cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gamail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
pendalasabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan Dusun Caru, Desa Pendem, Kec. Junrejo, Kode Pos 65321, Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28077334     DOI : https://doi.org/10.47006/pendalas
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat (ISSN: Proses; E-ISSN:2807-7334) adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari, May, September.
Articles 109 Documents
OPTIMALISASI PRAKTIK INFORMED CONSENT: MEMBANGUN KOMUNIKASI ETIS ANTARA TENAGA KESEHATAN DAN PASIEN Aura Nur Fadila; Aulia Asmidah Hasibuan; Habib Munawir Hasibuan; Sintia Khairiyyahni
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v4i3.502

Abstract

Abstrak: Informed consent atau persetujuan setelah mendapatkan informasi merupakan prinsip fundamental dalam praktik konseling, khususnya pada anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi elemen-elemen kunci dalam informed consent yang valid, proses pemberiannya, implementasi dalam konseling anak dan remaja, serta dokumentasinya. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penulis menelaah berbagai literatur ilmiah, buku akademik, dan jurnal nasional untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait isu ini. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa informed consent bukan hanya prosedural, tetapi merupakan komponen etis dan legal dalam menjaga otonomi dan hak individu. Temuan penting mencakup kebutuhan penyesuaian bahasa dan pendekatan dalam konseling anak, serta pentingnya dokumentasi untuk perlindungan hukum konselor. Kesimpulan menunjukkan bahwa praktik informed consent perlu dilakukan secara menyeluruh dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas praktik konseling, khususnya yang melibatkan kelompok usia rentan.
SOSIALISASI PENTINGNYA INFORMED CONSENT UNTUK MENDORONG ETIKA PELAYANAN MEDIS DI MASYARAKAT Hasibuan , Aulia Asmidah; Hasibuan , Habib Munawir; Aura Nur Fadila; Khairiyyahni, Sintia
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v3i3.504

Abstract

Abstrak: Informed consent atau persetujuan setelah mendapatkan informasi merupakan prinsip fundamental dalam praktik konseling, khususnya pada anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi elemen-elemen kunci dalam informed consent yang valid, proses pemberiannya, implementasi dalam konseling anak dan remaja, serta dokumentasinya. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penulis menelaah berbagai literatur ilmiah, buku akademik, dan jurnal nasional untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait isu ini. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa informed consent bukan hanya prosedural, tetapi merupakan komponen etis dan legal dalam menjaga otonomi dan hak individu. Temuan penting mencakup kebutuhan penyesuaian bahasa dan pendekatan dalam konseling anak, serta pentingnya dokumentasi untuk perlindungan hukum konselor. Kesimpulan menunjukkan bahwa praktik informed consent perlu dilakukan secara menyeluruh dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas praktik konseling, khususnya yang melibatkan kelompok usia rentan.
SOSIALISASI ETIKA KONSELING: MENJAGA KERAHASIAAN DAN PRIVASI KLIEN DI ERA DIGITAL Utami, Chadiza Auliana; Agustina , Sintia; Nasution , Tania May Sabrina; Humairoh , Sofi Mayla
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v3i3.505

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tentang prinsip kerahasiaan dan privasi dalam praktik konseling melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur. Dalam praktik konseling, menjaga kerahasiaan dan menghormati privasi klien merupakan aspek etis yang fundamental, yang menjadi landasan utama dalam membangun kepercayaan antara konselor dan klien. Penelitian ini menyoroti empat hasil utama. Pertama, prinsip kerahasiaan (confidentiality) diidentifikasi sebagai kewajiban moral dan profesional seorang konselor untuk tidak mengungkapkan informasi yang diperoleh dari klien tanpa izin eksplisit, kecuali dalam kondisi tertentu. Kedua, batasan-batasan kerahasiaan seperti kewajiban melapor ketika ada ancaman terhadap keselamatan diri klien atau orang lain, pengakuan akan tindakan kriminal, serta perintah pengadilan menjadi pertimbangan etis yang harus dipahami secara komprehensif oleh praktisi konseling. Ketiga, privasi dan perlindungan informasi klien menjadi penting dalam konteks hukum dan profesional, di mana konselor wajib menyimpan data dan catatan konseling secara aman, serta tidak menyebarluaskan informasi tanpa persetujuan tertulis dari klien. Keempat, isu kerahasiaan dalam konteks konseling keluarga menimbulkan tantangan tersendiri karena melibatkan lebih dari satu pihak, sehingga konselor harus mampu menetapkan batasan komunikasi dan kerahasiaan di antara anggota keluarga yang terlibat. Studi ini menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan dan privasi dapat merusak hubungan terapeutik dan menurunkan efektivitas proses konseling. Oleh karena itu, konselor dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam mengenai etika profesi, undang-undang yang berlaku, serta ketrampilan interpersonal dalam menangani isu-isu terkait kerahasiaan dan privasi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan penguatan kode etik profesi bagi para konselor, guna menjamin bahwa nilai-nilai dasar privasi dan kerahasiaan tetap terjaga dalam setiap praktik konseling.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: ANALISIS KONSEP MELTING POT, SALAD BOWL, DAN CANDY BOWL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS SISWA Habiburrozzaq, Muhammad; Yunita , Naisha; Taufiqurrahman
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v3i3.506

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tiga teori utama dalam pendidikan multikultural, yaitu melting pot, salad bowl, dan candy bowl, serta relevansinya dalam konteks pendidikan di Indonesia. Tujuan utamanya adalah memahami bagaimana masing-masing pendekatan dapat membentuk karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dan menghargai perbedaan budaya. Metode penulisan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka. Penulis menganalisis berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mengeksplorasi teori serta praktik pendidikan multikultural secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa model melting pot cenderung menekankan asimilasi budaya dan kurang cocok diterapkan di Indonesia yang sangat plural. Sebaliknya, model salad bowl dan candy bowl lebih kontekstual karena menghargai keberagaman dan mendukung integrasi tanpa menghilangkan identitas budaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan multikultural di Indonesia sebaiknya mengadopsi pendekatan inklusif seperti salad bowl dan candy bowl, guna menciptakan ruang pembelajaran yang adil, harmonis, dan demokratis. Pendekatan tersebut mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus membangun semangat persatuan dalam keberagaman, yang sangat dibutuhkan dalam pendidikan abad ke-21.
EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: MEMIKIRKAN KEMBALI KONSTRUKSI PENGETAHUAN DALAM MASYARAKAT PLURALISTIK Lubis, Mutiara Raihan Daniyah; Reyhan Halanhar; Annisa, Sapna
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v3i3.507

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji epistemologi pendidikan multikultural sebagai kerangka konseptual untuk memahami konstruksi pengetahuan dalam masyarakat pluralistik. Melalui pendekatan kajian literatur yang sistematis, penelitian ini membahas konsep dasar pendidikan, fungsi pendidikan dalam konteks keragaman budaya, prinsip dan tujuan pendidikan nasional, serta implementasi pendidikan multikultural dalam membangun harmoni sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap toleransi, keterbukaan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Pendidikan multikultural tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi strategi preventif dalam mencegah konflik sosial. Implementasi sistematis pendidikan multikultural dalam kurikulum nasional dinilai krusial untuk membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan harmonis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan epistemologi pendidikan yang sensitif terhadap keberagaman sebagai upaya membentuk konstruksi pengetahuan yang relevan dengan tantangan global masa kini.
INTEGRASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: STRATEGI MEMBANGUN MASYARAKAT INKLUSIF DAN TOLERAN Fazira, Widya; Wilda Afriani Batubara; Anwar Saputra Siregar
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v4i3.509

Abstract

Pendidikan multikultural menjadi suatu keniscayaan dalam konteks kebinekaan masyarakat Indonesia yang plural dan heterogen. Sistem pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara implisit memberikan ruang untuk penerapan pendidikan multikultural. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan multikultural diposisikan dalam sistem pendidikan nasional, serta mengidentifikasi problematika dan potensi pengembangannya. Metode yang digunakan dalam penulisan Tulisan ini adalah studi literatur (library research) dengan menganalisis dokumen perundang-undangan, artikel ilmiah, dan sumber-sumber tertulis lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural belum sepenuhnya terintegrasi secara sistemik, meskipun secara normatif telah mendapatkan legitimasi. Terdapat tantangan seperti intoleransi, diskriminasi, dan kurangnya pelatihan guru dalam perspektif multikultural. Kesimpulan Tulisan ini menekankan pentingnya strategi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengembangkan pendidikan multikultural yang kontekstual dengan kebutuhan Indonesia.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI OPSI PENANGGULANGAN RADIKALISME jihan khairunnisa; Virgie Alminayu; Nursyam Fatimah
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v4i3.510

Abstract

Kemajemukan budaya (multikultur) adalah realitas bangsa Indonesia yang harus disikapi secara bijak. Sifat dasar dari kemajemukan adalah adanya potensi integratif dan potensi disintegratif. Kajian ini merupakan upaya untuk menganalisis dua di antara sejumlah isu yang berkaitan dengan multikulturalisme yaitu agama dan etnisitas dan kaitannya dengan radikalisme. Sejumlah kasus konflik di Indonesia, demikian pula di beberapa negara lain, menunjukkan bahwa keragaman agama dan keragaman etnik memiliki potensi disintegratif dan sering kali muncul dalam bentuk tindakan radikal. Didasarkan kepada masalah di atas, kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah radikalisme yang dilatarbelakangi oleh paham keagamaan yang eksklusif dan sentimen etnik (etnisisme). Agama dipahami oleh pemeluknya sebagai suatu kebenaran tunggal dan dijadikan acuan untuk menilai agama orang lain. Kedua faktor ini merupakan cikal bakal munculnya radikalisme di Indonesia dan di beberapa negara lain. Dalam kajian ini peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research method) dengan mengkaji referensi-referensi ilmiah berupa buku, jurnal-jurnal, dan dokumen-dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa radikalisme dimulai dari pemahaman eksklusif atas doktrin-doktrin agama dan sentimen etnik (etnisisme) yang membentuk sikap dan tindakan radikal. Karena sifatnya yang demikian, maka radikalisme dapat dicegah, salah satunya dengan membangun kontra narasi radikalisme melalui pendidikan multikultural.
PERAN AGAMA DALAM MEMBANGUN KESADARAN MULTIKULTURAL: STUDI TENTANG DIALOG ANTARBUDAYA DI ERA GLOBALISASI Wilda Febi Khairani Hasibuan; Khairul Hafidza; Abriliansyah
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v4i3.511

Abstract

Tulisan ini mengkaji hubungan agama dan multikulturalisme dalam masyarakat beragam, dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Agama berperan sebagai sumber nilai perdamaian sekaligus potensi konflik. Temuan menunjukkan bahwa dialog lintas agama, pendidikan inklusif, dan kebijakan keberagaman menjadi kunci harmoni sosial. Peran aktif lembaga keagamaan dan pendidikan multikultural penting dalam membentuk identitas, nilai, serta interaksi sosial yang damai. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan sosial yang adil dan berkelanjutan.
MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: SEBUAH KAJIAN KONSEPTUAL Matius Ocon Ginting; Anwar Saputra Siregar; Idamayanti Pohan
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v4i3.512

Abstract

Pendekatan terhadap moderasi beragama memberikan penekanan yang kuat pada keadilan, keseimbangan, dan toleransi dalam kehidupan beragama. Moderasi beragama sangat penting untuk membina kohesi sosial dan mencegah masalah yang ditimbulkan oleh radikalisme dan ekstremisme di era globalisasi yang ditandai dengan keragaman budaya dan agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki definisi, prinsip, dan dasar-dasar moderasi beragama dalam pandangan beberapa tradisi keagamaan. Tulisan ini menekankan pentingnya moderasi sebagai prinsip universal yang diakui oleh semua agama, terlepas dari ekspresi praktisnya yang beragam, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan survei literatur. Menurut penelitian ini, moderasi agama menunjukkan penghormatan terhadap keragaman dan menumbuhkan pemahaman antar agama selain didasarkan pada cita-cita keadilan dan keseimbangan. Pemahaman yang menyeluruh tentang gagasan ini akan memungkinkan masyarakat untuk menggunakan prinsip-prinsip moderasi untuk membangun masyarakat yang lebih damai dan inklusif. Menurut temuan studi ini, moderasi beragama merupakan pilar penting untuk menjaga kehidupan sosial yang damai dalam menghadapi keragaman serta taktik untuk menangani perbedaan.
MERAYAKAN KEBERAGAMAN: STRATEGI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH Enggan Primus Siregar; Raihan Daniyah Lubis; Holida Yanti; Sabbah Niarni Panjaitan
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v4i3.513

Abstract

Keberagaman merupakan realitas yang tak terelakkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, pendidikan multikultural memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman, toleransi, dan kerja sama di tengah berbagai perbedaan. Artikel ini membahas tiga aspek utama: pertama, pentingnya pendidikan multikultural dalam melawan kemiskinan dengan memberdayakan individu melalui pengetahuan dan keterampilan lintas budaya; kedua, penerapan manajemen pendidikan berbasis multikultural untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif; dan ketiga, peran madrasah sebagai institusi pengembangan budaya yang berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai keberagaman. Penulisan ini menggunakan metode kajian literatur dengan menganalisis sumber-sumber terpercaya yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan multikultural dalam pendidikan dapat menjadi alat yang efektif untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat harmoni sosial. Kesimpulannya, penerapan pendidikan multikultural di berbagai institusi pendidikan adalah langkah esensial menuju masyarakat yang lebih adil dan harmonis.

Page 9 of 11 | Total Record : 109