cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
Karakteristik Kekuatan Material Pada Baja Dengan Variasi Diameter Akibat Proses Temper Quench Weriono; Junaidi; Rinaldi
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlakuan panas pada baja mempunyai peran penting dalam upaya mendapatkan sifat-sifat tertentu yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Pemakaian baja AISI 4140 aplikasi penggunaannya connecting rod, poros engkol, fastener, as roda, alat pertambangan dan komponen alat berat. Bahan yang digunakan mensyaratkan beberapa faktor seperti kekuatan, kekerasan, ketangguhan, keuletan, tahan panas, tahan aus dan sebagainya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas baja adalah dengan perlakuan panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kekuatan bahan akibat proses perlakuan panas pada logam serta untuk mendapatkan sesuai sifat spesifikasi sesuai standar sehingga kekuatan, kekerasan, ketangguhan, dan keuletan dapat terukur. Kekerasan di bawah standard di titil radius pengukuran sudut 30o tegak (Rb) untuk d = 36 mm sampel 1 dari tepi 15 mm 21,5 HRC, d = 38 mm sampel 1 (Ra) = 20,4 HRC (Rb) = 21,5 HRC sedangkan sampel 2 (Ra) = 20,5 HRC (Rb) = 22,4 HRC. Rata – rata kekerasannya masih di dalam standard tetapi radius pengukuran sudut 30o tegak (Rb) lebih tinggi nilai kekerasannya dibandingkan arah radius tegak (Ra) dan pada titik pengukuran mendekati pusat batangan baja mempunyai harga kekerasan dibawah standard Persentasi elongation dan persentasi reduction area diameter 36 mm lebih tinggi dari diameter 38 mm. diameter 36 mm ?y = 826 MPa lebih tinggi dari diameter 38 mm ?y = 708 MPa, kondisi ini menunjukan kekuatan standard AISI 4140 ?y = 655 MPa. Kekuatan material dan kekerasan tidak seragam pada variasi diameter.
Studi Karakteristik Material Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Jenis ABC Powder Melalui Pengamatan Struktur Mikro Dan Pengujian Kekerasan Rinaldi; Siswo Pranoto; Suyitno Suyitno
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pemadam Api Ringan berfungi untuk membantu memadamkan api pada saat terjadinya kebakaran. Permasalahan yang terjadi pada Alat Pemadam Api Ringan ini diantaranya : tabung Alat Pemadam Api Ringan mengalami korosi, lapisan pelindung kurang baik, tekanan dalam tabung menjadi berkurang baik, terdapatnya kerusakan di bagian sambungan badan tabung dan alas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada bagian-bagian Alat Pemadam Api Ringan yang mengalami kerusakan, menganalisa karakteristik material melalui pengamatan struktur mikro dan pengujian kekerasan material Alat Pemadam Api Ringan , serta analisis tegangan yang diidentifikasi mengalami cacat untuk mengetahui penyebab kerusakannya. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu detail kerusakan telah diketahui dari penelitian ini. Bagian Alat Pemadam Api Ringan yang mengalami kerusakan yaitu bagian atas , sambungan lasan, dan dasar tabung. Kerusakan Alat Pemadam Api Ringan berupa korosi dominan terjadi di dasar tabung. Kekerasan dan tegangan di daerah sambungan las lebih tinggi dibandingkan kekerasan dinding tabung, sehingga menimbulkan korosi tegangan. Korosi merusak beberapa bagian di dasar tabung . Pertumbuhan korosi berawal dari bagian dasar tabung lalu menjalar ke bagian atas tabung . Korosi mengakibatkan penipisan pada dinding Alat Pemadam Api Ringan yang terjadi pada lubang yang disebabkan oleh korosi dan merambat pada daerah sambungan lasan. Kerusakan mulai terjadi di lokasi sambungan lasan dan terus merambat hingga ke bagian yang lain dari dinding tabung Alat Pemadam Api Ringan. Program perawatan yang handal, program pelapisan dinding tabung yang terintegrasi, dan desain tabung yang lebih baik sehingga dapatmenghindari korosi pada sambungan las.
Analisis Hubungan Ketaksamaan Nilai Singular Pada Pemetaan Linier dan Rentang Numerik Untuk Fungsi EKsponensial Matriks M. Natsir; Asli Sirait; Musraini; Rolan Pane
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract
Penggunaan Serat Pelepah Kelapa Sawit Asal Dumai Ssebagai Bahan Tambah Pembuatan Batako Serat Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendataan BPS tahun 2014 terhadap perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh Provinsi Riau sangat luas yaitu 2.399.172 hektar. Potensi limbah kering pelepah kelapa sawitdapat mencapai 89.479.518,912 ton/tahun. Serat dapat digunakan sebagai bahan tambah untuk membuat materialbangunan, sehingga sangat dimungkinkan pemakaian serat pelepah kelapa sawit sebagai bahan tambahan dalam pembuatan batako. Tujuan penelitian ini untuk menemukan variasi campuran pembuat batako serat dengan bahan tambahan serat pelepah kelapa sawit yang berasal dari Dumai terhadap nilai kuat tekan dan penyerapan air sesuai standar mutu SNI. Hasil penelitian di laboratorium yang meliputi pembuatan produk jadi yaitu batako normal dan batako serat, mengukur nilai kuat tekan dan penyerapan air batako diuraikan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan. Kesimpulannya adalah Job mix batako serat yang komposisi semen 2,7168 kg; pasir beton 8,1510 kg; pasir urug 5,4342 kg; air 0,1000 lt; serat 1% (0,0272 kg), serat 3% (0,815 kg), serat 5% (0,1358 kg) menghasilkan 7 buah batako (20x10x6) cm. Batako serat yang berasal dari Dumai dengan nilai kuat tekan rata-rata pada penambahan serat 1%, 3% dan 5% berturut-turut adalah 110,80 kg/cm; 79,30% dan 57,57 kg/cm2. Penyerapan air batako serat yang berasal dari Dumai lebih rendah dari batas maksimum yang digariskan SNI berturut-turut 3,0%; 3,60% dan 4,1% pada penambahan serat 1%, 3% dan 5%. Temuan penelitian ini adalah bahwa nilai kuat tekan dan penyerapan air batako serat yang berasal dari Dumai lebih baik pada penambahan serat 1% dari berat semen yang memenuhi persyaratan mutu SNI.
Pengaruh Penambahan Gula Aren Terhadap Setting Time dan Ketahanan Mortar Terhadap Temperatur TInggi Neri Puspita Sari
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh penambahan gula aren terhadap ketahanan mortar yang akibat suhu tinggi 250oC, 500oC, 750oC selama 3 jam dengan menggunakan furnace. Pembuatan benda uji menggunakan mortar dengan ukuran sisi 5 cm. Pengujian dilakukan setelah mengalami perawatan kering pada suhu kamar selama 28 hari. Setting time dan kuat tekan menggunakan kadar gula aren 0%, 0.1%, 0.3% dan 0.5% dari berat semen. Kuat tekan yang tersisa setelah dipanaskan pada suhu 750oC untuk dosis gula aren 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% adalah 39%, 58%, 54%, 51%. Dosis gula aren 0,1 % bersifat retarder dalam campuran pasta semen karena terjadi penundaan waktu ikat awal 5,12 x (495 menit) dibandingkan tanpa bahan tambah gula aren. Dosis gula aren 0,3 % dan 0,5 % cenderung bersifat accelerator karena waktu ikat awalnya lebih cepat dibandingkan tanpa bahan tambah gula yaitu 0,74 x (71,25 menit) dan 0,75 x (72,50 menit).
Pengujian Prototype Proteksi Instalasi Rumah Menggunakan ACS 758 Berbasis Arduino Alfizeri; Fadhli Palaha
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem proteksi instalasi listrik pada rumah bertujuan untuk mengamankan dan mencegah terjadinya hal tidak diinginkan yang bersifat fatal seperti kebakaran rumah dan lain sebagainya. Proteksi listrik yangumum digunakan pada instalasi perumahan, perkantoran, workshop, industri adalah Miniature CircuitBreaker (MCB). Kelemahan MCB yaitu masih memerlukan tenaga manual dalam menyambung kembaliinstalasi yang terputus. Alat proteksi pendukung diperlukan untuk optimalkan kerja MCB dalam memutusdan menyambung instalasi listrik dengan aplikasi algoritma pemogramman menggunakan arduino untukmeminimalisasi penggunaan tenaga dan waktu. Alat proteksi pendukung bekerja menggunakan sistemprogram yang didukung komponen-komponen indikator, yaitu; LED, buzzer dan relay. Pada penelitian ini diharapkan sensor dapat membaca dan menghitung nilai arus yang melaluiinstalasi listrik secara terus menerus, sehingga hasil pembacaan akan dikirim melalui sinyal ke arduino. Perintah program yang dibuat untuk mengamankan jaringan instalasi arus lebih dalam menyambungkankembali jika jaringan instalasi mengalami gangguan maka secara otomatis dalam waktu 2.3 detik akanmenyambungkan kembali. Penelitian ini sebagai alat pendukung mengoptimalisasikan kerja MCB seketikadalam memutuskan instalasi jika mengalami gangguan arus lebih, sedangkan MCB memerlukan waktudalam memutuskan instalasi listrik ketika mengalami gangguan arus lebih,dikarenakan MCB bekerja pada190% × Arus nominal.Waktu menyala alat setelah rangakaian terputus tiap percobaan yaitu 2.3 detik. Halini dikarenakan diberikannya delay pada pergantian program antara arus lebih dan arus normal yaitu 300milli second (0,3 detik). Jadi, waktu delay bekerja sesuai program yang dibuat. Beradasarkan percobaan yangdilakukan, alat proteksi pendukung optimalisasi kerja MCB ini bekerja sesuai dengan perintah program yangdibuat dengan setingan waktu yang dibuat berbeda-beda.
Optimasi Bahan Bakar Untuk Mengetahui Kinerja Boiler Nazaruddin
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi bahan bakar boiler adalah suatu proses untuk mencapai hasil yang baik/ideal. Penelitian ini bertujuanmenganalisa kinerja di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS). Analisa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahuioptimasi bahan bakar boiler sesuai kondisi setting dan mengetahui kinerja boiler. Metode yang digunakan adalahobservasi langsung terhadap produksi shell dan fibre serta unit boiler. Boiler dioperasikan untuk memproduksi uap hingga 18 ton/jam, produksi yang dihasilkan oleh bahan bakar shell 950,40 kg/hr dan produksi fibre 2.604,60 kg/hr. Kebutuhan bahan-bakar boiler adalah 5.888,05 kg/hr, dimana 83 %kebutuhan fibre untuk bahan bakar boiler 4887,09 kg/hr dan 17 % kebutuhan shell untuk bahan bakar boiler 1.000,96kg/hr. Kekurangan fibre untuk bahan bakar boiler adalah 2.282,48 kg/hr. Untuk mengantisipasi kekurangan tersebutdigunakan bahan bakar shell sebesar 1.426,57 kg/hr. Nilai panas campuran bahan bakar fibre dan shell adalah 11513,698 kJ/ kg dan energy yang dibutuhkan untuk menghasilkan steam 67.793.209,05 kJ/hr.Efisiensi yang dapatdicapai boiler 67,59%. Efisiensi yang dihasilkan masih dibawah standar (untuk boiler Fraser rata – rata 75 –80 %). Haltersebut bisa disebabkan oleh kandungan air dalam shell dan fibre yang tidak konstan setiap harinya dan sistempengadukkan dan pengorekan bahan bakar serta kontrol feeding bahan bakar dalam dapur boiler yang masih perludiperbaiki lagi.
Analisa Perubahan Nilai Karakteristik Kuat Tekan Beton K 200 Yang Menggunakan Cangkang Sawit Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar Sjelly Haniza; Ahmad Hamidi
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang sawit merupakan bagian keras yang terdapat pada buah kelapa sawit, berfungsi untuk melindungi isi dari buah sawit tersebut. Cangkang ini merupakan hasil samping dari produksi Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang belum termanfaatkan secara maksimal. Akibatnya pihak pabrik masih harus menyediakan lahan khusus tempat pembuangan atau penumpukan cangkang yang tentunya akan menambah biaya bagi perusahaan. Guna menghadapi permasalahan diatas diperlukan usaha-usaha dan ide-ide pengolahan dari cangkang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cangkang kelapa sawit terhadap mutu beton yang dihasilkan. Cangkang sawit digunakan sebagai pengganti sebagian dari agregat kasar pada pembuatan campuran beton normal. Metode perencanaan campuran menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI 03-2834-2000) dengan kuat tekan rencana 200 kg/cm2. Benda uji berbentuk selinder dibuat menggunakan 3 variasi campuran yakni penggunaan cangkang 0%, 15%, 20% dan 25% dari berat agregat kasar yang digunakan. Masing-masing variasi dibuat 3 buah benda uji. Pemeriksaan kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Hasil kuat tekan rata-rata yang diperoleh untuk masing-masing variasi cangkang 0%, 15%, 20% dan 25% berturut-turut adalah 20,18 MPa, 17,20 MPa, 16,27 MPa dan 15,34 MPa. Penurunan kuat tekan untuk setiap penambahan persentase cangkang 15%, 20% serta 25% secara berturut-turut adalah 14,77%, 19,38% dan 23,98%. Semakin tinggi persetase cangkang yang digunakan maka kuat tekan yang dihasilkan semakin menurun sebaliknya semakin tinggi persentase cangkang yang digunakan maka berat benda uji semakin ringan.
Analisa Perbandingan Kinerja Pompa Sentrifugal Dengan Pengaturan Bukaan Katup Yuliani
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan pelayanan kapasitas operasi pompa tidak selalu tetap, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, sehinggakapasitas aliran harus diatur untuk menyesuaikan kebutuhan. Pengujian dilakukan untuk menganalisis karakteristikpompa, kinerja pompa melalui variasi bukaan katup (tanpa perantara pully & belting) dan membandingkannya denganpengaturan bukaan katup pada pompa digerakkan oleh motor penggerak dengan perantara pully & belting. Penelitiandilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pengaturan bukaan katup terhadap tekanan dan debitaliran air pompa sentrifugal untuk memperoleh kinerja pompa sentrifugal akibat pengaturan bukaan katup yangdiberikan dan mengetahui perbandingan kinerja pompa melalui variasi bukaan katup (tanpa perantara pully & belting)dan membandingkannya dengan pengaturan bukaan katup pada pompa digerakkan oleh motor penggerak dengan perantara pully & belting. Pada hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan, cara pengaturan kontrolkapasitas aliran pengaturan putaran pompa tanpa puli dan belting dilakukan pada putaran pompa 2850 rpm dan pompadengan pully &belting pada putaran motor 1470 rpm dan putaran pompa 2939 rpm. Kapasitas dan tekanan yangdihasilkan daya pompa dengan pully & belting lebih besar (tidak signifikan). Hal ini disebabkan putaran pompa denganmenggunakan pully & belting lebih besar. Pengaruh variasi pengaturan bukaan katup terhadap tekanan dan debit aliranair pompa sentrifugal untuk memperoleh kinerja pompa sentrifugal kelihatan jelas dari hasil perhitungan yang telahdilakukan.
ANALISA PERBANDINGAN PENGUKURAN INTENSITAS CAHAYA PEAKTECH TIPE 5035 DENGAN SENSOR LDR BERBASIS MIKROKONTEROLLER ATMEGA 8535 DI GENDUNG TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS Muharnis; Khairudinsyah
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pencahayaan sangat mempengaruhi jumlah intensitas cahaya (lux). Penelitian ini akan menganalisa danmembandingkan besaran intesitas cahaya apakah sudah memenuhi standar kesehatan dengan menggunakan alat ukurluxmeter peaktech type 5035 dengan sensor LDR berbasis mikrokonteroller ATMega 8535, sehingga dapat diketahuijumlah intensitas cahaya (luminasi) dalam suatu ruang. Adapun ruang yang akan dilakukan pengukuran adalah ruang yang digunakan untuk perkuliahan di gedung Teknik Elektro Politeknik Negeri Bengkalis. Pemanfaatan sensor cahayaLight Dependent Resistor (LDR) untuk mengukur intensitas cahaya dalam suatu ruangan. Sensor cahaya (LDR)mendeteksi adanya cahaya, maka sensor cahaya akan menghasilkan tegangan berupa sinyal analog. ATMega8535digunakan sebagai pengkonversi dari sinyal analog menjadi sinyal digital dalam mengolah data. Setelah sinyal analogdirubah menjadi sinyal digital kemudian data diolah oleh mikrokontroler ATMega8535 dan ditampilkan hasilnya(dalam satuan lux) di LCD display. Hasil pengujian antara alat ukur intensitas cahaya (luxmeter) dengan menggunakansensor LDR dibandingkan dengan luxmeter merk PeakTech tipe 5035, kemudian dilakukan perbandingan (persentasekesalahan). Sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa alat ukur intensitas cahaya (luxmeter) denganmenggunakan sensor LDR ini mencapai tingkat akurasi pengukuran sebesar 89,332% dan persentase kesalahannyasebesar 11,74 %.

Page 8 of 26 | Total Record : 256