cover
Contact Name
Ilfa Khairina
Contact Email
japi@unitri.ac.id
Phone
+6281333369595
Journal Mail Official
japi@unitri.ac..id
Editorial Address
Unitri Press Jln. Telaga Warna Tlogomas Malang Jawa Timur Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25483463     DOI : (DOI) 10.33366.
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) mrupakan jurnal pengabdian masyarakat berkala 6 bulanan yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil pengabdian masyarakat Scope jurnal terdiri dari berbagai hasil penelitian yang sudah diterapkan pada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 291 Documents
Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Telor Asin Di Kelurahan Mojolangu Kota Malang Ahmad Mukoffi; Agustinus Soemardi Soebagio
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.012 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i2.1052

Abstract

Meningkatnya permintaan telur asin di pasaran dapat mendorong minat masyarakat Kecamatan Lowokwaru khususnya Kelurahan Mojolangu untuk mengembangkan usahanya. Untuk mengembangkan usahanya, usaha kecil dan menengah memiliki kendala dalam melakukan proses produksi. Permasalahannya adalah lamanya proses produksi telur asin yang disebabkan oleh pembuatan telur asin dan pencucian telur asin masih tradisional berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan konsumen. Selain permasalahan pada proses produksi usaha mikro kecil dan menengah, kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penyusunan laporan keuangan dan pembinaan strategi pemasaran. Inovasi pembuatan telur asin dan pencucian telur asin menggunakan mesin membantu usaha mikro kecil dan menengah untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara tepat waktu dengan jangka waktu proses pengasinan maksimal 3 hari dalam satu kali produksi. Alat pencucian telur asin yang diperlukan untuk membersihkan abu gosok yang menempel pada permukaan cangkang telur kurang lebih memerlukan waktu 5 sampai 10 menit dalam satu kali proses pencucian. Pelaksanaan pelatihan penyusunan laporan keuangan dan pembinaan strategi pemasaran membantu usaha mikro kecil dan menengah mengukur kinerja perusahaan
Optimalisasi Peran Kader dalam Prgram “Generasi Bebas Stunting” di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon Ika Arum Dewi Satiti; Waifti Amaliaia
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.151 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1489

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah anak tertinggi yang terjadi di Indonesia. Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Kondisi stunting menyebabkan kinerja pekerjaan fisik dan fungsi intelektual terganggu sehingga erat kaitannya dengan kejadian sakit dan gangguan tumbuh kembang. Orang tua berperan besar dalam pertumbuhan balita, namun mereka terkadang kurang dalam memeberikan asupan gizi dan memantau tumbuh kembang balita. Peran aktif kader kesehatan dalam masalah tumbuh kembang diharapkan dapat mengurangi masalah stunting pada balita. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan skrining dan pencegahan terhadap stunting. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana adalah meningkatkan peran fungsi kader Posyandu tentang pelatihan tentang metode skrining dan pencegahan stunting pada balita di Desa Bendosari melalui pelatihan dan pendampingan pemantauan tumbuh kembang oleh kader Posyandu. Rangkaian kegiatan ini dilakukan selama 2 bulan (Juni-Agustus 2019). Kegiatan ini mencapai hasil yakni meningkatnya keterampilan kader Posyandu tentang stunting; skrining, pencegahan, dan penanganannya. Meningkatnya pengetahuan orang tua tentang pemuhan gizi Balita. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan seperti buku panduan, leaflet, ATK, Timbangan berat badan, dan alat pengukur tinggi badan. Kader Posyandu juga melakukan skrining stunting dan memberikan penyuluhan pada orang tua balita secara kontinu.
Kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Rona Sari Mahaji Putri; Hilda Mazarina Devi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.224 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i2.2826

Abstract

Masih banyak didapatkan remaja yang kurang memperhatikan dirinya untuk berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS di masa pandemi Covid 19 seharusnya menjadi salah satu perilaku remaja yang digalakkan di masyarakat. Berbagai upaya sehat yang telah dilakukan masyarakat memberikan manfaat yang tidak bisa dianggap remeh bagi  kesehatan masyarakat. Rendahnya perilaku sehat masyarakat akan dikaitkan dengan meningkatkan kasus kesakitan dan kematian covid 19.Tujuan pengabdian masyarakat untuk membantu masyarakat mencegah , memutus penularan Covid-19  melalui PHBS. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui metode diskusi, dengan alat bantu berupa leaflet yang dikemas dalam bentuk kegiatan pendidikan kesehatan melalui media offline kepada remaja. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat adalah masyarakat mengetahui dan memahami pentingnya PHBS sebagai tindakan preventif penyebaran Covid.
RUMAH PANGAN LESTARI ORGANIK SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA Amir Hamzah; Sri Umi Lestari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.716 KB) | DOI: 10.33366/japi.v1i1.460

Abstract

Program ketahanan pangan di Indonesia mengisyaratkan tiga hal yaitu jumlahnya cukup, mutunya baik dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Seiring dengan tingginya permintaan bahan pangan yang bergizi baik merupakan sasaran akhir dari program pemerintah dibidang ketahanan pangan. Oleh karenanya pemantapan ketahanan pangan dapat dilakukan juga pada di tingkat rumah tangga. Salah satu program yang dianggap paling mudah dilakukan ditingkat rumah tangga adalah Rumah Pangan Lestari (RPL) namun lebih diarahkan pada produk yang bersifat organik. Kegiatan pertanian model ini selain bernilai ekonomi, juga berfungsi sosial, dan ekologi. Penggunaan ruang yang tersedia walaupun dalam luasan yang kecil akan mampu menyediakan pangan yang bernilai gizi dalam jumlah yang cukup. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja yang tergabung dalam PKK untuk pemanfaatan pekarangan sebagai usaha sampingan. Model kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan pendidikan dan pelatihan dan pendampingan kegiatan pembuatan Rumah Pangan Lestari (RPL) yang berorientasi organik. Hasil kegiatan ini memberikan dampak posistif terhadap perubahan perilaku masyarakat. Sampah rumah tangga yang semuala tidak dimanfaatkan dapat dijadikan sebagai pupuk organic. Lahan kosong disekitar rumah dan sepanjang kiri kanan jalan yang selama ini tidak dimanfaatkan, dapat dimanfaatkan sebagai kawasan yang menunjang ekonomi masyarakat. Pendapatan keluarga yang diperoleh masing-masing rumah tangga antara Rp. 200.000 – Rp. 400.000,- per bulan. Lingkungan yang dulu terkesan gersang kini berubah menjadi sejuk dan dan asri.
BUDIDAYA RUMPUT LAUT GRACILLARIA WRINGIN ANOM Kusriani Kusriani; Supriatna Supriatna; Putut Widjanarko
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.798 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i1.772

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah disseminasi teknologi budidaya rumput laut Gracillaria pada kelompok tani rumput laut Gracillaria di Desa Tanjung Pecinan dan Desa Wringin Anom. Penerapan teknologi budidaya rumput laut gracillaria diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para pembudidaya rumput laut gracillaria. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu melibatkan masyarakat dalam kegiatan. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi (penyuluhan), pelatihan, pilot project (demplot), monitoring dan evaluasi keberhasilan program. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan ada perubahan pola fikir dalam cara budidaya rumput laut Gracillaria. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan pola fikir budidaya rumput laut Gracillaria yang ditunjukkan dengan hasil panen rumput laut meningkat dari segi kuantitas maupun kualitas.
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui Usaha Keripik Pisang di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Malang Yuyun Yuniati Yuniati; Melany Melany; Kestrilia Rega Prilianti; Rokiy Alfanaar
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.963 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1794

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing daerah adalah melalui peningkatan nilai ekonomi produk lokal. Pemanfaatan potensi berupa sumber daya alam secara optimal akan memberikan dampak dalam memacu roda perekonomian di daerah tersebut. Desa Tegalweru yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur kaya akan sumber alam seperti cabe, buah tomat, jeruk, dan pisang. Saat panen raya tiba, masyarakat telah memiliki tradisi untuk memanfaatkan dan mengolah hasil buminya sehingga bernilai jual lebih tinggi. Salah satu usaha yang saat ini dikembangkan adalah keripik pisang. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendanaan Ma Chung Abdimas Grant (MAG), tim pengabdi memilih kelompok pembuat keripik pisang ini sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat skim IbDM (Ipteks Bagi Desa Mitra). Dalam waktu delapan bulan tim bekerja untuk meningkatkan daya saing produk hasil keripik pisang melalui perbaikan kualitas produk, pengurusan ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan strategi promosi.
Prospek Nilai Tambah Usaha Enting Jahe dan Enting Kacang Eri Yusnita Arvianti; Erwin Ismu Wisnubroto; Herdiana Anggrasari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.446 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2322

Abstract

Dusun Kungkuk, Punten Batu. Desa Punten merupakan salah satu desa yang terkenal dengan pertanian apel. Dengan kondisi cuaca yang dingin, membuat apel tumbuh subur di daerah tersebut dan sebagai salah satu mata pencaharian warga dusun Kungkuk. Pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 terjadi penurunan produksi komoditas apel yang membawa dampak sosial. Kemudian muncullah kelompok usaha Srikandi dengan olahan produk non-apel berupa enting yaitu enting jahe dan enting kacang. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui prospek nilai tambah enting jahe dan enting kacang. Hasil analisi nilai tambah menunjukkan bahwa prospek nilai tamabah enting jahe dan enting kacang tanah sangat baik dengan rasio nilai tambah sebesar 96,82% pada enting jahe dan 92% pada enting kacang. Hal tersebut menunjukkan bahwa usaha enting memiliki peluang yang sangat baik dimasa mendatang untuk memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar Desa Kungkuk, Punten Batu.
Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pemanfaatan Material Daur Ulang Botol Bekas Untuk Pembuatan Tanaman Hias Dengan Media Vertikal Garden Pada Masa New Normal Covid-19 Debora Budiyono; Hendra Kurniawan; Astri Sumiati; Rona Sari Mahaji Putri; Sri Andika Putri
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.946 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i1.3580

Abstract

Pada masa new normal Covid-19 memberikan banyak dampak seperti batasan kegiatan di luar dan kondisi ini berdampak pada masyarakat Indonesia sehingga kurang aktif dan kreatif serta secara kesehatan (psikologis) telah merasa bosan dengan rutinitas sama yang diam di rumah saja. Salah satu kelompok masyarakat yang mengalami mati suri yaitu kelompok ibu PKK Perumahan Landungsari, Kabupaten Malang. Potensi yang dapat dikembangkan yaitu keinginan kelompok ibu PKK Perumahan Landungsari, Kabupaten Malang untuk dapat beraktivitas dengan memanfaatkan sisa limbah keluarga yang cukup banyak di rumah masing-masing seperti seperti botol  bekas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah membantu kelompok para ibu PKK Perumahan Landungsari memanfaatkan limbah botol bekas  untuk pembuatan tanaman hias vertikal garden pada masa new normal Covid-19. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masayarakat yaitu pelatihan sedangkan untuk implementasikan solusi yang telah dilaksanakan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan bahwa ibu PKK Perumahan Landungsari sangat antusias belajar terkait pembuatan tanaman hias vertical garden dengan menggunakan botol bekas. Sedangkan tingkat keberhasilan pembuatan vertical garden yang telah dilakukan berhasil sebanyak 90% dengan indikator tanaman hias dapat hidup dengan baik. Selain itu warga perumahan Landungsari memiliki vertical garden yang fungsional dan estetika pada masing-masing rumah tempat tinggal.
STUDI TEKNOLOGI PAKAN PADA USAHA TERNAK PUYUH PETELUR Riyanto Djoko; Eka Fitasari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.019 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i1.613

Abstract

Studi teknologi pakan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan bantuan kepada peternak agar dapat meningkatkan keuntungan usaha ternak puyuh, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Bantuan yang diberikan berupa mesin pembuat pelet, agar peternak mampu membuat pakan sendiri dengan komposisi campuran bahan pakan yang kandungan nutrisi dan bentuknya sesuai dengan kebutuhan ternak puyuh. Dengan kemampuan membuat pakan sendiri, diharapkan akan dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk pembelian makan. Untuk lebih mendukung keberhasilan usaha ternak puyuh yang dilakukan diberikan juga bantuan sangkar dan bibit puyuh. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni : a) Menginventarisasi jenis bahan pakan ternak terutama puyuh yang tersedia di daerah. Dari jenis bahan pakan yang diketemukan kemudian ditelusuri kandungan nutrisinya melalui penelusuran pustaka. Kalau tidak diketemukan, untuk mengetahui kandungan nutrisi bahan pakan maka perlu dilakukan analisa laboratorium. b). Jenis bahan pakan yang terpilih kemudian disusun komposisinya berdasarkan kandungan nutrisinya, sehingga diperoleh komposisi ransum yang sesuai dengan kebutuhan pakan puyuh petelur. c) Ransum pakan yang berasal dari campuran beberapa jenis bahan pakan diolah dalam mesin pembuat pelet, sehingga ketika keluar dari mesin sudah berbentuk pelet dan pakan ini siap diberikan sebagai pakan puyuh. Hasil dari kegiatan ini adalah : a) Peternak mampu menysusun pakan ternak puyuh dalam bentuk pelet, sehingga disukai oleh puyuh. b) Peternak mampu memanfaatkan bahan pakan yang tersedia di masing-masing daerah, sehingga dapat menekan biaya pengeluaran untuk pakan, karena bahan pakan yang tersedia di daerah harganya relatif lebih murah. c) Peternak mampu menyusun komposisi pakan puyuh sendiri berdasarkan kandungan nutrisi dari bahan pakan yang tersedia di daerah. d) Pemanfaatan sangkar dengan model telur diambil di dalam sangkar diantara kerumunan puyuh menyebabkan puyuh tidak mudah stres. Dan pemakaian tempat minum model Nipple P1 Artupic dapat memenuhi kebutuhan minum puyuh dengan baik.
PELATIHAN HOME CARE PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI RT 34 RW 14 DUSUN GADUNGAN DESA KARANGANYAR KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Patemah Patemah Patemah; Nicky Danur Jayanti; Senditya Indah Mayasari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.199 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i2.1578

Abstract

Home care adalah pelayanan diberikan di rumah dengan melibatkan pasien dan keluarganya atau pemberi pelayanan yang lain. Layanan di rumah dalam wujud home care bisa dilakukan pada perawatan tali pusat bayi baru lahir setelah pulang di Rumah sakit, Rumah bersalin tau dari Bidan Praktek mandiri. Tali pusat merupakan penghubung antara plasenta dan bayi yaitu pada saat bayi masih di dalam rahim. Pemotongan tali pusat meninggalkan sisa yang harus dirawat setiap hari dengan benar, sampai akhirnya tali pusat lepas, yang meninggalkan tunggul tali pusat yang disebut pusar/udhel. Perawatan tali pusat yang terbaru tidak menggunakan alkohol maupun bethadin solution, namun cukup menggunakan kassa steril. Perawatan tali pusat prinsipnya adalah bersih dan kering sebagai perawatan terbaik dan melalui penelitian terbukti dapat mempercepat lepasnya tali pusat. Lepasnya ujung tali pusat berkisar 7-10 hari setelah bayi lahir, bisa juga 15-18 hari bahkan bisa lebih. Cukup mudah dan sederhana dalam perawatan tali pusat, akan tetapi apabila tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan infeksi yang serius pada bayi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu kader Posyandu, ibu nifas dalam memberikan perawatan tali pusat pada bayi dirumah. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana adalah meningkatkan peran dan fungsi kader Posyandu dan ibu nifas melalui pelatihan tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir. Pendampingan pada kader Posyandu selama proses pelaksanaan kegiatan. Monitoring dan evaluasi oleh bidan pelaksana terhadap kader dalam pemantauan perwatan talipusat bayi baru lahir. Rangkaian kegiatan ini dilakukan selama 3 bulan (Juli-September 2018). Kegiatan ini mencapai hasil yakni terbentuknya kelompok kader Home Care Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir” di RT 34 RW 14 Dukuh Gadungan Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan seperti buku panduan, alat alat dan bahan perawatan perawatan tali pusat, lembar perawatan tali pusat.

Page 6 of 30 | Total Record : 291