cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+628123970292
Journal Mail Official
igel_journal@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Jalan Nusa Indah, Banjar Abiankapas Tengah, Denpasar, Bali, 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Igel: Journal of Dance
ISSN : -     EISSN : 28023245     DOI : https://doi.org/10.59997/journalofdance
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal IGEL : Journal Of Dance memiliki makna kolaboratif berbagai elemen serta usaha kerja keras dalam membangun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tari secara luas, baik dalam matra lokal, regional, nasional maupun global.
Articles 173 Documents
Ki Mina Ayung Susana, I Ketut Ari; Suteja, I Kt.; Adnyana, Anak Agung Ketut Oka
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.132 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1876

Abstract

Sumber kreatif berasal dari Purana Bendesa Gerih, Kecamatan Abiansemal, Badung. DalamPurana Bendesa Gerih terdapat kisah tentang Ki Jagul Tua, merupakan raja wongsamar dengan wujud ikan jeleg putih (ikan gabus putih), yang memiliki kesaktian bernama mustika maniksekecapatausinonim dari kepala ikan jeleg putih yang dapat memenuhi segala keinginan. Ki Jagul Tua yang hidup di Sungai Ayung memiliki makna bagi kehidupan manusia untuk melestarikan keberadaan sungai beserta isinya.Berarti kaitan Purana Bendesa Gerih dengan sungai ayung tujuannya melestarikan keberadaan sungai, namun pada kehidupan sekarang ini, sungai ayung banyak yang membuang sampah sembarangan, meracuni ikan, dan pencemaran limbah pabrik. Fenomena alam ini perlu mendapat perhatian dari kehidupan masyarakat jaman sekarang, karena sungai merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk yang memerlukan air. Maka dari itu, pencipta berkeinginan untuk menuangkan inspirasi tersebut ke dalam sebuah karya tari kontemporer berjudul Ki Mina Ayung. Pada proses penciptaan karya ini penata bekerjasama dengan mitra kerja Sanggar Seni Pancer Langiit dalam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, dengan mengambil bentuk pembelajaran studi/proyek independen. Penciptaan karya Ki Mina Ayung menggunakan metode Anggripta Sasolahan yang terdiri dari ngarancana(eksplorasi), nuasen(upacar mengawali penciptaan), makalin(improvisasi), nelesin (pembentukan), dan ngebah(pertunjukan perdana untuk evaluasi karya).Teori yang digunakan dalam penciptaan ini adalah teori Imaji dan Imajinasi yang menunjang daya imajinasi penata dalam memunculkan gambaran mental seputar konsep karya. Karya Tari Ki Mina Ayung adalah karya tari berbentuk kontemporer yang ditarikan oleh tujuh orang penari. Tari ini dikemas secara dramatik dan menggunakan gerak-gerak simbolik sebagai implementasi imajinasi penata. Tata rias yang digunakan adalah tata rias fantasi dengan tata busana yang dikembangkan. Harapan penata dengan terciptanya karya ini adalah dapat mengenalkan kisah lokal tradisi kemasyarakat, guna meningkatkan kreativitas berkarya lewat kisah-kisah lokal.   Kata kunci : Ki Jagul Tua, Purana Bendesa Gerih, Kontemporer, Proses Penciptaan
Karya Tari Virtual Njek-njek Ti Yasa, I Komang Manik Juliartana; Suandewi, Gusti Ayu Ketut; Widnyana, Kompiang Gede
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.638 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1877

Abstract

Karya tari Njek-njek Ti merupakan sebuah karya tari berwujud kontemporer yang disajikan secara virtual.Penyajian karya tari virtual ini mengkolaborasikan antara teknik pengolahan gerak (koreografi) dan teknikpengambilan gambar (sinematografi). Karya tari ini terinspirasi dari esensi gerak kaki pada permainantradisional Donal Bebek, sehingga pengembangan gerak yang digunakan bersumber dari gerak menyerang danmenghindar yang ada pada permainan Donal Bebek. Pada proses perwujudannya, pencipta menggunakanmetode yang dikemukakan oleh Alma Hawkins. Metode ini meliputi tiga tahapan yaitu tahap penjajagan(eksplorasi), tahap percobaan (improvisasi), dan tahap pembentukan (forming). Tari Njek-njek Ti merupakantari kontemporer yang ditarikan oleh enam orang penari putra dan lima orang penari putri. Karya tari inimenggunakan teknik MIDI pada FL Studio 20 sebagai iringan tari dengan durasi 15 menit. Selanjutnya, tari inimenggunakan kostum bergaya kasual yakni penggunaan baju kaos polos berwarna pastel, celana pendekberbahan tight, dan dilengkapi kaos kaki berwarna hitam. Penciptaan karya tari Njek-njek Ti diharapkan mampumemberikan pemahaman bahwa sebuah karya seni yang berbasis seni dan budaya dapat dikolaborasikan denganpemanfaatan teknologi modern masa kini.Kata kunci: Njek-njek Ti, Donal Bebek, Virtual
Tari Kreasi Ghni Petak Wiguna, I Made Adhi; Sariada, I Ketut; Negara, I Gede Oka Surya
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1920.958 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1878

Abstract

Purana Pura Dalem Ped Nusa Penida mengisahkan tentang kesaktian dan kekuasaan dari seorang raja bernama Dalem Dukut yang memiliki api putih api putih atau Ghni Petak dalam dirinya. Makna dari cerita ini adalah perwujudan nyata dari kesaktian Gnhi Petak yakni berupa wong samar. Fenomena cerita ini sangat unik dan menarik untuk dituangkan ke dalam bentuk tari kreasi baru, karena pada dasarnya seorang pemimpin yang berkuasa seperti Dalem Dukut bukanlah apa-apa tanpa adanya dukungan berupa kekuatan yang besar dari para rencangnya (wong samar). Berangkat dari hal tersebut, maka diciptakanlah tarian kreasi baru berjudul Ghni Petak.Proses penciptaan karya tari Ghni Petak, menggunakan metode penciptaan Mencipta Lewat Tari oleh Y. Sumandiyo Hadi yang menjelaskan tentang penjajagan, percobaan dan pembentukan. Untuk memperkuat dan memperjelas hasil karya ciptaan ini digunakan teori imajinasi, yaitu mengimajinasikan karakter Dalem Dukut dengan kekuatannya yang luar biasa sesuai dengan interpretasi pencipta namun tetap berpedoman pada purana yang digunakan sebagai sumber kreatif. Karya tari. Ghni Petak adalah sebuah karya tari kreasi yang menginterpretasikan tentang kesaktian dari seorang raja bergelar Dalem Dukut yang memiliki kesaktian Ghni Petak atau api putih dalam dirinya dan apabila diwujudkan secara nyata berupa wong samar. Karya tari Ghni Petak ditarikan oleh tujuh orang penari putra dan diiringi dengan perpaduan instrumen Gong Kebyar dan Semara Pagulingan menggunakan style babonangan. Kata kunci : Ghni Petak, kesaktian, wong samar
Tari Cakrângga, Mengkaitkan Bentuk Chakrasana Dengan Cakra Manggilingan Ke Tari Kontemporer Wahyuni, Ni Komang Sri; Kustiyanti, Dyah; Suartini, Ni Wayan
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.535 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1880

Abstract

Karya Tari Cakrângga merupakan karya tari kontemporer dengan tipe tari studi gerak dan berawal dari pengalaman pribadi pencipta pada tahun 2018. Karya tari ini memfokuskan pada bentuk dari Chakrasana dengan istilah lain disebut dengan kayang, bentuk lengkungan tersebut dikembangkan oleh pencipta dengan kreativitas dan imajinasinya. Terbentuknya karya tari ini dalam kurikulum baru yakni MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdeka) yang bekerja sama dengan Mitra Bumi Bajra Sandhi. Proses penciptaan karya tari menggunakan metode konstruksi Jacqueline Smith, yang terdiri dari lima metode konstruksi yaitu metode konstruksi I sampai dengan metode konstruksi V, berbentuk karya kelompok berjumlah lima orang penari, yaitu tiga penari pria dan dua penari wanita dengan durasi karya kurang lebih 11 menit. Bentuk gerak pada chakrasana yang merupakan bahan yang dijadikan konsep pada karya tari ini, difokuskan pada bentuk dari lengkungan yang dihasilkan oleh pencipta, merupakan tantangan dalam bereksperimen mengunakan tubuh manusia sebagai medianya. Fleksibelitas, ketuntasan dalam bergerak menjadi basic pada karya ini, sehingga terbentuk suatu karya tari yang bernuansa kebaharuan. Harapan dari pencipta melalui karya ini agar dapat dijadikan inspirasi dan panutan bagi generasi muda di dalam berkesenian.    
Tari Legong Suddhamala Di Sanggar Semara Ratih Ubud Lestari, Ni Nyoman Gek Ayu Indah; Ruspawati, Ida Ayu Wimba; Suminto, Suminto
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.526 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1881

Abstract

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan program belajar di luar program studi kurikulum baru yang dibuat oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Nadiem makarim) diterapkan pada 24 Januari 2020 guna untuk mencetak lulusan yang unggul dan menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Tari Legong Suddhamala merupakan tari hiburan yang diciptakan oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST., MA. pada tahun 2012 dengan musik iringan yakni gamelan Semarandana yang diciptakan oleh I Ketut Cater, S.Sn. Legong adalah tari klasik Bali yang memiliki perbendaharaan gerak yang sangat kompleks. Sedangkan Suddhamala adalah kata dalam Bahasa Sanskerta yang mengandung arti penyucian atau peleburan. Tari Legong Suddhamala memiliki keunikannya tersendiri yakni memiliki gerakan yang murni dari tarian legong dan mengangkat sebuah kisah dari cerita Kunti Sraya mengenai pengeruwatan (penyucian). Dengan menggunakan metode kualitatif, maka akan mengacu pada teori estetika dan teori kontekstual. Dari hasil analisis data dan hasil temuan menunjukan struktur pertunjukan dalam membuat karya, sehingga terwujud suatu karya yang dihasilkan melalui proses penelitian.    Kata Kunci : Semara Ratih, Legong Suddhamala, Penyucian
Tari Bebotoh Dari Karakter Seorang Pejudi Sabung Ayam Dalam Bentuk Tari Rakyat Widnyana, Putu Widia; Padmini, Tjok Istri Putra; Wahyuni, Ni Komang Sri
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.567 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1882

Abstract

Tari Bebotoh adalah karya tari kerakyatan yang mengambil tema kehidupan sosial yang terinspirasi dari karakter seorang pejudi sabung ayam, dengan karakter tegas dan selalu ingin kemenangan. Penata tertarik untuk mengangkat karakter bebotoh. Karya tari ini ditarikan oleh tujuh orang penari putra dengan postur tubuh yang tidak sama. Tujuan penciptaan karya tari ini adalah untuk mengingatkan semua orang agar tidak menjadi seorang bebotoh yang dikenal sebagai penjudi sabung ayam. Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan karya ini menggunakan metode Alma M. Hawkins yang mencakup penjajagan, percobaan, pembentukan, karena metode tersebut lebih mudah penata pahami untuk digunakan sebagai metode dalam penciptaan karya seni. Karya tari ini menggunakan tata rias wajah dan busana berupa celana hitam, baju hitam, kamen prada, sabuk pinggang, udeng prada yang ditata sesederhana mungkin. Diharapkan karya tari ini menjadi sebuah karya seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari semua golongan dan mampu memberikan pesan di dalam sebuah perjudian itu tidak baik.   Kata kunci : Bebotoh, kerakyatan, karya tari, tradisi
Strategi Pembelajaran Gerak Dasar Tari Bali Untuk Anak-Anak di Sanggar Tari Warini Govardhana, Komang Ojas; Ruastiti, Ni Made; Kasih, Ni Nyoman
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.794 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1885

Abstract

Tujuan Penelitian ini dilakukan adalah untuk dapat memahami dan menjelaskan Strategi Pembelajaran Gerak Dasar Tari Bali untuk Anak-anak di Sanggar Tari Warini. Penelitian ini dilakukan karena dilatari oleh seringnya Sanggar Tari Warini menyabet juara dalam lomba-lomba tari Bali, padahal di Bali banyak terdapat kursus-kursus tari serupa yang tersebar di Bali.  Pertanyaannya adalah: (1) bagaimanakah strategi pembelajaran gerak dasar tari Bali yang dilakukan di Sanggar Tari Warini sehingga anak didiknya terus mendapatkan juara?; (2) metode apa yang digunakan oleh Ibu Arini?; (3) apa dampak dari proses pembelajaran gerak dasar tari Bali bagi anak-anak yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode Kualitatif digunakan untuk mengkaji strategi pembelajaran. Dampaknya dikaji dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Sanggar Tari Warini suskes mendidik anak-anaknya menjadi penari andal karena sanggar tersebut menggunakan strategi pembelajaran pedagogi, heutagogi dan imitasi; (2) Untuk menghasilkan lulusan yang handal, Sanggar Tari Warini mengimplementasikan gerak-gerak dasar tari Bali dengan menggunakan tahapan pembelajaran Gerak Dasar Tari Bali I, Gerak Dasar Tari Bali II dan Gerak Dasar Tari Bali Putra; (3) penerapan Gerak Dasar Tari Bali yang dilakukan secara bertahap tersebut berdampak pada mantapnya penguasaan gerak dasar tari Bali dan tingginya rasa percaya diri anak-anak yang belajar di Sanggar Tari Warini untuk menari.   Kata Kunci :Strategi, Pembelajaran, Gerak Dasar Tari Bali, Anak-Anak, Sanggar Tari Warini
SOLAH PURUS Gunawan, I Kadek Adi; Sudibya, I Gusti Ngurah; Sulistyani, Sulistyani
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.655 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1886

Abstract

Tari Solah Purus adalah karya tari kontemporer mengambil tema kesuburan yang sumber kreatifnya dari peristiwa budaya yaitu Sanghyang Enjo-Enjo.Sanghyang Enjo-Enjo merupakan wujud keyakinan masyarakat yang mempunyai makna kesuburan, menggunakan alat vital laki-laki sebagai simbol. Sanghyang Enjo-Enjo ini memiliki keunikan yaitu dari segi wujud dibuat dari ilalang (ambengan) Berbentuk sosok laki-laki (purusa), yang memegang simbol kesuburan laki-laki dan symbol kesuburan tersebut bisa digerakan dengan cara tarik-ulur serta dari segi penyajian yang ada lima yaitu didorong, ditarik, diangkat, dibanting, dan diputar. pencipta tertarik mengangkat prosesi, bentuk penyajian dan makna dari peristiwa budaya tersebut. Karya tari Solah Purus ini ditarikan oleh Sembilan penari putra dengan postur tubuh yang sama. Metode penciptaan yang digunakan dalam karya tari Solah PurusiniadalahmetodeMencipta LewattariolehY.sumandiyoHadi yangmencakup tahap penjajagan, tahap percobaan dan tahap pembentukan. Karya tari Solah Purus ini menggunakan tata rias wajah dan busana berupa baju dan celana menjadi satu dengan variasi kain rangrang khas Nusa Penida, gelang kana, gelang lengan, deker kaki, gelang kaki, jestring, kancut purus dan sabuk pinggang. Iringan yang digunakan dalam karya tari Solah Purus ini adalah beberapan instrumen gamelan Semar Pegulingan yaitu Riong, Kajar, Jegog, Jublag, Gong, Gentorang serta menggunakan vokal pada bagian opening dan Ending. Karya tari kontemporer Solah Purus dipentaskan di panggung proscenium Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia Denpasar. Tujuan penciptaan karya ini yaitu untuk memberikan pesan moral bahwa janganlah menyia-nyiakan kesuburan karena kesuburan dibutuhkan setiap manusia dan mewujudkan karya tari baru berbasis kearifan lokal. Hal ini dilatari karena banyaknya kini generasi muda tidak mengenali kearifan lokal budaya mereka sendiri, padahal peristiwa budaya tersebut mengandung nilai-nilai budaya adiluhung yang patut untuk dilestarikan. Kata Kunci: Solah Purus, Kontemporer, Karya Tari, Sanghyang Enjo-Enjo, kesuburan
PROSES PENCIPTAAN, BENTUK DAN PESAN TARI GEN DI YAYASAN BUMI BAJRA SANDHI Apsari, Ketut Novia; Ruastiti, Ni Made; Artati, Anak Agung Ayu Mayun
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1887

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk dapat memahami dan menjelaskan karya seni pertunjukan Tari GEN. Tari GEN ini terinspirasi dari aksara sebagai proses penciptaan. Tari ini memiliki kekhasan dan keunikan sendiri mulai dari awal mula proses penciptaannya, bentuk pertunjukan dan pesan yang disampaikan Tari GEN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan teori estetika dan ikat kait. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ide penciptaan dalam Tari GEN ini berawal dari keinginan pencipta mengangkat aksara sebagai proses penciptaan. Bentuk pertunjukan Tari GEN terdiri dari tiga struktur yakni: (1). Menggambarkan suasana yang magis. (2). Menggambarkan suasana yang ceria. (3). Semua penari melihat bulan sambil menyanyikan lagu Panedeng Masa Kartika. Gerak yang digunakan Tari GEN adalah gerakan yoga asanas, serta menggunakan beberapa gerakan Tari Bali. Pola lantai yang digunakan dalam Tari GEN adalah diagonal, vertikal, horizontal, spiral dan lingkaran yang dibantu menggunakan level tinggi, rendah dan sedang. Riasan pada wajah menggunakan corak berwarna putih ke beberapa penari saja sedangkan penari lainnya tampil tidak memakai riasan wajah atau natural. Busana yang berwarna-warni menjadikan kesan dari anak-anak jelas terlihat. Gending yang dinyanyikan pada tarian berjudul Panedeng Masa Kartika. Alat musik yang digunakan yaitu berupa selonding, riong, ceng-ceng, kendang, suling, kemong/kajar, rebab dan gong dengan digarap menyesuaiakan kebutuhan garapan. Artictic stage dan lighthing design Tari GEN menggunakan layar berlukiskan aksara bali visual art. Pesan pada Tari GEN adalah mengajak seluruh masyarakat khususnya di Bali agar melestarikan bahasa daerah atau aksara Bali.Kata Kunci: Tari GEN, Proses Penciptaan, bentuk, pesan
TARI JEJAK AJI Udayana, Dewa Made Arta Subawa; Sariada, I Ketut; Kasih, Kasih
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 3 No 1 (2023): Terbitan Kesatu Bulan Juni tahun 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/journalofdance.v3i1.2373

Abstract

Abstrak JEJAK AJI, sebuah konsep yang menggambarkan peristiwa pengalaman empiris penata yang berisikan tentang sebuah pembelajaran seorang ayah sebagai sosok guru dijadikan inspirasi terwujudnya garapan. Lahirnya garapan ini didasari atas keinginan penata untuk mengenang sosok ayah yang telah berpulang ke hadapan Tuhan yang dikemas ke dalam penyajian karya seni tari. Pendekatan yang digunakan adalah tari kontemporer dengan tetap mempertahankan aspek lokal jenius sebagai ciri berinovasi, originalitas, dan beridentitas. Garapan ini ditarikan oleh 2 orang penari putra yang diiringi dengan menggunakan instrumen musik MIDI, dengan tetap mempertahankan suasana sesuai tema yang ditentukan yakni kehidupan. Teori penciptaan yang digunakan adalah teori imajinasi yang lebih mengutamakan wilayah tafsir dalam melihat fenomena yang dijadikan objek penciptaan. Terwujudnya garapan ini bertujuan untuk memberikan rangsangan baru dalam berkreativitas baik dari segi konsep, tema, dan sajian garapan. Kata Kunci: JEJAK AJI, Pengalaman, Kehidupan Sosial.

Page 4 of 18 | Total Record : 173