarakat dalam hal ini adalah kepala lingkungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di kelurahan Mbay 1 dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat belum masksimal. Pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dapat dilihat kurang berperan dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat yang mana pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) tidak menentukan jadwal rapat yang tepat untuk melaksanakan pertemuan bersama ketua RT dan kepala lingkungan dalam hal ini yaitu melakukan penggalian gagasan (pagas) untuk mendapatkan aspirasi dari masyarakat. Selain itu, keluhan serta usulan dari masyarakat disampaikan ke pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) serta pengurus kelurahan ketika ada musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) tingkat kelurahan dapat dikatakan sangat lama karena hal tersebut hanya diadakan dalam satu kali dalam satu tahun. Hambatan yang dihadapi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dalam pelaksanaan pembangunan fisik di kelurahan Mbay 1 yaitu pada saat ada program pembangunan fisik yang akan dilaksanakan akan diserahkan ke pihak ketiga yaitu tim pengawas dalam hal ini yang melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik. Hal tersebut menyebabkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) tidak proaktif terhadap pelaksanaan pembangunan fisik di kelurahan Mbay 1.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA Marsi Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.699 KB)

Abstract

Pembelajaran yang diciptakan guru harus memperlihatkan adanya interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa yang lainnya, dan siswa dengan berbagai sumber belajar sehingga pembelajaran yang berkualitas dapat dicapai. Pembelajaran yang efektif dan inovatif sangat membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran siswa tidak hanya diberikan materi dengan ceramah, namun diberi kesempatan untuk mengkonstruksi konsep-konsep materi yang diajarkan. Untuk itu, guru sebagai perancang pembelajaran bertugas membantu siswa dengan merancang pembelajaran yang kondusif sehingga tercipta pembelajaran yang efektif bagi siswa, untuk menjawab permasalahan ini dilakukan pengkajian model pembelajaran jigsaw terhadap peningkatan prestasi belajar fisika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka/ studi literature. Dari hasil pengkajian didapatkan hasil Model pembelajaran jigsaw terdiri atas langkah-langkah pembentukan kelompok asal, pembelajaran pada kelompok asal, pembentukan kelompok ahli, diskusi kelompok ahli, diskusi kelompok asal, diskusi kelas, pemberian kuis dan pemberian reward, Penerapan model pembelajara jigsaw sesuai dengan langkah-langkah pembelajarannya dapat meningkatkan prestasi belajar Fisika siswa
INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER PELAJAR PANCASILA DI LINGKUNGAN KAMPUS Anif Istianah; Sukron Mazid; Sholihun Hakim; Rini Susanti
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.556 KB)

Abstract

Pembangunan pendidikan nasional disinergi dan linearitas diarahkan membangun, memelihara, mengembangkan karakter dan wawasan kebangsaan, persatuan nasional, solidaritas nasional, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pendidikan karakter ditentukan oleh tiga hal: mengetahui, perasaan moral yang moral, dan perilaku moral. Dengan tujuan untuk membangun bangsa yang kuat, kompetitif, moral, berbudi, akhlak mulia baik, toleransi, bekerjasama, semangat patriotik, berkembang dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi dengan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan Analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan penanaman nilai-nilai karakter Pancasila untuk membentuk kepribadian Pancasilais yang dapat melengkapi sikap profesionalisme lulusan program studi; (2) Pembudayaan dan pembiasaan nilai-nilai karakter Pancasila diharapkan mampu membentuk jati diri mahasiswa yang beretika dan bermoral sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila, norma-norma agama dan tata nilai akademis yang dikembangkan di dalam kehidupan kampus; dan (3) Tindakan konkrit mahasiswa dalam menerapkan pembiasaan nilai-nilai Pancasila melalui organisasi dan kegiatan-kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus.
HAK ASASI MANUSIA DALAM BIDANG BUDAYA Maria Bribin
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.935 KB)

Abstract

Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada diri individu sejak lahir dan merupakan hak kodrati ini merupakan hak yang bersifat universal, tegas serta ada sanksi hukumnya bagi yang melanggar atau merampas hak asasi seseorang. Berkenaan dengan hak asasi manusia, hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan dengan baik dilihat dari penerapannya yang masih menimbulkan terjadinya diskriminasi serta terjadinya pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Maka dari itu, peneliti melakukan penelaahan dan peninjauan literatur untuk melihat bagaimana penerapan terkait HAM dalam bidang budaya dikehidupan serta upaya mengatasinya. Peneliti melakukan penelaahan dan peninjauan pada 21 artikel dari tahun 2010 sampai 2019 dan selanjutnya meninjau terkait bagaimana pelaksanaan HAM dalam bidang budaya dan bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. Hasil penelaahan dan tinjauan menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap HAM dalam bidang budaya perlu untuk diatasi dan mendapatkan perhatian serius dari setiap aspek baik keluarga, masyarakat maupun pemerintah melalui peningkatan, penegakan dan penegasan aturan hukum atau perundang undangan, melalui jalur pendidikan, menata, memperbaiki dan meninggalkan budaya yang kurang bahkan tidak bagus dan menciptakan iklim persaingan yang sehat dalam masyarakat.

Page 8 of 13 | Total Record : 122