cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 228 Documents
Transformasi Morfologi Permukiman Desaa Sesua (1932 - 2024) Sri Rahayu Ningsih; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2931

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi morfologi Desa Sesua, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sejak masa awal pembentukannya pada tahun 1932 hingga tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi visual, dan wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi desa mengalami tiga fase utama: fase pembentukan dengan hunian rumah panjang komunal, fase transisi yang ditandai pergeseran ke rumah-rumah pribadi, serta fase perkembangan di mana permukiman menyebar mengikuti pembangunan infrastruktur jalan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan meliputi nilai budaya Dayak Bulusu, kebijakan pemerintah, pertumbuhan penduduk, dan pembangunan akses jalan menuju kebun serta jalur utama desa. Studi ini menegaskan bahwa perubahan bentuk fisik desa tidak menghapus nilai-nilai budaya lokal, melainkan menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan kebijakan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan permukiman yang sensitif terhadap konteks lokal dan berkelanjutan.
Analisis Spasial Visual Arsitektur Ruang Ibadah Masjid Al-Furqon: Pengalaman Spiritual Jamaah Devina Andari Chairunissa; Tri Seprianto
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2969

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan spasial dan visual arsitektur Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung terhadap pengalaman spiritual jemaah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus, data dikumpulkan via observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Analisis karakteristik spasial menunjukkan organisasi ruang yang fungsional: lantai dasar terpusat untuk aktivitas non-ibadah, sementara lantai dua adalah ruang ibadah tunggal yang monumental. Namun, terdapat isu sirkulasi di area wudu lantai 1 menuju tangga utama lantai 2, di mana percampuran jalur laki-laki dan perempuan menimbulkan ketidaknyamanan psikologis bagi sebagian jemaah. Secara visual, interior masjid sangat baik dengan mihrab dan mimbar sebagai pusat penekanan spiritual. Penggunaan beragam material pintu dan jendela, plafon tinggi, serta pencahayaan yang disesuaikan menciptakan suasana sakral dan megah. Unsur artistik seperti kaligrafi dan mozaik lafaz "Allah" efektif memperkuat identitas keislaman. Dampaknya, mayoritas jemaah merasakan ketenangan, kekhusyukan, dan fokus ibadah yang tinggi, didukung skala ruang dan pencahayaan. Masjid ini juga berhasil menumbuhkan rasa keterikatan dan identitas yang kuat. Saran utama meliputi optimalisasi sirkulasi di area wudu untuk memisahkan jalur jemaah.
Analisis Potensi Demand Kawasan Aerotropolis di Sekitar Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung Muhammad Athaya Atha; Rahayu Sulistyorini; Muhammad Irfan Affandi
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2985

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Provinsi Lampung mendorong terbentuknya kawasan peri-urban yang memiliki potensi strategis, salah satunya adalah Kecamatan Natar di Kabupaten Lampung Selatan. Kawasan ini terletak di sekitar Bandara Internasional Radin Inten II dan menunjukkan karakteristik ideal untuk dikembangkan sebagai kawasan aerotropolis. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis potensi demand dan dukungan sosial ekonomi terhadap pengembangan kawasan aerotropolis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan triangulasi data melalui analisis dokumen perencanaan, penyebaran kuesioner kepada 101 responden pengguna transportasi udara, serta wawancara dengan enam pemangku kepentingan dari instansi pemerintah terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa 92% responden menyatakan setuju terhadap pengembangan aerotropolis, didukung dengan tingginya intensitas penggunaan pesawat terbang dan potensi pertumbuhan infrastruktur. Selain itu, sinergi antara dokumen RTRW, RDTR, dan Tataran Transportasi Wilayah menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan kawasan ini. Studi ini menyimpulkan bahwa percepatan implementasi aerotropolis dapat menjadi strategi pembangunan wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan di Provinsi.
Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo: Characteristics of Open Space Users Activity in Alun-Alun Purworejo Ifalia Lutfiah; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.342

Abstract

Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari;  aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun – Alun Purworejo dimasa yang akan datang.
Konsep Pemetaan Destinasi Pariwisata di Semarang: The Concept of Semarang Tourism Destination Mapping Choirul Amin; Khoirul Ashmanah
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.454

Abstract

Semarang memiliki potensi wisata yang banyak, lengkap dan baik untuk dikunjungi. Dimulai dari wisata alam hingga berbagai obyek wisata dan pariwisata yang tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai arsitektural. Untuk mempermudah wisatawan dalam melakukan kegiatanya harus didukung beberapa hal, seperti: alternatif jalur transportasi menuju Semarang hingga moda transportasi antar obyek wisata yang akan dikunjungi. kuliner juga bisa menjadi kegiatan pokok yang bersifat wisata arsitektural dengan informasi yang tepat. begitu pula dengan penginapan untuk beristirahat dengan aktifitas tidur dan juga dapat dinikmati secara nyaman sebagai bagian dari aktifitas wisata. Tujuan Penelitian konsep mapping desain pariwisata arsitektural di Semarang, yaitu: pertama menghasilkan jadwal tabel kegiatan wisata di Semarang khususnya wisata yang bernilai arsitektural beserta wisata pendukungnya, kedua menghasilkan alternatif jalur transportasi yang dapat dipakai dalam berwisata di Semarang, ketiga menghasilkan informasi arsitektural yang akurat terkait obyek wisata yang akan dikunjungi. Hasil yang diharapkan pada penelitian konsep mapping desain pariwisata arsitektural di Semarang, yaitu: pertama tabel harian yang berisi jadwal kegiatan wisata, kuliner, dll yang dilengkapi dengan alokasi waktu menuju serta selama di obyek wisata, kedua alternatif jalur transportasi menuju dan selama berwisata di Semarang, ketiga informasi arsitektural terkait obyek wisata yang akan dikunjungi sebagai bagian dari pertimbangan wisatawan berkunjung ke obyek wisata tersebut.
Penerapan Konsep Aerotropolis pada Pengembangan Bandar Udara: Application of Aerotropolis Concept in Airport Development Mandaka, Mutia; Al Rasyid, Abdul Hafidz; Sasmito, Adi
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.567

Abstract

Aerotropolis memberikan konsep bisnis yang mana tempatnya berlokasi pada kawasan bandar udara. Penerapan aerotropolis juga bisa dijadikan sebagai alat dalam memanfaatkan lahan untuk kegiatan komersil secara bersamaan, agar tidak tertinggal dengan wilayah-wilayah lainnya. Tujuan konsep ini adalah untuk memperoleh manfaat untuk bandar udara tersebut, wilayah yang ada di sekitar bandar udara, ataupun secara skala nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran terkait dengan konsep aerotropolis di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kuala Lumpur International Airport, dan Singapore Changi Airport. Dengan menggunakan metode studi komparatif didapatkan hasil yaitu hanya Kuala Lumpur International Airport dan Singapore Changi Airport yang sangat baik dalam menerapkan konsep aerotropolis. Untuk Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sendiri masih banyak memiliki kekurangan dan keterbatasan dalam memenuhi prinsip-prinsip aerotropolis seperti prinsip struktur tata ruang wilayah, prinsip tata guna lahan, prinsip peruntukan utama dari fungsi suatu kawasan, prinsip penyediaan kawasan bisnis, serta prinsip konektivitas transportasi.
Strategi Desain Fasilitas Pendidikan Bagi Tunanetra Dan Tunagrahita: Design Strategies for Edicational Facilities for The Visually and Intellectual Disability Darmawati, Tria Laila; R.A Retno Hastijanti; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.781

Abstract

Untuk mendukung proses perkembangan dan pembelajaran anak tunanetra dan tunagrahita diperlukan suatu pendidikan khusus bagi penyandang tunanetra dan tunagrahita.Kebutuhan penyandang tunanetra dan tunagrahita untuk memperoleh pembelajaran yang layak berbanding terbalik dengan ketersediaan fasilitas khusus bagi mereka. Pada kenyataannya saat ini masih banyak fasilitas pedidikan yang khususkan untuk anak tunanetra dan tunagrahita yang tidak memenuhi persyaratan dan kebutuhan peserta didik. Kebanyakan sekolah luar biasa menyamaratakan sarana prasarana yang dikhususkan untuk penyandang tunanetra dan tunagrahita dengan sekolah pada umumnya sehingga artikel ini ditulis untuk memaparkan desain khusus untuk penyadang tunanetra dan tunagrahita. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif eksploratif yang diawali dari mencari infomasi dari jurnal, buku, maupun tulisan ilmiah mengenai karakteristik, kesulitan dan kebutuhan pengguna. Dari hal itu maka munculnya pemahaman desain seperti aksesibilitas, pola tata ruang, penataan furniture, orientasi, material, dimensi ruangan dan pencahayaan yang sesuai ,dibutuhkan , dan memberikan kenyamanan dan keamanan. Dengan melalui artikel ini diharapkan pembaca dapat mengetahui bagaimana desain yang diperlukan untuk tunanetra dan tunagrahita
Pemanfaatan Material Lokal Pada Redesain Kawasan Wisata Bukit Kayoe Putih di Mojokerto: Utilization of Local Materials in Redesign of Bukit Kayoe Putih Tourism Area in Mojokerto Yanuarista, Nilam; Suko Istijanto; Darmansjah Tjahja Prakasa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.782

Abstract

Pengembangan wisata yang dapat menyesuaikan dan memitigasi kondisi lingkungan harus menjadi prioritas seiring dibukanya kembali sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19. Di kawasan hutan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah wisata dengan nama Bukit Kayoe Putih. Wisata tersebut berfokus pada edukasi kayu putih yang digunakan sebagai bahan pembuatan minyak atsiri. Ketidaksesuaian kondisi eksisting wisata dengan branding yang diusung membuat tempat wisata memerlukan peninjauan ulang. Hal tersebut antara lain tidak adanya fasilitas edukasi pengolahan minyak atsiri dan implementasi material bangunan maupun landscape yang kurang sesuai dengan karakter lingkungan sekitar. Selain permasalahan eksisting, kawasan tersebut berpotensi menjadi tempat wisata yang unggul jika memanfaatkan ciri khas daerah Mojokerto sebagai penunjang pembangunannya. Setelah dilakukan evaluasi terhadap pembangunan wisata, penelitian ini ditujukan untuk memberikan solusi dan mewadahi potensi dengan menerapkan prinsip pemanfaatan material lokal. Prinsip pemanfaatan material lokal adalah pendekatan berkelanjutan yang bertujuan meminimalkan dampak negatif bagi lingkungan dan memaksimalkan potensi material daerah sekitar. Metode deskriptif-kualitatif dilakukan dalam penelitian dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara secara langsung serta kajian pustaka terkait. Kemudian dihasilkan kesimpulkan bahwa bata merah merupakan material lokal yang tepat untuk mendukung pengembangan wisata tersebut karena berperan mengangkat citra daerah yang ikonik, hingga kontribusi positifnya terhadap pembangunan wisata berkelanjutan.
Analisis Bibliometrik Arsitektural Digital: Bibliometric Analysis of Digital Architecture Effendi, Andrey Caesar; Danang Harito Wibowo
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.783

Abstract

Teknologi digital semakin berkembang akhir-akhir ini menyebabkan manusia untuk mengubah pola kehidupannya. Keadaan ini juga terjadi dalam bidang arsitektur yang semakin erat kaitannya dengan teknologi digital sehingga menyebabkan arsitektur digital bukan hanya sekadar alat tetapi bisa menjadi sebuah revoulsi dalam bidang arsitektur. Dalam bidang arsitektur terjadinya pergeseran paradigma dalam proses perencanaan dan perancangan terpengaruh perkembangan teknologi digital yang semakin signifikan dengan penggunaan arsitektur digital. Tujuan penulisan kajian ini adalah dapat menjadi sumber bagi peneliti lainnya untuk memperoleh wawasan tentang arsitektur digital yang digunakan dalam penelitian maupun praktik arsitektur dengan menganalisa tren berdasarkan analisis bibliometrik. Penelitian ini juga bermanfaat untuk mendapatkan gap penelitian lanjutan dalam menguraikan teori-teori tentang arsitektur digital secara lebih mendalam. Metode pencarian literatur dalam penelitian ini melalui big data di internet dengan menggunakan perangkat lunak Publish or Perish yang dianalisa secara bibliometrik dengan menggunakan perangkat lunak VosViewer yang sudah banyak dilakukan di luar disiplin ilmu arsitekur. Temuan ini diharapkan akan memperlihatkan grafis dan peta tentang penelitian yang berhubungan dengan arsitektur digital sehingga dapat menjadi referensi untuk penelitian yang lebih lanjut.
Kajian Fasilitas Umum Terminal Trunojoyo Kabupaten Sampang: Evaluation of Trunojoyo Bus Station Facility in Sampang Regency Miskiyah; R.A Retno Hastijanti; Darmansjah Tjahja Prakasa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.789

Abstract

Terminal Trunojoyo adalah terminal tipe B yang berada di Kabupaten Sampang. Terminal ini mengambil nama dari salah satu pejuang di pulai madura yang bernama Raden Trunojoyo. Fasilitas di dalam terminal sangat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan yang di perlukan oleh pengguna terminal, maka dari itu sangat di perlukan fasilitas yang memadai di dalam terminal agar penumpang merasa nyaman dan juga aman saat melakukan aktivitas di dalam terminal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi, fasilitas dan permasalahan yang ada di dalam terminal. Metode dalam penelitian ini memiliki beberapa tahap antara lain tahap persiapan yang berupa pengamatan terhadap lingkungan di terminal trunojoyo. Data pada tahapan ini akan di gunakan untuk bahan pada tahapan analisis dan tahap kesimpulan yaitu kesimpulan yang akan di jadikan acuan untuk pengelolaan fasilitas di terminal.