cover
Contact Name
Edith Prasetiadi
Contact Email
jurnal.economina@gmail.com
Phone
+6287739663809
Journal Mail Official
jurnal.economina@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram Jl. Tawak-Tawak Karang Sukun, Mataram e-mail: jurnal.economina@gmail.com or economina@45mataram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL ECONOMINA
ISSN : 29631181     EISSN : 29631181     DOI : https://doi.org/10.55681/economina
Core Subject : Economy,
JURNAL ECONOMINA (JE) is a peer-reviewed journal which publishes original research papers. ECONOMINA has been published since 2022. It is currently published every month a year with e-ISSN: 2963-1181. The Digital Object Identifier (DOI) is assigned to each published article and the journal is indexed by Crossref, GARUDA, Neliti.Com, Dimensions and Google Scholar. Areas of research include, but are not limited to Global Business, Transition Issues, Economic Growth and Development, Economics of Organizations and Industries, Finance and Investment, Strategic Management, Human Resources, Marketing, Innovations, Public Administration and Accountancy.
Articles 153 Documents
Digitalisasi Pembayaran: Peran E-Wallet dan Fintech pada Ekonomi Digital Rahmatullah, Rahmatullah
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i6.1560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran digitalisasi pembayaran melalui penggunaan e-wallet dan fintech dalam mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia dengan pendekatan kualitatif. Transformasi sistem pembayaran berbasis teknologi telah menciptakan perubahan signifikan dalam perilaku konsumen, efisiensi transaksi, serta strategi bisnis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman pengguna, pelaku usaha, dan penyedia layanan fintech terkait bagaimana e-wallet mampu meningkatkan inklusi keuangan, memperluas akses layanan perbankan digital, serta mendorong literasi keuangan di berbagai lapisan masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengguna aktif e-wallet, pelaku UMKM, serta analisis dokumen kebijakan terkait regulasi fintech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-wallet tidak hanya memfasilitasi transaksi yang cepat, aman, dan efisien, tetapi juga berperan dalam meningkatkan daya saing bisnis kecil melalui kemudahan pembayaran digital. Di sisi lain, muncul tantangan berupa perlindungan data pribadi, regulasi keamanan transaksi, dan kesenjangan literasi digital yang masih terjadi di sebagian masyarakat. Temuan ini memberikan implikasi bahwa kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan fintech, serta sektor pendidikan menjadi penting untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital yang berkelanjutan. Dengan demikian, digitalisasi pembayaran melalui e-wallet dan fintech tidak hanya menjadi instrumen teknis, tetapi juga strategi fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
Peran Dana Desa Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Di Pedesaan Hidayatullah, Rahmat; Putra, Pratama
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i6.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dana Desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah pedesaan. Dana Desa sebagai salah satu instrumen kebijakan pemerintah diharapkan mampu memberikan stimulus terhadap pembangunan ekonomi lokal dengan mengoptimalkan potensi dan kreativitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen resmi terkait pemanfaatan Dana Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Desa memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal, seperti kerajinan tangan, kuliner, seni budaya, dan pariwisata desa. Dukungan berupa pelatihan, akses permodalan, serta pembangunan infrastruktur turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di pedesaan. Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala, antara lain keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya manajemen usaha, dan masih rendahnya akses pemasaran produk ke tingkat yang lebih luas. Dengan demikian, peran Dana Desa tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga strategis dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas aparatur desa, pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha, serta integrasi dengan teknologi digital untuk memperluas pasar. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Analisis Tren Marketplace Dan Dampaknya Terhadap Umkm Lokal Syahputra, Riski
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i6.1562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi dan strategi pengelolaan berbasis komunitas dalam meningkatkan kemandirian ekonomi lokal di era digital. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya perubahan struktur ekonomi masyarakat pedesaan yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi, sehingga menuntut adanya transformasi model bisnis yang lebih adaptif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali pengalaman masyarakat, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta aparat desa dalam mengelola potensi lokal agar memiliki daya saing yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi kreatif berbasis desa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dukungan kelembagaan, kolaborasi antaraktor, serta akses teknologi digital yang memungkinkan perluasan jaringan pemasaran produk lokal. Selain itu, keterlibatan masyarakat secara partisipatif dalam perencanaan dan pelaksanaan program terbukti mampu memperkuat rasa memiliki sekaligus meningkatkan keberlanjutan kegiatan ekonomi desa. Penelitian ini juga menemukan bahwa optimalisasi dana desa dapat diarahkan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur digital, serta penciptaan ekosistem usaha kreatif yang inklusif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat yang tidak hanya mengedepankan pertumbuhan, tetapi juga kemandirian dan keberlanjutan.
Strategi Pemanfaatan Dana Desa Untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal Adriani, Fitri
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemanfaatan dana desa dalam penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Dana desa yang digulirkan pemerintah merupakan instrumen fiskal yang penting dalam pembangunan pedesaan, sehingga pemanfaatannya perlu diarahkan secara strategis agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji bagaimana pemerintah desa merumuskan program, melibatkan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan budaya lokal untuk menciptakan produk-produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang dapat dilakukan meliputi: (1) pemetaan potensi desa secara partisipatif untuk mengidentifikasi peluang usaha kreatif; (2) pengalokasian dana desa secara proporsional terhadap program pemberdayaan ekonomi kreatif; (3) penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran; dan (4) pembangunan jejaring kemitraan dengan pihak swasta, komunitas, maupun lembaga terkait guna memperluas akses pasar. Strategi ini terbukti mampu mendorong tumbuhnya unit-unit usaha kreatif berbasis potensi lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas, hingga pariwisata berbasis budaya yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan dana desa yang terarah pada sektor ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan kemandirian desa, tetapi juga memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing wilayah dalam konteks pembangunan nasional.
Model Pengelolaan Dana Desa Dalam Mendukung Ekonomi Kreatif Dan Umkm Desa Saputra, Anhar
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengelolaan dana desa dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa. Dana desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, sehingga diperlukan strategi pengelolaan yang tepat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemerintah desa mengalokasikan, mengelola, serta memanfaatkan dana desa untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang mampu memperkuat daya saing UMKM desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa yang berbasis partisipasi masyarakat, inovasi program, serta sinergi dengan stakeholder lokal mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi desa. Selain itu, dana desa terbukti dapat menjadi stimulus dalam pembiayaan kegiatan usaha kreatif, pelatihan kewirausahaan, serta pengembangan infrastruktur pendukung UMKM, seperti akses pasar digital dan sarana produksi. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa rendahnya kapasitas manajerial aparatur desa, keterbatasan literasi keuangan masyarakat, dan kurang optimalnya monitoring evaluasi yang menghambat keberlanjutan program. Oleh karena itu, diperlukan model pengelolaan dana desa yang adaptif, berbasis kolaborasi, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat agar UMKM desa dapat tumbuh secara berkesinambungan dan menjadi pilar pembangunan ekonomi lokal.
Inovasi Pemanfaatan Dana Desa Untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Mahendra, Putra
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan dana desa dalam mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di wilayah pedesaan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya dana desa sebagai instrumen fiskal yang tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen desa terkait penggunaan dana desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi dana desa yang diarahkan pada program pelatihan keterampilan, pemberian modal usaha, dan pendampingan manajemen usaha mampu mendorong pertumbuhan unit usaha baru di desa serta memperkuat daya saing UMKM lokal. Selain itu, adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan ekonomi kreatif menciptakan rasa memiliki yang tinggi terhadap pembangunan desa. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola usaha secara profesional serta kurangnya jaringan pemasaran produk. Oleh karena itu, diperlukan strategi berkelanjutan berupa sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif mengenai penggunaan dana desa dalam rangka pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Transformasi Ekonomi Desa Melalui Pemanfaatan Dana Desa Pada Sektor Ekonomi Kreatif Khotimah, Khusnul
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1566

Abstract

Transformasi ekonomi desa merupakan salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah. Dana desa tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Sektor ekonomi kreatif dipandang mampu mendorong kemandirian desa karena melibatkan potensi sumber daya manusia, kearifan lokal, serta inovasi masyarakat dalam menciptakan produk dan jasa bernilai tambah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan dana desa dapat mengakselerasi transformasi ekonomi desa melalui pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan penguatan kelembagaan ekonomi desa. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa dana desa berkontribusi signifikan terhadap terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan daya saing produk lokal. Selain itu, pemanfaatan dana desa pada sektor ekonomi kreatif juga mampu memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi digital dan jaringan kemitraan. Namun demikian, tantangan masih ditemui, terutama terkait rendahnya kapasitas manajerial pelaku usaha, keterbatasan inovasi, serta ketergantungan pada dukungan pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan usaha, serta integrasi kebijakan pemerintah desa dengan program pemberdayaan masyarakat. Kesimpulannya, pemanfaatan dana desa pada sektor ekonomi kreatif menjadi katalis penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Studi Fenomenologi Terhadap Peran Akuntan Dalam Membangun Etika Profesi Sari, Mita
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL ECONOMINA, Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i7.1567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran akuntan dalam membangun dan menjaga etika profesi melalui pendekatan fenomenologi. Etika profesi merupakan landasan utama dalam praktik akuntansi, karena akuntan tidak hanya berfungsi sebagai penyaji informasi keuangan, tetapi juga sebagai penjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap profesi. Fenomenologi dipilih sebagai pendekatan karena mampu mengungkap makna subjektif dari pengalaman akuntan dalam menghadapi dilema etis, tekanan eksternal, maupun tuntutan profesional yang sering kali bertentangan dengan nilai moral. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah akuntan yang bekerja di berbagai sektor, seperti akuntan publik, akuntan manajemen, dan akuntan pemerintah, kemudian dianalisis untuk menemukan esensi pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntan memandang etika profesi sebagai bagian integral dari identitas profesional, yang dibentuk melalui pendidikan, kode etik organisasi profesi, serta pengalaman praktik di lapangan. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah tekanan dari atasan, klien, dan kondisi bisnis yang menuntut kompromi terhadap prinsip etis. Namun demikian, akuntan yang memiliki kesadaran etis yang kuat cenderung mampu menolak intervensi yang berpotensi merugikan integritas profesi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan etika sejak awal, peran organisasi profesi dalam pengawasan, serta dukungan regulasi untuk memastikan akuntan tetap berpegang pada prinsip kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab sosial dalam setiap praktiknya.
Makna Akuntabilitas Publik: Studi Kualitatif Pada Pemerintah Daerah Wardan, Wardan
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i8.1568

Abstract

Penelitian ini membahas makna akuntabilitas publik dalam konteks pemerintahan daerah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian berfokus pada bagaimana akuntabilitas dipahami, diimplementasikan, serta dimaknai oleh aktor-aktor birokrasi dan masyarakat dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan. Akuntabilitas publik tidak hanya dipersepsikan sebatas kewajiban administratif untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban, tetapi juga mencakup dimensi moral, etis, dan sosial yang menekankan transparansi, keterbukaan informasi, serta partisipasi publik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumen resmi, kemudian dianalisis dengan pendekatan interpretatif untuk mengungkap pemaknaan subjektif dari para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas publik dalam praktik pemerintahan daerah sering dipengaruhi oleh budaya birokrasi, kepentingan politik, serta tingkat literasi masyarakat terkait hak-hak mereka dalam memperoleh informasi dan berpartisipasi. Akuntabilitas yang ideal dipandang bukan hanya soal pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai upaya membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemaknaan akuntabilitas publik perlu dipahami secara komprehensif, mencakup aspek prosedural maupun substantif, agar mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi literatur tentang governance, serta menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat mekanisme akuntabilitas yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga mampu meningkatkan legitimasi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Eksplorasi Nilai-Nilai Budaya Dalam Praktik Akuntansi: Perspektif Etnografi Maulana, Maulana
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i8.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya yang memengaruhi praktik akuntansi dengan menggunakan pendekatan etnografi, yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap interaksi sosial, simbol, dan makna yang terinternalisasi dalam kehidupan organisasi. Praktik akuntansi tidak dapat dipandang hanya sebagai proses teknis, melainkan sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh sistem nilai, norma, serta tradisi lokal yang membentuk perilaku individu maupun kolektif. Melalui pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen, penelitian ini mengungkap bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap otoritas memiliki peran signifikan dalam menentukan bagaimana akuntansi dipraktikkan dalam konteks organisasi tertentu. Temuan menunjukkan bahwa akuntansi berfungsi tidak hanya sebagai alat pengendalian dan pelaporan keuangan, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga harmoni sosial, membangun kepercayaan, serta memperkuat legitimasi organisasi di mata masyarakat. Pendekatan etnografi memungkinkan peneliti untuk menangkap dinamika yang sering terabaikan dalam penelitian kuantitatif, terutama terkait makna simbolik yang melekat pada praktik akuntansi di lapangan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi dengan menawarkan perspektif alternatif yang lebih humanis dan kontekstual, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pengembangan sistem akuntansi yang selaras dengan budaya lokal. Dengan demikian, studi ini menegaskan pentingnya pemahaman lintas disiplin antara akuntansi dan antropologi untuk memperkaya analisis praktik akuntansi di berbagai konteks budaya.