cover
Contact Name
Tuti Meihartati
Contact Email
tuti@stikeswhs.ac.id
Phone
+6282148691336
Journal Mail Official
tuti@stikeswhs.ac.id
Editorial Address
Jl. Kadrie Oening Gang Monalisa No.77, Air Hitam, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan
ISSN : 25414615     EISSN : 2654945X     DOI : https://doi.org/10.35728/jmkik
Core Subject : Health,
Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan, provides a forum for publishing Development of Scientific-Based Research and Publication of Manuscripts in Reputable National and International Journals. Scientific articles dealing with the following topics in Nursing, Midwifery, medical laboratory technology
Articles 206 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dan Durasi Tidur Dengan Status Gizi Pada Remaja di SMP negeri 2 Samarinda abbas, zein qorie amanda; Astutik, Widya; Hartati, Dwi; Norhapifah, Hestri
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1599

Abstract

Latar Belakang : Masalah status gizi merupakan masalah kesehatan yang kerap terjadi pada setiap usia salah satunya pada remaja. Di Indonesia sendiri saat ini terdapat sekitar seperempat remaja mengalami stunting atau pendek, 9% remaja memiliki indeks masa tubuh rendah atau kurus, sedangkan 16% remaja lainnya mengalami berat badan berlebih dan obesitas. Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami masalah status gizi, salah satu faktor penyebab tidak langsung terjadinya masalah status gizi remaja yaitu faktor aktivitas fisik dan durasi tidur. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan durasi tidur dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 2 Samarinda Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data aktivitas fisik diambil dengan kuesioner PAL (Physical Activity Level), durasi tidur dengan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Indeks), dan status gizi dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Jumlah responden sebanyak 88 remaja SMP dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment.  Hasil : Sebagian besar aktivitas fisik berkategori ringan (46,6%), dengan durasi tidur sebagian besar diperoleh kategori cukup (56,8%), dan sebagian besar memiliki status gizi kategori normal (69,3%). Dari hasil analisis Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan status gizi sebesar 0,038 (ρ<0,05), dan tidak ada korelasi antara durasi tidur dengan status gizi sebesar 0,147 (ρ>0,05), Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja dengan p-value (0,038). Dalam hal ini perlu diadakan sosialisasi tentang pentingnya tidur dengan durasi waktu yang cukup dan melakukan aktivitas fisik sebagaimana anak usia sekolah. Kata Kunci : Status gizi, Aktivitas fisik, Durasi tidur, Remaja      1Mahasiswa Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 2Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 3Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 4Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMK KESEHATAN SAMARINDA Linda Ayu Puspita Sari; Astutik, Widya; Norhapifah, Hestri; Puspitasari, Dwi Ida
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1602

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah individu yang sedang mengalami pubertas, yaitu proses peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Salah satu tanda pubertas pada wanita ialah terjadinya menstruasi. siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan anemia dan jantung koroner. Salah satu penyebab tidak teraturan menstruasi ialah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang aman dilakukan untuk memicu siklus menstruasi mejadi teratur yaitu olahraga seperti jalan kaki, bersepeda, jogging, dan membersihkan rumah, aktivitas tersebut akan memperlancar aliran darah dan dapat memperlancar haid. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMK Kesehatan Samarinda tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini ialah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling bisa dilakukan dengan memastikan bahwa setiap individu yang memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam populasi memiliki peluang yang setara untuk dipilih sebagai sampel. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 57 Siswi SMK Kesehatan Samarinda. Hasil : Uji statistik penelitan ini menggunakan Spearman rho dan mendapatkan hasil p-value = 0,630 (p>0,05) degan nilai kekuatan 0,650 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Kesehatan Samarinda. Kesimpulan Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan spearman rho mendapatkan hasil bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri SMK Kesehatan Samarinda khususnya kelas. Kata kunci : Remaja, Aktivitas Fisik, Siklus Menstruasi
Karakteristik Perlukaan Akibat Kekerasan Tumpul Dan Kekerasan Tajam Pada Kasus Kematian Di Instalasi Forensik Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2019-2022 Vinna Dwi Hapsari; Nugroho, Hary; Putro, Heryadi Bawono
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1642

Abstract

Samarinda, the capital of East Kalimantan, has the highest incidence of crimes against life, as reported by the Central Bureau of Statistics. This study seeks to delineate the attributes of blunt force and sharp force injuries in mortality cases at the forensic unit of Abdoel Wahab Sjahranie Regional Public Hospital, Samarinda, from 2019 to 2022, utilizing data from VeR reports. This is a retrospective descriptive study employing a total sampling technique, comprising 94 samples. Findings indicate that blunt force injuries accounted for the majority of fatalities. In blunt force cases, the majority were adults aged 26-45 years, predominantly male, with lacerations, primarily situated on the head and face. In cases of sharp force injuries, all victims were adults aged 26 to 45 years, comprising both males and females, and exhibited chop wounds, predominantly located on the head, face, neck, chest, and back. The majority of victims in incidents of death resulting from blunt and sharp force trauma were adult males aged 26-45 years, comprising of the total, with all victims being male. Lacerations constituted the predominant injury type, predominantly situated on the head and face. The study concludes that the predominant cases involved blunt force trauma, leading to wounds of the head and face, with male victims in the adult demographic being the most impacted. Keywords: Death cases, blunt force injuries, sharp force injuries
Gambaran Karakteristik Pasien HIV/AIDS yang Mendapat Terapi Antiretroviral (ARV) di Puskesmas Kota Samarinda pada Tahun 2020-2023 Frisky Kandenapa, Gabriel; Iskandar, Abdillah; Kartini, Agnes
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1897

Abstract

HIV/AIDS remains a global health issue, particularly in regions with high-risk key populations. Samarinda City is noted as one of the areas with a significant burden of HIV/AIDS cases in East Kalimantan. This study aims to describe the characteristics of HIV/AIDS patients receiving antiretroviral therapy (ART) at five primary health centers (Puskesmas) in Samarinda from 2020 to 2023. This descriptive retrospective study included a total sample of 493 patients whose data were obtained from computer-based medical records. The variables analyzed included age, gender, domicile, education, marital status, transmission risk factors, types of ART regimen, and ART side effects.Most patients were aged 20–29 years (50.9%), male (77.9%) and (77.5%) reported male-to-male sexual contact (MSM) as the primary transmission risk factor. A total of (89.9%) resided in Samarinda, the most commonly used ART regimen was TDF + FTC + EFV (97.6%) and the majority of patients (99.4%) experienced no side effects. However, data on education and marital status were largely incomplete. HIV/AIDS patients receiving ART in Samarinda were predominantly young males, with MSM identified as the primary risk group.
HUBUNGAN ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI MASA KANAK DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN Kurniawana, Viona Precillia; Isnuwardana, Ronny; Ramadhanny, Candra
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1912

Abstract

Depresi menjadi salah satu permasalahan kesehatan mental. Depresi merupakan suatu keadaan abnormal yang mengganggu kemampuan individu dalam menyesuaikan dirinya dengan situasi atau peristiwa yang sedang terjadi, sehingga akan berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, psikologis dan sosialnya. Penelitian dilakukan di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sosial ekonomi masa kanak meliputi kesehatan, tempat tinggal dengan tingkat depresi. Desain penelitian menggunakan metode analitik observational pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian dengan cara Consecutive sampling dengan jumlah sampel 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil uji analisis korelasi spearman kondisi kesehatan masa kanak dengan tingkat depresi didapatkan hubungan yang signifikan (p-value 0,002). Sementara itu, hasil uji analisis variabel lain seperti tidak masuk sekolah, terbaring dirumah sebulan atau lebih, menderita penyakit, mengalami kelaparan, jumlah ruangan, status pernikahan orang tua, tinggal bersama ibu, ayah atau nenek/kakek tidak didapatkan hubungan yang signifikan nilai (p-value >0,05). Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kesehatan masa kanak dengan tingkat depresi dan tidak terdapat hubungan dari variabel-variabel sosial ekonomi dengan tingkat depresi.
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA IBU DENGAN ANAK DOWN SYNDROME DOWN DI POTADS KOTA SAMARINDA Paulorenza, Stevy; Abdullah, Yenny; Fitriany, Evi
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1913

Abstract

Down Syndrome (DS) merupakan kelainan genetik akibat non-disjunction kromosom 21 atau trisomi 21, yang berdampak pada retardasi mental. Ibu memiliki peran utama dalam merawat, membimbing, dan mengawasi anak dengan DS setiap harinya, sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis ibu dan berisiko menyebabkan depresi. Depresi merupakan gangguan mood yang ditandai dengan kehilangan energi dan minat, perasaan bersalah, kesulitan berkonsentrasi, penurunan nafsu makan, serta munculnya pikiran tentang kematian atau bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat depresi pada ibu dengan anak DS di POTADS Kota Samarinda berdasarkan usia ibu, pendidikan terakhir, pekerjaan, jumlah anak, status pernikahan, dan usia anak dengan DS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) yang terdiri dari 50 responden dengan menggunakan metode total sampling, pada responden yang menjadi anggota yayasan POTADS Kota Saamarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 44-60 tahun (54,%), berpendidikan SMA (48%), berstatus menikah (86%), bekerja sebagai IRT (84%), memiliki 2-5 anak (76%), dan memiliki anak dengan DS berusia 10–18 tahun (40%). Mayoritas responden berada dalam kategori minimal depresi (86%) dan sebanyak 7 ibu dengan gangguan depresi.Tingkat ringan (6%), sedang (4%) dan berat (4%).