Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Effect of Psychological Capital on Work Engagement of Nurse at Pertiwi Hospital in Makassar City Syam, Rahmawati; Arifin, Nur Afni Indahari
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v11i1.21104

Abstract

One of the professions that requires high work engagement is a nurse. Psychological capital is one of the factors that can influence a person to feel more attached to the work being done. This study aims to determine whether there is an effect of psychological capital on work engagement of nurses at Pertiwi Hospital Makassar City. The definition of psychological capital in this study uses the theory from Luthans (2007) and work engagement uses the theory from Schaufeli & Bakker (2002). This research was conducted on 71 nurses who worked at Pertiwi Hospital Makassar. The sampling technique used by researchers is cluster random sampling. The data collection tool in this study used a questionnaire in the form of the PsyCap Questionnaire scale to measure psychological capital (PCQ) and the Utrech Work Engagement Scale (UWES) to measure work engagement. Based on research conducted at Pertiwi Makassar Hospital, it can be concluded that psychological capital has a significant positive effect on work engagement, namely high psychological capital will increase work engagement. On the other hand, a low psychological capital will cause a low work engagement.
Pelatihan Perencanaan Karir bagi Komunitas Mahasiswa Disabilitas di Kota Makassar Syam, Rahmawati; Bakar, Resekiani Mas; Hamid, Andi Nasrawati; Gaffar, Syamsul Bakhri; Dahlan, Dahlan
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Pertumbuhan dan perkembangan suatu organisasi mengisyaratkan adanya ketersediaan sumber daya yang andal. Sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya dengan kualitias baik yang tentunya memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan organisasi. Kualifikasi sumber daya yang baik dapat diawali dengan mengenali kekuatan yang dimiliki dan mengelola kelemahan yang ada serta menyusun perencaanan karir yang tepat bagi individu. Kemampuan dalam mengenali, mengembangkan diri serta merencanakan karir yang lebih matang dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas agar angka partisipasi kerja menjadi lebih tinggi. Pengembangan diri dan perencanaan karir menjadi hal yang dianggap penting sebagai persiapan atau bekal bagi individu khususnya penyandang disabilitas agar lebih siap terjun di dunia kerja. Pelaksanaan kegiatan PKM ini berfokus kepada pelatihan Perencanaan Karir yang terbagi atas tiga sesi latihan terhadap materi yang telah diberikan pada setiap akhir pertemuan. Pelaksanaan PKM  dipusatkan di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Peserta pelatihan berjumlah delapan mahasiswa disabilitas khususnya penyandang tuna netra. Peserta kegiatan sangat mengapresiasi kegiatan ini dan terbantu karena peserta mendapatkan tambahan pengetahuan, pengalaman mengetahui minat bakat serta keterampilan  yang berkaitan dengan perencanaan karir dan persiapan untuk memasuki dunia kerja.Kata kunci: Komunitas Mahasiswa Disabilitas, Pelatihan, Perencanaan Karir.
PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL BAGI KARYAWAN PT. PELINDO TERMINAL PETIKEMAS NEW MAKASSAR Syam, Rahmawati; Nurul Amaliyah; Mutiara Nur Jasynda; Syamsul Bakhri Gaffar; Muhammad Arafah
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 2 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental karyawan di tempat kerja memiliki implikasi yang signifikan terhadap kesejahteraan individu dan produktivitas perusahaan. Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya mendukung kesehatan mental di Pelindo Terminal Petikemas New Makassar melalui psikoedukasi. Metode yang digunakan termasuk penyampaian materi Health Talk dan penyebaran poster psikoedukasi. Dengan melibatkan kurang lebih 40 karyawan, kegiatan ini dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pemahaman dan perubahan persepsi mereka terhadap kesehatan mental. Hasil menunjukkan respon positif dari karyawan terhadap psikoedukasi, menandakan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Implikasi praktis dari studi ini mendukung perlunya strategi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan mental di lingkungan kerja.  
HUBUNGAN ANTARA SHYNESS DENGAN SELF-ESTEEM PADA DEWASA AWAL YANG TIDAK BEKERJA DI KOTA MAKASSAR Rezqyawan, Nandhika; Ridfah, Ahmad; Syam, Rahmawati
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3184

Abstract

ABSTRACTSelf-esteem really supports early adult individuals in getting a job, but most individuals who have entered the early adulthood phase still feel ashamed of themselves and their surroundings, making it difficult to get a job. This research aims to determine the relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in Makassar City. The sample consisted of 402 respondents. The data collection technique was carried out using the instruments (1) shyness scale and (2) self-esteem scale. The technique used in hypothesis testing is the non-parametric statistic Kruskal-Wallis test. The results of the research show that 1) there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in the city of Makassar, 2) based on the results of hypothesis testing, the correlation coefficient value is -0.204 with a p value of 0.000, which means the shyness variable has a negative relationship with self-esteem. So the lower an individual's shyness, the greater the individual's self-esteem. Based on this, it can be concluded that there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who have not worked in Makassar City. The implications of this research provide a positive outlook for individuals who are not working so they can increase self-esteem and reduce shyness so they are more productive.Keywords: Self-esteem, Shyness, Young Adults ABSTRAKSelf-esteem sangat menunjang individu dewasa awal untuk mendapatkan pekerjaan namun kebanyakan individu yang sudah menginjak fase dewasa awal masih merasa malu dengan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar sehingga sulit mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di Kota Makassar. Sampel berjumlah 402 responden adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen (1) skala shyness dan (2) skala self-esteem. Teknik yang digunakan dalam uji hipotesis adalah statistik non parametrik uji kruskal-wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan negatif antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di kota Makassar, 2) berdasarkan hasil uji hipotesis nilai koefisien korelasi sebesar -0,204 dengan nilai p sebesar 0,000 yang berarti variabel shyness memiliki hubungan negatif dengan self-esteem. Sehingga semakin rendah shyness individu maka semakin meningkat self-esteem yang dimiliki oleh individu. Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang belum bekerja di Kota Makassar. Implikasi penelitian ini memberikan pandangan positif bagi individu yang tidak bekerja agar mampu meningkatkan self-esteem dan menurunkan  shyness sehingga lebih produktif.Kata Kunci: Dewasa awal, Self-esteem, Shyness
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI MANAJEMEN EMOSI DALAM BENTUK INFOGRAFIS Syam, Rahmawati; Fitriani , Andi Alya; Jalal , Novita Maulidya; Gaffar, Syamsul Bakhri; Dahlan
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v1i2.40

Abstract

Emosi negatif yang dialami karyawan di tempat kerja merupakan kondisi wajar dan bisa dialami oleh siapa saja. Adapun faktor yang memengaruhinya antara lain disebabkan oleh konflik interpersonal, beban kerja yang lebih, keseimbangan kehidupan kerja-pribadi, budaya organisasi dan dukungan sosial. Dampak dari emosi negatif yang tidak mampu dikelola antara lain stress kerja, produktivitas dan kinerja yang menurun bahkan adanya keinginan untuk keluar dari organisasi. Kondisi emosi akan semakin parah apabila karyawan tidak memiliki kemampuan dalam mengelola emosi yang dirasakan. Tujuan dari program psikoedukasi ini adalah memberikan pengetahuan dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami terkait dengan pengelolaan emosi di tempat kerja. Metode psikoedukasi yang dilakukan meliputi need assessment dan pemasangan infografis dalam bentuk stand banner. Psikoedukasi ini dilakukan pada bulan Oktober 2023 di PT Telkom Witel. Hasil wawancara dan survey yang dilakukan sebelum dan setelah pemberian psikoedukasi berupa infografis menunjukkan bahwa pelaksanaan psikoedukasi ini memberikan informasi baru dan dapat menurunkan stress yang dialami selama bekerja. Terjadi peningkatan pengetahuan para karyawan mengenai cara mengelola emosi yang dirasakan di tempat kerja. Kegiatan pengabdian ini penting untuk dilakukan, sebagai langkah awal untuk mengatasi permasalahan terkai emosi di tempat kerja.
KALAU BISA BESOK, KENAPA HARUS SEKARANG? PERBEDAAN TINGKAT PROKRASTINASI DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNM Syam, Rahmawati; Dahlan, Dahlan
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 16 No 1 (2021): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v16i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat prokrastinasi akademik ditinjau dari kecenderungan locus of control. Subjek dalam penelitian ini berjumlah (N=44) orang mahasiswa Fakultas Psikologi UNM yang ditentukan berdasarkan tabel Isaac Michael. Instrumen yang digunakan adalah skala prokrastinasi akademik dan skala locus of control. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Independent Sample t Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat prokrastinasi akademik ditinjau dari kecenderungan locus of control pada mahasiswa Fakultas Psikologi UNM dengan nilai sebesar (p= 0,000), yang menunjukkan 0,000 < 0,05 . Mahasiswa yang tergolong ke dalam locus of control internal memiliki tingkat prokrastinasi yang lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang tergolong ke dalam locus of control eksternal
The Relationship Between Materialism and Compulsive Buying in the Phenomenon of Online Shopping for Teenagers in Makassar City Na’ilah, Afifah Zhafirah An; Zainuddin, Kurniati; Syam, Rahmawati
卷 7 编号 1 (2024): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v7i1.439

Abstract

The presence of online stores makes transactions easier for consumers, especially teenagers. However, shopping activities can trigger continuous purchases or addiction which is called compulsive buying. The increasing level of compulsive buying behavior in individuals is influenced by increasing levels of materialism. Individuals with high materialism will feel they can raise their social status or build a good personal identity with the items they use. This research was conducted on 355 adolescents in Makassar City. Samples were taken using the Accidental Sampling technique. The results of this research show that there is a relationship between materialism and compulsive buying in the online shopping phenomenon of teenagers in Makassar City with a significant value (r = 0.350; p = 0.000). Researchers conducted additional tests to see how much influence materialism has on compulsive buying. Materialism contributes 12.2% to compulsive buying. It is hoped that this research can contribute to knowledge in the field of social psychology, especially regarding the relationship between materialism and compulsive buying in society, especially teenagers. The implication of this research is that for teenagers who have high materialism, the results of this research can provide new insights regarding online shopping and compulsive buying behavior.
Pengaruh Kontrak Psikologis Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai di Organisasi X Syam, Rahmawati; Gaffar, Syamsul Bakhri
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 5, No 2 (2024): Indonesian Journal of Social and Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v5i2.68700

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel kontrak psikologi dengan kepuasan kerja pada pegawai di Organisasi X. Kepuasan kerja merupakan faktor kunci dalam menentukan produktivitas, retensi, dan kesejahteraan pegawai, sedangkan kontrak psikologis mengacu pada persepsi bersama antara pegawai dan organisasi mengenai hak, kewajiban, dan ekspektasi yang tidak tertulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 176 pegawai di Organisasi X, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara pemenuhan kontrak psikologis dan kepuasan kerja, dengan pemenuhan kontrak psikologis berkontribusi sebesar 59,8% terhadap variasi kepuasan kerja. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya organisasi untuk menjaga pemenuhan ekspektasi pegawai guna meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk merancang kebijakan yang mendukung transparansi, komunikasi efektif, dan kejelasan dalam pengelolaan kontrak psikologis. Kata Kunci:, Kepuasan kerja, Kontrak psikologis, dan Pegawai. 
Perilaku Bullying di UPT SPF SMP Negeri 47 Makassar: Peran Guru dalam Penanganan dan Pencegahan Bullying di Sekolah Syam, Rahmawati; Najiyyah, Nurul; Nisa, Rifkatul; Datu P, Stefanny; Nurhikmah, Syarifah; Wahyuni; Fitriany Fakhri, Nur
YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Cv. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/yudhistira.v2i1.910

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku bullying pada siswa- Siswi sekolah menengah pertama di UPT SPF SMP Negeri 47 Makassar guna mendapatkan data sebagai bahan dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. Dalam penelitian ini, subyeknya yakni siswa/ Siswi SMPN 47 Makassar kelas 7 dan kelas 8 yang terdiri dari dua macam informan yaitu, informan utama yakni siswa-siswa yang menjadi pelaku maupun korban bullying di sekolah dan informan pendukung yakni guru BK, Guru Wali Kelas dan teman siswa yang mengenal baik siswa terkait perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara, Observasi, Pelaksanaan Pre-test dan Post Test serta dokumentasi. Bentuk perilaku bullying yang didapatkan dari hasil penelitian yakni bullying verbal, bullying fisik, bullying elektronik dan bullying relasional. Bullying verbal mencakup mengejek, mengolok-olok kekurangan fisik siswa lain dan menggunakan kata-kata yang tidak menyenangkan, bullying fisik seperti memukul, menendang, mendorong dan mengambil paksa milik orang lain. Dampak yang terjadi pada siswa ialah menurunnya kesejahteraan psikologis dan penyesuaian sosial yang buruk yaitu merasakan banyak emosi negatif seperti marah, dendam, kesal, tertekan, malu, sedih, tidak nyaman, dan terancam namun tidak berdaya untuk menghadapinya, memungkinkan siswa merasakan tidak nyaman dan prestasi akademis akan terganggu karena kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Lalu usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam menangani perilaku bullying yakni preventif seperti memberikan layanan informasi baik kepada siswa maupun orang tua, kuratif berupa menyelesaikan perilaku bullying mulai dari pelaku hingga korban melalui layanan mediasi serta memberikannya sanksi sesuai tata tertib sekolah yang berlaku, preservatif seperti layanan individu baik pada korban maupun pelaku.
Successfull Aging pada Lansia Purna Bakti Fitriani, Andi Alya; Anwar, Hilwa; Syam, Rahmawati
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies (Article in Press)
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i1.72884

Abstract

Abstrak. Successfull aging merupakan lansia yang berada pada kondisi optimal dimana lansia mengalami kemunduran yang minim dari segi fisik dan kognitif, serta aktif melakukan kegiatan dilihat dari segala aspek kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran successfull aging pada lansia purna bakti dan apa saja faktor yang memengaruhi. Responden penelitian ini yaitu 2 orang lansia purna bakti dan 2 significant other dari masing-masing anak responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data penelitian ini yaitu analisis tematik data driven yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat beberapa aspek gambaran successfull aging yaitu kondisi kesehatan, fungsional, aktif terlibat di lingkungan sekitar, dan subjektivitas successfull aging pada responden. Faktor yang memengaruhi mencapai successfull aging yaitu aktivitas, psikologis, sosial, religiusitas, serta terdapat faktor lain. Implikasi dalam penelitian ini yaitu dapat memberikan kontribusi berupa informasi, data, fakta terkait gambaran, serta faktor yang memengaruhi successfull aging pada lansia purna bakti     Kata Kunci: Lansia Purna Bakti, Pensiun, Successfull aging