cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 143 Documents
Reconstructing Qur’anic Social Justice: A Contextual Analysis of QS. An-Nisa Verse 135 in Tafsir An-Nur Muh. Imam Sanusi Al Khanafi; Rizky Pratama Putra
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.563

Abstract

This study aims to reconstruct the concept of Qur’anic social justice through a contextual analysis of Surah An-Nisa (4):135 in Tafsir An-Nur by Hasbi Ash-Shiddieqy. Social justice is a fundamental value in Islam that requires the enforcement of justice objectively without discrimination. Yet, its implementation in modern Indonesia still faces challenges such as economic inequality and weak legal integrity. This research employs a qualitative method with a library research design and a thematic-contextual tafsir approach. The primary data source is Tafsir An-Nur, while secondary data are drawn from relevant literature. The findings indicate that Hasbi interprets Surah An-Nisa (4):135 as a command to uphold justice consistently (qawwāmīn bil-qisṭ) regardless of social status, economic condition, or personal relationships. This interpretation emphasizes that justice in Islam is universal, transformative, and oriented toward social welfare. Contextually, these values are relevant to legal reform, reducing economic inequality, and strengthening democracy and tolerance in Indonesia. Therefore, Tafsir An-Nur contributes to contextualizing Qur’anic justice as an ethical foundation for modern social life.
Analisis Akar Kata Wasat dalam Moderasi Beragama: Studi Qur’an Tools Affan Ghoffar Huroeroh Mufrodi Wahud; Ahmad Nurrohim
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.564

Abstract

Penelitian ini menunjukkan adanya akar tekstual yang teridentifikasi secara sistematis secara digital. Penelitian ini menganalisis akar kata wasat (وسط) sebagai fondasi linguistik moderasi beragama (wasatiyyah) dalam Al-Qur'an menggunakan pendekatan korpus digital berbantuan Qur'an Tools. Metode deskriptif-kuantitatif meliputi penelusuran akar kata, analisis frekuensi, pemetaan distribusi, dan analisis ko-okurensi. Hasil penelitian ini adalah: (a) kata wasat muncul 5 kali dalam 5 ayat di 4 surah dengan distribusi ayat surah Madaniyah lebih besar dari ayat surah Makkiyah, (b) secara kronologis evolusi makna ayat-ayat wasat terjadi dari fisik-spasial menuju kualitas personal, ritual, identitas kolektif, dan norma hukum; (c) analisis ko-okurensi kata wasatan dalam QS. 2: 143 menunjukkan bahwa moderasi Islam bersifat teosentris-aktif, tidak pasif; dan (d) bentuk superlatif (awsaṭ) menegaskan relativitas dan kontekstualitas moderasi.
Transformasi Makna Khayra Ummah dalam Q.S. Ali Imran Ayat 110 melalui Analisis Semantik Toshihiko Izutsu sebagai Konstruksi Identitas Kolektif Muslim: Indonesia Dwi Kurniadi; Kharis Nugroho; Asrizal Mustofa
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna khayra ummah dalam Q.S. Ali 'Imran ayat 110 melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu serta merekonstruksi konsep tersebut sebagai identitas kolektif Muslim. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan mengaplikasikan pisau analisis semantik Izutsu secara komprehensif terhadap literatur tafsir dan kebahasaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khayra ummah tidak bersifat statis, melainkan merupakan konsep dinamis yang terbentuk melalui relasi dengan konsep iman, amar ma’ruf, dan nahy munkar. Ketiga unsur ini menjadi fondasi utama dalam membentuk identitas umat terbaik yang bersifat performatif dan kondisional. Analisis juga menunjukkan bahwa makna khayra ummah berkembang secara historis dari konteks komunitas awal Islam menuju pemaknaan yang lebih luas dalam tata kehidupan sosial umat Muslim dewasa ini. Kesimpulannya, konsep khayra ummah dalam Al-Qur’an merepresentasikan Weltanschauung yang menekankan peran aktif umat dalam mewujudkan nilai-nilai etis dan sosial, sehingga berfungsi sebagai landasan konstruksi identitas kolektif yang sangat relevan untuk konteks kontemporer.
Konsep Al-Ghaflah dalam Al-Qur'an sebagai Kerangka Etis untuk Mitigasi Distracted Society di Era Digital Ahmad Alwan; Kharis Nugroho; Syamsul Hidayat
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.567

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep al-ghaflah dalam Al-Qur’an dan merumuskannya sebagai kerangka etis Qur’ani untuk memitigasi fenomena distracted society di era digital. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i) yang diterapkan pada lima ayat utama—QS. Ar-Rum: 7, QS. Al-Ma’un: 4–5, QS. Al-A’raf: 205, QS. Al-A’raf: 44, dan QS. Qaf: 22—dengan merujuk pada tafsir mu’tabar untuk menganalisis dimensi kognitif, moral, dan spiritual dari al-ghaflah. Hasil penelitian mengungkap bahwa al-ghaflah merupakan kondisi multidimensional—mencakup penyempitan kesadaran, penurunan sensitivitas moral, dan keterputusan spiritual—yang memiliki kesamaan struktural dengan mekanisme distraksi digital dalam kehidupan kontemporer. Penelitian ini juga menemukan bahwa solusi Qur’ani berupa dhikr, tafakkur, dan muhasabah memiliki kesesuaian dengan pendekatan mindfulness dan pengendalian diri dalam psikologi modern. Kontribusi penelitian ini terletak secara spesifik pada pembacaan al-ghaflah sebagai kategori analitik Qur’ani yang menjembatani kajian tafsir tematik dengan wacana distraksi digital—sebuah hubungan yang belum pernah dieksplorasi secara sistematis dalam literatur yang ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa al-ghaflah merupakan kerangka etis Qur’ani yang relevan dan aplikatif dalam merespons tantangan era digital.
Tindak Pidana Suap (Risywah) dalam Perspektif Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 188 dan Hukum Positif Indonesia: Analisis Sinkronisasi Normatif Wildan Aldy Wijaya Putra; Mohammad Arif
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.568

Abstract

Tindak pidana suap sebagai bagian dari korupsi masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, dalam perspektif Al-Qur’an, praktik suap dikenal sebagai risywah yang dilarang secara tegas karena bertentangan pada prinsip keadilan, amanah, dan kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep risywah dalam Al-Qur’an dan hukum positif Indonesia melalui pendekatan analisis normatif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan yuridis normatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risywah dalam Al-Qur’an memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan konsep suap dalam hukum positif, karena tidak hanya menitikberatkan pada perbuatan, tetapi juga mencakup dimensi niat dan moralitas pelaku. Sebaliknya, hukum positif lebih berorientasi pada pembuktian formal terhadap unsur-unsur tindak pidana, sehingga memiliki keterbatasan dalam menjangkau praktik suap yang bersifat terselubung. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara nilai-nilai Qur’ani dan hukum positif merupakan pendekatan yang relevan dan komprehensif dalam pemberantasan tindak pidana suap, baik melalui mekanisme preventif maupun represif, guna memperkuat kesadaran hukum dan moral dalam masyarakat.
Moderasi Konsumsi Populer Generasi Z: Analisis Prinsip Qawama dalam QS. Al-Furqan [25]:67 Syifa Nurnisa Sahidi; Ahmad Nurrohim
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.569

Abstract

Budaya konsumsi di era digital membentuk kecenderungan Generasi Z untuk berperilaku konsumtif secara impulsif dan berlebihan. Dalam perspektif Islam, Al-Qur’an melalui prinsip qawama (QS. Al-Furqan:67) menawarkan pedoman konsumsi yang menekankan keseimbangan antara sikap berlebih (israf) dan kikir (taqtir). Penelitian ini tidak hanya mengkaji konsep moderasi konsumsi Qur’ani,tetapi juga menawarkan rekonstruksi makna qawama sebagai kerangka etika konsumsi digital yang kontekstual bagi Generasi Z, sebuah aspek penelitian yang masih jarang dibahas dalam kajian konsusi digital kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang merujuk pada tafsir Al-Qur’an dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qawama merupakan prinsip keseimbangan yang secara tegas menolak dua ekstrem, yaitu israf sebagai bentuk konsumsi berlebihan akibat dorongan impulsif dan taqtir sebagai pembatasan berlebihan yang mengabaikan kebutuhan secara proporsional. Dalam konteks digital, keseimbangan ini tercermin dalam kemampuan mengendalikan dorongan konsumsi, menetapkan prioritas, dan menggunakan sumber daya secara wajar. Penelitian ini menegaskan bahwa qawama relevan dikembangkan sebagai kerangka etika konsumsi digital yang berpusat pada prinsip keseimbangan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat konsep moderasi konsumsi Qur’ani yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi Generasi Z di era digital.
Living Qur'an dalam Pembentukan Growth Mindset Santri: Studi Fenomenologi Program Terintegrasi Tahfidz dan Entrepreneurship di Pesantren Isy Karima Zendi Ahmad Maghrobi; Bambang Sumardjoko; Muh. Nur Rochim Maksum
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.572

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena Living Qur'an dalam pembentukan growth mindset santri melalui program terintegrasi Tahfidz dan Entrepreneurship di Pesantren IMTAQ Shigor Program Khusus Isy Karima, Karanganyar. Living Qur'an dimaksudkan sebagai praktik menginternalisasi, menghidupi, dan mengaplikasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar membaca atau menghafalkannya secara mekanis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta triangulasi teknik dan sumber. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan santri, ustadz, mentor entrepreneurship, dan pengurus pesantren. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) Living Qur'an terwujud melalui program tadabbur ayat dan doktrin ayat yang secara aktif mengaplikasikan QS. Ar-Ra'd: 11, QS. Al-Qamar: 32, QS. Al-Insyirah: 5-6, dan QS. Al-Muzzammil: 20 sebagai panduan dalam kegiatan hafalan maupun kewirausahaan; (2) praktik Living Qur'an membentuk growth mindset melalui empat mekanisme: ketekunan hafalan, reframing kegagalan sebagai pembelajaran, keyakinan diri transendental dari ayat Al-Qur'an, dan mastery experiences; (3) respons pesantren terhadap hambatan menggunakan ayat-ayat yang sama mampu mentransformasi hambatan menjadi katalis growth mindset. Penelitian ini berkontribusi pada model pembentukan growth mindset Qur'ani yang memperkaya teori Dweck dengan dimensi spiritual-transendental.
Konsep Manajemen Waktu dalam Tafsir Surah Al-‘Asr dan Relevansinya terhadap Produktivitas Kerja di Era Modern Lina Yuniati; Kharis Nugroho
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.573

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep manajemen waktu dalam Surah al-‘Ashr serta relevansinya terhadap produktivitas kerja modern. Melalui library research berbasis tafsir tematik (Tafsir al-Misbah, Ibnu Katsir, al-Munir, dan Fi Zhilalil Qur’an), data dianalisis menggunakan content analysis deskriptif-interpretatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada rekonstruksi pilar Surah al-‘Ashr (iman, amal saleh, kebenaran, kesabaran) ke dalam indikator produktivitas kerja kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa seluruh mufasir memandang waktu sebagai modal utama kehidupan yang menentukan regulasi diri manusia. Kegagalan mengelola waktu berimplikasi pada kerugian eksistensial. Berbeda dengan konsep modern yang materialistis, produktivitas berbasis Surah al-‘Ashr menawarkan paradigma holistik-integratif yang mentransformasikan nilai spiritual menjadi etos kerja nyata, disiplin, integritas moral, tanggung jawab sosial, dan ketahanan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Surah al-‘Ashr menyediakan cetak biru budaya kerja Islami yang efektif menjawab tantangan distorsi produktivitas di era modern.
Kontekstualisasi Qaulan Layyinan dalam Qs. Thaha ayat 44 Menurut Tafsir Al-Tabari dan Tafsir Al-Mishbah serta Relevansinya dalam Dakwah Era Kontemporer Anisa Nur Utami; Ahmad Nurrohim
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.574

Abstract

Krisis etika komunikasi dalam praktik dakwah era kontemporer, ditandai dengan maraknya ujaran kebencian, pendekatan konfrontatif, dan konten dakwah yang mempermalukan mad'u menunjukkan perlunya panduan etis yang bersumber dari Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis penafsiran qaulan layyinan dalam QS. Thaha ayat 44 menurut Tafsir al-Ṭabarī dan Tafsir Al-Mishbah; (2) mengontekstualisasikan maknanya dalam dakwah era kontemporer; dan (3) merumuskan implementasi praktisnya sebagai panduan etis bagi para dai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berjenis kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir komparatif (muqaran). Data dianalisis melalui tiga tahap: analisis isi, analisis komparatif, dan analisis kontekstualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ṭabari menafsirkan qaulan layyinan secara konkret-operasional melalui penghormatan martabat lawan bicara, sementara Quraish Shihab menafsirkannya secara holistik-kontekstual sebagai ucapan yang tepat kandungan, waktu, tempat, dan susunan kata, dengan tujuan mengantarkan mad'u pada kekaguman kepada Allah. Sintesis keduanya menghasilkan panduan implementatif qaulan layyinan yang relevan dalam berbagai konteks dakwah kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian tafsir komparatif sekaligus menawarkan panduan etis bagi para dai dalam menghadapi tantangan komunikasi dakwah masa kini.
Analisis Semantik Istilah Umm dan Wālidah dalam Al-Qur’an (Menurut Teori Toshihiko Izutsu) Siti Hajar; Ida Kurnia Shofa; Khoirun Nidhom
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.578

Abstract

Istilah umm dan wālidah dalam Al-Qur’an umumnya diterjemahkan dengan makna yang sama, yaitu “ibu”. Namun, keduanya memiliki perbedaan makna, fungsi, dan konteks penggunaan yang berpotensi mempengaruhi pemahaman terhadap pesan Al-Qur’an. Penelitia ini bertujuan menganalisis makna istilah umm dan wālidah dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu berdasarkan data yang diperoleh dari kitab tafsir dan kamus bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istilah umm di dalam Al-Qur’an mempunyai makna yang lebih luas karena tidak hanya merujuk pada ibu, tetapi juga bermakna asal, sumber, pusat, induk, serta tempat kembali. Sedangkan istilah wālidah mempunyai makna yang lebih spesifik yaitu merujuk pada ibu biologis. Istilah umm dan wālidah mempunyai medan makna dan fungsi semantik yang berbeda di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semantik Al-Qur’an, khususnya terkait dengan analisis perbedaan makna kosakata yang diterjemahkan penggunaannya secara serupa melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami istilah-istilah Al-Qur’an berdasarkan konteks sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara lebih komprehensif.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 1 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 1 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 4 No 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 3 No 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir More Issue