cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 143 Documents
Konsep Ulama dalam Tafsir Klasik dan Modern: Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Mishbah: مفهوم العلماء في التفسير القديم والمعاصر: دراسة مقارنة بين تفسير ابن كثير وتفسير المصباح Muh. Nur As'ad HL; Muhammad Yusuf; Mardan; Ummu Sulaimah Saleh
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.367

Abstract

Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk meninjau kembali konsep “ulama” dalam cahaya Al-Qur’an guna menjawab tantangan intelektual dan sosial kontemporer. Penentuan karakteristik ulama dan pemahaman terhadap peran mereka sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an berkontribusi dalam membangun kesadaran ilmiah dan spiritual yang seimbang di tengah masyarakat Islam. Di antara ayat yang menonjol dalam mendukung konsep ini adalah firman Allah Ta‘ala: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama” (QS. Fāṭir [35]: 28), yang menegaskan hubungan esensial antara ilmu dan rasa takut kepada Allah serta menjadikannya tolok ukur utama dalam mendefinisikan ulama. Penelitian ini bertujuan memahami karakteristik ulama dalam perspektif Al-Qur’an, mengidentifikasi padanan makna kata “ulama”, serta menganalisis metode penafsiran yang digunakan oleh Ibnu Katsir dan Quraish Shihab. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis. Tafsir Ibnu Katsir menerapkan metode riwayah dan salaf, dengan tahapan sistematis: mengaitkan ayat-ayat terkait, mengutip hadis, serta menggunakan pendapat sahabat dan tabi‘in sebelum melakukan tarjih berdasarkan kekuatan sanad dan konsistensi makna.  Adapun Tafsir Al-Mishbah menggunakan pendekatan analisis kontekstual melalui kajian linguistik, sebab turunnya ayat, konteks sosial-historis, dan relevansi makna kemanusiaan.Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika penafsiran terhadap konsep ulama dalam Islam serta relevansinya menghadapi tantangan zaman modern, sekaligus mendorong pemahaman yang kritis dan komprehensif terhadap teks-teks suci Al-Qur’an.
Health Benefits of Ajwa Dates (Phoenix dactylifera L) : A Qur’anic Thematic Interpretation and Scientific Perspective Fingki Hariyana; Umaiyatus Syarifah; Bayyinatul Muchtaromah; Yes Setyowati
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.374

Abstract

This study focuses on the health benefits of Ajwa dates (Phoenix dactylifera L.) through a Qur’anic thematic interpretation combined with relevant scientific findings. Unlike previous studies that broadly discuss plant diversity, this research specifically highlights Ajwa dates, which are mentioned in hadith and valued in Islamic tradition for their protective and therapeutic properties. The thematic interpretation (tafsīr maudhū‘ī) method was applied by collecting and analyzing Qur’anic verses and hadith related to dates, then synthesizing their meanings in light of classical exegesis and contemporary scientific literature. Scientific data were obtained through a qualitative literature review of medical and nutritional studies. The results indicate that Ajwa dates are rich in nutrients, antioxidants, and bioactive compounds with proven health benefits, such as enhancing immunity, reducing blood pressure, supporting women’s reproductive health, and providing protective effects against toxins. Theologically, the Qur’an and hadith emphasize dates as blessings and sources of healing, which are now further supported by scientific evidence. This study concludes that Ajwa dates hold significant value as both a Qur’anic health guidance and a scientifically supported natural remedy, offering insights into integrating faith-based perspectives with modern health sciences.
Honey and Healing in the Qur’an: A Multidisciplinary Analysis of Surah Al-Nahl (68–69): العسل والشفاء في القرآن الكريم: تحليل متعدد المناهج لآيتي سورة النحل (68–69) Fatima Alsaeh; Safa Alrumayh; Najah Baroud; Eman Alsaeh; Amaal Kasheem
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.434

Abstract

This study aims to analyze ayat (68–69) of Surah Al-Nahl through a multidisciplinary approach that combines philological and rhetorical analysis of the Qur’anic text with comparisons to modern findings in chemistry, biology, and medical sciences. The methodology emphasizes the centrality of the Qur’anic text and its interpretation by major exegetes such as Al-Tabari and Ibn Kathir, while incorporating experimental results from peer-reviewed scientific research. The study addresses precise linguistic and rhetorical elements, such as the connotation of the verb “awḥā” in the context of the innate inspiration of bees, the meaning of “buṭūnihā” in light of insect anatomy, the lexical and rhetorical variety in “mukhtalifun alwānuhu”, and the sensory and metaphorical implications of “shifāʾun lil-nās.” The findings reveal a striking convergence between Qur’anic depictions and modern scientific studies that demonstrate honey’s antibacterial and anti-inflammatory properties, as well as its variation according to botanical and geographical sources. The study concludes that the Qur’anic text presents an integrated model that unites miraculous eloquence with scientific precision, and calls for a research methodology that combines revelation with empirical knowledge within a reflective and epistemological framework.
Daur Air Perspektif Eko-Teologis: Kajian Komparatif Tafsir al-Rāzī dan Quraish Shihab atas QS. An-Nur [24]:43 Jainah; Nismah Sa’adah; Taufik Warman Mahfuzh; Rusdeana; Ikmal Wahyudi
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.443

Abstract

Fenomena air dan siklusnya adalah salah satu tema utama dalam Al-Qur’an, sebagaimana diuraikan dalam QS. An-Nur [24]:43 yang menjelaskan proses pembentukan awan, datangnya hujan, dan munculnya kilat. Ayat ini tidak hanya membawa pesan teologis, tetapi juga memiliki aspek ekologis yang relevan dengan tantangan lingkungan saat ini. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) seperti apa penafsiran Fakhruddin al-Rāzī terhadap QS. An-Nur [24]:43, (2) apa pendapat M. Quraish Shihab tentangnya, dan (3) bagaimana keterkaitan keduanya dengan teori siklus air kontemporer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan antara tafsir klasik dan modern serta mengintegrasikannya dalam sudut pandang eko-teologis. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui studi literatur dengan pendekatan tafsir maudhu'i untuk menulusuri tema air secara tematik dalam Al-Qur’an, dan analisis perbandingan untuk menelaah kesamaan dan perbedaan antara tafsir klasik (al-Rāzī) dan tafsir modern (Quraish Shihab) dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Rāzī fokus pada aspek teologis-filosofis, sementara Quraish Shihab mengaitkan penafsiran tersebut dengan dimensi ilmiah dan ekologis. Sintesis keduanya melahirkan perspektif eko-teologis Qur’ani yang meegaskan hujan sebagai ayat Tuhan sekaligus tanggung jawab ekologis manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi klasik dan modern dalam membangun paradigma tafsir ilmiah menuju tafsir eko-teologis Qur’ani yang relevan dengan isu lingkungan global
الأمن النفسي في القرآن الكريم وأثره على استقرار المجتمعات: Psychological Security in The Holy Qur’an and Its Impact on The Stability of Societies Aisyah Hasan
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.475

Abstract

 يُعدّ الأمن النفسي أحد المقومات الأساسية لاستقرار المجتمعات، وقد حظي بعناية كبيرة في القرآن الكريم، حيث جاءت الآيات القرآنية في مجملها حاثة على تحقيق الاستقرار المجتمعي من خلال معالجة الإشكاليات التي تواجه البشرية وتؤثر في أمنها النفسي والاجتماعي. وتهدف هذه الدراسة إلى بيان مدى اهتمام التشريع الإسلامي بالأمن النفسي للمجتمعات الإنسانية، وبيان أثره في تحقيق الاستقرار، من خلال تحليل المنهج القرآني في معالجة كثير من الأمراض الاجتماعية والنفسية. اعتمدت الدراسة على المنهج الوصفي التحليلي والمنهج الاستقرائي، وذلك بتتبع النصوص القرآنية ذات الصلة، وتحليل مفاهيم الإيمان والعبادة والقيم الأخلاقية، واستنباط دلالاتها النفسية والاجتماعية، مع الإفادة من بعض النماذج التطبيقية الواردة في التراث الإسلامي. وتوصلت الدراسة إلى أن الإيمان بالله تعالى، وتحقيق العبادة الحقيقية، والثقة بقضائه وقدره، تمثل أهم مقومات الأمن النفسي، في حين يُعد ضعف الإيمان من أبرز مهدداته. كما تُبرز النتائج أن القرآن الكريم يقدم منهجًا ربانيًا متكاملًا يؤسس لبرنامج تطبيقي قابل للتفعيل داخل المؤسسات التربوية والمجتمعية، بما يسهم في تعزيز الأمن النفسي والاجتماعي، وتحقيق الاستقرار والسكينة والطمأنينة التي تنشدها المجتمعات الإنسانية.
Distingsi Epistemologis Tafsir al-‘Ilmi dan Tafsir bi al-‘Ilmi: Upaya Integratif Al-Qur’an dan Sains Khairul Hafiz; Faqih Bramasta
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of religion and science is often positioned as oppositional, even though the Qur'an contains verses that encourage scientific reflection. This research covers three main issues: the historicity of the emergence of tafsir al-'ilmi, the typology of the integration of the Qur'an and science, and the implementation of tafsir al-'ilmi and tafsir bi al-'ilmi in bridging revelation and science. This research uses a qualitative-descriptive approach with a literature study method, through a critical review of classical and contemporary literature. The results of the study show that tafsir al-'ilmi is explorative, trying to explore the scientific dimensions of the Qur'anic text, while tafsir bi al-'ilmi is more applicative by using scientific theory as a tool for interpretation. The typology of integration found shows a spectrum of approaches from affirmative to critical of modern science. These two models open up space for Qur'anic interpretation that is relevant to the development of science, while maintaining the integrity of its spiritual and theological values. This research recommends an interdisciplinary collaborative interpretation approach as a strategic step in strengthening epistemological integration between the Qur'an and science.
Istinbat Hukum Sa‘i dalam Tafsir Safwat al-Tafasir atas QS. al-Baqarah [2]: 158 Muniratul Jannah; Noerma Jelita; Siti Laila Dzikriyah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan penafsiran terhadap frasa fa lā junāḥa ‘alayhi dalam QS. al-Baqarah [2]: 158 melahirkan diskursus hukum mengenai status sa‘i antara Shafa dan Marwah dalam ibadah haji dan umrah. Artikel ini menganalisis istinbāṭ hukum sa‘i dalam Tafsir Ṣafwat al-Tafāsīr karya Ali al-Ṣābūnī dengan menelaah konstruksi argumentasi kebahasaan, asbāb al-nuzūl, serta penggunaan hadis dalam penetapan hukumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir tahlīlī (analitis), yaitu menafsirkan ayat secara rinci dengan mengkaji aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah ayat, serta argumentasi istinbāṭ hukum yang dikemukakan mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ṣābūnī menafsirkan frasa fa lā junāḥa ‘alayhi bukan sebagai indikasi kebolehan meninggalkan sa‘i, melainkan sebagai penafian keraguan historis yang muncul akibat praktik jahiliah sebelum Islam. Melalui integrasi analisis kebahasaan, riwayat sebab turunnya ayat, dan hadis Nabi sebagai penjelas Al-Qur’an, ia menegaskan bahwa sa‘i merupakan bagian dari sha‘ā’ir Allāh yang memiliki dimensi normatif yang mengikat.Pembacaan ini memperlihatkan pola metodologis al-Ṣābūnī yang mengintegrasikan pendekatan bahasa, riwayat, dan fikih secara sistematis. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi dalam memperjelas karakter metodologis istinbāṭ hukum dalam Ṣafwat al-Tafāsīr serta memperkaya kajian tafsir hukum dengan menunjukkan bagaimana konstruksi makna ayat dapat menghasilkan implikasi normatif yang lebih argumentatif dalam studi Al-Qur’an kontemporer.
Malik Bennabi's Concept of Culture, as Presented in his Book "Problems of Civilization and Conditions of Renaissance" and its Quranic Foundations: An Analytical Study Youcha Alassane Toure
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.548

Abstract

This study aims to analyze the concept of culture in the thought of Malik Bennabi through his book Mushkilat al-Hadarah wa Shurut al-Nahdah, by examining the nature of this concept and its function in the construction of both the individual and society. The study is grounded in the significance of culture as a central concept in explaining the problems of civilizational decline in Muslim societies. This research employs a descriptive-analytical method by examining Bennabi’s texts and analyzing their content within their intellectual and civilizational context. The findings reveal that culture, according to Malik Bennabi, constitutes a fundamental core in the formation of civilization and is not merely an intellectual ornament, but rather an integrated system of values and norms that shape human behavior, regulate the relationship between the individual and society, and determine one’s worldview. The study further concludes that genuine renaissance cannot be achieved without reforming the cultural structure of society, as it serves as the foundation for developing an active individual capable of contributing to civilization.
Integritas Figur Teladan dalam Al-Qur’an dan Relevansinya Terhadap Kepercayaan Publik Ach. Riefqy An Nabawy; Wiwin Ainis Rohtih; Amir Mahmud; Miftara Ainul Mufid
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.554

Abstract

Krisis kepercayaan publik terhadap pemimpin dan institusi sosial berkaitan erat dengan ketidaksesuaian antara klaim moral dan perilaku nyata. Kajian terdahulu tentang integritas dalam Islam umumnya membahas kejujuran, amanah, keadilan, atau keteladanan secara terpisah, sementara hubungan kausal antara integritas Qur’ani, keteladanan profetik, dan kepercayaan publik belum dirumuskan secara sistematis melalui tafsir maudhu’i. Artikel ini menganalisis konsep integritas dalam Al-Qur’an melalui nilai ṣidq, amanah, ‘adl, dan wafā’ bil-‘ahd, serta menjelaskan aktualisasinya pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir maudhu’i melalui penghimpunan ayat, telaah konteks penafsiran, analisis tafsir klasik dan kontemporer, serta sintesis dengan teori kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas Qur’ani tidak sekadar moralitas individual, tetapi mekanisme relasional yang membentuk kredibilitas sosial dan legitimasi publik. Kebaruan penelitian terletak pada formulasi integritas Qur’ani sebagai model kausal yang menghubungkan moralitas personal, keteladanan profetik, dan kepercayaan publik.
Nilai Dan Metode Pendidikan Islam Dalam Pemikiran Muhammad Ali Ash-Shabuni Serta Relevansinya Terhadap Pendidikan Modern Ghofari Sulton; Muhammad Hambal Shafwan; Asrori
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.558

Abstract

Pendidikan Islam menghadapi tantangan serius berupa ketimpangan antara dimensi kognitif dan dimensi spiritual-moral dalam praktik pembelajaran kontemporer. Penelitian ini bertujuan menggali, mendeskripsikan, dan menganalisis nilai serta metode pendidikan Islam dalam pemikiran Muhammad Ali Ash-Shabuni, sekaligus mengukur relevansinya terhadap kebutuhan pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis library research dengan teknik content analysis terhadap sumber primer berupa kitab Shafwatu At-Tafasir dan An-Nubuwwah wal-Anbiya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Ali Ash-Shabuni membangun kerangka pendidikan Islam yang bertumpu pada empat nilai fundamental, yakni tauhid sebagai fondasi worldview keilmuan, akhlak sebagai inti pembentukan kepribadian, keilmuan sebagai kewajiban spiritual, serta nilai sosial-kemanusiaan yang mendorong terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Secara metodologis, Muhammad Ali Ash-Shabuni menawarkan empat pendekatan yang bersumber dari manhaj Al-Qur'an, meliputi metode hiwar (dialog interaktif), qishah (narasi kisah), uswah hasanah (keteladanan), dan tadabbur (refleksi mendalam). Keseluruhan nilai dan metode tersebut terbukti relevan dengan paradigma pendidikan modern, termasuk student-centered learning, character-based education, serta arah kebijakan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila di Indonesia.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 1 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 1 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 4 No 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 3 No 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir More Issue