cover
Contact Name
Andi Taslim Saputra
Contact Email
a.taslim.saputra@unm.ac.id
Phone
+6285251604817
Journal Mail Official
jurnalsureq@unm.ac.id
Editorial Address
Jl Malengkeri Raya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain
ISSN : -     EISSN : 28301927     DOI : https://doi.org/10.26858/
Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain mencakup berbagai konsep, ide, praktik, fenomena, dan analisis yang berkaitan dengan topik pengabdian kepada masyarakat yang berbasiskan seni dan desain. Sureq Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain dimaksudkan untuk menyebarkan informasi tentang seni dan desain yang bersumbangsih terhadap masyarakat; oleh karena itu, kita dapat memperoleh banyak hal yang berkaitan dengan implementasi layanan pengabdian terhadap masyarakat serta memajukan teori dan praktik yang terkait dengan segala bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Seni dan Desain atau bahkan penemuan pendekatan interdisipliner berkenaan dengan teori dan praktek dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, termasuk di dalamnya yaitu menyoroti upaya inovatif; memeriksa secara kritis masalah, trend, tantangan, dan peluang yang muncul; dan pelaporan tentang studi dampak di bidang seni, penjangkauan, keterlibatan, penyuluhan, penelitian seni berbasis pengabdian kepada masyarakat, pelatihan partisipatif berbasis pengabdian kepada masyarakat, pengabdian tindakan dan pengabdian masyarakat.
Articles 91 Documents
PELATIHAN TARI BOSARA SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN WAWASAN TARI TRADISIONAL NUSANTARA BAGI MAHASISWA SENDRATASIK UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO M., Rahma; Abu, Ulfah Alfiyyah; Afia, Selfa; Yusuf, Ayu Janianti; Arisyi, Dani Fajrul
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.79046

Abstract

Pelestarian tari tradisional Nusantara menjadi tantangan penting dalam pendidikan seni, khususnya pada Program Studi Sendratasik yang bertujuan mencetak pendidik seni yang kompeten dan berwawasan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan Tari Bosara tari tradisi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan wawasan, apresiasi, dan keterampilan mahasiswa Sendratasik Universitas Negeri Gorontalo. Metode pelatihan menggunakan pendekatan Experiential Dance Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Tari Bosara memberikan peningkatan signifikan pada pemahaman mahasiswa terkait nilai filosofis, struktur gerak, estetika, teknik penggunaan properti bosara, serta konteks budaya Bugis-Makassar. Metode pelatihan yang berlapis meliputi instructional briefing, guided demonstration, micro-drill gerak, integrative practice, dan reflective evaluation terbukti efektif memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami dan menarikan tari tradisional. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pelatihan Tari Bosara dapat dijadikan model pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperluas wawasan tari Nusantara dan meningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik seni.
MENDESAIN GAMIFIKASI SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DENGAN BANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Satriadi, Satriadi; Fadhillah S, Nurul; Nurjayanti, Nurjayanti; Tangsi, Tangsi; Husain, Muh. Saleh
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.80986

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SD Inpres 1 Sungguminasa dalam merancang dan mengimplementasikan gamifikasi sebagai strategi pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Analisis situasi menunjukkan bahwa guru telah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan tentang model pembelajaran inovatif, rendahnya pemanfaatan teknologi pendidikan, serta minimnya pendampingan teknis dalam merancang perangkat ajar berbasis gamifikasi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dan kurang optimalnya penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan intensif mengenai konsep gamifikasi dan penerapannya dalam konteks sekolah dasar, workshop desain perangkat ajar berbasis proyek dan masalah (PBL/MBL), penerapan teknologi gamifikasi melalui platform digital, serta pendampingan berkelanjutan dalam implementasi di kelas. Program ini didesain untuk menghasilkan luaran berupa terbangunnya kompetensi guru pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran berbasis gamifikasi, tersusunnya perangkat ajar siap pakai, serta meningkatnya motivasi dan interaksi belajar siswa.Melalui pendekatan sistematis yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan IPTEKS, pendampingan, dan evaluasi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pedagogik guru dan mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada penguatan keterampilan abad 21. Program ini juga menempatkan keberlanjutan sebagai fokus utama dengan membangun komunitas belajar guru di sekolah.
INOVASI BATIK CAP BERBASIS KERTAS BEKAS UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS BATIK LONTARA DI RUMAH BATIK BALLA SARI MAKASSAR Hasnawati, Hasnawati; Nurdin, Aulia Evawani; Irfan, Irfan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.79232

Abstract

Rumah Batik Balla Sari Makassar merupakan rumah produksi batik lontara yang selama ini hanya menghasilkan batik tulis dan belum pernah memproduksi batik cap karena keterbatasan alat, biaya, serta pengetahuan teknis. Mitra berlokasi di Jalan Gunung Nona No. 45, Kota Makassar. Permasalahan tersebut direspons melalui serangkaian solusi berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan batik cap berbahan kertas bekas, penerapan inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas, pengembangan desain motif lontara, serta pendampingan dalam aspek produksi dan pemasaran. Inovasi pemanfaatan kertas bekas sebagai media cap menjadi alternatif yang murah, mudah dibuat, ramah lingkungan, dan berpotensi meningkatkan variasi serta produktivitas batik lontara di Rumah Batik Balla Sari. Metode pelaksanaan program meliputi: (1) sosialisasi mengenai konsep batik cap berbahan kertas bekas; (2) pelatihan teknis pembuatan alat cap berbahan kertas bekas yang sederhana dan ramah lingkungan; (3) penerapan inovasi yaitu pelatihan proses pencapan motif lontara; (4) pendampingan dan evaluasi produksi (5) keberlanjutan program. Hasil kegiatan telah mampu menghasilkan sembilan desain lokal beserta canting cap dari kertas bekas, tiga lembar kain batik cap, serta melalui program ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam pembuatan canting cap dari kertas bekas, peningkatan produktivitas, serta memperkenalkan inovasi teknik produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
PELATIHAN TATA IRINGAN PERTUNJUKAN TARI DAN TEATER BERBASIS MUSIK TRADISI BANJAR Saputra, Novyandi; Sani, Muhammad Budi Zakia; Nugraheni, Edlin Yanuar; Hadi, Sumasno; Arminah, Arminah; Arifin, Husni
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.81340

Abstract

Sanggar Bahana Antasari merupakan komunitas seni yang aktif memproduksi pertunjukan tari dan teater di Kota Banjarmasin. Namun, proses tata iringan pada pertunjukan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama minimnya pemahaman anggota terhadap struktur musikal, tidak tersedianya modul pembelajaran, keterbatasan akses pelatihan teknis, dan lemahnya dokumentasi karya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas anggota sanggar melalui pelatihan tata iringan pertunjukan berbasis musik tradisi Banjar. Metode pelatihan dilakukan melalui paparan teori, demonstrasi, praktik penyusunan iringan, serta kolaborasi lintas disiplin antara pemusik, aktor, dan penari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap unsur musikal tradisi Banjar, kemampuan menyusun pola iringan yang relevan dengan kebutuhan dramaturgi, serta kemampuan kolaboratif dalam menciptakan fragmen pertunjukan tari–teater. Program ini menegaskan pentingnya pelatihan terstruktur sebagai upaya regenerasi dan penguatan seni pertunjukan lokal di Kalimantan Selatan.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA KECAMATAN MALLAWA MELALUI INOVASI TARI PAKARENA BERBASIS DIGITAL UNTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Linda, Johar; Faisal, Faisal; Hatta, Harmin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.81833

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai pelestarian seni tradisi lokal melalui pemberdayaan Karang Taruna sebagai kelompok pelestari budaya, dengan melakukan pelatihan Tari Pakarena dan pengembangan inovasi berbasis digital. Pemberdayakan Karang Taruna Kecamatan Mallawa melalui pelatihan Tari Pakarena dan penerapan inovasi digital sebagai strategi pelestarian budaya lokal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya minat generasi muda terhadap seni tradisional, belum tersedianya wadah pembinaan seni di lingkungan Karang Taruna, serta terbatasnya pemanfaatan media digital sebagai sarana dokumentasi dan promosi budaya. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pelatihan Tari Pakarena; (2) workshop literasi digital; (3) pendampingan kelompok seni; dan (4) produksi konten digital budaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta dalam penguasaan gerak Tari Pakarena, terbentuknya kelompok seni Karang Taruna Mallawa, dan tersedianya empat produk digital berupa video tutorial, dokumentasi pertunjukan, poster digital, dan draf e-modul. Program ini berdampak pada meningkatnya partisipasi generasi muda dan terbukanya peluang penguatan identitas budaya lokal melalui media digital.
Penguatan Kompetensi Guru MGMP Seni Budaya SMP melalui Pelatihan Koreografi di Kabupaten Takalar M, Rahma; Salawati, Bau; Mukadas, Andi Baetal; Ramadhina, R. Mekar Liza; Ichsan, Lulu Afifah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84292

Abstract

This community service activity aims to strengthen the competencies of junior high school (SMP) Arts and Culture teachers who are members of the MGMP in Takalar Regency through choreography training. This program was motivated by teachers’ limited understanding and skills in teaching choreography effectively. The implementation method employed a workshop approach consisting of interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring with evaluation. The results indicate an improvement in both theoretical and practical competencies of teachers in understanding basic choreography elements (space, time, and energy), developing movement motifs, and composing simple dance works. Participants also showed high enthusiasm and readiness to apply the training outcomes in classroom learning. This activity contributes to improving the quality of arts education that is more creative, contextual, and student-centered.
Training in Harmonizing Langgam and Modern Music as Accompaniment for Makassar Regional Songs Jayadi, Karta; Saputra, Andi Taslim; Al Ansyari, Mas’ud Uqbah; Khaeruddin, Khaeruddin; Aj, Andi Agussalim
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.83677

Abstract

This Community Service Program (PKM) focuses on strengthening local identity thru training, performances, and the digitalization of Makassar regional songs using an approach that harmonizes traditional and modern music. This activity is a response to the lack of appreciation from the community for Makassar regional songs, the low number of traditional music performances, and the absence of effective dissemination strategies in the digital era. The implementation of the activity began with socialization to local artists, traditional musicians, art communities, and the general public. This stage introduces the basic concepts of Langgam Makassar, its musical history, and its potential as a bridge between tradition and modernity. The socialization continued with the exploration of the repertoire of Makassar regional songs and the analysis of old recordings to understand the vocal character, rhythm, and melody that are the main identities of this regional music. The core stage of the activity involved musical training. After the training, the activities continued with performances held in several areas such as Barru, Sidrap, Makassar, Malino, and other cities. This performance serves as a space for appreciation as well as a performative test of the training outcomes. This program has a significant impact on the development of local musicians' capacities, the revitalization of regional songs, and the enhancement of cultural appreciation. In addition, this activity demonstrates that the collaboration between tradition and modernity, along with the utilization of digital technology, can create models of art production and learning that are relevant to the contemporary context. In the future, this program is designed to continue thru the development of new repertoires, the formation of community study groups, the expansion of performances, and the establishment of a digital portal as a center for the documentation of Makassar Langgam music.
PEMBELAJARAN TARI KREASI MELATIH KETERAMPILAN MENARI SISWA SMPN 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Yatim, Heriyati; Syakhruni, Syakhruni; Linda, Johar; Suyudi, Muhammad; Saputra, Andi Taslim
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84883

Abstract

Pelatihan tari ini adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian, observasi dan wawancara terhadap siswa SMP Neg 4 Gowa, Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan nilai tambah siswa secara signifikan dimana mereka memiliki kemampuan mengekspresikan diri melalui gerak tari yang aspiratif dan kreatif, disamping itu siswa diharapkan punya karya tari kreasi melalui kolaborasi dengan memadukan sentuhan budaya kearifan lokal yang terintegrasi ke dalam tari kreasi. Melalui pelatihan ini diharapkan siswa lebih berkompeten dalam  pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif dan aspiratif, khususnya bagaimana siswa dapat berkarya untuk pengembangan seni tari. Selain itu khasanah ilmu pengetahuan pendidikan dimana seni tari memiliki peran penting dalam perkembangan motorik pengetahuan, kognitif, sosial, dan emosional siswa SMP, disamping  sebagai  wujud  transformasi  ilmu dalam mencipta karya seni tari terhadap diri siswa pada mata Pelajaran seni budaya.  Dalam konteks dan realitas ini maka peran pelatihan  seni tari bagi siswa merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik, sehingga dapat menciptakan banyak karya yang signifikan  baik dalam memahami aspirasi serta   suasana kebhatinan siswa   dalam metode proses pembelajaran langsung  yang indah dan  menyenangkan juga  ketercapaian sasaran pelatihan melalui transformasi ilmu dengan pengintegrasian nilai-nilai budaya kearifan lokal ke dalam seni tari kreasi budaya lokal. Proses pembelajaran dan pelatihan  yang meliputi  pelaksanaan sosialisasi, penerapan teknolog informasi, pendampingan dan evaluasi serta program yang berkelanjutan menunjukan hasil  bahwa, pembelajaran seni tari adalah upaya peningkatan kreativitas siswa  yang pembelajarannya dapat menyenangkan dan tidak menjemukan. Siswa mendapatkan kemerdekaan untuk mengembangkan daya imajinasi dan pribadinya  sehingga  gampang menyerap dan memainkan dengan baik  sebuah karya seni tari secara kreatif , aspiratif,  mandiri dan inovatif.   Workshop ini juga  menyoroti peran pentingnya  sekolah dalam merespons dan menindaklanjuti program pelatihan selanjutnya, mengingat bahwa nilai-nilai budaya tradisional khususnya melalui pengembangan seni tari dan semacamnya guna revitalisasi, validasi serta pelestarian warisan sejarah untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten Gowa.
PELATIHAN DASAR OLAH VOKAL SISWA SANGGAR SENI EX ART SMAN 3 PANGKEP Darmawati, Sri; Inayah, Faidhul; Afia, Selfa; Arisyi, Dani Fajrul; Hattah, Muh. Afif Novaldy
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84882

Abstract

Kemampuan vokal merupakan salah satu kompetensi esensial dalam seni pertunjukan, terutama pada kegiatan ekstrakurikuler sanggar seni di lingkungan sekolah, seperti halnya pada sanggar seni EX Art SMAN 3 Pangkep. Namun demikian, sebagian besar siswa belum menguasai teknik dasar olah vokal yang mencakup pernapasan, artikulasi, intonasi, resonansi, dan ekspresi dalam bernyanyi. Keterbatasan tersebut berdampak pada rendahnya kualitas performa seni serta menurunnya kepercayaan diri siswa dalam mempresentasikan karya seni, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi teoretis, demonstrasi teknik olah vokal, praktik terbimbing, serta evaluasi capaian kemampuan vokal siswa. Pelaksanaan kegiatan dirancang dalam empat tahapan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan praktik, dan penilaian hasil latihan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa anggota sanggar seni sekolah yang memiliki minat dan potensi di bidang seni musik dan vokal. Hasil kegiatan mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan teknik dasar olah vokal, meliputi pengelolaan pernapasan secara tepat, kejelasan pelafalan, serta kemampuan menjaga ketepatan nada dan tempo. Di samping itu, kegiatan pelatihan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri, kemampuan kolaboratif, dan daya kreativitas siswa dalam konteks seni pertunjukan. Dengan demikian, pelatihan dasar olah vokal terbukti menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi seni siswa sekaligus meningkatkan mutu kegiatan sanggar seni di sekolah.
KEAKTORAN DALAM FRAME: PELATIHAN AKTING FILM BERBASIS PENGALAMAN SENSORIK DAN EMOSIONAL Akbar, Arjun Subbanul; Yusuf, Ayu Janianti; Izmi, Siti Asmaulul; Hamka, Dwi Wahyuni; Wati, Jenny Ratna Ika Setia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model pelatihan akting film berbasis pengalaman sensorik dan emosional dalam meningkatkan kualitas keaktoran peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dipadukan dengan embodied practice, melalui tahapan kesadaran tubuh, eksplorasi sensorik, pengolahan emosi, dan praktik adegan (scene work). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi video, dan refleksi peserta, yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kejujuran emosi, kesadaran tubuh, serta kemampuan peserta dalam merespons kamera secara subtil dan terkontrol. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada pengembangan kesadaran diri dan kepekaan artistik aktor. Dengan demikian, model pelatihan ini memiliki potensi sebagai pendekatan alternatif dalam pendidikan dan praktik keaktoran film yang menekankan integrasi antara tubuh, pengalaman sensorik, dan emosi.

Page 9 of 10 | Total Record : 91