cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 228 Documents
Penggunaan Sistem Pintar pada Unit Hunian di Perumahan Cendana Green Village 3 Kabupaten Bogor: Application of Smart Systems in Residential Units at Cendana Green Village 3, Bogor District Efendi, Raisya Brilian; Refranisa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.1660

Abstract

Efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang tidak boros atau dengan hasil yang maksimal. Dalam konteks rumah hunian, efisiensi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghemat sumber daya, seperti energi, air, dan uang. Smarthome adalah rumah yang dilengkapi dengan perangkat elektronik yang dapat dikendalikan secara otomatis menggunakan perangkat seluler atau komputer. Perangkat- perangkat tersebut dapat digunakan untuk mengontrol berbagai hal di rumah, seperti suhu, pencahayaan, keamanan, dan hiburan. Rumah hunian adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah hunian tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik manusia, seperti tempat berteduh dari cuaca buruk, tetapi juga memenuhi kebutuhan psikologis manusia, seperti tempat untuk merasa aman, nyaman, dan betah. Secara fisik, rumah hunian harus memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. Rumah hunian harus kokoh dan tahan terhadap cuaca buruk, serta memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Rumah hunian juga harus bersih dan nyaman untuk dihuni. Secara psikologis, rumah hunian harus dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan betah bagi penghuninya. Rumah hunian harus dapat menjadi tempat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan mengembangkan diri.
Informasi Lingkungan sebagai Sarana Sistem Wayfinding di The Breeze Bumi Serpong Damai City: Environmental Information As A Means Of Wayfinding System At The Breeze Bumi Serpong Damai City Astuti Widoretno; Estuti Rochimah
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.1767

Abstract

The Breeze Bumi Serpong Damai (BSD) City adalah pusat kegiatan hiburan dari gaya hidup, yang berada di kawasan BSD Green Office Park Kota Tangerang Selatan. The Breeze BSD City menjadi sebuah mal dengan konsep ruang tanpa dinding, baik di bangunan gedung dan fasilitas penunjang yang saling terintegrasi antar gedung dengan danau dan taman sekitar. Rancangan ini apabila tidak dilengkapi dengan wayfinding yang tepat, akan menimbulkan banyak kemungkinan bagi pengunjung dalam menginterpretasikan jalan menuju tempat yang diinginkan dan akan memberikan kesan rumit bagi pengunjung yang baru pertama kali datang. Oleh karenanya perlu adanya sistem wayfinding yang baik agar pengunjung tidak kesulitan dalam mengenal tempat dan menemukan lokasi yang ingin dituju. Penelitian ini bertujuan memaparkan dan mengevaluasi sistem wayfinding pada bangunan mall The Breeze BSD City, menggunakan teori yang dikemukakan oleh Lynch dan Passini, yaitu elemen arsitektur wayfinding, signage, dan sensori informasi lainnya sebagai bagian dari sistem wayfinding.
Kajian Teknis Bangunan Pasar Rakyat: Kasus Pasar Minggu Korpri Suradita Kabupaten Tangerang: Technical Review for Pasar Rakyat Buildings: Case Pasar Minggu Korpri Suradita Shafira Aulia Putri; Rino Wicaksono; Intan Findanavy Ridzqo
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.1775

Abstract

Berdasarkan data Kementrian Perdagangan pada tahun 2022, hanya 0,3% dari jumlah pasar rakyat di Indonesia yang baru mendapatkan sertifikasi SNI pasar rakyat. Istilah ‘pasar tradisional’ memiliki konotasi yang kurang bagus karena diidentikkan dengan keadaanya yang kumuh, bau, sempit, tidak beraturan dan tidak aman bagi pengunjung. Oleh sebab itu kemudian dikembangkan istilah ‘pasar rakyat’ yang memiliki makna yang lebih baik. Pasar Minggu Korpri Suradita merupakan pasar rakyat yang berlokasi di dalam kawasan perumahan di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Walaupun telah disebut sebagai ‘pasar rakyat’, namun berdasarkan ulasan masyarakat yang disampaikan melalui laman nicelocal.id dan Google Maps, pengunjung Pasar Minggu Korpri Suradita menyampaikan keluhan bahwa pasar ini ternyata masih memerlukan penataan yang lebih baik, lapak yang semrawut, parkir yang tidak beraturan. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis mengenai permasalahan dan mengetahui apakah Pasar Minggu Korpri Suradita sudah memenuhi standar persyaratan teknis SNI 8152:2021 Pasar Rakyat. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Data didapatkan dari wawancara dan observasi dan dianalisis menggunakan skoring yaitu, 0 (tidak tersedia), 1 (tidak sesuai standar), dan 2 (sesuai standar). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pasar Minggu Korpri Suradita belum memenuhi Standar Nasional Indonesia tentang Pasar Rakyat tahun 2021, yang terlihat dari sebagian besar fasilitas yang masih belum tersedia.
Kajian Daya Tarik Wisata pada Kompleks Makam Sunan Giri Indra Maulana Sunarto; Ibrahim Tohar; Suko Istijanto
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2351

Abstract

Kompleks Makam Sunan Giri merupakan salah satu tujuan wisata religi yang cukup dikenal di Provinsi Jawa Timur. Destinasi ini masih menjadi favorit karena masyarakat di sekitarnya dikenal memiliki tingkat religiusitas yang  tinggi.  Kabupaten  Gresik  sendiri  sering  dijuluki  sebagai  Kota  Santri  atau  Kota  Wali,  sehingga  potensi pengembangan wisata religi di wilayah ini sebenarnya sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya  tarik  wisata  yang  dimiliki  Kompleks  Makam  Sunan  Giri  di  Gresik.  Pendekatan  yang  digunakan  adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aksesbilitas menuju kompleks makam Sunan Giri perlu banyak  perbaikan dengan cara  pelebaran jalan  untuk akses menurunkan penumpang  dari  area parkiran utama wisata. Atraksi yang dilakukan yaitu Ziarah wali, berbelanja kuiner dan oleh – oleh khas Gresik dan berwisata edukasi sejarah. Amenitas tergolong cukup lengkap namun perlu untuk di kelolah dengan baik. Dalam pengelolahan destinasi perlu memikirkan tentang perencanaan, perorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. 
Evaluasi Kualitas Lingkungan Permukiman Pesisir Kampung Tua Tanjung Piayu, Kota Batam Stivani Ayuning Suwarlan; Kory Keith Ping; Willy; Evelyn Thalia; -, I Gusti Ngurah Anom Gunawan
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2678

Abstract

Kampung Tua Tanjung Piayu merupakan salah satu permukiman pesisir di Kota Batam yang memiliki potensi ekologis dan sosial yang signifikan. Namun, kawasan ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan sebagai akibat dari tekanan urbanisasi dan kurangnya infrastruktur dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan fisik permukiman dengan pendekatan kuantitatif. Analisis dilakukan terhadap enam variabel: kepadatan bangunan, tata letak bangunan, vegetasi, lebar dan kondisi jalan, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan interpretasi citra satelit, lalu dianalisis menggunakan metode skoring tertimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar blok permukiman memiliki kepadatan dan vegetasi yang baik, namun masih lemah pada aspek keteraturan tata ruang dan fasilitas umum. Temuan ini menjadi dasar penting dalam merumuskan strategi perencanaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi pengembangan wilayah pesisir.
Analisis Kenyamanan Termal pada Rumah Tradisional Melayu “Limas Potong” Pulau Batam Jeanny Laurens Pinassang; Stivani Ayuning Suwarlan; Gladies Imanda Utami Rangkuty
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2728

Abstract

Urbanisasi yang berkembang pesat telah menjadi isu utama dalam peningkatan konsumsi energi di wilayah perkotaan. Sebagian besar rumah-rumah di zona permukimam pada zaman kini juga dikonstruksi melekat satu sama lain, menyebabkan ventilasi udara alami bekerja tidak optimal dan mengharuskan para penghuni untuk menggunakan alat pengontrol termal untuk mencapai kenyamanan termal mereka. Dengan menggunakan metode eksperimen kuantitatif melalui simulasi digital, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apabila bentukan rumah panggung seperti Rumah Limas Potong mampu mencapai kenyamanan termal untuk penggunaannya di masa depan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rumah panggung mustahil untuk meraih kenyamanan termal dengan iklim tropis terkini. Perlu dilakukan lagi eksperimen waktu-nyata pada rumah-rumah panggung dengan atau tanpa sistem pendinginan pasif untuk hasil dan akurasi yang lebih baik dalam meraih permukiman yang hemat energi.
Kajian Literatur Fleksibilitas Ruang dalam Bangunan Publik untuk Mendukung Pendidikan Anak Usia Dini Satriansyah Akhlaqul Karima; Firman Hawari; Susy Budi Astuti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2747

Abstract

Perkembangan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan dasar kemampuan kognitif, sosial, dan emosional manusia, terutama pada usia 3-4 tahun yang dikenal sebagai masa golden age. Lingkungan belajar yang mendukung menjadi elemen penting dalam membantu anak mengembangkan potensi secara optimal. Banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memanfaatkan bangunan publik sebagai tempat pembelajaran, yang sering kali juga digunakan untuk berbagai fungsi lainnya. Bangunan publik yang bersifat multifungsi ini menghadirkan tantangan, terutama dalam hal adaptasi fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tanpa mengganggu fungsi lainnya. Konsep fleksibilitas ruang menjadi solusi utama dalam menghadapi tantangan tersebut, melalui desain yang adaptif dan mampu mengakomodasi beragam aktivitas secara harmonis. Pendekatan literature review penelitian ini akan menganalisis berbagai studi kasus pemanfaatan bangunan publik untuk pendidikan PAUD. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas ruang tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, tetapi juga berkontribusi pada kolaborasi sosial dan pengembangan desain ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep ruang multifungsi untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan masyarakat secara bersamaan.
Identifikasi Kebutuhan Ruang Berdasarkan Potensi Subsektor Ekonomi Kreatif pada Bogor Creative Center Diky Pangestu; Raziq Hasan; Lia Rosmala Schiffer; Yonav Partana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2765

Abstract

Pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat kota menuntut tersedianya ruang yang mendukung aktivitas produksi, kolaborasi, dan pengembangan komunitas kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang berdasarkan subsektor ekonomi kreatif dominan di Kota Bogor, dengan fokus pada Bogor Creative Center (BCC) sebagai fasilitas utama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor kuliner, musik, dan kriya merupakan sektor dengan komunitas terbanyak dan aktivitas yang paling aktif. Namun, fasilitas ruang yang tersedia belum sepenuhnya mendukung kebutuhan spesifik masing-masing subsektor. Seperti pada ruang workshop kuliner belum tersedia, studio musik belum memenuhi standar akustik dan peredaman suara, dan ruang kriya belum dilengkapi zona kerja yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan desain ruang yang lebih adaptif dan partisipatif, termasuk penyediaan dapur terbuka, studio terinsulasi, serta ruang kriya semi terbuka yang mendukung kegiatan produksi dan edukasi. Penyesuaian desain ruang yang berbasis kebutuhan subsektor diharapkan dapat meningkatkan efektivitas Bogor Creative Center sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Evaluasi Tingkat Kekompakan Kawasan Perkotaan Baru Bukit Halimun dalam Konteks Pencegahan Urban Sprawl Muhammad Faqih Imawan Hipan; Nedyomukti Imam Syafii
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2853

Abstract

Fenomena urbanisasi yang terjadi di berbagai kota di Indonesia telah mendorong pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang berlangsung sangat cepat. Dampak dari kondisi ini adalah terjadinya pembangunan di wilayah pinggiran kota, yang dikenal sebagai urban sprawl. Fenomena tersebut tidak hanya menyebabkan penggunaan lahan menjadi tidak teratur dan kurang optimal, tetapi juga mengakibatkan berkurangnya ruang terbuka hijau akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif yang bersifat preskriptif dengan cara melibatkan teori compact city sebelum melakukan analisis tingkat kekompakan rencana eksisting kawasan melalui perhitungan terkait atribut – atribut compact city. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kekompakan kawasan Bukit Halimun berada dalam kategori cukup. Namun demikian, masih terdapat dua aspek penting yang perlu ditingkatkan, yaitu kepadatan penduduk yang masih tergolong rendah dan sistem transportasi umum yang tergolong buruk.
Tinjauan Literatur Strategi Navigasi Navigasi Pengguna berdasarkan Klasifikasi Perilaku Wayfinding Barker Melania Tirza Sahay; Firman Hawari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2863

Abstract

Wayfinding adalah proses mencari dan menentukan arah untuk mencapai tujuan dalam suatu lingkungan. Menurut Passini (1984), proses wayfinding meliputi tiga tahap utama: pengambilan keputusan, pelaksanaan keputusan, dan pemrosesan informasi. Proses ini melibatkan berbagai perilaku dan strategi navigasi yang berbeda tergantung perbedaan individual dan keadaan lingkungan. Studi ini mengkaji strategi navigasi berdasarkan klasifikasi perilaku wayfinding Barker (2019), yang mengelompokkan perilaku ke dalam tiga kategori utama: sosial, semantik, dan spasial. Berdasarkan Barker (2019) dan Dalton dkk. (2019) perilaku sosial melibatkan penggunaan informasi dari interaksi atau tindakan orang lain. Perilaku semantik menggunakan simbol dan petunjuk. Sedangkan perilaku spasial bergantung pada elemen fisik dan model kognitif di lingkungan. Melalui pencarian di berbagai database ilmiah, ditemukan 40 artikel yang diterbitkan antara tahun 1980 hingga 2025, dengan persentase penelitian terbaru dalam 10 tahun terakhir sekitar 60% yang dianalisis dalam kajian ini. Hasil dari tinjauan literatur ini menemukan bahwa individu dari berbagai kondisi dan latar belakang memiliki strategi navigasi yang berbeda, ada yang menggunakan perilaku sosial, perilaku semantik, atau perilaku spasial, bahkan ditemukan pula perilaku kombinasi. Pemahaman yang mendalam terhadap variasi perilaku ini memberikan implikasi penting dalam perancangan elemen arsitektur interior maupun sistem navigasi yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh pengguna.