cover
Contact Name
Suyono
Contact Email
jurnalpendidikanagama@gmail.com
Phone
+6285369505802
Journal Mail Official
ssuyono876@gmail.com
Editorial Address
Jl.Gatot Subroto Gg Payakun No 88 Garuntang, Bumi Waras Bandar Lampung, Lampung 35227 085369505802
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama
ISSN : 20865864     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, dan keagamaan serta Kebudayaan.
Articles 58 Documents
UMAT HINDU DAN HUBUNGAN BERAGAMA DALAM MEMELIHARA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Teguh Samiadi
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pasal 29 UUD 1945 : Tidak ada perbedaan diantara umat beragamakarena apapun agama yang dianut oleh warga negara selalu tertuju kepada Tuhan. Tidakada agama yang mengajarkan kepada kita kebencian antar umat bergama. Perbedaanagama yang tumbuh di Indonesia tidak dapat dihilangkan dari sejarah datangnya agamaHindu, Budha, Kristen, Islam dan Khonghocu.Perbedaan dibeberapa tempat, biasa menjadikonflik yang serius, seperti yang terjadi di Ambon, masalah Sambas, Sampit dansebagainya. Keberadaan Agama di Desa Bumi Arum Kecamatan Pringsewu KabupatenPringsewu ada beberapa agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia, seperti Hindu,Kristen, Islam dan Katolik. Berdasarkan data agama Hindu menempati urutan keduasetelah agama Islam. Kerukunan antar umat beragama sebagai tujuan utama pemimpinpemimpinagama karena di era Kaliyuga banyak dari meraka yang mempunyai moral yangtidak baik. Dalam melaksanakan kegiatan menjaga kerukunan antar umat beragama,pemimpin umat Hindu selalu berdasarkan pada Veda yang di tulis dalam kesusastraan,walaupun prilaku yang mereka lakukan berbeda, tetapi pada prinsipnya mempunyai tujuanyang sama.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI PERAN TRI GURU DI SMP IBNU SINA BRAJA SELEBAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR I Nyoman Tri Bayu Tanaya
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tri guru dapatmeningkatkan minat belajar siswa di SMP Ibnu Sina Braja Selebah Kabupaten LampungTimur. Subjek dalam penelitian meliputi orang tua, tokoh masyarakat dan guru AgamaHindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kulalitatif. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskritif dam metode analsiskualititif. Berdasarkan hasil penelitian dpat disimpulkan bahwa . Dukungan Pemerintahatau Guru Wisesa kepada SMP Ibnu Sina Braja Selebah lainnya adalah denganmemberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara berkala setiap TahunPelajaran yang berjalan. Besaran dana BOS setiap tahun tidak sama besarnyamenyesuaikan kondisi keuangan Negara dan kebutuhan sekolah SMP Ibnu Sina BrajaSelebah. Peran Guru Pengajian dalam meningkatkan kemajuan belajar siswa SMP IbnuSina Braja Selebah berjalan sesuai dengan kewajiban guru sebagai pendidik yangmeletakkan dasar-dasar moral pada siswa SMP Ibnu Sina Braja Selebah. Peran GuruPengajian berjalan sesuai dengan kewajiban guru sebagai pendidik yang meletakkan dasardasarmoral pada siswa kemajuan belajar siswa SMP Ibnu Sina Braja Selebah agarkemajuan belajar siswa meningkat. Orang tua sebagai Guru rupaka adalah orang yangharus berperan menanamkan nilai-nilai yang pertama dan utama sejak anak baru dilahirkanhingga dia menjadi dewasa. Karena nilai-nilai yang ditanamkan di rumah menjadi bekaluntuk dibawa keluar rumah dalam berinteraksi dengan orang lain di masyarakat. Anakharus menghormati jasa orangtua, karena mereka lah yang selalu membimbing,mengarahkan dan memberikan motivasi.
MAKNA TEO-EKOLOGIS DAN IMPLEMENTASIPELAKSANAAN UPACARA TUMPEK WARIGA DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM (STUDI DI DESA CAHYOU RANDU KECAMATAN PAGAR DEWA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT) I Nyoman Tri Bayu Tanaya; Nyoman Sadra
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Teo-Ekologis pelaksanaanUpacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup serta ImplementasiPelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di DesaCahyou Randu Kecamatan Pager Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.Penelitian initermasuk penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkangambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampakbagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasiyang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkanbahwa makna teo-ekologis pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya PelestarianLingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu ditunjukan sebagai bentuk ungkapan moralmanusia dalam bersyukur kepada Hyang Widhi yang memberikan bumi atau perthiwisebagai tempat memperoleh sumber kemakmuran dan kehidupan. Etika lingkunganmerupakan suatu kesadaran etis terhadap lingkungan. Manusia perlu melakukan hubungandengan alam melalui pendekatan humanisme dan religus. Hal ini bisa dilakukan denganupacara keagamaan yang bersifat ekologis salah satunya upacara tumpek wariga. Upacaraini merupakan bentuk hormat terhadap tumbuhan sebagi komponen utama alam.Implementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam Upaya Pelestarian LingkunganHidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Baratyang jatuh pada hari Saniscara Kliwon Wuku Wariga atau 210 hari sekali.Tumpek Warigajuga disebut Tumpek Bubuh, Tumpek Uduh, Tumpek Pengatag atau Tumpek Pengarah.Pelaksanaan upacara Tumpek Wariga adalah merupakan hari peringatan turunnya kekuatanmanifestasi Sang Hyang Widhi dalam SwabhawaNya sebagai Sang Hyang Sangkara kedunia untuk menganugrahkan kesuburan serta kemakmuran alam semesta beserta isinya,khususnya bagi Umat Hindu.
PERSEPSI TRI HITA KARANA MENURUT UMAT HINDU DI DUSUN SIDORUKUN PEKON KOTAAGUNG KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS I Made Sutharjana; Lasiyanto
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi da penerapan ajaran Tri HitaKarana masyarakat umat Hindu Dusun sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan KotaagungKabupaten Tanggamus dalam kehidupan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatifdengan tipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yangmendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak bagaimana adanya. Pengumpulandata dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang mendalam terhadapresponden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikankesipulan. Berdasarkan hsil penelitian dapat disimpulkan bahawa; 1) Masyarakat umatHindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamussecara umum mengetahui Tri Hita Karana adalah merupakan ajaran agama Hindu, 2)Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan KotaagungKabupaten Tanggamus secara umum dapat menyebutkan bagian-bagian dari Tri HitaKarana, 3) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung KecamatanKotaagung Kabupaten Tanggamus yang mayoritas Hindu jawa sebagian besar memahamiarti makna Tri Hita Karana, 4) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun PekonKotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus pada umumnya mengerti artibagian dari Tri Hita Karana yaitu mengenai Parahyangan, 5) Masyarakat umat HinduDusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagug Kabupaten Tanggamusmengetahui bahwa puja Tri Sandya merupakan bagian dari pelaksanaan Parahyangan, 6)Kegiatan lainya sebagai wujud implementasi dari Prahyangan yaitu sembahyangkliwonan,pesantian,belajar kidung,belajar, 7) membaca Bhagavadgita dan kegiatankeagamaan lainya rutin dilakukan oleh umat Hindu di Dusun Sidorukun, 8) Wujud bhaktijuga dilakukan oleh umat Hindu Dusun Sidorukun melalui kegiatan belajar membuatbanten ala Bali, sehingga nampak kalborasi antara Hindu Jawa dan Hindu Bali.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BENTUK DAN FUNGSI PATUNG GAŅEŚA DI PEKARANGAN RUMAH Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Made Aridana
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadapPenempatan patung De a Gaņeśa di kalangan umat Hindu Bali yang seolah-olah menjadisebuah t en ba u Ada yang menempatkan patung De a Gaņeśa di pintu masuk umahdengan maksud sebagai penghalang kekuatan negatif memasuki areal rumah yang dapatmempengaruhi penghuni rumah. Pemasangan dan pemajangan da i patung Gaņeśa iniseolah-olah menjadi trend di masyarakat Hindu Bali di Lampung dalam beberapa tahunbelakangan ini, termasuk juga di desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman, KabupatenLampung Tengah. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode surveipendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dandokumentas. Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah: Bagaimanakah persepsimasyarakat terhadap bentuk dan fungsi patung Gaņeśa di halaman umah? Manfaatpenelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refrensi dan menambah pemahaman terkaitfungsi patung Gaņeśa dihalaman umahHasil penelitian ini dapat disa ikan sebagai be ikut: penempatan patung De a Gaņeśa dihalaman umah dika enakan keyakianan masya akatte hadap De a Gaņeśa sebagai de a pelindung da i ma a bahaya, dan be fungsi sebagaialing-aling, pelindung pekarangan serta penolak bala, bentuk kesenian atau keindahanuntuk mempercantik halaman rumah. Kesimpulkan hasil penelitian, adalah bahwa PatungDewa Gaṇeśa yang ditempatkan dihalaman umah di desa Rama De a, KecamatanSeputih Raman Kabupaten Lampung Tengah, difungsikan sebagai patung religi dan patungdekorasi. Kepada umat yang akan menempatkan patung Dewa Gaṇeśa dihalaman umah,hendaknya memahami bentuk dan fungsi da i patung De a Gaņeśa Te sebut
PERAN PARISADA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI ETIKA POLITIK HINDU STUDI DI KABUPATEN TULANG BAWANG Wayan Sukarlinawati; Wayan Putu Umbara
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondidi politik Agar berjalannya rodapemerintahan daerah yang baik, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, makaorang yang duduk di kursi pemerintahan harus orang-orang yang berkompeten untukmenjalankan roda pemerintahan, karena tidak setiap orang mampu menjalankan rodapemerintahan dengan baik. Partisipasi politik adalah kegiatan masyarakat, dimanamasyarakat berperan serta secara aktif dalam pemilihan pemerintah, yang secara langsungmaupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan publik (public policy). Umat Hindudiharapkan untuk dapat berpartisipasi dalam politik praktis dengan mengedepankankesadaran politik dan etika politik yang santun berlandaskan kitab Suci Weda. Persoalanpokok yang dijadikan rumusan masalah yaitupertama, Bagaimanakah kondisi politik UmatHindu di Kabupaten Tulang Bawang? Dan kedua Bagaimana Parisada Kabupaten TulangBawang Menanamkan Nilai-Nilai Etika Politik Hindu pada Umat Hindu? Jenis penelitianyang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji danyang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit. Parisada KabupatenTulang Bawang telah melakukan upaya pembelajaran politik dengan menanamkan nilai-nilaietika politik berdasarkan pada ajaran sastra Hindu yang terdapat pada Kitab Suci atausumber sastra lainnya berupa Lontar Pati Raja Gundala. Maksud penanaman nilai etikapolitik Hindu ini adalah agar umat Hindu dapat menilai dan menyikapi segala bentukdinamika politik yang terjadi baik pada sistem politiknya, perilaku politikus atau punkegiatan-kegiatan lainnya yang berindikasi pada perilaku politik yang ada. ParisadaKabupaten Tulang Bawang telah memberikan pembelajaran etika politik melalui pertemuandan koordinasi, yang hal ini dibenarkan oleh para tokoh pendidik, tokoh masyarakat, dantokoh agama yang ada di Kabupaten Tulang Bawang. Hal ini ditunjukkan pula olehkeberhasilan dua tokoh politik muda dari masyarakat Bali yang lolos Pemilihan Legislatif2019 lalu yaitu yaitu I Ketut Saspiyanto dari Dapil IV (Gedong Meneng), dan Ketut KasubIndrajaya Dapil II (BanjarAgung, Banjar Margo dan Banjar Baru)
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK DI PASRAMAN MELALUI SENI TARI DAN PERAN ORANG TUA Ni Made Indrayani; Ni Made Resiana Dewi
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasraman merupakan lembaga pendidikan agama khususnya agama Hindu.Berdirinya pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang LampungSelatan sudah berlangsung selama kurang lebih 3 tahun, didirikannya pasraman di DusunYogaloka Desa Sumur pada tahun 2015, karena antusias anak-anak sangat tinggi untukmengikuti pasraman. Pada tahun 2021 pasraman di Dusun Yogaloka Desa SumurKecamatan Ketapang Lampung Selatan kegiatan belajar mengajar tidak aktif atau fakum,tidak ada lagi anak-anak berpasraman dan dukungan orang tua terhadap anak-anakpuntidak terlihat karena anak-anak pasraman sekarang lebih banyak menghabiskan waktunyadengan bermain HP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah seni tari dapatmeningkatkan minat belajar di pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur KecamatanKetapang Lampung Selatan dan untuk mengetahui bagaimanakah peran orang tua dalammeningkatkan minat belajar anak di pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur KecamatanKetapang Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Datadikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sebagian besarberbentuk keterangan dari hasil waancara, informasi dalam bentuk tulisan dan catatanlapangan dianalisis deskriptif kualitatif non statistik. Berdasarkan hasil penelitian bahwaminat belajar anak mengikuti pasraman meningkat setelah melakukan proses belajarmengajar di pasraman melalui seni tari, respon anak-anak yang mengikuti proses belajarmengajar melalui seni tari ini sangat baik, mereka bisa mengeksplor bakatnya dan minatbelajar anak terus meningkat. Orang tua merupakan orang yang paling berperan dalammendidik anak-anaknya dan sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat anak untukberpasraman, peran orang tua antara lain sebagai fasilitator, motivator, pembimbing sertapendidik.
FUNGSI DAN MAKNA KESENIAN BALEGANJURPADA UPACARA PIODALAN DI PURA PUSEHDUSUN CAKAT RAYA KAMPUNG MENGGALA KECAMATAN MENGGALA TIMUR KABUPATEN TULANG BAWANG Teguh Samiadi; I Made Sudarta
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Baleganjur di Kampung Menggala dapat dibilang eksis karenabanyaknya masyarakat Bali yang beragama Hindu dan Kesenian Baleganjur merupakanbagian penting dalam upacara keagamaan dan adat masyarakat.Kesenian Baleganjur seringdipentaskan pada saat upacara piodalan Pura Puseh Kampung Menggala. Pementasankesenian Baleganjur ini sangat ditunggu-tunggu oleh umat Hindu yang mengikuti prosesiodalan Pura Puseh. Persoalan pokok yang diteliti yaitu: Apa fungsi kesenian Baleganjurpada upacara piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala KecamatanMenggala Timur Kabupaten Tulang Bawang? Dan apa makna kesenian Baleganjur padaupacara piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala KecamatanMenggala Timur Kabupaten Tulang Bawang? Adapun jenis penelitian yang digunakanadalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapatmenggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit. Fungsi kesenian Baleganjurpada Upacara Piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala KecamatanMenggala Timur memiliki dua fungsi pokok yaitu a. Fungsi Baleganjur sebagai fungsiKeagamaan/Pemujaan Kesenian tabuh Baleganjur pada odalan Pure Puseh merupakankebutuhan yang harus ada untuk ditampilkan. Jadi fungsi Baleganjur pada odalan PuraPuseh Banjar Wira Dharma adalah untuk fungsi pemujaan atau keagamaan. Dipercayabahwa datangnya roh leluhur, oleh masyarakat diyakini bahwa leluhur merestui apa yangmenjadi harapan masyarakat dalam prosesi yang mereka lakukan. b. Fungsi Baleganjursebagai Non Keagamaan/Kesenian Tradisional Kini setelah odalan dipentaskan kembalikesenian Baleganjur di wantilan Jabe Tengah Pura Puseh. Fungsi kali ini adalah sebagaihiburan untuk warga setelah pelaksanaan odalan Pura Puseh selesai. Dari beberapawawancara yang penulis lakukan maka diketahui bahwa terdapat beberapa makna tentangkesenian Baleganjur pada saat upacara piodalan khususnya di Pura Puseh Dusun CakatRaya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur. Makna kesenian Baleganjurtersebut adalah sebagai berikut : a. Makna Spiritual b. Makna Kerukunan d. MaknaEstetika e. Makna Budaya. f. Makna Edukasi
FUNGSI LEMBAGA ADAT DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PINANDITA Suyono; Made Ardite Umbare
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara pra penelitian yang peneliti lakukan,ditemukan salah satu permasalahan yang terjadi di desa ini ialah tingkat partisipasimasyarakatnya yang masih rendah. Masyarakat hanya menyerahkan tanggungjawabkepada kepala desa, Sehingga Kepala Desa di Kampung Menggala kesulitan untuk bisamenampung aspirasi masyarakat. Saat dilaksanakan rapat Desa Masyarakat tidak maumenyampaikan aspirasinya atau masyarakat Kampung Menggala khususnya Banjar WiraDharma sebut dengan “ ”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah,pertama : Bagaimana kepemimpinan Klian Banjar Wira Dharma Dusun Cakat RayaKampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang? Kedua,bagaimana fungsi Klian Banjar Wira Dharma Dusun Cakat Raya Kampung MenggalaKecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang dalam proses pelaksanaanpembangunan desa? Kepemimpinan Klian Banjar Wira Dharma di Dusun Cakat RayaKampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang dalam masapandemi seperti saat ini, mengarah pada tipe kepemimpinan empati. Pertama, empatimembangun keterikatan. Kedua, empati memberikan pemahaman. Dengan kepemimpinanempati dari Klian Banjar tersebut, maka akan membawa kita berpikir sebelum memberikanpenilaian dan membuat asumsi tentang kedekatan pemimpin dan anggotanya, dalam kasusini antara Klian banjar dengan warganya. Seperti halnya dalam jabatan kepala desa, dalamhal ini Klian Banjar selaku pemimpin tertinggi di desa adat dapat dilihat fungsikepemimpinan Klian Banjar, dengan indikator sebagai berikut : Pertama, fungsi instruktifyaitu fungsi yang menjelaskan bagaimana cara Pemerintah Desa Adat dalam hal ini adalahAparat Desa Adat dalam menentukan perintah maupun mengerjakan perintah.Kedua, fungsi kumulatif yaitu fungsi yang dimiliki oleh Pemerintah Desa dalam hal iniAparat Desa ataupun Klian Banjar terhadap bagaimana cara menetapkan keputusanterutama menyangkut masalah desa adat. Cara yang dilakukan Klian Banjar adalah dialogdengan aparat Banjar dan juga dengan warga Banjar. Dari dialog tersebut pada akhirnyaKlian Banjar mendapatkan aspirasi
IMPLEMENTASI AJARAN CATUR PARAMITHA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI UMAT HINDU Teguh Samiadi; I Wayan Sumerta
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa kemanusiaan dewasa ini telah mengalami kemerosotan yangmengkhawatirkan, bagaimana tidak setiap hari selalu ada saja kasus pemerkosaan,perampokan, perkelahian antar kampung, pembunuhan, terorisme, korupsi dan lain-lain.Semua terjadi akibat dari merosotnya moral karena dipengaruhi oleh banyak faktor, namunapapun alasannya tindak kejahatan yang merugikan orang lain tetaplah tidak dibenarkandan seharusnya menjadi perhatian kita bagaimana membentuk karakter yang bertanggungjawab, welas asih dan memiliki rasa kemanusiaan tanpa batasan ras, agama maupunsuku.Hindu mempunyai landasan yang mengajarkan umatnya menjadi manusia bermoraldan berkarakter, salah satunya adalah Catur Paramitha. Persoalan pokok yang dijadikanrumusan masalah yaitupertama, Bagaimana pemahaman umat Hindu di Desa BanjarAgung Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang terhadap konsep CaturParamitha? Kedua, Bagaimana implementasi Catur Paramitha dalam kehidupan seharihariumat Hindu di Desa Banjar Agung Kecamatan Banjar Agung Kabupaten TulangBawang? Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenispenelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleksdan konkrit. Pemahaman umat Hindu di Desa Banjar Agung Kecamatan Banjar AgungKabupaten Tulang Bawang terhadap konsep Catur Paramitha yaitu (l) Maitri (bersahabat);(2) Karuna (cinta kasih); (3) Mudhita (bersimpati); (4) Upeksa (toleransi) dapat dikatakantelah dipahami dan diresapi oleh umat Hindu Desa Banjar Agung, terbukti denganharmonisnya hubungan antar warga. Implementasi dari pelaksanaan Catur Paramita dalamkehidupan sehari-hari umat Hindu di Desa Banjar Agung telah dilaksanakan denganbaik.Umat Hindu Desa Banjar Agung dapat hidup berdampingan, serasi, selaras, harmonisdan damai. Ajaran Catur Paramita sebagai implementasi dari ajaran Tat Twam Asi patutdijadikan pedoman untuk mewujudkan kehidupan yang sempurna.