cover
Contact Name
Andi Taslim Saputra
Contact Email
a.taslim.saputra@unm.ac.id
Phone
+6285251604817
Journal Mail Official
jurnalsureq@unm.ac.id
Editorial Address
Jl Malengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain
ISSN : -     EISSN : 28301927     DOI : https://doi.org/10.26858/
Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain mencakup berbagai konsep, ide, praktik, fenomena, dan analisis yang berkaitan dengan topik pengabdian kepada masyarakat yang berbasiskan seni dan desain. Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain dimaksudkan untuk menyebarkan informasi tentang seni dan desain yang bersumbangsih terhadap masyarakat; oleh karena itu, kita dapat memperoleh banyak hal yang berkaitan dengan implementasi layanan pengabdian terhadap masyarakat serta memajukan teori dan praktik yang terkait dengan segala bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Seni dan Desain atau bahkan penemuan pendekatan interdisipliner berkenaan dengan teori dan praktek dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, termasuk di dalamnya yaitu menyoroti upaya inovatif; memeriksa secara kritis masalah, trend, tantangan, dan peluang yang muncul; dan pelaporan tentang studi dampak di bidang seni, penjangkauan, keterlibatan, penyuluhan, penelitian seni berbasis pengabdian kepada masyarakat, pelatihan partisipatif berbasis pengabdian kepada masyarakat, pengabdian tindakan dan pengabdian masyarakat.
Articles 85 Documents
PENGUATAN NILAI TRADISIONAL MELALUI BOARD GAMES TEATER RAKYAT KONDOBULENG BAGI SISWA UPT SPF SMPN 27 MAKASSAR Asia Ramli; Andi Taslim Saputra; Khaeruddin Khaeruddin; Rahma M
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.52861

Abstract

UPT SPF SMPN 27 Makassar merupakan sekolah menengah atas yang terletak di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Sekolah tersebut terletak di zona perang dan daerah dengan tingkat kejahatan tertinggi. Kondisi lingkungan tersebut mempengaruhi tumbuh kembang anak nakal dan pemarah. Berdasarkan pengamatan, sebagian besar anggota UPT SPF SMPN 27 Makassar berasal dari sekitar Sekolah. Sistem perumahan yang akan diterapkan berarti para siswa ini harus datang ke sekolah dari daerah setempat. Siswa ini tergolong sulit dan menimbulkan masalah perilaku bullying. Pernyataan yang direproduksi di atas menjadi perhatian Wakil Kepala Sekolah Seksi dan Humas, UPT SPF SMPN 27 Makassar. Fenomena bullying merupakan masalah yang paling kompleks dan terus terjadi di kalangan siswa sekolah ini. Keadaan ini tidak kunjung sirna karena sifat manusia yang ingin menguasai dan dikuasai. Jumlah pelaku bullying dibandingkan dengan jumlah korban bullying merupakan indikasi bahwa bullying dilakukan oleh banyak individu yang korbannya tidak dapat dibandingkan dengan kelompok pelaku bullying Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam pelatihan Teater Rakyat Kondobuleng pada remaja non-produktif UPT SPF SMPN 27 Makassar di Kota Sulawesi Selatan melalui beberapa tahap sebagai berikut: a) Tahap Sosialisasi.b) Tahap Pengenalan dan Pengarahan. c) Tahap Simulasi Games. d) Tahap Evaluasi.. e) Tahap Penyusunan Laporan. Pada pelatihan, teaterikal ini menyiratkan edukasi pada teks-teks nilai tradisi melalui teater rakyat Kondobuleng dengan kemasan Board Games. Nilai-nilai pemahaman positif ketika melakukan pelatihan Board Games dengan muatan teater rakyat Kondobuleng untuk siswa UPT SPF SMPN 27 Makassar telah meningkat, dari hasil observasi awal sekitar 30 % yang memperlihatkan ketidaktahuan terhadap teater rakyat Kondobuleng. Setelah pelatihan dan hasil evaluasi yang dilakukan, para peserta atau siswa menunjukkan ekspresi yang yang berkaitan dengan Kondobuleng dalam hal tersebut memperlihatkan pengetahuan tentang teater rakyat Kondobuleng meningkat dengan persentase 90 %. Kegiatan ini untuk mengatasi permasalahan yang kompleks bagi remaja non-produktif, maka kami tim pengabdian masyarakat menawarkan sebuah solusi yaitu melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan memberi penguatan nilai tradisional dengan bentuk kemasan board games teater Kondobuleng.
MENTAL STRENGTH MELALUI TERAPI BATIK SULAWESI SELATAN BAGI TAHANAN DI RUMAH TAHANAN KELAS 1 MAKASSAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN EMOSIONAL Tri Putri; Andi Nurfadilah; Muhammad Fernanda Putra; Aulia Evawani Nurdin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.53414

Abstract

Rutan Kelas 1 Makassar Sulawesi Selatan, menghadapi masalah kelebihan kapasitas dengan jumlah penghuni yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Situasi ini menciptakan tekanan psikologis pada tahanan yang dapat menyebabkan masalah emosional, terutama depresi. Depresi adalah kondisi emosional yang buruk yang dapat berdampak negatif pada tahanan, termasuk pemikiran irasional dan perilaku merusak, penyebab depresi pada tahanan melibatkan masa tahanan yang panjang dan pengalaman yang tidak menyenangkan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan terapi membatik berbasis kearifan lokal Sulawesi Selatan sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan emosional tahanan. Terapi ini dilakukan dengan melibatkan tahanan dalam pembuatan batik dengan motif Sulawesi Selatan, yang memiliki makna budaya yang mendalam. Proses terapi membatik melibatkan beberapa tahapan, termasuk pembuatan desain, pelilinan, pewarnaan, penguncian warna, pelorodan, pencucian, dan pengeringan. Pendampingan dilakukan oleh tim dari bidang Seni Rupa dan Psikologi. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan ketahanan emosional dan keterampilan membatik bagi tahanan di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Keterampilan membatik yang telah dimiliki oleh tahanan dapat dijadikan sebagai modal keterampilan setelah keluar dari rutan kelas 1 Makassar
PELATIHAN TARI PAKARENA BAGI SISWA PENYANDANG TUNARUNGU SLB PEMBINA TK. PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Padalia; Andi Taslim Saputra; Bau Salawati; Satriadi Satriadi; Andi Fauziyah Hijrina Fatimah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.53790

Abstract

Tarian sangat jarang dibawakan oleh orang-orang tuna rungu.. Meneliti kegiatan sekolah khusus, kami melihat bahwa penyandang  tunarungu jarang mengikuti kegiatan menari.. Berdasarkan data observasi awal, siswa yang mengikuti kegiatan menari jumlahnya tidak lebih banyak dibandingkan siswa yang menari.. Penyandang tunarungu mempunyai sedikit motivasi untuk melakukan kegiatan menari.. Hal inilah yang dialami oleh penyandang tunarungu yang bersekolah di TK SLB Pembina.. Provinsi Sulawesi Selatan.. Hal ini merupakan permasalahan yang memerlukan solusi yang mengantisipasi dan mendorong siswa Tunarungu untuk berpartisipasi dalam menari.. Salah satu kegiatannya adalah penguatan tradisi penyandang tunarungu melalui pelatihan tari profesional yang mengandung nilai budaya lokal, nilai moral, nilai pendidikan, dan nilai hiburan.. Pelatihan tari Expertena dengan konsep permainan dalam bentuk permainan untuk kelompok mitra  sangat cocok untuk membantu siswa sadar dan melestarikan budaya.. Program kegiatan mahasiswa ini menggunakan siklus hidup pengembangan multimedia, metode ini meliputi konsep, desain, pengumpulan dokumentasi.. ,Merakit, Menguji, Mendistribusikan Tari Pakarena dapat digunakan dalam pelatihan khusus untuk merangsang penyandang tunarungu agar berkreasi dan menghidupkan ciri khas dalam konteks identitas daerah.. Tim pengabdian masyarakat kami memberikan solusi penguatan nilai-nilai tradisional dalam bentuk paket tari Pakarena untuk mengatasi permasalahan kompleks yang dihadapi penyandang tunarungu.. Agenda, tujuan, gagasan dan jenis pelatihan dijelaskan pada kegiatan pertama yaitu tahap konsep.. Langkah kedua adalah pengumpulan  dan ringkasan data.. Ketiga, adegan uji coba tari Expertena.. Langkah terakhir ini menjadi wadah untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan potensi  peserta pelatihan melalui pemasukan tari Pakarena ke dalam kehidupan  sehari-hari..
PELATIHAN BATIK TULIS BAGI TUNARUNGU SANGGAR SENI DISABILITAS SIPAKATAU DI FAKULTAS SENI DAN DESAIN UNM Aulia Evawani Nurdin; Hasnawati Hasnawati; Selfiana Saenal; Muhammad Suyudi; Andi Fauziyah Hijrina Fatimah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.63131

Abstract

Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menyebabkan setiap individu berupa untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan memiliki keterampilan untuk mengisi peluang dunia kerja. Upaya peningkatan mutu diri sebagai pemenuhan dunia kerja juga dilakukan oleh masyarakat disabilitas. Salah satu karakteristik masyarakat disabilitas yang memiliki modal dasar untuk menggeluti dunia kerja adalah tunarungu. Keterampilan yang telah diasah berpotensi memberikan peluang bagi tunarungu untuk menempati posisi pekerjaan di bidang seni khususnya seni rupa dan  desain. Batik merupakan salah satu karya seni rupa. Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau merupakan sanggar seni yang memberikan pemahaman dan keterampilan berkesenian bagi masyarakat disabilitas, salah satunya tunarungu. Tunarungu di sanggar seni tersebut telah memiliki beragam pengalaman berkesenian khususnya sendratasik (seni drama, tari dan musik) dan memiliki potensi untuk menempati posisi pekerjaan di bidang seni. Namun pada bidang seni rupa, masyaarakat disabilitas tunarungu di sangar seni tersebut belum memperoleh pengalaman bidang seni rupa khusunya batik. Maka diperlukan upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat disabilitas khususnya tunarungu di Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau melalui pelatihan batik tulis di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Pelaksanaan pelatihan batik tulis bagi tunarungu Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau bertujuan memberikan pemahaman tentang konsep batik dan keterampilan membuat batik tulis. Metode pelaksnaan pelatihan batik tulis bagi tunarungu Sanggar Seni Disabilitas Sipakatau di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan disertai penerjemah bahasa isyarat untuk memudahkan berkomunikasi dengan peserta. Pelatihan tersebut diikuti 17 tunarungu dengan rentang usia 19 – 23 Tahun. Peserta memperoleh pengalaman dalam membuat batik. Peserta memahami dan memiliki keterampilan dalam membuat batik tulis mulain dari proses pembuatan desain pada kertas, pemindahan desain, pelilinan atau mencanting, pewarnaan dan pelorodan atau pelepasan lilin dari kain. Keterampilan tersebut kelak dapat diaplikasi untuk memproduksi batik tulis
PELATIHAN TARI PADDUPPA PADA UPT SMP NEGERI 5 POLONG BANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR Jamilah Jamilah; Heriyati Yatim; Andi Padalia; Nurachmy Sahnir; Satriadi Satriadi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.61834

Abstract

Pelatihan tari dilakukan untuk (1) memberikan pembelajaran praktek tari Padduppa dan untuk meningkatkan pengetahuan bagi para guru dan siswa-siswi di UPT SMP Negeri 5 Polong Bangkeng Utara Kabupaten Takalar. (2) membuka wawasan siswa-siswi dan melestarikan akan budaya lokal yang ada di daerah. Dalam pelaksanaan pelatihan tari Padduppa, dilakukan secara bertahap yaitu tahap penyuluhan, tahap pelatihan dan tahap pagelaran atau pertunjukan. Pada kegiatan pelatihan tari Padduppa ini melibatkan tiga orang guru kelas, dua puluh lima orang siswi dan dua orang mahasiswa. Tari Padduppa merupakan tarian yang berasal dari etnik Bugis yang ditarikan untuk penjemputan tamu yang memakai properti Bosara yang berisi dupa berupa beras atau bunga yang akan ditaburkan ketika menjemput. Semua gerakan dilakukan secara bersamaan atau rampak simultan dengan pengolahan pola lantai dan level yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelatihan menunjukkan bahwa proses tari Padduppa dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan kekompakan antar siswi, dalam menarikan tarian ini diiringi dengan musik tradisional gendang dan suling.
PENINGKATAN KREATIFITAS VERBAL DAN FIGURAL PADA SISWA DALAM MENGGAMBAR ILUSTRASI BERTEMA FAUNA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 MAJENE Jalil Jalil; Syakhruni Syakhruni; Muhammad Suyudi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54166

Abstract

Kreativitas merupakan kesanggupan untuk berkreasi, menciptakan sesuatu, sebagai sebuah pola pikir, gagasan maupun ide yang muncul pada diri serta penciptaan terhadap hal yang baru. Kreativitas dibagi menjadi dua yaitu kreativitas verbal dan figural Kreativitas verbal yaitu kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang didapati dari kemungkinan jawaban terhadap satu masalah dan diungkap secara verbal. Sementara kreativitas figural adalah kemampuan untuk memunculkan ide-ide atau gagasan baru melalui gambar yang dibuat. Salah satu kegiatan di sekolah yang dapat meningkatkan kreativitas adalah menggambar. Efek dari kegiatan menggambar yang signifikan baik dalam ranah kreativitas verbal maupun figuratif. Fauna di Indonesia memiliki berbagai macam sebagai sebuah kekayaan. Banyak cerita rakyat kita di Indonesia menggunakan fauna sebagai tokoh cerita. Oleh sebab itu, menggunakan fauna sebagai tokoh sentral dalam cerita dapat memudahkan peserta didik dalam menggambar ilustrasi, sehingga apa yang ia inginkan, apa yang ia senangi, bahkan apa yang tidak disenangi dapat disalurkan dalam bentuk gambar. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “PKM Pelatihan Menggambar Ilustrasi Bertema Fauna dalam Meningkatkan Kreatifitas Verbal dan Figural pada Peserta didik Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Majene” dengan tujuan menjadikan pelatihan sebagai media untuk meningkatkan kreativitas verbal dan figural peserta didik di SMP Negeri 4 Majene.
PELATIHAN DESAIN KEMASAN MENGGUNAKAN APLIKASI COREL DRAW BAGI INSTRUKTUR LKPI (LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN INDONESIA) Andi Fauziyah Hijrina Fatimah; Jalil Jalil; Syakhruni Syakhruni; Muhammad Zia Ulhaq; Muhammad Syafruddin Akmal
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.63402

Abstract

Pelatihan desain kemasan menggunakan aplikasi Corel Draw dilaksanakan guna meningkat para instruktur LKP yang ada di Indonesia. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan metode pembelajaran secara langsung atau luring. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa desain kemasan dengan menggunakan aplikasi Corel Draw dapat menunjang instrukur dalam membuat bahan pelatihan dan kursus untuk mendukung proses pengajaran peserta lembaga
PKM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS TPACK (CANVA) BAGI GURU SMP DI KABUPATEN GOWA Hasnawati Hasnawati; Karta Jayadi; Aulia Evawani Nurdin; Nurainun Muhammad; Sitti Suryani
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.62728

Abstract

Peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan peserta didik. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajarannya. Strategi tersebut adalah memberikan pelatihan dan workshop kepada guru-guru yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran. Berdasarkan analisis situasi di lapangan telah ditemukan beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra, yaitu kurangnya kemampuan guru seni budaya di Kabupaten Gowa dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya, guru seni budaya di Kabupaten Gowa belum pernah mengikuti pelatihan atau workshop pemanfaatan dan pengintegrasian TPACK dalam pembelajaran. Kurangnya keterampilan guru seni budaya di Kabupaten Gowa dalam memanfaatkan aplikasi canva sebagai aplikasi yang dapat membuat media pembelajaran yang inovatif. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka permasalahan prioritas yang perlu ditangani oleh pelaksana adalah memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran seni rupa berbasis TPACK (Canva) bagi guru SMP di Kabupaten Gowa, dengan harapan agar guru-guru seni budaya di Kabupaten Gowa dapat menambah dan meningkat pemahaman dan keterampilannya dalam membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajarannya.
PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU DI SMA NEGERI 2 MAJENE Pangeran Paita Yunus; Sukarman Sukarman; Irfan Irfan; Hasnawati Hasnawati; Harmin Hatta
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.56561

Abstract

Kemampuan menulis bagi guru sangat penting karena menjadi tuntutan profesi. Bagi pengembangan karir dan untuk tetap belajar, guru wajib memenuhi syarat menulis karya ilmiah. Syarat ini seringkali menjadi penghambat kenaikan jenjang pangkat bagi guru mengingat rendahnya kemampuan dan minat menulis di kalangan guru. Selain menjadi syarat bagi pengembangan karir, menulis juga menjadi sarana bagi pengembangan diri seorang guru. Guru memiliki banyak potensi dan potensi yang dimilikinya akan berkembang secara optimal dengan menulis. Hal ini didukung oleh banyaknya kondisi guru yang memperkuat peluang berkembangnya kemampuan menulis. Kesatu, guru selalu berinteraksi dengan ilmu pengetahuan yang bisa menjadi bahan untuk menulis. Kedua, guru selalu berinteraksi dengan siswa saat kegiatan pembelajaran di kelas yang dapat dijadikan sumber tulisan. Ketiga, guru sering berinteraksi dengan dunia pendidikan dan kebijakannya yang dinamis, selalu menuntut untuk berpikir kritis, mengeluarkan ide-ide inovatifnya. Keempat, banyak peluang                lomba menulis, baik yang diselenggarakan Dinas Pendidikan maupun Departemen Agama sebagai instansi yang menaunginya. Kelima, media massa menyediakan banyak rubrik pendidikan yang memungkinkan bagi guru untuk mengekspresikan gagasan- gagasan inovatifnya. Permasalahan yang tampak pada guru di sekolah menengah, khususnya di SMA Negeri 2 Majene adalah: 1) Pengetahuan guru tentang teknik pembuatan laporan dan pembuatan artIkel penelitian dalam penulisan karya ilmiah masih sangat kurang, 2) Banyak laporan dan artikel penelitian guru yang belum sepenuhnya menggunakan sistem APA, sehingga masih banyak ditemui referensi termuat dalam tubuh karangan, namun tidak ditemukan dalam daftar pustaka. 3) Laporan dan artikel penelitian guru banyak ditemukan menggunakan buku sebagai referensi rujukan, sehingga menyulitkan untuk dimuat di jurnal. 4) Maraknya isu plagiasi dan mudahnya mengakses berbagai informasi melalui dunia maya menjadi   kendala   yang   cukup   berat  bagi guru.    Berdasarkan hal tersebut, dilaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat  berupa pelatihan menulis karya ilmiah berupa pembuatan laporan hasil penelitian dan artikel bagi guru di SMA Negeri 2 Majene.
PENINGKATAN KOMPETENSI SENI MELALUI PELATIHAN BATIK DENGAN TEKNIK AQUA PRINT BAGI PESERTA DIDIK DAN GURU SDN PAO-PAO KAB GOWA Satriadi Satriadi; Muh Saleh Husain; Irfan Irfan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v2i2.54029

Abstract

Guru kelas yang ada pada sekolah mitra memiliki kendala dalam pengajaran. Kita tau bersama bahwa guru kelas adalah guru yang bertanggung jawab pada kelas di sebuah sekolah dasar. Biasanya guru kelas mengajarkan pengetahuan umum di kelas yang menjadi tanggung jawabnya kecuali pelajaran tertentu misalnya pelajaran olahraga, pendidikan agama dan pendidikan seni budaya. Kendala yang biasa dihadapi oleh guru kelas adalah mereka harus mengisi kelas jika guru bidang studi tersebut tidak hadir. Jika guru seni budaya tidak masuk tugas guru kelas adalah mengisi kelas tersebut dengan memberikan materi seni tentunya. Sementara tidak semua guru kelas memiliki kompetensi untuk mengajarkan seni di kelas. Akibatnya, guru biasanya memberikan tugas menyanyi atau langsung menggambar. Kondisi seperti itu tentunya juga harus menuntut kreatifitas seni guru yang bersangkutan. Metode pelaksanaan kegiatan workshop meliputi; 1) Materi ceramah mengenai gambaran tentang batik Formika dengan teknik aqua print dan penjelasan mengenai teknik-teknik pembuatan Aqua print. 2) demonstrasi atau Praktek langsung pembuatan batik formika di depan para peserta workshop, 3) Diskusi dan tanya jawab seputar hal hal teknis pembuatan batik formika. Setelah kegiatan workshop ini, diharapkan ada perkembangan pada mitra dalam hal (a) Melatih kreativitas guru SD Negeri Pao-pao Kab. Gowa dalam membuat string masker hijab, (b) Menumbuhkan sikap percaya diri pada diri pada guru SD Negeri Pao-pao Kab. Gowa, (c) peningkatkan pemahaman dan kemampuan guru agar dapat menjadi guru produktif di lingkungan sekolah dasar dengan mengembangan keterampilan membua batik formika dengan teknik Aqua Print.