cover
Contact Name
Suyono
Contact Email
jurnalpendidikanagama@gmail.com
Phone
+6285369505802
Journal Mail Official
ssuyono876@gmail.com
Editorial Address
Jl.Gatot Subroto Gg Payakun No 88 Garuntang, Bumi Waras Bandar Lampung, Lampung 35227 085369505802
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama
ISSN : 20865864     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, dan keagamaan serta Kebudayaan.
Articles 58 Documents
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH SD PALMKIDS TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.889 KB)

Abstract

Abstrak: Pelitian ini di latar belakangi oleh nilai siswa di SD Palmkids Tahun Pelajaran 2014/2015 yang memperoleh prestasi belajar dibawah rata-rata karena kurangnya Bimbingan belajar yang diberikan oleh orang tua terhadap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan belajar orang tua terhadap prestasi belajar siswa di sekolah. SD Palmkids Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh mengingat jumlah populasi yang kurang dari 100, yaitu sebanyak 60. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis pertama menggunakan uji regresi linier sederhana dan hipotesis yang kedua dengan menbandingkan hasil nilai rata-rata siswa dari semester ganjil ke genap. Berdasarkan hasil analis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan Bimbingan belajar orang tua terhadap Prestasi belajar siswa di SD Palmkids Tahun Ajaran 2014/2015 dengan hasil yang perhitungan thitung 10,739 > ttabel 1,658.(2) Ada pengaruh yang positif pengaruh Bimbingan belajar orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Palmkids Tahun Ajaran 2014/2015 dengan membandingkan nilai rata siswa dari semester ganjil ke genap dengan rata-rata nilai 71,43 dan 82,25 setelah dianalisis terdapat peningkatan prestasi sebesar 10,82℅ Kata Kunci: bimbingan belajar orang tua, prestasi belajar
PELAKSANAAN UPACARA MA’PALLIN OLEH UMAT HINDU ALUKTA Ni Gusti Ayu Made Afranti; Graceane Batik
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.529 KB)

Abstract

Abstrak: Upacara Ma’pallin merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh umat Hindu Alukta yang berkaitan dengan pembersihan alam secara niskala. Umat Hindu Alukta dalam mengamalkan ajaran agama Hindu, tingkat pengetahuan dan pemahamannya masih sangat rendah, yang dapat membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan Hindu Alukta kedepannya. Upacara Ma’pallin tetap dilaksanakan oleh umat Hindu Alukta karena merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai pengamalan agama (Sukaran Aluk) namun masih banyaak masyarakat yang belum mengerti makna yang terkandung dalam upacara Ma’pallin sehingga hanya dikatakan bersifat kebiasaan/tradisi. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya interaksi masyarakat dengan Tomina dan adannya pantangan/pemali bahwa tidak boleh membicarakan mengenai suatu upacara apabila tidak ada proses pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan upacara Ma’pallin dan nilai – nilai yang terkandung didalam pelaksanaan upacara Ma’pallin oleh umat Hindu Alukta. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Upacara Ma’pallin merupakan ritual yang dilakukan oleh umat Hindu Alukta sebagai wujud pensucian alam secara niskala yang dilakukan di sebelah Barat pekarangan rumah. Upacara Ma’pallin memiliki empat tingkatan yaitu : pallin tallo’, pallin manuk, pallin bai, dan pallin tedong. Pelaksanaan upacara Ma’pallin memiliki nilai pendidikan, nilai religius dan nilai sosial. Manusia dituntut untuk senantiasa mengupayakan keharmonisan dengan alam sekitarnya sebagai implementasi ajaran tri hita karana sebagai bhakti kepada Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini untuk membantu keberlangsungan hidup manusia. Nilai religius dalam upacara Ma’pallin yaitu wujud yajna sebagai pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana, adanya tata cara, etika dan mantra – mantra yang digunakan dalam pelaksanaan upacara Ma’pallin. Nilai sosial yang terkandung dalam upacara Ma’pallin yaitu adanya hubungan yang baik antara manusian dengan alam sekitarnya sebagai salah satu pelaksanaan dari ajaran Tri Hita Karana. Kata Kunci: upacara ma’pallin, hindu alukta
MAKNA FILOSOFIS PELAKSANAAN UPACARA RAMBU SOLO’PADA UMAT HINDU ALUKTA Teguh Samiadi; Ridwan
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.131 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis tentang makna filosofis pelaksanaan upacara Rambu Solo’ pada umat Hindu Aluktadi Desa Leppan Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan dengan rumusan masalah (1) Bagaimanakah proses upacara Rambu Solo’ di Desa Leppan Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan? (2) Apakah makna filosofis pelaksanaan upacara Rambu Solo’ pada Hindu Alukta di Desa Leppan Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Proses upacara Rambu Solo’ pada umat Hindu Alukta di Desa Leppan dibagi atas lima bagian yaitu: (a) Aluk Tomate, (b) Aluk Burake Mapato (c) Massabu (d) Ma’tongo’ Liang (e) Aluk Ma’nene’/Ma’paundi.(2)Makna filosofis UpacaraRambu Solo’yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu Aluktaterdapat pada tempat pelaksanaan, waktu pelaksanaan dan saran yang digunakan dalam pelaksanaan upacara Rambu Solo’. Kata kunci: makna filosofis, upacara rambu solo’, hindu alukta
Belajar Membaca Bhagawad Gita Untuk Meningkatkan Bhakti Siswa Pasraman Saraswati Di Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang Ni Wayan Seruni
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.671 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan belajar membaca kitab suci Bhagawad Gita dapat meningkatkan bhakti siswa Pasraman Saraswati Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Pasraman Saraswati di Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang yang berjumlah 50 siswa. Sampel penelitian adalah 30 siswa yang dianggap mampu mengikuti pelatihan dengan baik. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket dan tes. Berdasarkan analisis hasil angket dan tes secara deskriftip diperoleh kesimpulan bahwa belajar membaca kitab suci Bhagawad Gita dapat meningkatkan bhakti siswa Pasraman Saraswati Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang. Terlihat dari hasil persentase angket yang diberikan sebelum diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita 44,58% dan sesudah diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita menjadi 80,48% begitu juga dengan hasil tes yang mengukur pemahaman atau kemampuan siswa dalam melakukan bhakti. Terlihat pada hasil rata-rata tes sebelum diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita 5,04 dan sesudah diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita menjadi 9,67. Sehinga sangat jelas terlihat ada peningkatan hasil dari sebelum diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita dengan sesudah diberikan perlakuaan belajar membaca Bhagawad Gita. Kata Kunci : Bhagawad Gita, Bhakti, Bhakti Siswa Pasraman Saraswati
Implementasi Nilai-Nilai Agama Hindu Dalam Keluarga Untuk Mewujudkan Budi Pekerti Pemuda Di Desa Balinuraga Suyono
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.736 KB)

Abstract

Kehidupan spiritual mulai dirasakan kurang diimplementasikan di Desa Balinuraga terutama dalam lingkungan keluarga, akibatnya adalah moral dan etika masyarakat khususnya generasi muda Hindu saat ini semakin mendangkal. Dalam Ajaran Agama Hindu terdapat nilai-nilai agama yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia. Dengan nilai agama tersebut, manusia mampu hidup dan melaksanakan swadharmanya sebagai orang yang beragama Hindu sehingga dapat mencapai tujuan akhir yaitu Moksartam Jagadhita Ya Caiti Dharma. Permasalahannya sekarang bagaimanakah implementasi nilai-nilai Agama Hindu dalam keluarga dan budi pekerti pemuda di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian adalah penelitian deskriptif selain itu juga disertai data dari hasil kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa umat Hindu di Desa Balinuraga belum mengimplementasikan nilai- nilai agama dengan baik dalam keluarganya dan generasi mudanya mencerminkan budi pekerti yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan untuk umat Hindu khususnya di Desa Balinuraga lebih menerapkan nilai-nilai agama dalam keluarganya sehingga generasi mudanya mencerminkan generasi muda yang memiliki budi pekerti yang luhur.
Persepsi Masyarakat Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur terhadap Ngaben Tanpa Petulangan Niwayan Seruni
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.671 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui persepsi masyarakat mengenaiNgaben tanpa Petulangan yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Restu RahayuKecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. Penelitiana ini menggunakanpendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk yang beragama Hindudi Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur yangberjumlah 1599 jiwa. Sampel penelitian adalah 30 kepala keluarga dan 7 orangnarasumber untuk diwawancarai diambil menggunakan teknik proposive sampling.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara,kuisioner, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis hasil wawancara dan kuisioner secara deskriftif diperolehkesimpulan. Persepsi masyarakat mengenai Ngaben tanpa Petulangan, masyarakatmenyatakan setuju dengan adanya pelaksanaan upacara Ngaben tanpa Petulangan. Terlihat dari hasil rata-rata presentase 55.83 % - 82.49 % masyarakat menyetujui denganadanya pelaksanaan upacara Ngaben tanpa Petulangan untuk menghemat biaya danwaktu dijaman modern ini. Masyarakat juga menyetujui dengan adanya partisipasi danaturan yang mengatur di dalam adat untuk meningkatkan rasa kegotong royongan dandisiplin diri bagi masyarakat.
Implikasi Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Terhadap Kesiapan Guru Agama Hindu Dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 Kadek Oka Ramantari; & Ni Gusti Ayu Made Afrianti
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.663 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 yang diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di KotaBandar Lampung pada tahun pelajaran 2014/2015 sesuai dengan kebijakan pemerintah belumdapat dilaksanakan dengan baik oleh para guru, termasuk guru Agama Hindu. Hal ini dinyatakanoleh para guru Agama Hindu, siswa Hindu, dan kepala sekolah di Kota Bandar Lampung.Kondisi tersebut menurut para guru Agama Hindu terjadi karena kurangnya persiapan dari pihakpemerintah sebelum melaksanakan kurikulum 2013, baik dari segi sarana dan prasarana maupunSumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini adalah para guru yang belum menerima sosialisasisebelum menerapkan kurikulum 2013.
Hubungan Antara Kelekatan Anak Balita Dan Orang Tuanyadengan Perkembangan Sosial, Emosional dan Kecerdasan Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.696 KB)

Abstract

salah satu dalam membantu meningkatkan perkembangan pada anak,yaitu dengan menciptakan hubungan interaksi yang baik antara anak dan orang tuasebagai pengasuh dalam keluarga khususnya pada anak balita, sebab untukmencapai perkembangan yang optimal, usaia balita adalah usia dimana anakdengan mudah menerima rangsangan yang diberikan oleh objek sekelilingnya. Oleh karena itu upaya mewujudkan perkembangan anak balita ini, tidak terlepasdari peranan keluarga terutama orang tua sebagai pengasuh terdekat untukmemenuhi semua kebutuhan yang diperlukan bagi perkembangan anak balitanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelekatan anak balita dan orangtuanya berhubungan dengan perkembangan sosial, emosional dan kecerdasan padaanak balita. Metode penelitian meliputi : sampel penelitian sebanyak 70 orang dari700 orang tua yang mempunyai anak balita atau 10 % dari seluruh populasi yangada. Teknik sampling yang digunakan adalah Metode Proporsional InsidentalSampling. Sumber data adalah dengan data primer dan data sekunder. Teknikanalisis data menggunakan Metode statistik yaitu table silang dan korelasi ProductMoment. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, kelekatan anakbalita dan orang tuanya mempeunyai hubungan dengan perkembangan sosial anakbalita dengan koefisien korelasi sebesar 0,071 lebih besar darimketentuan table,tetapi hubungan antara kedua variable yaitu kelekatan dan perkembangan sosialtidak signifikan pada taraf 99% artinya hanya ada toleransi sebesar 1% denganarah huubungan yang positif. Kelekatan anak balita dan orang tuanya tidakmempunyai hubungan dengan perkembangan emosional anak balita dengankoefisien korelasi sebesar 0,090 lebih kecil dari ketentuan tabel. Kelekatan anakbalita dan orang tuanya tidak mempunyai hubungan dengan perkembangankecerdasan anak balita dengan koefisien korelasi sebesar 0,041 lebih kecil dariketentuan tabel.
Filosofi dan Persepsi Masyarakat Mengenai Ngaben Tanpa Petulangan Ni Made Indrayani
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.663 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui filosopi dan persepsimasyarakat mengenai Ngaben tanpa Petulangan yang dilaksanakan olehmasyarakat di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten LampungTimur. Makna filosofi Petulangan adalah simbul dari soroh/kawitan seseorangyang terdapat di dalam prasasti masing-masing yang merupakan tempat daripembakaran sawa. Adapun jenis-jenis Petulangan yang dapat digunakan adalahLembu, Singa, Gajah Mina, Naga Kaang, Gadarba, Menjangan, Macan(Harimau), sudang-sudangan. Berdasarkan Awig-awig upacara Ngaben tanpaPetulangan di Desa Restu Rahayu menjelaskan bahwa pelaksanaan Ngaben tanpaPetulangan di Desa Restu Rahayu dilaksanakan secara sederhana atau boleh tidakmempergunakan Petulangan. Jadi bagi masyarakat yang mampu melaksanakanupacara Ngaben dengan menggunakan Petulangan di perbolehkan dan jikamasyarakat yang tidak mampu melaksanakan upacara Ngaben menggunakanPetulangan juga dianggap sah tergantung dari tingkat kemampuan masyarakat itusendiri sesuai Lontar Upacara Pati Urip Lembar 3. Persepsi masyarakat mengenaiNgaben tanpa Petulangan, masyarakat menyatakan setuju dengan adanyapelaksanaan upacara Ngaben tanpa Petulangan. Terlihat dari hasil rata-ratapresentase 55.83 % - 82.49 % masyarakat menyetujui dengan adanya pelaksanaanupacara Ngaben tanpa Petulangan untuk menghemat biaya dan waktu dijamanmodern ini. Masyarakat juga menyetujui dengan adanya partisipasi dan aturanyang mengatur di dalam adat untuk meningkatkan rasa kegotong royongan dandisiplin diri bagi masyarakat.
Pola Pendidikan Agama Hindu Di Dalam Keluarga Untuk Mewujudkan Putra Suputra Teguh Samiadi; I Komang Tri Adiana; Ni Made Indrayani
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ajaran agama Hindu lapangan kehidupan dibagai menjadi empat yangdisebut dengan catur asrama, yakni brahmacari, grahasta, wanaprasta, dan bhisuka.Pada masa grahasta mendidik seorang anak dengan baik, Pendidikan agama di dalamkeluarga tidak dijalankan oleh para orang tua, misalnya dalam hal yang kecil yaitumasalah sembahyang orang tua tidak penah tahu kalau anaknya sudah melakukansembahyang apa belum, ada juga orang tua yang hanya menyuruh anaknya untukmelakukan sembahyang namun, orang tuanya sendiri tidak melakukan sembahyang.Adapun sebuah permasalahan yang terjadi yaitu bagaimana penerapan pendidikan AgamaHindu di dalam keluarga untuk mewujudkan putra suputra di desa Mekar KaryaKecamatan Wawai Karya Kabupaten Lampung Timur dan kendala-kendala apa yangdihadapi oleh keluarga untuk mewujudkan putra suputra. Metode yang digunakan adalahpenelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemangku, tokoh umat danmasyrakat. Penerapan pendidikan agama Hindu di dalam keluarga untuk mewujudkanputra suputra yang sangat berperan penting adalah sebuah keluarga atau orang tua, orangtualah yang pertama memberikan pendidikan kepada anak, agar menjadi anak yangterbaik dan berbhakti kepada kedua orang tua. Kendala-kendala yang dihadapi olehkeluarga untuk mewujudkan putra suputra. Pendidikan yang mendasar diberikan kepadaanak, misal: bertutur kata yang baik, sopan santun, diajak sembahyang dan banyak lagiyang lainnya. Dengan pendidikan seperti itu lah yang harus diberikan kepada anak, agarnantinya pada saat ia dewasa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua,semuanya itu adalah kewajiban kedua orang tua untuk mendidik anak, dengan begitumaka anak akan menjadi anak yang putra suputra.