cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Analisis Kualitas Fasilitas Daya Tarik Wisata Monkey Forest Ubud Bali Setiawan, I Kadek Doni; Semara, I Made Trisna; Suwintari, I Gusti Ayu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitas fasilitas Daya Tarik Wisata Monkey Forest berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata No. 3 Tahun 2018. Terdapat permasalahan pada fasilitas viewdeck dan ditoilet. Belum tersedia viewdeck di area Monkey Forest dan fasilitas dalam toilet disabilitas. Dari hal tersebut terdapat kesenjangan antara fasilitas yang ada di monkey forest dengan fasilitas yang seharusnya yang ada di Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.3 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fasilitas yang ada di Monkey Forest telah memenuhi sebagian besar persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 3 Tahun 2018. Fasilitas di Monkey Forest memberikan kenyamanan dalam berwisata dengan fasilitas yang lengkap. Fasilitas pendukung di Monkey Forest, seperti area parkir, toko suvenir, dan area istirahat, juga memadai dan sesuai dengan persyaratan Peraturan Menteri Pariwisata. Fasilitas toilet dan tempat makan juga tersedia, yang meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dalam hal kebersihan, pengelola Monkey Forest secara rutin menjaga kebersihan area wisata dengan melakukan pembersihan dan pengawasan secara teratur. Secara keseluruhan, kualitas fasilitas yang ada di Monkey Forest sudah baik dan sudah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pariwisata No. 3 Tahun 2018. This study aims to analyze the quality of Monkey Forest Tourist Attraction facilities based on the Minister of Tourism Regulation no. 3 of 2018. There are problems with the viewdeck and toilet facilities. There is no viewdeck in the Monkey Forest area and facilities in disabled toilets. From this there is a gap between the facilities in the monkey forest and the facilities that should be in the Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy No.3 of 2018. The results of the study show that the facilities in the Monkey Forest have fulfilled most of the requirements set out in the Regulation Minister of Tourism No. 3 of 2018. Facilities at the Monkey Forest provide comfort in traveling with complete facilities. Supporting facilities at the Monkey Forest, such as parking areas, souvenir shops, and resting areas, are also adequate and in accordance with the requirements of the Minister of Tourism RegulationsOverall, the quality of the existing facilities at the Monkey Forest is good and meets the requirements of the Minister of Tourism Regulation no. 3 of 2018.
Strategi Bauran Promosi Setelah Pandemi COVID-19 pada Perusahaan Jasa Event Krisna, Made; Wiyasha, Ida Bagus Made; Astuti, Ni Luh Gde Sari Dewi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.822

Abstract

Industri jasa penyelenggaraan Event Organizer di Indonesia merupakan salah satu industri dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, sehingga usaha event organizer terus berkembang tiap tahun. Namun, pada masa pandemi COVID-19 usaha event organizer mengalami kerugian besar dengan pembatalan sejumlah project di seluruh Indonesia. Hal ini berpengaruh pada citra perusahaan yang mulai meredup, sehingga perlu dilakukan kegiatan promosi yang baik untuk meningkatkan citra perusahaan pasca pandemi COVID-19. CV.Stingray merupakan salah satu event organizer yang ada di Bali yang terkena dampak pandemi COVID-19 dan berhasil bertahan hingga saat ini. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi promosi yang sudah dikembangkan CV.Stingray serta memberikan rekomendasi strategi alternatif bauran promosi yang dapat diimplementasikan oleh CV.Stingray. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis interaktif Miles & Huberman, untuk mengetahui strategi promosi yang dikembangkan CV.Stingray. Hasil dari penelitian ini berupa bauran promosi yang dilakukan oleh CV.Stingray yang memiliki kekurangan dibagian promosi offline. The event planning industry in Indonesia is one of those with a strong growth rate, thus the event planning industry is expanding every year. However, due to the cancellation of numerous projects across Indonesia during the COVID-19 pandemic, the event planning industry faced significant losses. Since the company's reputation has already started to tarnish as a result of this, effective promotional efforts are required to restore it following the COVID-19 epidemic. One of the event planners in Bali who was impacted by the COVID-19 outbreak and has persevered to this day is CV Stingray. The aim of this study was to identify the marketing approach implemented by CV Stingray and to provide recommendations for different promotional mix strategies that CV. Stingray could use. To learn more about CV Stingray's promotion approach, this qualitative study employs interactive analysis techniques created by Miles and Huberman together with data gathering procedures like interviews, observation, and documentation. The study's findings are presented in the form of a promotional mix created by CV Stingray, which has shortcomings in the area of offline promotion.
Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Bahari Tumundo, Maria Angelita; Sanjaya, I Wayan Kiki; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.823

Abstract

Penelitian ini fokus kepada pengembangan Pulau Dodola dalam ruang lingkup pariwisata. Harapan pihak pemerintah Kabupaten Pulau Moratai memiliki misi untuk menciptakan destinasi pariwisata yang unggul, berdaya saing, serta ekonomi kreatif dan pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis sumber daya alam namun, belum terealisasi secara baik. Dalam hal ini, Pulau Dodola merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memikat dan mempunyai potensi. Hanya saja, belum dikelola dan dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik sekaligus menjadi urgensi penelitian ini. Permasalahan itu diangkat dalam dua rumusan. Masalah Pertama, Bagaimana potensi pengembangan wisata bahari di Pulau Dodola, Kabupaten Pulau Moratai, Kedua, Bagaimana strategi pengembangan objek wisata Pulau Dodola sebagai destinasi wisata bahari? Hasil ini bertujuan untuk menganalisis Potensi wisata dan strategi pengembangan Pulau Dodola sebagai daya tarik wisata bahari agar dapat merekomendasikan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi masyarakat lokal Pulau Dodola. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata Pulau Dodola dengan komponen Empat A; atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan layanan tambahan. Strategi pengembangan yang dapat digunakan di kawasan Pulau Dodola sebagai wisata bahari antara lain; pengembangan Daya Tarik Wisata Pulau Dodola, pengembangan pemasaran, pengembangan lingkungan (fisik, ekonomi masyarakat). This research focuses on the development of Dodola Island within the scope of tourism. The hope of the Moratai Island Regency government is that it has a mission to create a superior, competitive tourism destination, as well as a creative economy and development of a people's economy based on natural resources, however, this has not been well realized. In this case, Dodola Island is a natural tourist destination that is attractive and has potential. However, it has not been managed and developed into an attractive tourism product which is the urgency of this research. This problem is raised in two formulations. First problem, what is the potential for developing marine tourism on Dodola Island, Moratai Island Regency, Second, what is the strategy for developing the Dodola Island tourist attraction as a marine tourism destination? These results aim to analyze the tourism potential and development strategies of Dodola Island as a marine tourism attraction in order to recommend and provide a positive impact on the environment, socio-culture and economy of the local community of Dodola Island. The data analysis used in this research is a qualitative descriptive approach and SWOT analysis. The results of this research identify the tourism potential of Dodola Island with Four A components; attractions, amenities, accessibility and additional services. Development strategies that can be used in the Dodola Island area as marine tourism include; development of Dodola Island tourist attractions, marketing development, environmental development (physical, community economy).
Strategi Promosi Aida di Pondok Wisata Saung Teduh Nuaba, Ida Bagus Putu Arditha Darmayasa; Sanjaya, I Wayan Kiki; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.824

Abstract

Pondok Wisata Saung Teduh sedang meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang dianggap masih belum optimal. Penelitian ini mengkaji kekuatan dan kelemahan sekaligus peluang dan ancaman untuk merumuskan strategi promosi Pondok Wisata Saung Teduh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan kuisioner terhadap 30 responden. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT. Berdasarkan atas analisis swot diperoleh strategi yang dapat diterapkan pada pemasaran Pondok Wisata Saung Teduh yaitu (1) Strategi Promosi Produk Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan (2) Strategi Meningkatkan Infrastruktur Internal Dengan Konsep AIDA (3) Strategi Peningkatan Kenyamanan Wisatawan Berdasarkan AIDA (4) Strategi Meningkatkan Atensi Terhadap Lokasi Pondok Wisata Saung Teduh Dengan Konsep AIDA. Saung Teduh Tourism Pondok is increasing the number of tourist visits which is considered still not optimal. This research examines the strengths and weaknesses as well as opportunities and threats to formulate a promotional strategy for the Saung Teduh Tourism Pondok. This research uses a quantitative descriptive approach. Data collection was carried out by observation, in-depth interviews and questionnaires with 30 respondents. Data analysis was carried out using the SWOT method. Based on the SWOT analysis, strategies that can be applied to the marketing of Saung Teduh Tourism Pondok are obtained, namely (1) Product Promotion Strategy to Increase Tourist Visits (2) Strategy to Improve Internal Infrastructure Using the AIDA Concept (3) Strategy to Increase Tourist Comfort Based on AIDA (4) Strategy to Improve Attention to the Location of the Saung Teduh Tourist Pond with the AIDA Concept.
Analisis Potensi Pariwisata Minat Khusus di Desa Tibubeneng Harmi, Christian; Wirawan, Putu Eka; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.825

Abstract

Desa Tibubeneng, yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata minat khusus. Desa ini terkenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, dan kuliner lokal yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk diversifikasi produk pariwisata Bali agar tidak hanya terfokus pada pariwisata massal, tetapi juga pada pariwisata minat khusus yang lebih memberikan manfaat langsung bagi pariwisata di Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, wawancara dengan penduduk lokal dan pelaku pariwisata, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Tibubeneng Village, located in Badung Regency, Bali, has great potential to be developed as a special interest tourism destination. This village is famous for its natural beauty, rich culture and unique local cuisine. This research aims to analyze the potential for special interest tourism in Tibubeneng Village. The background to this research is based on the need to diversify Bali's tourism products so that they are not only focused on mass tourism, but also on special interest tourism which provides more direct benefits for tourism in Bali. The methods used in this research include field surveys, interviews with local residents and tourism actors, as well as secondary data analysis. It is hoped that the research results can provide strategic recommendations for the development of special interest tourism in Tibubeneng Village that is sustainable and highly competitive.
Potensi Monumen Tugu Khatulistiwa sebagai Wisata Edukasi Hardilia, Wella; Sari, Retno Juwita; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.826

Abstract

Pontianak sebagai ibukota provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu pusat perekonomian yang terus berupaya untuk dikembangkan. Meski tidak menjadikan pariwisata sebagai sumber utama pendapatan daerah, namun kota Pontianak memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan perekonomian. Letak geografisnya menyebabkan Kota Pontianak dilalui oleh garis Khatulistiwa sehingga dibangun Monumen Tugu Khatulistiwa sebagai pemisah garis Lintang Utara dan Lintang Selatan. Monumen Tugu Khatulistiwa juga menjadi ikon Kota Pontianak, Monumen ini juga merupakan peninggalan bersejarah dan tempat untuk menyaksikan fenomena alam yang unik berupa kulminasi matahari yang terjadi pada bulan Maret dan September setiap tahunnya. Hal tersebut menjadikannya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pontianak as the capital of West Kalimantan province is one of the economic centres that continues to be developed. Although it does not make tourism the main source of regional income, Pontianak city has tourism potential that can be developed to attract tourists to visit and improve the economy. Its geographical location causes Pontianak City to be passed by the Equator line so that the Equator Monument was built as a separator of the North Latitude and South Latitude lines. The Equator Monument is also an icon of Pontianak City, this monument is also a historical relic and a place to witness a unique natural phenomenon in the form of solar culmination which occurs in March and September each year. This makes it has the potential to be developed as an educational tourism in Pontianak City, West Kalimantan.
Strategi Pemasaran Desa Wisata Sukarara dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mahyuningsih, Atika; Wirawan, Putu Eka; Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sukarara di Pulau Lombok, Indonesia, dengan menganalisis strategi pemasaran yang telah diterapkan serta mengidentifikasi alternatif yang lebih efektif. Metode penelitian deskriptif digunakan dengan menggunakan data kunjungan wisatawan dari 2019 hingga 2022. Hasil menunjukkan penurunan kunjungan saat pandemi COVID-19 di 2020, namun pulih dengan peningkatan pada 2021 dan 2022. Strategi pemasaran yang telah dijalankan melibatkan demonstrasi menenun, warisan tenun, dan atraksi seperti gendang beleq, preasean, dan art shop. Rekomendasi strategi alternatif termasuk pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan agen perjalanan dan wisatawan lokal, serta pengembangan paket wisata menarik. Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan dalam teori pariwisata dan panduan praktis bagi pengelola Desa Wisata Sukarara. This study aims to enhance tourist visits to Sukarara Tourism Village on Lombok Island, Indonesia, by analyzing the applied marketing strategies and identifying more effective alternatives. A descriptive research method is employed, utilizing tourist visitation data from 2019 to 2022. The findings indicate a decline in visits during the 2020 COVID-19 pandemic, followed by recovery and growth in 2021 and 2022. The executed marketing strategies involve weaving demonstrations, textile heritage, and attractions such as gendang beleq, preasean, and art shops. Recommended alternative strategies encompass leveraging social media, collaborating with travel agencies and local tourists, and developing enticing tour packages. This research is anticipated to contribute to tourism theory and offer practical guidance for the management of Sukarara Tourism Village.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Dreamland Wijaya, I Gusti Ngurah Surya; Sanjaya, I Wayan Kiki; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.828

Abstract

Pengembangan area destinasi wisata, ada beberapa tahap yang dapat menggambarkan posisi dan situasi perkembangan di area destinasi tersebut. Pantai Dreamland berlokasi di Desa Pecatu Kabupaten Badung,. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang partisipasi masyarakat dalam pengembangan daya tarik wisata Pantai Dreamland Kabupaten Badung dan untuk mengetahui tantangan dalam menghambat pengembangan daya tarik wisata Pantai Dreamland. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan daya tarik wisata Pantai Dreamland masih terbatas, meskipun memiliki potensi daya tarik wisata. Namun, belum dikelola dan dikembangkan dengan baik sekaligus menjadi urgensi penelitian ini. Hasil penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata Pantai Dreamland dengan komponen 4A ; atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan layanan tambahan. Dari partisipasi masyarakatnya yaitu mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi. Dalam pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Dreamland ada beberapa tantangan penghamabat yang dihadapi, seperti keterbatasan dana, investor, kiriman sampah dan peluang pendukungnya ada masyarakat lokal dan wisatawan, untuk program kedepan untuk mengembangkan Daya Tarik Wisata Pantai Dreamalnd, seperti menambah atraksi buatan. Development of Tourist Destination Areas There are several stages that can describe the position and development situation in the tourist destination area. Pantai Dreamland is located in Pecatu Village, Badung Regency,. The purpose of this study is to determine community participation in the development of Pantai Dreamland tourist attractions in Badung Regency and to identify challenges hindering the development of Pantai Dreamland tourist attractions. This research uses a qualitative method with qualitative descriptive data analysis. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that community participation in the development of Pantai Dreamland tourist attractions is still limited, despite its potential tourist attraction. However, it has not been well managed and developed, which underscores the urgency of this research. The research identifies the tourism potential of Pantai Dreamland with the 4A components: attractions, amenities, accessibility, and additional services. Community participation spans from planning, implementation, benefit sharing, to evaluation stages. In the development of Pantai Dreamland tourist attractions, there are several challenges hindering progress, such as limited funding, investors, waste disposal, and opportunities supported by local communities and tourists. For future programs to develop Pantai Dreamland tourist attractions, enhancements such as adding artificial attractions are recommended.
The Blooms Garden sebagai Atraksi Wisata Baru Putra, I Ketut Gde Nata Adi; Semara, I Made Trisna; Widhyandanta, I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.829

Abstract

Setelah pandemi COVID-19, terjadinya perubahan adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke bali, salah satu contohnya adalah The Bloom Garden. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Atraksi Wisata, Fasilitas dan Harga mempengaruhi Keputusan Wisatawan Berwisata ke The Bloom Garden. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner, dan hasil analisis menggunakan regresi linier berganda yang dimana responden nya berupa wisatawan domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara atraksi wisata terhadap Keputusan Wisatawan Berwisata dan terdapat pengaruh positif signifikan antara Fasilitas terhadap Keputusan Wisatawan Berwisata dan dampak negatif yang signifikan dari Harga terhadap pengambilan keputusan Wisatawan Berwisata ke The Bloom Garden. After the COVID-19 pandemic, changes have occurred with an increase in tourist visits to Bali, one example is The Bloom Garden. This research aims to understand how tourist attractions, facilities and prices influence tourists' decisions to travel to The Bloom Garden. The research method used is a quantitative approach with data collection methods carried out using a questionnaire method, and the results of the analysis use multiple linear regression where the respondents are domestic tourists. The findings of the study indicate that tourist attractions have a significant positive impact on tourists' decisions to travel. Additionally, facilities significantly and positively affect tourists' decisions to travel, while prices have a significant negative effect on tourists' decisions to visit The Bloom Garden.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Lebih sebagai Wisata Kuliner Lokal Pesisir Selatan Kabupaten Gianyar Wahyudi, I Made Indra; Amir, Firlie Lanovia; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.830

Abstract

Kekhasan yang dimiliki Daya Tarik Pantai Lebih tidak hanya menyajikan keelokan pantainya, Pantai Lebih yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Gianyar memiliki keunggulan pada pengolahan hidangan laut yang mampu bersaing dengan daerah lainnya di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Desa Lebih memiliki makanan khas (maskot) berupa sate languan yang merupakan hidangan khas Desa Lebih dengan bahan dasar berupa hidangan laut yang merupakan hasil laut nelayan setempat. Kawasan Pantai Lebih sebagai daya tarik wisata yang menyuguhkan wisata kuliner sudah masuk ke dalam tahapan pengembangan, pengembangan yang dilaksanakan dalam upaya pengelola Pantai Lebih tercermin dari upaya pengolahan hasil laut yang dikelola oleh masyarakat nelayan dan terbentuk Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSA), kunjungan wisatawan yang meningkat belum dibarengi dengan sistem pendataan pengunjung, dan mata pencaharian masyarakat mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan, pengusaha kecil dan menengah, serta pemilik usaha (warung, rumah makan maupun restoran) menjadikan sektor kuliner menjadi pusat perekonomian masyarakat Desa Lebih. The uniqueness of Lebih Beach not only presents the beauty of the beach, Lebih Beach located on the south coast of Gianyar Regency has an excellence in seafood processing that can compete with other areas in Bali. This research uses descriptive qualitative research methods. Lebih Village has a specialty food (mascot) in the form of satay languan which is a typical dish of Lebih Village with basic ingredients in the form of seafood from local fishermen. The Lebih Beach area as a tourist attraction that offers culinary tourism has entered the development stage, the development process implemented in the effort to manage Lebih Beach is reflected in the efforts to process seafood managed by the fishing community and the formation of a Processing and Marketing Group (POKLAHSA), increased tourist visits have not been accompanied by a visitor data collection system, and the livelihoods of the majority of the community are fishermen, small and medium entrepreneurs, and business owners (stalls, restaurants and restaurants) making the culinary sector the center of the economy of the Lebih society.

Page 67 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue