cover
Contact Name
Edith Prasetiadi
Contact Email
jurnal.economina@gmail.com
Phone
+6287739663809
Journal Mail Official
jurnal.economina@gmail.com
Editorial Address
LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram Jl. Tawak-Tawak Karang Sukun, Mataram e-mail: jurnal.economina@gmail.com or economina@45mataram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL ECONOMINA
ISSN : 29631181     EISSN : 29631181     DOI : https://doi.org/10.55681/economina
Core Subject : Economy,
JURNAL ECONOMINA (JE) is a peer-reviewed journal which publishes original research papers. ECONOMINA has been published since 2022. It is currently published every month a year with e-ISSN: 2963-1181. The Digital Object Identifier (DOI) is assigned to each published article and the journal is indexed by Crossref, GARUDA, Neliti.Com, Dimensions and Google Scholar. Areas of research include, but are not limited to Global Business, Transition Issues, Economic Growth and Development, Economics of Organizations and Industries, Finance and Investment, Strategic Management, Human Resources, Marketing, Innovations, Public Administration and Accountancy.
Articles 153 Documents
Makna Manajemen Waktu Bagi Produktivitas Karyawan Di UMKM Awaludin, Awaludin
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL ECONOMINA, Fabuari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i2.1529

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat produktivitas karyawan, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sering menghadapi keterbatasan sumber daya, baik dari segi tenaga kerja maupun modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna manajemen waktu bagi produktivitas karyawan di UMKM dengan menyoroti bagaimana pemanfaatan waktu secara efektif dapat memengaruhi kinerja, efisiensi, dan pencapaian target usaha. Dalam praktiknya, karyawan UMKM dituntut untuk mampu menyeimbangkan berbagai tugas yang beragam dalam waktu yang terbatas, sehingga kemampuan mengatur prioritas, menetapkan jadwal kerja, serta meminimalisasi aktivitas yang tidak produktif menjadi kunci utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa karyawan yang mampu menerapkan manajemen waktu dengan baik cenderung memiliki tingkat disiplin yang lebih tinggi, beban kerja yang lebih terorganisir, serta motivasi kerja yang lebih konsisten. Sebaliknya, kurangnya kesadaran dalam mengelola waktu seringkali menimbulkan penundaan pekerjaan, menurunkan kualitas output, serta menghambat pencapaian tujuan UMKM secara keseluruhan. Oleh karena itu, makna manajemen waktu tidak hanya sebatas keterampilan teknis, tetapi juga mencakup nilai strategis dalam membangun budaya kerja yang efektif, meningkatkan kepuasan kerja, serta memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Dengan demikian, pemahaman dan implementasi manajemen waktu menjadi fondasi penting dalam menciptakan produktivitas karyawan yang berkelanjutan di UMKM.
Eksplorasi Strategi Manajemen Konflik Dalam Tim Kerja Yusrizal, Yusrizal
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL ECONOMINA, Fabuari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i2.1530

Abstract

Penelitian ini membahas eksplorasi strategi manajemen konflik dalam tim kerja yang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efektivitas organisasi. Konflik dalam tim merupakan hal yang tidak terhindarkan karena adanya perbedaan latar belakang, kepentingan, gaya komunikasi, maupun tujuan individu yang terkadang tidak sejalan dengan tujuan kelompok. Oleh karena itu, manajemen konflik menjadi kunci untuk memastikan perbedaan tersebut dapat diolah menjadi kekuatan yang mendorong kolaborasi, kreativitas, serta inovasi. Penelitian ini menekankan pada berbagai strategi yang dapat digunakan, seperti kolaborasi, kompromi, akomodasi, dominasi, hingga penghindaran, yang masing-masing memiliki relevansi sesuai dengan konteks konflik yang dihadapi. Strategi kolaborasi sering dianggap paling efektif karena berorientasi pada pencarian solusi win-win, sedangkan kompromi membantu mempertemukan kepentingan yang berbeda meski dengan hasil yang moderat. Namun, dalam situasi tertentu, dominasi ataupun penghindaran juga dapat menjadi pilihan taktis untuk menjaga stabilitas kerja tim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelaah literatur dan studi empiris yang relevan, sehingga menghasilkan gambaran mendalam mengenai praktik manajemen konflik yang efektif di berbagai sektor organisasi. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi manajer dan anggota tim dalam meningkatkan pemahaman terkait bagaimana konflik dapat dikelola secara konstruktif demi tercapainya sinergi dan kinerja yang optimal. Dengan demikian, manajemen konflik tidak hanya berperan sebagai sarana mengatasi masalah, tetapi juga sebagai strategi pengembangan potensi tim secara berkelanjutan
Dinamika Pengambilan Keputusan Manajerial pada Perusahaan Keluarga Zuhairoh, Zuhairoh
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL ECONOMINA, Fabuari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i2.1531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pengambilan keputusan manajerial pada perusahaan keluarga yang kerap diwarnai oleh interaksi antara kepentingan bisnis dan ikatan emosional keluarga. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena perusahaan keluarga memainkan peran penting dalam menopang perekonomian, terutama di Indonesia, tetapi sering menghadapi dilema dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan aspek rasional dan afektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga metode utama, yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali perspektif subjektif para pemimpin dan anggota keluarga yang terlibat dalam manajemen, sedangkan observasi partisipatif memungkinkan peneliti mengamati langsung dinamika interaksi sehari-hari dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, studi dokumentasi digunakan untuk menelusuri arsip, laporan internal, maupun catatan rapat yang memberikan gambaran utuh mengenai pola keputusan yang diambil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan manajerial pada perusahaan keluarga seringkali merupakan hasil kompromi antara logika bisnis dan nilai kekeluargaan, sehingga berimplikasi pada keberlanjutan dan stabilitas perusahaan. Selain itu, terdapat kecenderungan dominasi figur tertentu dalam keluarga yang memengaruhi arah keputusan strategis, meskipun kadang menimbulkan potensi konflik internal. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis dalam kajian manajemen strategis serta praktis bagi perusahaan keluarga untuk merumuskan mekanisme pengambilan keputusan yang lebih seimbang, transparan, dan adaptif terhadap tantangan bisnis modern
Persepsi Karyawan Terhadap Keadilan Dalam Sistem Manajemen Kinerja Putra, Pratama
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ECONOMINA, Maret 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v3i12.1532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi karyawan terhadap keadilan dalam sistem manajemen kinerja, yang mencakup dimensi keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional. Persepsi keadilan karyawan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi motivasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi, sehingga pemahaman yang komprehensif terhadap aspek ini sangat diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada sejumlah karyawan pada sektor perusahaan jasa. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat persepsi responden terhadap keadilan dalam sistem manajemen kinerja yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan menilai keadilan distributif masih dipengaruhi oleh transparansi penilaian hasil kerja dan konsistensi dalam pemberian penghargaan, sedangkan keadilan prosedural terkait erat dengan keterlibatan karyawan dalam proses penilaian serta kejelasan aturan yang diterapkan. Selain itu, keadilan interaksional sangat dipengaruhi oleh sikap atasan yang memberikan umpan balik, komunikasi yang terbuka, serta penghargaan terhadap kontribusi individu. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa sistem manajemen kinerja yang adil tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses dan interaksi antarindividu di dalam organisasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen untuk menyusun kebijakan penilaian kinerja yang lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan hubungan kerja yang harmonis.
Makna Motivasi Dalam Meningkatkan Loyalitas Karyawan: Studi Fenomenologi Andini, Andini
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ECONOMINA, Maret 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i3.1533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna motivasi dalam meningkatkan loyalitas karyawan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman subjektif karyawan dalam memahami dorongan dan alasan mereka untuk tetap setia pada organisasi. Motivasi dipandang sebagai faktor krusial yang dapat memengaruhi sikap, perilaku, dan keterikatan emosional karyawan terhadap tempat kerja, sehingga loyalitas tidak hanya tercermin dalam kehadiran fisik, tetapi juga dalam komitmen jangka panjang, dedikasi, serta kontribusi nyata terhadap pencapaian visi perusahaan. Melalui wawancara mendalam dengan sejumlah karyawan dari berbagai latar belakang, penelitian ini menemukan bahwa motivasi terbentuk dari tiga makna utama, yaitu motivasi intrinsik yang berasal dari kepuasan batin dan aktualisasi diri, motivasi ekstrinsik yang terkait dengan penghargaan finansial, pengakuan, dan keamanan kerja, serta motivasi transendental yang mengacu pada nilai moral, spiritualitas, dan makna kebermanfaatan dalam bekerja. Ketiga makna tersebut saling berinteraksi dan memperkuat satu sama lain dalam menciptakan kesadaran karyawan bahwa loyalitas bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan pilihan sadar yang dilandasi nilai personal dan sosial. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen organisasi untuk merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih holistik, dengan memperhatikan aspek kebutuhan psikologis, kesejahteraan material, serta pemaknaan nilai dalam bekerja. Dengan demikian, motivasi yang dipahami secara mendalam dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun loyalitas karyawan yang berkelanjutan
Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Turnover Tinggi Fajriah, Yana
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ECONOMINA, Maret 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i3.1534

Abstract

Turnover karyawan yang tinggi merupakan salah satu tantangan serius dalam organisasi modern karena berdampak langsung pada stabilitas operasional, biaya rekrutmen, serta kinerja jangka panjang perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) yang efektif dalam menghadapi tingkat turnover tinggi, dengan menekankan pada perencanaan yang terintegrasi, pengembangan kompetensi, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai dasar analisis, yang menyoroti berbagai temuan dari buku nasional dan jurnal terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen SDM yang berhasil dalam menekan turnover mencakup penerapan sistem kompensasi yang adil, peluang pengembangan karier yang jelas, komunikasi organisasi yang terbuka, serta kepemimpinan yang partisipatif. Selain itu, faktor non-finansial seperti keseimbangan kehidupan kerja, budaya organisasi yang sehat, dan penghargaan terhadap kontribusi karyawan terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan loyalitas. Pembahasan juga menegaskan bahwa turnover tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi lebih banyak dipicu oleh aspek internal perusahaan yang berkaitan dengan pola pengelolaan SDM. Dengan demikian, strategi yang komprehensif dan berkelanjutan perlu diterapkan, bukan hanya untuk menurunkan turnover, tetapi juga menciptakan keunggulan kompetitif melalui pengelolaan manusia sebagai aset utama organisasi.
Eksplorasi Praktik Manajemen Berbasis Kearifan Lokal Di Organisasi Tradisional Awaludin, Awaludin
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ECONOMINA, Maret 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i3.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik manajemen berbasis kearifan lokal dalam organisasi tradisional dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa banyak organisasi tradisional masih bertahan dan berkembang karena menginternalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam tata kelola, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berupaya menggali makna, praktik, dan dinamika manajerial yang muncul dalam konteks budaya setempat, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen organisasi. Data dianalisis menggunakan teknik tematik untuk menemukan pola-pola interaksi dan prinsip manajemen yang terintegrasi dalam struktur sosial maupun nilai budaya organisasi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa praktik manajemen berbasis kearifan lokal ditandai oleh prinsip musyawarah, gotong royong, kepemimpinan kolektif, serta orientasi pada keseimbangan antara kepentingan individu dan komunitas. Nilai-nilai tersebut bukan hanya memperkuat identitas organisasi tradisional, tetapi juga menjadi strategi adaptasi dalam menghadapi tantangan modernitas dan perubahan lingkungan eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas perspektif manajemen berbasis budaya lokal serta kontribusi praktis sebagai acuan pengembangan model manajemen organisasi yang lebih berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menginspirasi penguatan nilai-nilai lokal dalam pengelolaan organisasi modern, sehingga kearifan lokal tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber inovasi dalam praktik manajemen kontemporer.
Persepsi Masyarakat Lokal Terhadap Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Dan Implikasinya Bagi Perekonomian Daerah Wardan, Wardan
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ECONOMINA, Maret 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i3.1547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat lokal terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan serta implikasinya bagi perekonomian daerah dengan menggunakan metode kualitatif. Latar belakang penelitian ini didasari oleh semakin meningkatnya perhatian terhadap praktik pariwisata yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya lokal. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, sehingga menghasilkan pemahaman kontekstual mengenai pandangan, pengalaman, serta harapan masyarakat dalam mendukung dan merasakan dampak pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal umumnya memiliki pandangan positif terhadap pariwisata berkelanjutan karena dinilai mampu membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperluas usaha ekonomi kreatif. Namun, terdapat pula kekhawatiran terkait degradasi lingkungan, pergeseran nilai budaya, serta ketidakmerataan distribusi manfaat ekonomi. Persepsi tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat lokal, kebijakan pemerintah yang berpihak, serta sinergi antara pemangku kepentingan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya strategi yang inklusif dan berbasis komunitas agar pariwisata berkelanjutan tidak hanya menjadi agenda pembangunan semata, melainkan juga instrumen peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencana kebijakan daerah dalam merancang model pengembangan pariwisata yang lebih partisipatif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
Narasi Masyarakat Lokal Tentang Perubahan Mata Pencaharian Akibat Pengembangan Ekowisata Di Lombok NTB Wiranto, Wiranto
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL ECONOMINA, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i4.1548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi masyarakat lokal mengenai perubahan mata pencaharian akibat pengembangan ekowisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan menggunakan metode kuantitatif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena transformasi ekonomi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan tradisional, kini beralih ke sektor jasa wisata seperti pemandu wisata, penyedia homestay, dan perdagangan kerajinan tangan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 150 responden yang dipilih dengan teknik stratified random sampling, yang mencakup masyarakat di kawasan ekowisata Sembalun, Tetebatu, dan Desa Wisata Bayan. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert untuk mengukur persepsi, tingkat partisipasi, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara intensitas pengembangan ekowisata dengan pergeseran mata pencaharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pengembangan ekowisata terhadap perubahan pola pekerjaan masyarakat lokal, dengan kontribusi terbesar pada peningkatan pendapatan dan diversifikasi usaha. Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa 68% responden merasa lebih sejahtera setelah beralih ke sektor ekowisata, meskipun sebagian kecil masih menghadapi kendala keterampilan dan akses modal. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekowisata berperan penting dalam membentuk dinamika sosial-ekonomi baru di Lombok, namun tetap diperlukan intervensi pemerintah dalam bentuk pelatihan dan dukungan kebijakan agar perubahan yang terjadi lebih berkelanjutan serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dinamika Hubungan Antara Wisatawan Dan Masyarakat Lokal Serta Dampaknya Terhadap Ekonomi Keluarga Khair, Abdul; Pratama , Didin
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL ECONOMINA, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i4.1549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika hubungan antara wisatawan dan masyarakat lokal serta dampaknya terhadap ekonomi keluarga dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus kajian diarahkan pada interaksi sosial, pola komunikasi, dan bentuk adaptasi masyarakat dalam merespons kehadiran wisatawan, yang tidak hanya mencerminkan proses akulturasi budaya tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan sosial-ekonomi di tingkat rumah tangga. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi untuk menggali persepsi dan pengalaman masyarakat lokal terkait keterlibatan mereka dalam aktivitas pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan harmonis antara wisatawan dan masyarakat lokal mampu mendorong tumbuhnya usaha kecil, peningkatan kesempatan kerja, serta diversifikasi sumber pendapatan keluarga, terutama di sektor kuliner, kerajinan tangan, dan jasa pemandu wisata. Namun demikian, ditemukan pula tantangan berupa potensi ketimpangan ekonomi, pergeseran nilai budaya, serta meningkatnya ketergantungan pada sektor pariwisata yang berisiko terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga jika terjadi penurunan kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan usaha berbasis lokal yang berkelanjutan serta kebijakan pariwisata yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori hubungan masyarakat-wisatawan serta menjadi rujukan praktis bagi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata dalam merancang program pemberdayaan masyarakat lokal yang berbasis pada kearifan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi keluarga.

Page 11 of 16 | Total Record : 153