cover
Contact Name
Sultan
Contact Email
sultandarma@unram.ac.id
Phone
+6287703398383
Journal Mail Official
jurnalbaktinusa@unram.ac.id
Editorial Address
Fakuktas Teknik Jurusan teknik elektro Unversitas Mataram Jln Majapahit No 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Bakti Nusa
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27212181     EISSN : 27471357     DOI : https://doi.org/10.29303/baktinusa.v3i2.58
Jurnal Bakti Nusa: adalah jurnal ilmiah sebagai forum komunikasi ilmiah hasil aplilkasi pengabdian kepada masyarakat yang meliputi bidang saintek , soshum adn Umum. Artikel yang dipertimbangkan untuk dimuat adalah berupa hasil pengabdian atau hasil pemikiran yang belum pernah diterbitkan atau tidak sedang menunggu diterbitkan pada publikasi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
PEMANFAATAN RUNNING TEXT SEBAGAI ALAT BANTU INFORMASI WAKTU SHOLAT DI MASJID YAYASAN DARUL HIKMAH LOMBOK TENGAH Akbar, L. Ahmad S. Irfan; Iqbal, Muhamad Syamsu; Budiman, Djul Fikry; Rachman, A. Sjamsjiar; Wiriasto, Giri Wahyu; ., Sinarep
Jurnal Bakti Nusa Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v2i1.10

Abstract

Penampil waktu yang menandakan informasi masuknya waktu sholat sering dijumpai di masjid-masjid sebagai tempat peribadatan Umat Islam, pada umumnya penampil informasi ini sudah memakai jadwal sholat digital. Namun sering ditemukan waktu sholat yang tertampil tidaklah diperuntukkan untuk daerah tersebut, sehingga kadang mempunyai selisih waktu yang cukup jauh dengan awal waktu sholat sesungguhnya. Penelitian pengabdian ini membuat penampil jadwal shalat digital yang mengacu pada jadwal yang dikeluarkan oleh badan hisab Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG). Menggunakan metode look-up tabel agar mendapatkan jadwal waktu shalat yang lebih akurat. Perangkat keras yang dibangun berbasis mikrokontroller dan menanamkan jadwal waktu shalat ke dalam EEPROM dan akan ditampilkan melalui 7-segment. Tampilan pada 7-segment berupa Jam, Menit, Tanggal, Bulan, Tahun, Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya dengan jumlah ukuran LED Dot Matrix jenis P10 sebanyak 2 panel. Perangkat keras kemudian diberi kemampuan berkomunikasi dengan smart phone berbasis android melalui media bluetooth. Hasil yang didapatkan adalah kecepatan dalam mendapatkan data waktu sholat yang sesuai dengan lokasi dan keakuratan yang sesuai dengan sumber data jadwal sholat yang digunakan
SISTEM PENGENDALIAN GREEN HOUSE UNTUK TANAMAN STRAWBERRY BERBASIS RASPBERRY PI 3 I Nengah Suhartawan; A. Sjamsjiar Rachman; I Made Budi Suksmadana; Ida Rofaida
Jurnal Bakti Nusa Vol. 1 No. 2. Oktober 2020: JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v1i2. Oktober 2020.12

Abstract

BAHASA Strawberry adalah tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada lahan dataran tinggi (mountain area). Budidaya tanaman strawberry dapat dilakukan di dataran rendah dengan menyesuaikan faktor lingkungan asli pertumbuhan strawberry dengan menggunakan media green house atau rumah kaca. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah sistem yang dapat mengukur lingkungan asli tanaman serta mengendalikan green house secara otomatis dengan menggunakan hasil pengukuran lingkungan sebagai setpoint berdasarkan waktu. Sistem ini menggunakan Raspberry Pi sebagai pusat kendali serta LM35 sebagai sensor suhu dan Soil Moisture YL-69 sebagai sensor kelembaban tanah. Terdapat dua output kendali di dalam green house yaitu kipas pendingin dan pompa air. Nilai pembacaan sensor dalam green house akan dibandingkan dengan setpoint untuk memberikan output kendali secara otomatis melalui rangkaian driver kipas dan pompa air. Sistem ini dapat menyesuaikan suhu antara green house dan setpoint dengan selisih maksimum yaitu 2,9oC dan dapat meyesuaikan kelembaban tanah dengan rentang 79% sampai 84,5%. ENGLISH Strawberry is a plant that can grow well in the land of the Highlands (mountain area). Strawberry cultivation can be done on the original environmental factors by adjusting the growth media using strawberry green house. Therefore, a single system that can measure and control the plant's native environment green house automatically by using the results of the measurements of the environment as a setpoint time based. These systems use Raspberry Pi as the control center as well as a temperature sensor LM35 and Soil Moisture YL-69 as a soil moisture sensor. There are two output control inside the green house i.e. the cooling fan and water pump. The value of the sensor readings in the green house will be compared with the setpoint to give output automatically control through a series of driver fan and water pump. The system can adjust the temperature between the green house and the setpoint with maximum difference i.e. 2.9 and can meyesuaikan soil moisture with a span of 79% to 84.5%.
SYMPHATHETIC TRIP PADA PENYULANG 20 KV DI GARDU INDUK AMPENAN PT. PLN (PERSERO) APDP MATARAM I Made Dwipayana; Supriyatna Supriyatna; I Made Ari Nrartha; Ida Rofaida
Jurnal Bakti Nusa Vol. 1 No. 2. Oktober 2020: JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v1i2. Oktober 2020.13

Abstract

BAHASA Sistem proteksi atau pengaman ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan tidak mengalami gangguan sehingga sistem yang normal dapat menjalankan operasinya. Gangguan bisa saja terjadi meskipun sudah dilengkapi dengan alat proteksi. Salah satu gangguan yang terjadi adalah symphathetic trip. Symphathetic trip yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik menyebabkan penyulang sehat ikut terganggu karena merasakan gangguan pada penyulang terkena gangguan.Untuk meminimalkan terjadinya gangguan symphathetic trip tidak terulang lagi, maka diperlukan pengujian selektivitas. Langkah-langkah yang dilakukan untuk pengujian selektivitas yaitu melakukan perhitungan arus kapasitif tiap penyulang, perhitungan arus hubung singkat satu fasa ke tanah, perhitungan arus hubung singkat satu fasa ke tanah dijumlahkan arus kapasitif, perhitungan waktu kerja relay dan melakukan pengujian selektivitas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa selektivitasnya terpenuhi dengan perhitungan waktu kerja relay untuk Interkonektor 1 dan Interkonektor 2 yaitu = 80 A, tms = 0,04 dengan waktu kerja relay di penyulang terganggu0,296 detik dan waktu kerja relay gangguan di penyulang lain -0,12 detik, Kopel C yaitu = 80 A, tms = 0,05 dengan waktu kerja relay di penyulang terganggu0,298 detik dan waktu kerja relay gangguan di penyulang lain -0,26 detik serta 3 Gili yaitu = 68 A, tms = 0,05 dengan waktu kerja relay di penyulang terganggu0,297 detik dan waktu kerja relay gangguan di penyulang lain -0,27 detik. ENGLISH Protection or security system is necessary to separate the problematic parts with undisturbed normal so that the system can run its operations. Disruption could happen though is equipped with protective devices. One disturbance is symphathetic trip. Symphathetic trip happens to the electricity distribution system led to a healthy feeder disrupted because of interference with the feeder taste disorder. To minimize the disruption symphathetic trip does not happen again, it is necessary to test the selectivity. Steps undertaken to test the selectivity ie calculating each feeder capacitive current, short circuit current calculation of the phase to ground, a short circuit current calculation phase to ground capacitive currents are summed, the calculation of working time relay and testing selectivity. The results obtained showed that the selectivity is accomplished by calculating working time relay for InterkonektorInterkonektor 1 and 2 are I_set = 80 A, tms = 0.04 by the time the relay in feeder disturbed 0.296 seconds and the relay disruptions in other feeders -0.12 second, Kopel C is I_set = 80 A, tms = 0.05 by the time the relay in feeder disturbed 0.298 seconds and the relay disruptions in other feeder 0,26 seconds and 3 Gili namely I_set = 68 A, tms = 0, 05 by the time the relay in feeder disturbed 0.297 seconds and the relay disruptions in other feeders -0.27 seconds.
PERANCANGAN SISTEM UNTUK MENGETAHUI KUALITAS BIJI KOPI BERDASARKAN WARNA DENGAN K-NEAREST NEIGHBOR I Made Ary Swantika; Bulkis Kanata; I Made Budi Suksmadana
Jurnal Bakti Nusa Vol. 1 No. 2. Oktober 2020: JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v1i2. Oktober 2020.14

Abstract

BAHASA Kopi sebagai salah satu hasil perkebunan memiliki peran yang sangat penting salah satunya sebagai sumber devisa untuk negara sehingga dibutuhkan kualitas biji kopi yang baik. Selama ini pembagian kualitas biji kopi masih dilakukan secara manual dikalangan masyarakat yang mana akan menghabiskan waktu yang lama dan jumlah tenaga kerja yang banyak juga sehingga besar kemungkinan akan mendapatkan hasil yang kurang baik karena faktor kurang cermat, kelelahan, dan juga persepsi masing-masing orang yang berbeda-beda. Pada tugas akhir ini dirancang sebuah sistem untuk mengetahui kualitas biji kopi berdasarkan warna dengan K-Nearest Neighbor sehingga dapat dibedakan kualitas biji kopi menjadi 3 kelas (berdasarkan kebiasaan para petani) dan menjadi 6 kelas (berdasarkan sistem nilai cacat) dengan menggunakan parameter ciri statistik orde satu dan orde dua serta pengklasifikasian menggunakan K-Nearest Neighbor. Berdasarkan sistem yang telah dibuat, sistem dapat mengenali kualitas biji kopi untuk pembagian menjadi 3 kelas dengan akurasi terbesar menggunakan ciri statistik orde satu yaitu pada parameter means dan kombinasi means dan skewness dan kombinasi means, skewness dan entrophy dengan tingkat keberhasilan 100% walaupun nilai k yang diberikan berbeda-beda. ENGLISH Coffee as a result of the plantation has a very important role to one as a source of income to the State so that it takes good quality coffee beans . During this time the division of quality coffee beans are still done manually among people which will spend a long time and the amount of labor that many so likely will get poor results as well as factors less careful , fatigue , and also the perception of each person different . In this final project designed a system to determine the quality of coffee beans by color with K - Nearest Neighbor can be distinguished quality coffee beans into 3 classes ( based on the habits of the farmers ) and into 6 classes ( based on the value system defects ) using parameters characteristic of statistic orde one and the second order and classification using the K - Nearest Neighbor . Under the system that has been created , the system can recognize the quality of the coffee beans to the division into three classes with an accuracy of greatest use of characteristic statistical order one, namely the parameter means and combinations of means and skewness and a combination of means , skewness and entrophy with a success rate of 100 % although the value of k given vary.
IMPLEMENTASI MULTITHREADING PADA ALGORITMA MINIMAX Lalu Imam Adiguna Rinjani; Lalu A. Syamsul Irfan Akbar; A. Sjamsjiar Rachman
Jurnal Bakti Nusa Vol. 1 No. 2. Oktober 2020: JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v1i2. Oktober 2020.15

Abstract

BAHASA Algoritma minimax merupakan salah satu dari algoritma pencarian yang mencari cabang dengan nilai tertinggi pada suatu pohon pencarian, dimana pohon pencarian adalah pohon yang terbuat dari kemungkinan – kemungkinan yang dapat terjadi. Kekurangan dari algoritma ini adalah semakin besarnya pohon pencarian maka waktu eksekusi yang dibutuhkan dalam melakukan pencarianpun meningkat. Teknik multithreading merupakan suatu teknik yang membagi sebuah tugas besar menjadi beberapa tugas kecil dan dikerjakan secara bersamaan. Teknik multithreading akan diimplementasikan pada algoritma minimax untuk mengurangi waktu eksekusi pencarian cabang dengan nilai tertinggi. Penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman java dengan NetBeans IDE 8.0.2. dan komputer personal. Hasil penelitian menunjukkan algoritma minimax dengan implementasi multithreading lebih efisien dibandingkan dengan algoritma minimax dengan Speed Up yang dihasilkan pada multithreading dengan 2 thread adalah 1.31 pada kedalaman maksimal 4, 1.41 pada kedalaman maksimal 5, dan 1.52 pada kedalaman maksimal 6. Sedangkan Speed Up yang dihasilkan pada multithreading dengan 3 thread adalah 1.35 pada kedalaman maksimal 4, 1.42 pada kedalaman maksimal 5, dan 1.55 pada kedalaman maksimal 6. Gradien Speed Up yang dihasilkan dari 2 thread pada kedalaman 4 dan 5 adalah 0.1 dan pada kedalaman 5 dan 6 adalah 0.11. Sedangkan Gradien Speed Up yang dihasilkan dari 3 thread pada kedalaman 4 dan 5 adalah 0.07 dan pada kedalaman 5 dan 6 adalah 0.13. ENGLISH Minimax algorithm is one of the searching algorithm that search a branch with the highest value on a searching tree, a searching tree is a tree that made of any possibility that might happen. The lack of this algorithm is that the bigger the tree than the time it consume to search is bigger too. Multithreading technique is a technique that divide a big job into a few small jobs, the few small job will be done at the same time. Multithreading technique will be implemented on minimax algorithm to reduce the execution time to search the branch with the highest value. This research use java programming language with NetBeans IDE 8.0.2. and personal computer. The result of this research is that the minimax algorithm with multithreading implementation is more efficient than minimax algorithm with the resulting Speed Up in multithreading with 2 thread are 1.31 with 4 as the maximum depth, 1.41 with 5 as the maximum depth, and 1.52 with 6 as the maximum depth. Gradien Speed Up for 3 thread toward 2 thread with the maximum depth of 4 and 5 is 0.7, meanwhile with the maximum depth of 5 and 6 is 1.2. On the depth of 4 and 5 the rise of the Speed Up on 2 thread is bigger than 3 thread, meanwhile on the depth of 5 and 6 the rise of the Speed Up on 3 thread is bigger than 2 thread. This thing can be seen by looking at the resulting Gradien Speed Up from 2 thread on the depth of 4 and 5 which is 0.1 and on the depth of 5 and 6 which is 0.11. Meanwhile the resulting Gradien Speed Up from 3 thread on the depth of 4 and 5 is 0.07 and on the depth of 5 and 6 is 0.13.
DESAIN MODIFIKASI CANTENNA UNTUK OPTIMASI FEED ANTENA GRID 2.4 GHz Pahrurrozi Pahrurrozi; Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Suthami Ariessaputra
Jurnal Bakti Nusa Vol. 1 No. 2. Oktober 2020: JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v1i2. Oktober 2020.18

Abstract

BAHASA Pada penelitian ini akan membahas tentang desain modifikasi feed antena grid 2,4 GHz untuk mendapatkan parameter gain antena yang optimum. Antena grid digunakan untuk transmisi dan menerima gelombang elektromagnetik pada frekuensi 2,4 GHz. Feedersangat memengaruhi kualitas pancaran gelombang elektromagnetik, sehingga polarisasi feeder harus tepat. Metode optimalisasi dengan cara mengganti feed point menggunakan modifikasi feeder dengan cantena. Modifikasi feeder ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gain menjadi optimum. Hasil dari simulasi modifikasi cantena dapat meningkatkan parameter gain menjadi 24,41 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan direksional dengan beamwidth sebesar 10,2o pada polarisasi vertikal dan beamwidth 7,1o pada polarisasi horizontal. Bandwidth antena yang diperoleh sebesar 99,4 MHz. ENGLISH This research will discuss about the design of feed modification of 2,4 GHz grid antenna to get optimal antenna gain parameters. Grid antennas are used for electromagnetic wave transmission and receiver that work at 2.4 GHz frequencies. Feeder can greatly affect the quality emission of electromagnetic waves, so the polarization of the feeder must be precise. Optimization method by replacing feed point using feeder cantenna optimization. This feeder modification is expected to improve the gain quality to be optimal. The result of the modified feeder cantenna simulation can increase the gain parameter to 24.41 dBi. The resulting radiation pattern is directional with a beamwidth of 10.2o in vertical polarization and 7.1o in horizontal polarization. The antenna bandwidth obtained is 99.4 MHz.
PENYULUHAN CARA MENGURANGI BAHAYA RADIASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK PADA KESEHATAN DI KELURAHAN PAGUTAN BARAT MATARAM Seniari, Ni Made; Dharma. S, Bagus Widhi
Jurnal Bakti Nusa Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v2i1.19

Abstract

Kebutuhan informasi secara cepat dan akurat sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Informasi tersebut  di dapat dengan  menggunakan peralatan elektronik, yang dicatu dengan daya listrik.  Daya listrik   terdiri dari arus, tegangan dan frekuensi. Arus dan tegangan menimbulkan medan listrik dan medan magnet yang membangkitkan gelombang elektromagnetik dan bersifat vektor. Metabolisme mahluk hidup bekerja berdasarkan  vektor. Vektor adalah suatu besaran yang memiliki nilai nominal dan memiliki arah. Apabila terpapar gelombang elektromagnetik, dapat mengganggu vektor metabolisme mahluk hidup.  Apabila vektor gelombang elektromagnetik melebihi ambang batas, dalam jangka waktu lama dan berkelanjutan, maka metabolisme mahluk hidup terganggu. Akibatnya pertumbuhan, perkembangbiakan, fungsi dan koordinasi antar sel atau jaringan menjadi tidak normal, akibatnya dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Untuk itu masyarakat perlu di beri pengetahuan dan pemahanan praktis tentang bahaya radiasi gelombang elektreomagnetik.  Melalui memberi penyuluhan, diskusi, tanya jawab dan saling sharing pengalaman, bersamaan  dengan acara arisan ibu-ibu. Hasilnya, masyarakat  menjadi lebih paham, memiliki pengetahuan tentang  bahaya radiasi gelombang elektromagnetik, dan mengetetahui cara meminimalisir dampak negatifnya. 
SOSIALISASI PENGAMAN INSTALASI LISTRIK BERDASARKAN PUIL 2011 (SNI 0225:2011) DESA PERINA KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sultan, Sultan; Nrartha, I Made Ari; Sasongko, Sudi M. Al.; Muljono, Agung Budi; Ginarsa, I Made; Karyawan, I Dewa Made Alit
Jurnal Bakti Nusa Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v2i1.20

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan vital yang tidak dapat dilepaskan dari keperluan hidup sehari-hari. Kekurangan energi listrik tersebut dapat dipastikan akan mengganggu dalam setiap aktivitas manusia, untuk itu dalam penggunaan diperlukan suatu proteksi dalam sistem instalasi listrik yang sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu PUIL 2011-SNI 0225-2011 demi keselamatan jiwa dan harta benda milik konsumen. Kegiatan sosialisasi instalasi listrik berdasarkan stanadar SNI 0225-2011 dilaksanakan secara virtual pada tanggal 28 Juli 2020di desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian teknik instalasi sesuai standar SNI 0225-2011 atau PUIL 2011 Kegiatan ini diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat dengan memberikan pengetahuan dan keahlian teknik di bidang instalasi listrik yang sesuai standar.
SOSIALISASI BERSAHABAT DENGAN BENCANA ALAM GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI DESA PEMENANG BARAT KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Budianto, Muh Bagus; Yasa, I Wayan; Setiawan, Ery; Widianty, Desi; Yuniarti, Ratna
Jurnal Bakti Nusa Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v2i1.24

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, karena letak Indonesia yang berada pada gugusan gunung api (ring of fire) dunia dan dilewati tiga lempeng tektonik, yaitu Indo-Australia, Pasifik dan Eurasia. Sejak akhir bulan Juli hingga akhir tahun 2018 telah terjadi gempa bumi di Lombok. Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan, terjadinya tanah longsor, runtuhnya bangunan rumah, tempat ibadah, perkantoran dan jatuhnya korban jiwa maupun yang luka-luka. Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah terparah yang terkena dampak gempa Lombok, karena wilayah ini sangat dekat dengan pusat gempa. Banyaknya korban dan rusaknya infrastruktur akibat gempa harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat, agar ke depan dapat disusun kebijakan yang lebih ramah terhadap gempa. Selain itu di masyarakat juga perlu dilatih dan dibangkitkan budaya sadar bencana alam termasuk gempa bumi dan tsunami melalui penyuluhan. Hasil kegiatan meningkatnya kapasitas pengetahuan masyarakat tentang gempa bumi dan meningkatnya kesadaran masyarakat memitigasi gempa bumi dan tsunami, sehingga bila terjadi gempa lagi masyarakat telah siap dan dapat hidup harmonis dengan keadaan alam.
PROGRAM BERSIH SAMPAH UNTUK PENDUDUK Di PESISIR PANTAI DESA BATU NAMPAR SELATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Yadnya, Made Sutha; ., Sultan; Ginarsa, I Made; Nrartha, I Made Ari; Muljono, Agung Budi; Sasongko, Sudi Mariyanto Al; Widianty , Desi
Jurnal Bakti Nusa Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v2i1.26

Abstract

Manusia merupakan mahluk individu dan mahluk sosial. Salah satu fungsinya adalah menjaga kebersihan. Kondisi terjadi sebaliknya penduduk di daerah pesisir Desa Batu Nampar yang mempunyai tingkat kebersihan yang rendah akibat sampah masih berhamburan dan berserakan sebelum adanya pengabdian masyarakat. Langkah yang diambil untuk mengatasi hal tersebut adalah membuat bak sampah ditempat yang tepat. Pengabdian ini juga untuk membentuk pola pikir masyarakat agar dapat mengolah sampah menjadi hal yang bermanfaat serta menghasilkan uang.Tim pengabdian terhadap masyarakat turun langsung lewat program mandiri dari Universitas Mataram khusus Fakultas Teknik turun langsung ke lapangan mengatasi masalah ini.Sehingga terdapat bak penampungan sampah serta pengolahan sampah menjadi kompos yang dapat dijual sebagai pupuk.