cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPEKAAN ARTISTIK MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA UNESA ANGKATAN 2013 DENGAN CARA MELUKIS MENGGUNAKAN MEDIA CAT AIR DAN LILIN Winarno Winarno; Hendro Aryanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1702.059 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1780

Abstract

AbstractArtistic abilities of students who have been enrolled in Arts Educations Department ofUNESA, in general are lack in realizing artistic aspect. This leads to problems inlearning and teaching of art. Various ways have been taken to increase the sensitivity totheir work. One way was to make the work as much as possible, but not a lot of resultsobtained. So far there are no standardized guidelines to help empower the improvementof the quality of the work in term of artistic achievement level. While it became aproblem in learning, there was an effort to find a simple effective way by which mixedmedia watercolor paint and wax. The results achieved showed an increasing of artisticquality in terms of partical value of art. However, there are other alternatives must besought to increase students ability to create, view, appreciate something that is artistic AbstrakKemampuan artistik mahasiswa yang masuk Pendidikan Seni Rupa UNESA mayoritas secara praktikum belum menguasai ketrampilan dalam mewujudkan artistik. Hal tersebut menjadikan problematika dalam belajar dan mengajar seni rupa. Berbagai banyak cara telah ditempuh untukmeningkatkan kepekaan mereka dalam berkarya. Salah satu cara dengan membuat karya sebanyak-banyaknya tetapi tidak banyak hasil yang didapatkan. Selama ini tidak ada panduan yang baku untuk membantu pemberdayaan peningkatan kualitas hasil karya pencapaian tingkat artistik.Ketika hal tersebut menjadi permasalahan dalam pembelajaran, maka ditemukan cara efektif sederhana yaitu dengan melukis mixed media cat air dan lilin. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan kualitas artistiknya ditinjau dari nilai praktikum seni lukis. Namun demikian masih harus dicari alternatif lain untuk peningkatan kemampuan mahasiswa dalammembuat, melihat, mengapresiasi sesuatu yang artistik.
KAJIAN BESARAN RUANG PADA UNIT RUMAH SUSUN DI JAKARTA, Studi Kasus: Rusun Tebet, Rusun Tanah Abang dan Rusunami Kalibata Susy Irma Adisurya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.708 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1781

Abstract

AbstractThe 22nd Presidential Decree of 2006 on the coordination of Housing Development Planning in Urban Area (PPRSKP Coordination Team) has turned the existence of a terraced house (vertical housing) into a housing solution for the over population in big cities. Simple flats (RUSUNA), according to the government is measures by 18 m2, 25 m2 and 36 m2. Ownership of this unit will not automatically in the tax subsidies by the government and the developer. This is in accordance with the regulations of Government Regulation No.31 of 2007, provides consumers with a VAT exemption on certain conditions.Government of DKI Jakarta during the time of governor Jokowi had a program of development of the Flats as an effort to fulfill the housing needs of the people who inhabited the slums of Jakarta. As many of the towers with adequately spaced units arevery limited, they don't comply with the minimum necessities for a single family. Therefore, it is necessary to further research on the space of residential units in this Flat. This study will look at the extent of the influence of relationships between activityand unit size. Does the size of residential units in the towers are in accordance with the needs of users, of which the majority are lower middle class people who are married and have children? With a hybrid of qualitative and quantitative research methods,researchers conducted observations and data collection on simple towers of residential units in the area of Tanah Abang, Tebet and Kalibata. Results of the analysis showed that it can be concluded that some of the size of each room in a residential unit towers built in the 80s, 90s and 2000s already fulfilled thestandards of housing needs, but some of them don't. Results of this study was proposed to be practical reference that can be used as a guide by the Jakarta City Administration and the Department of Public Works (MPW), the developer of flats in Indonesia and the general public in need.AbstrakKeputusan Presiden No.22 Tahun 2006 tentang koordinasi Perencanaan Pembangunan Rumah di Kawasan Perkotaan (Tim Koordinasi PPRSKP) membuat keberadaan rumah bertingkat (vertical housing) menjadi solusi bagi pemenuhan perumahan penduduk di kota besar. Rumah Susun Sederhana (RUSUNA) menurut pemerintah adalah berukuran 18 m2, 25 m2, dan 36 m2. Kepemilikan unit ini otomatis tidak akan di subsidi pajaknya oleh pemerintah dan pihak pengembang. Hal ini sesuai dengan peraturan Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2007, berisi pembebasan PPN pada konsumen dengan syarat-syarat tertentu. Pemerintahan DKI Jakarta di masa gubernur Jokowi memiliki program pembangunan Rumah Susun sebagai upaya pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat. Kelak penghuninya adalah masyarakat dari daerah kumuh di Jakarta, karena banyak dari Rusun yang ada besaran luas unitnya sangat terbatas, tidak sesuai dengan kebutuhan minimal untuk satu keluarga sederhana. Perlu diadakan penelitian lebih mendalam tentang besar luasan unit hunian Rusun ini. Dalam penelitian dilihat sejauh mana pengaruh hubungan aktifitas dengan besar unit hunian. Apakah ukuran unit hunian di rusun sudah sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yang mayoritas adalahmasyarakat kelas menengah bawah yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Dengan metode penelitian campuran antara kualitatif dengan kuantitatif peneliti melakukan observasi dan pendataan terhadap unit hunian rusun sederhana di wilayah Tanah Abang, Tebet dan Kalibata. Hasil analisis menunjukan bahwa melalui analisa di atas dapat disimpulkanbahwa ukuran tiap ruang dalam unit hunian Rusun yang dibangun tahun 80an, 90an dan 2000an ada yang sudah sesuai dan ada yg belum sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Hasil penelitian ini diusulkan menjadi acuan praktis yang dapat dijadikan panduan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakartadan Departemen Pekerjaan Umum (DPU), para pengembang rumah susun di indonesia dan masyarakat umum yang memerlukan.
HASIL PEMBELAJARAN MENGGAMBAR EKSPRESI DI LUAR RUANG KELAS: PENELITIAN TINDAKAN Taswadi Taswadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.107 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1782

Abstract

AbstractIndoor drawing learning methods system is still a tradition for a part of teacher in Indonesia. It is also the same methods used in  other countries. However , imdooor drawing method often restained student's idea and expression. It is a challenge to educational researcher and art education practices to have alternative solutions in order to change the habit. The goal is to open studen's idea and expression to have more creative artworks. In order to give the alternative solution, the researcher applied outdoor learning method. By applying action research method, this article explained outdoor learning method for expression drawing class. The result of outdoor learning methods is the increase of student's idea and expression and more creative artworks of the student AbstrakMasih merupakan kebiasaan yang mentradisi pelaksanaan pembelajaran menggambar di dalam ruang kelas, bagi sebagian para guru di Indonesia.Hal yang sama dilakukan pula oleh beberapa guru di Negara lain. Padahal pembelajaran di dalam ruangan siswa menjadi terbelenggu gagasan dan ekspresinya karena dibatasi ruang. Merupakan tantangan bagi para peneliti pendidikan dan para praktisi pembelajaran seni rupa untuk  memberikan solusi alternatif untuk merubah  kebisaan tersebut, supaya gagasan dan ekspresi para siswa lebih terbuka, sehingga menghasilkan gambar yang kreatif. Untuk memberikan solusi alternatif, peneliti melaksanaan pembelajaran di luar ruang kelas.Dengan menggunakan metode tindakan,  dalam artikel ini peneliti menjelaskan bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggambar di luar ruang kelas.Hasil penelitian tindakan mengajar menggambar di luar ruang kelas gagasan dan ekspresi siswa terbuka sehingga tampak hasil gambarnya kreatif. 
FENOMENA BUDAYA KONSUMERISME PRAKTIS DALAM PERSPEKTF DESAIN PRODUK. (FURNITURE Boike Janus Anshory
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1562.068 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1783

Abstract

AbstractIn the modern era and the development of technology today, there is a tendency of human activity that are faced with the practical cultural phenomenon in the sense of many human activities are permitted to make ends meet. Human activity will be smooth if it is complemented by the completeness of the activities referred to as "Product". Along with the dense community activities and also the traffic situation, especially in urban areas and as well as the lifestyle of consumerism today, in general, people will think and decide on a purpose / desire him to be practical and fast in determining the specific product. There are a variety of needs and human activities, such as trade/ school / organization / health/ government and so on, of course, will require a product of furniture as the main products to complement the activity within a building. A wide variety of product design and selection of furniture offered by some conventional and modern retail stores, consumers will be free to pick and choose the products that will be purchased in accordance with the visual perception and price instantly AbstrakDalam era modern dan perkembangan teknologi saat ini, terdapat kecenderungan aktivitas manusia yang dihadapkan pada fenomena budaya praktis yang dalam arti aktivitas manusia banyak dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Aktivitas manusia akan menjadi lancar jika dilengkapi oleh kelengkapan aktivitas yang disebut sebagai “Product”. Seiring dengan padatnya aktivitas masyarakat dan juga situasi lalu lintas khususnya di daerah perkotaan dan seiring pula dengan gaya hidup konsumerisme saat ini, pada umumnya masyarakat akan berpikir dan memutuskan suatu tujuan/keinginan yang arahnya bersifat praktis dan cepat di dalam menentukan produk tertentu. Kita mengetahui adaberagam kebutuhan dan aktivitas masyarakat, seperti berdagang/ sekolah/organisasi/kesehatan/ pemerintahan dan sebagainya, tentunya aktivitas tersebut akan membutuhkan suatu product furnituresebagai produk utama untuk melengkapi aktivitas di dalam suatu bangunan. Banyak ragam dan pilihan designproduct furniture yang ditawarkan oleh beberapa toko retail konvensional danmodern, konsumen akan leluasa untuk memilih dan menentukan produk yang akan dibeli sesuai dengan persepsi visual dan harga secara instan
PENGARUH ISLAM PADA BENTUK ORNAMEN UKIRAN ‘ITIK PULANG PATANG’ SUMATERA BARAT Resky Annisa Damayanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1622.888 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1784

Abstract

ABSTRACTCarving is decorative ornament on a side. For the ancestors of Minangkabau people, every side that carved is artwork that hass special meaning. That meaning can not be separated from indigenous and natural philosophy were embraced by the Minangkabau people. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah is a reflection that Islam is a falsifies religion for the Minangkabau people. Nowadays more and more people who think carvings solely displayed as decoration complements. This research took one type of engraving the most typical of West Sumatra, namely Itik Pulang Patang. This research uses qualitative to analyze whether there is influence of Islam on the carving. The research results is not a number.The research results showed that Itik Pulang Patang has meaning where it is based on tradition and the prevailing philosophy in Minangkabau. There is an Islamic education in Minangkabau so that it also affects the shape of carved ornaments Itik Pulang Patang.AbstrakUkiran merupakan ornamen ragam hiasan pada suatu bidang. Bagi nenek moyang masyarakat Minangkabau, setiap bidang yang diukir merupakan karya seni yang bermakna khusus.  Makna tersebut tidak lepas dari adat dan falsafah alam yang dianut oleh masyarakat Minangkabau. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan cerminan bahwa Islam adalah agama penyempurna bagi masyarakat Sumatera Barat. Dewasa ini semakin banyak masyarakat yang menganggap ukiran semata hanya ditampilkan sebagai hiasan pelengkap. Penelitian ini mengambil salah satu jenis ukiran Sumatera Barat yang paling khas, yakni ukiran Itik Pulang Patang. Penelitian ini menggunakan kualitatif untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh Islam terhadap ukiran tersebut. Data hasil penelitian tidak berupa angka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukiran Itik Pulang Patang memiliki makna di mana hal tersebut berdasarkan pada adat dan falsafah yang berlaku di Minangkabau. Terdapat pendidikan agama Islam dalam adat Minangkabau sehingga hal ini turut mempengaruhi bentuk dari ornamen ukiran Itik Pulang Patang
KAJIAN BUDAYA MINUM KOPI INDONESIA Devanny Gumulya; Ivana Stacia Helmi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.678 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1785

Abstract

ABSTRACTCoffee plant was brought in Indonesia during the Dutch colonialsm, which has successfully made Indonesia as one of the main coffee producer in the world today. But Dutch capitalism and world’s globalitation towards Indonesia caused the coffee culture in this country left underdeveloped and only being appreciated by a view people. It felt so ironic if the uniqueness of Indonesian coffee that has spread throughout the globe being unknown to the people of Indonesia itself. This design process aim to introduce the coffee culture of Indonesia message so the Indonesian people can appreciate it more. Important finding is that Coffee culture in Indonesia is heavily influenced by Europe (Italy), Cina, Malay and local culture i.e Java and Sumatra in terms ABSTRAKTanaman Kopi dibawa masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda, yang berhasil membuat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi utama di dunia hingga kini. Namun akibat arus globalisasi dan kapitalisme Belanda yang diterima Indonesia, budaya kopi Indonesia hanya menjadi bagian dari keseharian dan tidak banyak diapresiasi masyarakat lokal. Sungguh sangat disayangkan bila keunikan kopi Indonesia yang sudah mendunia ini tidak diketahui masyarakat Indonesia sendiri. Kajian  ini berusaha untuk mengenalkan budaya kopi Indonesia, sehingga masyarakat awam dapat lebih mengapresiasinya. Temuan penting dari kajian ini adalah budaya kopi yang ada di Indonesia mendapatkan banyak pengaruh dari Eropa (Italia), Cina, Melayu, dan budaya lokal (seperti Jawa, Sumatra, dll); baik dalam hal pengolahan maupun dalam penyajian 
PERAN FOTOGRAFI WILDLIFE DALAM KAMPANYE PADA POSTER WORLD WILDLIFE FUND (WWF) Erlina Novianti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.503 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1786

Abstract

AbstractThis paper discusses the role of the Wildlife Fund photography of the postres use by an interantional organization enganged in nature conservation and fauna is the world wildlife fund or WWF we are familiar with. The role of photography in the campaigne preservation of flora and fauna is very imnportant, because with photograp as visual display, the visual resource looks more real.AbstrakTulisan ini membahas tentang peranan fotografi Willife terhadap poster yang digunakan oleh suatu organisasi internasional yang bergerak dalam pelestarian alam dan fauna adalah Worllife Fund, atau biasa kita kenal dengan WWF. Peranan fotografi dalam peranan plestarian flora dan fauna sangatlah penting, karena dengan tampilan visual berupa karya.
EKSPLORASI ANOMALI KARAKTERISTIK MOTIF BATIK KAUMAN BATANG DALAM PERSPEKTIF KAIDAH ESTETIKA SENI RUPA ISLAM Sri Puji Astuti; Sri Pujiningsih
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.554 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1787

Abstract

AbstractBatik Kauman is produced by the manufacturer at the Kauman Village, Batang. In this region there are only two producers of batik, Batik Rizky and Batik Rudi (Rudi's Batik). The strong Islamic atmosphere of the environment and the producers’s good islamic understanding, had no effect on the motives of batik production. This research proves that the motives of the 14 variants generated by Rizky Batik (“batik cap” and “batik tulis”) there are 4 characters of animals: peacock, spider, phoenix birds and snails. And, Batik Rudi that produces 37 variants, there is 1 fish motif. The visual appearance of the animals is not in the form of a naturalist but already distillation with isen as generally batik motives. As we know that Islam does not only regulate all the systems of worship and our life but also in art. Facts show that consumer tastes are the basic consideration of 2 producer to produce batik. Geographical location (the northern coastal area) formed character into a cosmopolitan society, loudly and openly, so Islam developed in the region is acculturative with local culture, that influences the nature of the production Batik Kauman.AbstrakBatik Kauman adalah batik yang diproduksi oleh para produsen di wilayah Kelurahan Kauman, Batang. Di wilayah itu hanya ada 2 produsen batik, yaitu Batik Rizky dan Batik Rudi (Rudi’s Batik). Kentalnya nuansa Islami di lingkungan tersebut dan pemahaman keislaman produsennya yang relatif baik tidak ada pengaruhnya pada motif-motif batik hasil produksinya. Terbukti bahwa dari 14 varian motif yang dihasilkan oleh Batik Rizky (batik cap dan batik tulis) terdapat 4 karakter binatang yaitu merak,laba-laba, burung phoenix dan bekicot. Sedangkan pada Batik Rudi yang memproduksi batik cap sebanyak 37 varian motif, terdapat 1 motif ikan. Tampilan binatang tersebut tidak dalam bentuk naturalis tetapi sudah distilasi dengan isen-isen sebagaimana umumnya motif pada batik. Sebagaimana diketahui bahwa Islam tidak hanya mengatur segala sistem ibadah dan kehidupan kita tetapi juga dalam urusannya dengan kesenirupaan. Fakta yang terjadi bahwa selera konsumen menjadi dasar pertimbangan produksi 2 produsen batik tersebut. Letak geografis (Pantura) membentuk watak masyarakatnya menjadi kosmopolitan, keras dan terbuka sehingga Islam berkembang di wilayah tersebut sangat akulturatif dengan budaya lokal, dan hal ini ternyata berpengaruh pada karakter hasil produksi Batik Kauman 
MENELUSURI FENOMENA BILLBOARD HAMPA Farid Abdullah; Bambang Triwardoyo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.554 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1788

Abstract

ABSTRACTThis article examines the billboard phenomenon in Jakarta were confirmed by the Kompas survey (October 29 to 31, 2016) against the benefits of the billboard. Billboards conditions present (2017) is contrast to the 1990s. The development of digital technologies such as double-edged sword and can not be inevitable. On the one hand facilitate human life, but on the other hand lethal for those who are not ready for acceleration. Studies of this article is descriptive - quantitative expose people's satisfaction advertisement billboard in Jakarta. Also society will certainly be an important consideration in making decisions and determine the way forward. This feedback is also very important for the Visual Communication Design profession in monitoring the development of design in the future.ABSTRAKTulisan ini mengkaji fenomena billboard di Jakarta diperkuat dengan hasil survey harian Kompas (29-31 Oktober 2016) terhadap manfaat reklame. Kondisi reklame masa kini (2017) berbeda dengan masa 1990-an. Perkembangan teknologi digital seperti pisau bermata dua dan tidak dapat terelakkan. Di satu sisi memudahkan kehidupan manusia, namun di sisi lain mematikan bagi mereka yang tidak siap akselerasi. Kajian pada artikel ini secara deskriptif - kuantitatif memaparkan kepuasan masyarakat terhadap reklame billboard di Jakarta. Masukan masyarakat tentu menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan dan menentukan langkah ke depan.  Masukan ini juga sangat penting bagi profesi Desain Komunikasi Visual dalam mencermati perkembangan desain di masa mendatang. 
SEPEDA GUNUNG SEBAGAI GAYA HIDUP MASYARAKAT URBAN DI JAKARTA Awang Eka Novia Rizali
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1691.088 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.1789

Abstract

AbstractMountain bike which, initialy , was an instrument of sport had been transformed into an instrument of recreation further to become an instrument of transportation in Jakarta city area. In order to satisfy the requirement as a support of an urban lifestyle, or merely satisfring a will of mountain bilking as a sport hobby beingpart of the lifestyle and image of the owner, reveals that mountain biking currently is being part of lifestyle, mountain bike which has become the need of certain person starting to transform into a lifestyle as a reprentation consumerism of the users. In addition to an instrument of sports and transpormation, a mountain bike apparently has become as a tool of healty lifestyle combined with understanding of technology and pusrpose as well as their application to mountain bike. expectation of the increase of awareness of community on the benefit of mountain biking, as transpormation, sports as well as recretaion tools. Bicycle is a form of cheap transpormation, economical, reduce air and sound pollution, reduce traffic jam, environmental friendly and increase the interaction in society. AbstrakSepeda gunung yang awalnya sebagai sarana olahraga beralih sebagai rekreasi hingga sebagai saran transportasi di wilayah perkotaan Jakarta. Hingga pemenuhan sebagai penunjang gaya hidup di perkotaan, atau sekedar pemenuhan hasrat hobi berolahraga bersepeda gunung menjadi bagian dari gaya hidup dan pencitraan pemiliknya, diungkapkan bahwa bersepeda gunung saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, sepeda gunung sudah merupakan kebutuhan seseorang itu pun mulai menjadi gaya hidup ( lifestyle) sebagai makna reprentasi konsumerisme oleh para penggunanya. Selain untuk alat olahraga dan transportasi, sepeda gunung ternyata bisa untuk gaya hiudp sehat yang dikombinaksikan dengan pemahaman teknologi dan kegunaannya serta penerapan pada sepeda gunung. Diharapkan peningkatan kesadaran dari masyarakat mengenai manfaat dari bersepedai gunung, baik itu untuk transportasi olahraga maupun rekreasi. Sepeda merupakan moda transpormasi murah, hemat, mengurangi polusi udara dan bunyi, menguarangi kemacetan bersahabat dengan lingkungan dan meningkatkan interaksi dalam bermasyarakat