cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 156 Documents
Living Qur’an dan Pembentukan Karakter Islami Santri: Studi Fenomenologi Program Tadabbur Alam di Pesantren Isy Karima Mohammad Archie Hardinagoro; Mutohharun Jinan; Mohamad Ali
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.579

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik Living Qur’an dalam program SAPALA (Santri Pecinta Alam) di MATIQ Isy Karima melalui pendekatan fenomenologi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an tentang tadabbur alam diresapi, dimaknai, dan dihidupkan oleh santri dalam pengalaman kegiatan alam terbuka. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anggota SAPALA, pembina kegiatan, dan pengurus pesantren.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Living Qur’an dalam program SAPALA tampak melalui resepsi fungsional dan resepsi eksegetis terhadap ayat-ayat kauniyah, khususnya Q.S. Ali Imran [3]: 190–191 dan Q.S. Yunus [10]: 101. Ayat-ayat tersebut tidak hanya dibaca dan dipahami secara tekstual, tetapi diinternalisasikan melalui aktivitas hiking, camping, survival, muhasabah, tilawah, dan tadabbur alam. Pengalaman berada di alam terbuka melahirkan kesadaran religius santri tentang kebesaran Allah, keterbatasan manusia, serta hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Al-Qur’an. Secara fenomenologis, santri memaknai kegiatan SAPALA bukan sekadar aktivitas kepesantrenan, melainkan pengalaman Qur’ani yang menghadirkan Al-Qur’an dalam realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa Living Qur’an dapat diwujudkan melalui pengalaman spiritual berbasis alam yang membentuk kesadaran religius dan karakter Islami santri secara kontekstual.
Otoritas Keagamaan dalam Tafsir al-Ibriz Karya KH. Bisri Mustofa: Analisis terhadap QS. al-Baqarah (2):34 dan QS. al-Ḥujurat (49):13 Junita Agustin; Ida Kurnia Shofa; Khoirun Nidhom
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.577

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana ta‘ẓīm dalam tradisi pesantren dapat bergeser dari bentuk penghormatan etis menjadi otoritas keagamaan yang dominatif dan hierarkis. Penelitian ini memusatkan perhatian pada Tafsir al-Ibrīz karya KH. Bisri Mustofa sebagai tafsir pesantren yang lahir dari kultur keilmuan Islam Jawa. Artikel ini bertujuan menelaah apakah penafsiran QS. al-Baqarah [2]:34 dan QS. al-Ḥujurāt [49]:13 dalam al-Ibrīz memperkuat otoritas keagamaan yang dominatif atau justru menyediakan batas etik terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan melalui analisis wacana kritis terhadap Tafsir al-Ibrīz dengan dukungan kajian-kajian tentang ta‘ẓīm, kesetaraan, otoritas keagamaan, dan tradisi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bisri Mustofa tidak menolak ta‘ẓīm, tetapi menempatkannya dalam batas etis yang tegas. Pada QS. al-Baqarah [2]:34, penghormatan kepada Adam dipahami sebagai ketaatan kepada Allah, bukan penghambaan kepada makhluk, sedangkan QS. al-Ḥujurāt [49]:13 menolak superioritas berbasis nasab dan status sosial dengan menegaskan takwa sebagai ukuran kemuliaan manusia. Dengan demikian, al-Ibrīz mengonstruksi otoritas keagamaan melalui keseimbangan antara penghormatan dan kesetaraan: figur berilmu tetap dihormati, tetapi kedudukannya tidak bersifat mutlak dan tetap tunduk pada tanggung jawab.
Tafsir Tematik di Indonesia: Analisis Konsep, Peluang, dan Tantangan Pengembangannya Mahyuda Hermawan; Hamdan Ali Albana
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.654

Abstract

Perkembangan tafsir tematik (tafsir maudhu'i) di Indonesia menunjukkan dinamika yang semakin signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap penafsiran Al-Qur'an yang kontekstual dan responsif terhadap persoalan kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tafsir tematik di Indonesia, mengidentifikasi peluang yang mendukung perkembangannya, serta mengkaji berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi dan pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan mengenai perkembangan tafsir tematik di Indonesia. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tafsir tematik di Indonesia didukung oleh meningkatnya kajian akademik di perguruan tinggi, berkembangnya publikasi ilmiah, pemanfaatan teknologi digital, serta semakin luasnya akses masyarakat terhadap literatur tafsir. Pendekatan tafsir tematik dinilai mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, hukum, pendidikan, lingkungan, dan moderasi beragama karena mengintegrasikan ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan tema tertentu. Namun demikian, perkembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi multidisipliner para mufasir, potensi subjektivitas dalam pemilihan tema dan interpretasi ayat, penyebaran penafsiran yang tidak berbasis metodologi ilmiah melalui media digital, serta perlunya penguatan metodologi tafsir agar tetap berlandaskan kaidah-kaidah ulumul Qur'an. Oleh karena itu, pengembangan tafsir tematik di Indonesia memerlukan sinergi antara tradisi keilmuan klasik dan pendekatan ilmiah modern sehingga mampu menghasilkan penafsiran yang otoritatif, relevan, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar penafsiran Al-Qur'an.
Targhib dan Tarhib dalam Pendidikan Karakter: Telaah Tafsir Tarbawi Surat Ar-Rahman Faiz Djafar Baradja; Rashed Mansoor Mohammed Alsabahi
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.553

Abstract

Pendidikan karakter sering kali menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan antara pemberian hadiah (reward) dan penegakan disiplin (punishment). Surat Ar-Rahman menawarkan solusi unik melalui kesetimbangan antara penyebutan nikmat, ancaman (tarhib), dan janji kebahagiaan (targhib). Penelitian ini bertujuan untuk membedah metode ganjaran dan hukuman tersebut melalui pendekatan tafsir tarbawi. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis struktur tematik Surat Ar-Rahman dengan membandingkan penafsiran Ibnu Katsir, Ibnu Asyur, dan Wahbah Al-Zuhayli. Penelitian ini menawarkan formulasi model pendidikan karakter Qur’ani berbasis kesetimbangan targhib, tarhib, dan pemenuhan hak belajar dalam Surat Ar-Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surat Ar-Rahman membangun sistem pendidikan karakter dalam tiga fase yang saling mendukung: diawali dengan pemberian nikmat sebagai fasilitas belajar, dilanjutkan dengan pengingat disiplin lewat ancaman yang transparan, dan diakhiri dengan penghargaan yang proporsional dan bermakna agar tidak monoton. Kesetimbangan (mizan) antara ketiga komponen ini menjadi kunci utama untuk membentuk karakter peserta didik secara utuh. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi guru dalam mengelola kelas dan mendidik karakter siswa di sekolah.
Paradigma Integratif Tafsir Ilmi dan Adabi Ijtima’i: Kajian Al-‘Alaq dan Al-Hujurat Nur Rochma; Qobila Saharani
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.576

Abstract

Artikel ini mengkaji paradigma integratif antara tafsir ilmi dan tafsir adabi ijtima’i melalui Q.S. Al-‘Alaq [96]: 1–5 dan Q.S. Al-Hujurat [49]: 13. Penelitian ini bertujuan merumuskan hubungan yang koheren antara dimensi epistemologis ilmu dan dimensi etis kehidupan sosial dalam penafsiran Al-Qur’an kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan dan metode tafsir tematik-konseptual. Data primer berupa dua ayat yang menjadi objek kajian, sedangkan data sekunder terdiri atas kitab tafsir klasik dan kontemporer serta penelitian mutakhir tentang tafsir ilmi dan tafsir adabi ijtima’i. Hasil analisis menemukan lima prinsip epistemologis dalam Q.S. Al-‘Alaq [96]: 1–5, yaitu literasi, orientasi ketuhanan, kesadaran asal-usul manusia, dokumentasi ilmu, dan pengakuan atas keterbatasan pengetahuan manusia. Q.S. Al-Hujurat [49]: 13 memuat lima prinsip etika sosial, yaitu universalitas kemanusiaan, kesatuan asal-usul manusia, pengakuan atas keberagaman, ta‘aruf, dan ketakwaan sebagai ukuran kemuliaan. Penelitian ini menawarkan paradigma integratif yang menghubungkan penalaran ilmiah dengan tanggung jawab moral. Kontribusinya terletak pada penempatan tafsir ilmi dan tafsir adabi ijtima’i sebagai dua dimensi yang saling melengkapi untuk membangun kerangka tafsir yang tauhidik, humanistik, dan transformatif.
Etika Berbicara dalam Al-Qur’an: Integrasi Prinsip Qaul Qur’ani dan Nilai Profetik dalam Komunikasi Digital Abad Ke-21 M. Ilham Wijaya Kusuma; Aditya Fitrah; Rohmat Hidayatuallah; M. Zaky Hamdie
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.580

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi etika komunikasi Qur’ani dalam menghadapi dinamika komunikasi digital abad ke-21. Perkembangan media sosial tidak hanya memperluas pertukaran informasi, tetapi juga memunculkan persoalan seperti hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, namimah, ghibah digital, dan budaya viralitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai etika komunikasi dalam Al-Qur’an serta mengonstruksinya sebagai kerangka etika komunikasi digital Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, tafsir tematik (maudhu’i), dan analisis deskriptif-analitis. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an terkait komunikasi, sedangkan data sekunder berasal dari kitab tafsir dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan enam dimensi etika komunikasi Qur’ani, yaitu kebenaran dan kejujuran, amanah dan tanggung jawab, keadilan, penghormatan terhadap sesama, efektivitas komunikasi, serta kelembutan dan kesantunan. Keenam dimensi tersebut diperkuat melalui integrasi nilai profetik siddiq, amanah, fatanah, dan tabligh. Integrasi ini menghasilkan konstruksi etika komunikasi digital yang menempatkan kebenaran, tanggung jawab, kecerdasan, dan penyampaian pesan sebagai dasar komunikasi yang etis dan bermartabat.
Makna Kata Rajfah dalam Ayat-Ayat Azab: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Jundyah Zahrah Rabbani; Ahmad Nurrohim
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.582

Abstract

Kajian mengenai kosakata azab dalam Al-Qur’an umumnya lebih banyak berfokus pada penafsiran tematik dan teologis, sedangkan kajian semantik terhadap istilah tertentu seperti rajfah masih relatif terbatas, khususnya dalam perspektif Toshihiko Izutsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kata rajfah dalam ayat-ayat azab menggunakan pendekatan semantik Izutsu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan modern, kamus bahasa Arab, serta literatur semantik. Analisis dilakukan terhadap makna dasar dan makna relasional kata rajfah melalui pendekatan sintagmatik, paradigmatik, sinkronik, dan diakronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara dasar rajfah berarti guncangan atau getaran yang kuat, tetapi dalam konteks Al-Qur’an berkembang menjadi simbol azab Ilahi yang bersifat destruktif dan menakutkan. Kata ini juga memiliki relasi semantik dengan ṣaiḥah, ṣā‘iqah, dan zalzalah, serta berlawanan dengan konsep as-sukun dan aṡ-ṡabāt. Penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an membangun konsep azab melalui dimensi linguistik, moral, dan teologis yang saling berkaitan.
Rekonstruksi Konsep Pluralisme: Makna dan Pola Kerukunan Antarumat Beragama Studi Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an Karya Sayyid Qutb Herlina Yunita Amroin; Muhammad Nurwathani Janhari
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.583

Abstract

Perdebatan mengenai pluralisme agama dalam perspektif Islam masih menyisakan perbedaan pandangan, khususnya terkait hubungan antara komitmen teologis dan kehidupan masyarakat majemuk. Penelitian tentang pemikiran Sayyid Qutb umumnya berfokus pada studi komparatif atau penafsiran ayat-ayat tertentu, sehingga belum merekonstruksi secara komprehensif konsep pluralisme agama dalam Tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pluralisme agama menurut Sayyid Qutb serta implikasinya terhadap kerukunan antarumat beragama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis deskriptif-kritis terhadap penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pluralisme agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyid Qutb menolak pluralisme agama dalam pengertian teologis yang menyamakan seluruh agama, tetapi menerima pluralitas sebagai sunnatullah yang harus disikapi dengan keadilan, penghormatan terhadap kebebasan beragama, dan kehidupan bersama secara damai. Menurut Qutb, keselamatan umat sebelum Nabi Muhammad saw. didasarkan pada keimanan kepada Allah, hari akhir, dan amal saleh sesuai syariat nabi masing-masing, sedangkan setelah diutusnya Nabi Muhammad saw., Islam menjadi bentuk keimanan yang final. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Sayyid Qutb merepresentasikan model pluralisme Qur’ani yang mengintegrasikan eksklusivitas teologis dengan inklusivitas sosial. Temuan ini memperkaya kajian tafsir kontemporer dengan menunjukkan bahwa komitmen terhadap akidah dapat berjalan seiring dengan penguatan kerukunan dalam masyarakat plural.
Konsep Fasad dalam Al-Qur’an dan Relasinya dengan Keseimbangan Spiritual-Material Perspektif Tafsir Al-Azhar Silvi Juliarni; Fibrian Khotmul Aula Putra
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.586

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep fasād dalam Al-Qur’an dan relasinya dengan keseimbangan spiritual-material dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka. Kerusakan (fasād) kontemporer tidak hanya bersifat fisik, melainkan berakar pada dimensi moral dan spiritual. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī), penelitian ini mengkaji QS. Al-Baqarah: 11, QS. Al-Rūm [30]: 41, dan QS. Al-Qaṣaṣ [28]: 77. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka memaknai fasād sebagai penyimpangan akibat hilangnya orientasi keimanan dalam aktivitas duniawi. QS. Al-Baqarah: 11 mengungkap distorsi moral saat perusakan diklaim sebagai perbaikan (iṣlāḥ). QS. Al-Rūm [30]: 41 menegaskan manifestasi perilaku manusia terhadap kerusakan lingkungan. Sementara itu, QS. Al-Qaṣaṣ [28]: 77 menekankan pentingnya pemanfaatan materi duniawi tanpa mengabaikan akhirat. Penelitian ini merumuskan tiga dimensi analitis fasād: disorientasi spiritual, distorsi moral, dan manifestasi material. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi ketiga dimensi tersebut dengan kerangka etis keseimbangan spiritual-material melalui prinsip tawāzun, wasaṭiyyah, dan mīzān. Kesimpulannya, pencegahan fasād memerlukan keterpaduan antara iman, tanggung jawab moral, dan pengelolaan aspek material secara proporsional.
Tabayyun sebagai Etika Verifikasi Informasi: Analisis Tafsir Tematik QS. Al-Hujurat: 6 Terhadap Disinformasi di Media Sosial Yasna Silmi Zhahira; Ahmad Nurrohim
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.587

Abstract

Penyebaran disinformasi di media sosial menunjukkan pentingnya model verifikasi informasi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tabayyun dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 melalui pendekatan tafsir tematik serta merumuskan kerangka konseptual verifikasi informasi berbasis Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui metode tafsir maudhu’i terhadap Al-Qur’an dan kitab tafsir klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis penafsiran para mufasir menghasilkan empat prinsip utama verifikasi informasi, yaitu source credibility, information clarification, fact validation, dan moral responsibility. Keempat prinsip tersebut diformulasikan menjadi Qur’anic Verification Framework sebagai model konseptual verifikasi informasi berbasis Al-Qur’an. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi Qur’anic Verification Framework sebagai hasil sintesis tafsir yang mengintegrasikan keempat prinsip tersebut secara sistematis, sehingga tabayyun diposisikan tidak hanya sebagai prinsip etika komunikasi, tetapi juga sebagai mekanisme verifikasi informasi yang mencakup sumber, isi, validitas fakta, dan tanggung jawab penyebaran. Kontribusi penelitian ini adalah memperluas kajian tafsir tematik serta menyediakan landasan konseptual bagi pengembangan etika dan literasi digital Islam dalam menghadapi disinformasi.  

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 1 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 1 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 4 No 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 3 No 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir More Issue