cover
Contact Name
Ilfa Khairina
Contact Email
japi@unitri.ac.id
Phone
+6281333369595
Journal Mail Official
japi@unitri.ac..id
Editorial Address
Unitri Press Jln. Telaga Warna Tlogomas Malang Jawa Timur Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25483463     DOI : (DOI) 10.33366.
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) mrupakan jurnal pengabdian masyarakat berkala 6 bulanan yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil pengabdian masyarakat Scope jurnal terdiri dari berbagai hasil penelitian yang sudah diterapkan pada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 291 Documents
Pengembangan Usaha Pudot Bergizi Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Mandiri Ibu PKK Ronasari Mahaji Putri; Eka Fitasari; Sri Andika Putri; Hilda Mazarina Devi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.598 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3746

Abstract

PKK RT 06 RW 09 merupakan salah satu perkumpulan ibu yang berada di daerah Landungsari Malang, beranggotakan 40 ibu. Sebanyak 2 dari 40 ibu telah memiliki usaha sampingan dirumah yakni berupa toko perancangan, dan catering. Sedangkan ibu yang lainnya ada yang bekerja di luar rumah, dan ada yang sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar ibu di daerah tersebut mempunyai putra putri yang masih kecil dan sangat mendukung kegiatan yang dapat menambah keahlian dan ketrampilan ibu sebagai upaya untuk meningkatkan gizi keluarganya, termasuk juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Banyaknya waktu ibu saat di rumah memungkinkan para ibu untuk lebih berkreasi, baik yang mendatangkan materi ataupun tidak, namun memberikan manfaat bagi keluarganya. Pengabdi mengambil kesempatan untuk dapat memberikan manfaat bagi Ibu PKK RT 06 RW 09 Landungsari. Solusi yang ditawarkan oleh pengabdi adalah membuat usaha puding sedot bergizi, yang relatif diminati oleh pangsa pasar, dengan biaya yang murah, bahan baku yang mudah untuk diakses, serta manfaat yang didapatkan dengan berproduksi pudot yakni memberikan gizi yang baik untuk keluarga dan calon konsumen. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan usaha pudot (puding sedot) telah berjalan di bulan Maret 2022 dan diharapkan menjadi salah satu ketrampilan yang dikuasai ibu ibu PKK  sebagai bekal dalam membangun ekonomi mandiri ibu RT.
IPTEK BAGI BUDIDAYA DAN EKSTRAK BAWANG DAYAK SEBAGAI OBAT ALTERNATIF Sirilus Sirhi; Sri Astuti; F. Rahayu Esti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.086 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i2.804

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine Palmifolia) dikenal sebagai tanaman obat lokal yang secara empiris telah digunakan oleh masyarakat dayak di desa Kunyai, dusun Rajang Begantung II. Bawang dayak mengandung berbagai jenis senyawa bioaktif yang dapat digunakan untuk pengobatan, diantaranya triterpenoid naftokuinon dan senyawa turunannya, seperti elacanicin, eleutherol, isoeleoutherol, eleutherin, dan isoeleutherin. Cara pengambilan bawang dayak masih bersifat tradisional serta memiliki daya magis, walaupun demikian masyarakat lokal meyakini bawang dayak memiliki fungsi sebagai obat berbagai jenis penyakit berat maupun penyakit ringan seperti kanker payudara, membantu mengatasi penyakit dibetes melitus, menurunkan hipertensi, menurunkan kadar kolesterol, obat bisul dan lainnya. Pemasaran hasil produk ekstrak bawang dayak perlu analisis finansial dan bimbingan atau pelatihan manajemen pemasaran agar produk dapat terjual sesuai dengan target.
APLIKASI PANGAN FUNGSIONAL SEBAGAI MAKANAN SEHAT KHUSUS BALITA DAN ANAK-ANAK PADA KELOMPOK MAJELIS TAKLIM MASJID AL-IKHLAS KERURAHAN SURABAYA KECAMATAN SUNGAI SERUT KOTA BENGKULU Siska Apriyani Apriyani; Andwini Prasetya Prasetya; Herri Fariadi Fariadi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.941 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i2.1439

Abstract

Trend penyakit di Indonesia sudah mulai bertambah menjadi gizi lebih dan gizi kurang yang sering disebut “double burden” menjadi pemicu lahirnya berbagai penyakit degeneratif. Kebiasaan buruk yang sering terjadi di mayarakat diantaranya waktu pemberian makan pertama yang lebih cepat, frekuensi makan yang lebih sering mengarah pada gizi lebih dan kebiasaan buruk anak hanya tertarik pada makanan kesukaan seperti mi, es krim dan nugget menyebabkan masalah kekurangan gizi, apalagi produk di pasaran rentan akan kehigienitasan serta penambahan bahan pengawet dan pewarna. Kondisi yang sama sama juga terjadi pada kelompok masyarakat Majelis Taklim Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga dari empat RT di Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu. Sayangnya, kreativitas, pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu rumah tangga yang rendah menjadi penghalang untuk membuat makanan sehat. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) berupa pelatihan teknologi pengolahan, pengemasan, penentuan daya terima konsumen, pendugaan umur simpan, dan pemasaran dari aplikasi pangan fungsional makanan sehat untuk balita dan anak-anak sehingga terbentuknya kelompok kewirausahaan dengan sarana pendukung berupa peralatan produksi. Kata Kunci : pangan fungsional, gizi lebih, gizi kurang, makanan kesukaan, Majelis Taklim Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Surabaya.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Wabah Covid-19, Keluarahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Lorine Tantalu; ninin khoirunnisa; Wahyu Fikrinda
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.246 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.1880

Abstract

Merebaknya kasus Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) di Indonesia menjadi permasalahan utama baik bagi pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Berbagai informasi terkait pengertian, tata cara perlindungan diri hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota besar yang berpotensi tertularnya infeksi virus.  Faktanya tidak semua orang memahami terkait apa itu Covid-19 dan apa yang harus dilakukan. Hasil pantauan lapangan untuk warga di sekitar Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang terkait masa pandemi Covid-19, khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL), menunjukkan bahwa mereka masih belum memahami betul terkait Covid-19 dan apa yang harus dilakukan saat masa pandemi ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara pendampingan sesuai protokol Covid-19, yaitu dengan tetap menjaga jarak serta menggunakan masker saat melakukan ceramah dan diskusi kepada warga. Melalui kegiatan ceramah dan diskusi dengan pembagian sembako dengan maksud tetap menjaga asupan gizi saat pandemi, diharapkan warga sekitar khususnya di Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru dan sekitarnya semakin mawas diri dengan lingkungan.
Terapi Komplementer Untuk Mengatasi Hipertensi Rona Sari Mahaji Putri; Hilda Mazarina
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.416 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i1.3279

Abstract

Kejadian hipertensi pada lansia masih tinggi, disebabkan oleh banyak factor termasuk gaya hidup lansia yang kurang sehat. Berbagai terapi farmakologi dan nonfarmakologi dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah lansia. Terapi komplementer merupakan bagian dari terapi nonfarmakologi yang cenderung aman untuk dijalankan di rumah secara mandiri, yakni berupa gerakan olahraga ringan. Terapi otot progresif secara teori terbukti mampu menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Kegiatan masyarakat ini telah dilakukan terhadap 30 orang lansia di Kelurahan Tlogomas Malang, yang dilaksanakan di rumah salah satu warga. Rangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain pemeriksaan tekanan darah, pemberian promosi kesehatan terakit hipertensi dan berbagai terapi komplementer, pelatihan terapi otot progresif, serta evaluasi kegiatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah lansia mengetahui dan memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer, serta dapat mampu melakukan terapi otot progresif di rumah secara mandiri. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu lansia mengikuti rangkaian kegiatan dengan sangat antusias, yang ditunjukkan dengan banyak pertanyaan yang diajukan saat kegiatan berlangsung dan terapi otot progresif dapat dilakukan lansia dengan sangat baik. 
PENINGKATAN PRODUKSI ULAT HONGKONG DI PETERNAK RAKYAT DESA PATIHAN , BLITAR MELALUI TEKNOLOGI MODIFIKASI RUANG MENGGUNAKAN EXHOUST DAN TERMOMETER DIGITAL OTOMATIS Farida Kusuma Astuti; Ahmad Iskandar; Eka Fitasari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.518 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i1.599

Abstract

Ulat hongkong (Tenebrio molitor L) merupakan bagian dari “aneka ternak” yang sangat mudah diterapkan bagi ibu rumah tangga baik sebagai mata pencaharaian utama maupun sampingan. Ulat hongkong merupakan komoditas yang digunakan sebagai makanan burung, ikan, reptile, pangan, dan sebagai bahan baku kosmetik. Dalam masa hidupnya, ulat hongkong melewati beberapa siklus yaitu telur, larva, kepompong (pupa), dan kepik / serangga. Bagi peternak ulat hongkong, 4 tahapan siklus ini harus dilakukan sendiri karena tidak ada pasar yang hanya menjual bibit berupa ulat muda maupun kepiknya saja. Kelembaban dan suhu merupakan masalah yang seringkali dialami oleh peternak ulat hongkong karena sangat berpengaruh pada siklus produksi terutama perubahan ulat dewasa menjadi kepik. Suhu dan kelembaban yang yang terlalu panas atau terlalu rendah akan menyebabkan pembentukan kepik dari ulat dewasa menjadi tidak serempak sehingga ulat yang lambat berkembang akan mengalami kematian akibat diinjak-injak atau dimakan oleh ulat yang sudah berubah menjadi kepik. Untuk mengatasi hal ini solusi yang dilakukan adalah (1) identifikasi masalah pokok yang mempengaruhi perkawinan ulat hongkong (2) Penjelasan mengenai siklus hidup ulat hongkong dan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya (3) Penerapan teknologi modifikasi ruangan perkawinan ulat hongkong melalui pemasangan exhaust dan pemasangan thermometer digital yang secara otomatis menyala sendiri sesuai suhu ideal ruangan perkawinan ulat (4) Pendampingan dan pelayanan konsultasi dilakukan selama seluruh kegiatan pengabdian yaitu 8 bulan penuh, yang meliputi terhadap semua kegiatan dan praktek hingga mengetahui dampak dari teknologi yang ditransfer bagi tingkat kematian kepik dan peningkatan produksi. Dari hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini disimpulkan bahwa penerapan teknologi melalui modifikasi ruangan menggunakan exhaust dan thermometer digital otomatis dapat menurunkan tingkat kematian kepik ulat hongkong sebesar 20%, peningkatan kuantitas ulat hongkong sebesar 16,7 % dan peningkatan pendapatan sebesar 70,9%.
Pengabdian Perbaikan Fasilitas Mesin Produksi Keripik Tempe di Panti Asuhan Bhakti Luhur Chandra Sundaygara; Dwi Wahyuningsih; Kurriawan Budi Pranata; Solikhan Solikhan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.84 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i1.1219

Abstract

Bhakti Luhur merupakan panti asuhan orang cacat tubuh, cacat bicara, dan down syndrome. Panti ini memiliki komitmen untuk meningkatkan ketrampilan berwirausaha bagi kaum disabilitas. Namun, hal itu terkendala oleh fasilitas panti asuhan yang mengandalkan donasi santunan yang bersifat sukarela. Sehingga tidak dapat dijadikan pengembangan fasilitas yang berkelanjutan. Meskipun demikian, keterbatasan fasilitas panti asuhan tidak menyurutkan semangat pengelola untuk melatih orang disabilitas menjadi wirausahawan yang mandiri. Salah satu minim fasilitas tersebut pada ketrampilan pembuatan camilan keripik tempe. Selama ini, keripik tempe di panti asuhan dibuat dengan cara tradisional. Tempe diiris tipis dengan pisau untuk menjadi keripik. Akibatnya bentuk irisan tidak homogen dan waktu produksi menjadi sangat lama. Teknologi yang ditransfer dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pengadaan alat perajang keripik tempe menggunakan metode pengiris semi otomatis. Mesin perajang yang diterapkan bersifat portable, safety bagi penyandang disabilitas serta dapat mempersingkat waktu produksi. Melalui metode pelaksanaan kegiatan ceramah, diskusi, demplot pendampingan dan demonstrasi mesin produksi telah didapatkan hasil kegiatan pengabdian ini meliputi (1) Peningkatan fasilitas (2) Peningkatan ketrampilan berwirausaha, (3) Mempersingkat waktu produksi (4) Bertambahnya wawasan Mitra pentingnya pengelolaan proses produksi yang safety bagi penyandang disabilitas. Kesimpulan sebelum dan sesudah dari kegiatan ini yaitu, meminimalisir kecelakaan kerja. Selain itu, waktu produksi menjadi singkat, sebelumnya butuh 2 jam sekarang menjadi 30 menit.
Pendampingan Lansia dengan Pendekatan Terapi Kombinasi Sugesti dan Spiritual Care Syaifurrahman Hidayat; Mujib Hannan; Elyk Dwi Mumpuningtias
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.3 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i2.1655

Abstract

Gangguan fisiologis pada lansia disebabkan karena kemampuan regenerasi jaringan yang menurun. Penatalaksanaan untuk gangguan tersebut melalui pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi berupa sugesti dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hipnoterapi dengan pemberian sugesti merupakan bentuk intervensi relaksasi melalui pemberian terapi spiritual care dengan melakukan dzikir. Pendekatan Terapi Kombinasi Sugesti dan Spiritual Care untuk memandirikan lansia diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dalam memenuhi aktivitas harian sehingga diharapkan pula terjadi peningkatan kualitas hidup lansia. Pemberian sugesti melalui hipnoterapi dapat digabungkan dengan menganjurkan kepada lansia untuk membaca dzikir sebagai bentuk intervensi relaksasi yang disebut dengan terapi spiritual. Dzikir merupakan bentuk kepasrahan diri makhluk kepada Allah SWT. Penatalaksanaan dzikir ini merupakan bentuk sikap memasrahkan diri menggunakan pengulangan kata sehingga menimbulkan respon rileks. Metode kegiatan berupa pemberian pemahaman lansia untuk menanggulangi gangguan karena proses degeratif pada lansia dengan pendekatan terapi kombinasi sugesti dan spiritual care. Tempat atau lokasi pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep, terlaksana pada bulan Mei-Juni 2019 dengan sasaran adalah kelompok lansia di desa tersebut. Seluruh rangkaian pegabdian kepada masyarakat mendapatkan respon baik dari peserta sehingga terjadi perubahan yang baik mengenai gangguan degeratif pada lansia di Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep.
Literasi Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Kesehatan Remaja Ilfa Khairina; Susmiati Susmiati; Nelwati Nelwati; Dally Rahman
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.529 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i1.2949

Abstract

Bonus demografi di Indonesia saat ini menjadi tantangan bagi dunia kesehatan di Indonesia. Dimana 16,81% dari populasi usia produktif adalah remaja sehingga perilaku kesehatan remaja menjadi penting untuk diperhatikan agar terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tujuan menghasilkan sumberdaya manusia yang berdaya saing dan memiliki kompetensi dalam mendapatkan pekerjaan. Kompetensi dan kemampuan berdaya saing bisa didapatkan oleh siswa yang sehat secara fisik dan psikologis. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu peningkatan perilaku kesehatan dalam kegiatan ini berupa promosi dan edukasi menggunakan media booklet bergambar yang disesuaikan dengan tumbuh kembang remaja. Literasi kesehatan merupakan salah satu metode untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada para siswi agar perilaku kesehatan dapat diimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku kesehatan mencakup sanitasi dan hygiene dan kesehatan reproduksi, kesehatan mental, diet sehat, penggunaan obat-obatan dan minuman beralkohol, merokok, serta aktivitas fisik. Untuk mengevaluasi kegiatan ini, dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan remaja mengenai perilaku kesehatan remaja dari tujuh aspek tersebut, sebelum dan sesudah program edukasi diberikan. Hasil pengabdian menunjukan 42 peserta literasi kesehatan yang terlibat dalam kegiatan ini, terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari keenam dimensi perilaku kesehatan remaja. Dengan meningkatkan derajat literasi kesehatan remaja diharapkan semakin meningkatkan kesadaran diri remaja untuk menjaga kesehatan, memiliki perilaku kesehatan yang positif agar meminimalkan resiko terhadap penyakit degeneratif, penyakit kronis, penyakit menular, dan permasalahan kesehatan jiwa yang berat.
Pendampingan Lansia Menuju Sehat Dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Nelyta Oktavianisya; Sugesti Aliftitah; Hosnu Inayati
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.636 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3485

Abstract

Usia lanjut adalah masa perkembangan yang  ditandai  dengan  menurunnya  sistem dalam tubuh yaitu  kondisi fisik,  mental dan sosial yang akan mempengaruhu kualitas hidupnya. Program yang dapat meningkatkam kesehatan lansia adalah memberikan aktifitas lansia agar selalu berbahagia, bersosialisasi dan berkarya atau produktif. Masalah yang ada di Desa Kebundadap Timur adalah kegiatan lansia di Desa Kebundadap Timur yang terlalu monoton sehingga mengganggu kesehatan lansia salah satunya dapat menimbulkan stress, dan dampaknya bisa menurunkan kualitas hidup lansia. Di Desa Kebundadap Timur sebanyak 75% lansia mengalami stress sedang, alasan stress disebabkan oleh kegiatan yang monoton sebanyak 80%. Solusi terhadap masalah itu adalah dilakukannya pemberdayaan lansia dalam sehat lansia dengan tanaman obat keluaraga (TOGA). Metode pada PKM ini yaitu sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan lansia dan tahap selanjutnya dilakukan pendampingan dalam menanam TOGA tersebut. Lansia juga diberikan modul untuk membantu mereka mengetahui manfaat TOGA yang mereka tanam. Kegiatan PKM dilakukan di Desa Kebundadap Timur pada bulan Februari-Agustus 2022. Hasil kegiatan pemberdayaan lansia ini berdampak baik yaitu terdapat 90% lansia yang tingkat stresnya ringan karena melakukan kegiatan menanam TOGA.

Page 5 of 30 | Total Record : 291