cover
Contact Name
Suyono
Contact Email
jurnalpendidikanagama@gmail.com
Phone
+6285369505802
Journal Mail Official
ssuyono876@gmail.com
Editorial Address
Jl.Gatot Subroto Gg Payakun No 88 Garuntang, Bumi Waras Bandar Lampung, Lampung 35227 085369505802
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama
ISSN : 20865864     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, dan keagamaan serta Kebudayaan.
Articles 58 Documents
IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA PADA MASYARAKAT HINDU DI KAMPUNG CAHYO RANDU KECAMATAN PAGAR DEWA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Suyono; Putu Sudarma
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep ajaran Hindu bahwa kebahagiaan hanya terwujud jika adanya hubunganyang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusiadengan alam. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainnya dibumi memiliki peranan utama dalam menegakkan aturan. Manusia dengan kecerdasanyang dimilikinya dapat membuat aturan-aturan dalam berinteraksi sesama manusia.Konsep Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Cahyou Randu tercermin dalam tatakehidupan masyarakat Hindu. Hubungannya dengan Tri Hita Karana, Parhyangan (SangHyang Widhi Wasa), Pawongan (manusia), Palemahan (alam tempat tinggal) adalahmerupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dirumuskan permasalahan sebagaiberikut : bagaimanakah bentuk ajaran Tri Hitakarana yang diimplementasikan di DesaCahyou Randu Kecamtan Pagar Dewa? bagaimanakah proses implementasi ajaran TriHitakarana di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa? Dan Nilai-nilai pendidikanagama Hindu apa saja yang terkandung dalam implementasi ajaran Tri Hitakarana di DesaCahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa? Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian kualitatif. Simpulan sebagai berikut: Bentuk Ajaran Tri Hita Karana yangdiimplementasikan di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa dibidang Parhyanganyakni diwujudkan dengan pemujaan terhadap Dewa Tri Murti, dibidang Pawongandiwujudkan dengan saling tolong-menolong, dibidang Palemahan diwujudkan denganpelestarian alam. Proses Implementasi ajaran Tri Hita Karana terhadap perilakumasyarakat Hindu di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten TulangBawang Barat dibidang Parhyangan diwujudkan dengan ngayah, dibidang Pawongandiwujudkan dengan organisasi (sekaa), dibidang Palemahan diwujudkan dengan kerjabhakti. Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam implementasi ajaran Tri Hita Karana diDesa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa yaitu (1) Nilai Pendidikan Tattwa bahwamasyarakat Hindu di Desa Cahyou Randu terlihat dalam menunjukkan sradha danbhaktinya kepada Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara menghaturkan banten danmelaksanakan piodalan juga persembahyangan bersama. (2) Nilai Pendidikan Susila dalamimplementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Cahyou Randu agar selalu mengendalikanpikiran, perkataan, perbuatan untuk bertindak sesuai dengan ajaran Agama Hindu. (3) NilaiPendidikan Upacara adalah mendidik masyarakat untuk tetap melaksanakan kegiatan yangbersifat ritual, sebagai upaya mendekatkan diri kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DARI PARTAI PDI ERJUANGAN YANG BERAGAMA HINDU DI KABUPATEN TULANG BAWANG I Made Sutharjana; Ketut Kasub Indrajaya
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan berkomunikasi, manusiadapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumahtangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada.Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi. Pentingnya komunikasibagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Denganadanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil danbegitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macetatau berantakan. Dalam proses politik, komunikasi politik merupakan hal yang penting,terutama sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan-pesan. Komunikasi politikdimaknai sebagai prilaku ataukegiatan komunikasi melalui media massa yang bersifatpolitik, punya akibat politik dan berpengaruh terhadap prilaku politik (Dahlan,1990).Dalam penulisan ini,penulis mengidentifikasikan rumusanmasalah sebagaiberikut:Bagaimana Startegi Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan RakyatDaerah (DPRD) dari Partai PDI Perjuangan yang beragama Hindu di Kabupaten TulangBawang? Dan Apa Kendala/Faktor Penghambat Komunikasi Politik Anggota DPRD daripartai PDIP terhadap Konstituenya?. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenispenelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkanrealita sosial yang kompleks dan konkrit. Dalam pembahasan ditemukan fakta bahwastrategi komunikasi politik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari PartaiPDI Perjuangan yang beragama Hindu di Kabupaten Tulang Bawang dilakukan denganbeberapa cara, meliputi : Komunikasi Massa, yaitu komunikasi melalui media massa, yaknisurat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Komunikasi organisasi, yaitu bentuk kerjasama yang sistemik antara sejumlah orang untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan.Komunikasi personal yaitu komunikasi yang terjadi antara dua orang, dan dapatberlangsung dengan dua cara yakni secara langsung (tatap muka) dan secara tidak langsung(menggunakan media). Terdapat dua faktor pengahambat sebagai berikut : Pertama,Masyarakat. Masyarakat adalah faktor utama penghambat dalam melakukan komunikasipolitik. Kedua, Letak geografis. Kondisi geografis Kabupaten Tulang Bawangmempengaruhi proses komunikasi Kandidat Caleg.
PENERAPAN PENDIDIKIAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SUPUTRA DI SD N 26 NEGERIKATON KECAMATAN NEGERIKATON KABUPATEN PESAWARAN Journal Manajer JPA
JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tidak hanya bertujuan menciptakan seseorang yang berkwalitas danberkarakter sehingga dapat mencapai cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasisecara cepat dan tepat dalam berbagai lingkungan, tetapi juga mendidik, membesarkan danmengembangkan kepribadian anak. Sementara itu, disusunnya mata pelajaran pendidikanbudi pekerti yang diajarkan masih tetap cenderung mengarah pada satu ranah kognitif saja,sehingga perilaku yang menyimpang atau melanggar hukum mulai dari pejabat pemerintahhingga masyarakat bawah, mulai dari soal korupsi, criminal dan kekerasan, tawuran antarpelajar, bullying, melawan guru dan orang tua hingga berbohong dan memfitnah akhirakhirini justru lebih sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Siswa SD N 26 Negerikatonyang seharusnya memiliki nilai-nilai karakter yang religious, disiplin, berbudi pekerti,sopan serta jujur justru semakin menurun. Padahal jika merujuk pada keberhasilanPendidikan Agama dan Budi Pekerti seharusnya hal-hal tersebut dapat diminimalisir.Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dapat membentuk karakter siswa Hindu danpenerapan pendidikan agama Hindu dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter sertaimplikasi dalam membentuk karakter siswa suputra di SD N 26 Negerikaton KabupatenPesawaran. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dapat membentuk karakter siswasuputra di SD N 26 Negerikaton melalui penanaman nilai-nilai agama Hindu dalampembelajaran, pembiasaan serta keteladanan Tri Kaya Parisudha yang dicontohkan olehGuru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Implikasi penerapan Pendidikan AgamaHindu dan Budi Pekerti dapat diamati melalui perilaku dan kebiasaan siswa Hindu yangmencerminkan ajaran Trikaya Parisudha baik dilingkungan sekolah maupun lingkungankeluarga.
PERAN KETUA PASRAMAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU I Nyoman Tri Bayu Tanaya
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi yang diajarkan di Pasraman Kesuma Wijaya seperti materi yang diajarkan di sekolahan formal seperti halnya Purana, Ramayana, Mahabrata dan lain-lain.Namun siswa tidak dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang berkaitan langsungdengan persiapan-persiapan upacara keagamaan. Misalnya keterampilan membuat canangsari, ngulat tipat dan klakat (sarana upacara) serta kelengkapan upacara sederhana lainnya.Di bidang seni, seperti masanti, makidung, magambel dan menari serta diajari membuatperlengkapan upacara yang lebih kompleks seperti membuat aneka macam caru sertabebantenan. Penelitian ini Memiliki 3 tujuan yaitu : 1). Untuk mengetahui peran ketuapasraman dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan agama Hindu di PasramanWijaya Kesuma. 2). Untuk mengetahui efektifvitas kegiatan belajar mengajar di PasramanWijaya Kesuma. 3). Untuk mengetahui Faktor-faktor kendala yang dihadapi dalammeningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan agama Hindu di Pasraman WijayaKesuma. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah deskriptif kualitatif, tehnikpengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.Sedangkan untuk menganalisisnya penulis menggunakan analisis data dengan menguraikanproses pelaksanaan dan penyatuan secara sistematis berupa wawancara, catatan lapangandan bahan lainnya yang mendukung skripsi ini. Hasil dari penelitian ini bahwa ketuapasraman hanya berperan sebagai pemantau serta mendorong guru dan murid menjalinhubungan yang harmonis agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dan sebagai fasilitatorbagi guru pasraman. Ketua pasraman belum sepenuhnya menjalankan fungsi-fungsimanajemen pasraman seperti membuat perencanaan terlebih sebelum dilaksanakan,melakukan pengorganisasian pasraman, dalam pelaksanaan di sesuaikan dengan kalenderpendidikan, melakukan pengendalian pasraman, dan melakukan evaluasi di dalam kegiatanpasraman.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP UPACARA OTONAN ANAK DI BANDAR LAMPUNG Ni Gusti Ayu Made Afriyanti; Wayan Suryani
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman umat Hindu di Bali terhadap ajaran agama dan tradisinya, denganjelas dapat disaksikan melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Upacara-upacarakeagamaan di Bali yang tercakup dalam Manusia Yadnya, banyak mempergunakan saranaberupa upakara dan banten. Contoh Upacara Manusia yadnya salah satunya adalah upacaraotonan pada anak, yaitu memperingati hari kelahiran seseorang menurut pawukon, PancaWara dan Sapta Wara. Upacara kelahiran dalam umat Hindu di Bali dilaksanakan setelahbayi lahir sampai 210 hari atau disebut juga otonan. Pelaksanaannya merupakan bukti rasasyukur kepada Ida Sang Hyang widhi, dan para leluhur atas keturunan darah yang sudahdiberikan, agar selalu ingat pada diri sendiri, di mana kita berada, berapa usia kita, untukmenjadi anak-anak yang suputra yang selalu berpegang teguh pada ajaran Dharma.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi masyarakat terhadapupacara otonan anak di Bandar lampung. Dalam penelitian ini penulis menggunakah teorireligi dan teori makna guna untuk memahami lebih dalam tentang persepsi masyarakatterhadap upacara otonan anak. Pengumpulan data dengan tehnik observasi, tehnikwawancara dengan beberapa nara sumber atau informan yang penulis pilih sesuai denganjudul skripsi., dan dokumentasi, metode penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat di Bandar lampungmempunyai persepsi yang hampir sama terhadap upacara otonan anak, upacara otonanadalah bagian dari Manusia Yadnya, yaitu korban suci yang dipersembahkan dengan tulusikhlas demi keselamatan keturunan, membentuk anak-anak yang suputra dan suputri.Diperingati setiap 210 hari, berdasarkan pawukuan terdiri dari 30 wuku, sapta wara yangterdiri dari tujuh hari, dan panca wara yang berjumlah lima, sangat penting dan wajib untukdi peringati sesuai dengan perhitungan kalender Bali. Yang mempunyai tujuan utamaadalah memperintati hari kelahiran, sebagai pebersihan dan penyucian diri lahir dan batinsecara sekala dan niskala. Memohon keselamatan dan perlindungan Nya. Menetralisirpengaruh-pengaruh yang tidak baik yang ada pada diri manusia dan mengentaskan deritabawaan pada kelahiran sebelumnya.
IMPLEMENTASI BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH RAMAN Ni Made Indrayani
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjaguru melalui penciptaan budaya organisasi yang positif. Budaya organisasi sekolahmemiliki pengaruh kuat terhadap kinerja guru, namun hal itu ditentukan oleh bagaimanastrategi kepemimpinan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilainnya. Masalah dalampenelitian ini adalah budaya organisasi dan kinerja guru, serta bagaimana strategikepemimpinan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalambudaya organisasi guna meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui masalah yang dihadapi oleh kepala sekolah dan untuk mengetahui upayakepala sekolah SMA Negeri I Sepiutih Raman dalam meningkatkan kinerja guru melaluipendekatan budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Kepemimpinan kepala sekolah SMA Negeri I Sepiutih Raman dalam meningkatkan kinerjaguru melalui penciptaan budaya organisasi yang positif berjalan dengan baik, nilai-nilaiyang ditanamkan kepala sekolah seperti kejujuran, ketegasan, dan disiplin berperilaku,norma-norma yang dijadikan ukuran, nilai kebersamaan yang ingin dianut dapat dipahamidengan baik oleh guru. Guru sangat paham dengan makna professional yang harusdijalaninya. Profesi guru dengan tugas utamanya adalah mendidik, mengajar,membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dapatdijalani dengan baik sehingga karakter siswa dapat ditingkatkan
ANALISIS KONSEP KEPEMIMPINAN ASTA BRATA DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN HINDU YANG UNGGUL Santiawan, I Nyoman
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ajaran kepemimpinan Asta Brata dapat dilihat dan diadopsi dari contoh yang dijalankan dan telah ada. Salah satu contoh pemimpin yang telah menjalankannya adalah Sri Rama yang ada dalam cerita dan Sastra Kekawin Ramayana. Pada Kekawin Ramayana, Sri Rama memberikan banyak wejangan tentang nilai-nilai ajaran Asta Brata kepada Wibisana yang akan memimpin kerajaan Alengka. Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan konsep kepemimpinan yang mampu mewujudkan pendidikan Hindu yang berdaya saing dan unggul melalui ajaran kepemimpinan Asta Brata. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan artikel review. Dari berbagai literatur yang relevan dan telah direview, maka hasil dan kesimpulan dari artikel ini adalah penerapan konsep kepemimpinan Asta Brata, jika diterapkan dan dilaksanakan dari tingkat pimpinan dan bawahan dapat mewujudkan pendidikan Hindu yang dan unggul. Terwujudnya pendidikan Hindu yang unggul karena 8 sifat dewata, Indra Brata simbol pemimpin yang memberikan kesejahteraan, Vayu Brata simbol pemimpin yang visioner, Yama Brata simbol pemimpin yang adil, Surya Brata simbol pemimpin yang professional, Agni Brata simbol pemimpin yang memotivasi, Varuna Brata simbol pemimpin yang melindungi, Candra Brata simbol pemimpin servant leadership, dan Kuvera Brata simbol pemimpin yang pandai mengelola anggaran. Delapan sifat kemahakuasaan Tuhan ini memberikan dampak yang sangat besar dan positif dalam mewujudkan kempemimpinan pendidikan. Sehingga ini memberikan kontribusi kepada pemangku jabatan sebagai pemimpin agar memegang teguh konsep kepemimpinan Asta Brata dalam menjalankan setiap tugas dan kewajibannya.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE TEAM TEACHING STUDY DI SMP UTAMA WACANA 8 Ni Gusti Ayu Made Afranti
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan siswa merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan kesuksesan belajar. Dalam kenyataannya metode ceramah yang sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas tidak dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa. Oleh karena itu perlu, perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan metode yang dapat mengatasi siswa yang kurang aktif belajar. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah model pembelajaran Team Teaching yaitu pembelajaran yang kegiatan proses pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang guru. Tujuan aktifitas ini adalah menguasai penggunaan model pembelajaran team teaching untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada kelas VIII di SMP Utama Wacana 8. Keberhasilan proses yang dinyatakan berhasil bila rata-rata aktivitas belajar siswa sudah mencapai skor lebih dari atau sama dengan 80 %. Ketuntasan hasil belajar siswa minimal 75 % dari keseluruhan siswa yang telah mendapat nilai minimal 70. penerapan Team Teaching ini dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Di lihat dari penilaiaan On Task siswa di siklus 1 sampai siklus 3 aktifitas belajar siswa yang tadinya 24% naik menjadi 66% dan di penilaiaan Off Task siswa dari siklus 1 sampai siklus 3 aktifitas siswa yang tadinya 4% menurun menjadi 1%. Dan hasil penilaiaan siswa pada saat praktek Bhagawad Gita dari siklus 1 sampai siklus 3 yang tadinya mendapatkan skor nilai rata-rata 5 kemudian skor nilai rata-ratanya naik menjadi 7. Pada penerapan metode Team Teaching dengan dua guru nilai rata-ratanya yaitu 6 sedangkan nilai rata-rata siswa pada penerapan metode Team Teaching dengan tiga guru yaitu 7. Uji t pada taraf nyata 5 % menunjukkan bahwa nilai rata-rata tersebut berbeda sangat nyata. Artinya, penerapan metode Team Teaching dengan tiga guru menghasilkan nilai rata-rata siswa lebih besar dari pada nilai rata-rata siswa pada team teaching dua guru.