cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gamail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
pendalasabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan Dusun Caru, Desa Pendem, Kec. Junrejo, Kode Pos 65321, Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28077334     DOI : https://doi.org/10.47006/pendalas
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat (ISSN: Proses; E-ISSN:2807-7334) adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari, May, September.
Articles 109 Documents
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN BUDAYA SEKOLAH: STUDI KASUS PADA SEKOLAH DASAR BERBASIS KEAGAMAAN DI INDONESIA Hendra
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i1.163

Abstract

Abstrak: Manajemen pendidikan merupakan salah satu komponen paling krusial dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. Kajian mendalam terhadap bidang ini diperlukan sebagai dasar pengembangan praktik pengelolaan pendidikan yang efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep-konsep utama dalam manajemen pendidikan di Indonesia, terutama dalam konteks reformasi pendidikan berbasis desentralisasi. Sejak diberlakukannya desentralisasi pada awal abad ke-21, perubahan signifikan terjadi dalam tata kelola pendidikan, mulai dari peran institusi sekolah hingga keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa terdapat empat konsep fundamental dalam manajemen pendidikan Indonesia, yaitu: (1) manajemen pendidikan sebagai proses pengelolaan sumber daya pendidikan secara terpadu; (2) manajemen pendidikan sebagai turunan dari disiplin ilmu manajemen yang diadaptasikan dalam konteks pendidikan; (3) penerapan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam seluruh aspek pengelolaan satuan pendidikan; serta (4) manajemen pendidikan berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dengan memahami keempat konsep ini, praktik manajemen pendidikan di Indonesia diharapkan semakin adaptif dan mampu menjawab tantangan pembangunan pendidikan di era globalisasi.
INTEGRASI ULUMUL QUR’AN DAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN EKOLOGIS SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI BINJAI Nurcahyati Sinulingga, Neng; Dalimunthe, Amsal Qori; Tanjung, Faisal Amri; Aulia, Wirda; Dasriyansyah
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i1.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Ulumul Qur’an dan pendidikan lingkungan dalam meningkatkan kesadaran ekologis siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binjai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan siswa dan guru secara aktif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai Ulumul Qur’an, seperti menjaga keseimbangan alam, menjadi dasar kuat dalam membentuk kesadaran ekologis siswa sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan kampanye ramah lingkungan, yang berhasil meningkatkan kepedulian siswa terhadap kelestarian lingkungan. Dampaknya terlihat dalam perubahan sikap dan perilaku siswa yang lebih peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Qur’ani dengan pendidikan lingkungan dapat menjadi pendekatan efektif untuk membentuk generasi yang bertanggung jawab secara moral dan ekologis.
KONSEP MANUSIA DALAM ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA Syafitri, Nabila; Yunar, Elvira; Salsabila, Calila; Wibowo, Pradipta Rizky; Khumaira, Syafira; Ramadhani, Azahra Ayu
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i1.423

Abstract

Abstrak: Krisis moral dan degradasi karakter pada generasi muda di Indonesia menunjukkan pentingnya penguatan kembali nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan. Islam memiliki konsep manusia yang komprehensif, meliputi dimensi jasmani, akal, ruhani, dan moral yang dapat menjadi dasar pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep manusia menurut Islam serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pengembangan pendidikan karakter di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui telaah kritis terhadap Al-Qur’an, Hadis, dan pemikiran tokoh Islam, serta hasil penelitian relevan mengenai pendidikan karakter. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengkategorikan gagasan pokok dan menemukan integrasi antara antropologi Islam dan praktik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia dalam Islam memiliki tiga identitas utama: sebagai hamba Tuhan, sebagai khalifah di bumi, dan sebagai makhluk berakal yang memiliki tanggung jawab moral. Dengan memahami hakikat tersebut, pendidikan karakter dapat dirancang untuk membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu menjawab tantangan kehidupan modern. Penelitian ini berkontribusi menawarkan landasan konsep humanisme Islam sebagai orientasi baru dalam pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.
HUBUNGAN KONSELOR DAN KLIEN: DUAL RELATIONSHIPS, CONFLICT OF INTEREST, SERTA TRANSFERENSI DAN KONTRA TRANSFERENSI DALAM PERSPEKTIF ETIKA Rahma, Qisti Aqila; Rozzaq, Bima Khairur; Aulia, Rahmi; Lubis, Siti Khairuna Salwa
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i1.631

Abstract

Abstrak: Hubungan antara konselor dan klien merupakan fondasi penting dalam proses konseling yang etis dan profesional. Namun, dinamika hubungan ini kerap menghadapi tantangan seperti dual relationships, conflict of interest, serta fenomena transferensi dan kontra transferensi. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji isu-isu tersebut dari perspektif etika profesi konselor. Metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkait psikologi, etika konseling, dan pedoman praktik profesi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan konselor dalam hubungan ganda (dual relationships) atau kepentingan pribadi dapat mengaburkan batas profesional dan membahayakan proses konseling. Selain itu, transferensi dari klien maupun kontra transferensi dari konselor harus dikenali dan ditangani secara etis agar tidak mengganggu objektivitas dan keefektifan konseling. Kesimpulan dari makalah ini menegaskan pentingnya kesadaran etis dan pengawasan profesional dalam menjaga kemurnian relasi konselor dan klien. Dengan demikian, hubungan yang terjalin tetap berada dalam batas yang sehat dan profesional.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN RESILIENSI BUDAYA LOKAL: STRATEGI PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM MENJAWAB TANTANGAN GLOBALISASI DI MASYARAKAT KARO Yanti, Holida; Auliya, Wirda; Panjaitan, Sabbah Niarni
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i1.632

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikultural merupakan pendekatan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di tengah masyarakat yang semakin beragam. Artikel ini membahas tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan multikultural, seperti prasangka sosial, kurikulum yang kurang inklusif, keterbatasan kompetensi guru, dan ketimpangan sosial-ekonomi. Di sisi lain, artikel ini juga menawarkan strategi-solusi untuk mengatasi hambatan tersebut, antara lain melalui penguatan kurikulum, pelatihan guru, penciptaan budaya sekolah yang terbuka, serta keterlibatan masyarakat. Pendidikan multikultural diharapkan mampu menjadi pondasi dalam membentuk generasi yang toleran, adil, dan menghargai perbedaan. Melalui komitmen semua pihak, pendidikan multikultural dapat menjawab tantangan keberagaman sekaligus memperkuat integrasi sosial.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RELIGIUS BERBASIS MANAJEMEN PEMBINAAN DAN TRAINING CENTER BAKAT SENI KEAGAMAAN PADA LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QURAN (LPTQ) DESA LADANG PERIS Salman Hasani; Rofiazka Fahmi Huda; Muhammad Sobri; Helmun Jamil; Sahrizal Vahlepi; Warissuddin Soleh
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i3.614

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat religius melalui penguatan manajemen pembinaan bakat seni keagamaan pada Lembaga Tilawatil Qur’an (LPTQ) Desa Ladang Peris, Kabupaten Batanghari, Jambi. LPTQ sebagai lembaga pembinaan seni keislaman masih menghadapi tantangan berupa lemahnya manajemen kelembagaan, keterbatasan sarana, minimnya kompetensi pelatih, serta rendahnya keterlibatan generasi muda. Untuk menjawab persoalan tersebut, metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup pelatihan manajemen organisasi keagamaan, penyusunan panduan operasional standar, peningkatan kapasitas pelatih melalui workshop metodologi dan media kreatif, fasilitasi sarana pelatihan, pengembangan sistem dokumentasi digital, serta promosi melalui media sosial dan website resmi LPTQ. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada sistem kelembagaan LPTQ yang lebih terstruktur, tersedianya sarana pelatihan sederhana, peningkatan kompetensi pelatih lokal, serta keterlibatan generasi muda melalui program berbasis minat dan bakat seperti tilawah, nasyid, dan kaligrafi digital. Selain itu, sistem dokumentasi digital dan media promosi online memperkuat transparansi, jejaring, dan citra kelembagaan. Program ini berkontribusi pada terbentuknya Training Center seni keagamaan sebagai pusat kaderisasi dan pembinaan berkelanjutan, serta mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam bidang pendidikan, budaya religius, dan kemitraan.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BINA TARUNA 1 MEDAN: STUDI FENOMENOLOGI Yusri, Dairina; Saputra, Indra; Suari, Oppie Dini; Taqwa, Mutiara
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i3.633

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang internalisasi nilai-nilai moderasi beragama pada pembelajaran PAI di SMK Bina Taruna 1 Medan. Moderasi sangat penting diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari untuk menjunjung tinggi persatuan, kemaslahatan, kebaikan dan perdamaian dunia. Salah satu upaya dalam membentuk moderasi beragama dapat diaplikasikan melalui pendidikan yakni memasukan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan respoden penelitian ini ditujukan kepada guru PAI dan siswa SMK Bina Taruna 1 Medan. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pelaksanaan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di SMK Bina Taruna 1 Medan yang dikembangkan melalui pembelajaran PAI, pada saat mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) berlangsung, siswa yang memeluk agama kristren, katholik dan hindu akan di arahkan menuju perpustakaan/kelas kosong untuk menerima pelajaran agama sesuai agama yang dianutnya. Kemudian nilai-nilai moderasi beragama dapat diaplikasikan melalui pembinaan keagamaan seperti sholat dzuhur dan sholat jum’at berjama’ah di masjid sekolah, pembiasaan tadarus al-qur’an sebelum memulai pelajaran pertama, pembinaan Rohis, dan Liqo’/ta’lim didampingi oleh pemateri dari luar.
DINAMIKA INTERAKSI GURU DAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN IMAN DAN TAKWA SISWA DI MIS PEMBANGUNAN II DARAT HULU : STUDI FENOMENOLOGIS Halomoan, Abdul; Rachman, Abdul; Armada, Ari; Fajar, Muhammad
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i2.634

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika interaksi antara guru dan orang tua dalam pembinaan iman dan takwa (IMTAK) siswa di MIS Pembangunan II Darat Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, yang berfokus pada pengalaman langsung para guru dan orang tua dalam menjalankan komunikasi dan kerja sama pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan keagamaan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara guru dan orang tua memiliki dinamika yang kompleks dan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu (1) kesamaan visi religius antara sekolah dan keluarga, (2) intensitas komunikasi interpersonal yang bersifat terbuka dan dua arah, dan (3) keterlibatan emosional orang tua dalam kegiatan keagamaan siswa. Namun demikian, ditemukan pula beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu orang tua, perbedaan pola asuh, dan minimnya media komunikasi digital yang terkelola dengan baik. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan IMTAK yang efektif memerlukan sinergi antara guru dan orang tua yang berlandaskan nilai spiritual, etika komunikasi, serta komitmen kolektif terhadap pembentukan karakter religius anak. Kata Kunci: Interaksi Guru-Orang Tua, Pembinaan Iman dan Takwa, Pendidikan Islam, Studi Fenomenologis
INTEGRASI PENDIDIKAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI RA AR-RUM MEDAN MARELAN Syahindra, Ok. M. Daniel; Rosmiyanti; Aisyah, Siti; Mariska
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i2.635

Abstract

Abstrak: Pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada pengembangan aspek kognitif, tetapi juga mencakup dimensi emosional, spiritual, dan sosial sebagai landasan pembentukan karakter anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana integrasi pendidikan emosional dan spiritual dapat mengembangkan kecerdasan sosial anak usia dini di RA Ar Rum Medan Marelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan emosional dan spiritual diintegrasikan melalui kegiatan harian seperti pembiasaan doa, bercerita nilai-nilai moral, dan pengelolaan emosi anak dalam aktivitas bermain. Integrasi tersebut terbukti meningkatkan empati, kerjasama, serta kemampuan anak dalam mengatur perilaku sosialnya. Dengan demikian, pendidikan emosional dan spiritual berperan penting dalam menumbuhkan kecerdasan sosial anak secara holistik.
MENUMBUHKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS PANCASILA DI SEKOLAH DASAR AMAL Sitorus, Syahrul; Syahputra, Dicky Kurniawan; Nasri, Ibnu Putra Makhtum
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v5i3.636

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya penumbuhan moderasi beragama melalui integrasi pendidikan Islam berbasis Pancasila di Sekolah Dasar Amal Luhur Medan. Moderasi beragama merupakan pendekatan keagamaan yang menekankan keseimbangan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dalam konteks pendidikan dasar, nilai-nilai moderasi perlu ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki karakter religius yang sejalan dengan semangat kebangsaan dan kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan peserta didik di SD Amal Luhur Medan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama di SD Amal Luhur Medan ditumbuhkan melalui tiga bentuk integrasi utama. Pertama, integrasi dalam kurikulum dan pembelajaran PAI, dengan mengaitkan ajaran Islam pada nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan bangsa. Kedua, integrasi melalui kegiatan non-kurikuler dan pembiasaan karakter, seperti doa bersama, Jumat Sedekah, dan literasi Pancasila, yang membentuk perilaku sosial-religius siswa. Ketiga, integrasi melalui keteladanan dan budaya sekolah, di mana guru dan kepala sekolah berperan sebagai figur moderat yang menanamkan nilai toleransi dan cinta tanah air.

Page 10 of 11 | Total Record : 109