cover
Contact Name
Suyono
Contact Email
jurnalpendidikanagama@gmail.com
Phone
+6285369505802
Journal Mail Official
ssuyono876@gmail.com
Editorial Address
Jl.Gatot Subroto Gg Payakun No 88 Garuntang, Bumi Waras Bandar Lampung, Lampung 35227 085369505802
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama
ISSN : 20865864     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, dan keagamaan serta Kebudayaan.
Articles 58 Documents
Persepsi Masyarakat Di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tenga Terhadap Aktivitas Keagamaan Alumni Stah Lampung I Made Sutharjana; Budi Asmoro
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.671 KB)

Abstract

Alumni STAH Lampung selain disiapkan menjadi seorang guru/pendidik juga memiliki peran yang besar dimasyarakat yaitu sebagai katalisator, kontributor dan again of change. Dari ke tiga peran tersebut masyarakat memiliki harapan yang besar kepada alumni STAH Lampung untuk dapat memajukan umat dalam bidang keagamaan. Namun tidak semua alumni aktif dalam kegiatan keagamaan seperti yang terjadi di Kecamatan Seputih Mataram, hal ini juga ditambah dengan beberapa keluhan tokoh masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah terhadap alumni STAH Lampung dan aktivitas keagamaannya dan (2) Apakah aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung berkorelasi dengan persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik disproportionate stratified rondom sampling dengan mengunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment. Kesimpulan dalam penelitian ini persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram terhadap alumni STAH Lampung dengan skor rata-rata 2,89 dan aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung memiliki skor rata-rata 1,73. Aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung berkorelasi positif sedang dan sangat nyata dengan persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram.
DESKRIPSI DAN FUNGSI BANGUNAN PURA (CANDI GEDONG) UMAT HINDU ETNIS JAWA Suyono
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.281 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidak tahuan masyarakat tentang bentuk dan fungsi Bagunan Pura (Candi Gedong). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi Bagunan Pura (Candi Gedong) serta Sejarah Candi Gedong. Waktu penelitian dari bulan Juli sampai bulan September. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif non statistic, Proses analisis data menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini adalah 1. Bentuk Arsitektur Candi Gedong berupa: a. Dimensi bagunan berupa bentuk dan ukuran candi gedong. Dimensi bangunan berupa bentuk yaitu bagian atas atap candi berisikan ukiran Stupa, karang mata satu, karang manuk dan karang rangda, bagian badan yang memiliki ukiran Arca, karam boma, karang bunga dan lis dan bagian kaki yang memiliki ukiran Karang Gajah, karang bunga dan lis. B. Bahan Bagunan yang digunakan dalam pembuatan candi. 2, fungsi Candi Gedong yaitu Tempat berstananya Tuhan yang berwujud (Arca). 3. Sejarah Candi Gedong yaitu mengadopsi dari candi Prambanan dan menurut sejarah Hindu di Nusantara. Candi merupakan sarana bagi umat Hindu untuk melaksanakan bakti (sembahyang). Candi prambanan memiliki berbagai macam arca dan yang utama adalah Tri Murti, begitu juga dengan Candi Gedong yang memiliki arca didalam bangunannya. Arca yang digunakan sesuai dengan wilayah masing-masing.
PERAN SMARTPHONE TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DITENGAH WABAH COVID-19 STUDY DI SMP NEGERI 4 MESUJI, KECAMATAN WAY SERDANG, KABUPATEN MESUJI I Nyoman Tri Bayu Tanaya; Wayan Arya
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.421 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran smartphone terhadap minat belajar siswaditengah wabah Covid-19.di SMP Negeri 4 Mesuji, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji. Desain penelitian yang digunakan adalah deskritif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas I, II dan III, tenaga pendidik, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket wawancara. Data penelitian ini berupa data kualitatif. Data kualitatif berupa deskripsi angket hasil observasi awal dan wawan cara yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan minat belajar siswa yang disebabkan tidak memiliki kuota internet, materi yang diberikan oleh guru kurang menarik perhatian siswa, kurangnya penjelasan dari guru dan pemahaman dari siswa pada saat proses belajar
PERAN SMARTPHONE TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DITENGAH WABAH COVID-19 STUDY DI SMP NEGERI 4 MESUJI, KECAMATAN WAY SERDANG, KABUPATEN MESUJI Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Ni Ketut Ayu Mirdani
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.917 KB)

Abstract

Tujuan dari peneliti adalah ingin mengetahui seberapa besar dana yang digunakan dan tingkatan apa yang di gunakan pada upacara Ngenteg Linggih. Analisis pembiayaan merupakan suatu yang bentuknya secara terperinci dan jelas dari pemasukan dan pengeluaran oleh seseorang. Pembiayaan merupakan tujuan utama manusia untuk mencapai sesuatu dan menunjang pelaksanaan upacara dewa yajna (Ngenteg Linggih) berdasarkan tingkatan yang digunakan, oleh karenanya masyarakat kurang memahami dari tingkatan yang digunakan dan pembiayan yang sebesar itu apa saja yang diperlukan. Berdasarkan rumusan masalah berapa besar dana yang keluar dalam upacara Ngenteg Linggih yang diminta dari satu kepala keluarga adalah Rp.3.000.000 dari 264 KK dan menggunakan tingkatan seperti apa dalam upacara Ngenteg Linggih. Penelitian ini bersifat kualitatif, maka analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Analisis kwalitatif adalah usaha analisis berdasarkan kata-kata yang disusun ke dalam bentuk teks yang diperluas. Sedangkan analisis deskriptif adalah dengan mengadakan suatu telaah pada gejala yang bersifat objektif sesuai dengan data kepustakaan maupun lapangan. Analisis pembiayaan merupakan penjelas dari pemasukan dan pengeluaran untuk mendapatkan sesuatu untuk kepentingan bersama, di Desa Restu rahayu pada saat melaksanakan upacara Ngenteg Linggih adalah memerlukan dana yang sangat besar dan memerlukan sarana dan prasarana dalam upakara yang keseluruhannya menghabiskan dana Rp.528.337.000. Dana yang terkumpul dari tiga dusun yaitu 264 KK sebesar Rp.396.000.000. Dan dalam tingkatan yajna pada upacara Ngenteg Linggih mengunakan tingkatan “Madyaning Uttama” yang merupakan tingkatan menengah yang besar. Masyarakat Desa Restu Rahayu sangat antusias dan sedikit yang tidak, dan itu tidak menjadi penghambat untuk melaksanakan upacara yang besar tersebut.
RELIGIUSITAS KIDUNG IBU PERTIWI DALAM PELAKSANAAN UPACARA BHUTA YADNYA” STUDI KASUS DESA GLAGAH, KECAMATAN BUMI AGUNG, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Teguh Samiadi; Puja Indra Ningsih
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.65 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidaktahuan masyarakat tentang nilai religiusitas danmakna kidung ibu pertiwi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai religiusitas dan makna yang terkandung dalam Kidung Ibu Pertiwi, intensitas pelantunan Kidung Ibu Pertiwi dan persepsi masyarakat Hindu di desa Glagah tentang Kidung Ibu Pertiwi yang dilaksanakan pada upacara bhuta yadnya. Waktu penelitian dari bulan Juli sampai bulan September. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan kepustakaan. Teknik alalisis data yang digunakan deskriptif kualitatif non statistic, Proses analisis data menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini adalah kidung ibu pertiwi memiliki 3 Nilai religiusitas dan 2 makna. Nilai religiusitas yang terkandung dalam Kidung Ibu Pertiwi adalah : 1) Nilai menghargai bumi dan nilai Tri Hita Karana. 2) Nilai menggagungkan, nilai menghormati bumi dan nilai hukum karma. 3) Nilai perasaan sedih, tenang, damai dan nilai rasa syukur. Makna yang terdapat dalam Kidung Ibu Pertiwi adalah bumi memberikan kesejahteraan, manusia harus merawat bumi dan diajarkan ketulusan serta kesabaran, saling memberi, memiliki kemurahan hati serta cinta kasih. Kidung ibu pertiwi sering dilantunkan di desa Gelagah, persepsi masyarakat tentang kidung ibu pertiwi adalah penting dan harus dilantunkan saat upacara bhuta yadnya.
PERAN PASRAMAN WAHYU DEWATA DALAM MEMBANGUN KARAKTER GENERASI HINDU DI DESA SUKA NEGERI KECAMATAN BENGKUNAT KABUPATEN PESISIR BARAT I Made Sutharjana; Ketut Tuti
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.523 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran pendidikan Pasraman dalam Membangun Karakter Generasi Hindu di Desa Suka Negeri Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskritif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa pasraman wahyu dewata, tokoh masyarakat, guru pasraman, pengurus pasraman , dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket wawancara. Data penelitian ini berupa data kualitatif. Data kualitatif berupa deskripsi angket hasil observasi awal dan wawan cara yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran pada Pasraman Wahyu Dewata dalam membangun karakter anak yaitu menggunakan metode pembelajaran tentang etika sangatlah berperan penting untuk dilaksanakan karena ajaran agama terutama tentang etika, susila inilah yang akan membentuk karakter anak. 
MENINGKATKAN SRADHA MELALUI SADHANA SISWA SMK NEGRI 1 SRAGI DESA SUMBER AGUNG KECAMATAN SRAGI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Ni Wayan Seruni; Kadek Ani Sutisna
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.281 KB)

Abstract

Kondisi siswa siswi SMKN 1 Sragi masih belum mengerti tentang apa itu sadhana bahkan siswa kurang memahami apa yang dimaksud dengan sraddha dalam kehidupan sehari-hari. Siswa kurang mengetahui kekuatan dan fungsi Dewa-Dewi yang dipuja selama ini dan siswa di daerah ini pun belum mengetahui pengaruh sadhana dalam meningkatkan sraddha hal ini dikarena siswa belum pernah melaksanakan sadhana, dengan ini peneliti akan menerapkan pemujaan, japa, meditasi, dan membaca bhagavadgita yang sesuai petunjuk Weda. Kegiatan penelitian dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan dilaksanakan mulai dari tanggal 18 januari 2020 sampai tanggal 26 februari 2020 dengan melaksanakan dua tahap penyebaran angket peneliti menjadikan siswa SMKN 1 Sragi sebagai populasi. Terdiri dari siswa kelas X, XI dan XII. Sampel dipilih dengan cara ditentukan yaitu kelas XI sebanyak 30 siswa. Meningkatkan sraddha melalui sadhana siswa SMK Negri 1 Sragi, Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, dengan menerapkan pemujaan, japa, meditasi dan membaca bhagavadgita pada saat pembelajaran berlangsung di SMK Negri 1 Sragi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan melakukan sadhana yang memiliki indikator pemujaan, japa, meditasi dan membaca bhagaavadgita dapat meningkatan sraddha siswa SMK N 1 sragi terlihat dari nilai rata-rata tes tertulis sebelum dilakukan pembelajaran sadhana 235 setelah dilakukan pembelajaran meningkat menjadi 313. Nilai rata-rata tes praktik sebelum dilakukan pembelajaran 246 setelah dilakukan pembelajaran meningkat menjadi 308. Saran dari penelitian ini yaitu agarmeningkatkan sraddha siswa melalui sadhana ini dijadikan sebagai alternatif proses Pembelajaran Agama Hindu sehingga siswa lebih tertarik dan lebih mudah untuk memahami.
KARAKTER SEBAGAI MODAL DASAR DAYA SAING SDM HINDU DI BALIREJO, DESA KESUMAJAYA, KEC. BEKRI, KAB.LAMPUNG TENGAH Dewa Putu Antara
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.925 KB)

Abstract

Kuliner Antarasa merupakan jenis usaha rumahan yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan seperti kue kering, cake, stik dan keripik yang dibentuk pada tanggal 1 September 2020. Di Bekri dan wilayah sekitarnya jenis usaha dibidang makanan khususnya kue memiliki peluang yang sangat manjanjikan, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah tenaga kerja murah sesuai dengan kebutuhan usaha, jika sedang merintis penguruslah yang mengelola secara profesional sementara anggota ikut membantu dengan giliran. Dalam melakukan pekerjaan dilakukan secara isidentil Baik hari dan waktu tergantung permintaan konsumen dan pemesanan. Jika permintaan sudah dirasa stabil akan dibuat jadwal kemudian. Setiap kegiatan untuk memulai usaha yang akan dirintis untuk mengukur kemampuan usaha terhadap lingkungan atau pesaing yaitu, SWOT : Strength (Kekuatan), kekuatan produk ini adalah Pertama,menjual produk untuk semua kalangan masyarakat, Kedua, satu produk terdiri dari beberapa macam bentuk dan rasa, Ketiga, bahan produk yang terjamin dan Higienis. Weaknes (Kelemahan) dari produk ini adalah tidak dapat bertahan lama dan produknya mudah ditiru. Opportunity (Peluang) tempat strategis, fasilitas yang cukup memadai, pemasaran dapat menggunakan teknologi dan tersedianya peluang pinjam modal dengan bunga ringan serta Threat (ancaman) adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang tidak terlalu mahal. Agar lebih maksimal kelompok Kuliner Antarasa telah berusaha mengurus proses izin PIRT agar produknya semakin dipercaya. Disamping anggota dapat memanfaatkan media Youtube untuk meningkatkan pengetahuannya dalam produksinya. 
PERAN GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN AKTIITAS KEAGAMAAN SISWA HINDU SD NEGERI SE-DESA MATARAM KECAMATAN GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU Sukino
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Hindu yang dilakukan di sekolah-sekolah atau di pasraman seharusnya mampu meningkatkan Sradha dan Bhakti siswa di sekolah. Oleh karena itu, pemberian materi agama kepada siswa sepatutnya dapat menyentuh rohani siswa secara mendalam, agar dapat meyakini agamanya dan meningkatkan sradha bhaktinya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru agama Hindu dalam meningkatkan aktivitas keagamaan. Dan bagaimana dampak positif yang telah melakukan aktivitas keagamaan terhadap prilaku sehari-hari siswa. Pengambilan data pada penelitian ini adalah melalui penyebaran angket pada siswa SD Negeri se Desa Mataram Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu. Pengambilan data kedua dengan wawancara ke pihak guru agama Hindu, orang tua, tokoh masyarakat untuk mengatahui peran guru agama Hindu dan mengatahui dampak positif siswa yang telah melakukan aktivitas keagamaan terhadap prilaku sehari-hari siswa. Hasil penelitian didapat bahwa seorang guru agama Hindu memang sangat berperan penting dalam meningkatkan aktivitas keagamaan siswa baik itu dalam bentuk persembahyangan (Trisandya) maupun kegiatan-kegiatan pada saat hari raya agama Hindu. Sehingga dari meningkatnya aktivitas keagamaan siswa tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap siswa yang telah melakukan aktivitas keagamaan terhadap prilaku sehari-hari siswa. Selain peran guru dalam meningkatkan aktivitas keagamaan siswa, peran MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) khususnya pelajaran agama Hindu sangat berperan dalam membantu guru-guru dalam meningkatkanaktivitas keagamaan siswa disekolah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seorang guru agama Hindu sangat berperan penting dalam jalur pendidikan baik itu dalam meningkatkan aktivitas keagamaan siswa. Rajin melaksanaka aktivitas keagamaan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan dapat mengubah sikap dan prilaku siswa, terutama siswa SD Se-Desa Mataram. Dalam penelitian ini peneliti menyarankan pada pihak orang tua siswa maupun guru agama Hindu lebih dapat membimbing siswanya agar lebih meningkatkan aktivitas keagamaan siswa maupun anaknya.
KEDUDUKAN WANITA HINDU DALAM HUKUM WARIS ADAT BALI DI BANJAR MEKAR DEWATA I Made Sutharjana; I Nyoman Tri Bayu Tanaya
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Waris adat sangat berkaitan dengan sistem kekeluargaan yang dianutoleh masyarakat adat. Pada masyarakat Bali dianut sistem kekeluargaan Patrilinialdimana yang berhak mewaris hanyalah anak laki-laki saja sedangkan anak perempuantidak berhak untuk mewaris yang menyebabkan rasa ketidakadilan terhadap anakperempuan. Tujuanya yaitu Untuk mengetahui bagaimana kedudukan wanita Hindudalam hukum waris adat Bali di Desa Mekar Dewata. Sehingga dari keadaan tersebutmenimbulkan masalah apakah wanita tidak diberikan hak kepada anak perempuanuntuk mewaris sesuai dengan perkembangan masyarakat hukum adat Bali. Rumusanmasalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kedudukan wanita hindu terhadaphukum waris adat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeDeskriptif Kualitatif Normatif dengan pendekatan Kualitatif. Penelitian inimenggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasilpenelitian, menurut sistem kekeluargaan yang dianut serta tanggung jawab memeliharaorang tua bila sudah tidak mampu bekerja dan melakukan kewajiban-kewajibannya adapada anak laki -laki, sedangkan anak perempuan akan kawin keluar masuk ke dalamkeluarga pihak suami, sehingga dianggap sesuai bila yang berhak mewaris adalah anaklaki-laki bukan anak perempuan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar anakperempuan dapat bagian harta warisan orang tuanya yaitu dengan cara memberikansebagian harta warisan melalui hibah atau hadiah perkawinan yang disebut dengan jiwadana, tetadan atau bebaktan. Sehingga anak perempuan tersebut menjadi berhak untukmendapatkan harta peninggalan orang tuanya atau penikmat waris.