cover
Contact Name
Andi Taslim Saputra
Contact Email
a.taslim.saputra@unm.ac.id
Phone
+6285251604817
Journal Mail Official
jurnalsureq@unm.ac.id
Editorial Address
Jl Malengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain
ISSN : -     EISSN : 28301927     DOI : https://doi.org/10.26858/
Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain mencakup berbagai konsep, ide, praktik, fenomena, dan analisis yang berkaitan dengan topik pengabdian kepada masyarakat yang berbasiskan seni dan desain. Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain dimaksudkan untuk menyebarkan informasi tentang seni dan desain yang bersumbangsih terhadap masyarakat; oleh karena itu, kita dapat memperoleh banyak hal yang berkaitan dengan implementasi layanan pengabdian terhadap masyarakat serta memajukan teori dan praktik yang terkait dengan segala bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Seni dan Desain atau bahkan penemuan pendekatan interdisipliner berkenaan dengan teori dan praktek dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, termasuk di dalamnya yaitu menyoroti upaya inovatif; memeriksa secara kritis masalah, trend, tantangan, dan peluang yang muncul; dan pelaporan tentang studi dampak di bidang seni, penjangkauan, keterlibatan, penyuluhan, penelitian seni berbasis pengabdian kepada masyarakat, pelatihan partisipatif berbasis pengabdian kepada masyarakat, pengabdian tindakan dan pengabdian masyarakat.
Articles 83 Documents
PELATIHAN PENGELOLAAN KELAS SENI SECARA VIRTUAL MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM Sri Wahyuni Muhtar; Faisal Faisal Faisal; Tony Tony Mulumbot
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.48 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i2.36672

Abstract

Kebutuhan mitra dalam pembelajaran daring agar dapat memanfaatan fitur-fitur Google Classroom dihadiri oleh 12 guru SD Inpres Bertingkat Kelapa Tiga Makassar,  pelatihan yang diberikan berupa cara membuat kelas, mengelola kelas, membuat topik dan daftar hadir, mengunggah materi, memberi tugas serta melakukan penilaian. Metode yang digunakan mencakup dua tahapan yaitu tahap persiapan dan tahapan pelaksanaan mendemonstrasikan penggunaan Google Classrom, contoh kelas yang diberikan adalah Vokal dengan tampilan berbagai multimedia seperti video, partitur lagu, file dan teks. Hasil dari PKM ini adalah mitra mampu mengelola kelas seni secara virtual menggunakan Google Classroom dengan baik sehingga kelas yang dibuat lebih komunikatif dan efektif.
Pelatihan Penelusuran Referensi Menggunakan Zotero Bagi Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Pangeran Paita Yunus; Sofyan Salam; Muh Saleh Husain
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.331 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33449

Abstract

Publikasi karya ilmiah dalam bentuk artikel sangat penting bagi dosen dan  merupakan salah satu sarana yang sangat berjasa dalam penyebarluasan ilmu, teknologi dan seni. Publikasi yang baik harus memenuhi tiga hal yaitu originalitas (orinality), kebaruan (novelty) dan dampak (contribution). Di era internet, sumber literatur ilmiah dapat diperoleh dengan mudah. Banyak basis data (database) ilmiah berbasis situs web yang dapat diakses. Namun, untuk menemukan literatur ilmiah yang tepat, serta menghemat waktu dan sumber daya, diperlukan pengetahuan dan kemampuan terkait dengan teknik penelusuran informasi ilmiah melalui internet. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pelatihan untuk memperkenalkan konsep penelusuran referensi menggunakan zotero bagi dosen maupun mahasiswa di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, khususnya bagi dosen dan mahasiswa Program studi Magister Pendidikan Seni Rupa. Pelatihan ini diikuti 25 orang peserta. Metode yang digunaan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktek/penugasan. Selama pelatihan berlangsung, nampak begitu besar motivasi dan animo peserta, dan ada beberapa peserta yang mengajukan untuk diaktifkannya kegiatan seperti ini, minimal  sekali dalam setahun. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan aplikasi zotero ini terlihat pada: kesungguhan peserta pembimbingan dalam mengikuti penyajian materi, keberhasilan peserta dalam mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik, kehadiran peserta mengikuti pelatihan ini mencapai 100 %, dan keberhasilan pelatihan ini tercermin dari hasil evaluasi yang berpredikat baik.
PELATIHAN CETAK SARING PADA KOMUNITAS RELAWAN CEKACEKA DI KABUPATEN MAJENE Tangsi Tangsi; M. Muhlis Lugis; Muhammad Muhaemin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.211 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i2.38734

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk menghidupkan kegiatan usaha produktif untuk mendukung pendanaan di Komunitas Cekaceka di Kabupaten Majene. Solusi yang dapat diberikan terhadap permasalahan tersebut dengan memberikan kegiatan pelatihan keterampilan (skill) cetak saring yang merupakan suatu keterampilan yang dapat meningkatkan pendanaan komunitas dengan membuka kegiatan usaha mandiri. Tujuan diadakannya pelatihan ini yaitu; 1) Menambah saldo kas Komunitas Relawan Cekaceka melalui penjualan merchandise serta jasa cetak saring, 2) Menumbuhkan jiwa wirausaha bagi anggota dan pengurus Komunitas Relawan Cekaceka khususnya wirausaha jasa cetak saring dan produk merchandise. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu; 1) Ceramah mengenai tata cara penggunaan alat dan bahan cetak saring, 2) Diskusi untuk mendapatkan umpan balik dari peserta, 3) Demonstrasi untuk memperlihatkan cara kerja cetak saring kepada peserta. Hasil penelitian yang didapatkan; 1) Peserta mengetahui cara cetak saring, 2) peserta mengetahui strategi membuka lapangan kerja melalui bisnis sablon, 3) peserta mengetahui cara meningkatkan saldo kas Komunitas Relawan Cekaceka.
Tari Tradisional Sulawesi Selatan untuk Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal pada Anak di Desa Wisata Rammang-Rammang Syakhruni Syakhruni; Jalil Jalil; Prusdianto Prusdianto; Selfiana Saenal
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.403 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33398

Abstract

Salah satu bentuk kekayaan dalam kemajemukan yang Indonesia miliki adalah ragam kesenian. Tari merupakan salah satu unsur dalam kesenian. Setiap daerah di Indonesia memiliki seni tari yang berbeda-beda. Kesenian pada setiap suku bangsa menunjukkan adanya ikatan lokal yang khas, seperti gerakan dalam seni tari menunjukkan bahwa kelokalan mereka tereksplor menjadi unsur gerak gemulai dalam sebuah tarian. Tidak terkecuali di Sulawesi Selatan yang mayoritas Suku Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar juga memiliki kesenian tari. Akan tetapi generasi muda pada saat ini sudah mulai kurang meminati kesenian tradisional seperti tari karena dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman. Padahal banyak pesan-pesan moral dan adiluhur yang tersimpan dari makna gerak pada sebuah tari. Implikasi dari kecintaan budaya lokal pada usia anak adalah meningkatnya kesadaran dan identitas budaya lokal pemuda dalam mempertahankan keberadaan dan kelangsungan seni tradisional, melakukan berbagai macam perubahan tanpa menyalahi kaidah-kaidah orisinalitas bu daya lokal, dan melakukan upaya menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya lokal. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “Tari Tradisional Sulawesi Selatan untuk Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal pada Anak” dengan tujuan menjadikan pelatihan sebagai media untuk menumbuhkan rasa cinta budaya lokal sebagai bentuk pelestarian tari tradisional.Kata kunci : Tari Tradisional, Sulawesi Selatan, Budaya Lokal, Anak ABSTRACTOne form of wealth in the diversity that Indonesia has is a variety of arts. Dance is one of the elements in art. Each region in Indonesia has a different dance art. Art in each ethnic group shows a distinctive locale, such as movement in dance, showing that their locality is explored as an element of graceful movement in a dance. Not in South Sulawesi where the majority of the Bugis, Makassar, Toraja and Mandar tribes also have art. However, the younger generation at this time has begun to be less interested in traditional arts such as dance because they are considered irrelevant to the times. Whereas many moral and noble messages are stored from the meaning of motion in a dance. The implication of the love of local culture at a child's age is awareness and identity of local culture in maintaining the existence and traditional arts, making various kinds of changes without violating the exploration of cultural originality, and making efforts to fight foreign cultures that are not in accordance with local culture. On the basis of these problems, a community activity program "South Sulawesi Traditional Dance to Foster Love of Local Culture in Children" was created with the aim of making training as a medium to foster a sense of love for local culture as a form of preserving traditional dance.Keywords: Traditional Dance, South Sulawesi, Local Culture, Children
PKM Pelatihan Pembelajaran Suling Rekorder pada Siswa Siswi Kelas Xi Ipa 1 SMA Nasional Johar Linda
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v1i2.38386

Abstract

Pelatihan pembelajaran Suling Recorder Pada Siswa Siswi Kelas XI IPA 1 SMA Nasional, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Suling Recorder dan tata cara permainannya. Pembelajaran Suling Recorder tersebut, diharapkan dapat memberikan hasil, bukan saja pada permainan lagu-lagu yang diajarkan, akan tetapi tentang nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam lagu daerah dan lagu nasional yang telah dipelajari. Selain itu diharapkan siswa dan siswi menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan permainan suling recorder yang telah diberikan sebagai permainan dasar. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah pada teori dan metode demonstrasi pada materi praktik. Sementara langkah-langkah yang ditempuh meliputi: 1. Tahap persiapan kegiatan, meliputi, a) observasi lokasi, b) mengurus surat izin, dan c. Menentukan jadwal pelaksanaan. 2. Pelaksanaan kegiatan, meliputi; a) memberikan materi teori, pengantar dasar-dasar permainan suling recorder, penjarian dan lain-lain, b) praktik permainan suling, dan c) evaluasi. Target luaran adalah peserta pelatihan dapat memperagakan permainan suling recorder dengan lagu-lagu yang diajarkan oleh instruktur dan mengembangkan atau mencari lagu-lagu yang lain, serta menemukan notasi baru yang lebih kreatif, sehingga dapat memainkan lagu-lagu yang lebih kreatif lagi, dengan menggunakan alat musik yang lain, seperti gitar, dan pianica, sehingga menjadi suatu komposisi musik yang bagus.
PELATIHAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN DALAM TANGGUNG JAWAB PERAN ADIK KAKAK DI YAYASAN TIMOR-TIMUR SULAWESI SELATAN Nurul Fadhillah S; Suhenrik Suhenrik
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v1i2.39019

Abstract

Yayasan Islam Waturua Timor-Timur yang berlokasi di Maros adalah satu dari sedikit panti asuhan yang menerima anak-anak mualaf dari Timor-Timur. Sebagaimana panti asuhan pada umumnya, Yayasan Islam Waturua ini memiliki anak asuh dari berbagai usia. Kenyataannya, komunikasi yang terjalin antarsesama penghuni yayasan masih sangat kurang hingga menyebabkan munculnya konflik. Kegiatan ini pun dirancang untuk  memberikan pemahaman dan kemampuan komunikasi pendidikan yang baik antarsesama penghuni demi meminimalisir konflik. Metode pelaksanaannya diawali dengan memberikan pengetahuan berupa materi terkait urgensi komunikasi dan teknik komunikasi masing-masing generasi. Hasilnya, para penghuni yayasan akhirnya mampu berkomunikasi antarsesama penghuni dan mempersempit peluang konflik.
Pelatihan Pemanfaatan Gadget untuk Memaksimalkan Konten Website Sekolah bagi Siswa SMA Negeri 1 Jayapura Nurjayanti Nurjayanti; Masni Sanmas
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v1i2.35913

Abstract

Website SMA Negeri 1 Jayapura merupakan wadah informasi tentang segala aktivitas yang dilakukan oleh segenap warga SMA Negeri 1 Jayapura yang dapat diakses bebas oleh masyarakat umum. Dari segi kontennya, siswa(i) SMA Negeri 1 Jayapura dinilai masih kurang memberikan kontribusi, sehingga tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memberikan pemahaman (knowledge) serta kemampuan (skill) dalam memanfaatkan gadget masing-masing siswa(i) agar aktif berkontribusi dalam membuat konten yang layak dimuat pada website sekolah. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan memberikan pengetahuan berupa pendalaman materi tentang pemanfaatan gadget, pengenalan aplikasi untuk membuat berbagai jenis konten website, serta penulisan kreatif khususnya karya feature. Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan pendampingan pada saat peserta  menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya. Pada pelatihan ini peserta mampu memahami lebih jauh tentang pemanfaatan gadget, mampu mengenali aplikasi untuk keperluan membuat konten website, serta mampu menulis sebuah karya feature sekaligus termotivasi untuk berkontribusi secara aktif dalam membuat konten website sekolah yang kreatif.
PKM MEWARNAI DENGAN PEWARNA ALAMI Jalil Jalil; Syahruni Syahruni; Muhammad Suyudi; Satriadi Satriadi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v1i2.39300

Abstract

Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah siswa SD Negeri 60 Majene. Masalahnya adalah: (1) pengelolaan pembelajaran menggambar dan mewarnai di tingkat sekolah dasar kurang dapat meningkatkan kreatifitas siswa., (2) beberapa sekolah yang memiliki siswa dalan keadaan ekonomi lemah tidak sanggup untuk membeli bahan pewarna untuk pembelajaran menggambar dan mewarnai., (3) tidak adanya pelatihan menggambar dan mewarnai yang dibuat sedemikian rupa agar lebih menyenangkan untuk tingkatan sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah: (1) diskusi awal, (2) diskusi bahan pewarna alam, (3) persiapan bahan, (4) pelaksanaan kegiatan, (5) praktek, (6) evaluasi, dan (7) pameran. Hasil yang dicapai adalah (1) kegiatan ini menghasilkan beberapa perubahan kepada peserta, yakni; peningkatan kreatifitas, khususnya dalam menentukan bahan pewarna yang dibuat sendiri dari lingkungan sekitar mereka, (2) kegiatan menggambar dan mewarnai ini meningkatkan kreatifitas terhadap siswa di SD Negeri 60 Majene
PELATIHAN TARI DALAM PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DI SEKOLAH DASAR Syakhruni Syakhruni; Heriyati Yatim; Jalil Jalil; Andi Taslim Saputra; Siti Asmaulul Izmi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v1i2.39435

Abstract

Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah siswa SD Negeri 60 Lembang. Masalahnya adalah: (1) kercedasan kreatif siswa belum dioptimalkan, (2) pembelajaran tari yang dilaksanakan berfokus kepada guru, (3) tidak adanya pelatihan tari kepada anak yang berfokus kepada kecerdasan kreatif. Metode yang digunakan adalah: (1) diskusi awal, (2) diskusi karya tari tradisi, (3) demonstrasi, (4) orientasi musik, (5) orientasi kostum dan make -up, (6) praktek, (7) evaluasi, dan (8) pementasan. Hasil yang dicapai adalah (1) kegiatan ini menghasilkan beberapa perubahan kepada peserta, yakni; peningkatan kreatifitas, khusunya dalam menciptkan gerak tari yang dikembangakan berdasarkan pengalaman siswa sendiri., (2) Pembelajaran tari ini meningkatkan kecerdasan kreatif terhadap siswa di SD Negeri 60 Lembang
PELATIHAN MEMBACA NOTASI (PARTITUR) DALAM PRAKTEK BERMAIN GENDANG SISWA SMA NEGERI 9 MAKASSAR Andi Ihsan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v1i2.39829

Abstract

SMA Negeri 9 memiliki siswa yang gemar menari. Mereka begitu antusias dengan setiap kegiatan yang melibatkan menari, baik di dalam maupun di luar sekolah. Beberapa faktor yang menyebabkan besarnya minat para pelajar terhadap kesenian tradisional tersebut adalah semakin banyaknya event-event yang membuka kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka. Sayangnya, kemampuan menari para siswa SMA Negeri 9 tidak sesuai dengan bakat para musisi yang mengiringinya. Biasanya mereka sering memiliki alat musik tradisional dari luar sekolah, sehingga tentunya hal ini menjadi kendala karena menambah biaya tambahan jika suatu kegiatan harus dilakukan. Walaupun memiliki guru seni sebagai pembina, namun kualifikasi guru tersebut tidak terletak pada kemampuan memainkan musik tradisional, namun kebanyakan guru seni SMA pandai menari dan seni rupa. Tujuan dari program ini adalah untuk menginformasikan kepada generasi muda khususnya para siswa SMA Negeri 9 baik secara teori maupun praktek agar tidak hanya mengetahui cara memainkan alat musik kendang tradisional, tetapi juga mendapatkan informasi cara belajar cara bermain gendang tradisional. membaca notasi musik. dengan alat media musik drum. Mengingat seseorang tidak dapat membaca lembaran musik (skor) jika bahkan tidak mengetahui skornya. Ini mengacu pada notasi radian, yang merupakan satu-satunya bahasa resmi di dunia untuk merekam musik, khususnya lembaran musik untuk instrumen, termasuk kecapi dan seruling. Oleh karena itu, memahami dan membaca notasi musik mutlak diperlukan jika ingin serius mempelajari musik, khususnya musik tradisional seperti gendang.